You are on page 1of 9

Rabu, 09 Mei 2012

Endocrine and sensory system (hormon dan sistem indra)

Endocrine (Hormonal) system


Hormone comes from the word hormacin that means activating. Hormone is required in very little amount but it has very large influence. The lack of hormone can be overcome by putting in the same kind of hormone in to the body. The excessive of hormone in the body can cause the various kind of disturbance of organs work. Hormon berasal dari kata Hormocin yang beraarti menggiatkan. Hormon dibutuhkan dalam jumlah yang amat sedikit di tubuh tetapi memiliki pengaruh yang amat besar. Kekurangan hormon dapat diatasi dengan memasukan hormon sejenis ke dalam tubuh. Kelebihan hormone dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan berbahaya untuk kinerja organ. Hormone has function to control homeostatic (some balancing dynamic mechanism in the body constantly) , triggering reproduction, metabolism and behavior. Hormon berfungsi untuk mengatur homeostatis (mekanisme kesetimbangan dinamis dalam tubuh yang konstan), memacu pertumbuhan reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku. In human, hormone is usually goes to target organ through blood flow. But, several kind hormones only work in the body organ produce it, such as gastrin hormone in stomach. Pada manusia, hormone biasanya pergi menuju organ tujuan melalui aliran darah. Tetapi, beberapa jenis hormone hanya berkerja dalam organ tubuh yang memproduksinya, seperti hormone gastrin pada lambung. Hormone is a juice that produced by a gland and directly circulated by the blood. Gland that produces hormone doesnt have particular canal or outward tract so it is called appendix gland or endocrine gland Hormone adalah getah yang diproduksi oleh kelenjar dan langsung diedarkan melalui darah. Kelenjar yang memproduksi hormone tidak mempunyai saluran khusus atau saluran keluar sehingga disebut kelenjar buntu atau kelenjar endokrin. Base on activity, endocrine gland can be separated in to several kind like a : Gland that works along life, like a endocrine gland produce metabolism hormone Gland that works since certain period, like a endocrine gland produce sex hormone Gland that works until certain period, like a endocrine gland produce growth hormone Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar endokrin dibedakan menjadi beberapa macam seperti : Kelenjar yang berkerja seumur hidup, seperti kelenjar endokrin yang memproduksi hormone metabolism Kelenjar yang berkerja sejak saat tertentu, seperti kelenjar endokrin yang memproduksi hormone kelamin Kelenjar yang berkerja hingga saat tertentu, seperti kelenjar endokrin yang memproduksi hormone pertumbuhan Various kind of endocrine gland of hormone producer Beberapa jenis dari kelenjar penghasil hormon

1. 2. 3. 1. 2. 3.

1. Hypophysis Gland (Master of the Gland) Kelenjar Hipofisis (Master dari Kelenjar)
Hypophysis gland is the largest endocrine gland related with hypothalamus. This gland sticks in the part of brain and lies behind the brain. Kelenjar Hipopisis adalah kelenjar endokrin terbesar yang berhubungan dengan hipotalamus. Kelenjar ini merupakan bagian dari otaak dan terletak dibelakang otak Hypophysis gland is separated into 3 lobes. Those are front lobe (anterior), middle lobe (intermedia), and back lobe (posterior) Kelenjar Hipopisis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian depan (anterior), bagian tengah (intermedia), and bagian belakang (posterior). A. Anterior lobe In this lobe, produced various kind of hormone that controls several other hormone. Hormone produced are : Dalam bagian ini, memproduksi berbagai macam hormon yang mengontrol beberapa jenis hormone lain. Hormone yang di produksi antara lain : a. Somatotroph Hormone (STH) This hormone called growth hormone. This hormone works to control the growth of the body, mainly hepiphyse chakra and pipe bone. Hormone ini disebut juga hormon pertumbuhan. Hormin ini berkerja untuk mengontrol pertumbuhan badan, terutama cakra hepifisis, dan tulang pipa Over production of this hormone called hyperfuction. It will cause extraordinary growth in growth period (teenage) called gigantism and for people after growth period it will cause acromegaly (growth that only happens in the ends of pipe bones) Produksi berlebih dari hormone ini disebut hiperfungsi. Hal tersebut akan menyebabkan pertumbuhan yang luar biasa pada masa pertumbuhan (remaja) yang disebut gigatisme dan untuk orang yang telah melewati masa pertumbuhan akan menyebabkan akromegali (pertumbuhan yang hanya terjadi pada ujung tulang pipa) Less of this hormone will cause occurrence of cretinism. Kekurangan hormone ini akan menyebabkan kekerdilan. b. Prolactine Hormone (PRL) This hormone has a function to influence growth of milk gland and lactation, also to conserve corpus luteum and its secretion (progesterone hormone) Hormone ini mempunyai fungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan kelenjar susu dan laktasi, juga untuk memelihara korpus luteum dan sekresinya (hormon progesteron) c. Thyrotrophin Hormone (TSH) This hormone has function to control activity of tyroid gland in secreting its hormone. Hormone ini mempunyai fungsi mengontrol aktiifitas kelenjar teroid dalam mensekresikan hormonnya. d. Adrenocorticotrophin Hormone (ACTH) This hormone has function to stimulate and control the secretion of adrenal cortex gland. Hormone ini mempunyai fungsi untuk merangsang dan mengontrol sekresi dari kelenjar adrenal kortex. e. Gonadotrophin Hormone 1. FSH (Follice Stimulating Hormone)

In man this hormone has function to influence spermatogenesis process (the formation of sperm) Pada pria hormon ini berfungsi untuk mempengaruhi proses spermatogenesis (pembentukan sperma) In woman this hormone has function to stimulate the growth of folicle cells in ovary. Pada wanitta hormon ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sell folikel pada ovarium. 2. LH (Luteinizing Hormone) In man this hormone has function to organize secretion from testosterone and endosterone. Pada pria hormon ini berfungsi untuk mengatur sekresi dari testosteron dan endosteron. In woman this hormone has function to stimulate ovulation of ripening of egg cell (ovum) and formed corpus luteum and follicle. Pada wanita hormon ini berfungsi untuk merangsang proses ovulasi dari sell telur yang telah masak (ovum) dan pembentukan korpus luteum dan folikel. B. Intermedia lobe Melanocyt Stimulating Hormone (MSH) This hormone has a function to synthesis melanin as skin pigmen. Melanocyt Stimulating Hormone (MSH) Hormon ini berfungsi untuk sintesis melanin sebagai pigmen. C. Posterior lobe a. Oxytocin Hormone This hormone has several function, those are : 1. Stimulating the contraction of smooth muscle in inner organs, such as intestine and urine sac. 2. Helping the contraction of uterus when giving birth 3. Stimulating the mothers milk gland to produce milk water 1. Merangsang kontraksi otot halus pada organ dalam, seperti usus, kantung urine. 2. Membantu kontraksi uterus ketika melahirkan 3. Merangsang kelenjar susu ibu untuk memproduksi ASI b. Vasopresin Hormone This hormone is known also by antidiuretic hormone (ADH) because working to stimulate the absorption of urine kidney tract. Hormon ini juga diketahui sebagai Antidiuretic hormone (ADH) karena berkerja untuk menstimulasi absorbs urine pada nefron ginjal.

2. Thyroid Gland
This gland produce three kind of hormones, those are thyroxin, triiodothyronin, and calcitonin hormone. To makes this hormone is required iodium. Kelenjar ini memproduksi tiga macam hormon, yaitu tiroksin, triodothyronin, dan kalsitonin. Untuk membuat hormon ini berkerja diperlukaan iodium. Thyroxin and triiodothyronine hormone has a function to increase body metabolism, and calcitonin hormone has a function to accelerate the deposition of calcium in bones. Hormone teroksin dan triothyronin mempunyai fungsi untuk menambah metabolissme tubuh, dan hormon kalsitonin berfungsi untuk mempercepat pengendapan kalsium di tulang.

3. Parathyroid Gland
This gland produce parathyroid hormone or parathormon hormone Kelenjar ini memproduksi hormon parathyroid atau hormon parathormon Parathyroid hormone has a function to controlling calcium in our blood and bones. When the calcium level in blood lower than normal, this hormone will stimulate discharging calcium from inside of the bone. Hormone paratiroid berfungsi untuk mengontrol salsium di dalam darah dan tulang kita. Ketika kadar kalsium dalam darah dibawah normal, hormon ini akan merangsang pengeluaran kalsium dari dalam tulang.

4. Epiphysis Gland
This gland located in skull and its very small size. The function of this gland still unknown until now. Kelenjar ini terletaak di tengkorak dan berukuran sangat kecil. Fungsi kelenjar ini sampai saat ini masih belum diketahui.

5. Thymus Gland
This gland hormone called somatotropine who has a function to help growth process when the baby just born until become adult people. At first this gland has a large size when the baby born but getting smaller by the time. The lack of this gland hormone will cause cretinism and this gland in adult will cause acromegaly. Hormon kelenjar ini disebut somatotropin ini mempunyai fungsi untuk membantu proses pertumbuhan ketika bayi baru dilahirkan hingga menjadi dewasa. Pada awalnya kelenjar ini berukuran besar ketika bayi dilaahirkan tetapi menjadi kecil seiring waktu. Kekurangan hormon kelenjar ini akan menyebabkan kekerdilan dan kelenjar ini untuk orang dewasa akan menyebabkan pertumbuhan upnormal

6. Adrenaline Gland
This gland lies in the upper end of every kidney. This gland is separated in to two part those are cortex and medulla part. Kelenjar ini terletak di bagian ujung atas pada tiap ginjal. Kelenjar ini dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu korteks and medulla Cortex part produce several hormone namely : Bagian korteks memproduksi beberapa hormone bernama : Glukokortikoid, has a function to control metabolism, glucose level in blood, and defense of infection. For example cortisol hormone Mineralokortikoid, has a function to control salt and water level in blood, blood pressure, and increase reabsorb Natrium ion and water in kidney. For example aldosterone hormone. Seks hormone, androgen for man and estrogen for woman.

Glukokortikoid, mempunyai fungsi mengontrol metabolisme, kadar gula darah, dan pertahanan terhadap infeksi. Sebagai contohnya adalah hormon kortisol. Mineralokortikoid, memiliki fungsi mengontrol kadar garam dan air dalam darah, tekanan darah, dan meningkatkan reabsorbsi ion Natrium dan air dalam ginjal. Sebagai contoh adalah hormon aldosteron. Hormon seks, androgen untuk pria dan estrogen untuk wanita. Medulla part produce adrenaline hormone and noradrenaline or norepinefrine hormone. Adrenaline causes the cretinism of blood vessel and increment of heartbeat so it causes heart beating and the increment of blood pressure. Noradrenaline has invers function from adrenaline hormone. Adrenaline also can make smooth muscle loosen in the trachea so widening respiration. Bagian medulla memproduksi hormon adrenalin dan noradrenalin atau hormon norepinefrin. Adrenalin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan detak janntung jadi hal tersebut menyebabkan detak jantung dan tekanan darah meningkat. Noradrenalin mempunyai fungsi yang berlawannan dengan adrenalin. Adrenalin juga dapat membuat otot halus melonggar di bagian trakea sehingga respirasi berlangsung secara lebih lebar.

7. Lagerhans Gland (Pancreatic Gland)


This gland produce Insulin and Glycogen hormone. Each hormone has a different function to control glucose and glycogen level in our body. Kelenjar ini memproduksi hormon Insulin dan Glikogen. Tiap hormon mempunyai fungsi yang berbeda untuk mengatur kadar glukosa dan glikogen dalam tubuh. Insulin hormone has several function, those is : Hormon Insulin mempunyai beberapa fungsi yaitu : Enables body uses sugar efficiently Increasing the ability of enzyme to change glucose to glycogen Increasing the reservation of glucose in liver Preparing glucose for others body cells Memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula secara efisien Meningkatkan kemampuan enzim untuk mengubah glukosa menjadi glikogen Meningkatkan penampungan glukosa dalam hati Menyiapkan glukosa untuk kebutuhan sel tubuh lain. Glycogen hormone has difference function, that is to increasing blood sugar level by transform glycogen in to glucose. Hormon Glikogen mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu untuk meningkatkan kadar gula darah dengan mengubah glikogen menjadi glukosa.

8. Digestive Gland
Intestine endocrine gland produce secretin hormone and colesistokinin hormone. Meanwhile, gastric hormone produce gastrin hormone. Kelenjar endokrin usus memproduksi hormone sekretin dan kolesistokinin. Sementara itu hormon lambung memproduksi hormon gastrin. Secretin hormone has a function to stimulate the secretion of pancreatic gland. And colesistocinin hormone has a function to stimulate release of gall gland from gall sac.

Hormon sekretin mempunyai fungsi untuk merangsang sekresi kelenjar pangkreas. Dan kolesistokinin berfungsu untuk merangsang pelepasan empedu dari kantung empedu. Gastrin hormone has function to stimulate the secretion of gastric gland. Hormon gastrin berfungsi untuk merangsang sekresi getah lambung.

9. Sex Gland
Man sex gland Man sex gland called testis. Testis contain Leydig cells, this cells producing testosterone hormone that influence spermatogenesis process. Kelenjar kelamin pria disebut testis. Testis mengandung sel Leydig yang memproduksi testosteron yang mempengaruhi prroses spermatogenesis. Woman sex gland Woman sex gland called ovarium. This gland has function to produce several kind of hormone, those are : Kelenjar kelaamin wanita disebut ovarium. Kelenjar ini memiliki fungsi untuk memproduksi beberapa jenis hormon, yaitu : Estrogen o The function is for stimulate the growth of secondary sex in woman and sexual behavior o Fungsinya untuk merangsang pertumbuhan kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual Progesterone o The function is for reinforce the uterus wall and for the growth of milk gland o Fungsinya untuk mempertebal dinding uterus dan untuk pertumbuhan kelenjar susu

Sensory System
To find get the information from the environment, human body has a sensory system such as skin, tongue, eyes, nose, and ears, we us it for touch, taste, see, smell and hear. Now we will learn how sensory system works in our body. Untuk mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar, tubuh menusia telah mempunyai sistem indra seperti kulit, mata, hidung, dan telinga, kita menggunakannya untuk menyentuh, merasakan, melihat, mencium, dan mendengar. Sekarang kita akan mempelajari bagaimana sistem organ berkerja.

Sense of touch (Skin) Indera peraba (Kulit)


There are several kind of receptor in our skin there is : a) Unimpeded nerve This is kind of nerve bring sensory signal to the main nerve system. In the end of this nerve doesnt has melanin layer or it has in a little diameters. This nerve has a function as receptor of pain Jenis saraf ini membawa sinyal rangsangan menuju sistem saraf pusat. Pada akhir saraf tidak mempunyai lapisan melanin atau hanya mempunyai melanin dengan diameter kecil. Saraf ini berfungsi sebagai reseptor rasa sakit. b) Meissner nerve

c)

d)

e)

f)

This kind of nerve located in papilla dermis, especially in lips and the fingertips. This nerve alive to any type of touch and it also can discriminated stimulation between two contiguous point. Jenis saraf ini terletak di papilla dermis, terutama di bibir dan ujung jari. Saraf ini peka akan berbagai macam sentuhan dan saraf ini juga dapat membedakan rangsangan antara dua titik yang berdekatan. Vater Paccini nerve It located in palm of hand, palm of foot, lips, ligament. This nerve has a function to accept stimulation of deep pressure. Saraf ini terletak di telapak tangan, telapak kaki, bibir, ligament. Saraf ini berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang dalam. Krause nerve This nerve founded in dermis layer and connected to hair. The amount of this nerve getting less by the time. This nerve has a function as receptor of cold temperature. Saraf ini dapat ditemukan di lapisan dermis dan terhubung dengan rambut. Jumlah saraf ini berkurang seiring waktu. Saraf ini berfungsi sebagai penerima rangsang suhu dingin. Ruffini nerve This nerve founded in dermis layer. It has a function as receptor of hot temperature Saraf ini dapat ditemukan di lapisan dermis. Saraf ini memiliki fungsi sebagai reseptor panas. Markel layer This nerve has a function as receptor of smooth touch or pressure Saraf ini mempunyai fungsi sebagai reseptor dari sentuhan atau tekanan ringan.

Sense of taste (tongue) Indera perasa (lidah)


In our tongue there are many gemma gustatoria as the end of our taste nerve. It looks like some kind of squash located in font, back, and along sides of tongue. Look at the picture for the detail of gemma gustatoria Dalam lidah kita banyak sekali gemma gustatoria sebaagai ujung dari saraf pengecap kita. Bentuknya terlihat seperti labu yang terletak si depan, belakang, dan sepanjang sisi lidah. Lihat gambar untuk detail dari gemma gustatoria. Food that mingled with saliva will enter gemma gustatoria through the pore of tongue. It will stimulate the nerve looks like hair in the bottom. Next the stimulus will sent to the brain and read as a sensation of taste. Makanan yang bercampur air ludah akan memasuki gemma gustatoria melalui pori-pori lidah. Makanan akan merangsang saraf yang berbentuk seperti rambut di pangkal. Selanjutnya rangsangan akan dikirim ke otak dan dibaca sebagai sensasi dari rasa.

Sense of hearing (ears) indera pendengar (telinga)


Ears divided into three part, there is outer ear, middle ear, and inner ear. For the detail pease look at the picture Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Untuk lebih jelas silahkan lihat gambar.

Voice recognize by human through a few step, there is : Suara diterima oleh manusia melalui beberapa langkah, yaitu : (voice frecuency) (hearing access) (tympany membrane) (martil bone) (sanggurdy base) (jar the "window") (the liquid in cornea vibrated) (stimulate the hearing nerve) (the impuls sent to the brain)

Suara dapat diterima manusia melalui beberapa tahap, yaitu : (getaran suara) (jalur pendengaran) (membran timpani) (tulang martil) (Landasan sanggurdi) (menggetarkan tingkap) (cairan pada kornea bergetar) (merangsang saraf pendengaaran) (impuls dikirim ke otak)

Sense of Vision (Eyes) Indera pengelihatan (Mata)


Eyes has special receptor for light called photoreceptor. Each eye has one receptor layer, one lens system for centralizing light on receptor, and sensory system for take impuls from receptor to the brain. Mata mempunyai reseptor khusus cahaya yang disebut photoreceptor. Setiap mata memiliki satu lapisan reseptor, satu sistem lensa untuk memusatkan cahaya pada reseptor, dan sistem saraf untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke otak Outer layer Seklera : white layer and impermeability for light Cornea : Permeability for light, has a function to focus the light on retina Middle layer Iris : Determine the color eyes Pupil : A hole in the center of iris. Has a function to organize the amount of light Inner layer Bacillus : Has rodoksin pigment (compound between vitamin A and protein) : Has iodopsine (compound of retinin and opsin, that is sensitive compound for blue, green, and red color Lapisan luar Seklera : Berwarna putih dan tidak tembus cahaya Kornea : Tembus cahaya, berfungsi memfokuskan bayangan pada retina Lapisan tengah Iris (selaput pelangi) : Menentukan warna mata : Lubang yang terletak ditengah iris. Berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata Lapaisan dalam Sel batang (basilus) : Mengandung pigmen rodoksin (senyawa antara vitamin A dan protein)

a)

b)

c)

a)

b)

c)

Sel kerucut (konus) : Mengandung iodopsin (senyawa retinin dan opsin yaitu senyawa yang peka terhadap warna biru, hijau, merah)

Sense of smell (nose) Indera penciuman (Hidung)


The epitelium of nose has 20 million olfaktori cells with a special acsons as fiber of smell. In the end of each epitelium has some hairs of smell. If reacted to chemical smell in the air. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara.

Diposkan oleh R Satrio Hariomurti W di 06:57:00