You are on page 1of 23

LAPORAN KASUS MATA 2 Pterigium Grade II Okular Sinistra

Dini Layunsari

PENDAHULUAN
Pterigium didefinisikan sebagai pertumbuhan jaringan fibrovaskuler pada konjungtiva dan tumbuh menginfiltrasi permukaan kornea, umumnya bilateral di sisi nasal, biasanya berbentuk segitiga dengan kepala/apex menghadap kesentral kornea dan basis menghadap lipatan semilunar pada kantus

Identitas Pasien
Nama Umur Jenis kelamin Agama Suku Alamat Pekerjaan Pendidikan Terakhir RM Tanggal pemeriksaan : Ny. S : 24 Tahun : Perempuan : Islam : Sasak : Selagalas : S1 (tidak tamat) : SMA : 070395 : 13 Desember 2012

Anamnesis
KU: Mata kiri berair sejak 3 hari yang lalu Keluhan tambahan: mata kiri kemerahan

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poli mata RSUP NTB dengan keluhan mata berair sejak 3 hari yang lalu. Selain itu juga pasien mengatakan mata kiri agak merah. Rasa mengganjal pada mata tidak dikeluhkan oleh pasien, gatal (-), silau (-), pandangan kabur (-), kotoran mata (-). Selain itu juga terdapat selaput pada mata kiri pasien yang muncul 3 tahun yang lalu

Riwayat Penyakit Dahulu


Sejak 3 tahun yang lalu muncul selaput pada mata kiri pasien. Menurut pengakuan pasien ukuran selaput tersebut tidak berubah dari pertama kali muncul hingga sekarang.

Pada saat itu pasien juga mengeluh mata berair dan kemerahan, tetapi penglihatan tidak kabur. Riwayat terkena debu dan angin (+). Riwayat trauma pada mata kiri (-). Riwayat operasi pada mata kiri (-).

Riwayat Penyakit Keluarga Ayah pasien juga mengalami hal yang sama yaitu terdapat selaput pada kedua matanya. Riwayat Alergi Riwayat alergi makanan (-), alergi obat-obatan (-), alergi debu (-), cuaca (-).

Riwayat Pengobatan
Untuk keluhan sekarang pasien langsung ke poli Mata RSUP NTB. Untuk keluhan 3 tahun yang lalu pasien berobat di BKMM dan diberi obat tetes mata (cendo xytrol). Terakhir kontrol ke BKMM kurang lebih 1 tahun yang lalu.

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran/GCS

: Baik : Compos mentis / E4V5M6

Pemeriksaan Tanda Vital Tekanan darah : 100/60 mmHg Nadi : 74 kali/menit reguler kuat angkat Frekuensi Napas : 20 kali/menit Suhu : 36 O C

No

Pemeriksaan

Mata Kanan

Mata Kiri

1.

Visus

6/6

6/6

2.

Lapang Pandang

Normal

Normal

3.

Gerakan bola mata

Baik ke segala arah

Baik ke segala arah

4.

Palpebra Superior

Edema

(-)

(-)

Hiperemi

(-)

(-)

Pseudoptosis

(-)

(-)

Entropion

(-)

(-)

Ektropion

(-)

(-)

5.

Palpebra Inferior

Edema Hiperemi Entropion Ektropion

(-) (-) (-) (-) + 10 mm (-) (-) (-) (-) (-)

(-) (-) (-) (-) + 10 mm (-) (-) (-) (-) Tampak jaringan fibrovaskuler berbentuk segitiga di daerah nasal, dengan apeks melewati limbus, belum mencapai pupil dan sedikit hiperemi

6. 7.

Fissura palpebra Konjungtiva Palpebra Hiperemi Superior Sikatrik

8.

Konjungtiva Palpebra Hiperemi Inferior Sikatrik Injeksi Konjungtiva

9.

Konjungtiva Bulbi

10.

Kornea

Bentuk Kejernihan Permukaan

Cembung Jernih Licin

Cembung Jernih Licin, kecuali di bagian medial tampak jaringan kurang lebih 2 mm

Sikatrik 11. Bilik Depan 12. Iris Mata Kedalaman Hifema Warna Bentuk 13. Pupil Bentuk Diameter Refleks langsung Refleks cahaya cahaya

(-) Dalam (-) Coklat Bulat dan regular Bulat 4 mm (+)

(-) Dalam (-) Coklat Bulat dan regular Bulat 4 mm (+)

(+)

(+)

tidak langsung

IDENTIFIKASI MASALAH DAN ANALISA KASUS


SUBJECTIVE Mata kiri berair Tampak kemerahan

OBJECTIVE Pemeriksaan fisik didapatkan : jaringan fibrovaskuler berbentuk segitiga di daerah nasal, dengan apeks melewati limbus, belum mencapai pupil dan sedikit hiperemi.

Analisis
Mata kiri berair dan kemerahan Akibat reaksi inflamasi menyebabkan tampak kemerahan dan berair

Jaringan fibrovaskuler (pterigium) Terjadinya pterigium berhubungan erat dengan paparan sinar matahari, selain itu dapat pula disebabkan oleh udara yang kering, inflamasi, dan paparan terhadap angin dan debu atau iritan yang lain.

UV-B merupakan faktor mutagenik bagi tumor supressor gene p53 yang terdapat pada stem sel basal di limbus Ekspresi berlebihan sitokin seperti TGF- dan VEGF (vascular endothelial growth factor) regulasi kolagenase, migrasi sel, dan angiogenesis degenerasi kolagen dan terlihat jaringan subepitelial fibrovaskular

Diagnosis Kerja
Pterigium Okular Sinistra grade II

Tatalaksana Vasokonstriktor KIE Memberitahukan kepada pasien untuk menggunakan obat tetesnya secara teratur. Selain itu juga menghindari atau mengurangi paparan debu, angin dan sinar matahari untuk mengurangi iritasi. Misalnya dengan menggunakan helm standar pada saat mengendarai sepeda motor atau menggunakan kacamata pelindung.

Prognosis
Prognosis pengelihatan (ad functionam) Prognosis pengelihatan pasien Bonam. Prognosis nyawa (ad vitam) Prognosis nyawa pasien bonam,

TERIMA KASIH