You are on page 1of 1

KANCIL DAN BUAYA

Siang itu udara terasa panas, kancil berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir hutan. Ia berharap dapat menemukan aliran sungai untuk sekedar mengobati rasa hausnya.ketika sampai di aliran sungai. Kancil segera turun dan menjulurkan kepalanya untuk menikmati segarnya air sungai itu, tiba tiba ada sesuatu yang bergerak mendekatinya. Ya! Seekor buaya muncul tepat di hadapanya. Kancilpun terkejut bukan kepalang, tapi kancil segera menenangkan diri untuk mengetahui apa maksud buaya itu. Buaya : hai kancil !, Dulu kamu telah menipu kami untuk menyeberangi sungai ini. Kancil : loh !, itu bukan aku, karena aku baru sekarang ini ke sini, mungkin yang menipumu itu saudaraku. Buaya : kamu harus bertanggung jawab cil. Kancil : tunggu dulu ! Tubuhku ini terlalu kencil. Tapi bila kalian mau, bawalah aku kesebrang, pasti kalian akan mendapatkan yang sangat memuaskan. Maka keduanya mengadakan perjanjian, jika kancil menipu maka ia akan disantap ditempat. lalu kancil naik kepunggung salah satu buaya dan langsung meluncur kearah yang dituju. Sampai ditempat tujuan,para buaya merasa puas karena ternyata kancil tidak bohong. Kancil : Nah, selamat berpesta para buaya . Kancilpun segera melompat. Kancil tak perduli lagi pada apa yang terjadi dengan para buaya. Yang penting ia berhasil menyeberang dengan aman untuk menuju lading mentimun di perbatasan hutan.