Вы находитесь на странице: 1из 124
KODE MODUL OPKR 50-002 B Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN
KODE MODUL
OPKR 50-002 B
Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
PERBAIKAN RINGAN PADA
RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKAN
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIDKAN NASIONAL
2005

KODE MODUL

OPKR 50-002 B

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

PERBAIKAN RINGAN PADA RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKAN

Tim Penyusun:

  • 1. Drs. Basuki, SSt

  • 2. Mohamad Yulianto

Tim Fasilitator:

  • 1. Drs. Abdullah

  • 2. Suryana Iskandar

KODE MODUL OPKR 50-002 B Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2005

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program- program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia.

Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Diharapkan modul-modul ini digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja.

Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari berbagai perguruan Tinggi, para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI), dan berbagai sumber referensi yang

digunakan baik dari dalam dan luar negri. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK.

Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat, menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri, para akademis, dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat menengah yang handal. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul, para nara sumber dan fasilitator, serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini.

Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.

Jakarta, Desember 2005

a.n. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

digunakan baik dari dalam dan luar negri. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan

Dr, Joko Sutrisno, MM NIP 131415680

DAFTAR ISI MODUL

DAFTAR ISI MODUL Halaman KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… iii PETA KEDUDUKAN MODUL ……………………………………………………

Halaman KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… iii PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………………… vi

DAFTAR JUDUL MODUL .............................................................

viii

MEKANISME PEMELAJARAN …………………………………………………

x

.. GLOSSARY ……………………………………………………………… xi

I. PENDAHULUAN …………………………………………………………………

1

  • A. DESKRIPSI JUDUL …………………………………………………………… 1

  • B. PRASYARAT ……………………………………………………………………… 2

  • C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ………………………………………

2

  • 1. Petunjuk Bagi Siswa ……………………………………………………

3

  • 2. Petunjuk Bagi Guru ………………………………………………………

3

  • D. TUJUAN AKHIR …………………………………………………………………

4

  • E. KOMPETENSI ……………………………………………………………………

5

  • F. CEK KEMAMPUAN …………………………………………………………… 7

II. PEMELAJARAN ……………………………………………………………………

11

  • A. RENCANA BELAJAR SISWA…………………………………………………

11

  • B. KEGIATAN BELAJAR

…………………………………………………………

11

Kegiatan Belajar 1. Dasar Listrik...........…………………

11

  • a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………

11

  • b. Uraian materi ………………………………………………………… 12

  • c. Rangkuman ………………………………………………………… 36

  • d. Tugas ……………………………………………………………………

38

  • e. Tes formatif ……………………………………………………………

38

  • f. Kunci jawaban formatif ……………………………………………

40

  • g. Lembar kerja …………………………………………………………

45

Kegiatan Belajar 2. Memeriksa Kerusakan ...............

54

  • a. Tujuan kegiatan belajar …………………………………… 54

  • b. Uraian materi ………………………………………………………… 54

  • c. Rangkuman …………………………………………………………… 62

  • d. Tugas ……………………………………………………………………

63

  • e. Tes formatif ………………………………………………………… 63

  • f. Kunci jawaban formatif ……………………………………………

63

  • g. Lembar kerja ………………………………………………………… 64

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering ...................

67

  • a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………

67

  • b. Uraian materi ……………………………………………………… 67

  • c. Rangkuman …………………………………………………………… 75

  • d. Tugas ………………………………………………………………… 75

  • e. Tes formatif …………………………………………………………… 75

  • f. Kunci jawaban formatif ……………………………………………

76

  • g. Lembar kerja ………………………………………………………… 76

Kegiatan Belajar 4. Perbaikan Rangkaian Kabel ......

79

  • a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………

79

  • b. Uraian materi ……………………………………………………… 79

  • c. Rangkuman …………………………………………………………… 87

  • d. Tugas ……………………………………………………………………

88

  • e. Tes formatif ………………………………………………………… 88

  • f. Kunci jawaban formatif

……………………………………………

88

  • g. Lembar kerja ………………………………………………………… 90

Kegiatan Belajar 5. Perbaikan Konektor ...................

92

  • a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………

92

  • b. Uraian materi ……………………………………………………… 92

  • c. Rangkuman …………………………………………………………… 97

  • d. Tugas ……………………………………………………………………

98

Tes formatif

  • e. ……………………………………………………………

98

  • f. Kunci jawaban formatif

……………………………………………

98

Lembar kerja

  • g. …………………………………………………………

99

III. EVALUASI …………………………………………………………………………

102

A. PERTANYAAN …………………………………………………………………

102

  • B. KUNCI JAWABAN ……………………………………………………………

104

  • C. KRITERIA KELULUSAN

………………………………………………………

109

IV.PENUTUP …………………………………………………………………………… 110

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………… 111

PETA KEDUDUKAN MODUL

Diagram Pencapaian Kompetensi

Diagram ini menunjukkan alur pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga

tahun, serta kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan.
tahun, serta kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan.

Kedudukan Modul

Modul dengan kode OPKR 50-002 B tentang “PERBAIKAN RINGAN PADA RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKANini merupakan prasyarat untuk menempuh modul OPKR 50-007 B.

Daftar Judul Modul

Kode

Kompetensi

Judul Modul

OPKR 10-001B

Pelaksanaan pemeliharaan/ servis

Pelaksanaan pemeliharaan/

komponen

servis komponen

OPKR 10-002B

   

OPKR 10-003B

Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik

Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik

OPKR 10-005B

Pemeliharaan/servis dan per- baikan kompresor udara dan

Pemeliharaan/servis dan per- baikan kompresor udara dan

OPKR 10-006B

komponen-komponennya Melaksanakan prosedur penge- lasan, pematrian, dan pemo- tongan dengan panas dan

komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelas-an, pematrian, dan pemotongan dengan panas dan

OPKR 10-009B

pemansan Pembacaan dan pemahaman

pemansan Pembacaan dan pemahaman

OPKR 10-010B

gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur

gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur

OPKR 10-016B

Mengikuti prosedur kesehatan

Mengikuti prosedur kesehatan

OPKR 10-017B

dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja

dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja

OPKR 10-

Konstribusi komunikasi di

Konstribusi komunikasi di

018B

tempat kerja

tempat kerja

OPKR 10-019B

Pelaksanaan operasi penangan an secara manual

Pelaksanaan operasi

OPKR 20-001B

Pemeliharaan/servis engine dan

penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan

OPKR 20-010B

komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen-

komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen-

OPKR 20-011B

komponennya Perbaikan sistem pendingin dan

komponennya Perbaikan sistem pendingin dan

OPKR 20-012B

komponen-komponennya Overhaul komponen sistem

komponen-komponennya Overhaul komponen sistem

OPKR 20-014B

pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin

pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin

OPKR 20-017B

Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel

Pemeliharaan/servis sistem

OPKR 30-001B

Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem

injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem

OPKR 30-002B

pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-

pengoperasian Perbaikan kopling dan

OPKR 30-003B

komponennya Overhaul kopling dan komponen-

komponen-komponennya Overhaul kopling dan

OPKR 30-004B

komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual

komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual

OPKR 30-007B

Pemeliharaan/servis transmisi otomatis

Pemeliharaan/servis transmisi otomatis

OPKR 30-010B

Pemeliharaan/servis unit final

Pemeliharaan/servis unit final

Kode

Kompetensi

Judul Modul

     

OPKR 30-013B

drive/gardan Pemeliharaan/servis poros roda

drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda

penggerak

penggerak

OPKR 30-014B

   

OPKR 40-001B

Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya

Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-

OPKR 40-002B

Pemeliharaan/servis sistem rem

komponennya Pemeliharaan/servis sistem rem

OPKR 40-003B

Perbaikan sistem rem

Perbaikan sistem rem

OPKR 40-004B

   

OPKR 40-008B

Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi

Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi

OPKR 40-009B

Perbaikan sistem kemudi

Perbaikan sistem kemudi

OPKR 40-012B

   

OPKR 40-014B

Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem

Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem

OPKR 40-016B

suspensi Balans roda/ban

suspensi Balans roda/ban

OPKR 40-017B

Melepas, memasang dan me-

Melepas, memasang dan

OPKR 40-019B

nyetel roda Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam

menyetel roda Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam

OPKR 50-001B

Pengujian, pemeliharaan/servis

Pengujian, pemeliharaan/servis

OPKR 50-002B

dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkai- an/sistem kelistrikan

dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada

OPKR 50-007B

Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan

rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan

OPKR 50-008B

wiring Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke

dan wiring Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke

OPKR 50-009B

listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan

listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan

kelistrikan tambahan (assesoris)

kelistrikan tambahan (assesoris)

OPKR 50-011B

   

OPKR 50-019B

Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

B. Kedudukan Modul

Modul dengan kode OPKR-10-018 B tentang “Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja” ini merupakan modul prasyarat, sebagaimana dapat dilihat pada peta kedudukan modul.

MEKANISME PEMELAJARAN

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat

Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut:

START

Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan

Lihat Kedudukan Modul

Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan

Lihat Petunjuk Penggunaan Modul

Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan

Kerjakan Cek Kemampuan

Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan
Y Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1
Y
Nilai ≥ 7
T
Kegiatan Belajar 1
Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Y Nilai ≥ 7
Kegiatan Belajar n
Kerjakan
Evaluasi
T
Y
Nilai ≥ 7

Modul

berikutnya/Uji

Kompetensi

GLOSSARY

GLOSSARY NO. ISTILAH KETERANGAN 1. Ampere Satuan arus listrik yang dinamakan menurut ahli fisika berbangsa perancis,

NO.

ISTILAH

KETERANGAN

 
  • 1. Ampere

Satuan arus listrik yang dinamakan menurut ahli fisika berbangsa perancis, Andre Marie Ampere (1775-

1836)

 
  • 2. Bohlam

Bola lampu yang digunakan pada mobil, mempunyai macam-macam ukuran tergantung penggunaannya

 
  • 3. ECU

Unit pengontrol elektronik, yang dilengkapkan pada mobil untuk mengontrol kerja mesin

 
  • 4. Jumper Wire

Seutas kabel biasa digunakan untuk by-pass rangkaian

 
  • 5. Kontinuitas

Adanya hubungan dalam suatu rangkaian

 
  • 6. Nukleus

Inti atom

 
  • 7. Ohm

Satuan tahanan listrik, dinamakan menurut ahli fisika berbangsa Jerman, George Simon Ohm (1789-

1854)

 
  • 8. Sekering

Komponen pengaman rangkaian yang bersifat dapat lebur/terbakar jika dialiri arus yang lebih dari kapsitasnya

 
  • 9. Tes Lamp

Lampu berdaya kecil biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan

10.

Volt

Satuan tegangan listrik, dinamakan menurut ahli fisika berbangsa Italia, Alexandro Volta (1745-1827)

11.

Wires connector

Komponen kelistrikan digunakan untuk penyambungan kabel/wires harnes

12.

Wires harnes

Sekumpulan kabel yang dibungkus menjadi satu biasa digunakan pada kelistrikan mobil

BAB. I PENDAHULUAN

BAB. I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B

A. DESKRIPSI

Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik, pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU, penggantian sekering dan bohlam, perbaikan rangkaian kabel dan conector. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. Dasar listrik, kegiatan belajar 2. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU, kegiatan belajar 3. Mengganti sekering dan bohlam, Kegiatan belajar 4. Perbaikan rangkaian kabel, kegiatan belajar 5. Perbaikan conector. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan, materi, dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi, dilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan

meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa.

B. PRASYARAT

Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian, Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

  • 1. Petunjuk Bagi Siswa

    • a. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.

    • b. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar, bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur.

    • c. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada.

    • d. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada.

    • e. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.

    • f. Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.

    • g. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda.

  • 2. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator, motivator, organisator dan evaluator. Jadi guru/intruktur berperan:

    • a. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi, bahan, alat,

  • training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. b. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat, dan mencapai kompetensi dengan sempurna

    c. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul, berlatih keterampilan, memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. d. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa, sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya.

    D.TUJUAN AKHIR

    Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi:

    • 1. Merangkai hubungan seri, parallel dan gabungan .

    • 2. Mengukur tegangan, tahanan dan arus

    • 3. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU.

    • 4. Mengganti sekering dan bohlam

    • 5. Melakukan perbaikan pengkabelan

    • 6. Melakukan perbaikan konektor.

    E. KOMPETENSI

    KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan

    KODE

    : OPKR 50-002B

    B KOMPETENSI

    KRITERIA KINERJA

    LINGKUP BELAJAR

    MATERI POKOK PEMELAJARAN

    SIKAP

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    1. Menguji dan

    • Sistem/komponen

    • Prinsip kerja sistem

    • Cermat dan teliti

    • Undang-undang K 3

    • Melepas,

    mengiden-tifikasi

    diuji tanpa

    ke-listrikan otomotif.

    dalam

    Prinsip-prinsip

    • membongkar,

    kesalahan

    menyebabkan

    • Prosedur pengukuran

    penggunaan alat

    kelistrikan

    memeriksa dan

    sistem/komponen.

    kerusakan terhadap

    dan pengujian

    ukur elektronik

    Prosedur perbaikan.

    • mengu-kur

    komponen atau

    kelistrikan.

    • Pengukuran

    Cermat dan teliti

    • komponen sistem

    sistem lainnya.

    • Jenis kerusakan

    dalam proses

    kelistrikan dan

    kelistrikan serta

    • Informasi yang benar

    sistem ke-listrikan

    penyambungan

    prosedur pengujian.

    merakit kembali

    di-akses dari

    dan metoda per-

    kabel

    Persyaratan

    • hingga sistem

    spesifikasi pabrik dan

    baikannya.

    keselamatan

    dapat berfungsi

    dipahami.

    • Standar prosedur

    kendaraan.

    normal tanpa

    • Tes/pengujian

    keselamat-an kerja.

    Prosedur untuk

    • adanya kerusakan

    dilakukan untuk

    menghindari

    pada komponen

    menentukan kesalah-

    kerusakan pada ECU

    • Melaksanakan

    an/kerusakan dengan

    (Electrical Control

    pengujian

    meng-gunakan

    Unit) = unit

    sistem/komponen

    peralatan dan teKnik

    pengontrol listrik.

    ke-listrikan

    yang sesuai.

    • Mengidentifikasi

    • Mengidentifikasi

    • Seluruh kegiatan

    kesalah-

    kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

    pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP

    an/kerusakan sistem/ komponen untuk menen-tukan perbaikan yang di- perlukan

    (Standard Operation

    Procedures), undang-

    undang K 3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja), peraturan perundang- undangan dan prosedur/kebijakan perusa-haan.

    B KOMPETENSI

    KRITERIA KINERJA

    LINGKUP BELAJAR

    MATERI POKOK PEMELAJARAN

     

    SIKAP

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    2. Perbaikan ringan pada rangkaian

    • Perbaikan ringan pada rang-kaian

    • Prinsip kerja sistem kelistrik-an otomotif.

    Cermat dan teliti dalam

    • Undang-undang K 3

      • Memperbaiki

      • Prinsip-prinsip

    rangkaian kabel

    kabel.

    kabel dilaksanakan

    • Prosedur pengukuran

    penggunaan alat

    kelistrikan

     

    sistem kelistrikan

    dengan tanpa

    dan pengujian

    ukur elektronik

    • Prosedur perbaikan.

    serta merakit

    menyebabkan

    kelistrikan.

    Cermat dan teliti

    • Pengukuran

    • kembali hingga

     

    kerusakan terhadap

    • Jenis kerusakan

    dalam proses

    kelistrikan dan

     

    sistem dapat

    kompo-nen atau

    sistem ke-listrikan

    penyambungan

    prosedur pengujian.

    berfungsi normal

    sistem lainnya.

    dan metoda per-

    kabel

    • Persyaratan

    tanpa adanya

    • Informasi yang benar

    • Perbaikan yang

    • Seluruh kegiatan

    baikannya.

    keselamatan

    kerusakan pada

    di-akses dari

    • Standart prosedur

    kendaraan.

    komponen

    spesifikasi pabrik dan dipahami.

    diperlukan, penggantian

    kesela-matan kerja

    • Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit

     

    komponen dan

    pengontrol listrik.

    penyetelan dilaksanakan dengan menggunakan per- alatan, tehnik dan material yang sesuai.

    perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP

    (Standard Operation

    Procedures), undang-

    undang K 3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja), peraturan perundang- undangan dan prosedur/kebijakan perusa-haan.

    • F. Cek Kemampuan

    SubKompetensi

     

    Pernyataan

    Jawaban

    Bila jawaban

    Ya

    Tidak

    “Ya” kerjakan

    1.

    Dasar Listrik

    1)

    Saya dapat menggambarkan struktur benda dan

         

    Mengukur

    electron bebas dengan benar

     

    tegangan,

    2)

    Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis

    tahanan dan

    dengan listrik dinamis dengan benar

    arus

    3)

    Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik

     

    4)

    dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik

    5)

    dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan

    Test Formatif 1

    6)

    listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan

    7)

    listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan

    8)

    benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar

    SubKompetensi

    Pernyataan

    Jawaban

    Bila jawaban

    Ya

    Tidak

    “Ya” kerjakan

    2. Dasar Listrik

    1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih

         

    Merangkai

    kompenen dan menentukan tahanan, arus dan

    hubungan seri,

    tegangannya

    parallel dan

    2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih

    gabungan

    kompenen dan menentukan tahanan, arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan, arus dan

    Test Formatif 2

     

    tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi

         

    SubKompetensi

     

    Pernyataan

    Jawaban

    Bila jawaban

    Ya

    Tidak

    “Ya” kerjakan

    • 3. Memeriksa

    1)

    saya dapat menyebutkan tiga type gangguan

         

    kerusakan ringan pada

    2)

    pada rangkaian/system kelistrikan Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan

    rangkaian/system kelistrikan dan

    3)

    dalam rangkaian menjadi bertambah Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat

    prosedur menghindari kerusakan ECU

    4)

    digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian Saya dapat menggunakan jumper wires

    Test formatif 3

    5)

    Saya dapat menggunakan tes lamp

    6)

    Saya dapat menyebutkan keuntungan

    7)

    menggunakan tes lamp disbanding jumper Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU.

    • 4. Penggantian

    1) Saya dapat membedakan sekering type blade

         

    sekering dan

    dan catridge

    bohlam

    2) Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik 3) Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) Saya dapat mengganti sekering putus 5) Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik 6) Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam

    Test formatif 4

    SubKompetensi

     

    Pernyataan

    Jawaban

    Bila jawaban

    Ya

    Tidak

    “Ya” kerjakan

    • 5. Perbaikan

    1) Saya dapat menyebutkan macam kabel yang

         

    rangkaian kabel

    digunakan pada kendaraan 2) Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 3) Saya dapat menentukan ukuran kabel yang digunakan 4) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel 5) Saya dapat menyambung kabel dengan benar

    Test formatif 5

    • 6. Perbaikan

    1)

    Saya dapat menyebutkan macam konnkctor

         

    connector

    2)

    Saya dapat melepas dan memasang konnktor

    3)

    Saya dapat memelihara konnektor

    Test formatif 6

    4)

    Saya dapat mengganti konnektor

    BAB. II PEMBELAJARAN

    BAB. II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik, silakan konsultasi dengan guru/instruktur

    A. RENCANA BELAJAR

    Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik, silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan, berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda.

           

    Alasan

    Paraf

    Jenis Kegiatan

    Tgl

    Waktu

    Tempat

    Perubahan

    Guru

    Dasar Listrik

             

    Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU

             

    Mengganti sekering dan bohlam

             
               

    Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor

             

    Uji Kompetensi

             

    B. KEGIATAN BELAJAR

    Kegiatan Belajar 1. Dasar Listrik

    a. Tujuan Kegiatan Belajar

    Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat:

    9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar. 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar

    13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi

    b. Uraian Materi

    Materi dan Atom

    Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat

    dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas.

    13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya

    Gambar 1. Bentuk materi dan struktur

    Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda.

    Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul.
    Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul.

    Gambar 2. Struktur Atom

    Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik, dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( - ), sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama, dikatakan bermuatan netral. Sesuai dengan hukum alam, atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing.

    Elektron Bebas

    Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti, memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar, misalnya panas, gesekan atau reaksi kimia

    akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron), gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api, cahaya, pembangkitan panas, pembangkitan magnet dan reaksi kimia).

    Gambar 3. Elektron bebas
    Gambar 3.
    Elektron bebas

    LISTRIK

    Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung, namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu, dirasakan seperti saat orang tersengat listrik, dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat, didengar seperti suara bel atau radio.

    akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut
    akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut
    akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut
    akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut

    Modul OPKR – 50 – 002 B

    14

    Gambar 4. Efek listrik

    Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain, sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. Contoh komponen kelistrikan:

    1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia 2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet, dan sebagainya.

    Jenis Listrik

    Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu:

    Listrik Statis

    Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing, tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip.

    Gambar 5. Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana

    Gambar 5. Listrik statis

    Listrik Dinamis

    Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar.

    a). Tipe DC b). Tipe AC Gambar 6. Listrik dinamis a) Tipe DC b). Tipe AC
    a). Tipe DC
    b). Tipe AC
    Gambar 6.
    Listrik dinamis
    a) Tipe DC
    b). Tipe AC

    Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah

    (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current). Listrik

    arus

    searah

    elektron

    bebas

    bergerak

    dengan

    arah

    tetap,

    sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. Baterai merupakan sumber listrik arus searah, sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik.

    Teori Aliran Listrik

    Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir:

    Teori Electron (Electron theory)

    Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip

    baterai. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain.

    Teori konvensional (Conventional theory)

    Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis, teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini

    B A Gambar 7. Teori aliran listrik
    B
    A
    Gambar 7.
    Teori aliran listrik

    Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik. Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Bila dikaitkan dengan elektron bebas, 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6,25 x 10 18 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.

    1Detik Gambar 8. Aliran listrik
    1Detik
    Gambar 8.
    Aliran listrik

    Tabel 1. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar.

     

    Satuan

       

    Dasar

    Arus Kecil

    Arus Besar

    Simbol

    A

    µA

    mA

    kA

    MA

    Dibaca

    Ampere

           
       

    Micro Ampere 1 x 10 -6

    Mili Ampere 1 x 10 -3

    Kilo Ampere 1 x 10 3

    Mega Ampere 1 x 10 6

    Perkalian

    1

    1/ 1.000.000

    1/1.000

    1 x 1.000

    1 x 1.000.000

    Contoh Konversi:

    1).

    1.000. 000 µA =

    1.000 mA =

    1. A

    = 500. 000 A

    =

    =

    0,001 kA

    2).

    0,5 MA = 500 kA

    500.000.000

    mA

    3).

    5 A = 5.000 mA

    = 5.000.000 µA

    A
    A

    Gambar 9. Mengukur arus listrik

    Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter, pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban.

    Tegangan Listrik

    Tabung A dan B berisi air, dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B, dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a). Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung, ini disebut dengan tekanan air. Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b), maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C. Hal ini terjadi

    karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik). Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage.

    A Tegangan Air Pipa Aliran Air
    A
    Tegangan
    Air
    Pipa
    Aliran Air
    Tegang
    Tegang

    19

    Tegangan adalah

    Modul OPKR – 50 – 002 B

    Gambar (a)

    Gambar (b)

    Gambar 10. Konsep Tegangan

    Satuan tegangan listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil.

    Tabel 2. Satuan Tegangan Listrik

     

    Satuan

       

    Dasar

    Tegangan Kecil

    Tegangan Besar

    Simbol

    V

    µV

    mV

    kV

    MV

    Dibaca

    Volt

    Micro Volt

    Mili Volt

    Kilo Volt

     

    Perkalian

    1

    1 x 10 -6

    1 x 10 -3

    1 x 10 3

    Mega Volt 1 x 10 6

    1/ 1.000.000

    1/1.000

    1 x 1.000

    1 x 1.000.000

    Contoh Konversi:

    1.700.000 µV = 1. 700 mV = 1,7 V 0,78 MV = 780 KV = 780. 000 V = 780.000.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter, pengukuran dilakukan secara parallel, cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.

    12V Modul OPKR – 50 – 002 B
    12V
    Modul OPKR – 50 – 002 B

    20

    Gambar 11.

    Mengukur tegangan baterai

    Tahanan/Resistansi Listrik

    Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila

    dialirkan

    melalui

    pipa

    yang

    besar,

    pendek dan permukaan

    dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil, panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel, dimana listrik juga akan mengalami hambatan. Hambatan yang dialami listrik ini disebut

    tahanan/resistansi listrik.

    A Pipa lebih besar B Aliran air besar
    A
    Pipa lebih
    besar
    B
    Aliran air
    besar

    A

    Pipa lebih kecil B Aliran air lebih kecil
    Pipa lebih
    kecil
    B
    Aliran air
    lebih kecil

    Gambar 12. Konsep Tahanan

    Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (). Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V.

    Tabel 3. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil.

     

    Satuan

       

    Dasar

    Tegangan Kecil

    Tegangan Besar

    Simbol

    µ

    m

    k

    M

    Dibaca

    Ohm

    Micro Ohm

    Mili Ohm

    Kilo Ohm

     
       

    1 x 10 -6

    1 x 10 -3

    1 x 10 3

    Mega Ohm 1 x 10 6

    Perkalian

    1

    1/ 1.000.000

    1/1.000

    1 x 1.000

    1 x

    1.000.000

    Contoh Konversi:

    1.985 m

    = 1, 985

     

    0,89 M

    = 890

    k

    = 890.000

    Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter. Amper meter, Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur, untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter.

    Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (  ).

    Gambar 13. Mengukur tahanan relay

    HUKUM OHM

    Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-

    1854) meneliti tentang resistor. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik, besar tahanan dan besar arus yang mengalir. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan. Hukum ini dapat ditulis:

    V = I x R ………. (1) Gambar 14. Hukum Ohm
    V
    =
    I
    x
    R
    ………. (1)
    Gambar 14. Hukum Ohm

    Contoh:

    Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 , bila

    tegangan (V) berubah gambar di bawah ini: dari 24 Volt menjadi 12 Volt, seperti
    tegangan (V) berubah
    gambar di bawah ini:
    dari
    24
    Volt menjadi 12
    Volt, seperti
    Gambar 15. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. Hukum Ohm pada tahanan konstan
    Gambar 15.
    Hukum Ohm pada tahanan konstan
    Gambar 16.
    Hukum Ohm pada tahanan konstan

    Solusi:

    Gambar 15. Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V , tahanan lampu tetap 2 Ohm, maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. Gambar 16. Tegangan 12 V, tahanan lampu 2 Ohm, maka besar

    arus yang mengalir adalah I = V/R

    = 12/ 2 =

    6 Amper

    Kesimpulan:

    Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V, maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar.

    DAYA LISTRIK

    Hukum

    Joule

    menerangkan

    tentang

    daya

    listrik.

    Terdapat

    hubungan antara daya listrik dengan tegangan, arus maupun

    tahanan. Besar daya

    listrik

    diukur

    dalam

    watt.

    Satu

    watt

    merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Hukum Joule dapat ditulis

    Daya listrik = Tegangan x Arus

    P = V x I
    P
    =
    V x I

    ………………………………………… (2)

    P

    = Daya listrik (watt)

    • V = Tegangan (Volt)

    • I = Arus listrik (Amper)

    Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana listrik:

    V = I R , maka

    daya

    P =

    =

    =

    Vx IRx I I 2 R

    I

     

    P

     

    P

    = R x = R

     

    P

    P

    =

    = I 2 R
    = I 2 R

    (3)

    ..

    …………………………………….

    Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R, maka:

    2

    V 2 / R

    I x (V/R) 2 =

    = V 2 R
    = V 2 R

    …………………………… (4)

    Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan:

    V x I P = I 2 R P = V 2 / R
    V x I
    P = I 2 R
    P
    =
    V 2 / R

    Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan, misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W.

    Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V, pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt, sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt. Contoh:

    Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W, saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. Solusi:

    Dengan menggunakan rumus

    I = P/ V

    didapatkan besar arus

    a. Jarak dekat I dekat = P dekat / V = 55 / 12 = 4,58 A b. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A

    Rangkaian seri, paralel dan kombinasi

    Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan.

    1) Rangkaian Seri

    Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Sistem starter, pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri.

    26 Modul OPKR – 50 – 002 B
    26
    Modul OPKR – 50 – 002 B

    Gambar17. Rangkaian seri

    Karakteristik rangkaian seri:

    • a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan

    (Rt ) = R1 + R2
    (Rt )
    =
    R1 + R2

    ………………………

    ..

    (1)

    • b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar

     

    I

    =

    I 1

    = I 2

     
     

    V

    I

    =

     

    Rt

    …………………………………

    (2)

    ………………………………

    (3)

    • c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan :

    V t = V1 + V2
    V t
    =
    V1 + V2

    ……………………………

    ...

    (4)

    Besar V1dan V2 adalah:

    R1 V1 = x V ………………………………… (5) Rt R2 V2 = x V Rt Modul OPKR
    R1
    V1
    =
    x
    V
    …………………………………
    (5)
    Rt
    R2
    V2
    =
    x
    V
    Rt
    Modul OPKR – 50 – 002 B

    27

    ……………………………….

    (6)

    Tentukan besar Rt,

    I

    ,

    I 1

    ,

    I 2,

    ,

    V1 dan V2, pada rangkaian seri

    di atas bila diketahui R1=10 dan R2= 30 , sedangkan sumber

    tegangan 12V.

    Solusi:

    a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan

    (Rt )

    =

    R1 + R2

    =

    10 + 30

    =

    40

    b) Arus yang mengalir

    pada rangkaian sama besar I

    =

    I 1

    = I 2

    I

    V / Rt

    = = 12/ 40 = 0,3 Amper

     

    c) Tegangan

    total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan

    V1

    =

    = 10/40 x 12

    = 3 V

    V2

    =

    R1/ Rt x V R2/ Rt x V

    =

    30/40 x 12 = 9 V

     

    V

    =

    V1 + V2

    =

    3 +9 = 12 V

     

    Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus:

    V1

    =

    R1 x I

    =

    10 x 0,3

    =

    3 V

    V2 =

    R2 x I

    = 30 x 0,3

    =

    9 V

    V

    =

    V1 + V2 =

    3 + 9 = 12 V

     

    2) Rangkaian Paralel

    Gambar 18. Rangkaian parallel

    Karakteristik rangkaian parallel:

    • a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu :

    V =

    V1 = V2
    V1
    =
    V2

    ……………………………………………

    (7)

    • b) Besar arus mengalir adalah:

    I

    =

    I 1 + I 2
    I 1
    +
    I 2

    …………………………………………

    ..

    (8)

    Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I, yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut.

    • c) Besar tahanan total (Rt) adalah:

    V

    V1

    V2

     

    =

    +

    Rt

    R1

    R2

    karena

    V =

    V1 = V 2

    maka

    1

    1

    1

     

    =

    +

    Rt

    R1

    R2

    Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen:

     

    R1

    x R2

     

    Rt

    =

    ………………….

    (9)

     

    R1 + R2

     

    Contoh 1:

    Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda.

    klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W. Tentukan :

    • a) Tahanan klakson LH dan RH

    • b) Tahanan total

    • c) Arus pada klakson LH dan RH

    • d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering.

    R1 x R2 Rt = …………………. (9) R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2

    Solusi:

    Gambar 19.

    Sistem Klakson Tanpa Relay

    a). Tahanan klakson adalah:

    Klakson LH

    R1 = V 2 / P =

    12 2 / 60

    =

    2,4

    Klakson RH

    R2 = V 2 / P =

    12 2 / 36

    =

    4

    b). Besar tahanan total (Rt) adalah:

     

    Rt

    = ( R1 x R2) : (R1 +R2)

    =

    (2,4 x 4) : (2,4 + 4)

    =

    9,6

    : 6,4 = 1,5

    c). Besar arus yang mengalir melalui klakson

    Horn LH

    Horn RH

    I1 =

    I2 =

    V/ R1

    = V / R2 = 12 /

    12 / 2,4

    4

    = 5 A

    =

    3 A

    d). Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering

    merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson, yaitu:

    I

    =

    I 1

    +

    I 2

    =

    5 +

    3

    =

    8 A

    atau

    = Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar, saklar klakson cepat kotor, tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 , tentukan:

    =

    =

    I

    V / Rt

    12 / 1,5

    8 A

    • a) Tahanan total

    • b) Arus pada klakson LH dan RH

    • c) Arus yang melewati saklar klakson

    • d) Arus yang melalui sekering.

    Gambar 20. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari:

    Gambar 20.

    Sistem Klakson Dengan Relay

    Solusi:

    • a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari:

    R1 (tahanan klakson LH )

    = 2, 4

    R2 (tahanan klakson RH)

    =

    4

    R3 (tahanan relay)

    =

    60

    Dengan rumus (14) besar Rt adalah

    1/ Rt

    =

    1/R1 +

    1/ R2

    + 1/R3

    1/Rt

    =

    1/2,4

    +

    1/ 4

    + 1/ 60

    =

    25/ 60

    + 15/ 60 + 1/ 60 =

    41/60

    Rt

    =

    60/ 41 = 1,463

    • b) Besar arus yang mengalir melalui klakson

    Horn LH

    Horn RH

    I1 =

    I2 =

    V/ R1

    = V / R2 = 12 / 4

    12 /2, 4

    = 5 A

    =

    3 A

    • c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay

    I3

    =

    V/ R3

    =

    12/ 60

    = 0,2 A

    d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian

    I

    =

    I1 + I2 + I 3

    =

    5 + 3 + 0,2

    =

    8,2 A

    Atau = V/ Rt

    I

    =

    12 / 1,463 = 8,2 A

     

    Tabel 5.

    Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson

    No

    Parameter

    Tanpa relay

    Dengan relay

    Selisih

     
    • 1 Klakson LH

         

    Daya

     

    60

    W

     

    60

    W

    0

    Tahanan

    2,4

    2,4

    0

    Arus

    5

    A

    5

    A

    0

     
    • 2 Klakson RH

         

    Daya

     

    36

    W

     

    36

    W

    0

    Tahanan

    4

    4

    0

    Arus

    3

    A

    3

    A

    0

     
    • 3 Horn switch

    8

    A

    0,2 A

    7,8 A

     
    • 4 Fuse

    8

    A

     

    8,2

    0,2 A

     
    • 5 Beban rangkaian

     

    96

    W

    98,4 W

    2,4 W

    Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7,8 A yaitu dari 8 A menjadi 0,2 A sehingga saklar klakson lebih awet. Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0,2 A atau beban listrik bertambah 2,4 W.

    3). Rangkaian Seri–Paralel

    d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 +

    Gambar 21. Rangkaian seri parallel

    Tahanan total (Rt) :

    Rt

    =

    R1

    + Rp

    ………………………………………………

    (10)

    Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3.

    Rp

    = ( R2 x R3) : (R2 +R3)

    ..

    (11)

    Rt

    =

    R1

    ……………………………… + ( R2 x R3) : (R2 +R3)

    Tegangan pada rangkaian:

    V

    =

    V1

    +

    VRp

    = VRp = Rp / Rt

    V1

    R1 / Rt

    x V

    x

    V

    Karena R2 dan R3 paralel maka

     

    V2 = V3

    =

    Rp / Rt

    x

    V

    Besar arus pada R1 = arus total

    I

    =

    V/ Rt

    Besar arus pada R2 adalah

     

    I 2

    =

    V2 /

    R2

    Besar arus pada R3 adalah

     

    I 3

    = V3 / R3

    ………………………………………………….

    (12)

    Contoh:

    Tentukan besar tahanan total (Rt), tegangan pada R1, R2 dan R3

    dan besar arus pada R1, R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini

    bila diketahui R1= 4,5  , R2=10  dan R3= 30  Gambar 22. Menentukan arus
    bila diketahui R1= 4,5 
    ,
    R2=10 
    dan
    R3= 30 
    Gambar 22. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel

    Solusi:

    • a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.

    Rp

    = ( R2 x R3) : (R2 +R3)

     

    =

    (10 x 30) : (10 + 30)

     

    =

    300 : 40 = 7,5

    Rt

    =

    R1

    + Rp

    =

    4,5

    + 7,5

    =

    12

     
    • b) Mencari V1 dengan rumus:

     

    V1

    =

    R1 / Rt

    x V

    =

    4,5 / 12

    x 12

    =

    4,5 V

    Karena R2 dan R3 paralel maka

     

    V2 = V3

    =

    Rp/ Rt

    x

    V

    =

    7,5 / 12

    x 12

    = 7,5 V

    • c) Besar arus pada R1 = arus total

     

    I

    =

    V/ Rt

    =

    12/ 12

     

    =

    1 A

    • d) Besar arus pada R2 adalah

     

    I 2

    =

    V2 /

    R2

    = 7,5 / 10 = 0,75 A

     
    • e) Besar arus pada R3 adalah

     

    I 3

    = V3/ R3

     

    = 7,5 /

    30 =

     

    0,25 A

     

    Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang

    sering digunakan. Penerapan

    rangkaian

    ini

    antara lain

    pada

    termometer, intensitas pengukur cahaya, air flow meter dan

    sebagainya.

    Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.

    Gambar 23. Jembatan Wheatstone

    Contoh:

    Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B.

    Tegangan pada titik A adalah

    Va =

    R2/ (R1+R2) x V

    = 2/ (1+2)x 12=

    8 V

    Tegangan pada titik B adalah

    Vb =

    R4/ (R3+R4) x V

    = 4/ (4+4)x 12=

    6 V

    Tegangan pada Volt meter adalah

    = Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka

    Va – Vb

    8 – 6 = 2 V

    tegangan pada Volt meter juga berubah.

    c. Rangkuman

    Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas. Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron

    bebas (free electron).

    Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis, listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC). Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron.

    Arus listrik (I), tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik, Arus listrik diukur dengan amper meter, tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Hubungan antara besar arus, tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm , dimana I = V/R. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I.

    Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama, yaitu:

    Sumber, proteksi, beban, kontrol dan konduktor. Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu:

    rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Rangkaian seri mempunyai karakteristik:

    1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2).

    2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 =

    I2).

    3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Karakteristik rangkaian parallel:

    1) Tegangan pada rangkaian sama , V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap

    percabangannya

    I

    =

    I 1

    +

    I 2

    4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah:

     

    R1

    x R2

    Rt

    =

     

    R1 + R2

    Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.

    Rt

    =

    R1

    + Rp

    2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan

    tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.

    (V

    =

    V1

    +

    VRp)

    3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan

    total

    • d. Tugas

    (I

    =

    V/ Rt )

    • Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip, buka bagian wiring diagramnya, tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja, tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian.

    • Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri, parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. Gambarkan rangkaian sistem tersebut.

    • e. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan

    electron!

    3) Jelaskan cara mengukur arus listrik, lengkap dengan nama alat ukurnya, satuan ukurannya, serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?, apa satuan ukurannya?, apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini,

    3) Jelaskan cara mengukur arus listrik, lengkap dengan nama alat ukurnya, satuan ukurannya, serta jelaskan juga
    • a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis?

    • b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir?

    • c) Berapa tahanan lampu secara teoritis?

    • d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya?

    e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya?

    • 6. Jelaskan karakteristik rangkaian seri, parallel dan kombinasi

    • 7. Dua resistor dirangkai secara seri. Harga R1= 60 Ω dan R2 = 180Ω, tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V

    • 8. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 Ω, daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON?

    • 9. Tentukan besar tahanan total (Rt), tegangan pada R1, R2 dan R3 dan besar

    arus pada

    R1, R2

    dan R3

    pada rangkaian di

    bawah ini bila diketahui R1= 4 , R2=30 dan R3= 60

    e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? 6. Jelaskan karakteristik rangkaian seri, parallel dan kombinasi 7. Dua

    f. Kunci Jawaban Formatif

    1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari

    inti, memiliki

    daya tarik

    menarik yang lemah terhadap inti.

    Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar, misalnya

    panas, gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain.

    panas, gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. 2)

    2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis, teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri, alat ukur arus listrik adalah Amper meter, satuan amper, dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6,25 x 10 18 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel, alat ukur dengan Volt meter, satuan volt, pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini, a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper

    b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini:

    Amper Meter
    Amper
    Meter

    c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 Ω?

    d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu, kemudian diukur menggunakan Ohm meter, posisi selector

    pada 1XΩ, kalibrasi Ohm meter, kemudian diukur seperti

    gambar berikut ini, besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter.

    Ohm meter

    b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: Amper Meter c) Tahanan lampu
    • e) Cara mengukur tegangan

    baterai

    adalah

    dengan

    menggunakan volt meter, bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran

    50V, hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan

    colok negatip

    pada

    negatip

    baterai,

    pengukuran.sebagai berikut:

    baca

    hasil

    Volt meter
    Volt meter
    • 6. Rangkaian seri mempunyai karakteristik:

      • a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2).

      • b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar

    I2).

    (It = I1 =

    • c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2).

    Karakteristik rangkaian parallel:

    • a) Tegangan pada rangkaian sama ,

    V =

    V1

    =

    V2

    • b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.

    • c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya

    I

    =

    I 1

    +

    I 2

    • d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah:

     

    R1

    x R2

    Rt

    =

     

    R1 + R2

    Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi

    • a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. Rt

    =

    R1

    + Rp

    • b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.

    (V

    =

    V1

    +

    VRp)

    • c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan

    total (I

     

    =

    V/Rt )

    • 7. Besar arus yang mengalir

    I

    =

    V/Rt

    = 12 / (60+180) = 0,05 A = 50 mA.

    Tegangan pada R1 yaitu

    V1 = R1 x I

    = 60 x 50 = 3000 mV =3 V

    Tegangan pada R2 yaitu

    V2 = R2 x I

    = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V.

    • 8. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban, dimana:

    Beban 1 lilitan relay dengan

    R= 100Ω berarti

    I = V/R = 12/ 100 = 0,12 A

    Beban 2 adalah horn dengan daya 36W, berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi

    I= 3 A.

    Jadi besar arus yang mengalir adalah It = 0,12 + 3 + 3 = 6,12 A

    Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt, sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt. 9. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.

    Rp

    = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20

    Rt

    =

    R1

    + Rp

    =

    4

    + 20

    =

    24

     

    Mencari V1 dengan rumus:

     

    V1

    =

    R1 / Rt

    x V

    =

    4 / 24

    x 12

    =

    2 V

    Karena R2 dan R3 paralel maka

     

    V2 = V3

    =

    Rp/ Rt

    x

    V

    =

    20 / 12

    x 12

    = 10 V

    Besar arus pada R1 = arus total

     

    = Besar arus pada R2 adalah

    =

    I

    V/ Rt

    12/ 24

    =

    0,5 A

    I 2

    =

    V2 /

    R2

    = 10/ 30 = 0,333 A

     

    Besar arus pada R3 adalah

     

    I 3

    = V3/ R3

    = 10/

    60 =

     

    0,167 A

     

    g. Lembar Kerja

    Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan, Arus dan Tahanan Tujuan:

    Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik, mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan.

    Alat dan Bahan

    1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W, lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K, 2 K dan 3 K

    bola

    3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai

    Keselamatan Kerja

    Hati-hati dalam penggunaan multi meter, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

    1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. Cara pemasangan secara seri. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter, pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur, pastikan jenis

    tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter, perhatikan skala tahanan yang akan diukur, kalibrasi alat sebelum digunakan

    Langkah Kerja

    1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini:

    Komponen

    Nilai Tahanan

    Komponen

    Nilai Tahanan

    Bola lampu 12V/3W

     

    Tahanan

    1KΩ

     
       

    Tahanan

    2KΩ

     

    Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W

     

    Tahanan

    3KΩ