You are on page 1of 5

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.

3 Pembatasan Masalah 1.4 Tujuan Proyek 1.5 Manfaat Proyek

BAB II LANDASAN TEORI / TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7

Kapasitor kopling dan bypass Rangkaian ekivalen ac dan dc Rangkaian ekivalen ac transistor Aproksimasi transistor ideal Resistansi ac dioda emitter Beta AC Model ideal

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 .......... 4.2 .......... 4.3 ..........

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 .......... 5.2 ..........

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

1.2 Perumusan masalah Yang akan dibahas dalam materi rangkaian rangkaian ekivalen ac adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kapasitor kopling dan bypass Rangkaian ekivalen ac dan dc Rangkaian ekivalen ac transistor Aproksimasi transistor ideal Resistansi ac dioda emitter Beta AC Model ideal

1.3 Pembatasan Masalah 1.4 Tujuan 1.5 Manfaat

2.2 Teorema superposisi untuk rangkaian ac dan dc

Prinsip superposisi menyebabkan suatu rangkaian rumit yang memilki sumber tegangan/arus lebih dari satu dapat dianalisis menjadi rangkaian dengan satu sumber. Teorema ini menyatakan bahwa respon yang terjadi pada suatu cabang, berupa arus atau tegangan, yang disebabkan oleh beberapa sumber (arus dan/atau sumber tegangan) yang bekerja bersamasama, sama dengan jumlah masingmasing respon bila sumber tersebut bekerja sendiri dengan sumber lainnya diganti oleh resistansi dalamnya. Ketika menentukan arus atau tegangan dari satu sumber tertentu, semua tegangan independent digantikan dengan hubung singkat dan semua sumber arus independent digantikan dengan hubung terbuka. Tegangan dependen tidak mengalami perubahan. Prinsip superposisi ini dapat diperluas untuk sumber yang bolakbalik, namun hanya berlaku pada rangkaian yang linear. Jadi bila pada suatu rangkaian terdapan n buah sumber, maka akibat total, berupa arus atau tegangan, pada suatu cabang dapat dituliskan sebagai berikut: at = a1 + a2 + .... an dimana at = arus atau tegangan pada suatu cabang bila n buah sumber (sumber arus dan/atau sumber tegangan) bekerja bersamasama a1 = arus atau tegangan pada suatu cabang tersebut bila hanya sumber S1 yang bekerja, sedangkan sumber S2, S3, ... Sn diganti oleh resistansi dalamnya. a2 = arus atau tegangan pada suatu cabang tersebut bila hanya sumber S2 yang bekerja, sedangkan sumber S1, S3, ... Sn diganti oleh resistansi dalamnya. dan seterusnya hingga a ke n (an) an = arus atau tegangan pada suatu cabang tersebut bila hanya sumber Sn yang bekerja, sedangkan sumber S1, S2, ... Sn1 diganti oleh resistansi dalamnya.

Dalam sebuah penguat transistor, sumber dg menaikkan arus dan tegangan dc. Sumber ac menimbulkan fluktuasi dalam arus dan tegangan transistor. Cara yang paling sederhana untuk menganalisa suatu kerja dari rangkaian transistor adalah membagi analisa menjadi dua bagian, analisa dc dan analisa ac. Rangkaian ekivalen ac dan dc Langkah langkah dalam menggunakan superposisi pada rangkaian transistor 1. Kurangi semua sumber ac menjadi nol; bukan semua kapasitor. Rangkaian yang tinggal adalah semua hal yang menyangkut arus dan tegangan dc.Dan dinamakan rangkaian ekivalen dc. Dengan menggunakan rangkaian ini kita dapat menghitung apa pun mengenai arus dan tegangan dc yang menarik 2. Kurangi sumber sumber dc menjadi nol; hubung singkat semua kapasitor kopling dan bypass. Rangkaian yang tinggal adalah semua hal yang mengenai arus dan tegangan ac.

Dan dinamakan rangkaian ekivalen ac. Rangkaian ini dugunakan dalam menghitung arus dan tegangan ac. 3. Arus total dalam suatu cabang adalah jumlah dari arus dc dan ac yang melalui cabang tersebut. Dan tegangan total pada suatu cabang adalah jumlah dari tegangan dc dan ac pada cabang tersebut. Gambar berikut ini adalah cara menggunakan teorema superposisi pada penguat transistor

Mula mula kurangi semua sumber ac menjadi nol dan buka semua kapasitor. Semua yang tinggal adalah rangkaian pada gambar dibawah ini

Ini merupakan rangkaian ekivalen dc. Dengan rangkaian ini kita dapat menemukan setiap arus dan tegangan dc yang menarik. Kedua, kurangi semua sumber dc sampai nol dan hubung singkat semua kapasitor kopling dan bypass yang tertinggal adalah rangkaian ekivalen ac

Yang terpenting adalah mengurangi sumber tegangan menjadi nol sama dengan menghubung singkatnya. Inilah sebabnya Rb dan Rc dihubung singkat ke pertahanan ac melalui sumber Vcc. Jug kapasitor bypass menempatkan emitter pada pertahanan ac. Dengan rangkaian ekivalen ac

Kita dapat menghitung setiap arus dan tegangan ac yang menarik.

2.3 Rangkaian ekivalen ac transistor Model ac eksak Dengan mengambil sebanyak mungkin efek dalam perhitungan, kita dapatkan rangkaian ekivalen ac Dan ib. arus ib yang jauh lebih kecil

Dengan mulai dari kiri, arus emiter ac Ie harus mengalir melalui induktansi dari penghubung emitter. Setelah arus ini memasuli daerah emitter, dia harus mengalir melalui resistansi bulk re(bulk) dari emitter. Jika arus tersebut mencapai lapisan pengosongan (depletion layer) dari emitter, sebagian daripadanya dapat mengalir melalui kapasitas dan sisanya melalui. Kemudian arus emitter ac, ie mengalir melalui sebuah sumber tegangan kecil Waktu mencapi simpul tengah, ie terbagi menjadi ic mengalir kebawah melalui rb di-shut oleh cb dan keluar dari transistor melalui induktansi dari penghubung basis. Arus kolektor ac yaitu ic mengalir melalui jaringan parallel dari , , dan sumber arus . kemudian ic mengalir melalui resistamsi bulk dari kolektor dan akhirnya melalui induktansi dari penghubung kolektor