You are on page 1of 4

Awal Green Computing

Energy Star logo

Pada tahun 1992, US Environmental Protection Agency meluncurkan Energy Star , sebuah program pelabelan sukarela yang dirancang untuk mempromosikan dan mengakui efisiensi energi di monitor, peralatan kontrol iklim, dan teknologi lainnya. Hal ini mengakibatkan adopsi sleep mode antara elektronik konsumen. Bersamaan, organisasi Swedia TCO(Tjnstermnnens Central Organization) Pembangunan meluncurkan TCO Sertifikasi program untuk mempromosikan emisi magnetik dan listrik rendah dari CRT berbasis menampilkan komputer , program ini kemudian diperluas untuk mencakup kriteria konsumsi energi, ergonomi , dan penggunaan bahan berbahaya dalam konstruksi. Fenomena green computing ini mulai muncul tahun 1992. Asal mulanya dengan munculnya teknologi sleep mode, yang berfungsi untuk meminimalkan energi komputer ketika komputer sedang tidak digunakan. dari perusahaan-perusahan besar di dunia (contoh: AMD, Dell, HP, IBM, Intel, Microsoft, RackubloSys) merumuskan standar untuk pembuatan suatu data center. Sebagai musuh dari green computing yaitu trojan dan malware, karena dua hal tersebut menyedot resource/sumber daya untuk hal-hal yang tidak penting.

Pegertian dan Perkembangan Green Computing:


komputer dan segala elemen pendukungnya yang sering disebut dengan istilah Teknologi Informasi sedang disorot banyak pihak, ada yang mengatakan peran dari iT ini tidak lebih sebagai penambah masalah bagi perubahan iklim dan isu global warming, namun disisi lain banyak pula yang menyatakan iT adalah solusi yang tepat untuk mengatasi climate change maupun global warming tentunya hal-hal yang memperkuat dua hal yang saling berlawanan diatas bisa jadi adalah fakta dan bisa juga hanya rumour, tetapi sebagai manusia yang sangat menghargai sains, kita sebaiknya menyingkirkan hal-hal yang tidak ilmiah seperti rumour dan mengetengahkan fakta-fakta yang sudah diuji dan di teliti secara ilmiah macam-macam fakta tentang green computing yang dirangkum dari koran dan artikel lainnya 1. Menurut penelitian, jika sekitar 20 persen saja meeting-meeting di Uni Eropa diganti dengan video conference, maka akan menghemat sekitar 22,3 juta ton CO2 2. apabila 100 juta pelanggan mendapatkan tagihan telepon mereka secara online, maka bisa menghemat 109.100 ton CO2 dibanding mereka harus mengunjungi kantor-kantor pelayanan telepon dan mendapatkan tagihan tsb dalam bentuk kertas

3. ketika 193 juta pajak ditagihkan melalui online menggunakan website, akan menghemat 195.000 ton CO2 4. Ketika Satu Buah PC diproduksi, maka akan membutuhkan 1,7 juta bahan baku dan air 5. pada tahun 1997 umur rata-rata komputer bisa mencapai 6 tahun, namun pada tahun 2005 hanya mencapai 2 tahun 6. Kurang lebih rata-rata 30 persen energi listrik terbuang sia-sia ketika komputer yang tidak digunakan dibiarkan tetap hidup 7. jika satu orang pegawai bekerja dirumah secara online ataupun offline dalam mengerjakan tugas kantornya menggunakan komputer, bisa menghemat CO2 dan membantu pemulihan udara dari polusi, dibanding ia memerlukan transportasi untuk mencapai kantornya 8. Setiap perorangan maupun lembaga perusahaan melakukan efisiensi dan melakukan green computing maka emisi CO2 dapat dikurangi 9. Apabila ada hardware maupun software komputer yang bisa mematikan secara otomatis perangkatperangkat elektronik yang tidak digunakan, maka akan mengurangi emisi CO2 10. deforestasi dan emisi polusi akan berkurang ketika media cetak di konversi ke media digital 11. Teknologi EV-DO Rev B bisa menghemat hingga 70 persen energi listrik 12. Pada tahun 2004 kurang lebih 183 juta komputer diseluruh dunia terjual atau meningkat 11,6 persen dari 2003 13. Pada tahun 2010, diperkirakan akan ada 716 juta komputer yang digunakan (178 juta di Cina dan 80 juta di India) 14. Laptop menggunakan sekitar lima kali lebih irit listrik di banding komputer dekstop 15. 1,7 juta komputer di Inggris sering tidak dimatikan pada malam hari atau setiap akhir pekan, hal ini berdampak pada meningkatnya emisi CO2 hingga 700.000 ton jadi kesimpulanya Green computing adalah perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien, dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras, meminimalkan penggunaan kertas, dan beberapa hal teknis lainnya. Dewasa ini, di dunia semakin terjadi krisis energi. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan manusia pada minyak yang sangat tinggi, yaitu skala 37%. Padahal minyak ini bersifat polutan, yaitu tidak bisa diperbaharui. Diperparah dengan kondisi hutan yang semakin menyempit (deforestasi) dan global warming, maka kondisi dunia semakin kritis. Hal ini harus menjadi perhatian masyarakat dunia, sebelum semuanya terlambat. Sebagai manusia IT kita bisa lebih peduli pada kondisi dunia dengan cara IT, maka muncullah fenomena baru dalam dunia komputasi, yaitu green computing ini. Bisnis memiliki tiga unsur yang disebut 3BL, triple bottom lines, yaitu: people-planet-profit. Tiga hal ini saling berkaitan. Pengembangan sistem berbasis TI harus mempertimbangkan seluruh elemen stakeholders, tidak hanya memaksimalkan keuntungan shareholders saja. Elemen-elemen green computing adalah: 1. Sustainability, yaitu daur ulang. 2. Ramah lingkungan

3. Penggunaan energi secara efisien 4. Penggunaan sumber daya secara efisien 5. Mengurangi pekerjaan yang tidak berguna

#Green Computing di Data Center# Data center membutuhkan biaya yang besar. Biaya ini dibutuhkan untuk operasional dan maintenance. Permasalah utama adalah untuk: konsumsi listrik, pendingin, dan ruangan. Solusi: 1. Teknologi server hemat energi Yaitu pengaturan clock processor, jika task tidak banyak, maka clock processor dikurangi. Hal ini berguna untuk efisiensi kinerja processor. Teknologi ini ada pada Intel (speedstep), AMD (coolnow), Sun Microsystem (coolthread). Keuntungan dengan teknologi adalah: hemat energi, karena panas rendah. Dengan panas rendah, maka energi pendingin yang dibutuhkan juga rendah. 2. Teknologi virtualization Yaitu: dari satu mesin bisa ada tiga mesin, secara virtual. Keuntungannya adalah: hemat ruang, energi, kabel, dan optimalisasi mesin. 3. Teknologi Blade Server Yaitu teknologi server dengan bentuk fisik horisontal. Bentuk ini dirasa lebih hemat ruang, kabel, dan energi dibanding bila bentuk fisiknya vertikal. 4. Data Center Power Efficiency Metrics Merupakan hasil consorsium oleh The Green Grid. Dengan dua parameter: PUE (Power Usage Efficiency), DCE (Data Center Efficiency). Hasil pengukuran Lawrence Berkeley National Labs terhadap 22 data center, menunjukkan nilai PUE antara 1,3 hingga 3,0. #Green Computing di Workstation# Sebaran konsumsi PC paling besar di monitor. Workstation adalah penyedot energi terbesar di perkantoran. Solusi: 1. Teknologi power management, yang terdapat pada BIOS. Melalui ACPI (Advanced Configuration & Power Interface) akan memotong rata-rata 25% konsumsi energi. 2. Tim klien: hanya menggunakan 50% konsumsi energi 3. Ganti dengan laptop, karena konsumsi energi jauh lebih kecil. #Green Computing di Lingkungan Kerja# Ada tiga jenis solusi: 1. Skype, solusi voip (dengan Asterisk) 2. Solusi IM (instant messaging) 3. Solusi unified communication (voip + IM) Keuntungan:

1. Konvergensi data dan suara dalam 1 jaringan berbasis IP 2. Hemat biaya maintenance 3. Hemat biaya operational 4. Hemat biaya energi 5. Hemat space ruang kerja 6. Hemat biaya transportasi Peluang: teleworker, virtual office, teleconference #Green Computing dari diri sendiri# 1. Tidak harus selalu membeli komputer baru, gunakan: komputer sewaan, bekas/refurbished, atau komputer lama yang masih dapat di-upgrade. 2. Selalu mencari solusi software terlebih dahulu. 3. Teliti dalam membeli perangkat, pastikan lulus uji hemat energi dan lingkungan. 4. Gunakan layar monitor sesuai dengan kebutuhan. 5. Gunakan monitor LCD daripada CRT, karena lebih hemat energi. 6. Hindari mencetak e-mail atau dokumen elektronik. 7. Gunakan e-mail untuk menggantikan fax dan sirkulasi dokumen. 8. Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik. 9. Gunakan kertas daur ulang untuk mencetak. 10. Perkecil ukuran font dan spasi. 11. Gunakan printer inkjet daripada laser jet. 12. Matikan komputer/alat-alat lain yang tidak bekerja pada malam hari maupun akhir minggu. 13. Gunakan remote admin ke server daripada menggunakan monitor. 14. Optimalisasi penggunaan komputer, minimalkan penggunaan komputer untuk hal-hal yang tidak penting.