You are on page 1of 4

LOMBA ESAI IPB-IMJB 2012

PEMUDA HEBAT AGRARIS DAHSYAT

Disusun Oleh: Annisa Nurbani Ibrahim 6515

SMA NEGERI 4 JEMBER 2012

Indonesia. Negara agraris yang memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian. Negara yang mempunyai berhektar-hektar daerah persawahan dan banyak rakyatnya yang menjadikan kegiatan bertani sebagai mata pencaharian. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat rakyat Indonesia memilih Negara Industri sebagai pilihan hidup. Membangun pabrik, menebang pohon, dan menyulap sawah atau perkebunan menjadi tanah tempat berdirinya gedung pencakar langit merupakan hal yang terekam dalam kehidupan sehari-hari. Dan selagi rakyat menyadari hal tersebut bukanlah jati diri bangsa Indonesia, tidak ada lagi sumber daya manusia dan wilayah yang cukup untuk merestrukturisasi pilihan yang kurang tepat di masa lalu. Akankah mimpi buruk menjadi nyata? Tentu saja tidak, masih ada generasi muda yang akan menuruskan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Tidak ada kata terlambat sebelum kita berusaha. Negara Agraris yang berpadu dengan teknologi tinggi adalah contoh nyata mimpi yang harus diwujudkan oleh bibit-bibit muda bangsa. Sekarang, tinggal bagaimana cara kita supaya semangat pemuda-pemudi bangkit untuk berdiri di puncak tertinggi dan menjadikan Negara Indonesia sebagai negara pengekspor hasil pertanian nomer satu didunia. Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia, tidak mengherankan apabila kata-kata spektakuler milik Bung Karno ini masih terngiang-ngiang dalam telinga rakyat Indonesia. Mengingatkan tentang kejadian 66 tahun lalu, dimana golongan tua didesak oleh golongan muda yang ingin segera mengumandangkan kemerdekaannya. Tidak dapat dipungkiri, kemerdekaan yang diraih Indonesia merupakan campur tangan dari pemuda-pemudi yang berpikir inovatif serta penuh semangat sehingga menciptakan kesatuan kokoh dan dapat melepaskan Indonesia dari belenggu penjajah. Apakah semangat itu telah padam? Tentu tidak, semangat itu masih membara di hati para pemuda hanya saja diwujudkan dengan cara yang berbeda. Kemajuan teknologi memungkinkan mereka mampu menciptakan mahakarya yang sangat fungsional bagi perkembangan dunia pertanian. Mereka

tidak

menghilangkan

keinginan

untuk

menjadi

Negara

Industri,

tetapi

memadukannya dengan konsep Negara Agraris. Hasilnya sungguh memuaskan, berbagai alat di bidang pertanian telah diciptakan, mulai dari proses pemilihan bibit unggul, hasil panen yang melimpah, sampai proses pengemasan yang dilakukan dengan teknologi mutahir. Dapat dibayangkan apabila setiap kota mempunyai putra daerah yang peduli tentang perkembangan dunia pertanian, terwujudnya negara agroteknologi di bidang pertanian bukan mimpi lagi. Selain cara tentang bagaiman kita dapat memadukan teknologi dengan dunia pertanian, hal lain yang tak kalah penting adalah pemerataan teknologi pertanian. Seperti kita ketahui bahwa 40% rakyat Indonesia berprofesi sebagai petani. Namun hanya 15% diantara mereka yang memiliki tanah atau lahan pertanian milik sendiri. Sisanya adalah petani guram atau buruh tani yang hidupnya semakin terhimpit akibat kurangnya sosialisasi tentang proses produksi dan manajemen pasar. Belum lagi kebijakan pemerintah tentang pengimporan barang dari luar negeri yang hanya menguntungkan bagi segelintir orang tetapi membawa dampak yang buruk bagi sektor pertanian. Oleh karena itu, dalam hal ini peran putra-putri bangsa sangat diperlukan. Selain sebagai promotor hasil pertanian negara, muda-mudi yang mempunyai intelektual tinggi dan daya saing luar biasa, mempunyai nilai plus sebagai kominukator antara teknologi dengan para petani. Tidak hanya itu, menanamkan pola pikir yang modern serta penyuluhan penggunaan teknologi pertanian, merupakan salah satu alternatif penting untuk mengubah pandangan masyarakat dibidang kemajuan industri. Para pemuda juga dapat mengajukan kebijakan tentang pengadaan subsidi di bidang teknologi tani, sekaligus sebagai pengawas aliran dana agar tepat sasaran. Dengan demikian, sosialisasi agroteknologi dibidang pertanian diharapkan dapat berjalan dengan cepat. Tentunya mewujudkan langkah diatas adalah tugas kita bersama. Sebagai putra putri bumi pertiwi, alangkah lebih baik bila semua saling berpartisipasi dan bahu membahu untuk memajukan bidang agroteknologi pertanian. Hal ini merupakan langkah cemerlang untuk membuat perubahan besar dalam pembentukkan Negara Agraris yang berpedoman pada teknologi industri. Bukankah Negara yang hebat mempunyai pemuda dan pemudi yang kuat?

Daftar Pustaka http://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&ie=UTF8&q=korupsi+di+bidang+pertanian http://blog.umy.ac.id/tarie/2011/10/07/peran-generasi-muda-dalam-pembangunanpertanian/ http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/12/26/50171/85-Persen-PetaniIndonesia-Tak-Memiliki-Tanahhttp://www.lampungpost.com/opini/12597-banjir-impor-produk-pertanian-.html