You are on page 1of 368

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN

PESERTA DIDIK BARU MENGGUNAKAN METODE


ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK DENGAN
UNIFIED APPROACH
(STUDI KASUS PPDB DI MAN I GARUT)

LAPORAN TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Kelulusan


Pada Program Studi Strata 1 Teknik Informatika

Oleh:
ANWAR NUGRAHA
(0606009)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

98
99

2011

ANWAR NUGRAHA, 0606009


Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Menggunakan
Metode Analisis dan Desain Berorientasi Objek dengan Unified Approach (Studi
Kasus di Madrasah Aliyah Negeri I Garut)
Dibawah bimbingan Bapak Asep Deddy S, Ir., M.Kom, sebagai Dosen
Pembimbing I dan Bapak Dhami Johar Damiri, M.Si sebagai Dosen Pembimbing
II
335 hal+xxxii/ 231 gambar/ 80 tabel/ 20 daftar pustaka (2011-1999)/ 75
lampiran

ABSTRAK

Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru di Madrasah Aliyah


Negeri I Garut merupakan salah satu pengaplikasian sistem yang terkomputerisasi dalam bidang
teknologi informasi. Ini membuktikan bahwa teknologi informasi telah mempengaruhi kinerja
suatu organisasi. Dilatarbelakangi oleh sulitnya bagi panitia dalam mencari data calon peserta
didik dan pengolahan nilai untuk penentuan kelulusan calon peserta didik serta pembuatan laporan
yang membutuhkan waktu yang lama. Adapun tujuan dari perancangan sistem ini adalah
membangun sebuah sistem informasi otomatisasi penerimaan peserta didik baru yang dapat
membantu meningkatkan kinerja panitia dalam mengakomodasi pendaftaran calon peserta didik,
pengolahan data kelengkapan persyaratan calon peserta didik, pengolahan nilai calon perserta
didik dan sistem pelaporan aktivitas proses penerimaan peserta didik baru di MAN I Garut.
Metode perancangan sistem yang digunakan dalam Tugas Akhir ini merupakan
metodologi berorientasi objek yaitu Unified Approach (UA) dikemukakan oleh Bahrami (1999)
yang terdiri dari tahapan-tahapan Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design
(OOD) dengan menggunakan notasi grafis standar Unified Modelling Language (UML) untuk
memodelkan kebutuhan sistemnya. Tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses analisis dan
perancangan sistem anatara lain, identifikasi aktor, pengembangan activity diagram,
pengembangan use case diagram, pengembangan interaction diagram (sequence diagram dan
collaboration diagram), pengembangan class diagram, perancangan layer akses, dan perancangan
layer antarmuka. Tools pemodelan yang digunakan pada analisis dan perancangan sistem adalah
Enterprise Architect 7.5.
Dari hasil penyusunan ini, akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi
Penerimaan Peserta Didik Baru ini dapat mengakomodasi pencarian data dan memberikan fasilitas
laporan yang akurat, tepat waktu saat dibutuhkan serta relevan dengan kebutuhan proses
penerimaan peserta didik baru di Madrasah Aliyah Negeri I Garut.

Kata Kunci: Sistem, Informasi, Sistem Informasi, Peserta Didik, Penerimaan Peserta Didik Baru,
Analisis, Desain, Analisis dan Desain, Berorientasi Objek, Unified Approach (UA) ,
Unified Modelling Language (UML)
100

BAB I
PENDAHULUAN

1 .1. Latar Belakang


Perkembangan teknologi informasi kini semakin cepat memasuki berbagai
bidang, sehingga banyak instansi dan organisasi yang berusaha meningkatkan
pekerjaannya dengan menggunakan aplikasi teknologi informasi yaitu sistem
informasi berbasis komputer karena dalam proses pengolahan data menjadi
informasi menjadi lebih cepat. Dalam sebuah instansi atau organisasi pasti
memiliki sistem informasi, namun dalam pengelolaan dan pengolahannya ada
yang masih berbasis manual atau yang sudah terkomputerisasi. Dengan
berkembang pesatnya teknologi alat pengolah data komputer dan teknologi
peralatan komunikasi maka pekerjaan manajemen dan pelayanan masyarakat yang
memerlukan dukungan data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat.
(Amsyah, 2005).
Informasi merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap
manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan. Informasi yang baik
ditentukan oleh kualitas informasi tersebut, yaitu ditentukan oleh tingkat relevansi
informasi untuk kepentingan tertentu dalam manajemen, tingkat akurasi yang
menjamin kebenaran, kelengkapan, dan keamanan informasi, serta informasi
tersebut harus tepat waktu saat dibutuhkan. (Amsyah, 2005).
Sistem informasi terkomputerisasi merupakan sistem yang pengolahan
datanya (perhitungan, penyimpulan, pengumpulan dan proses lain) sudah
terotomatisasi oleh sistem basisdata yang kompleks. Sehingga aktifitas manusia
dalam sistem informasi tersebut biasanya hanya melakukan input data dengan
menggunakan bantuan alat pengolah data elektronik yaitu komputer dan hanya
melakukan kegiatan pencetakan informasi atau output informasi melalui perantara
seperti kertas.
101

Begitu pula dengan organisasi yang berada di bidang pendidikan karena


pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas
sumber daya manusia. Dalam arti teknis, pendidikan menunjuk kepada suatu
proses yang disengaja dimana orang-orang dijadikan sasaran pengaruh suatu
lingkungan yang dipilih dan dikontrol sedemikian rupa hingga mereka dapat
memperoleh kemampuan sosial dan perkembangan individual, yang didalam
praktek umumnya melibatkan berbagai pihak, sumber-sumber, dan jaringan kerja.
Upaya tersebut terbentuk dalam suatu sistem kerjasama yang berusaha agar
berlangsungnya proses yang dimaksud. Artinya, berusaha menciptakan
lingkungan yang memungkinkan terjadinya peristiwa belajar mengajar ke arah
tercapainya suatu tujuan. Dalam keadaan demikian sudah tentu tekanan terdapat
pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan menjadi semakin
kompleks. Maka konsekuensinya adalah tersedianya informasi yang komprehensif
dan memadai menjadi semakin penting. Ini artinya informasi kependidikan harus
terus ditingkatkan agar senantiasa menjadi bermutu.
Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi,
sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya mengembangkan Sistem Informasi
agar manajemennya mampu mengikuti perubahan jaman, khususnya Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) yang juga dituntut untuk mengikuti transformasi
pengolahan data menjadi lebih terorganisir dan terkomputerisasi. Sebagai
organisasi formal, sebuah sekolah tentu melakukan berbagai kegiatan yang
membutuhkan dan menghasilkan informasi, agar kelangsungan kegiatan sekolah
dapat berjalan dengan baik dibutuhkan manajemen sistem informasi yang baik
pula.
Salah satu kegiatan rutin di sekolah yaitu penerimaan peserta didik baru.
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan suatu proses administrasi yang
terjadi setiap tahun untuk seleksi calon peserta didik berdasarkan nilai akademik
agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk satuan pendidikan
dasar dan menengah, untuk pedoman pelaksanaannya ditentukan oleh Kepala
102

Kementrian Agama Provinsi. Salah satu ketentuan umum pada pedoman


penyelenggaraan PPDB adalah tiap jenjang dan jenis madrasah hanya boleh
menerima peserta didik sesuai dengan kemampuan dan daya tampungnya, jika
peminat / pendaftar melibihi daya tampung, maka wajib dilakukan seleksi.
Dengan adanya ketentuan tersebut maka dalam melakukan penyaringan calon
peserta didik, panitia PPDB memerlukan ketelitian dalam melakukan pencatatan
data calon peserta didik, penilaian tes calon peserta didik serta membuat
keputusan calon peserta didik yang akan diterima. Hal tersebut juga berlaku untuk
penyelenggaraan PPDB di MAN I Garut.
Sistem penerimaan peserta didik baru di MAN I Garut saat ini belum dapat
memenuhi kebutuhan secara maksimal terhadap pihak yang bersangkutan, karena
semua proses yang ada dikerjakan secara manual / tanpa menggunakan database,
diantaranya pencatatan data calon peserta didik, penilaian tes calon peserta didik,
penyaringan atau penentuan calon peserta didik yang diterima serta laporan-
laporannya sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam pencarian
kembali data tersebut dan kurangnya keakuratan dalam menentukan keputusan
atau dalam pembuatan laporannya. Sistem penerimaan peserta didik baru
merupakan sistem yang berperan penting bagi sekolah karena dengan
meningkatnya peminat maka pihak sekolah harus mampu untuk menyaring atau
menentukan peserta didik yang akan diterima dengan sangat akurat sehingga
mampu menghasilkan keputusan penerimaan peserta didik baru sesuai dengan
kapasitas yang dimiliki oleh calon peserta didik.
Adapun angka peningkatan jumlah calon peserta didik yang berminat masuk
ke Madrasah Aliyah Negeri I Garut dapat dilihat pada data berikut ini.
103

Tabel 1.1 Jumlah Calon Peserta didik di MAN I Garut


Periode Tahun 2006 - 2010
Tahun Jumlah Calon Peserta didik Peserta didik Yang Diterima
2006 369 360 (untuk 9 kelas)
2007 375 360 (untuk 9 kelas)
2008 380 336 (untuk 8 kelas)
2009 387 336 (untuk 8 kelas)
2010 422 381 (untuk 10 kelas)

Gambar 1.1 Diagram Jumlah Calon Peserta didik di MAN I Garut


Periode Tahun 2006-2010

Dari tabel serta diagram tersebut dapat dilihat angka peningkatan jumlah
calon peserta didik yang berminat masuk ke MAN I Garut, oleh karena itu
104

diperlukan sistem informasi terkomputerisasi untuk dapat melakukan proses


pencatatan dan penyaringan serta pembuatan laporan dengan cepat dan tepat.
Disamping itu panitia yang menangani penerimaan peserta didik baru ini lebih
dari satu orang dengan penanganan yang berbeda sehingga sistem informasi yang
akan dirancang harus bersifat multi-user untuk dapat melakukan pengolahan
datanya serta memenuhi kebutuhan setiap pihak yang bersangkutan dengan proses
penerimaan peserta didik baru ini.
Untuk melakukan analisis dan perancangan sistem terdapat beberapa macam
pendekatan, diantaranya pendekatan berorientasi prosedur/fungsi dan pendekatan
berorientasi objek. Tabel berikut ini merupakan tabel perbedaan karakteristik
pendekatan fungsi dan objek (Adi Nugroho, 2005).

Tabel 1.2 Perbedaan Karakteristik Pendekatan Beroientasi Fungsi dengan Objek


Pendekatan Berorientasi Fungsi Pendekatan Berorientasi Objek
Menggunakan beberapa alat untuk Menggunakan satu jenis model dari tahap
menggambarkan model seperti data flow analisis sampai implementasi, yaitu object
diagram, entity relationship diagram dan diagram.
structure chart.
Data dan proses dianggap sebagai Data dan proses sebagai merupakan satu
komponen yang berlainan. kesatuan yaitu bagian dari objek.
Dipergunakan untuk melengkapi Dipergunakan untuk pemrograman
pemrograman terstruktur pada generasi berorientasi objek dan bahasa generasi
ketiga. keempat.
Penekanan pada sesuatu yang harus Penekanan pada data.
dikerjakan (algoritma pemecahan masalah).
Program berukuran besar dipecah-pecah Program berukuran besar dibagi pada apa
menjadi program-program yang lebih kecil. yang dinamakan objek-objek.
Fungsi-fungsi mentransformasi data dari Objek-objek dapat saling berkomunikasi
satu bentuk ke bentuk yang lain. dengan saling mengirim message satu sama
105

lain.

Pendekatan berorientasi fungsi terutama mengacu kepada strategi


dekomposisi yang berdasar algoritma atau fungsional. Sedangkan pendekatan
berorientasi objek memusatkan pada rancangan pada objek dan antar muka yang
dihasilkan. Objek adalah entiti yang berisi data atau variabel dan tingkah laku.
Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia
nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang
menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.
Kelemahan pada pendekatan konvensional yaitu pengorganisasian data sangat
lemah. Dengan menggunakan metode pendekatan berorientasi objek pada tahap
analisis dan perancangan sistem dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan
metode konvensional diatas karena data dan fungsi disetarakan dan disatukan
pada yang dinamakan objek sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih
fleksibel dan mudah dipelihara.
Metode pengembangan sistem berorientasi objek diantaranya yaitu:
- Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter
Coad dan Edward Yourdon (1990).
- Object Modeling Technique (OMT) dari James Rumbaugh, Michael Blaha,
William Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen (1991).
- Object Oriented Software Engineering (OOSE) dari Ivar Jacobson (1992).
- Booch Method dari Grady Booch (1994).
- Syntropy dari Steve Cook dan John Daniels (1994).
- Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999).

Berdasarkan penjelasan diatas, dalam tugas akhir ini penyusun menggunakan


pendekatan berorientasi objek untuk menganalisis serta merancang sistem di
Madrasah Aliyah Negeri I Garut dengan metodologi Unified Approach (UA)
karena proses dan tahapan yang terdapat dalam UA merupakan proses-proses
terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch,
Rumbaugh, dan Jacobson.
106

Adapun judul yang diambil dalam penyusunan tugas akhir ini adalah:
“Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Menggunakan Metode Analisis dan Desain Berorientasi Objek dengan
Unified Approach (Studi Kasus PPDB Di Madrasah Aliyah Negeri I Garut)”.

1.2 Identifikasi Masalah


Identifikasi masalah ini menguraikan tentang permasalahan-permasalahan
yang terdapat pada sistem PPDB manual. Adapun permasalahan tersebut yaitu:
a. Pada pencatatan pendaftaran calon peserta didik dilakukan pemisahan untuk
lulusan SMP dan Madrasah Tsanawiyah namun dalam penentuan hasil akhir
(keputusan diterimanya peserta didik) data tersebut akan digabungkan untuk
mengetahui nilai tertinggi calon peserta didik. Karena sistem PPDB di MAN I
Garut masih manual maka hasil keputusan memungkinkan terjadinya
kesalahan sehingga tidak akurat.
b. Sulitnya mendapatkan laporan yang relevan karena dibutuhkan waktu yang
cukup lama untuk melakukan pengolahan (perhitungan, penyimpulan,
pengumpulan dan proses lain) dari berbagai data yang berkaitan dengan
PPDB.
c. Kurangnya keamanan data PPDB sehingga memungkinkan terjadinya
manipulasi data dan penyebaran informasi yang tidak tepat.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian laporan tugas akhir ini adalah merancang sebuah sistem
informasi penerimaan peserta didik baru yang dapat membantu meningkatkan
kinerja panitia PPDB dan mengakomodasi proses-proses yang ada (proses
107

pencatatan, penyaringan, pengolahan laporan) serta dapat memenuhi kebutuhan


pihak yang bersangkutan berupa laporan-laporan mengenai penerimaan peserta
didik baru di Madrasah Aliyah Negeri I Garut.

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
a. Sistem Informasi yang dibuat adalah sistem yang didasarkan pada aktifitas
penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Madrasah Aliyah Negeri I Garut
b. Penggunaan metode pengembangan sistem menggunakan Unified Approach
(UA) yang terdiri pada tahap analisis serta perancangan.
c. Pemodelan pada tahap analisis dan perancangan sistem menggunakan standar
bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) dengan menggunakan
software Sparx Systems 7.5.
d. Pada proses perancangan aplikasi pemrogramman yang digunakan adalah
Delphi 7.0 sebagai pemrogramman berorientasi objek dan database yang
digunakan adalah SQL Server 2000.
e. Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru dirancang untuk
kebutuhan client server, akan tetapi pada penyusunan Tugas Akhir ini tidak
membahas sampai ke implementasi untuk jaringannya.

1.5 Metodologi Penelitian


Metodologi Penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data
dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
1.5.1 Metode Pengumpulan Data
1. Untuk mengumpulkan data primer menggunakan teknik :
a. Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan
berpedoman pada instrumen penelitian dalam bentuk pedoman wawancara
untuk mendapatkan jawaban langsung dari bagian-bagian yang terlibat
dalam lingkup penelitian ini.
108

b. Observasi, yaitu mengamati secara langsung bagaimana proses


komunikasi data yang selama ini berjalan, sehingga dari sisi itu dapat
diketahui informasi apa saja yang akan dianalisis.
c. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari
berbagai dokumen yang ada pada sistem yang sedang berjalan.
2. Untuk mengumpulkan data sekunder menggunakan teknik studi kepustakaan,
yaitu suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan
data dengan cara membaca, mempelajari dan menganalisa beberapa buku yang
berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan penelitian ini.

1.5.2 Metode Pengembangan Sistem


Dalam Pengembangan sistem, akan digunakan pendekatan berorientasi objek
dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu
metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses
dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai
standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan
proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan
oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Selain itu, langkah-langkah yang ada
dalam UA sangat iteratif dan memudahkan pengembang sistem dalam memahami
sistem sehingga UA dijadikan sebagai metodologi pengembangan sistem dalam
Tugas Akhir ini.
Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang
terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output di
tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output
dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai
dengan kebutuhan user.
Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali
Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:

1. Tahap Analisis
109

Identifikasi
Pengembangan Pengembang
Kelas,
Diagram Aktifitas an Diagram Pemeriksaan
relasi,atribut &
dan Use Case Interaksi
Method
Identifikasi Aktor

Gambar 1.2 Tahap Analisis Unified Approach

Keterangan:
 Identifikasi Aktor
Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem

 Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas


Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan
menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use
case
 Pengembangan Diagram Interaksi
Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam
diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan
yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.
 Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method
Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem
berdasarkan proses sebelumnya.
 Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.
Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat
kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka
akan dijadikan input tahap perancangan UA.

2. Tahap Perancangan
110

Perancangan Kelas, Perancangan


Menyaring layer akses
metode,atribut dan UML Class Pengujian
asosiasi dan layer
Diagram Antarmuka

Gambar 1.3 Tahap Perancangan Unified Approach

Keterangan :
 Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut
Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method
dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi..

 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram


Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut
serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang
ada dengan activity diagram.
 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka
Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI)
berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.
 Pengujian
Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan
pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih
terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan
perbaikan.

1.6 Kerangka Pemikiran


Semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan manusia pun ikut
berkembang karena manusia dituntut untuk lebih cepat dalam mengerjakan segala
sesuatu. Khususnya di suatu organisasi, pengolahan data organisasi harus dikemas
111

dengan rapih dan dikerjakan sesingkat mungkin. Oleh karena itu kini banyak
organisasi yang dalam kinerja sistemnya masih manual terutama sistem kerja yang
kompleks diubah ke sistem yang terkomputerisasi.
Untuk dapat merancang Sistem Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di
MAN I Garut ini maka terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap sistem yang
sedang berjalan. Kemudian hasil dari analisis ini akan menjadi output untuk
perancangan sistem yang akan dibuat.
Berikut ini adalah gambaran kerangka pemikiran perancangan Sistem
Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di MAN I Garut.

Start

Current System
(Sistem Informasi
Penerimaan Peserta didik
Baru berbasis manual)

Object Oriented Analysis (OOA):


 Identifikasi Aktor
 Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas
 Pengembangan Diagram Interaksi
 Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method
 Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya

Object Oriented Desain (OOD):

 Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut


 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram
112

Gambar 4: Flowchart Kerangka Pemikiran

Gambar 1.4 Flowchart Kerangka Pemikiran

1.7 Sistematika Penulisan


Untuk menghasilkan laporan tugas akhir yang sistematis dan mudah
dipahami, berikut dijelaskan mengenai sistematika yang akan digunakan dalam
penyusunan tugas akhir ini.
BAB I PENDAHULUAN
Menjelaskan dan menguraikan mengenai fakta-fakta yang
diperoleh dari hasil penelitian, serta menentukan sasaran yang
ingin dicapai dari hasil penelitian, yang disajikan dalam bentuk
latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan
113

masalah, kerangka pikiran, metodologi penelitian yang digunakan,


serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini akan menjelaskan teori-teori yang relevan dan digunakan
sebagai dasar acuan pembahasan yang berhubungan dengan
masalah penelitian.

BAB III ANALISIS SISTEM


Bab ini menjelaskan tentang kondisi objektif tempat penelitian,
deskripsi sistem yang berjalan serta pemodelan kebutuhan sistem
yang disajikan dengan menggunakan standar UML.

BAB IV DESAIN SISTEM


Bab ini akan menjelaskan tahap-tahap perancangan Sistem
Informasi Penerimaan Peserta didik Baru di MAN I Garut
diantaranya meliputi perancangan database dan perancangan
interface.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bagian ini menjelaskan hasil akhir dari pembahasan yang
dijabarkan dalam laporan tugas akhir berikut saran yang
diharapkan dapat membantu kearah konstruktif untuk kemajuan
penelitian yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II
LANDASAN TEORI
114

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi


Pengembangan Sistem ditentukan oleh pemahaman tentang konsep dasar
mengenai sistem juga disertai dengan pemahaman tentang teknik-teknik, konsep,
dan aturan dalam pengembangan sebuah sistem.

2.1.1 Definisi Sistem

“Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. (Kadir, 2003)

Definisi sistem dari kamus Webster’s Unabridged lebih mendekati dengan


keperluan, yaitu:

“Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu


kesatuan atau organisasi”. (Amsyah, 2005)

Dari beberapa definisi sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem


adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dan saling berhubungan
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran dan
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Untuk tujuan pemakaian sistem dalam sistem informasi manajemen, modul
sistem pada gambar berikut adalah contoh yang jelas mengenai hubungan dari
elemen-elemen yang secara bersama-sama membentuk satu kesatuan yang
disebut dengan sistem. Modul sistem digambarkan sebagai berikut:

Masukan Pengolahan Keluaran

Umpan Balik /Kontrol


115

Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem (Amsyah, 2005)

Modul sistem terdiri dari empat elemen subsistem, yaitu:


1. Masukan berupa kumpulan data, contohnya data tahun ajaran, data panitia,
data sekolah asal, dsb.
2. Pengolahan untuk mengelola pendaftaran calon peserta didik baru
pengolahannya dilakukan dengan cara manual.
3. Keluaran menampilkan hasil yang didapat dari kegiatan sebelumnya berupa
informasi yang dibutuhkan seperti menampilkan laporan (pendaftaran,
penilaian dan kelulusan).
4. Umpan balik/kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit
pengawasan mutu dari instansi yang bersangkutan.

2.1.2 Elemen Sistem


Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu tujuan,
masukan, keluaran, proses, mekanisme pengendalian dan umpan balik. Selain itu,
sistem juga berinteraksi dengan lingkungan dan memiliki batas.
a. Tujuan
Setiap sistem mempunyai tujuan (goal), entah hanya satu atau mungkin
banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem.
Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.
b. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem
dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal-hal
berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
c. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari
masukan menjadi keluaran yang berguna.
116

d. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil pemrosesan.
e. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan
menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan
balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses.
Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
f. Batas
Batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar
sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup,
atau kemampuan sistem.
g. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa
berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau
menguntungkan sistem itu sendiri.

Masuka Proses Keluaran


n
117

Gambar 2.2 Sistem dan Elemen-elemennya (Kadir, 2003)

2.1.3 Klasifikasi Sistem


Sistem dapat diklasifikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
fisik (physical system).
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara
fisik.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem


buatan manusia (human made system).
118

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang manusia
dengan melibatkan interaksi antara dengan mesin seperti sistem informasi.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan
sistem tidak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi
sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tidak tentu adalah
sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system ) dan sistem
terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya, bekerja secara otomatis tanpa ada
turut camput tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah
sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan luarnya, sistem
ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan atau
subsistem yang lainnya.
5. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem sederhana dan sistem kompleks.
Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem yang
sederhana dan sistem yang kompleks.

2.1.4 Definisi Informasi


Informasi merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan di dalam suatu
organisasi ataupun instansi berdasarkan kebutuhan manajemen masing-masing.
Informasi didefinisikan sebagai berikut :

“Data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan
tertentu”. (Amsyah, 2005)

Informasi menurut Davis (1999) adalah:


119

”Data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan
bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”. (Kadir,
2003)

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi adalah


data yang seteleh diolah atau diproses, menghasilkan informasi yang memiliki
nilai dan lebih bermanfaat bagi penggunanya.
Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi
(Amsyah, 2005):
1. Informasi Uraian
Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita
yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan
jelas. Informasi ini bisa dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo.
2. Informasi rekapitulasi
Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu
perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angka-angka
yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi,
rekening, daftar pembelian.
3. Informasi Gambar (Bagan)
Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar
atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi.
4. Informasi Model
Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan model-model
yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain seperti
nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi
pembuatan keputusan.
5. Informasi Statistik
Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang
ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel.
6. Informasi Formulir
120

Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir


dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan
dengan keperluan kegiatan masing-masing.
7. Informasi Animasi
Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan
suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia.
8. Informasi Simulasi
Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu
situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran
kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya.
Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat
lunak khusus.

2.1.5 Siklus Informasi


Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model
untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan suatu model tertentu.

Masukan (Data) Proses (Model) Keluaran (Informasi)

Penerima
Basis
Data

Data (Ditangkap) Hasil Keputusan


Tindakan Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi (Kadir, 2003)

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima


kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan
121

tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat
sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.1.6 Kualitas Informasi


Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga
hal, yaitu:
1. Informasi harus akurat (accurate)
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
3. Relevan (relevance)
Kualitas informasi dapat dianalogikan sebagai pilar-pilar dalam bangunan
(Burch dan Grudnitski, 1989) dan menentukan baik tidaknya pengambilan
keputusan.

Kualitas
Informasi

K T R
E E E
A P
K A
L
U T E
R W V
A A A
T K N
A T
N U
S
I

Gambar 2.4 Kualitas Informasi (Kadir, 2003)

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak


bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke
122

penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat


merubah atau merusak informasi tersebut.
Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena
informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila
pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal.
Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang
lainnya berbeda.

2.1.7 Nilai Informasi


Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu
manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya bisa lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan
tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem
informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak
memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada
suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian
besar informasi dinikmati tidak hanya satu pihak. Pengukuran informasi biasanya
dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

2.1.8 Definisi Sistem Informasi


Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan
diatas, maka Sistem Informasi menurut Gelinas, Oram dan Wiggins dapat
didefinisikan sebagai berikut :

“Sistem Informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri
atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk
menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi
keluaran kepada para pemakai”. (Kadir, 2003)
123

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan


berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk
mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi.

2.1.9 Komponen Sistem Informasi


Dalam sebuah sistem informasi terdapat komponen-komponen yang
berfungsi sebagai pendukung, komponen-komponen tersebut diantaranya adalah
sebagai berikut (Kadir, 2003) :
1. Perangkat keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer
dan printer.
2. Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang
memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data
3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan
data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4. Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem
informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang
berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang
memungkinkan satu sumber(resource) dipakai secara bersama atau diakses
oleh sejumlah pemakai.

Pada prakteknya, tidak semua sistem informasi mencakup keseluruhan


komponen-komponen tersebut. Sebagai contoh, sistem informasi pribadi yang
hanya melibatkan satu pemakai dan satu komputer tidak melibatkan fasilitas
jaringan dan komunikasi. Namun, sistem informasi group kerja (working
information system) yang melibatkan sejumlah orang dan sejumlah komputer,
memerlukan sarana jaringan data komunikasi.
124

Perangkat
Keras \

Orang Perangkat
Lunak
Kompone
n
Sistem
Informasi
Basis Data Prosedur

Jaringan
Komputer dan
Komunikasi Data

Gambar 2.5 Komponen Sistem Informasi (Kadir, 2003)

2.1.10 Arsitektur Sistem Informasi


Arsitektur sistem informasi adalah suatu pemetaan atau rencana kebutuhan-
kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi. Arsitektur ini berguna sebagai
penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak biru (blueprint) untuk arahan
di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi
informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategis organisasi.
125

Kantor Pusat
Basis Data Perusahaan
Perusahaan
IBM

IBM Mainframe

LAN

Pemasaran
dan
Penjualan Keuangan Produksi

Minikomputer
Basis Data
IBM AS/400
Divisi

Jalur Telepon
Jalur Telepon

PC Server PC Server

LAN LAN

PC PC PC PC PC PC
Kantor Cabang A Pabrik

Gambar 2.6 Contoh Arsitektur Sistem Informasi (Kadir, 2003)

Sebuah arsitektur sistem informasi yang detail berisi perencanaan yang


digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Data apa yang akan dikumpulkan?
- Dimana dan bagaimana data dikumpulkan?
- Bagaimana cara mengirimkan data?
- Dimana data akan disimpan?

Arsitektur sistem informasi menggunakan arsitektur teknologi yang dapat


dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Arsitektur Tersentralisasi
- Dikenal semenjak tahun 1960
- Mainframe sebagai aktor utama
- Pemrosesan data yang terpusat (komputasi terpusat)
126

Gambar 2.7 Contoh Arsitektur Tersentralisasi (Kadir, 2003)

2. Arsitektur Desentralisasi
- Pemrosesan data tersebar (terdistribusi) atau disebut komputasi tersebar
- membagi sistem pemrosesan data terpusat ke dalam subsistem-subsistem
yang lebih kecil yang pada hakikatnya masing-masing subsistem tetap
berlaku sebagai sistem pemrosesan data yang terpusat
- Terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi
- Dihubungkan dengan sarana telekomunikasi
- Masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara
mandiri
- Bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data

Gambar 2.8 Contoh Arsitektur Desentralisasi (Kadir, 2003)


127

3. Arsitektur Client/Server
- Client, sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data
atau layanan ke server
- Server, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta
oleh client
- Sistem informasi dapat dibangun dengan menggunakan perangkat lunak
gado-gado

Client
Server

Basis
Data

Client
Printer

Gambar 2.9 Contoh Arsitektur Client/Server (Kadir, 2003)

2.1.11 Kegiatan Sistem Informasi


Kegiatan dalam sistem informasi mencakup:
1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk
diproses.
2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan
suatu informasi yang bernilai tambah.
3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut.
4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
5. Kontrol, ialah suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi
tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
128

2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi


Pemahaman tentang Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi sangat
diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi.

2.2.1 Manajemen
Manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Manajemen adalah proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan,


menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia, material,
dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi perencanaan,
pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan
organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif”. (Amsyah, 2005)

2.2.2 Tingkat Manajemen


Dalam organisasi terdapat tingkatan-tingkatan manajemen, sebagai ukuran
tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya. Karena organisasi terbagi dalam
unit-unit kerja, maka tingkatan tersebut merupakan juga tingkat unit kerja.
Tingkat tersebut umumnya terdiri dari tingkatan manajemen lini atas (top
management), manajemen lini tengah (middle management) dan manajemen lini
bahwa (lower management).

Top
management

Middle
management

Lower
management

Gambar 2.10 Ketiga Tingkat Manajemen (Amsyah, 2005)

Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan


strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan
meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan
129

menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan


keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan lain-lain organisasi dan
masyarakat.
Manajemen lini tengah bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan dengan
kegiatan-kegiatan pengawasan yang menggerakkan organisasi mencapai sasaran.
Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalah-masalah pelatihan
personal, pertimbangan terhadap personal, pengadaan peralatan dan bahan, dan
lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam mencapai
keberhasilan kinerja.
Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak, sesuai
dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat ini
disebut juga tingkat manajemen operasional. Tugas pentingnya adalah mengawasi
dan mengatur personal berketerampilan teknis atau karyawan biasa. Para manajer
pada tingkat ini mengusahakan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dan
metode yang sudah ditentukan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai
rencana, sesuai jadwal waktu, hubungan manusia, pembiayaan dan pengawasan
kualitas.

2.2.3 Fungsi Manajemen


Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen
dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi
masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi,
dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen
pokok adalah:
a. Perencanaan
Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan.
b. Pengorganisasian
Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya.
c. Pengaturan personel
Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel.
d. Pengarahan
130

Berkaitan dengan kegiatan melakukan instruksi tugas-tugas.


e. Pengawasan
Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana
kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksi-koreksi.

Fungsi-fungsi manajemen sebagian bentuk operasionalnya digambarkan


sebagaimana diagram di bawah ini:

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PENGARAHAN PENGAWASAN

Tujuan Struktur Memotivasi Biaya


Kebijakan Penyusunan staf Membimbing Kualitas
Program koordinasi Supervisi Kuantitas

Sistem dan Internal Organisasi Operasional dan Anggaran dan


prosedur produks sumber daya

Gambar 2.11 Diagram Fungsi Manajemen (Amsyah, 2005)

Adapun diagram proporsi fungsi manajemen pada masing-masing tingkat


manajemen adalah sebagai berikut:

Gambar 2.12 Diagram Perbandingan Fungsi Manajemen Pada


Tingkat Manajemen (Amsyah, 2005)

Dari diagram diatas terlihat bahwa fungsi perencanaan dan fungsi


pengorganisasian sangat banyak dilakukan oleh manajemen tingkat atas, disusul
oleh manajemen tingkat tengah dan manajemen tingkat bawah. Fungsi pengarahan
dan fungsi pengawasan yang terbanyak adalah dilakukan oleh manajemen lini
bawah, disusul manajemen lini tengah dan kemudian manajemen lini atas.
131

2.2.4 Definisi Manajemen Sistem Informasi


Manajemen Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of
Information System yang lazim disingkat MSI. Adapun definisi dari MSI adalah:

“MSI adalah mata kuliah yang mempelajari cara-cara mengelola pekerjaan


informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada
prinsip-prinsip manajemen”. (Amsyah, 2005)

Karena sistem informasi dikerjakan dengan menggunakan prinsip-prinsip


manajemen agar tujuan dapat tercapai secara efisien dan efektif maka disebut
Manajemen Sistem Informasi (MSI).

2.2.5 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi


Pekerjaan MSI berkembang melalui empat proses sesuai dengan
perkembangan alat pengolah data yaitu zaman MSI:
1. Dikerjakan secara manual
2. Dikerjakan dengan alat mesin manual
3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik
4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer)
Keseluruhan ruang lingkup pekerjaan MSI disederhanakan dalam bentuk
diagram berikut ini:
132

Gambar 2.13 Visi dan Misi Pekerjaan MSI (Amsyah, 2005)

Pekerjaan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi
karena adanya fakta. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga
menghasilkan fakta yang disebut data. Data atau fakta tertulis otentik (asli) harus
133

disimpan sebagai arsip (otentik) untuk keperluan pembuktian-pembuktian dan


“back-up” baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis
bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan
menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi.
Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses transformasi,
atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya dapat terdiri dari
klasifikasi, sortir, kalkulasi, dan penyimpulan. Alat pengolahnya dapat
dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik, dan
komputer.
Hasil pengolahan data adalah informasi yang berbentuk laporan, model
deskriptif, dan bentuk statistik.
Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan.
Keputusan pada manajemen lini bawah umumya bersifat teknis, pada manajemen
lini tengah umumnya bersifat taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya
bersifat strategis.
Keputusan kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian. Pada setiap kegiatan
tersebut dilakukan juga kegiatan pengawasan.
Kegiatan tersebut secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi
secara efisien dan efektif, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh
dengan persaingan, di mana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan
informasi.

2.3 Konsep Dasar Data


Data merupakan bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi,
tanpa adanya data maka pekerjaan informasi tidak akan pernah ada.

2.3.1 Definisi Data


134

Data dapat didefinisikan sebagai berikut:


“Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke
dalam berbagai bentuk media”. (Amsyah, 2005)

“Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi,


yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung
kepada pemakai”. (Kadir, 2003)

Dengan kata lain, data merupakan keterangan atau bukti mengenai suatu
kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan
belum diolah. Berikut ini adalah gambar fakta yang direkam atau ditulis menjadi
data:
Fakta Kegiatan:
- Pelaporan
- Komunikasi
- Transaksi
- Perjanjian
- Dsb.

direkam / dicatat

Data
disimpan Arsip
Otentik

diproses disimpan
keluaran Informasi
Komputer

Gambar 2.14 Hubungan Fakta, Data, Arsip dan Informasi


(Amsyah, 2005)

2.3.2 Jenis Data


Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan unit-
unitnya. Untuk keperluan penulisan data di kertas atau kartu dan pemasukan data
ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data statis
135

Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang
berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi, atau tempat), kode-kode
nomor ataupun alamat.
2. Data dinamis
Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi
waktu yang singkat atau agak lama dan lain-lain. Data tersebut sering
dikatakan sebagai peremajaan data. Data tersebut misalnya, data tabungan,
data gaji, data nilai mahasiswa, dan sebagainya.

Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:


1. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data dengan hitungan bilangan. Misalnya 5 ekor,
Rp.1000, satu juta, dan sebagainya.
2. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan,
tetapi diukur dngan kata-kata bernilai. Misalnya banyak, sedikit, kecil, rendah,
dan sebagainya.

2.3.3 Sumber Data


Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data internal
Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu
oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya.
2. Data eksternal
Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di
luar organisasi itu sendiri.

Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat
dibagi menjadi empat kelompok.
136

Gambar 2.15 Pengelompokkan Data (Amsyah, 2005)

1. Data kegiatan
Setiap organisasi mempunyai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut
dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat
dalam organisasi bersangkutan. Kegiatan-kegiatan itu perlu direkam, untuk
dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan,
informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain.
2. Data Hasil penelitian
Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian
cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unit-
unit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu
bentuknya sesuai dengan keperluan.
3. Data lingkungan
Data penting untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan
dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan,
penganggaran, pengawasan, evaluasi atau lain-lainnya, adalah data
lingkungan. Definisi data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua
bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat
mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media
cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain.
4. Data peraturan
Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan
manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.
137

2.4 Hubungan Informasi Dengan Manajemen


Manajemen membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan
keputusan yang akan dilakukannya. Sumber informasi untuk pengambilan
keputusan manajemen bisa didapatkan dari informasi eksternal dan informasi
internal.
Sistem informasi mempunyai peranan penting di dalam menyediakan
informasi bagi manajemen semua tingkatan. Supaya informasi yang dihasilkan
oleh sistem informasi dapat mengena dan berguna bagi manajemen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan informasi yang diinginkan oleh manajemen.
Untuk maksud ini, maka analis sistem harus mengerti terlebih dahulu apa kegiatan
dari manajemen untuk masing-masing tingkatannya dan bagaimana tipe keputusan
yang diambilnya. Selanjutnya bagaimana tipe informasi yang dibutuhkan oleh
manajemen juga harus diketahui. Akhirnya diharapkan informasi yang dihasilkan
oleh sistem informasi akan dapat mengena sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
manajemen.
Adapun kebutuhan informasi berdasarkan tingkatan manajemen dapat dilihat
dari gambar berikut ini:
Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen, tipe informasi yang dibutuhkan
berbeda. Untuk manajemen tingkat bawah, tipe informasinya adalah terinci
(detail), karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk
manajemen yang lebih tinggi tingkatnya, tipe informasinya adalah semakin
tersaring (terfilter) atau lebih ringkas.

2.5 Pengembangan Sistem Berorientasi Objek


Pengembangan Sistem Berorientasi Objek adalah pembangunan perangkat
lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang
berisi data dan operasi.
138

2.5.1 Metodologi Berorientasi Objek


Metodologi Berorientasi Objek dapat di definisikan sebagai berikut:

“Suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan


perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang
diberlakukan terhadapnva”. (Nugroho, 2005)

Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek


adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi
kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat
mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu
sama lainnya. (Nugroho, 2005)
Karakteristik yang dimiliki sebuah sistem berorientasi objek antara lain
(Nugroho, 2005) :
1. Abstraksi
Prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu
bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang
tidak sesuai dengan permasalahan.
2. Pembungkusan (Encapsulation)
Pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai
objek. Untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain
tidak mengetahui cara kerjanya.
3. Pewarisan (Inheritance)
Mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh
definisi dari objek lain sebagai bagian dari dirinya.
4. Reusabilily
Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu
permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
5. Generalisasi dan Spesialisasi
Menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan
objek yang khusus.
139

6. Komunikasi Antar Objek


Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dan
satu objek ke objek lainnya.
7. Polymorphism
Kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda
dengan nama yang sama sehingga menghemat baris program.

Keuntungan metodologi berorientasi objek diantaranya (Nugroho, 2005):


1. Meningkatkan produktivitas
Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat
dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut
(reusable).
2. Kecepatan pengembangan
Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisis dan
perancangan akan menyebabkan berkurangnya kesalahan pada saat
pengkodean.
3. Kemudahan pemeliharaan.
Karena dengan model objek. pola-pola yang cenderung tetap dan stabil dapat
dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah.
4. Adanya konsistensi
Karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat analisis,
perancangan maupun pengkodean.
5. Meningkatkan kualitas perangkat lunak
Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyata dan
adanya konsistensi pada saat pengembangannya, perangkat lunak yang
dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai.

2.5.2 Pemrogramman Berorientasi Objek


Setelah pemrogramman terstruktur, berkembang pemrogrammanan yang
berorientasi pada objek (Object Oriented Programming atau OOP). SmallTalk
dan C++ merupakan bahasa berorientasi objek yang telah dikenal jauh sebelum
140

dekade 1990-an. Kini hampir semua bahasa pemrogramman baru yang dibuat
setelah C++ menggunakan pendekatan berorientasi objek. Java, Delphi, Visual
FoxPro, Power Builder, Kyllix merupakan perangkat lunak yang mendukung
pemrogramman berorientasi objek. (Kadir, 2003)
Ide dasar pada pemrogramman berorientasi objek adalah mengkombinasikan
data dan prosedur-prosedur untuk mengakses data menjadi kesatuan unit. Unit ini
dikenal dengan nama objek (object). Pada pemrogramman berorientasi objek
dikenal istilah objek dan kelas. Kelas adalah suatu cetakan yang dapat digunakan
untuk membuat sejumlah objek. Sering dikatakan bahwa objek adalah instan
sebuah kelas.
Pemrogramman berorientasi objek mempunyai karakteristik utama, yaitu
(Kadir, 2003):
- Enkapsulasi, merupakan pengemasan data dan prosedur dalam objek.
Enkapsulasi merupakan bentuk upaya penyembunyian informasi yang
diterapkan pada pemrogramman terstruktur sehingga data tidak dapat diakses
secara langsung oleh pihak di luar objek.
- Pewarisan, merupakan sifat dalam bahasa berorientasi objek yang
memungkinkan sifat-sifat dari suatu kelas diturunkan ke kelas lain.
- Polimofisme, merupakan suatu konsep yang menyatakan sesuatu nama yang
sama dapat memiliki berbagai bentuk dan perilaku yang berbeda.
Dengan karakteristik tersebut maka bahasa pemrogramman berorientasi
objek memudahkan dalam pengembangan program. Istilah reusability digunakan
untuk menyatakan hal ini. Reusability (pemakaian kembali) adalah suatu sifat
yang memperkenankan kelas yang telah dibuat dan diuji dapat didistribusikan ke
pemrogramman lain untuk dipakai pada program-program mereka dan bahkan
dapat dikembangkan tanpa perlu mengubah kelas tersebut. Sifat inilah yang
dikatakan bahwa pemrogramman berorientasi objek dapat mengurangi
kekompleksitasan pemrogramman dan dapat meningkatkan produktivitas
program.
141

2.6 Unified Modelling Language


Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk
mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak.

2.6.1 Sejarah Unified Modelling Language


Grady Booch dan Jim Rumbaugh memulai penelitian di Rational Software
Co. sekitar tahun 1994. Tujuan mereka yakni menciptakan sebuah metode baru
yang dapat menciptakan metode-metode sebelumnya yang dapat digunakan
pada semua kalangan. Sekitar tahun 1995 Ivar Jacobson, seorang tokoh yang
menciptakan OOSE and Objectory Methode bergabung. (Nugroho, 2005).
Selain itu, perusahaan Rational Software Co. membeli lisensi Objectory
System dari Swedish Company sebagai pengembang dan pendistribusinya. Maka
lahirnya sebuah metode baru yang mereka beri nama “Unified Modeling
Languange” yang diharapkan dapat menjadi sebuah bahasa pemodelan standar.
(Nugroho, 2005).
Dengan UML, metode Booch, OMT, dan OOSE digabungkan dengan
membuang elemen-elemen yang tidak praktis ditambah dengan elemen-elemen
dari metode lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum ada pada
metode terdahulu, sehingga UML lebih ekspresif dan seragam daripada metode
lainnya. (Munawar, 2005)
142

Gambar 2.16 Unsur-Unsur Pembentuk UML (Munawar, 2005)

2.6.2 Definisi Unified Modelling Language


Unified Modelling Language merupakan sebuah notasi grafis standar untuk
menggambarkan sistem berorientasi objek yang merupakan hasil kerjasama dari
Grady Booch, James Rumbaugh dan Ivar Jacobson. Dan didefinisikan sebagai
berikut:

“Unified Modelling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang


didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan
desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun
menggunakan pemrogramman berorientasi objek (OO)”. (Fowler, 2005)

“Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bahasa untuk


menetapkan, membangun, memvisualisasikan, dan mendokumentasikan
sistem perangkat lunak dan komponen-komponennya”. (Bahrami, 1999)

Dari definisi diatas UML merupakan sebuah bahasa pemodelan suatu


sistem berdasarkan grafik atau gambar untuk menspesifikasikan, membangun,
memvisualisasikan dan mendokumentasikan suatu sistem perangkat lunak
berorientasi objek. UML memberikan standar penulisan sebuah sistem yang
meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas, skema database, dan komponen
yang diperlukan dalam sistem perangkat lunak.

2.6.3 Diagram-diagram Unified Modelling Language


UML dibangun atas model 4+1 view. Model ini didasarkan pada fakta
bahwa struktur sebuah sistem dideskripsikan dalam 5 view dimana salah satu
diantaranya use case view. Use case view ini memegang peran untuk
mengintegrasikan content ke view yang lain.

Design Implementation
View View
Use Case
View
Process Deployment
View View
143

Gambar 2.17 Model 4+1 View (Munawar, 2005)


Use case view mendefinisikan perilaku eksternal sistem. Hal ini menjadi
daya tarik bagi end-user, analis dan tester. Pandangan ini mendefinisikan
kebutuhan sistem karena mengandung semua view yang lain yang
mendeskripsikan aspek-aspek tertentu dan rancangan sistem. Itulah sebabnya use
case view menjadi pusat peran yang mengendalikan proses pengembangan
perangkat lunak.
Design view mendeskripsikan struktur logika yang mendukung fungsi-fungsi
yang dibutuhkan di use case. Design view berisi definisi komponen program,
class-class utama bersama-sama dengan spesifikasi data, perilaku dan
interaksinya.
Implementation view menjelaskan komponen-komponen fisik dari sistem
yang akan dibangun. Hal ini berbeda dengan komponen logik yang yang
dideskripsikan pada design view. Termasuk disini diantaranya file exe, library dan
database. Informasi yang ada di view ini relevan dengan aktifitas-aktifitas seperti
manajemen konfigurasi dan integrasi sistem.
Process view berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
concurency di dalam sistem. Sedangkan deployment view menjelaskan bagaimana
komponen-komponen fisik didistribusikan ke lingkungan fisik. Kedua view ini
menunjukan kebutuhan non-fungsional dari sistem.
Deployment View menjelaskan bagaimana komponen-komponen fisik
didistribusikan ke lingkungan fisik seperti jaringan komputer, printer dan
peralatan lainnya serta bagaimana peralatan tersebut dihubungkan dengan
peralatan yang lainnya dimana sistem akan dijalankan.

Di dalam UML terdapat sejumlah elemen grafis, diantaranya yaitu:


 Aktor (Actor)
Dalam pemodelan sistem dengan UML, aktor adalah seseorang atau
sesuatu yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Artinya,
144

seorang aktor dapat mengirim atau menerima pesan dari dan ke sistem atau
merubah informasi yang dibutuhkan sistem. Aktor adalah sebuah class bukan
sebagai objek. Komunikasi antara aktor dan sistem dilakukan dengan cara
mengirim dan menerima pesan. Primary actor adalah seseorang atau sesuatu
yang menggunakan fungsi utama dari sistem, sedangkan secondary actor
adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi sekunder dari sistem.
Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar 2.18 Simbol Aktor (Nugroho, 2005)


Actor terbagi pada empat macam tipe (Whitten dkk, 2004):
1. Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama)
Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan
transaksi dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi.
2. Primary system actor (Pelaku Sistem Utama)
Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk
menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem.
3. External server actor (Pelaku server eksternal)
Stakeholder yang melayani kebutuhan user.
4. External receiving actor (Pelaku penerima eksternal)
Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari
kegiatan transaksi.

 Objek (Object)
Objek merupakan konsep, abstraksi, atau sesuatu yang memiliki arti bagi
aplikasi yang akan kita kembangkan. Objek bisa berupa orang, tempat, benda,
kejadian, atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang penting dalam
suatu aplikasi (perangkat lunak dan atau informasi). Suatu objek harus
memiliki identitas dan dapat dibedakan. Contoh dari objek :
- Objek orang : saya, anda, kita dan lain-lain
145

- Objek tempat : kampus, gedung, komputer dan lain-lain


- Objek kejadian : kuliah, survei, pendaftaran dan lain-lain.

 Kelas
Kelas mendefinisikan informasi apa yang dimiliki suatu objek serta
mendefinisikan perilaku yang dimilikinya. Dengan penggolongan objek-objek
dalam suatu kelas kita bisa melakukan abstraksi masalah. Atribut dan nama
kelas untuk beberapa objek yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu
juga dengan fungsi dan metode yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan
bisa digunakan ulang oleh objek yang termasuk kedalam kelas yang sama.
Kelas, dalam notasi UML digambarkan dengan kotak. Nama kelas
menggunakan huruf besar di awal kalimatnya dan diletakkan di atas kotak.
Bila kelas mempunyai nama yang terdiri dari 2 suku kata atau lebih, maka
semua suku kata digabungkan tanpa spasi dengan huruf awal tiap suku kata
menggunakan huruf besar.
Kelas dilambangkan dengan gambar berikut:

MesinCuci

Gambar 2.19 Simbol Kelas (Munawar, 2005)

 Atribut
Atribut adalah properti dari sebuah kelas. Atribut ini menggambarkan
batas nilai yang mungkin ada pada objek dari kelas. Sebuah kelas mungkin
akan mempunyai nol atau lebih atribut. Secara konvensi, jika nama atribut
terdiri dari satu kata, maka ditulis dengan huruf kecil. Akan tetapi jika nama
atribut mengandung lebih dari suku kata maka semua suku kata digabungkan
dengan kata pertama menggunakan huruf kecil dan awal suku kata berikutnya
menggunakan huruf besar.
146

Gambar 2.20 Kelas dan Atribut-atributnya (Munawar, 2005)

 Operasi
Operasi adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah kelas atau yang
dapat dilakukan untuk sebuah kelas. Seperti halnya atribut, nama operasi juga
menggunakan huruf kecil semua jika terdiri dari satu suku kata. Akan tetapi
jika lebih dari satu suku kata, maka semua suku kata digabungkan dengan
suku kata pertama huruf kecil dan awal tiap suku berikutnya dengan huruf
besar.

Gambar 2.21 Kelas dan Operasi-operasinya (Munawar, 2005)

 Kelas Objek
Kelas terdiri dari beberapa objek yang memiliki atribut, operasi, semantik
dan relationship yang sama. Kelas objek menggambarkan abstraksi dari suatu
objek dalam implementasi. Dalam kelas objek terdapat istilah Visibility
Operasi yang terdiri dari :
- Protected : operasi atau atribut yang tampak hanya oleh kelas itu sendiri,
subkelas atau teman kelas tersebut. Visibility merupakan default dari sebuah
operasi yang kita buat. Visibility ini melindungi operasi dari penggunaan
oleh kelas-kelas luar. Protected digambarkan dengan tanda (#).
- Public : operasi atau atribut dapat digunakan oleh kelas lain yang
berhubungan dengan kelas tersebut. Digambarkan dengan tanda (+).
- Private : operasi atau atribut yang hanya bisa digunakan oleh kelas itu
sendiri. Digambarkan dengan tanda (-)
147

Adapun diagram-diagram yang terdapat pada UML diantaranya:


Structure Class Diagram
Diagram

Activity Diagram
Diagram

Use Case Diagram

Behaviour
Diagram Sequence Diagram
Interaction Diagram

Collaboration Diagram

Gambar 2.22 Klasifikasi Jenis Diagram UML (Fowler, 2005)

2.6.3.1 Use Case Diagram


Use case dalam UML didefinisikan sebagai :

“a graph of actors, a set of use case enclosed by a system boundary,


communication (participation), association between the actors and the use
cases, and generalization among the use case”. (Bahrami, 1999)

Use case akan menggambarkan cara kerja suatu software dengan aktor.
Dalam use case diagram akan digambarkan hubungan antara aktor dengan use
case. Aktor adalah orang atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan
sistem. Sementara use case menggambarkan proses yang akan dilakukan oleh
aktor terhadap sistem.

Gambar 2.23 Notasi Use Case Diagram (Nugroho, 2005)


148

Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif/sudut
pandang para pengguna sistem. Use case mendefinisikan “apa” yang dilakukan
oleh sistem dan elemen-elemennya, bukan “bagaimana” sistem dan elemen-
elemennya saling berinteraksi. Use case bekerja dengan menggunakan “scenario”,
yaitu deskripsi urutan-urutan langkah yang menerangkan apa yang dilakukan
penggunan terhadap sistem maupun sebaliknya.
Use case diagram mengidentifikasikan fungsionalitas yang dipunyai oleh
sistem (use case), user yang berinteraksi dengan sistem (actor) dan
asosiasi/keterhubungan antara user dengan fungsionalitas sistem.
Komponen notasi dasar yang dipunyai oleh use-case diagram adalah actor,
use-case, dan association. Berikut adalah notasi yang terdapat pada use-case
diagram :

obj ect Use...


Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram
Actor Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas
hanya manusia saja, jika sebuah sistem
berkomunikasi dengan aplikasi lain dan
membutuhkan input atau memberikan output, Actor

maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai


uc Notasi UseCase
actor.
Use Case Use case digambarkan sebagai lingkaran elips
dengan nama use case dituliskan didalam elips Use Case Name

tersebut.
Association Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor
dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan
sebuah garis yang menghubungkan antara Actor
dengan Use Case.

Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/
149

Berikut adalah contoh use case diagram :

Gambar 2.24 Contoh Use Case Diagram (Nugroho, 2005)

Berbicara mengenai use case diagram tidak akan terlepas dengan hal yang
disebut stereotype. Stereotype adalah sebuah model khusus yang terbatas untuk
kondisi tertentu. Untuk menunjukkan stereotype digunakan symbol “<<”
diawalnya dan ditutup dengan “>>” diakhirnya. Terdapat 2 stereotype paling
sering digunakan dalam use case diagram yaitu <<extend>> dan <<include>>.
<<extend>> digunakan untuk menunjukkan bahwa satu use case merupakan
tambahan fungsional dari use case yang lain jika kondisi atau syarat tertentu
dipenuhi. Sedangkan <<include>> digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu
use case seluruhnya merupakan fungsionalitas dari use case lainnya. Berikut
adalah contohnya.

Gambar 2.25 Contoh Use Case Diagram dengan Stereotype Extend dan
Include
150

(Bahrami, 1999)
Penggunaan notasi depends-on berarti pelaksanaan ‘use case1’ tergantung
kepada pelaksanaan ‘use case2’, dengan kata lain ‘use case1’ baru bisa dilakukan
setelah ‘use case2’ terpenuhi/selesai dijalankan. Berikut adalah contoh hubungan
Depends-On.

Es tablis h <<depends on>>


Bank Account

<<depends on>>
Make
a Deposit

Make
a Withdrawal

Gambar 2.26 Contoh Hubungan Depends-On (Whitten dkk, 2004)

2.6.3.2 Activity Diagram


Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang
sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang
mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat
menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.
Diagram aktifitas mempunyai kesamaan dengan flowchart karena dapat
memodelkan alur kerja dan aktifitas dari sebuah sistem. Menurut Ali Bahrami
activity diagram didefinisikan sebagai berikut:

“An activity diagram is a variation or special case of the state machine, in


which the states are activities representing the performance of operations
and the transitions are triggered by the completion of the operations”.
(Bahrami, 1999)

Menurut Whitten dkk, activity diagram didefinisikan sebagai berikut:

“Sebuah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis


aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah use case atau logika behaviour
(metode) object”. (Whitten dkk, 2004)
151

Activity diagram dapat mempermudah kita dalam memahami proses kerja


suatu sistem secara keseluruhan. Activity diagram digunakan untuk
mendokumentasikan alur kerja pada sebuah sistem, yang dimulai dari pandangan
business level hingga ke operational level. Pada dasarnya, activity diagram
merupakan variasi dari statechart diagram. Activity diagram mempunyai peran
seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah
activity diagram bisa mendukung perilaku parallel sedangkan flowchart tidak
bisa.
Berikut adalah notasi activity diagram :

Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram


Simbol
obj ec... Keterangan
obj ec...
Titik Awal
Titik Akhir
obj ect Use Case An...

obj ect Use C...


Activity

Pilihan Untuk mengambil Keputusan


object Use Case Angkot
Fork; Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara
parallel / menggabungkan dua kegiatan peralel menjadi satu.

Rake; Menunjukkan adanya dekomposisi

Tanda Waktu
obj ect Use Cas...

Tanda pengiriman
obj ect Use Cas...

obj ec...
Tanda penerimaan

Aliran akhir (Flow Final)


Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah sebuah contoh activity diagram yang menggambarkan


sebuah sistem processing mortgage request :
152

Gambar 2.27 Contoh Activity Diagram (Bahrami, 1999)

2.6.3.3 Sequence Diagram


Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan
disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message
yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal
(waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
Sequence Diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau
rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event
untuk menghasilkan output tertentu.
Sequence Diagram adalah diagram interaksi yang memperlihatkan event-
event yang berurutan sepanjang berjalannya waktu. Sequence Diagram
menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu.
Masing-masing Sequence Diagram akan menggambarkan aliran-aliran pada suatu
use case.
153

Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang


merepresentasikan “lifeline” objek dan sumbu horizontal yang menunjukan
sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini
menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu
dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut
ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.
Cal l er Exchange Recei ver T al k

OffHook

Di al T one

Di al Number

Ri ngT one
OffHook

Gambar 2.28 Contoh Sequence Diagram (Bahrami, 1999)


OnHook

Sequence diagram mendokumentasikan komunikasi/interaksi antar kelas-


kelas. Diagram ini menunjukkan sejumlah objek dan message (pesan) yang
diletakkan diantara objek-objek didalam use case. Perlu diingat bahwa di dalam
diagram ini, kelas-kelas dan aktor-aktor diletakkan dibagian atas diagram dengan
urutan dari kiri ke kanan dengan garis lifeline yang diletakkan secara vertikal
terhadap kelas dan aktor.
Berikut adalah notasi-notasinya :

Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram


Object Object merupakan instance dari sebuah class dan
dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan
sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek obj ect Use...
didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma.
Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka
actor juga dapat diurutkan sebagai kolom. Simbol
Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case
Diagram. Actor

Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram (Lanjutan)


154

Lifeline Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek


dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah garis
putus-putus vertikal yang ditarik dari sebuah objek.

Activation Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi


empat yang digambar pada sebuah lifeline.
Activation mengindikasikan sebuah objek yang akan
melakukan sebuah aksi.

Message Message, digambarkan dengan anak panah horizontal


antara Activation. Message mengindikasikan
komunikasi antara objek-objek
Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

2.6.3.4 Collaboration Diagram


Collaboration diagram menggunakan prinsip yang sama dengan sequence
diagram yaitu digunakan untuk memperlihatkan aliran-aliran pada use case.
Sementara sequence diagram berurutan menurut waktu, collaboration diagram
berfokus pada relasi-relasi yang terjadi antara objek yang satu dengan objek-objek
yang lainnya. Pada collaboration diagram ini, objek-objek dan message (pesan)
yang ada digambarkan mirip seperti flowchart, hanya saja, untuk menjaga urutan
pesan yang diterima oleh masing-masing objek, pesan-pesan tersebut diberi
nomor urutan pesan.
Tabel 2.4 Notasi Collaboration Diagram
Object Object merupakan instance dari sebuah class.
Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama
objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma.
obj ect Use...

Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka


actor juga dapat disertakan ke dalam collaboration
diagram. Simbol Actor sama dengan simbol pada Actor Actor

Use Case Diagram.

Tabel 2.4 Notasi Collaboration Diagram (Lanjutan)


Message Message, digambarkan dengan anak panah yang
mengarah antar objek dan diberi label urutan nomor yang
155

mengindikasikan urutan komunikasi terjadi antar objek.


Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah sebuah contoh collaboration diagram yang mengilustrasikan


sebuah sistem panggilan genggam (Telephone Call) :
Object Caller Message

1: OffHook 2: DialTone
3: DialNumber

Exchange
4: RingTone

Receiver
5: Collaboration
Gambar 2.29 Contoh OffHook Diagram (Bahrami, 1999)
6: OnHook
Talk
2.6.3.5 Class Diagram
Class Diagram dapat di definisikan sebagai berikut:

“Sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek


dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek”.
(Nugroho, 2005).

Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus


menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).
Class diagram juga menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan
object beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi,
dan lain-lain. (Nugroho, 2005)

Sebuah Class memiliki tiga area pokok, (Nugroho, 2005):


1. Nama, merupakan nama dari sebuah kelas
2. Atribut, merupakan properti dari sebuah kelas. Atribut melambangkan batas
nilai yang mungkin ada pada objek dari class
3. Operasi, adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang
dapat dilakukan oleh class lain terhadap sebuah class.
156

Class dalam kategorinya dibagi 3 bagian, yaitu (Bahrami, 1999):


1. Class Irrelevant
2. Class Fuzzy
3. Class Relevant

Relevant Class Fuzzy Class Irrelevant Class

Gambar 2.30 Kategori Kelas (Bahrami, 1999)

Untuk dapat mengidentifikasi class maka tahap-tahapnya adalah sebagai


berikut(Bahrami, 1999):
1. Melakukan eliminasi irrelevant class dari list candidate class.
2. Melakukan eliminasi class yang merupakan redundant class. Class ini
termasuk pada kategori fuzzy class
3. Melakukan eliminasi attributes class. Attributes class ini pun termasuk
kategori fuzzy class.

Berikut adalah notasi – notasi yang ada pada class diagram :

Tabel 2.5 Notasi pada Class Diagram


Class Class adalah blok - blok pembangun pada
pemrogramman berorientasi objek. Sebuah
class digambarkan sebagai sebuah kotak yang
157

terbagi atas 3 bagian.Bagian atas adalah


bagian nama dari class. Bagian tengah
mendefinisikan properti/atribut class. Bagian
akhir mendefinisikan method-method dari
sebuah class.
Assosiation Sebuah asosiasi merupakan sebuah
relationship paling umum antara 2 class, dan
dilambangkan oleh sebuah garis yang
menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa
melambangkan tipe-tipe relationship dan juga
dapat menampilkan hukum-hukum
multiplisitas pada sebuah relationship
(Contoh: One-to-one, one-to-many, many-to-
many).
Composition Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan
harus merupakan bagian dari class yang lain,
maka class tersebut memiliki relasi
Composition terhadap class tempat dia
bergantung tersebut. Sebuah relationship
composition digambarkan sebagai garis
dengan ujung berbentuk jajaran genjang
berisi/solid.

Tabel 2.5 Notasi pada Class Diagram (Lanjutan)


Dependency Kadangkala sebuah class menggunakan class
yang lain. Hal ini disebut dependency.
Umumnya penggunaan dependency
digunakan untuk menunjukkan operasi pada
158

suatu class yang menggunakan class yang


lain. Sebuah dependency dilambangkan
sebagai sebuah panah bertitik-titik.
Aggregation Aggregation mengindikasikan keseluruhan
bagian relationship dan biasanya disebut
sebagai relasi “mempunyai sebuah” atau
“bagian dari”. Sebuah aggregation
digambarkan sebagai sebuah garis dengan
sebuah jajaran genjang yang tidak berisi/tidak
solid.
Generalization Sebuah relasi generalization sepadan dengan
sebuah relasi inheritance pada konsep
berorientasi objek. Sebuah generalization
dilambangkan dengan sebuah panah dengan
kepala panah yang tidak solid yang mengarah
ke kelas “parent”-nya/induknya.
Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Diagram kelas memodelkan struktur kelas dan isinya. Kelas terdiri dari
Nama Kelas, Atribut dan Operasi.

Class Name
Attribut

Method

Gambar 2.31 Contoh Class Diagram (Munawar, 2005)


Keterangan:
1. Class Name: bagian yang paling atas berisi nama kelas, nama kelas
diambil dari domain permasalahan dan harus sejelas mungkin. Oleh karena
itu, nama kelas haruslah berupa kata benda.
159

2. Attribut: kelas memiliki attribut yang menggambarkan karakteristik dari


objek. Attribut kelas yang benar adalah yang dapat mencakup informasi
yang dilukiskan dan mengenali instance tertentu dari kelas. Tipe attribut
dapat berupa primitive attribut atau tipe lainnya.
3. Method/Operations: operations digunakan untuk memanipulasi attribut
atau menjalankan aksi-aksi.

Class diagram terdiri dari beberapa relationship, diantaranya:


 Asosiasi (Association)
Asosiasi didefinisikan sebagai penghubung objek-objek pada kelas yang
sama. Suatu bentuk asosiasi adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu
objek dengan bagian-bagiannya.
Kita menggunakan pemahaman asosiasi adalah pada saat beberapa kelas
saling terhubung satu sama lain secara konseptual. Sebagai contoh, misalkan
seorang pegawai bekerja pada sebuah perusahaan. Maka “bekerja” merupakan
sebuah asosiasi antara kelas pegawai dan kelas perusahaan. Selanjutnya bisa kita
simpulkan bahwa sebuah asosiasi bisa merupakan sebuah bentuk kata kerja yang
merelasikan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya.

Gambar 2.32 Asosiasi (Assosiation) (Munawar, 2005)

 Batasan (Constraints)
Constraints adalah batasan-batasan asosiasi fungsional antar entitas dalam
model objek. Kata entitas termasuk didalamnya adalah objek-objek, kelas-kelas,
link, serta asosiasi-asosiasi. Berikut adalah contoh constraint dimana petugas
loket akan melayani para pelanggan telepon yang ingin melakukan segala urusan
yang berhubungan dengan masalah telepon, tapi untuk dapat dilayani maka para
pelanggan harus antri, maka “antri” kita jadikan constraint pada asosiasi tersebut.
{antri}
Teller Pelanggan
melayani
160

Gambar 2.33 Constraint pada sebuah Asosiasi (Munawar, 2005)

 Associations Class
Sebuah asosiasi dapat memiliki atribut dan operasi seperti halnya sebuah
class. Sebuah association class sebenarnya diperlukan apabila salah satu dari
kelas yang terhubung mempunyai sebuah atau beberapa atribut yang tidak layak
dimiliki oleh kelas tersebut, karena secara logis atribut tersebut lebih layak
dimiliki oleh asosiasi yang menghubungkan kedua kelas tersebut.
Akan lebih mudah dipahami jika kita menganalogikan hal ini dengan
diagram ERD, dimana sesuai dengan hukum-hukum tertentu maka jika ada sebuah
relasi binary atau trenary maka harus dibuatkan sebuah entitas tambahan yang
merupakan entitas transaksi untuk menampung record-record transaksi yang
terjadi antar entitas murni. Entitas transaksi yang tercipta tersebut mirip sekali
dengan association class. Berikut adalah contoh sebuah association class.

Melayani
Pemain Tim

Dinegosiasikan oleh
Kontrak General
Manager
Gambar 2.34 Association Class (Munawar, 2005)

Seperti yang dilihat pada gambar diatas, association class divisualisasikan


sama halnya seperti class biasa, hanya saja untuk menghubungkan ke garis
asosiasi digunakan garis putus-putus.

 Multiplisitas (Multiplicity)
Multiplicity atau multiplisitas adalah jumlah banyaknya objek sebuah class
yang berelasi dengan sebuah objek lain pada class lain yang berasosiasi dengan
161

class tersebut. Untuk menyatakan multiplisitas anda dapat meletakkannya diatas


garis asosiasi berdekatan dengan class yang sesuai.
Ada banyak multiplisitas yang mungkin untuk dipakai. Tabel berikut
menjabarkan multiplisitas yang dapat digunakan.

Tabel 2.6 Notasi Multiplisitas


Multiplisitas Arti
* Banyak
0 Nol
1 Satu
0..* Nol atau banyak
1..* Satu atau banyak
0..1 Nol atau satu
1..1 Hanya satu
Sumber : (Nugroho, 2005)

Gambar 2.35 Asosiasi dengan Multiplisitas (Munawar, 2005)

 Generalisasi dan Pewarisan (Generalization & Inheritance)

“Generalisasi adalah suatu cara yang sangat berdaya guna untuk


berbagi apa yang dimiliki suatu kelas (objek) bagi kelas-kelas (objek-
objek) yang lain”. (Nugroho, 2005).

Generalisasi adalah relasi ke atas beberapa sub kelas diatasnya yang


ditunjukan dengan tanda segitiga.

Kendaraan
Nomor kendaraan
Nama kendaraan
Tahun pembuatan
harga

Mobil Truk
Jumlah penumpang Tipe Kabin
Jumlah pintu Kapasitas
162

Gambar 2.36 Contoh Generalisasi (Nugroho, 2005)

Sebuah class (child class atau subclass) dapat mewarisi atribut-atribut dan
operasi-operasi dari class lainnya (parent class atau super class) dimana parent
class bersifat lebih umum daripada child class. Generalisasi pada konsep Object
Oriented digunakan untuk menjelaskan hubungan kesamaan diantara class.
Dengan menggunakan generalisasi bisa dibangun struktur logis yang bisa
menampilkan derajat kesamaan atau perbedaan diantara class-class. Manfaat lain
dari struktur hirarkis juga memungkinkan untuk penambahan subclass (child
class) baru tanpa harus merubah struktur yang sudah ada.
Inheritance adalah sebuah mekanisme pengimplementasian generalisasi
dan spesialisasi. Aturan inheritance dapat secara umum bisa diklasifikasikan
sebagai berikut (Nugroho, 2005) :
o Subclass selalu mewarisi semua sifat dari superclass-nya.
o Definisi subclass selalu mencakup paling tidak satu detil yang tidak diturunkan
dari superclass-nya.

 Agregasi (Agregation)
Agregasi adalah sebuah hubungan dimana satu kelas “whole” yang lebih
besar berisi satu atau lebih kelas “part” yang lebih kecil. Atau kelas “part” yang
lebih kecil adalah bagian dari kelas “whole” yang lebih besar. (Nugroho, 2005)
Agregasi disimbolkan dengan jajaran genjang yang diletakkan pada class
yang mengandung objek. (Nugroho, 2005)
163

Gambar 2.37 Agregasi Bertingkat (Multilevel Agregation)


(Nugroho, 2005)

 Dependency Class
Pada penggunaan relasi kadangkala satu class menggunakan class yang
lain, hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency digunakan
untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain.
Notasi untuk dependency pada UML dapat menggunakan garis putus-putus dan
tanda panah pada ujungnya. (Munawar, 2005)

Form

Gambar 2.38 Dependency (Munawar, 2005)

2.7 Basis Data (Database)


Sistem Informasi memerlukan tempat penyimpanan data yang dapat
menghubungkan satu file/tabel/arsip dengan file/tabel/arsip yang lain yang
saling berkaitan.
2.7.1 Definisi Basis Data
Fatansyah mendefinisikan Basis Data sebagai berikut :

“Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media


penyimpanan elektronis”. (Fatansyah, 2002)

“Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara
bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak
perlu suatu kerangkapan data, data disimpan dengan cara-cara tertentu
164

sehingga mudah untuk digunakan/ atau ditampilkan kembali; data dapat


digunakan oleh satu atau lebih program-program aplikasi secara optimal;
data disimpan tanpa mengalami ketergantungan dengan program yang
akan menggunakannya; data disimpan sedemikian rupa sehingga proses
penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan
mudah dan terkontrol.” (Sutanta:2004).

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai


beberapa kriteria yang penting yaitu :
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah basis
datanya.
3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru dengan mudah.
5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda
6. Kerangkapan data dapat diminimalkan.

2.7.2 Database Management System (DBMS)


Dalam suatu sistem informasi database merupakan salah satu komponen inti
yang harus ada.
Menurut Ali Bahrami definisi DBMS adalah:

“A database management system (DBMS) is a set of programs that


enables the creation and maintenance of a collection of related data”.
(Bahrami, 1999)

DBMS merupakan sekumpulan program yang memungkinkan kita


membuat dan memelihara sekumpulan data yang terelasi. Tujuan mendasar
sebuah DBMS adalah menyediakan fasilitas penyimpanan data yang efisien dan
kemudahan dalam pengaksesan data. Database menyediakan sebuah model data
yang menggunakan konsep logika seperti field, records, tabel, relasi juga format
suatu data seperti tipe dan ukuran data.
165

2.7.3 Model Database


Model database merupakan rancangan yang digunakan untuk
memperlihatkan struktur data dan relasi data dalam database. Model database
dikelompokan dalam tiga model yaitu :

1. Model Hirarki
Model hirarki memperlihatkan data sebagai cabang. Setiap titik cabang
merupakan sebuah objek data. Bentuk dari model hirarki digambarkan dalam
gambar berikut :

Akar

Dosen Novia Dosen


Zaenal

Basis Data Pascal Fisika

Ari Edi Dian Edi Eka Dian Romi Tomi

Gambar 2.39 Model Data Hirarki (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

2. Model Jaringan
Model jaringan hampir serupa dengan model hirarki, akan tetapi dalam model
jaringan record dapat memiliki lebih dari satu induk. Berikut merupakan
bentuk model jaringan.
Dosen Novia Dosen
Zaenal

Basis Data Pascal Fisika

Ari Edi Dian Eka Romi Tomi

Gambar 2.40 Model Data Jaringan (Kadir dan Triwahyuni, 2005)


166

3. Model Relasi
Dari semua model database yang ada, model database yang paling sering
digunakan adalah model relasi. Model relasi merupakan model yang
sederhana, konsep utamanya adalah relasi yang digambarkan dengan tabel.
Kolom pada setiap tabel adalah atribut yang mendefinisikan data. Setiap tabel
yang direlasikan harus memiliki primary key. Berikut adalah bentuk dari
model relasi.
Kolom

Nim Nama Jenis_kelamin Kode_jur


02320001 Ali Akbar P 51
02320002 Siti Faimah W 52
02320003 Rita Andini W 51
02420004 Faruk Fardan P 52
Gambar 2.41 Model Database Relasional (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

4. Model Object Oriented


Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database
Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file
citra, file gambar dan file audio-video. Objek adalah pengelompokkan logis
dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia
seperti customer, employee, order, product. Item data seperti : customer ID,
customer name disebut varibel di model object oriented dan disimpan dalam
tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara
istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan objek
tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card
limit, update alamat customer. Hanya dengan melalui method saja variabel
tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep enkapsulasi, salah satu konsep
penting di model object oriented. (Kadir dan Triwahyuni, 2005)
167

PRIBADI PEKERJAAN

DATA: DATA:
Nip PRIBADI dan Nip
Nama PEKERJAAN Kode_bagian
Alamat saling terhubung Gol
Tgl_lahir sebab jabatan
Jenis_kelamin PRIBADI berisi BAGIAN
Pekerjaan PEKERJAAN METODE:
Menambah data pekerjaan
METODE:
Menghapus data pekerjaan
Menambah data pribadi
PEKERJAAN dan Dll
Menghapus data pribadi
BAGIAN
Dll
saling terhubung
BAGIAN
sebab
PEKERJAAN
DATA:
berisi
Kode_bagian
BAGIAN
Nama_bagian

METODE:
Menambah data bagian
Menghapus data bagian
Dll

Gambar 2.42 Anatomi Sebuah Objek (Kadir dan Triwahyuni, 2005)

2.7.4 Antarmuka Database


Sebuah antarmuka dalam database harus memiliki Data Definition
Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML) yang merupakan tipe
bahasa dari SQL. Nama SQL berasal dari SEQUEL (Structured English for
Querry Language) yang diciptakan IBM sebagai antarmuka untuk basis data
relasional eksperimental yang dinamakan SYSTEM R. SQL sekarang menjadi
standar untuk basis data relasional (Bahrami, 1999).
SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi dan
memperoleh data dari sebuah database relasional. SQL membuat pemrogramman
dan seorang administrator database dapat melakukan hal-hal berikut (Bahrami,
1999):
- mengubah struktur database
- mengubah pengaturan keamanan sistem
- memberikan hak akses kepada pengguna untuk mengakses database atau tabel.
168

- memperoleh informasi dari database


- memutakhirkan isi database
Adapun penjelasan tipe bahasa dari SQL (Bahrami, 1999):
a. DDL (Data Definition Language)
Data Definition Language (DDL), adalah perintah SQL yang digunakan untuk
menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk
mendefinisikan kerangka database. Perintahnya adalah:
 Create : untuk membuat/menciptakan objek database
 Alter : untuk memodifikasi/mengubah objek database
 Drop : untuk menghapus objek database objek database yang dimaksud
terdiri dari database, table, index, dan view.
b. DML (Data Manipulation Language)
Data Manipulation Language (DML), adalah perintah yang digunakan untuk
mengoperasikan atau memanipulasi isi database. SQL menyediakan empat
perintah DML:
- Select : digunakan untuk mengambil data dari database
- Delete : digunakan untuk menghapus data dari database
- Insert : menambahkan data ke database
- Update : memodifikasi data pada database

2.8 Object Oriented Database (OODB)


Basis data berorientasi objek diusulkan untuk mempertemukan kebutuhan
dari aplikasi-aplikasi yang kompleks. Pendekatan basis data berorientasi objek
menawarkan fleksibilitas untuk menangani beberapa kebutuhan tanpa dibatasi tipe
data serta Query yang umum dijumpai pada basis data relasional, (Nugroho,
2005).
Menurut Kroenke (2005) definisi Objek Oriented Database adalah:

“Konsep dari pemrogramman berorientasi objek secara umum ditambah


dengan database sebagai media penyimpanan datanya yang berbentuk class-
169

class, sehingga dalam hal ini masih berhubungan erat dengan E-R Model”
(Kroenke, 2005)
Kunci dari basis data berorientasi objek adalah kemampuan yang basis data
berikan pada perancang untuk menspesifikasi struktur objek yang kompleks serta
operasi yang dapat diaplikasikan pada objek tersebut. Basis data berorientasi
objek dirancang sedemikian rupa sehingga dapat terintegrasi bersama perangkat
lunak yang dikembangkan dengan bahasa-bahasa pemrogramman berorientasi
objek. (Nugroho, 2005)
Objek database mulai populer pada pertengahan tahun 1990-an. Bermula
dari Object Oriented Programming(OOP) yang kemudian dikembangkan menjadi
Object Oriented Design (OOD) dan pada akhirnya menjadi Object Oriented
Analysis (OOA). Didalam konsep objek oriented database kita dapat melakukan
pemodelan data dari semua fenomena dan dapat dinyatakan dalam bahasa umum
(natural). (Nugroho, 2005)
OODB muncul karena kerumitan dari penyimpanan objek-objek yang akan
disimpan didalam database sehingga konsep dari Relational Database
Management System (RDBMS) masih tetap digunakan. Mekanisme penyimpanan
objek-objek didalam Relational Database Management System ini sering dikenal
dengan istilah ORDBMS (Objek Relational Database Management System).
(Nugroho, 2005)
Beberapa keuntungan (benefit) yang diberikan apabila kita menggunakan
konsep dari object oriented database ketimbang menggunakan konsep terstruktur,
keuntungan-keuntungan itu diantaranya: context sistem yang kita bangun akan
memberikan informasi yang jelas, mengurangi biaya maintenance, komponen
sistem lebih independent artinya lebih mudah jika dilakukan perubahan dan
perawatan tanpa mengganggu kinerja komponen sistem yang lain, antara
pengguna dan pengembang dapat saling berkomunikasi sepanjang pembuatan
sistem karena sistem yang dibangun biasanya dilengkapi dengan beberapa
diagram (usecase diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram,
object diagram, dan lain-lain) dan visualisasi yang menjelaskan aktifitas-aktifitas
yang dilakukan, dengan object oriented lebih mencerminkan bagaimana kita dapat
170

menguraikan atau memecahkan sistem yang kompleks, mendukung semua


aplikasi. (Nugroho, 2005).
2.8.1 Object Oriented Database Management System (OODBMS)
Definisi Object Oriented Database Management System (OODBMS)
adalah:

“Perkawinan antara pemrogramman berorientasi objek dengan teknologi


basis data”.(Nugroho, 2005)

Basis data berorientasi objek memungkinkan pemanfaatan dari keunggulan


program berorientasi objek dibandingkan dengan basis data yang murni bersifat
relasional. Dengan mengkombinasi pemrogramman berorientasi objek dengan
teknologi basis data kita dapat mengembangkan aplikasi yang lebih terintegrasi.
(Nugroho, 2005)
OODBMS adalah perkawinan antara pemrogramman berorientasi objek
dengan teknologi basis data. Basis data berorientasi objek memungkinkan
pemanfaatan dari keunggulan program berorientasi objek dibandingkan dengan
basis data yang murni bersifat relasional. Dengan mengkombinasi pemrogramman
berorientasi objek dengan teknologi basis data kita dapat mengembangkan
aplikasi yang lebih terintegrasi. (Nugroho, 2005)
OODBMS mengembangkan basis data sedemikian rupa sehingga objek-
objek dapat disimpan secara permanen dan tetap ada setelah program berakhir
sehingga dapat dipanggil oleh aplikasi-aplikasi lain di kemudian hari serta dapat
dibagikan ke program-program (aplikasi-aplikasi) yang lain. (Nugroho, 2005)
Salah satu sasaran dari OODBMS adalah memelihara hubungan langsung
antara dunia nyata dengan objek-objek basis data sehingga objek-objek tidak
kehilangan integritas serta identitas mereka. OODBMS menyediakan sistem yang
secara unik membangkitkan identifikasi objek (OID-Object Identifier) untuk
setiap objek. (Nugroho, 2005).
171

2.9 Interaksi Manusia Komputer


Menurut Santosa (2004) definisi Interaksi Manusia Komputer adalah:

“Satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang mendesain, mengevaluasi dan


menerapkan (implementasi) interaksi antara manusia dan komputer, serta mengkaji
tentang komunikasi atau interaksi di antara pengguna dengan sistem”. (Santosa,
2004)

Prinsip kerja dalam sebuah sistem komputer adalah input, process, output.
Data masukan komputer dapat berupa angka atau karakter yang kemudian
diproses menjadi keluaran sesuai yang diharapkan oleh pengguna. Ketika
seseorang bekerja dengan sebuah komputer, maka ia akan melakukan interaksi
dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu. Cara yang umum digunakan
adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah pada komputer, dan komputer
menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan pada layar tampilan.
Dengan melalui masukan serta keluaran tersebut pengguna dan komputer saling
berinteraksi. (Santosa, 2004)
Dengan dikembangkannya antarmuka berbasis grafis yang dikenal dengan
istilah GUI (Graphical User Interface ) dapat memudahkan manusia dalam
mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik sesuai yang
diperlukan. Para perancang antarmuka manusia dengan komputer harus mampu
membuat sistem komputer yang mempunyai sifat ramah dengan pengguna
sehingga perancang harus mampu memahami aspek psikologi yang dimiliki oleh
pengguna, hal ini berhubungan dengan faktor manusia. Perancang sistem pun
harus mampu memilih teknik dialog interaktif agar komunikasi antara manusia
dengan komputer lebih mudah. (Santosa, 2004).
172

2.9.1 Strategi Pengembangan Antarmuka


Secara garis besar, menurut Santosa (2004) pengembangan bagian
antarmuka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
 Pengetahuan tentang mekanisme fungsi manusia sebagai pengguna komputer.
 Berbagai informasi yang berhubungan dengan karakteristik dialog yang cukup
lebar, sepeti ragam dialog, struktur, isi tekstual dan grafis, tanggapan waktu,
dan kecepatan tampilan.
 Penggunaan prototype yang didasarkan pada spesifikasi dialog formal yang di
susun secara bersama-sama antara (calon) pengguna dan perancang sistem,
serta peranti bantu yang mungkin dapat digunakan untuk mempercepat proses
pembuatan prototype.
 Teknik evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi hasil proses prototype
yang telah dilakukan, yaitu secara analitis berdasarkan pada analisis atas
transaksi dialog, secara empirik menggunakan uji coba pada sejumlah kasus,
umpan balik pengguna yang dapat dikerjakan dengan Tanya jawab maupun
kuesioner, dan beberapa analisis yang dikerjakan oleh ahli antarmuka.

2.9.2 Ragam Dialog


Berbagai teknik dialog interaktif yang memungkinkan terjadinya komuikasi
antara manusia dengan komputer pada saat sekarang ini bervariasi, dimulai dari
yang paling sederhana sampai dengan yang cukup canggih. Secara umum, ragam
dialog dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah
(Santosa, 2004):
 Dialog berbasis bahasa pemrogramman
Dialog ini merupakan ragam dialog yang memungkinkan pengguna untuk
mengemas sejumlah perintah ke dalam suatu bentuk berkas yang disebut
dengan batch file.

 Sistem menu
173

Sistem menu merupakan pilihan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan


dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah program aplikasi kepada pengguna.
Menu adalah daftar sejumlah pilihan dalam jumlah terbatas, yang biasanya
berupa kalimat atau kumpulan kata. Terdapat dua sistem menu, yaitu (Santosa,
2004):
- Sistem menu datar
Sistem menu datar adalah sistem menu yang menampilkan semua pilihan
secara lengkap.

PENGOLAHAN DATA AKADEMIS MAHASISWA


“STIMIK PERTIWI”

<A> Inisialisasi Berkas Mahasiswa <E> Mencetak Presensi Kuliah


<B> Inisialisasi Berkas Mata Kuliah <F> Mencetak Presensi Ujian
<C> Inisialisasi Berkas Nilai Ujian <G> Mencetak KRS
<D> Membuka Semua Berkas <H> Mencetak Nilai
Ujian

Gambar
Pilih salah satu: _2.43 Contoh Sistem Menu Datar (Santosa, 2004).

- Sistem menu tarik


Sistem ini adalah sistem menu yang menampilkan pilihan ke dalam
kelompok-kelompok tertentu yang berbasis pada hirarki pilihan (struktur
pohon pilihan).
174

SUBMENU

MENU UTAMA
(PILIHAN DENGAN
HIERARKI TERTINGGI)

SUB-SUBMENU

Gambar 2.44 Contoh Sistem Menu Tarik (Santosa, 2004)

- Dialog berbasis pengisian borang


Teknik dialog ini merupakan suatu penerapan langsung dari aktifitas
pengisian borang dalam kehidupan sehari-hari dimana pengguna akan
dihadapkan pada suatu bentuk borang yang ada pada layar komputer yang
digunakan.

Gambar 2.45 Contoh Dialog Berbasis Pengisian Borang


(Santosa, 2004)
175

- Antarmuka berbasis icon

Gambar 2.46 Antarmuka Berbasis Icon (Santosa, 2004)

2.10 Client Server


Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya
aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat
meminta data atau informasi dari server. Sistem client server didefinisikan sebagai
sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1. Service (Layanan)
 Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
 Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
 Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing Resources (sumber daya)
 Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi
akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical Protocol (protokol yang tidak simetris )
 Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu
menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu
secara pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi
 Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau
pada mesin yang berbeda melalui jaringan. Lokasi server harus mudah
diakses dari client.
176

5. Pesan berbasiskan komunikasi


 Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan
permintaan dan jawaban.
6. Pemisahan interface dan implementasi
 Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan
yang diterbitkan tidak berubah.

2.11 Unified Approach (UA)


Unified Approach dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang


menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan
menggunakan UML sebagai standar pemodelannya”. (Bahrami, 1999)

Unified Approach merupakan metode berorientasi objek yang


menggabungkan tahapan-tahapan yang ada di metode objek sebelumnya yang
telah dipopulerkan oleh Jacobson, Rumbaugh dan Booch. Tujuan dari
penggabungan ini tidak lain untuk mencari cara terbaik dalam pengembangan
sistem berorientasi objek. Dalam UA terdiri dari tahapan-tahapan Object
Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD). Metode ini
merupakan metode pendekatan yang mempunyai cara sistematis dalam
mengerjakan proses analisis dan perancangan serta mempunyai tujuan untuk
memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami
pekerjaan apa yang dilakukan oleh sistem melalui beberapa pemodelan.
Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas
yang terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output
di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu,
output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai
dengan kebutuhan user.
177

Tahap perancangan sistem dalam UA lebih menekankan pada perancangan


user interface yang didalam tahapannya akan dijelaskan bagaimana user
berinteraksi dengan sistem.
Identifikasi
Pengembangan Pengembang
Kelas,
Diagram Aktifitas an Diagram Pemeriksaan
relasi,atribut &
dan Use Case Interaksi
Method
Identifikasi User

Analisis Orientasi Objek


Konstruksi

Pengembangan Pendekatan lapisan


berbasis
komponen

Penyimpanan rancangan
Use Case, antarmuka,
pengalaman, susunan,
dokumentasi
Uji kelayakan dan
Kepuasan user
Memodelkan UML

Design Orientasi Objek


Implementasi
Merancang kelas, Merancang antarmuka, Uji kelayakan dan
rancangan axiom
atribut,metode, asosiasi lapisan akses dan Kepuasan user
dan strukture Merancang uml kelas prototipe Berdasarkan Use Case
diagram

Gambar 2.47 Tahap Analisis dan Desain Berorientasi Objek Dengan


Pendekatan Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan tahap analisis:


1. Identifikasi User/Actor
Pada tahap ini akan diidentifikasi siapa saja yang akan menggunakan sistem.
2. Pembuatan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case
Pada tahap ini akan digambarkan model aktivitas bisnis menggunakan
diagram aktifitas UML untuk menggambarkan segala sesuatu yang akan
dilakukan oleh user terhadap sistem.
3. Pembuatan Diagram Interaksi
Pada tahap ini akan ditentukan rangkaian diagram aktifitas sistem yang
sedang berjalan.
178

4. Mengidentifikasi Kelas-kelas
Pada tahap ini dilakukan proses identifikasi kelas-kelas, relationship, atribut
serta metode yang terdapat pada sistem.
5. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate)
Pada tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang
didasarkan pada tahap sebelumnya.

Keterangan tahap desain :


1. Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut
Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan
visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi.
2. Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram
Proses menyaring diagram kelas\ mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta
method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada
dengan activity diagram.
3. Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka
Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI)
berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.
4. Pengujian
Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan
pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih
terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

2.11.1 Object Oriented Analysis (OOA)


Unified Approach (UA) adalah sebuah metode pendekatan yang
mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis. Analisis adalah
proses menyaring kebutuhan sistem dan apa yang harus dilakukan sistem untuk
memenuhi kebutuhan aktor.
Tujuan dari analisis adalah untuk memahami inti permasalahan dan
tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh
179

sistem melalui beberapa pemodelan. Hasil akhir yang ingin dicapai dari tahap ini
adalah menghasilkan kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan.
Analisis berorientasi objek dengan pendekatan UA dari Ali Bahrami
digambarkan dalam bagan berikut :
Identifikasi
Pengembangan Pengembang
Kelas,
Diagram Aktifitas an Diagram Pemeriksaan
relasi,atribut &
dan Use Case Interaksi
Method
Identifikasi Aktor

Gambar 2.48 Tahapan Analisis Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan :
 Identifikasi Aktor :
Identifikasi aktor adalah tahap pertama dalam OOA. Istilah aktor
merepresentasikan peran dari seorang aktor terhadap sistem. Kandidat aktor
dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem.
 Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case
Pada tahap ini akan digambarkan model aktivitas bisnis menggunakan
diagram aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram
aktifitas akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur
kerja sistem yang ada, dapat dilakukan pemodelan diagram use case untuk
menggambarkan interkasi aktor terhadap sistem.
 Pengembangan Diagram Interaksi
Salah satu dari diagram interaksi adalah sequence diagram. Sequence
diagram adalah suatu model untuk menggambarkan interaksi antar objek
dalam sistem. Interaksi yang dilakukan oleh objek-objek tersebut dilakukan
dengan cara satu objek mengirimkan pesan (message) kepada objek lain.
Objek-objek yang teridentifikasi dari sequence diagram ini akan dijadikan
referensi untuk kelas.
 Identifikasi Kelas
180

Dari sequence diagram akan terlihat objek-objek apa saja yang ada dalam
sistem. Dari objek-objek tersebut dilakukkan identifikasi kelas-kelas,
relationship, atribut serta metode-metode yang digunakan pada setiap kelas.

 Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate)


Dalam tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang
didasarkan pada tahap sebelumnya.

2.11.2 Object Oriented Design (OOD)


Perancangan sistem dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis
sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang jelas guna
mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi. Pada
tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan
informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat
berinteraksi dengan sistem.
Berikut adalah tahapan-tahapan pada OOD:
Perancangan Kelas, Perancangan
Menyaring layer akses
metode,atribut dan UML Class Pengujian
asosiasi dan layer
Diagram Antarmuka

Gambar 2.49 Tahap Perancangan Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan :
 Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut
Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan
visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi. Di tahap ini
apabila ada kelas, atribut, method yang sekiranya perlu ada maka dilakukan
penambahan.
 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram
Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta
method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada
dengan activity diagram. Dari activity diagram yang telah dirancang bisa
181

membantu pengembang sistem selama pembuatan perangkat lunak terutama


respon serta alur kerja pengoperasian sistem.

 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka


Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI)
berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. Layer
Akses adalah layer yang menjadi media penterjemah kebutuhan user terhadap
sistem dan respon sistem terhadap kebutuhan user. Layer Antarmuka adalah
layer dimana user akan berkomunikasi terhadap sistem melalui suatu
interface.
 Pengujian
Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan
pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih
terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

2.12 Software Pendukung


Software-software pendukung yang digunakan pada Sistem Informasi
Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN 1 Garut diantaranya;
2.12.1 Microsoft SQL Server 2000
SQL Server adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang
dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. SQL Server memberikan
keuntungan untuk Client dan Server. Adapun keunggulan untuk Client adalah
sebagai berikut (Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004):
- Mudah digunakan
- Mendukung berbagai perangkat keras
- Mendukung berbagai aplikasi perangkat lunak
- Biasa untuk digunakan

Sedangkan keuntungan untuk Server adalah (Marcus, Prijono dan Widiadhi,


2004):
182

- Dapat diandalkan (Reliable)


- Toleransi kesalahan (Fault Tolerant)
- Performa tinggi dalam perangkat keras (High-performance Hardware)
- Penguncian canggih (Sophisticated Locking)
- Konkurensi (Concurrent)
Untuk membuat tabel pada SQL Server maka diawali dengan membuka
Enterprise Manager yang tersedia pada SQL Server 2000 . Kemudian membuat
database baru dengan memilih new database dan membuat tabel-tabel yang akan
digunakan. Berikut adalah tampilan yang tersedia pada SQL Server 2000.

Gambar 2.50 Tampilan Enterprise Manager


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)
183

Gambar 2.51 Tampilan Pembuatan Database dan Tabel


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.52 Tampilan Pengisian Atribut pada Tabel


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)
184

Gambar 2.53 Tampilan Pembuatan Diagram untuk Database


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.54 Tampilan Pemilihan Tabel Untuk Diagram Database


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)
185

Gambar 2.55 Tampilan Diagram Database


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

Gambar 2.56 Tampilan SQL Query Analyzer


(Marcus, Prijono dan Widiadhi, 2004)

2.12.2 Delphi 7.0


186

Delphi merupakan sebuah pieranti pengembangan aplikasi berbasis


Windows yang dikeluarkan oleh Borland International. Pada penanganan
database. Delphi menyediakan fasilitas yang memungkinkan seperti dBase,
Paradox, Oracle, MySQL, SQL Server dan Access. Berikut adalah tampilan yang
terdapat pada Delphi 7.

Gambar 2.57 Tampilan Awal Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.58 Tampilan Menu Delphi 7 (Kadir, 2005)


187

Gambar 2.59 Tampilan Object Inspector Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.60 Tampilan Object TreeView Delphi 7 (Kadir, 2005)

Gambar 2.61 Tampilan Form Delphi 7 (Kadir, 2005)


188

Gambar 2.62 Tampilan Code Editor Delphi 7 (Kadir, 2005)

2.12.3 Enterprise Architect 7.5


Enterprise Architect (EA) adalah suatu tool Computer Aided Software
Engineering (CASE) untuk merancang dan mengembangkan software system,
pemodelan bisnis proses dan pemodelan lainnya. Enterprise Architect (EA)
dirancang berdasarkan spesifikasi UML 2.1, yang mana menggunakan bahasa
visual dalam setiap bagian perancangan sistem. Enterprise Architect (EA) tersedia
dalam 3 versi yaitu : Corporate, Professional dan Desktop, setiap versi memiliki
fasilitas yang berbeda.

Gambar 2.63 Tampilan Utama Enterprise Architect 7.5


189

(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.64 Tampilan ToolBox Enterprise Architect 7.5


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.65 Tampilan Project Browser Enterprise Architect 7.5


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
190

Gambar 2.66 Tampilan Workspace Toolbar Enterprise Architect 7.5


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Adapun elemen-elemen yang tersedia pada Enterprise Architect 7.5 untuk


membuat pemodelan UML adalah sebagai berikut.

Gambar 2.67 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Activity Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
191

Gambar 2.68 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Use Case Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.69 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Sequence Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.70 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Communication Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
192

Gambar 2.71 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Timing Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.72 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Class Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
193

Gambar 2.73 Tampilan Elemen untuk Pemodelan


Interaction OverviewDiagram
(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.74 Tampilan Elemen untuk Pemodelan State Machine Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.75 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Package Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
194

Gambar 2.76 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Object Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.77 Tampilan Elemen untuk Pemodelan


Composite Structure Diagram
(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)
195

Gambar 2.78 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Component Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Gambar 2.79 Tampilan Elemen untuk Pemodelan Deployment Diagram


(http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf)

Kelebihan-kelebihan Sparx Systems' Enterprise Architect (EA) yaitu :


 Komprehensif dengan pemodelan UML
 Memiliki fasilitas untuk pemodelan Requirements Management
 Dapat berkolaborasi dengan aplikasi Java dan .Net
 Mendukung proyek management termasuk sumberdaya, metrics dan testing
 Mendukung testing : test case, Junit dan Nunit.
196

 Pemilihan dokumentasi lebih flexibel dengan mengikuti standar HTML dan


penulisan dalam format RTF
 Fasilitas pemodelan yang Extendable dimana setiap pengguna dapat
menentukan profil dan teknologi yang digunakan pada sistem
 Usability
 Scalability dimana Enterprise Architect (EA) dapat digunakan untuk
memodelkan sistem skala kecil maupun besar.
197

BAB III
ANALISIS SISTEM

3.1 Kondisi Objektif MAN I Garut


Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Garut berasal dari Sekolah Persiapan
IAIN Sunan Gunung Djati cabang Garut yang didirikan pada Tanggal 1 Juli 1968
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 17/ tahun 1978.

3.1.1 Visi MAN I Garut


Visi dari MAN I Garut adalah terwujudnya madrasah yang mandiri, aktif,
kreatif dan inovatif.

3.1.2 Misi MAN I Garut


Misi MAN I Garut adalah sebagai berikut:
- Membina insan beriman, bertaqwa, cerdas, terampil, serta berakhlaqul
karimah melalui keteladanan aktifitas kependidikan.
- Mendorong terciptanya lingkungan yang islami sebagai perwujudan amar
ma’ruf nahi munkar.
- Mengikut sertakan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas
pendidikan.

3.2 Proses Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN I Garut


Ditinjau dari berbagai sudut pandang, pendidikan merupakan suatu
kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dari sudut pandang
Agama Islam mengikuti pendidikan dalam arti mencari ilmu itu adalah wajib bagi
setiap orang.
198

Madrasah Aliyah Negeri I Garut (MAN I Garut) merupakan lembaga


bercirikan Islam atau SMA Plus yang ada di lingkungan Departemen Agama,
dengan berupaya sekuat tenaga untuk menyelenggarakan pendidikan sebaik-
baiknya.
3.2.1 Tujuan Proses PPDB di MAN I Garut
Tujuan dari Proses PPDB MAN I Garut adalah sebagai berikut:
- Terselenggaranya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN I Garut.
- Dapat memperoleh Calon Peserta Didik Baru yang berpotensial dalam
berbagai segi.
- Dapat mengetahui profil Peserta Didik Baru yang diharapkan sehingga
memberikan tambahan data untuk mendukung terlaksananya proses
pendidikan yang baik.

3.2.2 Landasan Penyelenggaraan PPDB di MAN I Garut


Penyelenggaraan PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk
satuan pendidikan dasar dan menengah, untuk pedoman pelaksanaannya
ditentukan oleh Kepala Kementrian Agama Provinsi.

3.2.3 Ruang Lingkup PPDB MAN I Garut


Ruang lingkup proses penerimaan Peserta Didik Baru MAN I Garut
adalah:
- Menetapkan panitia untuk proses Penerimaan Peserta Didik Baru
- Mempersiapkan kelengkapan administrasi untuk panitia
- Melakukan proses pendaftaran calon peserta didik
- Memeriksa kelengkapan persyaratan calon peserta didik
- Memberikan serangkaian tes kepada calon peserta didik
- Melakukan penyeleksian berdasarkan hasil tes yang sudah dilaksanakan
199

- Melakukan proses daftar ulang bagi calon peserta didik yang telah dinyatakan
lulus
- Melaksanakan pembagian kelas berdasarkan calon peserta didik yang
melakukan daftar ulang.
200

3.2.4 Struktur Panitia PPDB MAN I Garut

Struktur Panitia PPDB MAN I Garut Periode 2010 – 2011


PENANGGUNG JAWAB

DRS.H.HAWASI M.Pd.I

KEPALA TATA USAHA /ADMINISTRASI KETUA KEUANGAN / REGISTRASI

JAMILAH HERYATI, S.Pd.I Dra. HERA SRI MUDZAKIR, M.Pd. KOMITE MAN I GARUT

SEKRETARIS BENDAHARA

DRS. TANTO JAUHARI RUTI RINA KANTI

BAGIAN PENILAIAN TES BAGIAN PENDAFTARAN

TES PU SMP TES PU MTs PENDAFTARAN SMP

DAIS HAMIDAH, S.Pd. AI SUPIATI, S.Ag. ARI WINARTI, S.Pd.

TES BTQ SMP TES BTQ MTs PENDAFTARAN MTs

DRS. IHSAN ANWARI DRS. AWIT SUMA H. DRA. EKA N, M.M.Pd.

TES PSIKOTES / TES PSIKOTES / SELEKSI PERSYARATAN


WAWANCARA SMP WAWANCARA MTs
DRS. H. DADANG H, M.Pfis DRS. SYARIF A, M.Pmat HAJAR MARTINI
201

Gambar 3.1 Struktur Panitia PPDB MAN I Garut


202

3.2.5 Tugas Pokok dan Fungsi


Panitia untuk proses PPDB MAN I Garut ini terdiri atas Kepala MAN I
Garut yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kelangsungan proses
PPDB, dan dalam pelaksanaan tugasnya Kepala MAN I Garut dibantu oleh Tata
Usaha yang memenuhi kebutuhan administrasi pada proses PPDB dan mengawasi
berjalannya PPDB MAN I Garut, Kepala MAN I Garut juga dibantu oleh komite
MAN I Garut yang memenuhi kebutuhan keuangan untuk proses PPDB serta
registrasi (daftar ulang). Sedangkan panitia PPDB tersebut terdiri dari: Ketua
Panitia PPDB MAN I Garut, Sekretaris, Bendahara, Bagian Penilaian Tes, Bagian
Pendaftaran Calon Peserta Didik.
Tugas pokok dan tanggung jawab dari panitia PPDB MAN I Garut
adalah sebagai berikut :
1. Ketua Panitia PPDB MAN I Garut
a. Menyusun perencanaan / strategi program kerja proses PPDB secara
efektif.
b. Menyelenggrarakan dan memimpin rapat antar intern personil.
c. Melakukan kordinasi dengan pihak Dewan Madrasah Kepala Tata Usaha,
Komite MAN I Garut dan pihak lain yang terkait dengan PPDB MAN I
Garut.
d. Mengkoordinasikan kegiatan atau fungsi antar personil
e. Mengkoordinasikan kebutuhan administrasi
f. Menangani masalah-masalah yang timbul
g. Mengatur dan menyusun tugas personil yang ada
h. Bersama-sama panitia PPDB untuk menyusun laporan aktivitas proses
PPDB setiap periodenya.

2. Sekretaris
a. Mengarsipkan dan mengamankan surat atau dokumen penting yang
berkaitan dengan proses PPDB.
b. Bersama-sama ketua panitia PPDB untuk menyusun laporan aktivitas
proses PPDB setiap periodenya.
203

3. Bendahara
a. Menerima dan mengamankan distribusi dana untuk proses PPDB MAN I
Garut.
b. Mengkordinasikan perencanaan kebutuhan keuangan untuk proses PPDB.
c. Melakukan kordinasi dengan ketua panitia bila ada hambatan dalam
keuangan selama proses PPDB.

4. Bagian Penilaian Tes


a. Mengawasi tes tertulis pengetahuan umum SMP dan MTs serta melakukan
penilaian.
b. Mengawasi tes baca tulis Al-Qur’an untuk SMP dan MTs serta melakukan
penilaian.
c. Melakukan psikotes dengan mewawancarai orang tua / wali calon peserta
didik.
d. Menyerahkan nilai calon peserta didik yang telah ditandatangani oleh
Ketua Panitia PPDB kepada sekretaris.

5. Bagian Pendaftaran
a. Melakukan pencatatan pendaftaran calon peserta didik yang berasal dari
SMP dan MTs.
b. Melakukan seleksi kelengkapan persyaratan pendaftaran calon peserta
didik.
c. Memberikan daftar calon peserta didik yang lulus administrasi yang telah
ditandatangani oleh Ketua Panitia PPDB kepada sekretaris.

3.3 Batasan Sistem Secara Fungsional


Batasan sistem secara fungsional terbagi pada dua fungsi yaitu fungsi
substantif dan fungsi fasilitatif.
204

3.3.1 Fungsi Substantif


PPDB MAN I Garut merupakan suatu proses administrasi yang terjadi
setiap tahun untuk seleksi calon peserta didik berdasarkan nilai akademik agar
dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Penyelenggaraan
PPDB di MAN berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
41 Tahun 2007 mengenai standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah, untuk pedoman pelaksanaannya ditentukan oleh Kepala Kementrian
Agama Provinsi. Salah satu ketentuan umum pada pedoman penyelenggaraan
PPDB adalah tiap jenjang dan jenis madrasah hanya boleh menerima peserta didik
sesuai dengan kemampuan dan daya tampungnya, jika peminat / pendaftar
melibihi daya tampung, maka wajib dilakukan seleksi.
Dengan adanya ketentuan tersebut maka dalam melakukan penyaringan
calon peserta didik memerlukan ketelitian dalam melakukan pencatatan data calon
peserta didik, penilaian tes calon peserta didik serta membuat keputusan calon
peserta didik yang akan diterima. Untuk pembatasan sistem pada SI Penerimaan
Peserta Didik Baru yang akan dirancang yaitu dibatasi sampai adanya keputusan
calon peserta didik yang lulus seleksi tanpa adanya pencatatan registrasi/daftar
ulang dan tanpa adanya pembagian kelas untuk calon peserta didik yang telah
lulus.

3.3.2 Fungsi Fasilitatif


Fungsi fasilitatif menggambarkan kelompok kegiatan

pendukung dari sistem informasi PPDB. Adapun perangkat

kegiatan pendukung tersebut meliputi:

1. Kepala Madrasah yang bertanggung jawab secara keseluruhan


terhadap proses penerimaan Peserta Didik Baru di MAN I Garut.
2. Kepala Tata Usaha yang bertugas mengawasi serta memenuhi
kebutuhan administrasi selama proses penerimaan Peserta Didik Baru.
205

3. Komite MAN I Garut yang bertugas mengawasi serta membantu


kelancaran proses penerimaan Peserta Didik Baru dalam hal
keuangan.
4. Sekretaris yang bertugas mengamankan dokumen-dokumen penting
serta melakukan pembuatan laporan yang dibantu oleh seluruh panitia
penerimaan Peserta Didik Baru.
5. Bendahara yang bertugas menjalankan kegiatan-kegiatan keuangan
yang berhubungan dengan proses penerimaan Peserta Didik Baru.
6. Bagian Penilaian Tes yang mengawasi selama tes penerimaan
Peserta Didik Baru berlangsung dan melakukan penilaian terhadap tes
yang dikerjakan oleh calon peserta didik.
7. Bagian Pendaftaran yang menangani proses-proses (pencatatan
transaksi dan seleksi) pada saat calon peserta didik melakukan
pendaftaran.
8. Seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerimaan Peserta Didik
Baru MAN I Garut.

3.4 Tujuan Sistem Yang Akan Di Bangun


Dalam menentukan tujuan sistem yang akan dirancang harus sesuai
dengan yang diinginkan user yaitu dengan maksud untuk mengakomodasi proses
yang ada untuk penerimaan Peserta Didik Baru. Kegunaan dari sistem informasi
yang akan dirancang ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi panitia,
dan dalam perancangan interface-nya penulis menggunakan software Delphi 7
dan perancangan database-nya menggunakan SQL Server 2000 dengan harapan
mampu memberikan kontribusi bagi MAN I Garut dalam proses penerimaan
Peserta Didik Baru serta memberikan informasi yang berkualitas, tepat waktu,
relevan, akurat dan lengkap.
206

3.5 Standar Operasional Prosedur (SOP)


Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dalam pekerjaannya memiliki
Standar Operasional Prosedur.
3.5.1 SOP Pendaftaran Calon Peserta Didik
a. Tujuan :
Melakukan pencatatan data calon peserta didik yang memenuhi
persyaratan.

b. Ruang Lingkup :
Kegiatan ini dimulai dari pengisian formulir pendaftaran dan
penyerahan kelengkapan persyaratan yang telah ditentukan dan akan
diproses oleh panitia bagian pendaftaran. Kemudian akan diajukan
kepada panitia bagian penilaian tes untuk dapat melaksanakan tes.

c. Acuan :
Peraturan PPDB MAN I Garut.

d. Sarana :
Komputer, Alat Tulis

e. Prosedur :
 Calon Peserta Didik datang ke sekolah dengan membawa
kelengkapan persyaratan pendaftaran untuk melakukan
207

pendaftaran. Adapun syarat-syarat pendaftaran tersebut


adalah :
- Fotocopy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) 2 rangkap
- Surat Keterangan Hasil Ujian ( SKHU ) asli dan fotocopy
yang dilegalisir 1 rangkap
- Surat Keterangan Kelakuan Baik dari sekolah 1 lembar
- Raport Sekolah
- Pas photo ukuran 3x4, 2buah
- Fotocopy akte kelahiran
- Map hijau untuk calon peserta didik dari MTs
- Map kuning untuk calon peserta didik dari SMP.
 Calon Peserta Didik mengisi Form Pendaftaran.
Yang harus diisi dalam formulir tersebut adalah:

- Identitas calon peserta didik (nama lengkap, tempat tanggal


lahir, jenis kelamin, anak ke, asal sekolah, alamat sekolah,
lulusan tahun, jumlah SKHUN, alamat (jalan/no.rumah,
kampung/ RT/ RW, desa/ kelurahan, kecamatan),
penanggung jawab biaya sekolah)
- Identitas orang tua/wali (nama orang tua/wali, tempat/tanggal
lahir, pendidikan terakhir, pekerjaan tetap, alamat)
 Calon Peserta Didik memberikan formulir pendaftaran dan
kelengkapan persyaratan pendaftaran kepada Bagian
Pendaftaran.
 Bagian Pendaftaran menerima syarat-syarat pendaftaran dari
Calon Peserta Didik.
 Bagian pendaftaran mengecek kebenaran data yang
dimasukkan, apakah sesuai dengan berkas-berkas pada
syarat-syarat pendaftaran dan mencatat data calon peserta
didik. Bagian Pendaftaran memberikan kartu pendaftaran
208

kepada Calon Peserta Didik dan syarat-syarat pendaftaran


kepada Calon Peserta Didik.
 Calon peserta didik menerima kartu pendaftaran dan
persyaratan tertentu yang harus dikembalikan kepada calon
peserta didik.
 Bagian pendaftaran membuat laporan-laporan untuk
diserahkan dan dimintakan tanda tangan kepada Ketua
Panitia PPDB (Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru).
Adapun laporan-laporan tersebut diantaranya :
- Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru.
- Jurnal Pendaftaran.
 Ketua Panitia PPDB menerima dan menandatangani laporan-
laporan dari Bagian Pendaftaran yang diantaranya :
- Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru.
- Jurnal Pendaftaran.
 Ketua Panitia PPDB menyerahkan Laporan Pendaftaran
Peserta Didik Baru dan Jurnal Pendaftaran yang telah
ditandatangani, kepada Bagian Pendaftaran.
 Bagian pendaftaran menerima Laporan Pendaftaran Peserta
Didik Baru dan Jurnal Pendaftaran yang telah ditandatangani
oleh Ketua Panitia PPDB untuk diarsip.
209

f. Alur Kerja:
210

CALON PESERTA DIDIK BAGIAN PENDAFTARAN KETUA PANITIA PPDB

Mulai

1
1 1
2 2
3 2 Lap.Pendaftrn
FC STTB 3 Peserta Didik
FC STTB Baru
SKHU
SKHU
1
Lampiran
Formulir 2
Jurnal
Bersama photo Pendaftaran
Bersama photo

Menyerahkan syarat
pendaftaran Mengecek syarat
pendaftaran
Menerima dan
Bersama uang menandatangani
dan photo
1
2
1
3
2 1
FC STTB 2
3 Lap.Pendaftrn
SKHU
FC STTB Peserta Didik
Formulir Baru
SKHU
KD
1
2
1 Jurnal
Pendaftaran
2
3
FC STTB 1
SKHU 2
3
Lampiran
FC STTB
KD SKHU
Lampiran

Menerima
persyaratan
dan KD
Mengecek data calon
peserta didik, membuat
laporan-laporan
1
2
3
FC STTB 1
SKHU 2
Lampiran 3
FC STTB
KD SKHU
Lampiran
1 KETERANGAN
2
Lap.Pendaftrn
Peserta FC STTB : Fotocopy Surat
DidikBaru Tanda Tamat Belajar
1
2
SKHU : Surat Keterangan hasil
Jurnal
Ujian
Pendaftaran

KD : Kartu Pendaftaran

2
Lap.Pendaftrn
Peserta Didik
Baru
2
Jurnal
Pendaftaran

Selesai

Gambar 3.2 Alur Kerja Pendaftaran Calon Peserta Didik

3.5.2 SOP Penyaringan / Seleksi Calon Peserta Didik


211

a. Tujuan :
Menentukan calon peserta didik yang telah lulus berdasarkan hasil tes
yang dilaksanakan.

b. Ruang Lingkup :
Kegiatan dimulai dari penilaian tes oleh bagian penilaian sehingga ada
keputusan calon peserta didik yang lulus untuk diberikan surat
pemberitahuan.

c. Acuan :
Peraturan PPDB MAN I Garut.

d. Sarana :
Alat Tulis, Komputer

e. Prosedur :
 Dari Laporan Pendaftaran Peserta Didik Baru, maka calon peserta
didik yang mendaftar dilakukan proses seleksi penyaringan
peringkat nilai. Seleksi dilaksanakan langsung pada waktu calon
peserta didik mendaftar dengan tujuan untuk mendapatkan calon
Peserta Didik yang berpotensi.
Adapun materi yang diseleksikan adalah sebagai berikut:
- Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
Tes BTQ ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan membaca
Al-Qur’an calon peserta didik karena kemampuan ini dipandang
berperan dalam mendukung kelancaran pemberian materi
Pendidikan Agama Islam.
212

Skala Penilaian BTQ adalah:

Tabel 3.1 Skala Penilaian Baca Tulis A-Qur’an


Kemampuan Membaca Skala Nilai
Sangat Baik > 80
Baik 70
Cukup 60
Kurang 50
Sangat Kurang < 40

- Tes Tulis
Untuk mendukung data-data penilaian maka panitia mengambil
kebijakan melaksanakan tes tulis mata pelajaran yang meliputi
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia,
Biologi sebanyak 20 soal dengan waktu 60 menit, yang dibagi
dalam 4 paket yaitu A, B, C, dan D. Pembuatan soal tersebut
dilaksanakan oleh guru-guru mata pelajaran yang bersesuaian
di bidangnya dengan acuan silabus SMP / MTs.
Penilaian dilakukan dengan rumus:
Jumlah Jawaban Benar
Nilai = x 100
20

Penilaian akhir untuk calon peserta didik adalah dengan ketentuan


berikut ini:
- Nilai rata-rata dari test baca tulis Al-Qur’an dan tes tulis bobot
nilai 5
- Nilai UAS SMP dan MTs dikali bobot nilai 2
213

 Mata pelajaran UAS SMP ada 5 meliputi: Agama, PPKn,


Pengetahuan Ilmu Sosial, TIK dan Bahasa Sunda.
 Mata pelajaran UAS MTs ada 9 meliputi: Qur’an Hadits,
Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, Fiqih, SKI, PPKn, Ilmu
Pengetahuan Alam, TIK, dan Bahasa Sunda.
- Nilai UN SMP dan MTs dikali bobot nilai 1

Sehingga nilai akhir calon peserta didik:


UN + UM + 2 x Agama + Umum
NA =
6
Selain nilai, dipertimbangkan pula kelengkapan raport dari
semester 1 sampai 6.

 Berbagai komponen hasil seleksi diolah dan dimasukkan pada


format penilaian, kemudian dijumlah dan dirata-ratakan, kemudian
dirangking/diurutkan berdasarkan data nilai akhir dari nilai urutan
terbesar sampai terkecil. Kemudian hasilnya akan diserahkan
kepada Ketua Panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).
Adapun Laporan-laporan tersebut diantaranya :
- Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru sebanyak 2
rangkap.
- Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi sebanyak 3 rangkap.
 Ketua Panitia PPDB menerima dan menandatangani laporan-
laporan dari Bagian Penilaian yang diantaranya :
- Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta Didik Baru sebanyak 2
rangkap.
- Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi sebanyak 3 rangkap.
214

 Ketua Panitia PPDB menyerahkan Laporan Hasil Seleksi Calon


Peserta Didik Baru dan Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi kepada
Bagian Penilaian
 Bagian Penilaian menerima Laporan Hasil Seleksi Calon Peserta
Didik Baru dan Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi masing-masing 1
rangkap yang telah ditanda tangani oleh Ketua Panitia PPDB untuk
diarsip.
 Bagian Penilaian menyerahkan Surat Hasil Seleksi kepada Calon
Peserta Didik.
 Calon Peserta Didik menerima Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi
dari Bagian Penilaian. Apabila dinyatakan diterima maka diminta
untuk melakukan registrasi dan apabila tidak diterima maka
mengambil berkas dan syarat pendaftaran yang telah dikumpulkan.

f. Alur Kerja:
215

CALON PESERTA DIDIK BAGIAN PENILAIAN KETUA PANITIA PPDB

Hasil Tes 1
Mulai 2
Lap. Hasil Seleksi
Calon Peserta Didik
Baru
KD Proses Seleksi Nilai 1
dan Posting Status
Peserta Didik serta 2
pembuatan laporan-
Melakukan laporan 3
tes Surat Pemberitahuan
penyaringan Hasil Seleksi

Lap. Pendaftran
Peserta Didik Baru
Hasil Tes 1 Menerima dan
2 Menandatangani
Lap. Hasil Seleksi
Calon Peserta Didik
Baru
1
1 2
2 Lap. Hasil Seleksi
Calon Peserta Didik
3 Baru
3 Surat Pemberitahuan
Hasil Seleksi 1
Surat Pemberitahuan
Hasil Seleksi 2
3
Surat Pemberitahuan
Hasil Seleksi

Tidak
Seleksi
1
Lap. Hasil Seleksi
Calon Peserta Didik
Baru
Ya
2

Mengambil 3
Melakukan
Berkas Surat Pemberitahuan
Registrasi
Pendaftaran Hasil Seleksi KETERANGAN
FC STTB : Fotocopy Surat Tanda Tamat Belajar

Selesai SKHU : Surat Keterangan Hasil Ujian

KD : Kartu Pendafataran

Gambar 3.3 Alur Kerja Penyaringan / Seleksi Calon Peserta Didik

3.6 Analisis Sistem Informasi PPDB


Pada tahap analisis ini dilakukan beberapa langkah identifikasi dengan
metodologi object oriented menggunakan langkah-langkah yang terdapat pada
Unified Approach (Bahrami, 1999) dengan tujuan untuk mengetahui kinerja
sistem penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tahapan dari analisis tersebut
terdiri dari:

Identifikasi
Pengembangan Pengembang
Kelas,
Diagram Aktifitas an Diagram Pemeriksaan
relasi,atribut &
dan Use Case Interaksi
Method
Identifikasi Aktor
216

Gambar 3.4 Tahap Analisis Unified Approach (Bahrami, 1999)

3.6.1 Identifikasi Aktor


Melalui kegiatan interview dan observasi dalam melihat bisnis proses PPDB
yang sedang berjalan di MAN I Garut maka proses identifikasi aktor didapatkan
berdasarkan siapa saja yang akan menggunakan dan mempengaruhi sistem.
Aktor yang diidentifikasi dikategorikan pada empat macam tipe aktor (Whitten
dkk, 2004):
1. Primary Business Actor / Pelaku Bisnis Utama (PBA)
Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor PBA adalah calon
peserta didik karena merupakan aktor utama yang mendapatkan
keuntungan dari pelaksanaan use case dengan menerima nilai yang terukur
atau terobservasi.
2. Primary System Actor / Pelaku Sistem Utama (PSA)
Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor PSA adalah panitia
bagian penilaian dan panitia bagian pendaftaran karena merupakan aktor
yang secara langsung berhadapan dengan sistem untuk memicu kegiatan
sistem dan berinteraksi langsung dengan aktor PBA untuk menggunakan
sistem aktual.
3. External Server Actor/ Pelaku Server Eksternal (ESA)
Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor ESA adalah Ketua
Panitia PPDB, Bendahara, Sekretaris, Komite MAN I Garut dan Kepala Tata
Usaha. Aktor tersebut yang melayani kebutuhan pengguna use case.
4. External Receiving Actor / Pelaku Penerima Eksternal (ERA)
217

Dari penelitian yang dilakukan pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta


Didik Baru (PPDB) ini yang termasuk pada tipe aktor ERA adalah Kepala MAN
I Garut karena merupakan aktor yang menerima nilai yang terukur atau
teramati (output) dari use case.

Adapun beberapa aktor yang dapat diidentifikasi pada Sistem PPDB di MAN I
Garut adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor


Tipe
No. Aktor Aktivitas Aktor Keuntungan
obj ect Use...
Aktor
1. PSA  Melakukan login sebagai bagian  Menerima kelengkapan
pendaftaran persyaratan dari calon

Panitia Bagian  Memberikan formulir pendaftaran peserta didik

Pendaftaran kepada calon peserta didik  Menerima formulir


 Melakukan pemeriksaan pendaftaran yang telah diisi
kelengkapan persyaratan calon peserta didik
pendaftaran calon peserta didik  Menerima laporan
 Melakukan input data pendaftaran pendaftaran yang telah
 Memberikan kartu pendaftaran ditandatangani Ketua
kepada calon peserta didik yang Panitia PPDB MAN I Garut.
lulus persyaratan
 Membuat laporan mengenai
pendaftaran PPDB

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)


Tipe
No. Aktor Aktivitas Aktor Keuntungan
Aktor
218

obj ect Use...

2. PSA  Melakukan login sebagai bagian  Menerima kartu


penilaian pendaftaran calon peserta

Panitia Bagian  Memeriksa kartu pendaftaran didik

Penilaian calon peserta didik  Menerima laporan calon


 Melakukan pengawasan terhadap peserta didik yang telah
calon peserta didik selama tes ditandatangani oleh Ketua
 Melakukan penilaian akhir Panitia PPDB MAN I Garut
terhadap tes yang telah
dilaksanakan oleh calon peserta
didik
 Membuat laporan calon peserta
obj ect Use...
didik yang lulus tes
3. PBA  Mengisi formulir pendaftaran.  Menerima formulir
 Memberikan kelengkapan pendaftaran

Calon Peserta persyaratan pendaftaran  Menerima keputusan

Didik  Memperlihatkan kartu pendaftaran kelulusan administrasi


 Melakukan serangkaian tes  Menerima kartu
 Melakukan registrasi (daftar ulang) pendaftaran
 Menerima surat
pemberitahuan
obj ect Use...
 Menerima nota registrasi
4. ESA  Mengelola keuangan PPDB MAN I  Menerima pengajuan dana
Garut ATK PPDB

Bendahara  Memenuhi kebutuhan dana PPDB


yang bersangkutan dengan ATK
219

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)


Tipe
No. Aktor Aktivitas Aktor Keuntungan
obj ect Use...
Aktor
5. ESA  Memenuhi kebutuhan panitia  Menerima berkas-berkas
mengenai pengelolaan PPDB di penting atau laporan PPDB

Sekretaris MAN I Garut dari Panitia MAN I Garut


 Membuat laporan keseluruhan
obj ect Use...
mengenai PPDB di MAN I Garut
6. ESA  Mengawasi proses penerimaan  Menerima pengajuan
Peserta Didik Baru di MAN I Garut keuangan untuk PPDB MAN

Komite MAN I  Memenuhi kebutuhan keuangan I Garut

Garut PPDB MAN I Garut  Menerima registrasi calon


 Mengelola data registrasi calon peserta didik yang lulus tes
peserta didik
 Menetapkan hasil akhir calon
peserta didik yang diterima di MAN
obj ect Use...
I Garut
7. ESA  Mengawasi proses penerimaan  Menerima pengajuan
Peserta Didik Baru di MAN I Garut bantuan administrasi (Surat-

Kepala Tata  Memenuhi kebutuhan administrasi surat)

Usaha MAN I PPDB MAN I Garut

Garut
220

Tabel 3.2 Identifikasi Aktor (Lanjutan)


Tipe
No. Aktor Aktivitas Aktor Keuntungan
obj ect Use...
Aktor
8. ESA  Mengawasi proses penerimaan  Menerima laporan
Peserta Didik Baru di MAN I Garut keseluruhan proses PPDB di

Ketua Panitia  Membuat keputusan-keputusan MAN I Garut dari sekretaris

PPDB MAN I mengenai pengajuan PPDB dari PPDB

Garut bagian pendaftaran atau penilaian.

obj ect Use...

9.. ERA  Mempertanggungjawabkan hasil  Menerima laporan


proses penerimaan Peserta Didik keseluruhan mengenai
Baru di MAN I Garut proses penerimaan Peserta
Kepala
Didik Baru dari Ketua Panitia
MAN I Garut
PPDB MAN I Garut.

Dari tabel identifikasi aktor diatas, maka dapat dilihat aktor yang terlibat
pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru. Tabel tersebut juga
menjelaskan aktifitas yang dilakukan oleh masing-masing aktor beserta
keuntungan yang didapatnya. Serta dapat diketahui perbedaan antara user dan
aktor (Bahrami, 1999), seperti pada gambar berikut.
221

Dapat Memainkan Melakukan


USER AKTOR USE CASE
Peranan Dari

Melakukan
Calon Peserta Primary Bussiness
Pendaftaran dan
Didik Actor
Tes

Pengelolaan
Bagian Primary System
Pendaftaran dan
Pendaftaran Actor
Nilai

Bagian Penilaian

Pengawasan dan
External Server
Bendahara PPDB Pemenuhan
Actor
Kebutuhan Aktor

Sekretaris PPDB

Komite MAN I
Garut

Kepala Tata
Usaha

Ketua Panitia
PPDB MAN I
Garut

Kepala MAN I External Receiving


Pemeriksaan
Garut Actor

Gambar 3.5 User dan Actor Pada SI PPDB di MAN I Garut


222
223

3.6.2. Pengembangan Activity Diagram Sistem Informasi Penerimaan Peserta


Didik Baru (PPDB)
Tahapan selanjutnya setelah identifikasi aktor yaitu memodelkan secara
grafis dari proses bisnis atau langkah-langkah setiap aktifitas yang dilakukan pada
SI PPDB ke dalam sebuah activity diagram.

3.6.2.1. Deskripsi Aktifitas Pada Sistem Informasi PPDB


Ketua Panitia PPDB mempunyai wewenang terhadap siapa saja yang
dapat menggunakan Sistem Informasi PPDB dan mempunyai wewenang untuk
menambah penggunanya. Adapun yang diberi wewenang yaitu Bagian
Pendaftaran / Bendahara, Bagian Penilaian, Sekretaris dengan memberikan
mereka user dan password yang berbeda untuk dapat mengakses menu serta
form yang telah disesuaikan dengan deskripsi pekerjaannya masing-masing.
224

3.6.2.2 Activity Diagram Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru


225

act Sistem Informasi PPDB

start

Login

Valid?
no

yes

Tampilan Utama SI PPDB

Pemasukan
Tahun
Ajaran?
Mengelola yes yes
Data Master Tahun Aj aran
Master?
no
Pemasukkan yes
Data Panitia? Info Panitia

no
no
Sekolah Asal
Pemasukan
Data Calon
Peserta
Mengelola Data yes Didik? yes Calon Peserta Didik
Pendaftaran Pendaftaran
PPDB?
no
no Kelengkapan Persyaratan

Pengolahan Nilai Siswa?


yes yes
Penyaringan Penilaian Perolehan Nilai Sisw a
PPDB?

no
no Kelulusan Sisw a
Cetak Laporan
laporan
Pendaftaran
persyaratan?
PPDB?
yes yes yes
Mengelola Laporan Laporan Laporan
Laporan? Pendaftaran Persyaratan

no
Laporan
no Sekolah Asal
no

Laporan Laporan
Penilaian kelulusan
Ubah User?
yes
Sistem Ubah User

no
yes Ubah Passw ord
Ubah Password?

no
Pengaturan yes
User? Pengaturan User

no
Keluar Aplikasi

End

Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Sistem Informasi PPDB


226

3.6.2.3 Activity Diagram Login


act Login

start

Akses Aplikasi SI PPDB

Form Login

Masukkan username

Masukkan Passw ord

no Tampilan Pesan
Valid?
Kesalahan
yes

Tampilan Utama SI PPDB

end

Gambar 3.7 Activity Diagram Login


227

3.6.2.4 Activity Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


act Pengolahan Data Tahun Aj aran

Start

Menu Master

Sub Menu Tahun Aj aran

Form Tahun Aj aran

Tambah Ubah Hapus


Data? no Data? Data? no
no Klik Button
Keluar
yes
yes yes

Pilih Data yang End


Masukan Tahun Aj aran Klik Button Pilih Data yang akan dihapus
Tambah Baru akan Diubah

Klik Button Klik Button


Masukan Tangggal Masukan Tanggal Akhir Ubah Hapus
Mulai Tahun Aj aran Tahun Aj aran
Yakin data
ingin
Ubah data yang dihapus? no
Masukan Kapasitas Pilih Status harus diubah
Sisw a/Kuota
yes Data
Simpan Data
dapat
Tahun Ajaran?
Dihapus?
Klik Button no no
Batal Pesan
Kesalahan
yes
yes
Klik Button Simpan
Data Tahun
Aj aran
no Data yang Dihapus
Tampilan
wajib diisi
Pesan
sudah
Kesalahan
lengkap?
yes

Data Tahun Aj aran


Disimpan

Gambar 3.8 Activity Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


228

3.6.2.5 Activity Diagram Pengolahan Data Info Panitia


229

act Pengolahan Data Panitia

Start

Menu Master

Sub Menu Panitia

Form Info Panitia

Pemasukan Hapus
Ubah
Susunan no Data?
Data? no no
Panitia Baru?
Klik Button
Keluar
yes yes yes

Klik Button Tambah Pilih Data yang


Pilih Data yang End
akan dihapus
akan Diubah

Masukkan Nama Klik Button


Klik Button
Sekolah Ubah
Hapus

Yakin data
ingin
Ubah data yang
Masukan Alamat dihapus?
harus diubah
Sekolah

yes Data
Masukan Nama Kepala dapat
Sekolah Dihapus?
no
Pesan
Kesalahan
Masukkan
Nama-nama Panitia yes

Simpan Data Panitia


Data Dihapus
Klik no Panitia?
Button
Batal

yes

Klik Button Simpan

Data yang
no
Tampilan Pesan wajib diisi
Kesalahan udah
lengkap?
yes

Data Panitia
Disimpan

Gambar 3.9 Activity Diagram Pengolahan Data Info Panitia


230

3.6.2.6 Activity Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal


act Pengolahan Data Sekolah Asal

Start

Menu Master

Sub Menu Sekolah Asal

Form Sekolah
Asal

Ubah
Tambah Hapus
Data
Data? no User? no
User? no
Klik Button
Keluar
yes yes
yes
Pilih Data yang
End
Masukkan Nama Klik Button Pilih Data yang akan dihapus
Sekolah Tambah Baru akan Diubah

Klik Button Klik Button


Masukkan Tipe Masukkan Ubah Hapus
Sekolah Kota
Yakin data
ingin
Ubah data yang dihapus? no
Masukkan harus diubah
Alamat
Simpan Data yes Data
Asal Sekolah? dapat
Klik Button Dihapus?
no
Batal no Pesan
Kesalahan
yes

Klik Button Simpan yes

Data Panitia
Dihapus
no Data yang
Tampilan
wajib diisi
Pesan
sudah
Kesalahan
lengkap?
yes

Data Tahun Aj aran


Disimpan

Gambar 3.10 Activity Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal


231

3.6.2.7 Activity Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik


Baru
act Pengolahan Data Pendaftaran CPDB

Start

Menu Pendaftaran

Sub Menu Calon Form Pendaftaran Calon


Peserta Didik Baru Peserta Didik Baru

Pemasukan Pencarian
Data Calon no Data? no
Klik Button
PDB?
Keluar
yes yes

Klik OptionBox Tambah Klik OptionBox Pencarian


Data End

Klik Button Tentukan Parameter


Tambah Baru Pencarian

Masukan Filter Pencarian


Masukan Nomor
Peserta

no
Tampilan Pesan
Data ada? Kesalahan

Masukan Atribut-atribut yes


dari Calon Peserta Didik
Data Pendaftaran yang
Dicari
Simpan Data
no Pendaftaran?
Klik Button
Batal no
Pengubahan Klik Button
Data Hapus
yes Pendaftaran?
yes
Klik Button Simpan
Pilih Data yang
Klik Button Ubah
akan dihapus

Data yang
no
Tampilan Pesan wajib diisi
Kesalahan sudah Melakukan Perubahan
Klik Button
lengkap? Data
Hapus
yes
Yakin data
Data Kelengkapan ingin
Persyaratan Data Persyaratan yang
dihapus? no
Disimpan Telah Dirubah

yes Data
dapat
Dihapus?
no
Pesan
Kesalahan

yes

Data Pendaftaran
Calon PDB
dihapus

Gambar 3.11 Activity Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru
232

3.6.2.8 Activity Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


act Pengolahan Data Persyaratan

Start

Menu Pendaftaran

Form
Sub Menu Kelengkapan
Kelengkapan
Persyaratan
Persyaratan
Pemasukan Pencarian
Kelengkapan no Data? no
Klik Button
Persyaratan
Keluar
Calon PDB?
yes yes

Klik OptionBox Tambah Klik OptionBox Pencarian


Data End

Klik Button Tentukan Parameter


Tambah Baru Pencarian

Masukan Filter Pencarian

Masukan Nomor
Peserta
no
Tampilan Pesan
Data ada? Kesalahan
Pilih Status-status yes
Kelengkapan
Persyaratan Data Persyaratan Calon
Simpan Data PDB yang Dicari
Kelengkapan
no Persyaratan?
Klik Button Pengubahan
Batal no
Data Klik Button
Kelengkapan Hapus
yes Persyaratan?
yes
Klik Button Simpan
Pilih Data yang
Klik Button Ubah
akan dihapus

Data yang
Tampilan Pesan no wajib diisi
Kesalahan sudah Melakukan Perubahan
Klik Button
lengkap? Data
Hapus
yes
Yakin data
Data Kelengkapan ingin
Data Persyaratan yang no
Persyaratan dihapus?
Telah Dirubah
Disimpan

yes Data
dapat
Dihapus?
no
Pesan
Kesalahan

yes

Data
Persyaratan
Calon PDB
dihapus

Gambar 3.12 Activity Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


233

3.6.2.9 Activity Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik


act Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Start

Menu Penilaian

Sub Menu Perolehan Form


Nilai Sisw a Perolehan
Nilai Sisw a
Pencarian
Pemasukan no Data? no Klik Button
Nilai CPD?
Keluar
yes yes

Klik OptionBox Tambah Klik OptionBox Pencarian


End
Data

Klik Button Tentukan Parameter


Tambah Baru Pencarian

Masukan Filter Pencarian


Masukan Nomor
Peserta

no
Tampilan Pesan
Data ada? Kesalahan
Masukkan Nilai-nilai yes
CPD
Data Nilai CPD yang
Dicari
Simpan Data
no Penilaian?
Klik Button
Batal Pengubahan no
Klik Button
yes Data Nilai?
Hapus

yes
Klik Button Simpan
Pilih Data yang
Klik Button Ubah
akan dihapus

Data yang
no
Tampilan Pesan wajib diisi
Kesalahan sudah Melakukan Perubahan
Klik Button
lengkap? Data
yes Hapus

Yakin data
Data Nilai CPD ingin
Data Nilai CPD yang
Disimpan dihapus? no
Telah Dirubah

yes
no Data
Pesan dapat
Kesalahan
Dihapus?
yes

Data Nilai CPD


Dihapus

Gambar 3.13 Activity Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
234

3.6.2.10 Activity Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


act Pengolahan Data Kelulusan

Start

Menu Penilaian

Sub Menu Nilai


Kelulusan

Form Nilai
Kelulusan

Tentukan Nilai
Passing
Grade

Nilai Passing no
Grade dapat Tampilkan Pesan
dimasukkan? Kesalahan

yes

Tampilkan Nilai
Passing Grade

End

Proses no Klik Button


Hasil Keluar
Kelulusan?
yes

Klik Button
Proses Hasil
Kelulusan

Update data
Kelulusan
CPD

Tampilkan Data
Kelulusan CPD

Gambar 3.14 Activity Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


235

3.6.2.11 Activity Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta


Didik Baru
act Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan


Pendaftaran

Form Laporan Daftar Calon


Peserta Didik

Tentukan Parameter
PencetakkanLaporan

Klik Button
Cetak

Cetak
Daftar no
Calon Klik Buton Batal
Peserta
Didik? yes

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Daftar Calon


Peserta Didik Dicetak

Keluar Form Laporan


Daftar Calon Peserta
Didik? no

yes

Klik Button Keluar

End

Gambar 3.15 Activity Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru
236

3.6.2.12 Activity Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan


act Pencetakan Laporan Persyaratan

Start

Menu Laporan

Sub Menu Pendaftaran Form Laporan Daftar Calon


Peserta Didik

Tentukan Parameter
Form Laporan Persyaratan
PencetakkanLaporan

Klik Button
Cetak

Cetak Laporan
no Persyaratan
Klik Buton CPD?
Batal

yes

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Persyaratan
CPD Dicetak

Keluar Form Laporan


Persyaratan CPD?

no
yes

Klik Button Keluar

End
237

Gambar 3.16 Activity Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

3.6.2.13 Activity Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta


Didik Baru
act Pencetakkan Laporan Asal Sekolah

Start

Menu Laporan

Sub Menu Pendaftaran Form Laporan Daftar Calon


Peserta Didik

Tentukan Parameter
Form Laporan Asal
PencetakkanLaporan
Sekolah

Klik Button
Cetak

Cetak
no Laporan Asal
Klik Buton Sekolah CPD
Batal

yes

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Asal Sekolah


CPD Dicetak

Keluar Form Laporan Asal


Sekolah CPD?
no

yes

Klik Button Keluar

End

Gambar 3.17 Activity Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik
Baru
238

3.6.2.14 Activity Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

act Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pe...

Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan


Penilaian

Memilih Button ' Cetak


Rincian Jumlah Daftar'

Print Prev iew

Klik Icon untuk


mencetak

Sistem melakukan
pencetakan

Keluar Dari Laporan


no
Rincian Jumlah
Pendaftaran?
yes

Klik Button 'Close'

End

Gambar 3.18 Activity Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


239

3.6.2.15 Activity Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta


Didik Baru
act Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik ...

Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan


Penilaian

Form Cetak Penilaian

Tentukan Parameter
PencetakkanLaporan

Klik Button
Cetak

Cetak
Penilaian no
Calon Klik Buton Batal
Peserta
Didik?

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Penilaian
Calon Peserta Didik
Dicetak
Keluar Form Laporan
Cetak Penilaian?

no

yes

Klik Button Keluar

End
240

Gambar 3.19 Activity Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta
Didik Baru
3.6.2.16 Activity Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik
Baru
act Pencetakkan Laporan Kelulusan

Start

Menu Laporan

Sub Menu Laporan Form Cetak Penilaian


Penilaian

Tentukan Parameter Form Cetak


PencetakkanLaporan Kelulusan

Klik Button
Cetak

Cetak Laporan
Kelulusan Calon
no
Klik Buton Peserta Didik?
Batal

yes

Print Prev iew

Klik Button Cetak

Laporan Kelulusan
Calon Peserta Didik
Dicetak
Keluar Form Laporan Kelulusan
Calon Peserta Didik?

no

yes

Klik Button Keluar

End

Gambar 3.20 Activity Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik
Baru
241

3.6.2.17 Activity Diagram Ubah User


act Ubah User

Start

Menu Sistem

Sub Menu Ubah User

Keluar dari Tampilan


Utama SI PPDB

Form Login

End

Gambar 3.21 Activity Diagram Ubah User


242

3.6.2.18 Activity Diagram Ubah Password


act Ubah Passw ord

Start

Sub Menu Ubah


Menu Sistem
Passw ord

Masukkan Passw ord Form Ubah


Lama Passw ord

Masukkan Passw ord


Baru

Ulangi Passw ord


Baru

Simpan
Password
no Baru?
Klik Button
Batal

yes

Passw ord Baru


disimpan

Keluar Form
Ubah Password?
no

yes

Klik Button
Keluar

End

Gambar 3.22 Activity Diagram Ubah Password


243

3.6.2.19 Activity Diagram Pengaturan User


244

Gambar 3.23 Activity Diagram Pengaturan User

3.6.2.20 Activity Diagram Keluar


245

act Keluar

start

Tampilan Utama SI PPDB

Menu Sistem

Sub Menu Keluar Aplikasi

no Yakin
Klik Button Keluar?
Cancel
yes

Klik Button
OK

end

Gambar 3.24 Activity Diagram Keluar


246

3.6.3 Pengembangan Use Case Sistem Informasi PPDB


Untuk dapat melihat proses yang dilakukan user terhadap sistem, maka
dilakukan tahapan pengembangan dalam bentuk use case. Adapun use case
Sistem Informasi PPDB adalah sebagai berikut:
247

3.6.3.1. Use Case Diagram SIPPDB


uc Use Case SIPPDB

Login

Panitia Bagian Penilaian

Sekretaris

Pengolahan Data Pencetakan Laporan


Pendaftaran «extend» Asal Sekolah

Pencetakan Kartu
Pendaftaran
«i ncl ude»

«extend»

Pencetakan Laporan
Daftar Calon Peserta
Didik

«i ncl ude»

Pencetakan Laporan Hasil Pengolahan Data


Penilaian Calon Peserta Perolehan Nilai CPD
«extend»
Didik

Ketua Panitia PPDB

Panitia Bag. Pendaftaran «extend»

«extend»

Pencetakan Laporan
Kelulusan Calon Peserta
Didik Baru

Pengolahan Data
Pencetakan Laporan
Kelengkapan Pencetakan Kartu
Persyaratan «extend» «i ncl ude»
Persyaratan Cheking Persyaratan

Pencetakan Laporan
Rincian Jumlah
Pendaftaran

Calon Peserta Didik

Pengaturan User

Pengolahan Data
Sekolah Asal

Pengolahan Data Info


Panitia
Bendahara

Pengolahan Data
Nilai Kelulusan

Pengolahan Data
Tahun Aj aran

Kepala M AN I Garut

Ubah Passw ord


Kepala Tata Usaha M AN I
Garut

Komite M AN I Garut

Ubah User
248

Gambar 3.25 Use Case Diagram untuk Sistem Informasi PPDB


249

3.6.3.2. Use Case Diagram Login


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case login adalah sebagai berikut:

uc Login

Login

Ketua Panitia
PPDB Panitia Bag. Pendaftaran

Sekretaris Panitia Bagian Penilaian

Gambar 3.26 Use Case Diagram Login

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative login.

Tabel 3.3 Use Case Narative Login


Nama Use Case : Login
ID Use Case : SIPPDB-001
Pelaku Sistem Ketua Panitia PPDB
Utama: Sekretaris
Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user mengakses aplikasi SI PPDB
kemudian sistem akan menampilkan form login yang akan diisi oleh
user. Use Case ini pun untuk membatasi hak akses user untuk menjaga
keamanan data. Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilaian
dan Sekretaris mendapat wewenang untuk melakukan Login dari
250

atasannya yaitu Ketua Panitia PPDB.

Tabel 3.3 Use Case Narative Login (Lanjutan)


Deskripsi/Uraian : Use-case ini memungkinkan user untuk mengidentifikasikan dirinya
untuk dapat masuk ke sistem. Syarat utama untuk mengakses sistem ini
yaitu setiap user (Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilian
dan Sekretaris) harus memasukan user name dan password. Sistem
akan memeriksa user name dan password yang dimasukkan user ke
dalam basis data untuk melakukan pencocokan agar bisa melakukan
login. Proses login merupakan reaksi sistem kepada setiap user untuk
melindungi data.
Prakondisi : Panitia Bagian Pendaftaran, Panitia Bagian Penilian dan Sekretaris telah
mengetahui user dan password yang telah diberikan oleh Ketua Panitia
PPDB.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User Membuka Aplikasi Step 2 : Sistem menampilkan form
SI PPDB login
Step 3 : User mengisi User dan
Password
Step 4 : Klik button’ Login’ Step 5 : Validasi user dan
password.
Step 6: Sistem menampilkan dialog
box pesan kesalahan bila user dan
password yang dimasukan salah.
Step 7: Jika tidak ada data Tahun
Ajaran yang aktif maka sistem akan
menampilkan MessageBox untuk
mengisi data tahun ajaran terlebih
dahulu dan menampilkan tampilan
utama SI PPDB bila user dan
password yang dimasukan benar.
Step 9: Sistem mengosongkan
kembali textbox user dan password
Step 8 : Klik button’ Batal’ Step 11 : Sistem mengeluarkan
251

form login

Step 10 : Klik button’ Keluar’

Tabel 3.3 Use Case Narative Login (Lanjutan)


Bidang Alternatif Alt-Step 3 : Pada form Login user melakukan login,maka dilakukan Step
3.
Jika memilih membatalkan/mengosongkan textbox user
dan password, maka dilakukan Step 8.
Jika memilih keluar dari form login , dilakukan Step 10.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila konfirmasi proses login dan menu utama SI
PPDB telah ditampilkan.
Postkondisi : Sistem menampilkan menu utama SI PPDB jika user dan password
benar dan jika salah akan tampil dialog box kesalahan.

3.6.3.3. Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data tahun ajaran adalah sebagai
berikut:
252

uc Pengolahan Data Tahun Aj aran

Ketua Panitia PPDB

Kepala MAN I Garut


Pengolahan Data
Tahun Aj aran

Sekretaris

Panitia Bag. Pendaftaran

Komite MAN I Garut

Gambar 3.27 Use Case Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative Pengolahan Data Tahun Ajaran.

Tabel 3.4 Use Case Narative Pengolahan Data Tahun Ajaran


Nama Use Case : Pengolahan Data Tahun Ajaran
ID Use Case : SIPPDB-002
Pelaku Sistem Sekretaris
Utama: Panitia Bag. Pendaftaran
Pelaku Partisipan Kepala MAN I Garut
Lain: Ketua Panitia PPDB
Komite MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan mengisi data tahun ajaran.
Deskripsi/Uraian : Use-case ini berfungsi untuk menginputkan tahun ajaran dan
menentukan aktif tidaknya tahun ajaran tersebut.
253

Prakondisi : User (Sekretaris) harus sudah melakukan Login.


Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User melakukan Login Step 2 : Sistem menampilkan
tampilan utama SI PPDB bila user
dan password yang dimasukan
benar.
Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampilkan sub
master menu dari menu master
Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
tahun ajaran Tahun Ajaran
Step 7 : User memilih button Step 8 : Sistem mengosongkan
‘tambah’ untuk memasukkan setiap textbox yang ada pada form
data tahun ajaran yang baru Tahun Ajaran.
Step 9 : User memasukkan data
Tahun Ajaran, tanggal mulai
tahun ajaran, tanggal akhir tahun
ajaran, status tahun ajaran (aktif
/ tidak aktif), kapasitas
penerimaan PDB.

Tabel 3.4 Use Case Narative Pengolahan Data Tahun Ajaran (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 10 : User memilih button Step 11 : Sistem melakukan
‘simpan’ penyimpanan data Tahun Ajaran.
Step 12 : User memilih button Step 13 : Sistem membatalkan
‘batal’ pengisian data pada form Tahun
Step 14 : User melakukan blok Ajaran
pada data tahun ajaran yang ada
Step 15 : User memilih button Step 16 : Sistem menampilkan
‘hapus’ dialogbox untuk konfirmasi
pengahapusan data
Step 17 : User memilih button Step 18 : Sistem menghapus data
‘yes’ tahun ajaran
254

Step 19 : User melakukan blok


pada data tahun ajaran yang ada
Step 20 : User memilih button Step 21 : Sistem menampilkan data
‘ubah’ tahun ajaran yang akan diubah
Step 22 : Step 10 Step 23 : Step 11
Step 24 : User memilih button Step 25 : Sistem mengeluarkan
‘keluar’ form Tahun Ajaran
Bidang Alternatif Atl-Step 5 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 7.
Jika memilih menghapus data, maka dilakukan Step 15.
Jika memilih mengubah data, maka dilakukan Step 20.
Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 24.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila konfirmasi proses pemasukkan data Tahun
ajaran selesai.
Postkondisi : Sistem menampilkan data Tahun Ajaran yang sudah dimasukkan.

3.6.3.4. Pengolahan Data Info Panitia


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data panitia adalah sebagai
berikut:
255

uc Pengolahan Data Info Panitia

Kepala MAN I
Garut

Ketua Panitia
PPDB

Pengolahan Data Info


Panitia

Sekretaris
Bendahara

Panitia Bag.
Pendaftaran

Panitia Bagian
Penilaian

Gambar 3.28 Use Case Diagram Pengolahan Data Info Panitia

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data info panitia.

Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia


Nama Use Case : Pengolahan Data Info Panitia
ID Use Case : SIPPDB-003
Pelaku Sistem Sekretaris
Utama:

Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)
Pelaku Partisipan Kepala MAN I Garut
Lain: Ketua Panitia PPDB
256

Bendahara
Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use case ini akan berfungsi bila user (sekretaris) akan melakukan
pengisian data master panitia, yaitu yang akan membantu dalam
penamaan dalam tandatangan.
Deskripsi/Uraian : Proses pengolahan data panitia ini adalah pengisian data master untuk
membantu dalam penamaan dalam tandatangan laporan. Panitia ini
ditentukan atas keputusan bersama-sama dan disahkan oleh Kepala
MAN I Garut beserta dengan panitia lainnya. Untuk dapat melakukan
proses tersebut maka harus memilih menu data master kemudian sub
menu panitia sehingga akan tampil form panitia dan user dapat
melakukan pengisian data tersebut. User dapat melakukan
penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar dari form
panitia sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user sekretaris dengan hak
akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaan sekretaris, serta telah
dilakukan pemasukkan data Tahun Ajaran yang telah berstatus aktif.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Sekretaris melakukan Step 2 : Sistem menampilkan
login. tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Sekretaris memilih menu Step 4 : Sistem menampikan
data master pilihan sub menu yang ada pada
menu data master
Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
panitia panitia
Step 7 :User memilih button Step 8 : Sistem mengaktifkan
‘Tambah’ untuk memasukkan textbox untuk penambahan data
data info panitia yang baru baru
257

Tabel 3.5 Use Case Narative Pengolahan Data Info Panitia (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 9: User memasukkan data
Sekolah, Alamat, Telp, Tahun
Ajaran, Kepala Sekolah dan
Nama-nama Panitia PPDB
Step 10 : User memilih button Step 11 : Sistem melakukan
‘Simpan’ untuk menyimpan data penyimpanan data info panitia
info panitia
Step 12 : User memilih button Step 13: Sistem mengeluarkan
‘Keluar’ untuk mengeluarkan form Info Panitia dan kembali pada
form Info Panitia tampilan awal SI PPDB.
Bidang Alternatif Atl-Step 5 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 7.
Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 12.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila telah dilakukan pengisian serta penyimpanan
data panitia.
Postkondisi : User telah melakukan pengisian data panitia dan melakukan
penyimpanannya.
258

3.6.3.5. Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data sekolah asal adalah sebagai
berikut:
uc Pengolahan Data Sekolah Asal

Pengolahan Data
Sekolah Asal

Sekretaris Panitia Bag. Pendaftaran

Ketua Panitia PPDB

Gambar 3.29 Use Case Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data sekolah asal.

Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal


Nama Use Case : Pengolahan Data Data Sekolah Asal
ID Use Case : SIPPDB-004
Pelaku Sistem Sekretaris
Utama:
Pelaku Partisipan Ketua Panitia PPDB
Lain: Panitia Bagian Pendaftaran
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user (sekretaris) akan melakukan
pengisian data master sekolah asal, yaitu yang akan menentukan
pengisian identitas calon peserta didik berasal dari sekolah mana.
259

Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal (Lanjutan)
Deskripsi/Uraian : Proses pengolahan data sekolah asal ini adalah pengisian data master
untuk membantu dalam pengisian identitas calon peserta didik. Sekolah
asal ini ditentukan atas keputusan bersama-sama pihak panitia (Ketua
Panitia) beserta dengan Panitia Bagian Pendaftaran. Untuk dapat
melakukan proses tersebut maka harus memilih menu data master
kemudian sub menu sekolah asal sehingga akan tampil form sekolah
asal dan user dapat melakukan pengisian data tersebut. User dapat
melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar
dari form sekolah asal sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user sekretaris dengan hak
akses yang telah disesuaikan dengan pekerjaan sekretaris.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Sekretaris melakukan Step 2 : Sistem menampilkan
login. tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Sekretaris memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan
data master sub menu yang ada pada menu
data master
Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
sekolah asal sekolah asal
Step 7 : User memilih proses apa
yang akan dilakukan
Step 8 : User memilih button Step 9 : Sistem mengosongkan
‘tambah’ untuk memasukkan setiap textbox yang ada pada form
data sekolah asal yang baru sekolah asal
Step 10 : User memasukkan data
Nama Sekolah, Tipe Sekolah
(SMP/MTs), Kota, Alamat.
Step 11 : User memilih button Step 12 : Sistem melakukan
260

‘simpan’ penyimpanan data Sekolah Asal.


Step 13 : User memilih button Step 14 : Sistem membatalkan
‘batal’ pengisian data pada form Sekolah
Asal
Step 15 : User melakukan blok
pada data sekolah asal yang ada

Tabel 3.6 Use Case Narative Pengolahan Data Sekolah Asal (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 16 : User memilih button Step 17 : Sistem menampilkan
‘hapus’ dialogbox untuk konfirmasi
pengahapusan data
Step 18 : User memilih button Step 19 : Sistem menghapus data
‘yes’ Sekolah Asal
Step 20 : User melakukan blok
pada data sekolah asal yang ada
Step 21 : User memilih button Step 22 : Sistem menampilkan data
‘ubah’ Sekolah Asal yang akan diubah
Step 23 : Step 11 Step 24 : Step 12
Step 25 : User memilih button Step 26 : Sistem mengeluarkan
‘keluar’ form Sekolah Asal kembali pada
tampilan awal SI PPDB.
Bidang Alternatif Atl-Step 7 : Jika memilih menambah data, maka dilakukan Step 8.
Jika memilih menghapus data, maka dilakukan Step 16.
Jika memilih mengubah data, maka dilakukan Step 21.
Jika memilih mengeluarkan form, maka dilakukan Step 25.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila telah dilakukan pengisian serta penyimpanan
data sekolah asal.
Postkondisi : User telah melakukan pengisian data sekolah asal dan melakukan
penyimpanannya.
261

3.6.3.6. Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data pendaftaran adalah sebagai
berikut:
uc Pengolahan Data Pendaftaran

Kepala Tata Usaha


MAN I Garut

Pengolahan Data
Pendaftaran
Calon Peserta
Panitia Bag. Didik
Pendaftaran
«include»
«include»

Bendahara
Pencetakan Kartu
Pendaftaran

Komite MAN I
Pengolahan Data Garut
Sekolah Asal

Gambar 3.30 Use Case Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
262

urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data pendaftaran calon
peserta didik.

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Nama Use Case : Pengolahan Data Pendaftaran
ID Use Case : SIPPDB-005
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
Pelaku Partisipan Calon Peserta Didik
Lain: Bendahara
Kepala Tata Usaha
Komite MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data
pendaftaran. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia
bagian pendaftaran dengan data yang didapatkan dari calon peserta
didik. Dalam pelaksanaan pengolahan data ini dibantu oleh Komite
MAN I Garut, Kepala Tata Usaha, Bendahara. Setelah selesai proses
pendaftaran maka dapat dihasilkan kartu pendaftaran yang akan
diserahkan pada calon peserta didik.
Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data pendaftaran ini adalah
penambahan data, pencarian data, pengubahan data, penghapusan
data serta pencetakan kartu pendaftaran. Untuk dapat melakukan
proses tersebut maka user (panitia bagian pendaftaran) harus memilih
menu Pendaftaran kemudian sub menu pendaftaran calon peserta didik
sehingga akan tampil form pendaftaran Calon Peserta Didik dan user
dapat melakukan pemrosesan data calon peserta didik. User dapat
melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan dan dapat keluar
dari form pendaftaran sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB.
263

Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada
tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian pendaftaran telah
mendapatkan data dari calon peserta didik.

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)


Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User melakukan Login Step 2 : Sistem menampilkan
Tampilan Utama SI PPDB
Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan
pendaftaran sub menu yang ada pada menu
pendaftaran
Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
pendaftaran calon peserta didik pendaftaran
Step 7 : User menentukan proses
apa yang akan dilakukannya.
Step 8: User memilih akan Step 9: Sistem mengaktifkan
memasukan data pendaftaran pengisian data pendaftaran
yang baru dengan memilih
optionbox ‘Tambah Data’
Step 10 : Nomor Peserta secara
otomatis akan tampil
Step 11 : User memasukan
identitas calon peserta didik
Step 12 : User melakukan Step 13 : Sistem menampilkan
penyimpanan data yang telah pesan kesalahan jika data yang
dimasukan dengan memilih wajib diisi belum diisikan.
button ‘Simpan’, Step 14 : Sistem menyimpan data
264

pendaftaran yang telah dimasukan.


Step 15: Untuk dapat melakukan Step 16 : Sistem menampilkan print
pencetakan kartu pendaftaran preview kartu pendaftaran.
maka user memilih button ‘Cetak’
Step 17 : User dapat melakukan Step 18 : Sistem melakukan
pengaturan pencetakan atau perintah cetak pada printer
dapat langsung melakukan
pencetakan dengan memilih

icon‘ ’ Step 20 : Sistem mengosongkan


Step 19 : User membatalkan kembali textbox penambahan data
pengisian data dengan memilih
button ‘Batal’

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)


Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 21 : User memilih akan Step 22 : Sistem mengaktifkan
melakukan pencarian data parameter pencarian data
pendaftaran dengan memilih pendaftaran
optionbox ‘Cari Data’
Step 23 : User menentukan
parameter pencarian
Step 24 : User memasukan nilai Step 25 : Sistem menampilkan
filter pencarian pada textbox / pesan kesalahan jika filter yang
combobox yang disediakan dicari tidak terdapat pada database
Step 26 : User memilih button Step 27 : Sistem menampilkan data
‘Cari’ pendaftaran yang sesuai dengan
filter pencarian jika terdapat pada
database.
Step 28 : Jika user akan
melakukan pengubahan data,
maka user memilih button ‘Ubah’
dan proses selanjutnya kembali
pada Step 12
265

Step 29 : User memilih data yang


ada
Step 30 : User akan melakukan
penghapusan data maka memilih Step 31 : Sistem menghapus data
button ‘Hapus’ yang telah dipilih
Step 32 : User dapat keluar dari
form data pendaftaran dengan Step 33 : Sistem mengeluarkan
memilih button ‘Keluar’ form pendaftaran dan kembali ke
tampilan utama SI PPDB

Tabel 3.7 Use Case Narative Pengolahan Data Pendaftaran (Lanjutan)


Bidang Alternatif Atl-Step 7: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran
baru maka dilakukan Step 8.
Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan
Step 21.
Jika user akan melakukan pengubahan data maka
dilakukan Step 28.
Jika user akan melakukan penghapusan data maka
dilakukan Step 30.
Jika user akan keluar dari form data Calon Peserta Didik
maka dilakukan Step 32.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan
keluar dari form data pendaftaran dan kembali pada tampilan utama SI
PPDB.
Postkondisi : User telah melakukan penambahan data pendaftaran baru, pengubahan
data pendaftaran serta melakukan pencetakan kartu pendaftaran baik
untuk pendaftaran baru atau hasil dari pengubahan data pendaftaran
266

yang telah ada.

3.6.3.7. Use Case Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data penilaian tes adalah sebagai
berikut:
uc Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

Pengolahan Data
Kelengkapan Calon Peserta
Persyaratan Didik

Panitia Bag.
Pendaftaran «include»

Ketua Panitia
PPDB
Pencetakan Kartu
Cheking Persyaratan

Gambar 3.31 Use Case Diagram Kelengkapan Persyaratan


Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data kelengkapan
persyaratan.

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


Nama Use Case : Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan
ID Use Case : SIPPDB-006
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
Pelaku Partisipan Calon Peserta Didik
Lain: Ketua Panitia PPDB
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengecekan
kelengkapan persyaratan dari calon Peserta Didik Baru. User yang
267

melakukan pengolahan data ini adalah panitia bagian pendaftaran


dengan data yang didapatkan dari calon peserta didik dan dilaporkan
hasilnya kepada Ketua Panitia PPDB. Setelah selesai proses pengecekan
maka dapat dihasilkan kartu cheking persyaratan yang akan diserahkan
pada calon peserta didik.
Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data kelengkapan persyaratan
ini adalah penambahan data, pencarian data, pengubahan data,
penghapusan data serta pencetakan kartu cheking persyaratan. Untuk
dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian
pendaftaran) harus memilih menu Pendaftaran kemudian sub menu
pengumpulan kelengkapan persyaratan sehingga akan tampil form
Kelengkapan Persyaratan dan user dapat melakukan pemrosesan data
calon peserta didik. User dapat melakukan penyimpanan data yang
telah dimasukan dan dapat keluar dari form kelengkapan persyaratan
sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB.
Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada
tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian pendaftaran telah
mendapatkan data dari calon peserta didik.

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User melakukan Login Step 2 : Sistem menampilkan
Tampilan Utama SI PPDB
Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan pilihan
pendaftaran sub menu yang ada pada menu
pendaftaran
Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
pengumpulan kelengkapan pendaftaran
persyaratan
Step 7 : User menentukan proses
apa yang akan dilakukannya.
Step 8: User memilih akan Step 9: Sistem mengaktifkan
268

memasukan data kelengkapan pengisian data kelengkapan


persyaratan yang baru dengan persyaratan
memilih optionbox ‘Tambah Data’
Step 10 : User memilih nomor
peserta pada combox yang telah Step 11 : Sistem menampilkan
tersedia nama peserta yang sesuai dengan
Step 12 : User melakukan nomor peserta yang diinputkan
pengecekan kelengkapan
persyaratan
Step 13 : User melakukan
penyimpanan data yang telah Step 14 : Sistem menampilkan
dimasukan dengan memilih pesan kesalahan jika data yang
button ‘Simpan’, wajib diisi belum diisikan.
Step 15 : Sistem menyimpan data
kelengkapan persyaratan yang
Step 16: Untuk dapat melakukan telah dimasukan.
pencetakan kartu cheking Step 17 : Sistem menampilkan print
persyaratan maka user memilih preview kartu cheking persyaratan.
button ‘Cetak’

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 18 : User dapat melakukan Step 19 : Sistem melakukan
pengaturan pencetakan atau perintah cetak pada printer
dapat langsung melakukan
pencetakan dengan memilih

icon‘ ’ Step 21 : Sistem mengosongkan


Step 20 : User membatalkan kembali textbox penambahan data
pengisian data dengan memilih
button ‘Batal’ Step 23 : Sistem mengaktifkan
269

Step 22 : User memilih akan parameter pencarian data


melakukan pencarian data kelengkapan persyaratan
pendaftaran dengan memilih
optionbox ‘Cari Data’
Step 24 : User menentukan
parameter pencarian
Step 25 : User memasukan nilai
filter pencarian pada textbox /
combobox yang disediakan Step 27 : Sistem menampilkan
Step 26 : User memilih button pesan kesalahan jika filter yang
‘Cari’ dicari tidak terdapat pada database
Step 28 : Sistem menampilkan data
pendaftaran yang sesuai dengan
filter pencarian jika terdapat pada
database.

Step 29 : Jika user akan


melakukan pengubahan data,
maka user memilih button ‘Ubah’
dan proses selanjutnya kembali
pada Step 13
Step 30 : User memilih data yang
ada Step 32 : Sistem menghapus data
Step 31 : User akan melakukan yang telah dipilih
penghapusan data maka memilih
button ‘Hapus’

Tabel 3.8 Use Case Narative Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 33 : User dapat keluar dari Step 33 : Sistem mengeluarkan
form kelengkapan persyaratan form kelengkapan persyaratan dan
dengan memilih button ‘Keluar’ kembali ke tampilan utama SI PPDB
Bidang Alternatif Alt-Step 7: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran
baru maka dilakukan Step 8.
270

Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan


Step 22.
Jika user akan melakukan pengubahan data maka
dilakukan Step 29.
Jika user akan melakukan penghapusan data maka
dilakukan Step 31.
Jika user akan keluar dari form data Calon Peserta Didik
maka dilakukan Step 33.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan
keluar dari form kelengkapan persyaratan dan kembali pada tampilan
utama SI PPDB.
Postkondisi : User telah melakukan penambahan data kelengkapan persyaratan baru,
pengubahan data kelengkapan persyaratan serta melakukan
pencetakan kartu cheking persyaratan baik untuk kelengkapan
persyaratan baru atau hasil dari pengubahan data pendaftaran yang
telah ada.

3.6.3.8. Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Calon Peserta Didik
Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data perolehan nilai calon
peserta didik adalah sebagai berikut:
271

uc Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Calon Peserta
Didik

Pengolahan Data
Perolehan Nilai CPD

Panitia Bagian
Komite MAN I Garut
Penilaian

Kepala Tata Usaha


MAN I Garut

Gambar 3.32 Use Case Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data penilaian tes.

Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD
Nama Use Case : Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD
ID Use Case : SIPPDB-007
Pelaku Sistem Panitia Bagian Penilaian
Utama:
Pelaku Partisipan Calon Peserta Didik
Lain: Kepala Tata Usaha
Komite MAN I Garut

Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD (Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data
perolehan nilai calon peserta didik. User yang melakukan pengolahan
data ini adalah panitia bagian penilaian dengan data yang didapatkan
272

dari calon peserta didik. Dalam pelaksanaan pengolahan data ini


dibantu oleh Komite MAN I Garut, Kepala Tata Usaha.
Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data penilaian tes ini adalah
penambahan data, pencarian data, pengubahan data, penghapusan
data. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian
penilaian) harus memilih menu penilaian kemudian sub menu
perolehan nilai calon peserta didik sehingga akan tampil form perolehan
nilai CPD dan user dapat melakukan pemrosesan data perolehan nilai
CPD. User dapat melakukan penyimpanan data yang telah dimasukan
dan dapat keluar dari form perolehan nilai CPD sehingga kembali pada
tampilan utama SI PPDB.
Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada
tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian penilaian telah
mendapatkan nilai tes berdasarkan hasil pengerjaan calon peserta didik.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User memilih menu Step 2 : Sistem menampikan
penilaian pilihan sub menu yang ada pada
menu penilaian
Step 3 : User memilih sub menu Step 4 : Sistem menampilkan form
Perolehan Nilai Calon Peserta Perolehan Nilai Calon Peserta Didik
Didik
Step 5 : User menentukan proses
apa yang akan dilakukannya. Step 7: Sistem mengaktifkan
Step 6: User memilih akan textbox untuk melakukan pengisian
memasukan data perolehan nilai data Perolehan Nilai Calon Peserta
CPD yang baru dengan memilih Didik Barudan menampilkan
optionbox ‘Tambah Data’ tanggal pendaftaran secara
otomatis
Step 8 : User memasukan nomor
peserta
Step 9 : User memasukan nilai
calon peserta didik dan
memprosesnya
Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD(Lanjutan)
273

Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem


Event : Step 10 : User melakukan Step 11 : Sistem menampilkan
penyimpanan data yang telah pesan kesalahan jika data yang
dimasukan dengan memilih wajib diisi belum diisikan.
button ‘Simpan’ Step 12 : Sistem menyimpan data
perolehan nilai CPD yang telah
dimasukan.
Step 13 : User membatalkan Step 14 : Sistem akan
dengan memilih button ‘Batal’ mengosongkan kembali tetbox
yang tersedia
Step 15 : User memilih akan Step 16 : Sistem mengaktifkan
melakukan pencarian data textbox pencarian data
perolehan nilai CPD dengan
memilih optionbox ‘Cari Data’
Step 17 : User menentukan
parameter pencarian.
Step 18 : User memasukan nilai
filter pencarian pada textbox
yang disediakan
Step 19 : User memilih button Step 20 : Sistem menampilkan
‘Cari’ pesan kesalahan jika filter yang
dicari tidak terdapat pada database
Step 21 : Sistem menampilkan data
perolehan nilai CPD yang sesuai
dengan filter pencarian jika
terdapat pada database.
Step 22 : User melakukan
pengubahan data perolehan nilai
CPD dengan memilih button
‘ubah’, dan proses selanjutnya
kembali pada Step 10
Step 23 : Jika user akan Step 24 : Sistem menghapus data
melakukan penghapusan data yang telah dipilih oleh user
maka memilih button ‘Hapus’
274

Step 25 : User dapat keluar dari Step 26 : Sistem mengeluarkan


dengan memilih button ‘Keluar’ form, kembali ke tampilan SI PPDB
Tabel 3.9 Use Case Narative Pengolahan Data Perolehan Nilai CPD (Lanjutan)
Bidang Alternatif Alt-Step 5: Jika user akan melakukan penambahan data pendaftaran
baru maka dilakukan Step 6.
Jika user akan melakukan pencarian data maka dilakukan
Step 22.
Jika user akan melakukan pengubahan data maka
dilakukan Step 23.
Jika user akan melakukan penghapusan data maka
dilakukan Step 25.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan
keluar dari form data perolehan nilai calon peserta didik dan kembali
pada tampilan utama SI PPDB.
Postkondisi : User telah melakukan penambahan data , pengubahan data perolehan
nilai calon peserta didik
275

3.6.3.9. Use Case Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengolahan data nilai kelulusan adalah
sebagai berikut:
uc Pengolahan Data Nilai Kelulusan

Calon Peserta Didik

Ketua Panitia PPDB


Pengolahan Data
Nilai Kelulusan

Panitia Bagian
Penilaian

Kepala Tata Usaha MAN I


Garut

Komite MAN I Garut

Gambar 3.33 Use Case Diagram Nilai Kelulusan

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pengolahan data nilai kelulusan.
276

Tabel 3.10 Use Case Narative Pengolahan Data Nilai Kelulusan


Nama Use Case : Pengolahan Data Nilai Kelulusan
ID Use Case : SIPPDB-008
Pelaku Sistem Panitia Bagian Penilaian
Utama:
Pelaku Partisipan Calon Peserta Didik
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala Tata Usaha
Komite MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan pengolahan data
nilai kelulusan. User yang melakukan pengolahan data ini adalah panitia
bagian penilaian dengan data yang didapatkan dari calon peserta didik.
Dalam pelaksanaan pengolahan data ini dibantu oleh Ketua Panitia
PPDB, Komite MAN I Garut serta Kepala Tata Usaha.
Deskripsi/Uraian : Yang termasuk pada proses pengolahan data nilai kelulusan ini adalah
pemrosesan kelulusan berdasarkan nilai yang telah didapatkan dari hasil
tes. Untuk dapat melakukan proses tersebut maka user (panitia bagian
penilaian) harus memilih menu penilaian kemudian sub menu Nilai
Kelulusan sehingga akan tampil form nilai kelulusan dan user dapat
melakukan pemrosesan data kelulusan. Data yang sudah diproses
secara otomatis tersimpan dan dapat keluar dari form nilai kelulusan
sehingga kembali pada tampilan utama SI PPDB.
Prakondisi : User telah melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk pada
tampilan utama SI PPDB dan panitia bagian penilaian telah
mendapatkan nilai tes berdasarkan hasil pengerjaan calon peserta didik.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User memilih menu Step 2 : Sistem menampikan
penilaian pilihan sub menu yang ada pada
277

menu penilaian
Step 3 : User memilih sub menu Step 4 : Sistem menampilkan form
Nilai Kelulusan Nilai Kelulusan dan nilai passing
grade secara otomatis
Step 5 : User memilih button Step 6: Sistem menampilkan
‘Proses Hasil Kelulusan’ keterangan kelulusan calon peserta
didik berdasarkan nilai yang
didapatkan dari hasil tes.

Tabel 3.10 Use Case Narative Pengolahan Data Nilai Kelulusan (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 7 : User dapat keluar dari Step 26 : Sistem mengeluarkan
dengan memilih button ‘Keluar’ form nilai kelulusan dan kembali ke
tampilan SI PPDB
Bidang Alternatif Alt-Step 3: Jika user akan melakukan proses hasil kelulusan maka
dilakukan Step 5.
Jika user akan melakukan keluar dari form maka dilakukan
Step 7.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses yang dipilih user telah berakhir dan
keluar dari form nilai kelulusan dan kembali pada tampilan utama SI
PPDB.
Postkondisi : User telah melakukan proses hasil nilai dan memberikan keterangan
kelulusan untuk diinformasikan kepada calon peserta didik
278

3.6.3.10. Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan daftar calon peserta didik
adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Daftar Calon Peserta Didik

Kepala MAN I Garut

Pencetakan Laporan
Daftar Calon Peserta
Didik

Panitia Bag.
Pendaftaran Ketua Panitia PPDB
«extend»

Pengolahan Data
Pendaftaran
Sekretaris

Gambar 3.34 Use Case Diagram Pencetakan Pendaftaran Calon Peserta Didik

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan daftar calon
peserta didik.
279

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
Nama Use Case : Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
ID Use Case : SIPPDB-009
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
(Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan
melakukan pembuatan laporan daftar calon peserta didik. User (panitia
bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada
Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan
akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan daftar
calon peserta didik secara keseluruhan. Untuk dapat melihat daftar ini
maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan
pendaftaran kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada
form ini user dapat mengatur parameter laporan daftar calon peserta
didik dan dilakukan pencetakan.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Panitia Bagian Step 2 : Sistem menampilkan
Pendaftaran melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Step 4 : Sistem menampikan pilihan
Pendaftaran memilih menu sub menu yang ada pada menu
laporan laporan
280

Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form


laporan pendaftaran laporan daftar
Step 7: User mengatur parameter
/ filter laporan pendaftaran
Step 8 : User memilih melakukan Step 9 : Sistem menampilkan
pencetakan dengan memilih PrintPreview dari data yang akan
button ‘Cetak’ dicetak.
Step 11 : Sistem memerintahkan
Step 10 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
untuk mencetak.
pencetakan
Step 12: User memilih melakukan Step 13 : Sistem mengeluarkan
mengeluarkan form dengan form dan kembali pada tampilan
memilih button ‘Batal’ awal SI PPDB

Tabel 3.11 Use Case Narative Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik
(Lanjutan)
Kesimpulan : Use case ini selesai bila daftar calon peserta didik dapat dilihat dan
dilakukan pencetakannya.
Postkondisi : User telah melihat daftar calon peserta didik dan dilakukan
pencetakannya.

3.6.3.11. Use Case Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan persyaratan adalah
sebagai berikut:
281

uc Pencetakan Laporan Persyaratan

Kepala MAN I Garut

Pencetakan Laporan
Persyaratan

Panitia Bag. Pendaftaran Sekretaris

«extend»

Pengolahan Data
Kelengkapan
Persyaratan

Ketua Panitia PPDB

Gambar 3.35 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan persyaratan.

Tabel 3.12 Use Case Narative Pencetakan Laporan Persyaratan


Nama Use Case : Pencetakan Laporan Persyaratan
ID Use Case : SIPPDB-010
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan
melakukan pembuatan laporan kelengkapan persyaratan. User (panitia
bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada
282

Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan
akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan
kelengkapan persyaratan secara keseluruhan. Untuk dapat
melakukannya maka user harus memilih menu laporan kemudian sub
menu laporan pendaftaran dan memilih button ‘Laporan Persyaratan’
kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user
dapat mengatur parameter laporan persyaratan dan dilakukan
pencetakan.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Panitia Bagian Step 2 : Sistem menampilkan
Pendaftaran melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Step 4 : Sistem menampikan
Pendaftaran memilih menu pilihan sub menu yang ada pada
laporan menu laporan
Step 5 :User memilih sub menu
laporan pendaftaran
Step 6 : User memilih button Step 7 : Sistem menampilkan form
‘Laporan Persyaratan’ laporan persyaratan
Step 8: User mengatur parameter
/ filter laporan persyaratan

Tabel 3.12 Use Case Narative Pencetakan Laporan Persyaratan (Lanjutan)


Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 9 : User memilih melakukan Step 10 : Sistem menampilkan
pencetakan dengan memilih PrintPreview dari data yang akan
button ‘Cetak’ dicetak.
Step 12 : Sistem memerintahkan
Step 11 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
283

untuk mencetak. pencetakan


Step 14 : Sistem mengeluarkan
Step 13: User memilih melakukan
form dan kembali pada tampilan
mengeluarkan form dengan
awal SI PPDB
memilih button ‘Batal’
Kesimpulan : Use case ini selesai bila daftar kelengkapan persyaratan dapat dilihat
dan dilakukan pencetakannya.
Postkondisi : User telah melihat daftar kelengkapan persyaratan dan dilakukan
pencetakannya.

3.6.3.12. Use Case Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan asal sekolah adalah
sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Asal Sekolah

Pencetakan Laporan
Asal Sekolah

Kepala MAN I Garut


«extend»

Pengolahan Data
Pendaftaran
Panitia Bag. Pendaftaran
Ketua Panitia PPDB
«include»

Pengolahan Data
Sekolah Asal

Sekretaris

Gambar 3.36 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan asal sekolah.
284

Tabel 3.13 Use Case Narative Pencetakan Laporan Asal Sekolah


Nama Use Case : Pencetakan Laporan Asal Sekolah
ID Use Case : SIPPDB-011
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan
melakukan pembuatan laporan asal sekolah. User (panitia bagian
pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada
Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan
akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan jumlah
calon peserta didik berdasarkan asal sekolah. Untuk dapat melihat
daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu
laporan pendaftaran dan memilih button ‘Laporan Asal Sekolah’
kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user
dapat mengatur parameter laporan asal sekolah dan dilakukan
pencetakan.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Panitia Bagian Step 2 : Sistem menampilkan
Pendaftaran melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Step 4 : Sistem menampikan pilihan
Pendaftaran memilih menu sub menu yang ada pada menu
laporan laporan

Tabel 3.13 Use Case Narative Pencetakan Laporan Asal Sekolah (Lanjutan)
285

Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem


Event : Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
laporan pendaftaran laporan pendaftaran
Step 7: User memilih button Step 8 : Sistem menampilkan form
‘Laporan Asal Sekolah’ laporan Asal Sekolah
Step 9: User mengatur parameter
/ filter laporan asal sekolah
Step 10 : User memilih Step 9 : Sistem menampilkan
melakukan pencetakan dengan PrintPreview dari data yang akan
memilih button ‘Cetak’ dicetak.
Step 11 : Sistem memerintahkan
Step 10 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
untuk mencetak.
pencetakan
Step 12: User memilih melakukan Step 13 : Sistem mengeluarkan
mengeluarkan form dengan form dan kembali pada tampilan
memilih button ‘Batal’ awal SI PPDB
Kesimpulan : Use case ini selesai bila jumlah calon peserta didik berdasarkan asal
sekolah dapat dilihat dan dilakukan pencetakannya.
Postkondisi : User telah melihat jumlah calon peserta didik berdasarkan asal sekolah
dan dilakukan pencetakannya.
286

3.6.3.13. Use Case Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah


Pendaftaran
Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan rincian jumlah
pendaftaran adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Kepala MAN I Garut

Pencetakan Laporan
Rincian Jumlah
Pendaftaran

Panitia Bag. Pendaftaran


Ketua Panitia PPDB
«extend»

Pengolahan Data
Pendaftaran
Sekretaris

Gambar 3.37 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan rincian jumlah
pendaftaran.

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
Nama Use Case : Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
ID Use Case : SIPPDB-012
Pelaku Sistem Panitia Bagian Pendaftaran
Utama:
287

Pelaku Partisipan Sekretaris


Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
(Lanjutan)
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian pendaftaran akan
melakukan pembuatan laporan rincian jumlah pendaftaran. User
(panitia bagian pendaftaran) dapat membuat laporan ini untuk
diberikan kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua
Panitia PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan rincian
jumlah pendaftar berdasarkan tipe sekolah. Untuk dapat melakukannya
maka user harus memilih menu laporan kemudian sub menu laporan
pendaftaran dan memilih button ‘Cetak Rincian Jumlah Daftar’
kemudian akan tampil form untuk mencetak laporan. Pada form ini user
dapat melakukan pencetakan.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
pendaftaran dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Panitia Bagian Step 2 : Sistem menampilkan
Pendaftaran melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Step 4 : Sistem menampikan
Pendaftaran memilih menu pilihan sub menu yang ada pada
laporan menu laporan
Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampikan form
laporan pendaftaran Laporan pendaftaran

Step 7 : User memilih button Step 8 : Sistem menampilkan


‘Cetak Rincian Jumlah Daftar’ PrintPreview dari data yang akan
dicetak.
288

Step 10 : Sistem memerintahkan


Step 9 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
untuk mencetak.
pencetakan
Step 12 : Sistem mengeluarkan
Step 11: User memilih melakukan
form dan kembali pada tampilan
mengeluarkan form dengan
awal SI PPDB
memilih button ‘Batal’

Tabel 3.14 Use Case Narative Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
(Lanjutan)
Kesimpulan : Use case ini selesai bila rincian jumlah pendaftaran dapat dilihat dan
dilakukan pencetakannya.
Postkondisi : User telah melihat rincian jumlah pendaftaran dan dilakukan
pencetakannya.

3.6.3.14. Use Case Diagram Pencetakan Laporan Hasil Peniilaian Calon


Peserta Didik
Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan hasil penilaian calon
peserta didik adalah sebagai berikut:
uc Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik

Sekretaris

Pencetakan Laporan Hasil


Penilaian Calon Peserta
Didik

Panitia Bagian Penilaian Ketua Panitia PPDB

«extend»

Kepala MAN I
Pengolahan Data
Garut
Perolehan Nilai CPD
289

Gambar 3.38 Use Case Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta
Didik

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan hasil penilaian
calon peserta didik.

Tabel 3.15 Use Case Narative Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik
Nama Use Case : Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik
ID Use Case : SIPPDB-013
Pelaku Sistem Panitia Bagian Penilaian
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian penilaian akan
melakukan pembuatan laporan nilai calon peserta didik. User (panitia
bagian penilaian) dapat membuat laporan ini untuk diberikan kepada
Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia PPDB dan
akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan nilai
calon peserta didik sesuai hasil tes yang telah calon peserta didik
laksanakan. Untuk dapat melihat daftar ini maka user harus memilih
menu laporan kemudian sub menu laporan penilaian kemudian akan
tampil formnya. Pada form ini user dapat melihat laporan nilai calon
peserta didik dan dilakukan pencetakan.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
penilaian dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
290

Event : Step 1 : Panitia Bagian Penilaian Step 2 : Sistem menampilkan


melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Penilaian Step 4 : Sistem menampikan pilihan
memilih menu laporan sub menu yang ada pada menu
Step 5 :User memilih sub menu laporan
laporan penilaian Step 6 : Sistem menampilkan form
Step 7 : User melakukan filter laporan penilaian
untuk pencetakan
Step 8: User memilih melakukan
pencetakan dengan memilih Step 9: Sistem menampilkan pesan
button ‘Cetak’ kesalahan jika tidak ada datanya

Tabel 3.15 Use Case Narative Pencetakan Nilai Calon Peserta Didik (Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 10 : Sistem menampilkan
PrintPreview dari data yang akan
dicetak.
Step 12 : Sistem memerintahkan
Step 11 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
untuk mencetak.
pencetakan
Step 13: User memilih melakukan Step 14 : Sistem mengeluarkan
mengeluarkan form dengan form dan kembali pada tampilan
memilih button ‘Keluar’ awal SI PPDB
Kesimpulan : Use case ini selesai bila nilai calon peserta didik dapat dilihat dan
dilakukan pencetakannya.
Postkondisi : User telah melihat nilai calon peserta didik dan dilakukan
pencetakannya.
291

3.6.3.15. Use Case Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta


Didik Baru
Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pencetakan laporan kelulusan Calon Peserta
Didik Baruadalah sebagai berikut:

uc Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

Sekretaris

Pencetakan Laporan
Kelulusan Calon Peserta
Didik Baru
Panitia Bagian Penilaian
Ketua Panitia PPDB

«extend»

Pengolahan Data
Perolehan Nilai CPD Kepala MAN I Garut

Gambar 3.39 Use Case Diagram Pencetakan Calon Peserta Didik yang Lulus
292

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative pencetakan laporan kelulusan calon
Peserta Didik Baru.

Tabel 3.16 Use Case Narative Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
Nama Use Case : Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
ID Use Case : SIPPDB-014
Pelaku Sistem Panitia Bagian Penilaian
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Ketua Panitia PPDB
Kepala MAN I Garut
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila panitia bagian penilaian akan
melakukan pembuatan laporan kelulusan calon peserta didik. User
(panitia bagian penilaian) dapat membuat laporan ini untuk diberikan
kepada Sekretaris dan oleh Sekretaris diberikan kepada Ketua Panitia
PPDB dan akhirnya diserahkan kepada Kepala MAN I Garut.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini hanya membuat laporan
kelulusan calon peserta didik sesuai nilai yang didapatkan. Untuk dapat
melihat daftar ini maka user harus memilih menu laporan kemudian sub
menu laporan penilaian dan memilih button ‘Laporan Kelulusan’
kemudian akan tampil formnya. Pada form ini user dapat melihat
laporan kelulusan calon peserta didik dan dilakukan pencetakan.
293

Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah


dilakukan proses login dengan menggunakan user panitia bagian
penilaian dengan hak akses yang telah disesuaikan dengan
pekerjaannya.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Panitia Bagian Penilaian Step 2 : Sistem menampilkan
melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Panitia Bagian Penilaian Step 4 : Sistem menampikan pilihan
memilih menu laporan sub menu yang ada pada menu
laporan
Step 5 :User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
laporan penilaian laporan penilaian

Step 7 : User memilih button Step 8 : Sistem menampilkan form


‘Laporan Kelulusan’ laporan Kelulusan
Step 9 : User melakukan filter
untuk pencetakan

Tabel 3.16 Use Case Narative Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik
Baru(Lanjutan)
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 8: User memilih melakukan Step 9: Sistem menampilkan pesan
pencetakan dengan memilih kesalahan jika tidak ada datanya
button ‘Cetak’ Step 10 : Sistem menampilkan
PrintPreview dari data yang akan
dicetak.
Step 12 : Sistem memerintahkan
Step 11 : User memilih icon ‘ ’
printer untuk melakukan
untuk mencetak.
pencetakan
Step 13: User memilih melakukan Step 14 : Sistem mengeluarkan
mengeluarkan form dengan form dan kembali pada tampilan
memilih button ‘Keluar’ awal SI PPDB
Kesimpulan : Use case ini selesai bila kelulusan calon peserta didik dapat dilihat dan
dilakukan pencetakannya.
294

Postkondisi : User telah melihat kelulusan calon peserta didik dan dilakukan
pencetakannya.

3.6.3.16. Use Case Diagram Ubah User


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case Ubah User adalah sebagai berikut:
uc Ubah User

Panitia Bag. Pendaftaran

Ubah User

Panitia Bagian
Ketua Panitia PPDB Penilaian

Sekretaris

Gambar 3.40 Use Case Diagram Ubah User


Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative Ubah User.

Tabel 3.17 Use Case Narative Ubah User


Nama Use Case : Ubah User
ID Use Case : SIPPDB-015
Pelaku Sistem Ketua Panitia PPDB
Utama: Sekretaris
Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan melakukan penggantian login
user untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB.
295

Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan penggantian
login user. Untuk dapat melakukannya maka user harus memilih menu
sistem kemudian sub menu ubah user kemudian akan kembali ke form
Login.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak
akses yang telah disesuaikan.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User melakukan login Step 2 : Sistem menampilkan
tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan
sistem pilihan sub menu yang ada pada
menu sistem
Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
ubah user Login
Kesimpulan : Use case ini selesai bila dilakukan penggantian user telah dilakukan.
Postkondisi : User telah mengganti user untuk masuk ke SI PPDB.

3.6.3.17. Use Case Diagram Ubah Password


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case Ubah Password adalah sebagai berikut:
uc Ubah Passw ord

Panitia Bag.
Pendaftaran

Ubah Passw ord

Ketua Panitia Panitia Bagian


PPDB Penilaian

Sekretaris
296

Gambar 3.41 Use Case Diagram Ubah Password

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative Ubah Password.

Tabel 3.18 Use Case Narative Ubah Password


Nama Use Case : Ubah Password
ID Use Case : SIPPDB-016
Pelaku Sistem Ketua Panitia PPDB
Utama: Sekretaris
Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila admin akan melakukan penggantian
password user untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB.

Tabel 3.18 Use Case Narative Ubah Password (Lanjutan)


Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan penggantian
password user. Untuk dapat melakukannya maka admin harus memilih
menu sistem kemudian sub menu ubah password kemudian akan
ditampilkan ke form ubah password.
Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah
dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak
akses yang telah disesuaikan.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Admin melakukan login Step 2 : Sistem menampilkan
tampilan utama SI PPDB.
297

Step 3 : Admin memilih menu Step 4 : Sistem menampikan


sistem pilihan sub menu yang ada pada
menu sistem
Step 5 : Admin memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
ubah password ubah password
Step 7 : Admin mengisi password
lama, password baru dan
mengulang baru.
Step 8: Admin memilih button Step 9 : Sistem menyimpan
‘Simpan’ pengubahan password
Step 10 : Admin memilih button Step 11 : Sistem mengosongkan
‘Batal’ pengubahan password
Step 12 : Admin memilih button Step 13 : Sistem mengeluarkan
‘Keluar’ form pengubahan password dan
kembali ke tampilan utama SI PPDB
Bidang Alternatif Atl-Step 5 : Jika akan menyimpan perubahan password maka dilakukan
Step 8.
Jika akan membatalkan perubahan password maka
dilakukan Step 10.
Jika akan mengeluarkan form maka dilakukan Step 12.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila dilakukan perubahan password telah dilakukan.
Postkondisi : User telah merubah password user untuk dapat masuk ke SI PPDB.

3.6.3.18. Use Case Diagram Pengaturan User


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case pengaturan user adalah sebagai berikut:
298

uc Pengaturan User

Panitia Bag. Pendaftaran

Pengaturan User

Panitia Bagian Penilaian


Ketua Panitia PPDB

Sekretaris

Gambar 3.42 Use Case Diagram Pengaturan User

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative Pengaturan User.

Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User


Nama Use Case : PengaturanUser
ID Use Case : SIPPDB-017
Pelaku Sistem Ketua Panitia PPDB
Utama:
Pelaku Partisipan Sekretaris
Lain: Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila ketua panitia akan mengatur data user
untuk dapat mengakses atau menggunakan SI PPDB.
Deskripsi/Uraian : Proses yang terdapat pada use case ini adalah melakukan pengubahan
user. Untuk dapat melakukannya maka user harus memilih menu sistem
kemudian sub menu pengaturan user kemudian akan tampil formnya.

Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User (Lanjutan)


299

Prakondisi : Sistem menampilkan tampilan utama SI PPDB yang sebelumnya telah


dilakukan proses login dengan menggunakan user admin dengan hak
akses yang telah disesuaikan.
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : Ketua panitia PPDB Step 2 : Sistem menampilkan
melakukan login tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : Ketua panitia memilih Step 4 : Sistem menampilkan
menu sistem pilihan sub menu yang ada pada
menu sistem
Step 5 : Admin memilih sub menu Step 6 : Sistem menampilkan form
pengaturan user pengaturan user
Step 7 : Admin memilih proses
selanjutnya (menambah data,
mengubah data user atau
menghapusnya)
Step 8 : Admin memilih Step 9: Sistem menyimpan data
melakukan penambahan data yang telah ditambahkan
dengan melakukan pengisian

dengan memilih icon ‘ ’dan dan


dilakukan penyimpanan dengan

memilih icon ‘ ’
Step 10 : Admin memilih Step 11 : Sistem melakukan
melakukan pengubahan data penyimpanan data yang diubah

dengan memilih icon ‘ ’ dan


dilakukan penyimpanan dengan

memilih icon ‘ ’
Step 12 : Admin memilih Step 13 : Sistem menghapus user
melakukan penghapusan data

dengan memilih icon ‘ ’


Step 14 : Admin memilih Step 15 : Sistem membatalkan
melakukan membatalkan dengan pengaturan user

memilih icon ‘ ’
300

Tabel 3.19 Use Case Narative Pengaturan User (Lanjutan)


Bidang Alternatif Atl-Step 5 : Jika akan menambah user maka dilakukan Step 8.
Jika akan merubah data user maka dilakukan Step 10.
Jika akan menghapus data user maka dilakukan Step 12.
Jika akan membatalkan perubahan user maka dilakukan
Step 14.
Kesimpulan : Use case ini selesai bila dilakukan pengaturan user telah dilakukan.
Postkondisi : User telah melakukan pengaturan user.

3.6.3.19. Use Case Diagram Keluar


Use case dimodelkan secara grafis dengan menggunakan use case
diagram. Adapun diagram use case Keluar adalah sebagai berikut:
uc Keluar

Panitia Bag. Pendaftaran

Keluar

Ketua Panitia PPDB Panitia Bagian Penilaian

Sekretaris

Gambar 3.43 Use Case Diagram Keluar

Selain use case diagram, use case pun dapat dijelaskan dengan
menggunakan use case narative yang merupakan deskripsi tekstual tentang
urutan kejadian dan bagaimana user akan berinteraksi dengan sistem informasi
PPDB. Berikut ini adalah use case narative Keluar.
301

Tabel 3.20 Use Case Narative Keluar


Nama Use Case : Keluar
ID Use Case : SIPPDB-018
Pelaku Sistem Ketua Panitia PPDB
Utama: Sekretaris
Panitia Bagian Pendaftaran
Panitia Bagian Penilaian
Sasaran : Use-case ini akan berfungsi bila user akan mengeluarkan aplikasi SI
PPDB atau akan mengganti user untuk masuk pada SI PPDB.
Deskripsi/Uraian : Use-case ini memungkinkan user mengeluarkan dirinya dari sistem.
Untuk dapat melakukan proses ini maka user memilih menu keluar yang
ada pada SI PPDB.
Prakondisi : User telah melakukan login .
Bidang Khas Suatu Kegiatan Pelaku Respons Sistem
Event : Step 1 : User melakukan login Step 2 : Sistem menampilkan
tampilan utama SI PPDB.
Step 3 : User memilih menu Step 4 : Sistem menampikan
Sistem pilihan sub menu yang ada pada
menu sistem
Step 5 : User memilih sub menu Step 6 : Aplikasi SI PPDB keluar.
Keluar SI PPDB
Kesimpulan : Use case ini selesai bila proses keluar SI PPDB
Postkondisi : Sistem keluar
302

3.6.4. Pengembangan Interaction Diagram Sistem Informasi PPDB


Diagram interaksi menunjukkan langkah-langkah kerja sama obyek-obyek di
dalam use case. Obyek apa saja yang dibutuhkan untuk aliran, pesan apa saja
yang obyek kirimkan ke obyek lainnya, dan urutan pesan-pesan yang dikirimkan.
Dua tipe diagram interaksi adalah sequence diagram dan collaboration
diagram.

3.6.4.1. Pengembangan Sequence Diagram


Sequence Diagram disusun berdasarkan urutan waktu. Adapun sequence
diagram yang terdapat pada SI PPDB adalah sebagai berikut.
303

3.6.4.1.1 Sequence Diagram Login


sd Login

Aplikasi SI PPDB Form Login DB PPDB T ampilan Utama DB PPDB T abel


T abel User SI PPDB T ahun Ajaran
User

Mengakses Aplikasi()

Load Form Login()

T ampilkan Form Login()

Meminta masukan username dan password()

Masukan username dan password()

Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel User()

Memeriksa data user()

Data user yang dimasukkan tidak ditemukan / tidak sesuai()

Menampilkan pesan kesalahan()

Data user yang dimasukkan sesuai()

Load SI PPDB()

Melakukan koneksi ke DB PPDB


T abel T ahun Ajaran()

Memeriksa data tahun ajaran()


T idak ada data tahun ajaran()
Menampilkan pesan jika tidak ada data tahun ajaran yang tersimpan
dalam DB PPDB T abel T ahun Ajaran()
Ada data tahun ajaran()

Menampilkan T ampilan Utama SI PPDB()

Gambar 3.44 Sequence Diagram Login


304

3.6.4.1.2 Sequence Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


sd Pengolahan Data Tahun Aj aran

T ampilan SI PPDB Menu Data Master Sub Menu T ahun Ajaran Form T ahun Ajaran DB PPDB - T abel T ahun Ajaran

Sekretaris

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu data master()

Memilih sub-menu tahun ajaran()


Load Form T ahun Ajaran()

Menampilkan form tahun ajaran()

Klik Button T ambah()

Menampilkan textbox untuk dilakukan pengisian()

Memasukkan tahun ajaran, mulai, akhir, status, kapasitas()


Klik Button 'Simpan'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran()

Menyimpan data()
Data disimpan()

Klik Button 'Batal'()

Melakukan pembatalan pengisian data tahun ajaran()


Klik Button 'Hapus'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran()

Menghapus data()
Data Dihapus()

Klik Button Ubah()

Melakukan koneksi ke DB PPDB - T abel T ahun Ajaran()

Merubah data()
Data diubah()

Klik Button 'Keluar'()

Load tampilan utama()


Menampilkan tampilan utama()
305

Gambar 3.45 Sequence Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


3.6.4.1.3 Sequence Diagram Pengolahan Data Info Panitia
306

sd Pengolahan Data Info Panitia

T ampi l an Utama Menu Data Master Sub Menu Info Form Info Pani ti a DB PPDB T abel DB PPDB T abel
SI PPDB Pani ti a Info T ahun Aj aran
Sekretari s

Masuk ke tampi l an utama()

Memi l i h menu data master()

Memi l i h sub-menu i nfo pani ti a()


Load Form Info Pani ti a()

Menampi l kan Form Info Pani ti a()

Menentukan proses yang akan di l akukan()

Memi l i h Button 'T ambah'()

Mengakti fkan textbox pengi si an data i nfo pani ti a()


Koneksi ke DB PPDB T abel T ahun Aj aran()
Memberi kan i nformasi tahun aj aran yang akti f()

Masukan Sekol ah, Al amat, T el p, T ahun Aj aran dan Nama Pani ti a, NIP Pani ti a()

Kl l i k Button 'Si mpan'()


Mel akukan koneksi ke DB PPDB T abel Info()

Mel akukan penyi mpanan


Data i nfo pani ti a yang i nfo pani ti a()
di si mpan()

Menampi l kan data i nfo pani ti a yang tel ah di si mpan()

Kl i k Button 'Batal '()

Kl i k Button 'Kel uar'() Membatal kan pengi si an data i nfo pani ti a()

Load tampi l an utama()


Menampi l kan tampi l an utama()

Gambar 3.46 Sequence Diagram Pengolahan Data Info Panitia


3.6.4.1.4 Sequence Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal
307

sd Pengolahan Data Sekolah Asal

T ampilan Utama Menu Data Master Sub Menu Form Sekolah DB PPDB - T abel
SI PPDB Sekolah Asal Asal Sekolah Asal
Sekretaris

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu data master()


Memilih sub-menu sekolah asal()
Load Form Sekolah Asal()

Menampilkan Form Sekolah Asal()

Klik Button 'T ambah'()


Memasukkan Nama Sekolah, T ipe Sekolah, Kota, Alamat()

Klik Button 'Simpan'() Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel


Sekolah Asal()

Menyimpan data
sekolah asal()
Data disimpan()

Pilih data yang ada()

Klik Button 'Ubah'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel
Sekolah Asal()

Merubah data sekolah asal()


Data dirubah()

Klik Button ' Hapus'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB T abel


Sekolah Asal()

Menghapus data sekolah asal()


Data dihapus()

Klik Button 'Keluar'()

Load tampilan utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.47 Sequence Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal


308

3.6.4.1.5 Sequence Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta


Didik Baru
sd Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

Tampilan Utama Menu Sub Menu Form Pendaftaran DB PPDB Tabel DB PPDB Tabel
SI PPDB Pendaftaran Pendaftaran Calon PDB Peserta Didik Tahun Ajaran
Calon PDB
Panitia Bagian
Pendaftaran
Masuk Tampilan Utama()

Memilih menu pendaftaran()


Memilih sub-menu pendaftaran Calon PDB()
Load Form()
Menampilkan Form()

Klik Button 'Tambah'()

Menampilkan Textbox untuk dilakukan pengisian ()


Melakukan koneksi ke Db PPDB Tabel Tahun Ajaran()

Memberikan informasi tahun ajaran yang aktif()


Masukkan Detail Data Calon Peserta Didik Baru()
Klik Button 'Simpan'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel
Peserta Didik()

Menyimpan
data()
Data Disimpan()
Klik Button 'Cetak'()

Menampilkan PrintPreview()
Klik Button Icon Printer()
Kartu Pendaftaran()

Klik Button ' Batal'()

Membatalkan pengisian data()


Memilih button 'Cari Data'()

Mengaktifkan parameter pencarian()

Masukkan parameter pencarian()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel
Peserta Didik()

Memeriksa data()
Data tidak ada()
Menampilkan pesan kesalahan()

Data ada()
Klik Button 'Ubah'() Melakukan koneksi ke DB PPDB
Tabel Peserta Didik()

Mengubah data()
Data diubah()
Klik Button 'Hapus'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel


Peserta Didik()

Menghapus data()
Data dihapus()
Klik Button 'Keluar'()

Load tampilan utama()

Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.48 Sequence Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Baru
309

3.6.4.1.6 Sequence Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


sd Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

Tampilan Utama Menu Sub Menu Form DB PPDB Tabel DB PPDB Tabel
SI PPDB Pendaftaran Pengumpulan Kelengkapan Calon PDB Syarat
Kelengkapan Persyaratan
Panitia Bagian
Persyaratan
Pendaftaran
Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu pendaftaran()


Memilih sub-menu pengumpulan kelengkapan persyaratan()
Load Form Kelengkapan Persyaratan()

Menampilkan form kelengkapan persyaratan()

Memilih Button ' Tambah Data'()


Mengaktifkan TextBox untuk pengisian()

Memasukkan Nomor Peserta()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

Memeriksa data()
Data tidak ada()
Menampilkan pesan kesalahan()
Data ada()
Menampilkan nama calon peserta didik()
Melakukan pengecekan kelengkapan persyaratan()
Memilih Button ' Simpan'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Menyimpan
data()
Data disimpan()
Menampilkan data kelengkapan persyaratan()

Memilih Button 'Cetak'()


Menampilkan Print Preview()

Memilih Icon Printer()


Kartu Cheking Persyaratan()

Memilih Button 'Batal'()

Membatalkan pengisian data kelengkapan()


Menampilkan Button 'Cari Data'()

Mengisi parameter pencarian()

Memilih Button 'Cari'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Memeriksa data()
Data tidak ada()
Menampilkan pesan kesalahan()
Data ada()
Menampilkan data yang dicari()

Memilih Button 'Ubah'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Mengubah
data()
Data diubah()

Memilih Button 'Hapus'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Syarat()

Menghapus data()
Data dihapus()

Memilih Button 'Keluar'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()
310

Gambar 3.49 Sequence Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

3.6.4.1.7 Sequence Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik


sd Pengolahan Data Perolehan Nilai Siswa

Tampilan Utama Menu Penilaian Sub Menu Form Perolehan DB PPDB Tabel DB PPDB Tabel
SI PPDB Perolehan Nilai Nilai Calon PDB Calon PDB Nilai
Calon PDB
Panitia Bagian Penilaian

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu penilaian()


Memilih sub-menu perolehan nilai calon PDB()
Load Form Perolehan Nilai Calon PDB()

Menampiilkan form Perolehan Nilai Calon PDB()

Memilih button ' Tambah Data'()

Menampilkan textbox pengisian()

Masukkan nomor peserta()


Melakukan koneksi ke DB Calon PDB()

Memeriksa data()
Data tidak ada()
Menampilkan pesan kesalahan()
Data ada()
Menampilkan nama peserta dan tipe sekolah sesuai dengan nomor peserta ()

Memasukkan Nilai Ujian Nasional, Nilai Ujian Sekolah / Madrasah,()


Klik Button ' Proses'()

Menampilkan Jumlah Nilai ()


Memasukkan nilai tes()
Memilih Button 'Hasil Akhir'()
Menampilkan Total Nilai dan Skor Calon PDB()
Memilih Button 'Simpan'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Menyimpan data()
Data disimpan()
Memilih Button 'Batal'()

Membatalkan pengisian data()


Memilih Button 'Cari Data'()

Menampilkan pengisian parameter pencarian()

Memasukkan parameter / filter pencarian()

Memilih Button 'Cari'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Memeriksa Data()
Data tidak ada()

Menampilkan pesan kesalahan()


Data ada()
Menampilkan detail perolehan nilai berdasarkan parameter pencarian()
Memilih Button 'Ubah'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Mengubah data()
Data diubah()
Memilih Button 'Hapus'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Menghapus data()
Data dihapus()
Memilih Button 'Keluar'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()
311

Gambar 3.50 Sequence Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
312

3.6.4.1.8 Sequence Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


sd Pengolahan Data Nilai Kelulusan

Tampilan Utama Menu Penilaian Sub Menu Nilai Form Nilai DB PPDB Tabel DB PPDB Tabel
SI PPDB Kelulusan Kelulusan Nilai Tahun Ajaran
Panitia Bagian Penilaian

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu penilaian()

Memilih Sub Menu Nilai Kelulusan()


Load form nilai kelulusan()

Menampilkan form nilai kelulusan()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Memberikan data nilai tertinggi()

Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran()

Memberikan data kapasitas ()


Menampilkan nilai passing grade secara otomatis()

Memilih Button 'Proses Hasil Kelulusan'()

Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Mengolah data nilai()


Memberikan informasi keterangan calon PDB yang lulus()

Menampilkan keterangan kelulusan()

Memilih Button 'Keluar'()


Load tampilan utama()
Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.51 Sequence Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


313

3.6.4.1.9 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

Tampilan SI Menu Laporan Sub Menu Form Laporan DB PPDB Calon


PPDB Laporan Pendaftaran PDB
Pendaftaran
Panitia Bagian
Pendaftaran

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu laporan()

Memilih sub-menu laporan pendaftaran()


Load Form Laporan Pendaftaran()

Menampilkan Form Laporan Pendaftaran()

Menetukan Parameter Pencetakan Laporan()

Memilih Button 'Cetak'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel
Calon PDB()

Memeriksa data()
Data tidak ada()

Menampilkan pesan kesalahan()


Data ada()
Menampilkan print preview laporan pendaftaran sesuai dengan parameter yang ditentukan()

Klik Icon Printer()


Laporan Data Pendaftaran Calon PDB()

Klik Button 'Batal'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()
314

Gambar 3.52 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

3.6.4.1.10 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan


315

sd Pencetakan Laporan Persyaratan

Tampilan Utama Menu Laporan Sub Menu Form Laporan DB PPDB Tabel
SI PPDB Laporan Pendaftaran Syarat
Pendaftaran
Panitia Bagian
Pendaftaran
Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu laporan()

Memilih menu laporan pendaftaran()


Load Form Laporan Pendaftaran()

Menampilkan Form Laporan Pendaftaran()

Memilih Button 'Laporan Persyaratan'()

Menampilkan parameter persyaratan()

Menentukan parameter laporan()

Klik Button 'Cetak'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel
Syarat()

Memeriksa data()
Data tidak ada()

Menampilkan pesan kesalahan()


Data ada()
Menampilkan print preview laporan berdasarkan parameter()

Menampilkan PrintPreview()
Klik Icon Printer()
Laporan Persyaratan()

Memilih Button 'Batal'()


Load tampilan utama()
Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.53 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan

3.6.4.1.11 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
316

sd Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru

Tampilan Utama Menu Laporan Sub Menu Laporan Form Laporan DB PPDB Tabel
SI PPDB Pendaftaran Pendaftaran Asal Sekolah
Panitia Bagian
Pendaftaran

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu laporan()

Memilih sub-menu laporan pendaftaran() Load Form()

Menampilkan Form Laporan Pendaftaran()

Menampilkan parameter pencetakan laporan()

Masukkan parameter pencarian()


Memilih Button 'Cetak'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel
Asal Sekolah ()

Memeriksa data()
Data tidak ada()
Menampilkan pesan kesalahan()
Data ada()

Menampilkan PrintPreview()

Memilih Icon Printer()

Laporan Asal Sekolah()

Memilih Button 'Batal'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.54 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
317

3.6.4.1.12 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


sd Interaction Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

Tampilan Utama Menu Laporan Sub Menu Form Laporan DB PPDB Tabel
SI PPDB Laporan Pendaftaran Calon PDB
Pendaftaran
Panitia Bagian
Pendaftaran

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu laporan()

Memilih sub menu laporan pendaftaran()


Load Form ()

Menampilkan form laporan pendaftaran()

Memilih button 'Cetak Rincian Jumlah Daftar'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

Memeriksa data()
Memberikan data pendaftaran()

Menampilkan Print Preview()

Memilih Icon Printer()

Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran()

Memilih Button 'Close'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.55 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


318

3.6.4.1.13 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru

Gambar 3.56 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
319

3.6.4.1.14 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

Tampilan Utama Menu Laporan Sub Menu Form Laporan DB PPDB Tabel
SI PPDB Laporan Penilaian Nilai
Penilaian
Panitia Bagian Penilaian

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu laporan()


Memilih sub menu laporan penilaian()
Load form laporan penilaian()

Menampilkan form laporan penilaian()


Memilih button 'Laporan Kelulusan'()

Menampilkan parameter pencetakan()

Menentukan parameter pencetakan()

Memilih Button 'Cetak'()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

Memeriksa data()
Memeberikan data nilai()

Menampilkan Print Preview()

Memilih Icon Printer()


Laporan Kelulusan ()

Memilih Button 'Batal'()

Load Tampilan Utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.57 Sequence Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
320

3.6.1.4.15 Sequence Diagram Ubah User


sd Ubah User

Tampilan Utama Menu Sistem Sub Menu Ubah Form Login


SI PPDB User
User

Masuk tampilan utama()

Memilih menu sistem()

Memilih Sub Menu Ubah User'()


Load Form Login()

Menampilkan Form Login'()

Gambar 3.58 Sequence Diagram Ubah User


321

3.6.1.4.16 Sequence Diagram Ubah Password


sd Ubah Pasw ord

Tampilan Utama Menu Sistem Sub Menu Ubah Form Ubah DB PPDB Tabel
SI PPDB Password Password User
User

Masuk tampilan utama()

Memilih menu sistem()

Memilih sub menu ubah password()


Load form ubah password()

Menampilkan form ubah password()

Memasukkan password lama, password baru, ulangi password baru()


Memilih button 'Simpan'()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User()

Menyimpan data ()
Data disimpan()
Memilih button 'Batal'()

Membatalkan pengubahan data password()


Memilih button 'Keluar'()

Load tampilan utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.59 Sequence Diagram Ubah Password


322

3.6.4.1.17 Sequence Diagram Pengaturan User


323

sd Pengaturan User

Tampilan Utama Menu Sistem Sub Menu Form Pengaturan DB PPDB Tabel
SI PPDB Pengaturan User User User
Ketua Panitia PPDB
(Admin)

Masuk ke tampilan utama()

Memilih menu sistem()


Memilih sub-menu pengaturan user()
Load form pengaturan user()

Menampilkan form pengaturan user()

Memilih user yang akan diproses()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User()

Data ditampilkan()
Menampilkan data user yang dipilih()

Melakukan pengaturan data()

Data yang diubah()

Memilih Icon Simpan()


Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User()

Menyimpan data()
Data disimpan()
Memilih Icon Hapus()
Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel User()

Menghapus data()
Data dihapus()
Memilih Icon Keluar()

Load tampilan utama()


Menampilkan tampilan utama()

Gambar 3.60 Sequence Diagram Pengaturan User


3.6.4.1.18 Sequence Diagram Keluar
324

sd Keluar

Tampilan Utama Menu Sistem Sub Menu Keluar


SI PPDB Aplikasi SI PPDB
User

Masuk ke tampilan utama()

Menampilkan tampilan utama()

Memilih menu sistem()

Memilih sub-menu keluar aplikasi SI PPDB()

Keluar dari aplikasi SI PPDB()

Gambar 3.61 Sequence Diagram Keluar


325

3.6.4.2. Pengembangan Collaboration Diagram


Collaboration Diagram menunjukkan informasi yang sama dengan
sequence diagram, tetapi dalam bentuk dan tujuan yang berbeda. Pada diagram
ini, interaksi antar obyek atau aktor ditunjukkan dengan arah panah tanpa
keterangan waktu.
326

3.6.4.2.1. Collaboration Diagram Login


sd Login

6: Memeriksa data user()

5: Melakukan koneksi ke DB PPDB - Tabel User() DB PPDB - Tabel


Aplikasi SI PPDB 2: Load Form Login() Form Login User

6.1: Data user tidak sesuai / tidak ditemukan()

6.2: Data user yang dimasukan sesuai()


6.2.1: Load Tampilan Utama SI PPDB()

3: Tampilkan Form Login () Tampilan Utama


SI PPDB
1: Mengakses aplikasi()
3.1: *Meminta masukan username dan password()
4: Masukan username dan password()
6.1.1: *Menampilkan Pesan Kesalahan()
7: Melakukan koneksi ke DB PPDB - Tabel Tahun Ajaran()

DB PPDB - Tabel
8: Memeriksa data tahun ajaran()
Tahun Ajaran
User 8.1: Data tahun ajaran belum ada()
8.1.1: *Menampilkan pesan pemberitahuan data tahun ajaran belum ada()

8.2: Data tahun ajaran sudah diisi()

9: Menampilkan tampilan utama SI PPDB()

Gambar 3.62 Collaboration Diagram Login


327

3.6.4.2.2 Collaboration Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


sd Pengolahan Data Tahun Aj aran

1: Masuk ke tampilan utama()


Tampilan Utama
SI PPDB
Menu Data Master 2: Memilih menu data master() 5.4.2: Menampilkan tampilan utama()

3: Memilih sub-menu tahun ajaran()


Sekretaris
Sub Menu Tahun
Aj aran

5.1: Memilih Button 'T ambah'()


5.1.1: Menampilkan textbox untuk dilakukan pengisian()
5.1.2: Masukan tahun ajaran, mulai, akhir, status dan kapasitas() 5.4.1: Load tampilan utama()

5: Menampilkan form tahun ajaran()


5.1.2.1: Klik Button 'Simpan'()

4: Load Form T ahun Ajaran()


5.1.3: Memilih Button 'Batal'()

5.2: Memilih Button 'Hapus'()

5.3: Memilih Button 'Ubah'()

5.4: Memilih Button 'Keluar'()

Form Tahun
5.1.3.1: Melakukan pembatalan pengisian data() Aj aran

5.1.2.4: Data disimpan()


5.1.2.2: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran()
5.2.3: Data dihapus()
5.2.1: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran()

5.3.3: Data diubah()


5.3.1: Koneksi Ke DB PPDB T abel T ahun Ajaran()

DB PPDB Tabel
Tahun

5.1.2.3: Menyimpan data()

5.2.2: Menghapus data()

5.3.2: Mengubah data()


328

Gambar 3.63 Collaboration Diagram Pengolahan Data Tahun Ajaran


3.6.4.2.3 Collaboration Diagram Pengolahan Data Info Panitia

sd Pengolahan Data Info Panitia

DB PPDB Tabel
Tampilan utama 6.2.1: Load tampilan utama() Tahun Pelajaran
SI PPDB

6.1.2: Koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran()


1: Masuk ke tampilan utama()

6.2: Memilih Button 'Keluar'()


6.3: Menampilkan tampilan utama() 6.1.3: *Memberikan informasi data tahun ajaran()
6.1.4.2: Memilih Button 'Batal'()
6.1.4.1: Memilih Button 'Simpan'()

6.1.4: Memasukkan Sekolah, Alamat, Telp, Tahun Ajaran, Nama Panita dan NIP Panitia()
6.1: Memilih button 'Tambah'()
Menu Data Master 6: Menentukan proses yang akan dilakukan() Form Info Panitia 6.1.4.1.1: Melakukan koneksi ke DB PPDB Tabel Info() DB PPDB Tabel
Info
2: Memilih menu data master()
5: Menampilkan form info panitia()
6.1.4.1.3: data disimpan()
Sekretaris
6.1.1: Mengaktifkan tectbox untuk pengisian()

6.1.4.1.2: menyimpan data()


6.1.4.2.1: Membatalkan pengisian()
3: Memilih sub menu info panitia()

Sub Menu Info


Panitia
4: Load form info panitia()
329

Gambar 3.64 Collaboration Diagram Pengolahan Data Info Panitia


3.6.4.2.4 Collaboration Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal
330

sd Pengolahan Data Sekolah Asal

1: Masuk ke tampilan utama() Tampilan Utama


Menu Data Master SI PPDB
5.3.2: Menampilkan tampilan utama()
2: Memilih menu data master()
3: Memilih sub-menu sekolah asal()
Sekretaris Sub Menu Sekolah
Asal

5.1: Memilih Button 'Tambah'()


5.3.1: Load tampilan utama()
5.1.1: Memasukkan Nama Sekolah, Tipe Sekolah, Kota, Alamat() 4: Load Form Sekolah Asal()

5.1.2: Memilih Button 'Simpan'()


5: Menampilkan form sekolah asal()

5.2: Memilih data yang ada()

5.2.1: Memilih Button 'Ubah'()

5.2.2: Memilih Button 'Hapus'()

5.3: Memilih Button 'Keluar'()

Form Sekolah Asal

5.1.5: Data disimpan()


5.1.3: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal()
5.2.1.3: Data diubah()
5.2.1.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal()
5.2.2.3: Data dihapus()
5.2.2.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Sekolah Asal()

DB PPDB Tabel
Sekolah Asal

5.1.4: Menyimpan data()


5.2.1.2: Mengubah data()

5.2.2.2: Menghapus data()

Gambar 3.65 Collaboration Diagram Pengolahan Data Sekolah Asal


3.6.4.2.5 Collaboration Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
331

sd Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampi l an utama() Tampilan Utama


SI PPDB
Menu Pendaftaran 2: Memi l i h menu pendaftaran() 7.3.2: Menampi l kan tampi l an utama()

Panitia Bagian 3: Memi l i h sub-menu pendaftaran cal on PDB()


Pendaftaran
Sub Menu Pendaftaran
Calon PDB

7.1: Memi l i h Button 'T ambah'() 5: Menampi l kan form pendaftaran()


7.3.1: Load T ampi l an Utama()
7.1.2: Masukkan detai l data cal on peserta di di k() 7.1.1: Menampi l kan textbox untuk di l akukan pengi si an()

7.1.3: Memi l i h button 'Si mpan'() 7.1.4.1: Menampi l kan pri nt previ ew()
4: Load Form Pendaftaran Cal on PDB()
7.1.4.3: Kartu Pendaftaran()
7.1.4: Memi l i h button 'Cetak'()
7.2.1: Mengakti fkan parameter pencari an()
7.1.4.2: Memi l i h button pri nter()
7.2.4.1.1: Menampi l kan pesan kesal ahan()
7.1.5: Memi l i h Button 'Batal '()

7.2: Memi l i h Button 'Cari Data'()

7.2.2: Memasukkan parameter pencari an()

7.2.4.2.1: Memi l i h Button 'Ubah'()

7.2.4.2.2: Memi l i h Button 'Hapus'()

7.1.5.1: Membatal kan pengi si an data()


7.3: Memi l i h Button 'Kel uar'()

6: koneksi ke DB PPDB tabel T ahun Aj aran()


Form Pendaftaran
DB PPDB Tabel
Calon PDB
Tahun Aj aran 7: Memberi kan i nformasi tahun aj aran()

7.1.3.3: Data di si mpan()


7.1.3.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()
7.2.4.2.1.3: Data di ubah()
7.2.3: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()

7.2.4.2.2.3: data di hapus()


7.2.4.2.2.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()
7.2.4.1: Data ti dak ada()
7.2.4.2.1.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()
7.2.4.2: Data ada()

DB PPDB Tabel
Calon PDB

7.1.3.2: Menyi mpan data ()

7.2.4: Memeri ksa data()

7.2.4.2.1.2: Mengubah data()

7.2.4.2.2.2: Menghapus data()

Gambar 3.66 Collaboration Diagram Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
3.6.4.2.6 Collaboration Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan
332

sd Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan

1: Masuk ke tampi l an utama () Tampilan Utama


SI PPDB
Menu Peminj aman 2: Memi l i h Menu Pemi nj aman() 10.2: Menampi l kan tampi l an utama()

3: Memi l i h sub-menu kel engkapan persyaratan()


Panitia Bagian
Sub Menu
Pendaftaran
Pengumpulan
Kelengkapan
6: Memi l i h Button 'T ambah Data'()
5: Menampi l kan form kel engkapan persyaratan()
6.1: Memi l i h Button 'T ambah'()
6.2: Mengakti fkan textbox untuk pengi si an()
6.3: Memasukkan nomor peserta()
6.6.1: Menampi l kan pesan kesal ahan()
6.7.2: Mel akukan pengecekan kel engkapan persyaratan()
6.7.1: Menampi l kan nama cal on peserta di di k()
6.7.3: Memi l i h Button 'Si mpan'() 10.1: Load T ampi l an Utama()
6.7.7: Menampi l kan data kel engkapan persyaratan()
6.7.8: Memi l i h button 'Cetak'()
6.7.9: Menampi l kan pri nt previ ew()
6.7.12: Memi l i h button 'Batal '() 6.7.11: Kartu Cheki ng Persyaratan()
6.7.10: Memi l i h i con pri nter() 7.5.1: Menampi l kan pesan kesal ahan()

7: Memi l i h button 'Cari Data'() 7.6.1: Menampi l kan data yang di cari ()

7.1: Mengi si parameter pencari an()

7.2: Memi l i h button 'Cari '()


8: Memi l i h Button 'Ubah'()

9: Memi l i h Button 'Hapus'()

10: Memi l i h button 'Kel uar'()


4: Load Form Kel engkapan Persyaratan()
Form Kelengkapan
Persyaratan

6.6: Data T i dak Ada()


6.7: Data ada() 6.7.6: Data di si mpan()
6.4: Koneksi ke DB PPDB T abel Cal on PDB()
6.7.13: Membatal kan pengi si an() 6.7.4: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat()
7.5: Data ti dak ada()
7.3: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat()
DB PPDB Tabel 7.6: Data ada()
Calon PDB 8.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat()
8.3: Data di ubah()
9.1: Koneksi ke DB PPDB T abel Syarat()
9.3: Data di hapus()
6.5: Memeri ksa data()

DB PPDB Tabel
Syarat

6.7.5: Menyi mpan data()


7.4: Memeri ksa data()
8.2: Mengubah data()
9.2: Menghapus data()

Gambar 3.67 Collaboration Diagram Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


3.6.4.2.7 Collaboration Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
333

sd Pengolahan Data Perolehan Nilai Sisw a

Tampilan Utama
1: Masuk ke tampilan utama()
SI PPDB
Menu Penilaian 2: Memilih menu penilaian() 10.2: Menampilkan Tampilan Utama()

Panitia Bagian 3: Memilih sub-menu Perolehan Nilai Calon PDB()


Penilaian
Sub Menu Perolehan
Nilai Calon PDB
6: Memilih Button 'Tambah Data'()
5: Menampilkan form perolehan nilai()
6.1: Memilih button 'Tambah'()
6.2: Menampilkan textbox pengisian()
6.3: Masukkan nomor peserta () 10.1: Load Tampilan Utama()
6.5.1.1: Menampilkan pesan kesalahan()
6.5.2.2: Masukkan nilai Ujian Nasional, Nilai Ujian Sekolah / Madrasah()
6.5.2.1: Menampilkan nama dan tipe sekolah()
6.5.2.4: Menampilkan jumlah nilai() 6.5.2.3: Memilih button 'Proses'()

6.5.2.7: Menampilkan total nilai dan skor akhir() 6.5.2.5: Masukkan nilai tes()

7.1: Menampilkan pengisian parameter pencarian() 6.5.2.6: Memilih button 'Hasil Akhir'()

7.6.1: Menampilkan pesan kesalahan() 6.5.2.8: Memilih button 'Simpan'()

7.7.1: Menampilkan detail perolehan nilai() 6.6: Memilih button 'Batal'() 4: Load Form Perolehan Nilai Calon PDB()
7: Memilih button 'Cari Data'()
7.2: Memasukkan parameter pencarian()

7.3: Memilih button 'Cari'()

8: Memilih button 'Ubah'()

9: Memilih button 'Hapus'() 9.2: Menghapus data()

10: Klik Button 'Keluar'() 8.2: Mengubah Data()

7.5: Memeriksa data()


6.5: Memeriksa data () 6.5.2.10: Menyimpan Data()

DB PPDB Tabel DB PPDB Tabel


6.4: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB() Form Perolehan Nilai
Calon PDB Calon PDB Nilai
6.5.1: Data tidak ada() 6.5.2.9: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 6.5.2.11: Data disimpan()
6.5.2: Data ada() 7.4: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 7.6: Data tidak ada()
6.7: Membatalkan pengisian () 8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 7.7: Data ada()
9.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai() 8.3: Data diubah()
9.3: Data dihapus()

Gambar 3.68 Collaboration Diagram Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
3.6.4.2.8 Collaboration Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan
334

sd Pengolahan Data Nilai Kelulusan

1: Masuk ke tampilan utama]() Tampilan Utama


SI PPDB
Menu Penilaian 2: Memilih menu penilaian() 16: Menampilkan tampilan utama()

3: Memilih sub menu penilaian() Sub Menu Nilai 15: Load tampilan utama()
Panitia Bagian
Penilaian Kelulusan

5: Menampilkan form nilai kelulusan()

9: Memilih Button 'Proses Nilai Kelulusan'()


8: Memberikan nilai passing grade secara otomatis()
4: Load form niliai kelulusan()
14: Memiih button 'Keluar'()
13: Menampilkan keterangan kelulusan() 11: Mengolah data nilai()

DB PPDB Tabel 6: Koneksi ke DB PPDB Tabel Tahun Ajaran() Form Nilai DB PPDB Tabel
Tahun Aj aran Kelulusan Nilai
7: Memberikan data kapasitas()
10: Koneksi ke DB PPDB Tabel NIlai() 12: Memberikan informasi keterangan kelulusan()

Gambar 3.69 Collaboration Diagram Pengolahan Data Nilai Kelulusan


335

3.6.4.2.9 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama() Tampilan Utama


SI PPDB
9.2: Menampilkan tampilan utama()
Menu Laporan 2: Memilih menu laporan()

Panitia Bagian 3: Memilih sub menu laporan pendaftaran() 9.1: Load Tampilan Utama()
Pendaftaran
5: Menampilkan form pendaftaran() Sub Menu Laporan
7: Menentukan parameter pencetakan() Pendaftaran
6: Menampilkan pengisian parameter()
8: Memilih Button 'Cetak'()
8.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan()
8.3: Memilih Icon Printer() 4: Load form laporan pendaftaran()
8.2.2.1: Menampilkan PrintPreview()
9: Memilih Button 'Batal'()
8.4: Laporan Data Anggota()

Form Laporan
Pendaftaran

8.2.1: Data tidak ada()

8.2.2: Data ada() 8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel
Calon PDB

8.2: Memeriksa data()

Gambar 3.70 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
336

3.6.4.2.10 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan


sd Pencetakan Laporan Persyaratan

1: Masuk ke tampilan utama() Tampilan Utama


SI PPDB
11.2: Menampilkan tampilan utama()
Menu Laporan 2: Memilih menu laporan()
11.1: Load tampilan utama()
3: Memilih Sub Menu Laporan Persyaratan()
Sub Menu Laporan
Panitia Bagian Pendaftaran
Pendaftaran
8: Menampilkan form laporan persyaratan()
9: Menentukan parameter pencetakan ()
4: Load Form Laporan Pendaftaran()
10.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan()
10: Memilih Button 'Cetak'() 5: Menampilkan form laporan pendaftaran()
10.2.2.1: Menampilkan PrintPreview()
10.3: Klik Icon Printer()
10.4: Laporan Persyaratan() 6: Memilih Button 'Laporan Persyaratan'()
11: Memilih Button 'Batal'()
Form Laporan
Pendaftaran
Form Laporan
Persyaratan 7: Load Form Laporan Persyaratan()

10.2.1: Data tidak ada()

10.2.2: Data ada() 10.1: Koneksi ke DB()

DB PPDB Tabel
Syarat

10.2: Memeriksa data()

Gambar 3.71 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Persyaratan


337

3.6.4.2.11 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama()


Tampilan Utama
SI PPDB
11.2: Menampilkan tampilan utama()
Menu Laporan 2: Memilih menu laporan()

3: Memilih sub menu laporan pendaftaran()


11.1: Load Tampilan Utama()
Panitia Bagian
Pendaftaran
Sub Menu Laporan
8: Menampilkan Form Laporan Asal Sekolah() Pendaftaran

9: Menentukan parameter pencetakan()


10.2.1.1: Menampilkan pesan kesalahan()
4: Load Form Laporan Pendaftaran()
10: Memilih Button 'Cetak'()
10.2.2.1: Menampilkan PrintPreview()
5: Menampilkan form Laporan Pendaftaran()
10.3: Klik Icon Printer()
10.4: Laporan Asal Sekolah()
11: Klik Button 'Keluar'() 6: Memilih button 'Laporan Asal Sekolah'()

Form Laporan Asal Form Laporan


Sekolah Pendaftaran
7: Load Form Laporan Asal Sekolah()

10.2.1: Data tidak ada()

10.2.2: Data ada() 10.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel
Calon PDB

10.2: Memeriksa data()

Gambar 3.72 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
338

3.6.4.2.12 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


sd Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran

1: Masuk ke tampilan utama() Tampilan Utama


SI PPDB
Menu Laporan 7.2: Menampilkan Tampilan Utama()
2: Memilih Menu Laporan()

3: Memilih Sub Menu Laporan Pendaftaran()


Pantia Bagian
Pendaftaran 7.1: Load Tampilan Utama()
Sub Menu Laporan
Pendaftaran
5: Menampilkan Form Laporan Pendaftaran()
6: Memilih Button ' Cetak Rincian Jumlah Daftar'()
6.4: Menampilkan PrintPreview()
6.5: Memilih Icon Printer() 4: Load Form Laporan Pendaftaran()
6.6: Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran()
7: Klik Button 'Close'()

Form Laporan
Pendaftaran

6.3: Memberikan data pendaftaran()


6.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Calon PDB()

DB PPDB Tabel
Calon PDB

6.2: Memeriksa data()

Gambar 3.73 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


339

3.6.4.2.13 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru

Tampilan Utama
1: Masuk ke tampilan utama() SI PPDB

Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 8.2: Menampilkan tampilan utama()

3: Memilih sub menu laporan penilaian()


Panitia Bagian
Penilaian 8.1: Load Tampilan Utama()
Sub Menu Laporan
Penilaian

5: Menampilkan form laporan penilaian()


6: Menentukan parameter pencetakan()
7.3.1: Menampilkan pesan kesalahan() 4: Load form laporan penilaian()

7: Memilih button 'Cetak'()


7.4.1: Menampilkan Print Preview()

7.5: Memilih Icon Printer()


7.6: Laporan Hasil Penilaian()
8: Memilih Button 'Batal'()

Form Laporan
Penilaian

7.3: Data tidak ada()


7.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()
7.4: Data ada()

DB PPDB Tabel
Nilai

7.2: Memeriksa data()


340

Gambar 3.74 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
3.6.4.2.14 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
sd Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru

1: Masuk ke tampilan utama() Tampilan Utama


SI PPDB
9.2: Menampilkan tampilan utama()
Menu Laporan 2: Memilih menu laporan() 9.1: Load tampilan utama()
3: Memilih sub menu Laporan penilaian()

Panitia Bagian Sub Menu Laporan


Penilaian Penilaian

5: Menampilkan Form Laporan Penilaian()


6: Memilih Button 'Laporan Kelulusan'()
8.4: Menampilkan print preview()
7: Menentukan parameter pencetakan()
4: Load Form Laporan Penilaian()
8.6: Laporan Kelulusan()
8: Memilih Button 'Cetak'()

8.5: Memilih icon printer()

9: Memilih button 'Batal'()

Form Laporan
Penilaian

8.3: Memberikan data nilai()


8.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel Nilai()

DB PPDB Tabel
Nilai

8.2: Memeriksa data()


341

Gambar 3.75 Collaboration Diagram Pencetakan Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
3.6.4.2.15 Collaboration Diagram Ubah User
sd Ubah User

Tampilan SI PPDB
1: Masuk ke tampilan utama()

2: Memilih menu sistem()


User
Menu Sistem

5: Menampilkan form login() 3: Memilih sub menu ubah user()

Sub Menu Ubah


User
Form Login

4: Load form login()

Gambar 3.76 Collaboration Diagram Ubah User


342

3.6.4.2.16 Collaboration Diagram Ubah Password


sd Ubah Passw ord

Tampilan SI PPDB
1: Masuk ke tampilan SI PPDB()

8.2: Menampilkan tampilan utama()


2: Memilih menu sistem()
Menu Sistem 8.1: Load tampilan utama()
User

5: Menampilkan form ubah password()


6: Memasukkan pass lama, pass baru, ulang pass baru()
3: Memilih sub menu ubah password()
7: Memilih button 'Simpan'()

8: Memilih button 'Batal'() Sub Menu Ubah


Passw ord

Form Ubah
Passw ord
4: Load form ubah password()

7.3: Data disimpan()


7.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User()

DB PPDB Tabel
User

7.2: Menyimpan data()

Gambar 3.77 Collaboration Diagram Ubah Password


343

3.6.4.2.17 Collaboration Diagram Pengaturan User


344

sd Ubah User

Tampilan SI PPDB
1: Masuk ke tampilan utama()

13.2: Menampilkan tampilan utama()

2: Memilih menu sistem() Menu Sistem


Ketua Panitia 13.1: Load tampilan utama()
PPDB (Admin)

5: Menampilkan form pengaturan user()


6: Memilih user yang akan dilakukan pengaturan()
3: Memilih Sub Menu Pengaturan User()
9: Menampilkan data user yang dipilih()
10: Melakukan pengaturan data()

11: Memilih icon simpan()

12: Memilih icon 'Hapus'()


Sub Menu
13: Memilih icon keluar() Pengaturan User

Form Pengaturan 4: Load form pengaturan user()


User

8: Memberikan data user()


7: Koneksi ke DB PPDB Tabel User()
11.3: Data disimpan()
11.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User()
12.3: Data dihapus()
12.1: Koneksi ke DB PPDB Tabel User()

DB PPDB Tabel
User

11.2: Menyimpan data()

12.2: Menghapus data()

Gambar 3.78 Collaboration Diagram Pengaturan User


3.6.4.2.18 Collaboration Diagram Keluar
345

sd Keluar

Tampilan Utama
SI PPDB
1: Masuk ke tampilan utama()
3: Memilih sub-menu keluar aplikasi SI PPDB()
Sub Menu Keluar
Aplikasi SI PPDB
Menu Sistem 2: Memilih menu sistem() 4: Keluar dari aplikasi SI PPDB()

User

Gambar 3.79 Collaboration Diagram Keluar


3.6.5 Identifikasi Class pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Tahapan selanjutnya dari Analisis Sistem adalah pengidentifikasian Kelas
Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru.

3.6.5.1 Identifikasi Class


Hal yang pertama dilakukan dalam pengklasifikasian adalah

dengan mendaftar sejumlah kata benda menjadi kandidat kelas.

Adapun kandidat kelas yang dapat diidentifikasi dari use case

diagram sebelumnya adalah sebagai berikut:

3.6.5.1.1 Identifikasi Class Pada Use Case Diagram Login


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Form Login
DB PPDB Tabel User
DB PPDB Tabel Tahun Ajaran
User
Password
Button Login
Pesan Kesalahan
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.21 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Form Login Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data User, Password
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.

279
280

User Fuzzy Class Karena merupakan attributes class


dari Form Login
Tabel 3.21 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login (Lanjutan)
Password Fuzzy Class Karena merupakan attributes class
dari Form Login
Button Login Irrelevant Class Karena Button Login sebagai method
dari Form Login
Pesan Kesalahan Irrelevant Class Karena hanya informasi kesalahan dari
hasil pemasukan User dan Password

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.22 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data User, Password
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.
User Fuzzy Class Karena merupakan attributes class
dari Form Login
Password Fuzzy Class Karena merupakan attributes class
dari Form Login

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.23 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Login
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data User, Password
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.
User Fuzzy Class Karena merupakan attributes class
dari Form Login
Password Fuzzy Class Karena merupakan attributes class
dari Form Login
281

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Login adalah:


1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk
dapat melakukan validasi Login
2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data
Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik
Baru

3.6.5.1.2 Identifikasi Class Pengolahan Data Tahun Ajaran


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Master
Sub Menu Tahun Ajaran
Form Tahun Ajaran
Button Tambah
DB PPDB Tabel Tahun Ajaran
Tahun Ajaran
Tanggal Mulai
Tanggal Akhir
Status
Kapasitas
Button Simpan
Button Batal
Button Hapus
Button Yes
Button Ubah
Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
282

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.24 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Tahun Ajaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Master Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Tahun Ajaran Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Form Tahun Ajaran Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan


method dari Form Tahun Ajaran
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Mulai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Akhir Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Status Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Kapasitas Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
Button Hapus Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
Button Yes Irrelevant Class Karena Button Yes merupakan method
dari Form Tahun Ajaran
Button Ubah Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
283

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.25 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Tahun Ajaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Mulai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Akhir Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Status Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Kapasitas Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.26 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Tahun Ajaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
Ajaran yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Mulai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Tanggal Akhir Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
Status Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Tahun Ajaran
284

Kapasitas Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari


Form Tahun Ajaran

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Tahun
Ajaran adalah:
1. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat
data Tahun Ajaran Penerimaan
Peserta Didik Baru

3.6.5.1.3 Identifikasi Class Pengolahan Data Info Panitia


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Master
Sub Menu Info Panitia
Form Informasi Panitia
Button Tambah
DB PPDB Tabel Panitia
DB PPDB Tabel Tahun Ajaran
Nama Sekolah
Alamat
Telp
Tahun Ajaran
Kepala Sekolah
Nama-nama Panitia PPDB
Button Simpan
Button Batal
Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
285

kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.27 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Info Panitia
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Master Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Info Panitia Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Form Informasi Panitia Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan


method dari Form Info Panitia

Tabel 3.27 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Info Panitia (Lanjutan)
DB PPDB Tabel Panitia Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Panitia.
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran
Ajaran
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Telp Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Kepala Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Nama-nama Panitia Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
PPDB
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Info Panitia
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Info Panitia
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Info Panitia
286

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.28 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Info Panitia
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Panitia Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Panitia.
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran
Ajaran
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Tabel 3.28 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Info Panitia (Lanjutan)
Telp Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Kepala Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Nama-nama Panitia Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
PPDB

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.29 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Info Panitia
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Panitia Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Panitia.
287

DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek


yang menyimpan data Tahun Ajaran
Ajaran
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Telp Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Tahun Ajaran Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Kepala Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
Nama-nama Panitia Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Info Panitia
PPDB

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Info
Panitia adalah:
1. DB PPDB Tabel Panitia : Class Panitia ini memuat data Panitia
Penerimaan Peserta Didik Baru
2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data
Tahun Ajaran Penerimaan Peserta Didik
Baru

3.6.5.1.4 Identifikasi Class Pengolahan Data Sekolah Asal


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Master
Sub Menu Sekolah Asal
Form Sekolah Asal
Button Tambah
DB PPDB Tabel Sekolah Asal
Nama Sekolah
Tipe Sekolah
Kota
288

Alamat
Button Simpan
Button Batal
Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.30 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Sekolah Asal
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Master Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Sekolah Asal Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Form Sekolah Asal Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Tabel 3.30 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Sekolah Asal (Lanjutan)
Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Tipe Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Kota Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Tahun Ajaran
289

Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan


method dari Form Tahun Ajaran
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Tahun Ajaran

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.31 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Sekolah Asal
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Tipe Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Kota Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa
attribute class.

Tabel 3.32 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Sekolah Asal
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nama Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Tipe Sekolah Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Kota Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
Alamat Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Sekolah Asal
290

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Sekolah
Asal adalah:
1. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.5 Identifikasi Class Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik


Baru
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Pendaftaran
Sub Menu Pendaftaran Calon Peserta Didik
Form Pendaftaran
OptionBox Tambah Data
Button Tambah
DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik
DB PPDB Tabel Tahun Ajaran
DB PPDB Tabel Sekolah Asal
Nomor Peserta
Identitas Calon Peserta Didik
Button Cetak Bukti Daftar
Button Simpan
Button Batal
OptionBox Cari Data
Button Cari
Button Ubah
Button Hapus
Button Keluar
291

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.33 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Pendaftaran Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Pendaftaran Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Calon Peserta Didik
Form Pendaftaran Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

OptionBox Tambah Irrelevant Class Karena OptionBox Tambah merupakan


method dari Form Pendaftaran
Data
Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan
method dari Form Pendaftaran
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Identitas Calon Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Didik
Tabel 3.33 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru (Lanjutan)
Button Cetak Bukti Irrelevant Class Karena Button Cetak Bukti Daftar
merupakan method dari Form
Daftar
Pendaftaran
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Pendaftaran
292

Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan


method dari Form Pendaftaran
OptionBox Cari Data Irrelevant Class Karena OptionBox Cari merupakan
method dari Form Pendaftaran
Button Cari Irrelevant Class Karena Button Cari merupakan
method dari Form Pendaftaran
Button Ubah Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan
method dari Form Pendaftaran
Button Hapus Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan
method dari Form Pendaftaran
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Pendaftaran

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.34 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Identitas Calon Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Didik

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.
293

Tabel 3.35 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Sekolah Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal.
Asal
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Identitas Calon Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pendaftaran
Didik

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data


Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru adalah:
1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat
data Calon Peserta Didik Baru
2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data
Tahun Ajaran Penerimaan PDB
3. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.6 Identifikasi Class Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Pendaftaran
Sub Menu Kelengkapan Persyaratan
Form Kelengkapan Persyaratan
OptionBox Tambah Data
Button Tambah
DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik
294

DB PPDB Tabel Syarat


Nomor Peserta
Kelengkapan Persyaratan
Button Cetak kartu cheking Persyaratan
Button Simpan
Button Batal
OptionBox Cari Data
Button Cari
Button Ubah
Button Hapus
Button Keluar
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.36 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelengkapan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Pendaftaran Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Kelengkapan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Persyaratan
Form Kelengkapan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Persyaratan
OptionBox Tambah Irrelevant Class Karena OptionBox Tambah merupakan
method dari Form Kelengkapan
Data Persyaratan
Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
295

Peserta Didik Didik.

Tabel 3.36 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelengkapan Persyaratan (Lanjutan)
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Syarat CPD.
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Kelengkapan Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Persyaratan
Button Cetak kartu Irrelevant Class Karena Button Cetak kartu cheking
Persyaratan merupakan method dari
cheking Persyaratan
Form Kelengkapan Persyaratan
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
OptionBox Cari Data Irrelevant Class Karena OptionBox Cari merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
Button Cari Irrelevant Class Karena Button Cari merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
Button Ubah Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
Button Hapus Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Kelengkapan
Persyaratan

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class
296

.
Tabel 3.37 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelengkapan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Syarat CPD.
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Kelengkapan Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Persyaratan

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.38 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelengkapan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Syarat CPD.
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Kelengkapan Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Kelengkapan Persyaratan
Persyaratan

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data


Kelengkapan Persyaratan adalah:
297

1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat
data Calon Peserta Didik Baru
2. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data
Kelengkapan Persyaratan Peserta Didik
Baru
3.6.5.1.7 Identifikasi Class Pengolahan Data Perolehan Nilai Peserta Didik
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Penilaian
Sub Menu Perolehan Nilai CPD
Form Perolehan Nilai CPD
OptionBox Tambah Data
Button Tambah
DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik
DB PPDB Tabel Nilai
Nomor Peserta
Nilai-nilai
Button Simpan
Button Batal
OptionBox Cari Data
Button Cari
Button Ubah
Button Hapus
Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
298

Tabel 3.39 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Perolehan Nilai Peserta Didik
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Penilaian Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Perolehan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Nilai CPD
Form Perolehan Nilai Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

CPD
Tabel 3.39 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Perolehan Nilai Peserta Didik (Lanjutan)
OptionBox Tambah Irrelevant Class Karena OptionBox Tambah merupakan
method dari Form Penilaian
Data
Button Tambah Irrelevant Class Karena Button Tambah merupakan
method dari Form Penilaian
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian
Nilai-nilai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Penilaian
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Penilaian
OptionBox Cari Data Irrelevant Class Karena OptionBox Cari merupakan
method dari Form Penilaian
Button Cari Irrelevant Class Karena Button Cari merupakan
method dari Form Penilaian
Button Ubah Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan
method dari Form Penilaian
Button Hapus Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan
method dari Form Penilaian
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Penilaian
299

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.40 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Perolehan Nilai Peserta Didik
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Tabel 3.40 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Perolehan Nilai Peserta Didik (Lanjutan)
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian
Nilai-nilai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.41 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Perolehan Nilai Peserta Didik
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian
Nilai-nilai Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Penilaian

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Perolehan
Nilai Peserta Didik adalah:
300

1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat
data Calon Peserta Didik Baru
2. DB PPDB Tabel Nilai :Class Nilai ini memuat data Nilai Calon
Peserta Didik Baru

3.6.5.1.8 Identifikasi Class Pengolahan Data Kelulusan


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Penilaian
Sub Menu Nilai Kelulusan
Form Nilai Kelulusan
Passing Grade
DB PPDB Tahun Ajaran
DB PPDB Nilai
Button Proses Hasil Kelulusan
Button Keluar
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.42 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelulusan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Penilaian Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Nilai Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Kelulusan
Form Nilai Kelulusan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Passing Grade Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari


Form Nilai Kelulusan
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
301

Form Nilai Kelulusan


DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Button Proses Hasil Irrelevant Class Karena Button Proses Hasil
Kelulusan merupakan method dari
Kelulusan
Form Nilai Kelulusan
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Nilai Kelulusan

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.43 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelulusan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Passing Grade Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Nilai Kelulusan
Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Nilai Kelulusan
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.44 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengolahan Data
Kelulusan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Passing Grade Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
302

Form Nilai Kelulusan


Nomor Peserta Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Nilai Kelulusan
DB PPDB Tabel Tahun Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Tahun Ajaran.
Ajaran
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengolahan Data Kelulusan
adalah:
1. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data
Tahun Ajaran PPDB
2. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai CPD

3.6.5.1.9 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Pendaftaran Calon Peserta


Didik Baru
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Laporan
Sub Menu Laporan Pendaftaran
Form Laporan Pendaftaran
DB PPDB Tabel Pendaftaran
Button Cetak
Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.45 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
303

Kandidat Class Kategori Class Alasan


Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Pendaftaran
Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Pendaftaran
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.
Button Cetak Irrelevant Class Karena Button Cetak merupakan
method dari Form Laporan
Pendaftaran
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Laporan
Pendaftaran

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.46 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Peserta Didik Didik.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.47 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Calon Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
304

Peserta Didik Didik.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan


Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru adalah:
1. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Sekolah Calon Peserta
Didik Baru

3.6.5.1.10 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Persyaratan


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Laporan
Sub Menu Laporan Pendaftaran
Form Laporan Pendaftaran
Button Laporan Persyaratan
Form Laporan Persyaratan
DB PPDB Tabel Syarat
Button Cetak
Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.48 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
305

Pendaftaran
Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Pendaftaran
Button Laporan Irrelevant Class Karena Button Laporan Persyaratan
merupakan method dari Form
Persyaratan
Laporan Pendaftaran
Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Persyaratan
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Persyaratan CPD.
Button Cetak Irrelevant Class Karena Button Cetak merupakan
method dari Form Laporan
Persyaratan
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Laporan
Persyaratan

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.49 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Persyaratan CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.
306

Tabel 3.50 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Persyaratan
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Syarat Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Kelengkapan
Persyaratan CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan


Persyaratan adalah:
1. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan
Persyaratan Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.11 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Asal Sekolah Calon Peserta


Didik Baru
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Laporan
Sub Menu Laporan Pendaftaran
Form Laporan Pendaftaran
Button Laporan Sekolah Asal
Form Laporan Sekolah Asal
DB PPDB Sekolah Asal
Button Cetak
Button Batal

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.51 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
307

Kandidat Class Kategori Class Alasan


Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Pendaftaran
Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Pendaftaran
Button Laporan Irrelevant Class Karena Button Laporan Sekolah Asal
merupakan method dari Form
Sekolah Asal
Laporan Pendaftaran
Form Laporan Sekolah Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Asal
DB PPDB Sekolah Asal Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal
CPD.
Button Cetak Irrelevant Class Karena Button Cetak merupakan
method dari Form Laporan Sekolah
Asal
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Laporan Sekolah
Asal

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.

Tabel 3.52 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Sekolah Asal Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal
CPD.
308

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.53 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Asal Sekolah Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Sekolah Asal Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Sekolah Asal
CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Asal
Sekolah Calon Peserta Didik Baru adalah:
1. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru

3.6.5.1.12 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Laporan
Sub Menu Pendaftaran
Form Laporan Pendaftaran
Button Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
DB PPDB Calon Peserta Didik
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.54 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Pendaftaran Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
309

Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Pendaftaran
Button Laporan Rincian Irrelevant Class Karena Button Laporan Sekolah Asal
merupakan method dari Form
Jumlah Pendaftaran
Laporan Pendaftaran
DB PPDB Calon Peserta Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Didik Didik.

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
Tabel 3.55 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Calon Peserta Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Didik Didik.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.56 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Calon Peserta Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Calon Peserta
Didik Didik.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan


Rincian Jumlah Pendaftaran adalah:
1. DB PPDB Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini memuat data
Calon Peserta Didik Baru
310

3.6.5.1.13 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta


Didik Baru
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Laporan
Sub Menu Laporan Penilaian
Form Laporan Penilaian
DB PPDB Tabel Nilai
Button Cetak
Button Keluar
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.57 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
Penilaian user tertentu
Form Laporan Penilaian Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Button Cetak Irrelevant Class Karena Button Cetak merupakan
method dari Form Laporan Penilaian
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Laporan Penilaian

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
311

Tabel 3.58 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada Fuzzy class.

Tabel 3.59 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Hasil Penilaian Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan


Penilaian CPD adalah:
1. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon Peserta
Didik Baru
3.6.5.1.14 Identifikasi Class Pencetakkan Laporan Kelulusan Calon Peserta
Didik Baru

Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:


Menu Laporan
Sub Menu Laporan Penilaian
Form Laporan Penilaian
Button Laporan Kelulusan
Form Laporan Kelulusan
DB PPDB Tabel Nilai
Button Cetak
Button Keluar
312

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.60 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Laporan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Penilaian
Form Laporan Penilaian Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Button Laporan Irrelevant Class Karena Button Laporan Kelulusan


merupakan method dari Form
Kelulusan
Laporan Penilaian untuk
menampilkan Form Laporan
Kelulusan
Form Laporan Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja

Kelulusan
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.
Button Cetak Irrelevant Class Karena Button cetak merupakan
method dari Form Laporan
Kelulusan
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Laporan
Kelulusan

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada redundant class.
313

Tabel 3.61 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.
Tabel 3.62 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pencetakkan
Laporan Kelulusan Calon Peserta Didik Baru
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel Nilai Relevant Class Karena merupakan kumpulan objek
yang menyimpan data Nilai CPD.

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pencetakkan Laporan Kelulusan
Calon Peserta Didik Baru adalah:
1. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon Peserta
Didik Baru

3.6.5.1.15 Identifikasi Class Ubah User


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Sistem
Sub Menu Ubah User
Form Login
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.63 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah User
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Sistem Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user
Sub Menu Ubah User Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user
314

Form Login Irrelevant Class Karena hanya berupa tampilan saja


Pada Use Case diagram Ubah User ini tidak terdapat class.
3.6.5.1.16 Identifikasi Class Ubah Password
Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Sistem
Sub Menu Ubah Password
Form Ubah Password
Password Lama
Password Baru
Button Simpan
Button Batal
Button Keluar
Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant
class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.64 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah Password
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Sistem Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Ubah Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
Password user tertentu
Form Ubah Password Irrelevant Class Karena merupakan tampilan awal saja
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
Password Lama Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Password Baru Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Ubah Password
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Ubah Password
Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan
method dari Form Ubah Password
315

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada class redundant

Tabel 3.65 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Ubah Password
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
Password Lama Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Ubah Password
Password Baru Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Ubah Password

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.66 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Ubah Password
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
Password Lama Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Ubah Password
Password Baru Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Ubah Password

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengaturan User adalah:
1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat
melakukan validasi Login

3.6.5.1.17 Identifikasi Class Pengaturan User


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
Menu Sistem
316

Sub Menu Pengaturan User


Form Pengaturan User
DB PPDB Tabel User
User
Password
Button Ubah
Button Simpan
Button Hapus
Button Batal
Button Keluar

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant


class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada
kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list kandidat
class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.

Tabel 3.67 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Sistem Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user tertentu
Sub Menu Pengaturan Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
User user tertentu
Form Pengaturan User Irrelevant Class Karena merupakan tampilan awal saja
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
User Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Password Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Button Ubah Irrelevant Class Karena Button Ubah merupakan
method dari Form Pengaturan User
Button Simpan Irrelevant Class Karena Button Simpan merupakan
method dari Form Pengaturan User
Button Hapus Irrelevant Class Karena Button Hapus merupakan
method dari Form Pengaturan User
Button Batal Irrelevant Class Karena Button Batal merupakan
method dari Form Pengaturan User
317

Button Keluar Irrelevant Class Karena Button Keluar merupakan


method dari Form Pengaturan User

Setelah Irrelevant Class dieliminasi dari list kandidat class maka


selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa
redundant class.
Tidak ada kandidat class yang termasuk pada class redundant

Tabel 3.68 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
User Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Password Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa


attribute class.

Tabel 3.69 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Pengaturan User
Kandidat Class Kategori Class Alasan
DB PPDB Tabel User Relevant Class Karena mempunyai atribut serta
method
User Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User
Password Fuzzy Class Karena merupakan Attribute Class dari
Form Pengaturan User

Class yang dapat diidentifikasi pada Use Case Pengaturan User adalah:
1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk
dapat melakukan validasi Login

3.6.5.1.18 Identifikasi Class Keluar


Kandidat class yang terdapat pada Use Case ini adalah:
318

Menu Sistem
Sub Menu Keluar Aplikasi

Selanjutnya kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya.


(Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk
pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari list
kandidat class. Berikut ini adalah kandidat class berdasarkan kategorinya.
Tabel 3.70 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Keluar
Kandidat Class Kategori Class Alasan
Menu Sistem Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user
Sub Menu Keluar Aplikasi Irrelevant Class Sebuah menu yang dapat dipilih oleh
user

Pada Use Case diagram Keluar ini tidak terdapat class.

Dari hasil identifikasi diatas maka didapatkan class sebagai berikut:


1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk
dapat melakukan validasi Login
2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru
3. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru
4. DB PPDB Tabel Panitia: Class Panitia ini memuat data Panitia Penerimaan
Peserta Didik Baru
5. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru
6. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru
7. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Calon Peserta Didik Baru
319

8. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran Penerimaan PDB
9. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru
10. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Calon Peserta Didik Baru
11. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan
Persyaratan Peserta Didik Baru
12. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Calon Peserta Didik Baru
13. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon
Peserta Didik Baru
14. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran PPDB
15. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai CPD
16. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Sekolah Calon Peserta Didik Baru
17. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan
Persyaratan Calon Peserta Didik Baru
18. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru
19. DB PPDB Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Calon Peserta Didik Baru
20. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon
Peserta Didik Baru
21. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon
Peserta Didik Baru
22. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat
melakukan validasi Login
320

23. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk dapat
melakukan validasi Login

Class yang telah diidentifikasi tersebut masih ada yang bersifat


redundant,
maka class yang terdapat pada SI PPDB adalah sebagai berikut.
1. DB PPDB Tabel User : Class User ini memuat data user untuk
dapat melakukan validasi Login
2. DB PPDB Tabel Tahun Ajaran : Class Tahun Ajaran ini memuat data Tahun
Ajaran Penerimaan Peserta Didik Baru
3. DB PPDB Tabel Panitia: Class Panitia ini memuat data Panitia Penerimaan
Peserta Didik Baru
4. DB PPDB Tabel Sekolah Asal : Class Sekolah Asal ini memuat data
Sekolah Asal Calon Peserta Didik Baru
5. DB PPDB Tabel Calon Peserta Didik : Class Calon Peserta Didik ini
memuat data Calon Peserta Didik Baru
6. DB PPDB Tabel Syarat : Class Syarat ini memuat data Kelengkapan
Persyaratan Peserta Didik Baru
7. DB PPDB Tabel Nilai : Class Nilai ini memuat data Nilai Calon
Peserta Didik Baru
321

Gambar 3. 80 Class yang Terdapat Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik
Baru

3.6.5.2 Identifikasi Relationship


Setelah semua kelas telah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya yaitu
menentukan relationships antar kelas.
3.6.5.2.1 Identifikasi Association Relationship
Adapun relationships dari tiap kelas dapat dilihat pada tabel

berikut ini.

Tabel 3.71 Relationship Class Sistem Informasi Penerimaan

Peserta Didik Baru

Hubungan Kelas Keterangan


Seorang pengguna (user) dapat
membuat satu atau banyak data
Tahun Ajaran
322

Satu Susunan Kepanitiaan mengisi


satu Tahun Ajaran
Satu atau banyak Calon Peserta Didik
mendaftar pada satu Tahun Ajaran
Satu atau banyak Calon Peserta Didik
berasal dari satu Sekolah Asal
Satu Calon Peserta Didik memenuhi
satu Persyaratan
Satu Calon Peserta Didik memiliki
satu Nilai

3.6.5.2.2 Identifikasi Super-Sub Class Relationship


Tahap selanjutnya setelah mengidentifikasi association relationship
adalah mengidentifikasi super-sub class relationship.
323

Gambar 3. 81 Super-Sub Class Relationship Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta


Didik Baru

3.6.5.2.3 Identifikasi Aggregation / a-part-of Relationship


324

Tahap selanjutnya setelah mengidentifikasi super-sub relationship adalah


mengidentifikasi aggregation / a-part-of relationship.

Gambar 3.82 A-Part-Of Relationship Pada Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik
Baru

3.6.5.3 Identifikasi Attributes dan Methods


Adapun attributes dan methods yang dapat diidentifikasi dari

message antar objek yang tergambar pada Use Case diagram

sebagai berikut.

Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods

Class Attributes Methods


User User Tambah
Password Simpan
Nama Cari
Hak_Akses_User Ubah
Hapus
Keluar
Tahun Ajaran Tahun_ajaran Tambah
Tanggal_Mulai Simpan
Tanggal_Akhir Ubah
Status Hapus
Kuota Keluar
Passing Grade
Panitia Nama_Sekolah Tambah
Alamat Simpan
325

Telp Ubah
Tahun_Ajaran Hapus
Nama_Kepala_Sekolah Keluar
NIP_Kepala_Sekolah
Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods (Lanjutan)
Class Attributes Methods
Nama_Ketua_Panitia
NIP_Ketua_Panitia
Nama_Sekretaris
NIP_ Sekretaris
Nama_Bendahara
NIP_ Bendahara
Nama_Bag_Pendaftaran
NIP_ Bag_Pendaftaran
Nama_ Bag_Persyaratan
NIP_ Bag_Persyaratan
Nama_ Bag_Penilaian
NIP_ Bag_Penilaian
Logo_Sekolah
Logo_Kabupaten
Calon Peserta Didik Nomor_Peserta Tambah
Nama_Peserta Simpan
Tanggal_Daftar Cari
Tahun_Ajaran Ubah
Nomor_STTB Hapus
Tanggal_STTB Keluar
Sekolah_Asal
Tempat_Lahir
Tanggal_Lahir
Jenis_Kelamin
Alamat
Nama_Ayah
Nama_Ibu
Pekerjaan_Ayah
Pekerjaan_Ibu
Nama_Wali
Pekerjaan_Wali
Alamat OT/Wali
Foto
Sekolah Asal Kode_Sekolah Tambah
Nama_Sekolah Simpan
Tipe_Sekolah Cari
Kota Ubah
326

Alamat Hapus
Keluar

Tabel 3.72 Identifikasi Attributes dan Methods (Lanjutan)


Syarat Nomor_Peserta Tambah
Nama_Peserta Simpan
Formulir_Pendaftaran Cari
Fotocopy_STTB Ubah
Fotocopy_SKHU Hapus
SKKB Keluar
Raport
Foto
Fotocopy_AK
Nilai Nomor_Peserta Tambah
Nama_Peserta Simpan
Nilai_UN Cari
Nilai_US Ubah
Nilai_Tes_Agama Hapus
Nilai_Tes_Umum Keluar
Nilai_Total_Keseluruhan
Hasil_Akhir
Keterangan

3.6.5.4 Encapsulation
Konsep ini diterapkan pada suatu objek, atribut dan behavior/method
dipaketkan bersama dan dipertimbangkan sebagai bagian dari objek itu. Satu-
satunya cara untuk mengakses atau merubah atribut objek adalah melalui
behaviour objek spesifik tersebut.
327

Tahun Ajaran Attributes Methods


Tahun_Ajaran : 2010/2011 Tambah
Tanggal_Mulai : 6/30/2010 Simpan
Tanggal_Akhir : 7/10/2011 Cari
Ubah
Status : Aktif
Hapus
Kuota : 400 Keluar
Passing Grade : 68,17

Pengemasan dalam
satu objek
“Tahun_Ajaran”
Tahun Ajaran

Tahun_Ajaran : 2010/2011
Tanggal_Mulai : 6/30/2010
Tanggal_Akhir : 7/10/2011
Status : Aktif
Kuota : 400
Passing Grade : 68,17
Tambah
Simpan
Cari
Ubah
Hapus
Keluar

Gambar 3.83. Encapsulation Objek Tahun Ajaran


328

Panitia Attributes Methods


Nama_Sekolah : MAN 1 GARUT Tambah
Alamat : Jln. Jendral Ahmad Yani Koropeak Simpan
Telp : (0262) 233550 Cari
Tahun_Ajaran : 2010/2011 Ubah
Nama_Kepala_Sekolah : Drs. H. Hawasi, M.Pd.I Hapus
NIP_Kepala_Sekolah : 19590312.198903.1.001 Keluar
Nama_Ketua_Panitia : Dra. Hera Sri Mudzakkir, M.Pd.
NIP_Ketua_Panitia : 19651015.199303.2.004
Nama_Sekretaris : Drs. Tanto Jauhari
NIP_ Sekretaris : 19610805.198512.1.001
Nama_Bendahara : Ruti Rina Kanti
NIP_ Bendahara :-
Nama_Bag_Pendaftaran : Ari Winarti, S.Pd.
NIP_ Bag_Pendaftaran :-
Nama_ Bag_Persyaratan : Hajar Martini
NIP_ Bag_Persyaratan :-
Nama_ Bag_Penilaian : Dais Hamidah, S.Pd.
NIP_ Bag_Penilaian :-

Pengemasan dalam
satu objek “Panitia”
Panitia
Nama_Sekolah : MAN 1 GARUT
Alamat : Jln. Jendral Ahmad Yani Koropeak
Telp : (0262) 233550
Tahun_Ajaran : 2010/2011
Nama_Kepala_Sekolah : Drs. H. Hawasi, M.Pd.I
NIP_Kepala_Sekolah : 19590312.198903.1.001
Nama_Ketua_Panitia : Dra. Hera Sri Mudzakkir, M.Pd.
NIP_Ketua_Panitia : 19651015.199303.2.004
Nama_Sekretaris : Drs. Tanto Jauhari
NIP_ Sekretaris : 19610805.198512.1.001
Nama_Bendahara : Ruti Rina Kanti
NIP_ Bendahara :-
Nama_Bag_Pendaftaran : Ari Winarti, S.Pd.
NIP_ Bag_Pendaftaran :-
Nama_ Bag_Persyaratan : Hajar Martini
NIP_ Bag_Persyaratan :-
Nama_ Bag_Penilaian : Dais Hamidah, S.Pd.
NIP_ Bag_Penilaian :-
329

Gambar 3.84. Encapsulation Objek Panitia

Sekolah Asal Attributes Methods


Kode_Sekolah : 0001 Tambah
Nama_Sekolah : MTs Negeri Tarogong Kidul Simpan
Tipe_Sekolah : MTS Cari
Kota : Garut Ubah
Alamat :Jl. Merdeka, Ds. Haurpanggung, Hapus
Tarogong Kidul Keluar

Pengemasan dalam
satu objek
“Sekolah_Asal”
Sekolah_Asal
Kode_Sekolah : 0001
Nama_Sekolah : MTs Negeri Tarogong Kidul
Tipe_Sekolah : MTS
Kota : Garut
Alamat :Jl. Merdeka, Ds. Haurpanggung,
Tarogong Kidul
Tambah
Simpan
Cari
Ubah
Hapus
Keluar

Gambar 3.85. Encapsulation Objek Sekolah Asal


330

Calon Peserta Attributes Methods


Didik Tambah
Nomor_Peserta : 0001
Simpan
Nama_Peserta : Anwar Nugraha Cari
Tanggal_Daftar : 4/25/2011 Ubah
Tahun_Ajaran : 2010/2011 Hapus
Nomor_STTB : DN-02 DI0386846 Keluar
Tanggal_STTB : 6/21/2010
Sekolah_Asal : SMP Negeri 2 Garut
Tempat_Lahir : Garut
Tanggal_Lahir : 5/29/2003
Jenis_Kelamin : Laki-laki
Alamat : K.H. Hasbullah No.16
Nama OT : Ajid Abdul Majid
Pekerjaan OT : Pegawai Negeri Sipil

Pengemasan dalam
satu objek
“Calon_Peerta_Didik”
Calon Peserta Didik
Nomor_Peserta : 0001
Nama_Peserta : Anwar Nugraha
Tanggal_Daftar : 4/25/2011
Tahun_Ajaran : 2010/2011
Nomor_STTB : DN-02 DI0386846
Tanggal_STTB : 6/21/2010
Sekolah_Asal : SMP Negeri 2 Garut
Tempat_Lahir : Garut
Tanggal_Lahir : 5/29/2003
Jenis_Kelamin : Laki-laki
Alamat : K.H. Hasbullah No.16
331

Gambar 3.86. Encapsulation Objek Pendaftaran Calon Peserta Didik

Persyaratan Attributes Methods


Calon PDB Tambah
Nomor_Peserta : 0001
Simpan
Nama_Peserta : Anwar Nugraha Cari
Formulir_Pendaftaran : Sudah Ubah
Fotocopy_STTB : Sudah Hapus
Fotocopy_SKHU : Sudah Keluar
SKKB : Sudah
Raport : Sudah
Foto : Sudah
Fotocopy_AK : Sudah

Pengemasan dalam
satu objek
“Persyaratan”
Persyaratan
Nomor_Peserta : 0001
Nama_Peserta : Anwar Nugraha
Formulir_Pendaftaran : Sudah
Fotocopy_STTB : Sudah
Fotocopy_SKHU : Sudah
SKKB : Sudah
Raport : Sudah
Foto : Sudah
Fotocopy_AK : Sudah

Tambah
332

Gambar 3.87. Encapsulation Objek Persyaratan

Penilaian Attributes Methods


Calon PDB Tambah
Nomor_Peserta : 0001
Simpan
Nama_Peserta : Anwar Nugraha Cari
Nilai_UN : 33 Ubah
Nilai_US : 80 Hapus
Nilai_Tes_Agama : 85 Keluar
Nilai_Tes_Umum : 90
Nilai_Total_Keseluruhan : 288
Hasil_Akhir : 48
Keterangan : Lulus

Pengemasan dalam
satu objek “Penilaian”

Penilaian
Nomor_Peserta : 0001
Nama_Peserta : Anwar Nugraha
Nilai_UN : 33
Nilai_US : 80
Nilai_Tes_Agama : 85
Nilai_Tes_Umum : 90
333

Gambar 3.84. Encapsulation Objek Persyaratan

Gambar 3.88. Encapsulation Objek Penilaian

BAB IV
PERANCANGAN SISTEM

Perancangan sistem dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis


sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang jelas guna
mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi. Pada
tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan
informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat
berinteraksi dengan sistem.
334

Perancangan sistem dalam UA lebih menekankan pada perancangan user


interface yang didalam tahapannya akan dijelaskan bagaimana user berinteraksi
dengan sistem. Tahapan yang harus dilakukan dalam perancangan digambarkan
dalam gambar berikut :

Perancangan Kelas, Perancangan


Menyaring layer akses
metode,atribut dan UML Class Pengujian
asosiasi dan layer
Diagram Antarmuka

Gambar 4.1 Tahap Perancangan Unified Approach (Bahrami, 1999)

Keterangan :
 Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut
Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan
visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi.
 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram
Proses menyaring diagram kelas\ mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut
serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang
ada dengan activity diagram.
 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka
Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan
pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.

 Pengujian
Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan
pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih
terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

4.1 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode dan Atribut


335

Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan kembali terhadap kelas-kelas yang


diperoleh dari tahap analisis. Dalam perancangan tahap ini, penambahan atribut
serta visibilitas pada setiap atribut dan operasi dilakukan untuk melengkapi class
diagram. Berikut merupakan gambar class diagram pada tahap pertama dalam
perancangan UA.
336

class Class PPDB

Bussiness Class

CALON PESERTA DIDIK

# NP: Integer
+ tahunAjaran: Integer
+ tanggalDaftar: Date
+ nomorSTTB: Integer
SEKOLAH ASAL
+ tanggalSTTB: Date
+ nama: String # kode: Integer
+ tipeSekolah: Boolean + namaSekolah: LongWord
+ sekolahAsal: String + tipeSekolah: Boolean INFO PANITIA
- kodeSekolah: Integer + kota: LongWord
NILAI + alamatSekolah: LongWord berasal dari + alamat: LongWord - tahunAjaran: Integer
+ tempatLahir: String + sekolah: LongWord
# NP: Integer 1..* 1
+ tanggalLahir: Date + tambah() : void + alamat: LongWord
+ nama: LongWord + jenisKelamin: Boolean + ubah() : void + telp: Integer
+ nilaiUN: Integer + saudaraLaki: Integer + hapus() : void + kepsek: LongWord
+ nilaiUS: Integer + saudaraPrempuan: Integer + keluar() : void + nipKepsek: LongInt
+ nilaiAgama: Integer + anakKe: Integer + ketuaPanitia: LongWord
+ nilaiTesIndo: Integer + statusDalamKeluarga: Boolean + nipKetuaPanita: Integer
+ nilaiTesting: Integer + jalan: String + sekretaris: LongWord
+ nilaiTesMTK: Integer + rt: Integer TAHUN AJARAN + nipSekretaris: Integer
+ nilaiTesMIPA: Integer + rw: Integer + bendahara: LongWord
+ nilaiTes: Integer + desa: String # tahunAjaran: Integer + nipBendahara: Integer
+ totalNilai: Integer + kecamatan: String + kapasitas: Integer + pendaftaranSMP: LongWord
+ hasil: Integer + kabupaten: String + passingGrade: Integer + nipPendaftaranSMP: Integer
+ Keterangan: Boolean + propinsi: String terdaftar pada + mulai: Date + pendaftaranMTS: LongWord
terdaftar pada
+ kodePos: Integer + akhir: Date + nipPendaftaranMTS: Integer
+ tambah() : void + noTelp: Integer 1..* 1 + status: Boolean 1 1 + penilaianTpuSMP: LongWord
+ simpan() : void + namaAyah: LongWord + nipPenilaianTpuSMP: Integer
+ batal() : void + namaIbu: LongWord + tambah() : void + penilaianTpuMTS: LongWord
+ cetak() : void + pekerjaanAyah: String + ubah() : void + nipPenilaianTpuMTS: Integer
+ cari() : void + pekerjaanIbu: String + hapus() : void + penilaianBtqSMP: LongWord
+ ubah() : void + namaWali: LongWord + keluar() : void + nipPenilaianBtqSMP: Integer
+ hapus() : void + alamatWali: LongWord + penilaianBtqMTS: LongWord
+ keluar() : void + pekerjaanWali: String + nipPenilaianBtqMTS: Integer
+ pasPhoto: Image + persyaratan: LongWord
SYARAT + nipPersyaratan: Integer
+ tambah() : void + logoSekolah: Image
+ simpan() : void # NP: Integer + logoKabupaten: Image
+ cetak() : void + nama: LongWord
+ cari() : void {query} + formulirPendaftaran: Boolean + tambah() : void
melengkapi
+ hapus() : void + STTB: Boolean + simpan() : void
+ ubah() : void 1 1 + SKHU: Boolean + batal() : void
+ batal() : void + raport: Boolean + keluar() : void
+ keluar() : void + SKKB: Boolean
+ photo: Boolean
+ aktaKelahiran: Boolean
+ keterangan: Boolean

+ tambah() : void
+ simpan() : void
+ cetak() : void
+ batal() : void
+ cari() : void
+ hapus() : void
+ ubah() : void
+ keluar() : void

Gambar 4.2 Class Diagram Tahap Perancangan (Kelas Bisnis)

4.2 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka


4.2.1 Perancangan Layer Akses
Tujuan utama dari perancangan layer akses adalah menyediakan layer
yang dapat mengkomunikasikan sebuah kelas dengan data source. Layer akses
harus dapat menterjemahkan permintaan yang ada pada kelas bisnis yang di
inputkan melalui kelas interface.
1. Menterjemahkan permintaan
Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan data dari layer bisnis
melalui interface terhadap tempat penyimpanan data (database).
337

Contoh : Admin memasukan username dan Password untuk melakukan


login, maka layer akses harus membuat pernyataan SQL yang benar untuk
mengekseskusinya.
2. Menterjemahkan hasil
Layer akses harus dapat menampilkan data yang diminta ke dalam bisnis
layer melalui view layer.
Contoh : User melakukan pencarian informasi tertentu, dalam hal ini sistem
harus dapat menampilkan informasi yang diinginkan oleh User sesuai
dengan keinginan user.

Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas yang akan dijadikan kelas
penyimpanan (database). Kelas tersebut akan digabungkan ke dalam class
diagram yang telah ada.
Dalam perancangan sistem informasi penerimaan peserta didik baru ini
dapat teridentifikasi 1 kelas penyimpanan dengan nama database PPDB
(PPDB_DB) yang menyimpan semua data pendaftaran Calon Peserta Didik serta
yang menentukan penilaian.
Berikut merupakan class diagram untuk kelas bisnis yang telah
digabungkan dengan kelas akses yang telah teridentifikasi :
338

class Class PPDB

Bussiness Class

CALON PESERTA DIDIK

# NP: Integer
+ tahunAjaran: Integer
USER + tanggalDaftar: Date
+ nomorSTTB: Integer
# kodeID: Integer SEKOLAH ASAL
+ tanggalSTTB: Date
- userID: Integer
+ nama: String # kode: Integer
- password: Integer
+ tipeSekolah: Boolean + namaSekolah: LongWord
- nama: LongWord
+ sekolahAsal: String + tipeSekolah: Boolean INFO PANITIA
- foto: Image
- kodeSekolah: Integer + kota: LongWord
- menuHakAkses: Boolean
NILAI + alamatSekolah: LongWord berasal dari + alamat: LongWord - tahunAjaran: Integer
- menuGantiPassword: Boolean
+ tempatLahir: String + sekolah: LongWord
- menuIdentitasSekolah: Boolean 1..*
# NP: Integer + tanggalLahir: Date 1 + tambah() : void + alamat: LongWord
- menuTahunAjaran: Boolean + nama: LongWord + jenisKelamin: Boolean + ubah() : void + telp: Integer
- menuAsalSekolah: Boolean
+ nilaiUN: Integer + saudaraLaki: Integer + hapus() : void + kepsek: LongWord
- menuPendaftaranSiswa: Boolean
+ nilaiUS: Integer + saudaraPrempuan: Integer + keluar() : void + nipKepsek: LongInt
- menuKelengkapanPersyaratan: Boolean + nilaiAgama: Integer + anakKe: Integer + ketuaPanitia: LongWord
- menuNilaiTes: Boolean
+ nilaiTesIndo: Integer + statusDalamKeluarga: Boolean + nipKetuaPanita: Integer
- menuNilaiKelulusan: Boolean
+ nilaiTesting: Integer + jalan: String + sekretaris: LongWord
- menuLaporanPenilaian: Boolean
+ nilaiTesMTK: Integer + rt: Integer TAHUN AJARAN + nipSekretaris: Integer
- menuLaporanPendaftaranCPD: Boolean
+ nilaiTesMIPA: Integer + rw: Integer + bendahara: LongWord
+ nilaiTes: Integer + desa: String # tahunAjaran: Integer + nipBendahara: Integer
+ tambah() : void + totalNilai: Integer + kecamatan: String + kapasitas: Integer + pendaftaranSMP: LongWord
+ ubah() : void
+ hasil: Integer + kabupaten: String + passingGrade: Integer + nipPendaftaranSMP: Integer
+ hapus() : void
+ Keterangan: Boolean + propinsi: String + mulai: Date + pendaftaranMTS: LongWord
+ keluar() : void terdaftar pada terdaftar pada
+ kodePos: Integer + akhir: Date + nipPendaftaranMTS: Integer
+ tambah() : void + noTelp: Integer 1..* 1 + status: Boolean 1 1 + penilaianTpuSMP: LongWord
+ simpan() : void + namaAyah: LongWord + nipPenilaianTpuSMP: Integer
+ batal() : void + namaIbu: LongWord + tambah() : void + penilaianTpuMTS: LongWord
+ cetak() : void + pekerjaanAyah: String + ubah() : void + nipPenilaianTpuMTS: Integer
+ cari() : void + pekerjaanIbu: String + hapus() : void + penilaianBtqSMP: LongWord
+ ubah() : void + namaWali: LongWord + keluar() : void + nipPenilaianBtqSMP: Integer
PPDB DB + hapus() : void + alamatWali: LongWord + penilaianBtqMTS: LongWord
+ keluar() : void + pekerjaanWali: String + nipPenilaianBtqMTS: Integer
+ pasPhoto: Image + persyaratan: LongWord
PPDB DB + nipPersyaratan: Integer
SYARAT
+ tambah() : void + logoSekolah: Image
+ openConnection() : void + simpan() : void # NP: Integer + logoKabupaten: Image
+ closeConnection() : void + cetak() : void + nama: LongWord
+ cari() : void {query} + formulirPendaftaran: Boolean + tambah() : void
melengkapi
+ hapus() : void + STTB: Boolean + simpan() : void
+ ubah() : void 1 1 + SKHU: Boolean + batal() : void
+ batal() : void + raport: Boolean + keluar() : void
+ keluar() : void + SKKB: Boolean
+ photo: Boolean
+ aktaKelahiran: Boolean
+ keterangan: Boolean

+ tambah() : void
+ simpan() : void
+ cetak() : void
+ batal() : void
+ cari() : void
+ hapus() : void
+ ubah() : void
+ keluar() : void

Gambar 4.3 Class Diagram Tahap Perancangan


(Kelas Bisnis dan Kelas Akses)

4.2.2 Perancangan Layer Antarmuka


Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas-kelas yang akan dijadikan media
komunikasi antara user dengan sistem. Kelas interface yang diidentifikasi
disesuaikan dengan kebutuhan user terhadap sistem. Berikut adalah kelas-kelas
interface yang teridentifikasi pada tahap analisis:
1. Login UI
2. Menu Utama UI
339

3. Tahun Ajaran UI
4. Info Panitia UI
5. Sekolah Asal UI
6. Pendaftaran Calon PDB UI
7. Kelengkapan Persyaratan UI
8. Perolehan Nilai Calon PDB UI
9. Kelulusan UI
10. Laporan Pendaftaran UI
11. Laporan Persyaratan UI
12. Laporan Asal Sekolah UI
13. Laporan Rincian Jumlah Daftar UI
14. Laporan Kelulusan UI
15. Ubah Password UI
16. Pengaturan User UI

Berikut adalah rancangan class diagram pada Sistem Informasi PPDB:


340

class Class PPDB

Bussiness Class

View Class
USER CALON PESERTA DIDIK
- foto: Image + alamatSekolah: LongWord «interface» «interface»
# kodeID: Integer + alamatWali: LongWord LOGIN UI KELULUSAN UI
- menuAsalSekolah: Boolean + anakKe: Integer
- menuGantiPassword: Boolean + desa: String
SEKOLAH ASAL + showFormLogin() : void + showFormKelulusan() : void
- menuHakAkses: Boolean + jalan: String
- menuIdentitasSekolah: Boolean + jenisKelamin: Boolean + alamat: LongWord
- menuKelengkapanPersyaratan: Boolean + kabupaten: String # kode: Integer
- menuLaporanPendaftaranCPD: Boolean + kecamatan: String «interface» «interface»
+ kota: LongWord INFO PANITIA
- menuLaporanPenilaian: Boolean + kodePos: Integer MENU UTAMA UI LAPORAN PENDAFTARAN UI
+ namaSekolah: LongWord
- menuNilaiKelulusan: Boolean - kodeSekolah: Integer berasal dari + alamat: LongWord
NILAI + tipeSekolah: Boolean
- menuNilaiTes: Boolean + nama: String + bendahara: LongWord + showFormMenuUtama() : void + showFormLaporanPendaftaran() : void
- menuPendaftaranSiswa: Boolean + hasil: Integer 1..* 1
+ namaAyah: LongWord + hapus() : void + kepsek: LongWord
- menuTahunAjaran: Boolean + Keterangan: Boolean + namaIbu: LongWord + ketuaPanitia: LongWord
+ keluar() : void
- nama: LongWord + nama: LongWord + namaWali: LongWord + logoKabupaten: Image
+ tambah() : void «interface»
- password: Integer + nilaiAgama: Integer + nomorSTTB: Integer + logoSekolah: Image «interface»
+ ubah() : void TAHUN AJARAN UI
- userID: Integer + nilaiTes: Integer + noTelp: Integer + nipBendahara: Integer LAPORAN PERSYARATAN UI
+ nilaiTesIndo: Integer # NP: Integer + nipKepsek: LongInt
+ hapus() : void + showFormTahunAjaran() : void + showFormLaporanPersyaratan() : void
+ nilaiTesMIPA: Integer + pasPhoto: Image + nipKetuaPanita: Integer
+ keluar() : void + nilaiTesMTK: Integer + pekerjaanAyah: String + nipPendaftaranMTS: Integer
+ tambah() : void + nilaiTesting: Integer TAHUN AJARAN
+ pekerjaanIbu: String + nipPendaftaranSMP: Integer
+ ubah() : void + nilaiUN: Integer + pekerjaanWali: String + nipPenilaianBtqMTS: Integer
+ akhir: Date
+ nilaiUS: Integer + propinsi: String + kapasitas: Integer + nipPenilaianBtqSMP: Integer
«interface» «interface»
# NP: Integer + rt: Integer + mulai: Date + nipPenilaianTpuMTS: Integer
INFO PANITIA UI LAPORAN ASAL SEKOLAH UI
+ totalNilai: Integer + rw: Integer + passingGrade: Integer + nipPenilaianTpuSMP: Integer
terdaftar pada terdaftar pada
+ saudaraLaki: Integer + status: Boolean + nipPersyaratan: Integer + showFormLaporanAsalSekolah() : void
+ batal() : void 1..* 1 # 1 + + showFormInfoPanitia() : void
+ saudaraPrempuan: Integer tahunAjaran: Integer 1 nipSekretaris: Integer
+ cari() : void + sekolahAsal: String + pendaftaranMTS: LongWord
+ cetak() : void + statusDalamKeluarga: Boolean + hapus() : void + pendaftaranSMP: LongWord
+ hapus() : void + tahunAjaran: Integer + penilaianBtqMTS: LongWord
+ keluar() : void «interface»
+ keluar() : void + tanggalDaftar: Date + tambah() : void + penilaianBtqSMP: LongWord «interface» LAPORAN RINCIAN JUMLAH DAFTAR UI
+ simpan() : void + tanggalLahir: Date + ubah() : void + penilaianTpuMTS: LongWord SEKOLAH ASAL UI
PPDB DB + tambah() : void + tanggalSTTB: Date + penilaianTpuSMP: LongWord + showFormLaporanRincianJumlahDaftar() : void
+ ubah() : void + tempatLahir: String + persyaratan: LongWord + showFormSekolahAsal() : void
+ tipeSekolah: Boolean + sekolah: LongWord
PPDB DB + sekretaris: LongWord
SYARAT
+ batal() : void - tahunAjaran: Integer «interface»
+ closeConnection() : void + cari() : void {query} + SKHU: Boolean + telp: Integer LAPORAN KELULUSAN UI
+ openConnection() : void + cetak() : void + aktaKelahiran: Boolean «interface»
+ hapus() : void + formulirPendaftaran: Boolean + batal() : void PENDAFTARAN CALON PDB UI + showFormLaporanKelulusan() : void
melengkapi
+ keluar() : void + keterangan: Boolean + keluar() : void
+ simpan() : void 1 1 + nama: LongWord + simpan() : void + showFormPendaftaranCalonPDB() : void
+ tambah() : void # NP: Integer + tambah() : void
+ ubah() : void + photo: Boolean «interface»
+ raport: Boolean UBAH USER UI
+ SKKB: Boolean «interface»
+ STTB: Boolean KELENGKAPAN PERSYARATAN UI + showFormUbahUser() : void

+ batal() : void + showFormKelengkapanPersyaratan() : void


+ cari() : void
+ cetak() : void
+ hapus() : void «interface»
+ keluar() : void PENGATURAN USER UI
+ simpan() : void «interface»
+ tambah() : void PEROLEHAN NILAI CALON PDB UI + showFormPengaturanUser() : void
+ ubah() : void
+ showFormPerolehanNilaiCalonPDB() : void
341

Gambar 4.3 Class Diagram Tahap Perancangan (Business Class, Access Class dan View Class)
342

4.2.2.1 Penciptaan Tabel dengan SQL


SQL memiliki perintah-perintah yang mencakup perintah untuk menciptakan tabel
dalam konteks basis data relasional, yaitu perintah-perintah yang bertipe DDL (Data
Definition Language).
Sintak utama SQL untuk menciptakan tabel adalah CREATE TABLE ditambah
definisi-definisi atribut-atribut serta batasan-batasan (constrains). Atribut didefinisikan
menurut namanya, tipe-tipe data, ranah nilai yang mungkin (domain), serta batasan-
batasannya (misalnya NOT NULL). Kunci-kunci serta integritas referensial juga dapat
didefinisikan secara serentak.
Berikut SQL untuk membuat beberapa table dalam Basis Data PPDB.

CREATE TABLE TbUser (


[Kode_ID] [int] NOT NULL ,
[User_ID] [varchar] (50) NOT NULL ,
[Password] [varchar] (32) NOT NULL ,
[Nama] [varchar] (60) NOT NULL ,
[Foto] [image] NULL ,
[DataUser] [bit] NOT NULL ,
[Menu1] [bit] NOT NULL ,
[Menu2] [bit] NOT NULL ,
[Menu3] [bit] NOT NULL ,
[Menu4] [bit] NOT NULL ,
[Menu5] [bit] NOT NULL ,
[Menu6] [bit] NOT NULL ,
[Menu7] [bit] NOT NULL ,
[Menu8] [bit] NOT NULL ,
[Menu9] [bit] NOT NULL ,
[Menu10] [bit] NOT NULL
343

Primary key (kode_id)


)

CREATE TABLE [dbo].[Tbtahun] (


[Tahun_ajaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Kapasitas] [int] NOT NULL ,
[PassingGrade] [real] NULL ,
[Mulai] [datetime] NOT NULL ,
[Akhir] [datetime] NOT NULL ,
[Status] [char] (11) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL,
[JumlahDaftar] [int] NULL ,
Primary key (Tahun_ajaran)
)

CREATE TABLE [dbo].[TbInfo] (


[Sekolah] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Alamat] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Telp] [varchar] (15) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[TahunAjaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Kepsek] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[NIP_Kepsek] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[KetuaPanitia] [varchar] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[NIP_Ketua] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Sekretaris] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[NIP_Sekretaris] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL
,
[Bendahara] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
344

[NIP_Bendahara] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL


,
[PendaftaranSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[NIP_PendaftaranSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[PendaftaranMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[NIP_PendaftaranMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[PenilaianTPUSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[NIP_PenilaianTPUSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NOT NULL ,
[PenilaianTPUMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[NIP_PenilaianTPUMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[PenilaianTBTQSMP] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[NIP_PenilaianTBTQSMP] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[PenilaianTBTQMTS] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[NIP_PenilaianTBTQMTS] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[Persyaratan] [char] (35) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[NIP_Persyaratan] [char] (21) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[LogoSekolah] [image] NULL ,
[LogoKabupaten] [image] NULL
Primary key (Tahun_ajaran)
)
345

CREATE TABLE [dbo].[TbSekolahAsal] (


[Kode] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[NamaSekolah] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[TipeSekolah] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Kota] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Alamat] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL
Primary key (Kode)
)

CREATE TABLE [dbo].[TbSiswa] (


[NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Tanggal_Daftar] [datetime] NOT NULL ,
[TahunAjaran] [char] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Nama] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Nomor_STTB] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[Tanggal_STTB] [datetime] NOT NULL ,
[Tipe_sekolah] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Sekolah_asal] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[kode_sekolah] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Alamat_sekolah] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[Tempat_lahir] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT
NULL ,
[Tanggal_lahir] [datetime] NOT NULL ,
346

[Jenis_kelamin] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,


[Saudara_laki] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Saudara_perempuan] [char] (10) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[Anak_ke] [int] NULL ,
[Status_dalam_keluarga] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS
NULL ,
[Jalan] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Rt] [char] (3) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Rw] [char] (3) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Desa] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Kecamatan] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Kabupaten] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Propinsi] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Kode_Pos] [char] (5) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[No_Telp] [char] (15) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Nama_Ayah] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Nama_Ibu] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Pekerjaan_Ayah] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Pekerjaan_Ibu] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Nama_wali] [char] (25) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Alamat_wali] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Pekerjaan_wali] [char] (20) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,
[Pas_Photo] [image] NULL
Primary key (NP)
)

CREATE TABLE [dbo].[TbSyarat] (


347

[NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,


[Nama] [char] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Formulir_Pendaftaran] [bit] NULL ,
[STTB] [bit] NULL ,
[SKHU] [bit] NULL ,
[Raport] [bit] NULL ,
[Kelakuan_Baik] [bit] NULL ,
[Photo] [bit] NULL ,
[Akta_Kelahiran] [bit] NULL
Primary key (NP)
)

CREATE TABLE [dbo].[TbNilai] (


[NP] [char] (4) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[Nama] [char] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,
[NilaiUN] [int] NULL ,
[NilaiUS] [int] NULL ,
[NilaiAgama] [int] NULL ,
[NilaiTesIndo] [int] NULL ,
[NilaiTesIng] [int] NULL ,
[NilaiTesMTK] [int] NULL ,
[NilaiTesMIPA] [int] NULL ,
[NilaiTes] [float] NULL ,
[Total_Nilai] [float] NULL ,
[Hasil] [float] NULL ,
[Keterangan] [char] (11) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL
Primary key (NP)
)
348

4.2.2.2 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Dalam Sistem


 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Login
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk login.
'select * from tbuser where user_id=:User and
Password=:pass'

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Tahun Ajaran


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
Tahun Ajaran.
"insert into Tbtahun
(Tahun_ajaran,Kapasitas,Mulai,Akhir,Status,PassingGrad
e,JumlahDaftar)
values(‘$Tahun_ajaran’,‘$Kapasitas’,‘$Mulai’,‘$Akhir’,
‘$Status’,‘$PassingGrade’,‘$JumlahDaftar’)”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Tahun Ajaran


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
Tahun Ajaran.
"update Tbtahun set
Tahun_ajaran=’$Tahun_ajaran’,Kapasitas=’$Kapasitas’,Mu
lai=’$Mulai’,Akhir=’$Akhir’,Status=’$Status’,PassingGr
ade=’$PassingGrade’,JumlahDaftar=’$JumlahDaftar’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Tahun Ajaran


"delete from Tbtahun
where Tahun_ajaran=’$Tahun_ajaran’"
349

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Tahun Ajaran


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data
Tahun Ajaran
"select * from Tbtahun order by Tahun_ajaran"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Info Panitia


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
Tahun Ajaran.

"insert into TbInfo


(Sekolah,Alamat,Telp,TahunAjaran,Kepsek,NIP_Kepsek,Ket
uaPanitia,NIP_Ketua,Sekretaris,NIP_Sekretaris,Bendahar
a,NIP_Bendahara,PendaftaranSMP,NIP_PendaftaranSMP,Pend
aftaranMTS,NIP_PendaftaranMTS,PenilaianTPUSMP,NIP_Peni
laianTPUSMP,PenilaianTPUMTS,NIP_PenilaianTPUMTS,Penila
ianTBTQSMP,NIP_PenilaianTBTQSMP,PenilaianTBTQMTS,NIP_P
enilaianTBTQMTS,Persyaratan,NIP_Persyaratan,LogoSekola
h,LogoKabupaten)
values(‘$Sekolah’,‘$Alamat’,‘$Telp’,‘$TahunAjaran’,‘$Ke
psek’,‘$NIP_Kepsek’,‘$KetuaPanitia’,‘$NIP_Ketua’,‘$Sekr
etaris’,‘$NIP_Sekretaris’,‘$Bendahara’,‘$NIP_Bendahara’
,‘$PendaftaranSMP’,‘$NIP_PendaftaranSMP’,‘$PendaftaranM
TS’,‘$NIP_PendaftaranMTS’,‘$PenilaianTPUSMP’,‘$NIP_Peni
laianTPUSMP’,‘$PenilaianTPUMTS’,‘$NIP_PenilaianTPUMTS’,
‘$PenilaianTBTQSMP’,
‘$NIP_PenilaianTBTQSMP’,‘$PenilaianTBTQMTS’,‘$NIP_Penil
aianTBTQMTS’,‘$Persyaratan’,‘$NIP_Persyaratan’,‘$LogoSe
kolah’,‘$LogoKabupaten’)”
350

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Info Panitia


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
Info Panitia.
"update TbInfo set
Sekolah=‘$Sekolah’,Alamat=’$Alamat’,Telp=’$Telp’,Tahun
Ajaran=’$TahunAjaran’,Kepsek=‘$Kepsek’,NIP_Kepsek=‘$NI
P_Kepsek’,KetuaPanitia=‘$KetuaPanitia’,NIP_Ketua=‘$NIP
_Ketua’,Sekretaris=‘$Sekretaris’,NIP_Sekretaris=‘$NIP_
Sekretaris’,Bendahara=‘$Bendahara’,NIP_Bendahara=‘$NIP
_Bendahara’,PendaftaranSMP=‘$PendaftaranSMP’,NIP_Penda
ftaranSMP=‘$NIP_PendaftaranSMP’,PendaftaranMTS=‘$Penda
ftaranMTS’,NIP_PendaftaranMTS=‘$NIP_PendaftaranMTS’,Pe
nilaianTPUSMP=‘$PenilaianTPUSMP’,NIP_PenilaianTPUSMP=‘
$NIP_PenilaianTPUSMP’,PenilaianTPUMTS=‘$PenilaianTPUMT
S’,NIP_PenilaianTPUMTS=‘$NIP_PenilaianTPUMTS’,Penilaia
nTBTQSMP=‘$PenilaianTBTQSMP’,NIP_PenilaianTBTQSMP=‘$NI
P_PenilaianTBTQSMP’,PenilaianTBTQMTS=‘$PenilaianTBTQMT
S’,NIP_PenilaianTBTQMTS=‘$NIP_PenilaianTBTQMTS’,Persya
ratan=‘$Persyaratan’,NIP_Persyaratan=‘$NIP_Persyaratan
’,LogoSekolah=‘$LogoSekolah’,LogoKabupaten=‘$LogoKabup
aten’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Info Panitia


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data Info
Panitia
"select * from TbInfo order by Tahun_ajaran"
351

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Sekolah Asal


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
Sekolah Asal.
"insert into TbSekolahAsal
(Kode,NamaSekolah,TipeSekolah,Kota,Alamat)
values(‘$Kode’,’$NamaSekolah’,’$TipeSekolah’,’$Kota’,’
$Alamat’)”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Sekolah Asal


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
Sekolah Asal.
"update TbSekolahAsal set
Kode=‘$Kode’,NamaSekolah=’$NamaSekolah’,TipeSekolah=’$
TipeSekolah’,Kota=’$Kota’,Alamat=’$Alamat’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Sekolah Asal


"delete from TbSekolahAsal
where Kode=’$Kode’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Sekolah Asal


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data
Sekolah Asal
"select * from TbSekolahAsal order by Kode"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Calon Peserta Didik
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
Calon Peserta Didik.
"insert into
TbSiswa(NP,Tanggal_Daftar,TahunAjaran,Nama,Nomor_STTB,
352

Tanggal_STTB,Tipe_sekolah,Sekolah_asal,kode_sekolah,Al
amat_sekolah,Tempat_lahir,Tanggal_lahir,Jenis_kelamin,
Saudara_laki,Saudara_perempuan,Anak_ke,Status_dalam_ke
luarga,Jalan,Rt,Rw,Desa,Kecamatan,Kabupaten,Propinsi,K
ode_Pos,No_Telp,Nama_Ayah,Nama_Ibu,Pekerjaan_Ayah,Peke
rjaan_Ibu,Nama_wali,Alamat_wali,Pekerjaan_wali,Pas_Pho
to)
values(‘$NP’,’$Tanggal_Daftar’,’$TahunAjaran’,’$Nama’,
’$Nomor_STTB’,’$Tanggal_STTB’,’$Tipe_sekolah’,’$Sekola
h_asal’,’$kode_sekolah’,’$Alamat_sekolah’,’$Tempat_lah
ir’,’$Tanggal_lahir’,’$Jenis_kelamin’,’$Saudara_laki’,
’$Saudara_perempuan’,’$Anak_ke’,’$Status_dalam_keluarg
a’,’$Jalan’,’$Rt’,’$Rw’,’$Desa’,’$Kecamatan’,’$Kabupat
en’,’$Propinsi’,’$Kode_Pos’,’$No_Telp’,’$Nama_Ayah’,’$
Nama_Ibu’,’$Pekerjaan_Ayah’,’$Pekerjaan_Ibu’,’$Nama_wa
li’,’$Alamat_wali’,’$Pekerjaan_wali’,’$Pas_Photo’)"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Calon Peserta Didik
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
Calon Peserta Didik.
"update TbSiswa set
NP=‘$NP’,Tanggal_Daftar=‘$Tanggal_Daftar’,TahunAjaran=
’$TahunAjaran’,Nama=’$Nama’,Nomor_STTB=’$Nomor_STTB’,T
anggal_STTB=’$Tanggal_STTB’,Tipe_sekolah=’$Tipe_sekola
h’,Sekolah_asal=’$Sekolah_asal’,kode_sekolah=’$kode_se
kolah’,Alamat_sekolah=’$Alamat_sekolah’,Tempat_lahir=’
$Tempat_lahir’,Tanggal_lahir=’$Tanggal_lahir’,Jenis_ke
lamin=’$Jenis_kelamin’,Saudara_laki=’$Saudara_laki’,Sa
udara_perempuan=’$Saudara_perempuan’,Anak_ke=’$Anak_ke
’,Status_dalam_keluarga=’$Status_dalam_keluarga’,Jalan
353

=’$Jalan’,Rt=’$Rt’,Rw=’$Rw’,Desa=’$Desa’,Kecamatan=’$K
ecamatan’,Kabupaten=’$Kabupaten’,Propinsi=’$Propinsi’,
Kode_Pos=’$Kode_Pos’,No_Telp=’$No_Telp’,Nama_Ayah=’$Na
ma_Ayah’,Nama_Ibu=’$Nama_Ibu’,Pekerjaan_Ayah=’$Pekerja
an_Ayah’,Pekerjaan_Ibu=’$Pekerjaan_Ibu’,Nama_wali=’$Na
ma_wali’,Alamat_wali=’$Alamat_wali’,’$Alamat_wali’,Pek
erjaan_wali=’$Pekerjaan_wali’,Pas_Photo=’$Pas_Photo’)"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Calon Peserta Didik
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data
buku.
"delete from TbSiswa where NP='$NP’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Calon Peserta Didik
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data
Calon Peserta Didik
"select * from TbSiswa order by NP"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Calon Peserta Didik
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data
Calon Peserta Didik melalui Nomor Peserta(NP).
"select * from TbSiswa where NP='$NP'"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Kelengkapan


Persyaratan
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
kelengkapan persyaratan.
354

"insert into
TbSyarat(NP,Nama,Formulir_Pendaftaran,STTB,SKHU,Raport
,Kelakuan_Baik,Photo,Akta_Kelahiran)
values(‘$NP’,’$Nama’,’$Formulir_Pendaftaran’,’$STTB’,’
$SKHU’,’$Raport’,’$Kelakuan_Baik’,’$Photo’,’$Akta_Kela
hiran’)"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Buku


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
user.
"update TbSyarat set
NP='$NP’,Nama='$Nama’,Formulir_Pendaftaran='$Formulir_
Pendaftaran='$STTB’,SKHU='$SKHU’,Raport='$Raport’,Kela
kuan_Baik='$Kelakuan_Baik’,Photo='$Photo’,Akta_Kelahir
an='$Akta_Kelahiran’”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Kelengkapan


Persyaratan
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data
Kelengkapan Persyaratan.
"delete from TbSyarat where NP='$NP’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Kelengkapan Persyaratan


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data
Kelengkapan Persyaratan
"select * from TbSyarat order by NP"
 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Kelengkapan Persyaratan
Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data
Kelengkapan Persyaratan melalui Nomor Peserta(NP).
355

"select * from TbSyarat where NP='$NP"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data Nilai


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
Penilaian.
"insert into
TbNilai(NP,Nama,NilaiUN,NilaiUS,NilaiAgama,NilaiTesIndo
,NilaiTesIng,NilaiTesMTK,NilaiTesMIPA,NilaiTes,Total_Ni
lai,Hasil,Keterangan)
values(‘$NP’,’$Nama’,’$NilaiUN’,’$NilaiUS’,’$NilaiAgam
a’,’$NilaiTesIndo’,’$NilaiTesIng’,’$NilaiTesMTK’,’$Nil
aiTesMIPA’,’$NilaiTes’,’$Total_Nilai’,’$Hasil’,’$Keter
angan’)”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data Nilai


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
Penilaian.
"update TbNilai set
NP=‘$NP’,Nama=’$Nama’,NilaiUN=’$NilaiUN’,NilaiUS=’$Nil
aiUS’,NilaiAgama=’$NilaiAgama’,NilaiTesIndo=’$NilaiTes
Indo’,NilaiTesIng=’$NilaiTesIng’,NilaiTesMTK=’$NilaiTe
sMTK’,NilaiTesMIPA=’$NilaiTesMIPA’,NilaiTes=’$NilaiTes
’,Total_Nilai=’$Total_Nilai’,Hasil=’$Hasil’,Keterangan
=’$Keterangan’”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data Nilai


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data
Penilaian.
"delete from TbNilai where NP='$NP’"
356

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data Nilai


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data
Penilaian.
"select * from TbNilai order by NP"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data Nilai


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data
Penilaian melalui Nomor Peserta (NP).
"select * from TbNilai where NP='$NP"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Simpan Data User


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menginput data
user.
"insert into
Tbuser(Kode_ID,User_ID,Password,Nama,Foto,DataUser,Men
u1,Menu2,Menu3,Menu4,Menu5,Menu6,Menu7,Menu8,Menu9,Men
u10)
values(‘$Kode_ID’,’$User_ID’,’$Password’,’$Nama’,’$Fot
o’,’$DataUser’,’$Menu1’,’$Menu2’,’$Menu3’,’$Menu4’,’$M
enu5’,’$Menu6’,’$Menu7’,’$Menu8’,’$Menu9’,’$Menu10’)"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Ubah Data User


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mengubah data
user.
"update TbUser set
Kode_ID='$Kode_ID,User_ID='$User_ID’,Password='$Passwo
rd',Nama='$Nama',Foto='$Foto',DataUser='$DataUser',Men
357

u1='$Menu1',Menu2='$Menu2',Menu3='$Menu3’,Menu4='$Menu
4’,Menu5='$Menu5’,Menu6='$Menu6’,Menu7='$Menu7’,Menu8=
'$Menu8’,Menu9='$Menu9’,Menu10='$Menu10’”

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Hapus Data User


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk menghapus data
User.
"delete from Tbuser where Kode_ID='$Kode_ID’"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Lihat Data User


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk melihat data user
"select * from Tbuser order by Kode_ID"

 Perancangan Layer Akses untuk Operasi Cari Data User


Pernyataan SQL pada layer akses dibawah ini digunakan untuk mencari data
buku melalui kode User.
"select * from Tbuser where Kode_ID='$Kode_ID"
358

4.2.3 Perancangan Antarmuka


 Form Login
Proses pertama untuk dapat masuk ke dalam sistem maka harus
melakukan login terlebih dahulu. User harus memasukkan username dan
Password agar dapat menggunakan sistem ini sesuai dengan hak aksesnya.

Gambar 4.4 Tampilan Form Login

Gambar 4.5 Tampilan Pesan Kesalahan Login


Tampilan Pesan Kesalahan Login muncul ketika user melakukan kesalahan
memasukkan username dan Password.
359

Gambar 4.6 Tampilan Pesan Kesalahan tidak adanya Tahun Ajaran


Tampilan Pesan Kesalahan tidak adanya Tahun Ajaran yang sedang aktif
muncul setelah user berhasil login. Namun, tidak ada Tahun ajaran yang sedang
aktif.

 Form Pengolahan Data Tahun Ajaran


Form Pengolahan Data Tahun Ajaran ini dapat dikelola oleh Panitia
Bagian Pendaftaran dan Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah,
mengubah dan menghapus Data Tahun Ajaran dan menentukan aktif
tidaknya Tahun Ajaran tersebut.

Gambar 4.7 Form Data Tahun Ajaran


360

Gambar 4.8 Tampilan Pesan Kesalahan Input data Tahun Ajaran

Tampilan pesan kesalahan input data tahun ajaran muncul ketika user
melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa atribut
penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

Gambar 4.9 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan data Tahun Ajaran


Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Tahun Ajaran muncul
ketika user melakukan penghapusan data Tahun Ajaran. Namun, data tersebut
telah digunakan oleh Tabel lain. Sehingga, data tersebut tidak dapat dihapus.
Penghapusan dapat dilakukan setelah User melakukan penghapusan semua data
yang berkaitan dengan data Tahun Ajaran yang dipilih.
361

 Form Pengolahan Data Informasi Panitia


Form Pengolahan Data Informasi Panitia ini dapat dikelola oleh
Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah dan mengubah Informasi
Susunan Panitia setiap Tahun Ajarannya. Form ini harus diisi karena
berkaitan dengan referensi tanda tangan yang dibutuhkan oleh laporan-
laporan yang ada pada SI PPDB ini.
362

Gambar 4.10 Form Pengolahan Data Info Panitia

Gambar 4.11 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Info Panitia

Tampilan pesan kesalahan input Data Info Panitia muncul ketika


user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input
berupa attribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang
dimasukkan.
 Form Pengolahan Data Sekolah Asal
Form Pengolahan Data Sekolah Asal ini dapat dikelola oleh Panitia Bagian
Pendaftaran dan Sekretaris. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah
dan menghapus Data Sekolah Asal Calon Peserta Didik.
363

Gambar 4.12 Form Data Sekolah Asal

Gambar 4.13 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Sekolah Asal

Tampilan pesan kesalahan input data sekolah asal muncul ketika user
melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa
atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.
364

Gambar 4.14 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan Data Sekolah Asal


Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Sekolah Asal muncul ketika
user melakukan penghapusan data Sekolah Asal. Namun, data tersebut telah
digunakan oleh Tabel lain. Sehingga data tersebut tidak dapat dihapus.
Penghapusan dapat dilakukan setelah User melakukan penghapusan semua
data yang berkaitan dengan data Sekolah Asal yang dipilih.
365

 Form Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik


Form Pengolahan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik ini dikelola oleh
Panitia Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah
dan menghapus Data Calon Peserta Didik.

Gambar 4.15 Form Pendaftaran Calon Peserta Didik


366

Gambar 4.16 Print Preview Cetak Tanda Bukti Telah Mendaftar


Tanda Bukti Telah Mendaftar ini diberikan oleh Panitia Bagian
Pendaftaran kepada Calon Peserta Didik setelah Calon Peserta Didik mengisi
Formulir pendaftaran.

Gambar 4.17 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Tampilan pesan kesalahan input data Pendaftaran Calon Peserta Didik
muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan
input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang
dimasukkan.
367

Gambar 4.18 Tampilan Pesan Kesalahan Penghapusan Data Pendaftaran Calon Peserta Didik
Tampilan pesan kesalahan Penghapusan data Pendaftaran Calon Peserta
Didik muncul ketika user melakukan penghapusan data Pendaftaran Calon
Peserta Didik. Namun, data tersebut telah digunakan oleh Tabel lain.
Sehingga data tersebut tidak dapat dihapus. Penghapusan dapat dilakukan
setelah User melakukan penghapusan semua data yang berkaitan dengan
data Pendaftaran Calon Peserta Didik yang dipilih.
368

 Form Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan


Form Pengolahan Data Kelengkapan Persyaratan ini dikelola oleh Panitia
Bagian Pendaftaran. Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan
menghapus Data Kelengkapan Persyaratan.

Gambar 4.19 Form Kelengkapan Persyaratan


369

Gambar 4.20 Print Preview Cetak Kartu Ceking Persyaratan Calon Peserta Didik
Kartu Ceking Persyaratan Calon Peserta Didik ini diberikan oleh Panitia
Bagian Pendaftaran kepada Calon Peserta Didik setelah Calon Peserta Didik
memberikan persyaratan-persyaratan kepada Panitia Bagian Pendaftaran.

Gambar 4.21 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Persyaratan Calon Peserta Didik

Tampilan pesan kesalahan input data Persyaratan Calon Peserta Didik


muncul ketika user melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat
kesalahan input berupa atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe
data yang dimasukkan.
370

 Form Pengolahan Data Penilaian


Form Pengolahan Data Penilaian ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian.
Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus Data
Penilaian Calon Peserta Didik.

Gambar 4.22 Form Data Penilaian


371

Gambar 4.23 Tampilan Pesan Kesalahan Input Data Penilaian


Tampilan pesan kesalahan input data Penilaian muncul ketika user
melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa
atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

 Form Pengolahan Data Kelulusan


Form Pengolahan Data Kelulusan ini dikelola oleh Panitia Bagian
Penilaian. Form ini berfungsi untuk mengolah hasil penilaian Calon Peserta
Didik. Sehingga, didapat Siswa yang lulus seleksi dan yang tidak lulus seleksi.

Gambar 4.24 Form Pengolahan Data Kelulusan


372

 Form Laporan Pendaftaran


Form Laporan Pendaftaran ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran.
Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Pendaftaran.

Gambar 4.25 Form Laporan Pendaftaran

Gambar 4.26 Pesan Informasi Data Tidak Ada


373

Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan
penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter
penyaringan.

Gambar 4.27 Print Preview Laporan Rekapitulasi Pendaftaran Calon PDB


374

Gambar 4.28 Print Preview Laporan Rincian Jumlah Pendaftaran SMP dan MTS

 Form Laporan Persyaratan


Form Laporan Persyaratan ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran.
Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Persyaratan.

Gambar 4.29 Form Laporan Persyaratan


375

Gambar 4.30 Pesan Informasi Data Tidak Ada


Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan
penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter
penyaringan.

Gambar 4.31 Print Preview Laporan Rekapitulasi Kelengkapan Persyaratan


Calon PDB
376

 Form Laporan Sekolah Asal


Form Laporan Sekolah Asal ini dikelola oleh Panitia Bagian Pendaftaran.
Form ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Sekolah Asal.

Gambar 4.32 Form Laporan Sekolah Asal


377

Gambar 4.33 Pesan Informasi Data Tidak Ada


Tampilan pesan Informasi Data Tidak Ada muncul ketika user melakukan
penyaringan data. Tetapi tidak ada data yang sesuai dengan parameter
penyaringan.

Gambar 4.34 Print Preview Laporan Rekapitulasi Jumlah dan Asal Sekolah SMP
378

Gambar 4.35 Print Preview Laporan Rekapitulasi Jumlah dan Asal Sekolah MTS
 Form Laporan Penilaian
Form Laporan Penilaian ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form ini
berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Penilaian.
379

Gambar 4.36 Form Laporan Penilaian


380

Gambar 4.37 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai Hasil Tes Tulis Calon PDB
381

Gambar 4.38 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai PDB Asal SMP

Gambar 4.39 Print Preview Laporan Rekapitulasi Nilai PDB Asal MTS
382

Gambar 4.40 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes BTQ
383

Gambar 4.41 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes BTQ
384

Gambar 4.42 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum
Bahasa Indonesia

Gambar 4.43 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum
Bahasa Indonesia
385

Gambar 4.44 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum
Bahasa Inggris

Gambar 4.45 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum
386

Bahasa Inggris

Gambar 4.46 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum
MATEMATIKA
387

Gambar 4.47 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi MTS Hasil Tes Umum
MATEMATIKA
388

Gambar 4.48 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum MIPA
389

Gambar 4.49 Print Preview Laporan Daftar Tertinggi SMP Hasil Tes Umum MIPA

 Form Laporan Kelulusan


Form Laporan Kelulusan ini dikelola oleh Panitia Bagian Penilaian. Form
ini berfungsi untuk mencetak dan menyaring laporan Kelulusan.
390

Gambar 4.50 Form Laporan Kelulusan

Gambar 4.51 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan


Daftar Siswa Lulus dan Tidak Lulus
391

Gambar 4.52 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan


Daftar Siswa Lulus
392

Gambar 4.53 Print Preview Laporan Rekapitulasi Hasil Kelulusan


Daftar Siswa Tidak Lulus

 Form Ubah Password


Form Ubah Password ini digunakan oleh User Aktif untuk mengubah
Passwordnya.

Gambar 4.54 Form Ubah Password

Gambar 4.55 Tampilan pesan kesalahan Password lama tidak valid

Tampilan pesan kesalahan Password lama tidak valid muncul ketika user
melakukan penyimpanan Password baru. Namun, input Password lama tidak
sesuai dengan Password yang dimiliki user aktif.
393

Gambar 4.56 Tampilan Pesan Kesalahan Konfirmasi Password baru berbeda

Tampilan pesan kesalahan Konfirmasi Password baru berbeda muncul


ketika user melakukan penyimpanan Password baru. Namun, input Password
baru dan ulang Password baru berbeda.

 Form Pengaturan User


Form Pengaturan User ini dikelola oleh Ketua Panitia sebagai Admin.
Form ini berfungsi untuk menambah, mengubah dan menghapus user yang
dapat mengakses sistem.
394

Gambar 4.57 Form Pengaturan User

Gambar 4.58 Tampilan pesan kesalahan input Data User


Tampilan pesan kesalahan input data user muncul ketika Admin
melakukan penyimpanan data. Namun, terdapat kesalahan input berupa
atribut penting yang kosong atau perbedaan tipe data yang dimasukkan.

 Menu Utama SI PPDB


Menu Utama SI PPDB ini tampil setelah user berhasil login.
395

Gambar 4.59 Menu Utama SI PPDB

Gambar 4.60 Pesan Konfirmasi Keluar Dari Aplikasi SI PPDB


Tampilan pesan Konfirmasi Keluar Dari Aplikasi SI PPDB muncul ketika user
ingin mengakhiri aplikasi SI PPDB ini.
396

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil kajian dan tinjauan teori yang ada, kesimpulan yang diambil
dari hasil analisis dan perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru ini
adalah sebagai berikut:
1. Aplikasi Sistem Informasi PPDB berbasis client server ini dapat mempermudah
dan mempercepat kinerja panitia dalam mengakomodasi pencatatan pendaftaran
dan nilai calon peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri I Garut serta pencarian
identitas dan nilai calon peserta didik.
2. Dengan adanya nilai passing grade pada form nilai kelulusan, maka hasil
kelulusan calon peserta didik sesuai dengan nilai yang mereka dapatkan tanpa ada
manipulasi oleh panitia ataupun oleh pihak lain.
3. Sistem menyediakan informasi sesuai yang dibutuhkan oleh panitia maupun pihak
Madrasah Aliyah Negeri I Garut, diantaranya yaitu rekapitulasi pendaftaran calon
peserta didik baru, laporan kelengkapan persyaratan, rekapitulasi nilai calon PDB
berdasarkan tipe sekolah serta rekapitulasi hasil kelulusan. Dengan adanya
fasilitas tersebut maka panitia dalam membuat laporan dapat lebih cepat, akurat
dan tepat waktu karena pengolahan datanya dilakukan oleh sistem.
4. Unified Approach (UA) dapat digunakan sebagai metodologi untuk menganalisis
dan merancang Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru di Madrasah
Aliyah Negeri I Garut.

5.2 Saran
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penyusun memiliki keterbatasan ilmu
dan waktu, sehingga laporan Tugas Akhir ini masih belum sempurna, dengan demikian
diharapkan pembaca dapat memahami dan memberikan masukan atau referensi yang
menunjang untuk menyempurnakan penyusunan tugas akhir ini.
397

DAFTAR PUSTAKA

Amsyah, Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama,


Jakarta, 2005.

Bahrami, Ali, “Object Oriented Systems Development”, Irwin McGraw-Hill,


Singapore, 1999.

Fathansyah. “Sistem Basis Data”. Informatika, Bandung, 2004.

Fattah, Nanang, “Landasan Manajemen Pendidikan”, PT Remaja Rosda Karya,


Bandung, 2008.

Fowler, Martin, “UML Distilled”, Edisi 3 Bahasa Indonesia, Andi Offset, Yogyakarta,
2004.

Hadi, Ariesto, “Analisis dan Desain Berorientasi Objek”, J&J Learning, Yogyakarta,
2002.

Hariyanto, Bambang, ”Rekayasa Sistem Berorientasi Objek”, Informatika, Jakarta,


2004.

Kadir, Abdul, “Pengenalan Sistem Informasi”, Andi, Yogyakarta, 2003.

Kadir., Abdul, Triwahyuni., TCH, “Pengenalan Teknologi Informasi”, Andi,


Yogyakarta, 2005.

Kroenke, David M. ”Dasar-dasar, Desain, dan Implementasi Database Processing


(Edisi Kesembilan-Jilid 1)”, Erlangga, Jakarta, 2005.

Marcus, Teddy. Prijono, Agus. Widiadhi, Josef, “Delphi Developer dan SQL Server
2000”, Informatika, Bandung, 2004.

Munawar, “Pemodelan Visual dengan UML”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.

Nugroho, Adi, ”Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi


Berorientasi Objek”, Informatika, Bandung, 2005.
398

Santosa, Insap, ”Interaksi Manusia dan Komputer Teori dan Praktek”, Andi,
Yogyakarta, 2004.

Sholiq, “Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Objek dengan UML”, Graha


Ilmu, Yogyakarta, 2006.

Sudargo, Paulus, “Pemrograman Berorientasi Objek Menggunakan Delphi”, Andi,


Yogyakarta, 2004.

Sutanta, Edhy, “Sistem Basis Data”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004.

Whitten, Jeffrey. Bentley, Lonnie D. Dittman, Kevin C. “Metode dan Analisis


Sistem”, Edisi Bahasa Indonesia, Irwin McGraw-Hill, Singapore, 2004.

User Guide Enterprise Architect 7.5. Diperoleh dari


http://www.sparxsystems.com/bin/EAUserGuide.pdf ; Internet; diakses tanggal 10
Agustus 2010.

Notasi UML. Diperoleh dari http://resource.visual-paradigm.com/; Internet;


diakses tanggal 10 Februari 2011.