You are on page 1of 10

JAWABAN PERTANYAAN SAMPUL 1.

Konstruksi trafo uji

Lilitan Primer digulung di Inti, sedangkan lilitan sekundernya digulung di luar lilitan primernya. Distribusi tegangan tidak linier, jadi ditambahkan perisai statis

Trafo Fortesque (100 kV)

Untuk mendapatkan isolasi yang ekonomis dan gradien tegangan yang seragam maka dililit cara Fortesque. Primer di dekat inti, lilitan sekunder menjauh membentuk kerucut.

Trafo Fischer

Gulungan

primer dililitkan dekat inti, sedangkan gulungan sekunder dililtkan berturut2 diluarnya sehingg tegang tertinggi yang terjauh dari inti.

2. TEORI KASKADE Kaskade merupakan suatu hubungan seri suatu komponen atau rangkaian dengan tingkatan tertentu.

Tujuannya agar diperoleh tegangan tinggi yang lebih besar. Untuk itu atas pertimbangan teknis dan ekonomis

3. MINYAK TRAFO Minyak Trafo; berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Minyak trafo mempunyai sifat media pemindah panas (disirkulasi) dan mempunyai daya tegangan tembus tinggi. Pada power transformator, terutama yang berkapasitas besar, kumparan-kumparan dan inti besi transformator direndam dalam minyak-trafo.

Cairan yang bisa digunakan sebagai pengganti minyak trafo adalah:

Isolasi cairan sintetis yang banyak digunakan adalah cairan yang berisi Chloor (hidrokarbon seperti difenil C10 H12) dimana 3 sampai 5 atom hydrogen diganti dengan atom Chloor. Bahan-bahan ini di antaranya adalah: Sovol, Askarel, Araclor, Pyralen, Shibanol. Sovol adalah cairan yang agak kental, tidak berwarna. Massa jenisnya jauh lebih besar dari minyak transformator yaitu 1,5 g/cm3. Tegangan tembus sovol kurang lebih sama dengan minyak transformator yaitu 20 kV/cm, sedangkan permitivitasnya lebih tinggi. Minyak Silikon, Bahan ini lebih mahal harga daripada minyak transformator. Tetapi mempunyai kelebihan antara lain sudut kerugian dielektrik kecil, higroskopisitasnya dapat diabaikan dan resistivitas panasnya relative tinggi. Massa jenis 1 g/cm3, permitivitas relatifnya 2,5; tan 0,OOO2 PADA 1000Hz, titik nyala tidak kurang dari 145C, titik beku tidak lebih rendah dari -60C. MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN OIL) karena nilai tegangan tembus virgin oil cukup besar yakni 29,17 kV pada jarak 2,5 mm dan semakin membesar bila jaraknya di perbesar. Tegangan tembus ini bisa dikatakan lebih besar dari minyak trafo bekas yakni 18,4kV/2,5mm.

Minyak transformator mempunyai unsur atau senyawa hidrokarbon yang terkandung adalah senyawa hidrokarbon parafinik, senyawa hidrokarbon

naftenik dan senyawa hidrokarbon aromatik. Selain ketiga senyawa tersebut, minyak transformator masih mengandung senyawa yang disebut zat aditif meskipun kandungannya sangat kecil . kandungan senyawa hidrokarbon membuat ikatan kimia dari minyak trafo sangat kuat dan sukar untuk di ganggu sehinga butuh tegangan yang sangat besar untuk melepaskan ikatan tersebut

4. Perbedaan Trafo Daya dan Trafo Uji PRINSIP KERJA Trafo Daya : Prinsip kerja trafo daya adalah merubah tegangan masukan menjadi tegangan tinggi yang memiliki daya sangat besar untuk keperluan distribusi listrik sehingga memiliki konstruksi yang kuat untuk menahan arus besar dan tegangan yang tinggi. Trafo Uji : Trafo Uji memiliki prinsip yang hampir sama dengan trafo daya namun, trafo ini dikhusukan untuk keperluan pengujian pada laboraturium sehingga konstruksinya lebih sederhana dan daya keluarannya cukup kecil.

OUTPUT Trafo Daya : Trafo daya memiliki output tegangan tinggi dan arus yang besar sehigga dayanya juga besar Trafo Uji : Trafo Uji hanya menghasilkan tegangan tinggi tetapi arusnya kecil sehingga daya keluarannya kecil

5. Perbedaan Minyak Trafo Lama dan Baru

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa tegangan tembus pada isolasi minyak baru lebih besar dibandingkan dengan isolasi minyak bekas. Hal ini disebabkan karena pada minyak bekas terdapat kandungan partikelpartikel dan uap air yang menyebabkan ketidakmurnian pada minyak

6. Kegagalan Isolasi Cair

a. Teori Kegagalan Elektronik Teori ini merupakan perluasan teori kegagalan dalam gas[3], artinya proses kegagalan yang terjadi dalam zat cair dianggap serupa dengan yang terjadi dalam gas. Oleh karena itu supaya terjadi kegagalan diperlukan elektron awal yang dimasukkan kedalam zat cair. Elektron awal inilah yang akan memulai proses kegagalan. b. Teori Kegagalan Gelembung

Kegagalan gelembung atau kavitasi[3] merupakan bentuk kegagalan zat cair yang disebabkan oleh adanya gelembung-gelembung gas di dalamnya. c. Teori Kegagalan Bola Cair Jika suatu zat isolasi mengandung sebuah bola cair dari jenis cairan lain, maka dapat terjadi kegagalan akibat ketakstabilan bola cair tersebut dalam medan listrik. Medan listrik akan menyebabkan tetesan bola cair yang tertahan didalam minyak yang memanjang searah medan dan pada medan yang kritis tetesan ini menjadi tidak stabil. Kanal kegagalan akan menjalar dari ujung tetesan yang memanjang sehingga menghasilkan kegagalan total. d. Teori Kegagalan Tak Murnian Padat Kegagalan tak murnian padat adalah jenis kegagalan yang disebabkan oleh adanya butiran zat padat (partikel) didalam isolasi cair yang akan memulai terjadi kegagalan.

7. Permitivitas Isolasi Cair Konstanta dielektrik atau permitivitas listrik relatif, adalah sebuah konstanta dalam ilmu fisika. Konstanta ini melambangkan rapatnya fluks elektrostatik dalam suatu bahan bila diberi potensial listrik. Konstanta dielektrik merupakan perbandingan energi listrik yang tersimpan pada bahan tersebut jika diberi sebuah potensial. Minyak petroleum merupakan subtansi nonpolar yang efektif karena merupakan campuran cairan hidrokarbon. Minyak ini memiliki permitivitas kira-kira 2 atau 2.5 . Ketidak bergantungan permitivitas subtansi nonpolar pada frekuensi membuat bahan ini lebih banyak dipakai dibandingkan dengan bahan yang bersifat polar. Misalnya air memiliki permitivitas 78 untuk frekuensi 50 Hz, namun hanya memiliki permitivitas 5 untuk gelombang mikro.

8. System Grounding System Grounding merupakan system pentanahan pada sebuah peralatan listrik ataukah instlasi listrik rumah pada umumnya. System grounding ini sangat penting karena berguna untuk membuang arus berlebih pada jalur listrik yang bisa membahayakan peralatan listrik. Apabila ada arus berlebih akibat adanya hubungan singkat atau induksi eletkromaknetik atau petir maka system grounding berfungsi untuk mentanahkan arus tersebut sehingga aman terhadapa rangkaian dan user.

Dalam memastikan bahwa system grounding pada instalasi listrik rumah anda telah terpasang dengan baik, ada 2 bagian utama yang harus kita ketahui :

Instalasi arde atau grounding yang ditanam telah terpasang dengan baik dan mempunyai resistansi atau hambatan maksimal 5 Ohm (sesuai yang dinyatakan dalam PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik) Kabel yang terpasang dalam system instalasi listrik rumah mempunyai inti kabel grounding didalamnya dan tersambung atau terkoneksi dengan baik sampai stop kontak. Istilah teknis menyebut koneksi ini bonding, yaitu koneksi antar kabel grounding, sedangkan istilah grounding sendiri digunakan untuk koneksi kabel grounding dengan system grounding yang ditanahkan langsung (seperti grounding rod).

9. POLIMER Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Teknologi polimer berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu (1) Polimer Alam yang terjadi secara alami seperti karet alam, karbohidrat, protein, selulosa, dan wol. (2) Polimer Semi Sintetik yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia seperti serat rayon dan selulosa nitrat. (3) Polimer Sintesis, yaitu polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari monomer-monomer polimer, seperti formaldehida." Sifat-sifat yang dimiliki polimer adalah mudah diolah menjadi produk pada suhu rendah dan biaya murah, ringan, tahan korosi, dan bersifat isolator yang baik terhadap panas maupun listrik.

10.Kegagalan interistik dan ekstrinstik

Kegagalan asasi (intrinsik) adalah kegagalan yang disebabkan oleh jenis dan suhu bahan ( dengan menghilangkan pengaruh luar seperti tekanan, bahan elektroda, ketidakmurnian, kantong kantong udara. Kegagalan ini terjadi jika tegangan yang dikenakan pada bahan dinaikkan sehingga tekanan listriknya

mencapai nilai tertentu yaitu 106 volt/cm dalam waktu yang sangat singkat yaitu 10-8 detik

Kegalalan Ekstrinsik mencakup:

Kegagalan elektromekanik adalah kegagalan yang disebabkan oleh adanya perbedaan polaritas antara elektroda yang mengapit zat isolasi padat sehingga timbul tekanan listrik pada bahan tersebut. Tekanan listrik yang terjadi menimbulkan tekanan mekanik yang menyebabkan timbulnya tarik menarik antara kedua elektroda tersebut. Pada tegangan 106 volt/cm menimbulkan tekanan mekanik 2 s.d 6 kg/cm2. Tekanan atau tarikan mekanis ini berupa gaya yang bekerja pada zat padat berhubungan dengan Modulus Young Kegagalan streamer adalah kegagalan yang terjadi sesudah suatu banjiran (avalance). Sebuah elektron yang memasuki band conduction di katoda akan bergerak menuju anoda dibawah pengaruh medan memperoleh energi antara benturan dan kehilangan energi pada waktu membentur. Jika lintasan bebas cukup panjang maka tambahan energi yang diperoleh melebihi pengionisasi latis (latice). Akibatnya dihasilkan tambahan elektron pada saat terjadi benturan. Jika suatu tegangan V dikenakan terhadap elektroda bola, maka pada media yang berdekatan (gas atau udara) timbul tegangan. Karena gas mempunyai permitivitas lebih rendah dari zat padat sehingga gas akan mengalami tekanan listrik yang besar. Akibatnya gas tersebut akan mengalami kegagalan sebelum zat padat mencapai kekuatan asasinya. Karean kegagalan tersebut maka akan jatuh sebuah muatan pada permukaan zat padat sehingga medan yang tadinya seragam akan terganggu. Bentuk muatan pada ujung pelepasan ini dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan medan lokal yang cukup tinggi (sekitar 10 MV/cm). Karena medan ini melebihi kekuatan intrinsik maka akan terjadi kegagalan pada zat padat. Proses kegagalan ini terjadi sedikit demi sedikit yang dapat menyebabkan kegagalan total Kegagalan bearing Kegagalan beban lebih

11.Kegagalan isolasi cair karena gelembung GAS

Apabila jumlah partikel yang melayang pada minyak sangat banyak, partikelpartikel tersebut akan membentuk semacam jembatan yang menghubungkan kedua elektroda sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa kegagalan. Namun bila hanya terdapat sebuah partikel, partikel tersebut akan membuat perluasan area medan (local field enhancement) yang luasnya ditentukan oleh bentuk partikel itu sendiri. Jika perluasan area medan ini melebihi ketahanan benda cair, maka terjadilah peristiwa kegagalan setempat (local breakdown) yaitu terjadi di dekat partikel-partikel asing tersebut. Hal ini akan membuat terbentuknya gelembung- gelembung gas yang pada akhirnya juga menyebabkan peristiwa kegagalan pada minyak tersebut. Pada minyak bekas cenderung memiliki kadar uap air yang lebih besar daripada minyak baru. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada saat medan listrik yang tinggi, molekul uap air yang terlarut memisah dari minyak dan terpolarisasi membentuk suatu dipol. Jika jumlah molekul-molekul uap air benyak, maka akan terbentuk kanal peluahan. Kanal ini akan merambat dan memanjang sampai menghasilkan tembus listrik.

12.Beda, Kelebihan, dan Kekurangan Isolasi padat, cair, dan gas Isolasi Padat Kelebihan : Isolasi padat tahan terhadap korosi, panas yang berlebih, dan lebih praktis dalam pemakaian sehari hari sehingga sering digunakan dalam isolasi transmisi listrik.

Kekurangan : Isolasi padat mempunyai kekuatan tegangan tembus yang tinggi dibandingkan dengan isolasi cair dan gas. Jika terjadi tembus, maka isolasi padat akan rusak secara permanen sedangkan pada isolasi gas akan kembali ke sifatnya semula dan pada isolasi cair sebagian akan kembali ke sifatnya semula dan sebagian lainnya tidak.

Isolasi Cair Kelebihan : isolasi cair memiliki kerapatan 1000 kali atau lebih dibandingkan dengan isolasi gas, sehingga memiliki kekuatan dielektrik yang lebih tinggi menurut hukum Paschen. Kedua isolasi cair akan mengisi celah atau ruang yang akan diisolasi dan secara serentak melalui proses konversi menghilangkan panas yang

timbul akibat rugi energi. Ketiga isolasi cair cenderung dapat memperbaiki diri sendiri (self healing) jika terjadi pelepasan muatan (discharge). Kekurangan : kekurangan utama isolasi cair adalah mudah terkontaminasi sehingga harus terus di perbaharui.

Isolasi Udara Kelebihan :

1. Kapasitas isolasinya tinggi 2. Kapasitansi atau ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik rendah, sehingga biaya perawatan rendah 3. Kehandalannya tinggi 4. Dari segi perawatan sangat mudah, karena saluran transmisi terselubung pipa yang berisi gas sebagai isolasi. Sehingga perawatan hanya dilakukan di luar bagian onduktif yang terbuka. 5. Memiliki kemampuan lebih dari 30 tahun sebagai sistem isolasi gas. Kekurangan : 1. Untuk negara-negara bercuaca dingin, peralatan yang dipasang di luar, gasnya tidak boleh jadi cair bila udara menjadi panas. 2. Gas Insulation Transmisi Line mahal dan memiliki resiko terhadap lingkungan sangat tinggi karena yang digunakan adalah isolasi gas berupa SF6. Penggunaan SF6 yang berlebih dapat menyebabkan pemanasan global oleh karena itu penggunaan SF6 tersebut perlu dibatasi. Untuk sistem 400 kV porsi SF6 dikurangi menjadi 20%, sedangkan untuk 550 kV penggunaan SF6 pada GIL sebesar 60% sehingga pemanasan global yang terjadi dapat diminimalisir. Selain itu SF6 murni adalah gas yang sangat mahal sehingga dibuat alternative dengan mencampur SF6 tersebut dengan N2 agar dapat menghemat biaya tanpa mengurangi keandalan sistem GIL tersebut.