You are on page 1of 5

Artikel Ekonomi Pembangunan

Nama : Ami Latifah Nim : 109084000067

Ilmu Ekonomi dan Study Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarifhidayatullah Jakarta

KONSEP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi(economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses

pembangunan ekonomi. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi

keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dantingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, dan teknik. Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang, sedang pertumbuhan mengacu pada masalah negara maju. Menurut Schumpeter, perkembangan adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan yang ada sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan jangka panjang secara perlahan dan mantap yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk.

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi : * Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) * Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto) Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah,terbatas pada negara yang bersangkutan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi :

1. Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2. Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4. Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Di Indonesia, isu kemiskinan selalu memancing polemik. Setiap ekonom punya penjelasannya masing-masing.

Menyadari hal itu, sebuah perkumpulan bernama Human Development and Capabilities Association (HDCA) menyelenggarakan konferensi tahunan ke 11 di Jakarta pada 5 7 September kemarin.

konferensi yang berlangusng di Balai Kartini ini menghadirkan Eric Maskin, peraih Nobel ilmu ekonomi 2007. Eric berbicara tentang upaya pengurangan ketimpangan di negara-negara berkembang. Eric menjadi pembicara kunci dan berdialog dengan peserta konferensi, yang tidak saja datang dari berbagai negara, tapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia. Dia akan berbicara bagaimana menyeimbangkan pembangunan, dengan menyusun desain kebijakan yang mampu mengurangi ketimpangan, kata Ketua Penyelenggara Konferensi HDCA 2012, Maria Monica Wihardja, saat konferensi pers di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2012.

Maria mengatakan konferensi ini mengkaji ulang pembangunan yang selama ini sudah berjalan.

Konferensi tahunan ini, kata Maria, berupaya untuk menjembatani antara kalangan akademisi dengan para pembuat kebijakan. Konferensi ini terutama ingin mendorong penerapan teori kapabilitas manusia, yang merupakan paradigm pembangunan alternatif.

Menurut Maria, selama ini, khususnya para ekonom dalam mengukur kemiskinan, kerap mengabaikan sejumlah aspek seperti kebebasan politik, keseteraan, keamanan dan kondisi lingkungan serta institusi. Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan melainkan lebih sebagai instrument,.

Ekonom Universitas Indonesia, Arianto Patunru, mengatakan isu ketimpangan kian penting untuk diperhatikan. Di tengah meningkatnya pendapatan per kapita yang saat ini mencapai US$ 3000 per kapita per tahun, ternyata jarak antara yang miskin dan kaya semakin timpang. Ketimpangan justru semakin memburuk, katanya.

Namun menurut Arianto, kemiskinan bukan hanya menyangkut ketimpangan pendapatan, tapi juga mengenai kemampuan akses terhadap sanitasi, air bersih, menekan angka kematian ibu saat melahirkan dan angka kematian bayi. Untuk indikator-indikator tersebut, Indonesia masih cukup terbelakang,. Pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan jika tidak didukung sumber dayamanusia yang memadai. Sebaliknya, pembangunan kualitas sumber daya manusia juga tidak akan tercapai tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi. Demikian pulapertumbuhan ekonomi dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.Segitiga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial,

pengendalianpertumbuhan penduduk, serta lingkungan hidup harus dikelola pemerintah secarabersama-sama dan terintegrasi.

Itulah konsep pembangunan berwawasan kependudukan dalam rangkamewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Penduduk harus ditempatkansebagai titik sentral kegiatan pembangunan.