Вы находитесь на странице: 1из 1

PBB Seru Semua Negara Cegah Pernikahan Di Bawah Umur

11 Oktober, 2012 | Filed under: International | Posted by: Redaksi

Jenewa ( Berita ) : Ahli hak asasi manusia di PBB, Kamis, Hari Internasional PBB mengenai Anak Perempuan, mendesak semua negara meningkatkan usia pernikahan jadi 18 buat anak perempuan dan anak lelaki tanpa pengecualian dan mensahkan tindakan mendesak guna mencegah pernikahan di bawah umur. Para ahli tersebut, termasuk Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB mengenai Kekerasan terhadap Anak-anak, menegaskan di dalam satu pernyataan bersama kawin tindakan memaksakan perkawinan pada usia dini mesti dijadikan sebagai perbuatan pidana. Anak perempuan yang menjadi korban perkawinan paksa mengalami perbudakan di dalam rumah tangga, perbudakan seks dan menderita akibat pelanggaran hak mereka bagi kesehatan, pendidikan, non-diskriminasi dan kebebasan dari kekerasan fisik, psikis dan seks, kata pernyataan itu. Data statistik PBB menunjukkan setiap tahun sebanyak 10 juta anak perempuan dikawinkan sebelum mereka mencapai usia 18 tahun, demikian laporan Xinhua yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis. Di tingkat global, 34 persen perempuan muda yang berusia 20 sampai 24 tahun, rata-rata sebanyak 70 juta, dikawinkan sebelum mereka berusia 18 tahun. Jika kecenderungan saat ini berlanjut, jumlah anak perempuan yang akan menikah sampai mereka berusia 18 tahun akan naik sampai 150 juta dalam dasawarsa mendatang, kata PBB. Pada 1994, Komite PBB mengenai Konvensi Pemberantasan Semua Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan mengeluarkan saran yang tak mengikat bahwa semua negara mensahkan usia minimum bagi perkawinan, 18 tahun, bagi kedua jenis kelamin. Setakat ini, 113 negara telah menetapkan usia 18 tahun sebagai usia minimum bagi anak lelaki, kata Dana Anak PBB. Hari Internasional mengenai Anak Perempuan, yang jatuh pada Kamis, memusatkan perhatian pada perlunya untuk menangani tantangan yang dihadapi anak perempuan dan mendorong pemberdayaan anak perempuan serta dipenuhinya hak mereka. (ant/Xinhua/Oana