You are on page 1of 2

Deskripsi : Tidak jarang, pasien mengalami hiperglikemia dan hiperosmolaritas yang jelas dari ketoasidosis diabetic tetapi tanpa

disertai ketoasidosi.ini merupakan sindrom koma hiperglikemi hiperosmolar non ketosis.Sindrom ini perlu di ketahui karena : 1. Kemiripannya dengan dan perbedaannya dari ketoasidosis diabetic berat 2. Merupakan diagnose banding 3. Perbedaan dalam penatalaksanaan

Manifestasi klinis : Lazimnya, pasien ini berusia setengah baya atau lansia dengan diabetic tife II yang terkadang belum terdiagnosa.Mereka menjadi sedikit mengamuk, hanya sedikit makan,diperhatikan selama beberapa hari menajdi stupor lebih dalam, dan akhirnya membawa mereka mereka ke rumah sakit dalam status penipisan volume yang sangat berat, Hiperglikemi yang terjadi pada pasien ini mungkin berlebihan dan dengan definisi melebihi 600 mg/dl.Selain kehilangan air dan natrium ekstraseluler,juga terjadi deficit air bebas tambahan, kemungkinan karena kegagalan mekanisme haus dan akibat kurangnya masukan peroral.Pasien ini sering mempunyai kadar natrium dan glikosa yang sangat tinggi, dengan kadar glukosa terkadang melebihi 2000 mg/dl, dan osmolaritas serum yang sangat tinggi. Dalam pembicaraan kita tentang mekanisme hieprglikemi berat, orang mungkin menduga bahwa rendahnya fungsi ginjal pasti bahkan berperan lebih besar pada terjadinya sindrom hipoglikemik hiperosmolaritas non ketotik dan tentu saja, fungsi ginjal secara umum lebih buruk dari sebelumnya, seperti pada semua hal yang berhubungan dengan diabetes, sindromi hiperosmolar tidak selalu murniada pasien yang mengalami ketosis dalam keparaahan tertentu.Namun demikian, tampaknya logis untuk mempertimbangkan diagnosis akan menjadi hiperosmolar hanya jika celah anion mempengaruhi ketoasidosis kurang dari 7 mEq/L dan untuk menegakkan diagnose ketoasidosis berat jika celah anion lebih besar dari 7 mEq/l.

Perbandingan manifestasi klinis yang lazim antara koma hiperglikemi hiperosmolar nonketosis dan ketoasidosisi diabetic No 1 Koma hiperosmolar Pasien menderita diabetes tife II dan mungkin di tangani dengan diit saja, diit dan agen hipoglikemi, atau diit dan terafi insulin. 2 3 Pasien biasanya berusia diatas 40 tahun Awitan biasanya cepat Ketoasidosis Diabetik 1. Pasien menderita diabetic tife I diabetic yang tergantung pada insulin 2. Pasien biasanya berusia dibawah 40 tahun 3. Awitan insidensial

Gejala-gejala meliputi : a. Agak mengantuk, insiden stupor atau sering koma b. Poliuria selama 1 sampai 3 hari sebelum gejala klinis timbul c. Tidak ada hiperventilasi dan tidak ada bau nafas d. Penipisan volume sangat berlebihan ( dehidrasi, hipovolume) e. Glukosa serum mencapai 600 mg/dl sampai 2400 mg/dl f. Kadang-kadang terdapat gejala-gejala gastrointestinal g. Hipernatremia h. Kegagalan mekanisme haus yang mengakibatkan pencernaan air tidak adequate i. Osmolaritas serum tinggi dengan gejala SSP minimal (Disorientasi, kejang setempat) j. Kerusakan fungsi ginjal

4. Gajala- gajal meliputi : a. Mengamuk, stupor, koma b. Poliuria selama 2 hari sampai 2 minggu sebelum gejala klinis timbul c. Hiperventilasi dengan kemungkinan pola pernafasan kusmaul, napas bau buah d. Penipisan volume sangat berlebihan ( dehidrasi, hipovolemi) e. Glukosa serum 300 mg/dl sampai 100 mg/dl f. Nyeri abdomen, mual, muntah, diare g. Hiponatremia ringan h. Polidipsia selama 1sampai 3 hari i. j. Osmolalitas serum tinggi Kerusakan fungsi ginjal

k. Kadar HCO3 lebih tinggi dari 16 mEq/L l. Kadar CO2 kurang dari 10 mEq/L

k. Kadar HCO3 kurang dari 10 MEq/L l. Kadar CO2 normal

m. Celah anion lebih dari 7 mEq/L n. Hipokalemia berat o. Terdapat ketonemia p. Asidosis sedang sampai berat q. Angka kesembuhan berat

m. Celah anion kurang dari 7 MEq/L n. Kalium serum biasanya normal o. Tidak ada ketonemia p. Asidosis ringan q. Angka kematian tinggi