You are on page 1of 2

Aku Mencintaimu Dalam Nama

Aku mencintaimu dalam nama Bukan nama dalam ijazah SMA Bukan pula nama dalam nisan di kuburan Cina Ataupun nama dalam tiket Jakarta-Palangkaraya.

Tapi aku mencintaimu dalam nama Dikenal seperti matahari Oleh petani dan para gembala sapi Bahkan seluruh sapi-sapi gembalanya.

Aku mencintaimu dalam nama Dan aku bawa namamu dalam Ruang kamar yang tua nan usang Aku harap kamu senang.

Dan aku benar-benar mencintaimu dalam nama Saat jalan setapak mulai gelap Saat malam datang memanggil-manggil namamu Tiga kali!

Aku masih mencintaimu dalam nama Saat ketidakmungkinan menyapa

Sebuah ikatan persahabatan Yang mungkin tidak akan bersama.

Sebuah puisi dungu 22 Januari 2012, 9:17 WIB