You are on page 1of 10

Komang suardika 0913921034 Jurusan Pendidikan Ganesha Undiksha

LANDASAN KERJA DAN PERANAN STATISTIKA 1.1 Pengertian Statistik dan Statistika Di zaman yang modern dan serba maju seperti sekarang ini, banyak sekali keputusan dan kebijakan baik pemerintah, lembaga swasta maupun perorangan yang memerlukan statistik dan statistika. Sehingga statistik dan statistika ini menjadi sesuatu yang sangat berguna dan bermanfaat pada bidang-bidang tertentu. Namun sebelum lebih jauh melangkah, kita telusuri terlebih dahulu makna ataupun pengertian dari statistik dan statitika itu sendiri. Agar kita dapat membedakan arti dari statistik dengan statistika. Statistik merupakan kumpulan data-data atau fakta dalam suatu permasalahan dalam bentuk angka-angka(bilangan) maupun non bilangan yang dapat memberikan gambaran terhadap objek tersebut. Misalnya, statistik yang mengkaji tentang susunan pegawai di sebuah perusahan disebut statistik pegawai, statistik yang mengkaji tentang pertanian di daerah x disebut statistik pertanian, statistik yang mengkaji tentang pengangguran di Indonesia disebut statistik pengangguran. Statistik selain menyatakan kumpulan data, juga menyatakan suatu ukuran ( seperti persen ataupun rata-rata) sebagai wakil dari kumpulan data tentang hal-hal tertentu. Contoh statistik yang menyatakan ukuran sebagai berikut. Contoh 1 : apabila kita mengamati upah 15 orang yang bekerja sebagai kuli bangunan setiap bulanya, misalkan setelah kita dihitung didapatkan rata-rata sebesar Rp 95.000,00. Berarti disini, yang dinamakan statistik adalah rata -rata sebesar Rp 95.000,00. Contoh 2: apabila kita meneliti jumlah mahasiswa Fakultas MIPA yang memperoleh beasiswa BBM tahun 2010, maka setelah dihitung, misalkan didapatkan bahwa hanya 50% yang mendapatkan beasiswa tersebut dari 46 mahasiswa yang mengajukan permohonan beasiswa BBM. Jadi disini, 50% dinamakan statistik. Sedangkan statistika ini data atau fakta yang diperoleh melalui suatu proses. Pada mulanya statistika semata-mata hanya dikaitkan dengan pemaparan fakta-fakta dengan angka-angka atau gambar yang menyangkut situasi kependudukan dan perekonomian untuk mengambil keputusan politik di suatu Negara, Pada perkembangannya, makna statistika menjadi ilmu tentang
Statistik 1

sekumpulan konsep serta metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, menyajikan dan menganalisis data serta menarik kesimpulan berdasar hasil analisis data tersebut. Jadi, statistika merupakan suatu prosedur atau proses untuk mendapatkan fakta yang meliputi bagaimana caracara pengumpulan data, menyajikan data, mengolah data atau menganalisanya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang dilakukan. Proses pengumpulan data dapat kita lakukan : 1) dengan melakukan observasi langsung terhadap objek yang kita akan amati dan mencatat hasilnya untuk dianalisis, 2) dengan mengambil sekumpulan data yang telah dicatat oleh badan atau orang lain, 3) membuat daftar pertanyaan yang telah disusun dengan baik, kemudian memberikannya kepada seseorang yang berkaitan dengan objek yang kita teliti untuk diisi, 4) dengan membuat dokumentasi yaitu bisa dalam bentuk foto atau gambar. Sedangkan penyajian datanya, dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tabel ada bermacam-macam tabel yang digunakan dalam penyajian data, diantaranya : tabel biasa( menyajikan data yang terdiri atas beberapa variable dengan beberapa kategori), tabel distribusi frekwensi( cocok untuk menyajikan data dalam beberapa kelompok), tabel distribusi frekwensi relatif(nilai frekwensinya relatifnya dinyatakan dalam persen), distribusi frekwensi kumulatif( nilai frekwensi kumulatifnya= jumlah frekwensi demi frekwensi), distribusi frekwensi relatif - kumulatif( nilai frekwensi kumulatif diubah menjadi menjadi persen) Diagram Beberapa macam jenis diagram yaitu : diagram batang( cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori dan data tahunan yang tahunannya tidak terlalu banyak), diagram garis( cocok untuk menyajikan data yang berkesinambungan), diagram lambang( cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual untuk orang awam)), diagram lingkaran( cocok untuk menyajikan data dalam bentuk persentase), diagram peta( cocok untuk menyajikan data yang ada hubungannya dengan tempat kejadian), diagram titik( cocok untuk menyajikan data yang terdiri atas dua variable). Contoh dari statistika adalah sebagai berikut. Contoh 1 : data jumlah pengangguran di Indonesia tahun 2010, maka untuk mendapatkan data tersebut, proses yang pertama adalah mengumpulkan data dengan menghitung jumlah

pengangguran yang ada di masing masing pulau di Indonesia,kemudian menyajikan data-data tersebut dengan diagram dan terakhir menyimpulkan dari hasilnya yang telah diperoleh. Misalnya kesimpulannya, adalah jumlah pengganguran terbanyak terdapat di pulau Kalimantan. Contoh 2 : data jumlah siswa yang tidak lulus di SMA Negeri 1 Banjar tahun ajaran 2008/2009, proses yang pertama adalah mengumpulkan data dengan menghitung jumlah siswa perempuan dan jumlah siswa laki-laki yang tidak lulus, setelah itu menyajikan data-data tersebut dengan diagram, kemudian kita dapat menarik suatu kesimpulan. Misalkan kesimpulanya adalah jumlah siswa laki-laki lebih banyak tidak lulus dari pada siswa perempuannya. Contoh 3 : seorang guru matematika ingin mengetahui tentang materi yang telah diberikan kepada siswanya, apakah siswanya telah menguasai dan memahami materi tersebut. Maka guru tersebut mengumpulkan nilai-nilai yang diperoleh oleh siswa dari tugas-tugas, ujian tengah semester, maupun ujian akhir semester. Setelah data terkumpul, selanjutnya guru tersebut merata-ratakan nilai itu serta menyajikan niai-nilai tersebut dengan tabel atau diagram. Dari nilai rata-rata itu, seorang guru dapat menarik suatu kesimpulan. Misalkan kesimpulannya, bahwa 90% siswanya telah menguasai materi matematika tersebut. Peranan Statistika Statistika mempunyai manfaat yang begitu besar di dalam bidang kehidupan. Keberadaan statistika ini, memang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena memang banyak kebutuhan- kebutuhan manusia yang memerlukan statistika. Sebagai suatu ilmu pengetahuan, statistika memang banyak berperan di dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam bidang penelitian. Di dalam kehidupan pribadi, statistika dapat kita pergunakan misalnya untuk : a) Mengetahui pertumbuhan tinggi badan kita dari minggu ke minggu. Dengan statistika ini maka kita dapat mengetahui tingkat kenaikkan tinggi badan kita atau dapat mengetahui berapa centimeter badan kita mengalami kenaikkan dari minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga dan minggu seterusnya. b) Mengetahui berat badan seorang individu. Dengan statistika ini, maka seoarang individu dapat mengetahui berat badannya dari bulan januari

Statistik 1

sampai bulan desember di tahun yang bersangkutan. Sehingga individu ini, dapat melihat di bulan mana berat badannya bertambah dan di bulan mana berat badannya berkurang. Di dalam kehidupan keluarga, statistika dapat dipergunakan : a) Untuk mengetahui pengeluaran uang keluarga di dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan statistika, kita dapat mengetahui, misalnya besarnya pengeluaran rata-rata keluarga dalam seminggu. b) Untuk mengetahui besarnya pemasukan dari keluarga, misalnya pemasukan berasal dari hasil kebun cengkeh yang dipanen setiap tahunnya. Dengan statistika ini, kita dapat mengetahui di tahun berapa pemasukannya meningkat dan di tahun berapa pemasukannya mengalami penurunan. c) Untuk mengetahui besarnya pembayaran listrik tiap bulannya. Dengan statistika, kita dapat memperoleh informasi seperti misalnya di bulan berapa kita membayar listrik paling tinggi. Di kehidupan sekolah, statistika dapat dipergunakan diantaranya: a) Mengetahui data mengenai pembayaran SPP, misalnya di bulan apa siswasiswi yang belum membayar SPP tersebut. b) Dapat memberikan informasi bagi siswa,seperti mengenai nilai ujian akhir nasional. Dengan statistika, maka siswa dapat mengetahui nilai siapa yang paling tinggi dan nilai siapa yang paling rendah. Di kehidupan masyarakat, statistika dapat dipergunakan diantaranya: a) Untuk mengetahui besarnya tagihan(peturunan) dari masyarakat, misalya dalam rangka perbaikkan tempat suci(pura). Dengan statistika, pegawai dapat mengetahui masyarakat yang belum melunasi tagihan tersebut. Di kehidupan berbangsa dan bernegara, dipergunakan seperti : a) Statistika dapat digunakan dalam mengkaji pengeluaran dan juga pendapatan suatu Negara.

b) Statistika dapat digunakan untuk mengetahui program kerja presiden dan wakil presiden selama masa jabatannya. Bidang penelitian Dalam bidang penelitian, seperti dalam pembuatan karya ilmiah, Statistika sangat diperlukan dalam pembahasan data yang didapatkan dalam penelitian. Sehingga kita dapat menarik suatu kesimpulan dari apa yang kita buat dalam penelitian ilmiah. Dalam bidang penelitian inilah statistika berfungsi sebagai metode, alat dan cara pengolahan data kuantitatif atau angka-angka yang tercakup dalam jenis penelitian tertentu. Sehingga tujuan dari melakukan penelitian tersebut dapat tercapai dengan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Disamping itu, statistika juga banyak berperan dalam bidang ilmu pengetahuan. Diantaranya statistika dapat digunakan sebagai alat : Komunikasi, disini statistika berperan sebagai penghubung antara beberapa pihak yang menghasilkan data statistik, sehingga dengan ini pihak lain dapat mengambil keputusan dari informasi yang telah diperoleh pada data satistik tersebut. Regresi, maksud dari statistika berperan sebagai alat regresi adalah bahwa statistika ini dapat meramalkan pengaruh data yang satu dengan data lainnya, sehingga dapat mengantisipasi gejala-gejala yang akan dating. Komparasi, maksudnya yaitu bahwa statistika ini dapat digunakan untuk membandingkan data dua kelompok atau lebih. Deskripsi, artinya statistika berperan dalam penyajian data dan mengilustrasikan data, misalnya mengukur hasil produksi. Korelasi, statistika berperan sebagai alat untuk mencari kuat atau besarnya hubungan data dala suatu penelitian.

1.2 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial Ada dua bidang kegiatan pokok statistika yaitu statistika deskriftif dan statistika inferensial. 1.2.1 statistika deskriftif (statistika deduktif)

Statistik 1

Statistika deskriptif merupakan suatu metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian sekumpulan data, sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Kita juga perlu mengetahui dan mengerti bahwa statistika deskriptif memberikan informasi hanya mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik kesimpulan yang lebih banyak dan lebih jauh dari data yang ada atau dengan kata lain statistika deskriftif hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi, hanya melihat gambaran secara umum dari data yang didapatkan. Kegiatan memeriksa sifat-sifat penting dari data yang ada itu disebut analisis data secara deskripsi. Statistika deskriptif juga dapat dikatakan statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik suatu kesimpulan mengenai kelompok itu saja,seperti untuk mengetahui : 1. Ukuran lokasi, seperti: mode(rata-rata dari nilai data yang memiliki frekuensi terbanyak pada suatu distribusi), mean(ukuran rata-rata dari penjumlahan seluruh nilai dibagi jumlah datanya , median(membagi data menjadi dua bagian. 2. Ukuran bentuk,seperti: kurtosis(ukuran ketinggian kurva), skewness(ukuran kecondongan kurva) 3. Ukuran variabilitas, seperti: varians(ukuran variasi yang menunjukkan seberapa jauh data tersebar dari mean), deviasi standar( akar dari varians), range(ukuran variasi yang paling sederhana)

Contoh dari kegiatan statistika deskriptif Made Budi adalah seorang mahasiswa Undhiksa dari jurusan pendidikan fisika, yang mengadakan suatu penelitian dengan mengumpulkan data untuk penulisan ilmiahnya di sebuah pasar tradisional. Ia mewawancarai 10 pedagang yang ada di pasar tersebut dan mengetahui bahwa rata-rata pendapatan kotor dari pedagang itu adalah Rp. 25.000,00. Hasil wawancara ini kemudian dilaporkannya dalam penelitian ilmiahnya. 1.2.2 Statistika Inferensial (Statistika Induktif) Statistika inferensial merupakan mengkaji tentang penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan objek yang menjadi perhatian.. Dengan demikian, Statistika Inferensial menyimpulkan makna statistik yang telah dihitung, dianalisis atau disajikan grafik atau

diagramnya tersebut. Statistika inferensial ada dua macam yaitu : Statistika parametrik dan Statistika nonparametrik. Statistika parametrik Statistika parametrik merupakan suatu ilmu statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data. Sebaran data ini mempunyai arti apakah data menyebar normal atau tidak. Apabila data tersebut tidak menyebar normal, maka data harus dikerjakan dengan metode Statistika non-parametrik, atau dilakukan transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistika parametrik. Penerapan statistik parametrik perlu memperhatikan hal-hal, yaitu : Distribusi dari suatu sampel yang dijadikan obyek pengukuran berasal dari distribusi populasi yang bisa diasumsikan terdistribusi secara normal, Sampel diperoleh secara random dengan jumlah yang dianggap dapat mewakili populasi dan Distribusi normal merupakan bagian dari continuous probability distribution, sehingga skala pengukurannya haruslah kontinyu (rasio atau interval) atau skala nominal yang diubah menjadi proporsi. Statistika parametik dapat digunakan untuk menganalisis data yang berskala interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas. Contoh dari statistika parametrik antara lain : uji t , anova, pengujian hipotesis. Statistika non-parametrik Statistika non-parametrik adalah kebalikan dari statistika parametrik, yaitu statistika yang tidak mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data. Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Dimana data yang berjenis Nominal dan Ordinal ini tidak menyebar normal. Contoh statistika non parametric antara lain : pengujian chi-kuadrat, tes binomial, tes ganda, uji normalitas. Keunggulan statistika non-parametrik : Statistika non-parametrik menpunyai keungulan-keunggulan, diantaranya : asumsi dalam ujiuji statistik non-parametrik relatif lebih sedikit, Jika pengujian data menunjukkan bahwa salah satu atau beberapa asumsi yang mendasari uji statistik parametrik tidak terpenuhi, maka statistik non-parametrik lebih sesuai diterapkan dibandingkan statistik parametrik, Perhitungannya dapat dilaksanakan dengan cepat dan mudah, Konsep-konsep dan metodemetodenya tidak memerlukan dasar matematika serta statistika yang mendalam, Efisiensi teknik-teknik non-parametrik lebih tinggi dibandingkan dengan metode parametric untuk

Statistik 1

jumlah data yang sedikit, Uji-uji pada statistik non-parametrik dapat diterapkan jika kita menghadapi keterbatasan data yang tersedia. Kekurangan statistika non-parametrik : Disamping memiliki beberapa keunggulan, ternyata statistika non-parametrik juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya: jika sampel besar, maka tingkat efisiensi non-parametrik relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode parametrik, Jika asumsi uji statistik parametrik terpenuhi maka penggunaan uji nonparametrik meskipun lebih cepat dan sederhana akan dapat menyebabkan pemborosan informasi, Prinsip perhitungan dalam statistik non-parametrik memang relatif lebih sederhana, namun demikian proses/tahapan perhitungannya seringkali membutuhkan banyak tenaga. Contoh dari kegiatan statistika inferensial Seorang pakar ekonomi mengamati mengenai melambungnya harga kebutuhan pokok masyarakat. Pakar ekonomi tersebut melihat secara langsung dari media elektronik, yaitu melalui televisi yang disiarkan langsung oleh mentro tv bahwa kebutuhan pokok masyarakat mengalami loncatan harga dari tahun sebelumnya. Ia memperkirakan bahwa harga kebutuhan pokok di tahun 2010 ini akan terus mengalami kenaikkan sampai pada bulan agustus. Bahkankan ia menafsir kenaikkan ini mencapai 10%.

1.3 Landasan Kerja Statistik Statistika sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji mengenai proses atau prosedur mengumpulkan data/fakta, mengolah dan menganalisis data, serta mengambil suatu kesimpulan, sudah tentu memiliki suatu landasan yang disebut dengan landasan kerja statistik. Tujuan dari landasan ini adalah agar data/fakta yang telah dikumpulkan dan dianalisis mendapatkan suatu hasil yang lebih baik dan maksimal. Menurut buku yang dikarang oleh Husaini Usman,M.pd dan R. Purnomo Setiady Akbar,S.pd, M.pd yang berjudul Pengantar Statistika, landasan kerja statistika dikelompokkan menjadi 4( empat) yaitu : variasi, reduksi, generalisasi, dan spesialisasi. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing landasan kerja statistika tersebut. 1) Variasi, maksud dari variasi ini adalah bahwa statistika bekerja dengan keadaan(kondisi) yang sifatnya berubah-ubah.

2) Reduksi, maksud dari reduksi ini adalah statistika bekerja dengan tidak seluruh informasinya harus diolah, akan tetapi dengan menggunakan sampel-sampel reprensentatif yang mewakili. 3) Generalisasi, maksud dari generalisasi ini adalah menarik suatu kesimpulan umum. Maka disini statistik inferensial(induktif) yang bekerja untuk menarik kesimpulan umum tersebut. 4) Spesialisasi, maksud dari spesialisasi ini adalah bahwa statistik sangat berkaitan erat dengan angka-angka yang lebih nyata dan pasti. 1.4 Karakteristik Pokok Statistika Statistika memiliki ciri-ciri atau karakteristik dalam pengumpulan, mengolah dan menganalisis data, serta mengambil suatu kesimpulan data/fakta, diantaranya : 1) Berkaitan dengan angka-angka, baik itu angka dalam bentuk data kualitatif, seperti nilai kepribadian, mutu sekolah,nilai kerajinan,dll maupun angka dalam bentuk kuantitatif, seperti jumlah anggota DPR, jumlah mahasiswa, jumlah gelandangan, jumlah penduduk dll. 2) Memiliki sifat objektif, ini artinya bahwa kerja statistik memang begitu adanya dari data yang diperoleh, tanpa ada unsur rekayasa. 3) Memiliki sifat Universal, ini artinya bahwa statistik tidak hanya digunakan dalam satu bidang penyelidikan, melainkan berlaku secara mengglobal( umum).

Sumber buku Sudjana. 2002. Metoda Statistika edisi ke- 6. Bandung: Tarsito Bandung Husaini Usman dan R. Purnomo Setiady Akbar.Pengantar Statistika.jakarta.Jakarta.PT bumi aksara

Statistik 1