Вы находитесь на странице: 1из 44

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB.

UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau yang dihubungkan dengan laut atau selat setiap antar pulaunya. Salah satu selat yang menghubungkan antar pulau adalah selat Madura, dimana selat Madura ini merupakan penghubung antara pulau Madura dengan pulau Jawa. Selat Madura ini memiliki luas perairan sekitar kurang lebih 10.962 km2. Pada dasarnya perairan selat Madura merupakan air laut yang merupakan habitat dari ikan, terumbu karang dan biota laut lainnya. Air laut mengandung komponen komponen seperti kalsium, magnesium, silica dan fosfat. Dengan berkembangnya zaman ini selat Madura dimanfaatkan sebagai sarana transportasi air yang menunjang mobilitas dari masyarakat. Selain sebagai sarana transportasi air selat Madura juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik seperti yang dilakukan oleh PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik. Listrik hasil produksi PT.PJB Unit Pembangkitan Gresik ini disalurkan di daerah daerah disekitar seperti daerah Jawa, Madura, dan Bali. Air laut pada selat Madura ini disalurkan menggunakan pipa pipa besar yang terdapat di dasar laut dari selat Madura kemudian diproses sehingga menghasilkan listrik. Air laut yang digunakan memiliki banyak sekali senyawa senyawa yang terkandung didalamnya sehingga untuk menghasilkan listrik dengan kualitas baik maka perlu untuk mengetahui dan memantau setiap saat proses proses pengolahan air laut sehingga menghasilkan listrik yang berkualitas misalnya proses raw water, make up water, condensate water, economizer water, boiler water dan saturated water. Pada tiap proses dipantau kadar silika dan kadar fosfat karena silika dan fosfat memiliki peranan yang sangat penting dalam menghasilkan listrik yang berkualitas. Untuk mengetahui kadar silika dan fosfat pada setiap proses tersebut dianalisis secara spektrofotometri. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui kadar silika dan fosfat pada setiap tahap proses tersebut untuk mengetahui peranan dan pengaruh silika dan fosfat dalam menghasilkan suatu listrik yang berkualitas oleh PT.PJB Unit Pembangkitan Gresik.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

1.2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang tersebut di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Berapakah konsentrasi SiO2- dan PO43- pada sampel air yang berasal dari proses drum atau boiler dan SS (Saturated Steam) di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik?

1.3 BATASAN MASALAH 1. Sampel air berasal dari proses drum atau boiler dan SS (saturated steam) di PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik. 2. Parameter yang dianalisis hanya meliputi uji SiO2- dan PO43- pada sampel air yang adadi PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik. 3. Analisis pada PO42- hanya dilakukan pada proses drum.

1.4 TUJUAN Tujuan dari analisa ini adalah untuk mengetahui konsentrasi SiO2- dan PO43pada sampel air yang berasal dari proses drum atau boiler dan SS (Saturated Steam) di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik

1.5. MANFAAT Hasil analisa ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik untuk mengetahui kandungan maupun kadar zat zat yang diuji dalam sampel khususnya SiO2 dan PO43-, serta bagi mahasiswa dapat mengaplikasikan secara langsung pengetahuan yang didapat di bangku kuliah mengenai metode analisa air.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB II INFORMASI UMUM INSTANSI 2.1 IDENTITAS PERUSAHAAN PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) Unit Pembangkit Gresik merupakan salah satu unit pembangkit listrik PT PJB yang berada di propinsi Jawa Timur. Unit ini juga merupakan salah satu produsen listrik yang melayani kebutuhan listrik wilayah pulau Jawa, Madura, dan Bali melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 KV dan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV, yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali dengan kapasitas terpasang 2218,98 MW. PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) Unit Pembangkit Gresik merupakan anak perusahaan dari Perusahaan Listrik Negara, PT PLN(persero), yang dibangun diatas tanah seluas 78 Hektar. PT PJB ini terletak di propinsi Jawa Timur, sekitar 20 km arah barat laut kota Surabaya, tempatnya di kota Gresik, Desa Sidorukun, Jalan Harun Tohir Nomor 1. Sebagai salah satu unit pembangkit, PT PJB Unit Pembangkit Gresik mengoperasikan tiga jenis mesin pembangkit yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan Pembangkit Tenaga Uap(PLTU). Untuk menyalurkan daya listrik yang dihasilkan (beban), PT PJB menggunakan sistem interkoneksi Jawa-Bali. Tampilan perusahaan dari sisi atas dapat dilihat pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Tampilan Perusahaan


Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

2.2 SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN Meningkatnya pembangunan dan perkembangan wilayah khususnya di pulau Jawa, Madura dan Bali, khususnya sektor industri menyebabkan permintaan tenaga listrik semakin meningkat sehingga dibangunlah Pusat Pembangkit Tenaga Listrik yang berlokais di Kota Gresik Jawa Timur. Pada pertengahan tahun 1978 untuk pertama kali di kota Gresik dibangun Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan total kapasitas 40 MW yang terdiri dari 2 unit pembangkitan masingmasing kapasitas 20 MW. Kedua unit PLTG tersebut termasuk dalam wilayah kerja PLN Sektor Perak. Pada awal tahun 1981 dilokasi PLTG tersebut dibangun lagi 2 (dua) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berkapasitas masing-masing 100 MW. Berdasarkan SK Direksi PLN No 023/DIR/1981 tanggal 16 Maret 1981, kedua jenis pembangki tersebut (PLTU & PLTG) dijadikan satu dalam wilayah kerja tersendiri dengan nama PLN sektor Gresik. PLN sektor Gresik dibawah organisasi PLN pembangkit dan penyaluran Tenaga Listrik Jawa Bali (PLN KITLUR) yang berkantor pusat di Surabaya. Selanjutnya untuk memenhi tuntutan kebutuhan listrik yang semakin meningkat, pada tahun 1989 diwilayah PLN Sektor Gresik dibangun lagi dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas masing-masing 200 MW dan tiga unit Pembangkit PLTG masing-masing 20 MW, sehingga kapasitas total pembangkit di PLN Sektor Gresik menjadi 700 MW. Kemudian pada tahun 1995 PT PLN KITLUR sebagai induk organisasi dari PLN Sektor Gresik baru berganti nama menjadi PT PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali II (PT PJB II) yang merupakan anak perusahaan milik PLT PLN pusat / Holding. Seiring dengan perubahan tersebut nama-nama organisasi PLN dibawahnya mengalami perubahan, sehingga nama PLN Sekor Gresik berubah menjadi PT PLN PJB II Sektor Gresik. Kemudian pada pertengahan tahun 1996 PT PLN PJB II Sektor Gresik & Sektor Gresik Baru digabung menjadi satu kepemimpinan dengan nama PT PLN PJB II Sektor Gresik sehinga total kapasitas menjadi 2200 MW. Pada tahun 1998 PT PLN PJB II Sektor Gresik dipecah menjadi 2 organisasi yaitu : 1. Organisasi bernama PT PLN PJB II Unit Pembangkitan Gresik yang mengelola pengoperasian uni pembangkit (tota kapasitas 2200 MW0

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

2. Organisasi bernama PT PLN PJB II Unit Bisnis Pemeliharaan yang bergerak dalam bidang jasa pemeliharaan unit-unit pembangkit intern PT PLN PJB II maupun perusahaan-perusahaan lain yang menjalin kerja sama. Kemudian pada tahun 2000 organisasi induk Unit Pembangkitan Gresik yaitu PT PLN PJB II berubah menjadi PT pembangkitan Listrik Jawa Bali (PT PJB), sehingga nama organisasi PT PLN PJB ii berubah menjadi PT PJB. Bersamaan dengan itu pula maka pada 3 Oktober 2000 PT PLN PJB II Unit Pembangkitan juga berubah menjadi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik (PT PJB UP Gresik) sampai sekarang, dengan 3 macam mesin pembangkit yaitu : 1. Pembangkitan Listrik Tenaga Gas (PLTG) kapasitas 40 MW 2. Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas 600 MW 3. Pembangkitan listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) kapasitas 1578 MW Total kapasitas 2217,65 MW (terdiri dari 21 Generator) Kapasitas hasil produksi secara keseluruhan yang telah dicapai oleh PT PJB Unit Pembangkitan Gresik dapat dilihat pada tabel 2.1 Tabel 2.1 Kapasitas produksi UP. Gresik

*PLTG 3 telah di relokasi ke Palembang *untuk PLTG 3, 4, & 5 sudah tidak beroperasi

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

2.3 VISI, MISI DAN MOTTO Visi : Visi dari perusahaan PT Pembangkit Jawa-Bali (PT PJB) Unit Pembangkit Gresik adalah : TO BE AN INDONESIAN LEADING POWER GENERATION COMPANY WITH WORLD CLASS STANDARARDS Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik di Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia. Misi : Untuk bisa mewujudkan visi dari perusahaan maka PT Pembangkit Jawa-Bali memiliki misi yaitu : 1. Memproduksi tenaga listrik yang berdaya saing 2. Meningkatkan kineja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode best practice dan ramah lingkungan. 3. Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetisi teknik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis. Motto : Produsen listrik terpercaya kini dan mendatang. 2.4 STRUKTUR MANAJEMEN/ ORGANISASI STRUKTUR MANAJEMEN / ORGANISASI PT PJB Unit Pembangkit Gresik dipimpin oleh seorang General Manager. Dalam menjalankan tugasnya General Manager dibantu oleh beberapa Manager, yaitu : 1. Manager Operasi 2. Manager Pemeliharaan 3. Manager Kimia Lingkungan dan K3 4. Manager Enginering

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

5. Manager SDM dan Administrasi 6. Manager Keuangan 7. Manager Logistic 8. Manager Kepatuhan Bagan struktur Organisasi PT PJB Kantor Pusat dan PT PJB Gresik dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut :

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik 1) Manager Operasi Lingkup kerja dari Manager Operasi ini hanya pada ruang lingkup Operasi yang memiliki tugas meningkatkan tingkat kompetitif perusahaan melalui peningkatan produktifitas berkesinambugan pada unit pembangkit, PJB telah menjadwalkan program-program utama yang terintegritas sebagai Good Govermence Plan ada 9 program utama yang telah disetujui untuk diterapkan, yaitu : Rencana Pembangkitan Rencana Peningkatan Reabilitas Perncanaan dan Kontrol Kerja Management Bahan Baku Balance Scorecard Management outage Management resiko Management kualitas Kultur Kerja

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

2) Manager Pemeliharaan Bagian pemeliharaan bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut seluruh aset perusahaan secara teknis. Analisis Spesialis bertanggung jawab untuk menganalisa segala kemungkinan yang menyangkut pemeliharaan pada seluruh aset teknis dalam pembangkit tenaga listrik. Rendal pemeliharaan bertanggung jawab atas pelaksanaan pemeliharaan terhadap seluruh aset teknis dalam pembangkitan tenaga listrik yang dibagi atas aset PLTU,PTG, PLTGU. Pada masing-masing aset tersebut dibagi lagi menjadi beberapa kapasitas pemeliharaan yaitu : Pemeliharaan Preventif Merupakan pemeliharaan yang bersifat pencegahan atas kemungkinan terjadi, hal ini bersifat berskala dan terjadwal Pemeliharaan Prediktif Merupakan pemeliharaan yang bersifat pencegahan kerusakan pada bagian yang telah mengalami penurunan kemampuan Pemeliharaan korektif Merupakan pemeliharaan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan pada bagian yang telah mengalami penurunan kemampuan akibat

tidak bekerjanya suatu bagian secara normal 3) Manager Kimia Lingkungan dan K3 Sejalan dengan visi perusahaan tentang lingkungan hidup, PT PJB UP Gresik menjadi pionir perusahaan ramah lingkungan (green company) yang memberikan dampak-dampak positif terhadap lingkungan sekitar seperti yang ditunjukkan dengan penyelenggaraan program pengembangan masyarakat (community development program) Instalasi pengolahan limbah pada PT PJB UP Gresik dilengkapi dengan pengontrol emisi udara dan air sebagai berikut : Cerobong tinggi pada tiap unit, bertujuan untuk membuang gas buangan dengan baik sehingga polusi udara dilingkungan sekitar dapat diminimalisir Instalasi air limbah, digunakan untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan (sungai dan laut), termasuk air bekas pakai

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

diolah di instalasi Pengolahan Air Limbah (waste water treatment plant) Pemisahan minyak, untuk memisahkan minyak dari air limbah yang berasal dari area bunker minyak Saluran masuk dan keluar kondenser dengan panjang mencapai 1 km untuk mengurangi temperatur air limbah kondenser 4) Manager Engineering Bagian engineering merupakan bagian yang bertanggung jawab atas pelaksanaan segala hal yang menyangkut kegiatan bersifat teknis yang dilakukan terhadap unit pembangkit tenaga listrik dan unit-unit pendukungnya. 5) Manager SDM dan Administrasi SDM merupakan aset paling penting dalam suatu perusahaan. PJB memiliki SDM yang berkualifikasi dan menjadi aset yang penting bagi perusahaan. Pelatihan-pelatihan telah diadakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dari SDM seiring dengan kebutuhan perusahaan. Dengan dukungan dari 395 pegawai, PT PJB UP Gresik telah menunjukkan pencapaian-pencapaian dalam kegiatan operasinya. Tugas dari bagian ini adalah menyiapkan kebijakan program pelatihan dan pengembangan bagi seluruh sumberdaya manusia unit pembangkitan berdasarkan konsep optimasi biaya dan jumlah tenaga kerja. 6) Manager Keuangan Bagian keuangan bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kondisi keuangan pada kas perusahaan. Bagian ini terdiri dari unit anggaran dan keuangan serta unit akutansi. 7) Manager Logistic Secara umum logistic bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kegiatan rutinitas yang terjadi pada penyelenggaraan perusahaan. Bagian umum dipimpin oleh deputi manager keuangan yang bertugas antara lain :

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Menyelenggarakan kegiatan keseketariatan, dan rumah tangga perkantoran untuk melancarkan kinerja unit pembangkitan. Merencanakan, mengkoordinasi dan mengevaluasi anggaran biaya administrasi Melaksanakan fungsi kehumasan untuk membina hubungan, serta community development dengan stakeholder sehingga menciptakan citra yang baik tentang perusahaan serta menunjang kinerja unit dan perusahaan

Mengadakan pengelolaan bisnis non inti sebagai penunjang bisnis inti unit pembangkitan Menjamin terlaksananya kegiatan keamanan lingkungan dengan baik sehingga terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi karyawan

Menyelenggarakan kegiatan pengadaan material berdasar permintaan fungsi inventory control serta pengadaan jasa berdasarkan permintaan fungsi perancanaan dan pengendalian pemeliharaan untuk dukungan pemeliharaan rutin serta kebutuhan non instalasi lainnya.

Menyelenggarakan kegiatan proses administrasi gudang serta material handling nya untuk semua material milik unit pembangkitan

8) Manager Kepatuhan Bagian kepatuhan dipimpin oleh seorang deputi manager keuangan yang bertugas : Melakukan uji kepatuhan atas setiap rancangan kebijakan dalam RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan), RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta tata kelola unit sebagaimana tersurat dalam Uraian Tugas Pokok Unit, Progam Kerja, Strategi, Sasaran, Prosedur, kaidah hukum, perturan dan bisnis proses, terhadap standar maupun potensial resiko. Melakukan uji kepatuhan terhadap batasan kewenangan dalam pengelolahan usaha maupun pengadaan barang dan jasa berdasarkan check list yang dikembangkan oleh Bidang Kepatuhan. Melakukan uji kepatuhan terhadap aktivitas usaha non core

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

10

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Bekerja secara independent sehingga mampu mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesi, dengan tidak memihak terhadap kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan unit

Menetapkan langkah-langkah, antara lain menyiapkan prosedur kepatuhan (compliance procedure) pada setiap satuan kerja,

menyesuaikan pedoman intern unit terhadap setiap perubahan ketentuan yang berlaku di perusahaan dan menyiapkan proses pengambilan keputusan oleh menejemen Memberikan saran, masukan serta merekomendasikan pada

manajemen untuk penyempurnaan sistem dan prosedur kerja di unit, maupun langkah-langkah antisipatif terhadap dampak yang signifikan terhadap operasi unit, maupun dampak tingkat kesehatan unit atau yang potensial menimbuklkan permasalahan Membuat laporan dan rekomendasi secara berkala sehingga informasi yang dibutuhkan semua manajemen untuk evaluasi hasil kerja dan pembuatan keputusan dapat tersedia dengan cepat dan akurat. 2.5 BIDANG USAHA Bidang usaha UP Gresik adalah memproduksi tenaga listrik, dengan total daya terpasang 2.218,98 MW, UP Gresik mampu memproduksi energi listrik ratarata 10.859 GWh per tahun yang disalurkan melalui Jaringan Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 150 kV dan 500 Kv di sistem Jawa, Madura dan Bali. 2.6 TINJAUAN LAPANGAN 2.6.1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit tenaga listrik yang dihasilkan dari eksitasi turbin uap. Pada prinsipnya memproduksi listrik dengan sistem tenaga uap adalah dengan mengambil energi panas yang terkandung didalam bahan bakar, untuk memproduksi uap kemudian dipindahkan ke dalam turbin, uap yang dipindahkan kedalam turbin tersebut akan merubah

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

11

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

energi panas yang diterima akan merubah energi mekanis dalam bentuk gerak putar. Gerakan putar ini kemudian dikopel dengan generator yang akhirnya dapat menghasilkan energi listrik, unuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) energi panas dalam bahan nakar tidak langsung diberikan ke turbin, akan tetapi terlebih dahulu diberikan ke dalam sistem generator atau disebut juga boiler/ketel uap. Proses PLTU yang menghasilkan listrik memiliki gas buang yang dimanfaatkan oleh combine cycle tersebut untuk memanaskan air sehingga didapatkan uap kering yang digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator yang akhirnya akan menghasilkan energi listrik. Dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit I dan unit II memiliki 3 komponen utama, yaitu : Boiler / ketel uap dengan alat bantunya Turbin uap dengan alat bantunya Alternator / generator dengan alat bantunya Dari perpindahan energi-energi diatas dapat diketahui proses yang terjadi dengan peralatan-peralatan yang ada kaitannya dengan aliran, tekanan dan temperatur yang tinggi serta proses-proses kimia yang tidak bisa dihindarkan. Karena material dari peralatan mempunyai keterbatasan kemampuan maka diperlukan pola pengoperasian serta monitoring yang teliti dan hati-hati secara terus menerus sehingga keandalan dan efisiensi dapat dipertahankan.

2.6.2 Proses Produksi PLTU Proses pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit pembangkitan Gresik mengggunakan tiga perangkat. Perangkat pertama adalah boiler atau ketel uap, kemudian turbin, dan terakhir adalah generator. Proses pada pembangkit ini menggunakan bahan bakar gas alam. Untuk fluidanya digunakan air laut. Akan tetapi air laut yang digunakan tidak langsung digunakan air laut merupakan bahan mentah dimana mengalami pengolahan terlebih dahulu, pengolahan yang dilakukan ialah dengan melalui proses desalinasi air laut, dengan

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

12

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

menggunakan metode perubahan fase, karena air yang dibutuhkan ialah air yang bebas mineral atau air demineralisasi. Proses kerja PLTU: 1) Gas bahan bakar dipompa pada combuster bersamaan dengan udara untuk membantu pembakaran. Proses pembakaran terssebut menghasilkan gas dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi. 2) Semburan gas panas hasil pembakaran digunakan untuk dikontakkan dengan air, sehingga menjadi uap. 3) Uap uyang dihasilkan mengalami kondensasi. Air laut digunakan dalam proses kondensasi ini yang berfungsi sebagai pendingin. 4) Kemudian kondensat atau uap yang berubah fase menjadi air, ditampung di dalam hotwheel. 5) Selanjutnya air dipompakan menuju deaerator. 6) Sebelum sampai ke deaerator, air ditambahkan dengan air yang berasal dari proses desalinasi, kemudian campuran tadi mengalami beberapa pemanasan dan penginjeksian hydrazine, dengan tujuan menghilangkan kandungan oksigen yang terdapat didalam air. Karena tujuan pada deaerator adalah untuk menghilangkan kandungan oksigen. Namun untuk memaksimalkan kinerja deaerator, maka dibantu dengan mengggunakan injeksi bahan kimia, yakni hydrazine. 7) Kemudian air yang telah mengalami injeksi hydrazine tadi, mengalami beberapa pemanasan dan setelah iti deaerator mengalami penghilangan kandungan oksigen. 8) Setelah itu, dipompakan menuju ke boiler, dengan melalui economizer, merupakan pemanasan awal yang menggunakan gas buang. 9) Selanjutnya air dipompakan ke boiler dan dipanaskan menggunakan super heater. 10) Sehingga terjadi perubahan fase menjadi uap. 11) Uap tersebut kemudian digunakan untuk memutar high presure turbin, sehingga mengalami penurunan tekanan dan suhu.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

13

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

12) Dilakukan reheater terhadap uap tadi, yang kemudian digunakan di dalam intermediate untuk memutar rotor dan hasilnya disalurkan melalui trafo step up. 13) Sedangkan untuk sisanya, berada di low presure turbin untuk digunakan kembali pada proses awal tadi. Pada pembangkit PLTU Gresik, proses dilakukan secara otomatis dan continyu. Dimana semua peralatan yang ada dikontrol dari CCR (Command and Control Room), akan tetapi pemantauan secara manual tetap dilakukan untuk setiap blok PLTU. 2.6.3 Komponen Mekanis PLTU 2.6.3.1 Boiler dan Alat Bantunya Boiler adalah alat yang berfungsi untuk merubah fase air menjadi uap melalui transfer energi mulai energi kimia (udara, bahan bakar, air) menjadi energi uap, dimana semua proses tersebut terjadi dalam ruang bakar melalui suatu pembakarna bahan bakar. Boiler juga mempunyai beberapa komponen utama, yaitu : Economizer adalah suatu alat pemanas air pengisi boiler setelah keluar dari HPH 5 dengan memanfaatkan gas panas sisa pembakaran dari boiler untuk menaikkan efisiensi dari boiler. Steam Drum adalah suatu alat yang berfungsi sebagai penampung air pengisi dan penampung uap dari pipa penguapan, pemisahan uap terhadap gelembunggelembung air, busa, buih air agar tidak terbawa dalam proses pemanasan di super heater dan juga tempat pengaturan kualitas air boiler bila terjadi pencemaran. Tube Water Wall adalah merupakan dinding pipa air yang mengelilingi ruang bakar pada boiler tersebut. Untuk mengisi air dalam tube water wall adalah air dari water drum melalui pipa down corner yang terletak diluar ruang bakar menuju ke masing-masing water wall yang terletak dibagian ruang bakar.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

14

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Primary and Secondary Super Heater adalah alat pemanas lanjut untuk uap dari steam drum sebelum masuk ke turbin. Keluaran uap yang telah melalui Primary Super Heater dan Secondary Super Heater diharapkan sudah benarbenar uap kering yang sesuai dengan yang disyaratkan turbin yaitu memiliki tekanan 88 kg/cm dan temperaturnya 510C. Forced Draft Fan (FDF) adalah sebagai alat untuk memasok kebutuhan udara bakar ke ruang bakar boiler. Dimana untuk mendapatkan api harus dipenuhi 3 unsur, yaitu adanya bahan bakar, udara bakar dan api panas, jadi FDF merupakan alat untuk memasok kebutuhan udara dari suatu proses pembakaran dalam ruang boiler. Air Heater adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan udara pembakaran yang dihembuskan oleh Forced Drafr Fan sebelum dipakai untuk pembakaran didalam furnace boiler, dan pemanasannya diambil dari gas bekas setelah dipakai Economizer dan sebelum keluar ke cerobong asap. Steam Coil Air Heater adalah alat yang memiliki fungsi untuk pemanas awal udara pembakaran sebelum dipansakan melalui air heater, dimana

pemanasannya diambil dari uap ekstraksi dari tingkat tekanan tertentu dari steam turbine. Igniter adalah alat yang memiliki fungsi sebagai penyala burner yang menggunakan bahan bakar Natural Gas (LNG). Burner adalah alat pembakaran bahan bakar (gas alam, HSD, MFO) dan udara didalam ruang ketel (furnace). Feed Water System adalah rangkaian air pengisian boiler (ketel) secara terus menerus dengan kualitas terjaga. Feed Water System ini terdiri dari : Condensatw Pump, Low Presure Heater (LPH), Deaerator, Boiler Feed Pump, High Pressure Heater (HPH), Chemical System. 2.6.3.2 Turbin Uap dan Alat Bantunya Turbin adalah suatu alat atau mesin yang memilik fungsi merubah energi panas (termis) menjadi energi mekanis (energi putar). Turbin uap ini memiliki 3 bagian yaitu rumah turbin (casing turbin), stator (statis), dan rotor (bagian yang berputar).

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

15

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Start turbin dibagi dalam lima kategori utama, yaitu : 1) Cold Start hal ini dilakukan jika suhu pada bagian dalam first stage metal temperature 0-100C, Cold Start dilakukan jika turbin telah dimatikan selama lebih dari 48 jam. 2) Warm Start 2 hal ini dilakukan apabila temperatur pada bagian dalam first stage metal temperature 100C-200C, warm start 2 dilakukan jika turbin telah dimatikan selama 48 jam. 3) Warm Start 1 hal ini dilakukan jika temperatur pada bagian dalam first stage metal temperature 200C-300C, Warm Start 1 dilakukan jika turbin telah dimatikan selama 24 jam. 4) Hot Start 1 hal ini dilakukan jika temperatur pada bagian dalam First Stage metal temperature 300C-400C. Hot Start 1 dilakukan jika turbin telah dimatikan selama 8 jam. 5) Very Hot hal ini dilakukan jika turbin telah dimatikan selama 2 jam. Bagian-bagian utama turbin uap adalah : Rumah Turbin adalah cover atau tutup sudut putar dan sudut tetap, sehingga terjadi gerak putar pada waktu turbin dialiri uap. Casing ini ada dua macam, yaitu casing ganda dan casing tunggal Rotor adalah bagian yang bergerak pada turbin, dimana sudut putarnya menempel ke bagian shaft (As) dan sudut putar awal hingga sudut putar akhir, pada ujung rotor juga ditempatkan pompa pinyak pelumas utama (Main Oil Pump) yang fungsinya untuk pelumasan bantalan dan minyak hidralik (hydraulic oil). Sudut Tetap dan Sudut Jalan adalah alat yang ada didalam casing turbin dimana uap masuk arahnya oleh sudut tetap ditunjukkan pada sudut putar yaitu dari sudut tingkat pertama sampai tingkat akhir. Main Stop Valve (MSV) adalah merupakan sebuah katup utama yang

berfungsi mengalirkan dan menghentikan uap kering dari boiler yang akan masuk ke dalam turbin secara cepat.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

16

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Control Stop Valve (CSV) adalah alat yang terdiri dari beberapa katup yang memiliki fungsi untuk mengatur (mengalirkan dan menghentikan) uap kering yang berasal dari boiler setelah MSV yang akan masuk ke turbin. Bearing (bantalan) adalah merupakan titik kontak atau titik tumpu suatu poros antara bagian yang tetap dan bagian yang berputar dari turbin. Pada bearing ini juga ditempatkan vibrator yang berguna untuk mengukur

vibrasi (getaran) pada bantalan tersebut. Sistem Pompa Minyak Hydraulic ini sangat penting karena jika pada bantalan ini tidak diberi pelumas maka gesekan akan menimbulkan panas dan dapat mengakibatkan bantalan tersebut menjadi rusak. Ada beberapa jenis pompa minyak pelumas dan hydraulic pada turbin antara lain : Turning Gear Oil Pump (TGOP), Auxyliary Oil Pump (AOP), Main Oil Pump (MOP), Emergency Oil Pump (EOP). Steam Seal Turbin, turbin dalam pengoperasiannya diperlukan seal (perapat) dari uap bekas atau dari bocoran control valve yang berfungsi untuk mencegah kebocoran-kebocoran pada sisi tekanan tinggi untuk mencegah uap turbin dari turbin bocor keluar pada sisi tekanan rendah untuk mencegah udara dari luar masuk ke exhaust turbin karena vacum. Steam Seal Turbin ini memiliki 3 macam peralatan, yaitu : Gland Steam Seal Regulator (GSSR), Gland Steam Seal Exhaust Blower (GSEB), Gland Stem Condenser. Steam Ejector adalah alat yang berfungsi untuk membuat dan

mempertahankan kevakuman dalam kondensor, dimana uap bekas pada sudut terakhir akan mengalami pengkondensasian karena adanya perubahan fasa uap menjadi cair. Kondensor adalah alat untuk merubah fasa uap menjadi fasa cair dimana dalam pembangkit digunakan untuk merubah uap yang telah digunakan untuk memutar turbin diubah kembali menjadi air dengan sistem kondensasi, hasil dari kondensasi ditampung dalam hot-well kemudian dipompa dikembalikan lagi ke boiler dengan melalui pemanas-pemanas. Bagian-bagian dari kondensor antara lain : kondensor water box, tube-tube kondensor, ball cleaning (Tapporage Sistem), ferrous injection system, back

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

17

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

washing system, chlorininjection system, pompa circulating water pump (CWP), bar screen, travelling screen, screen wash pump. 2.6.3.3 Generator dan Alat Bantunya Generator adalah alat untuk membangkitkan listrik, akan tetapi generator harus dikopel menjadi satu dengan poros turbin agar generator dapat berputar dan membangkitkan listrik. Konstruksi generator merupakan kumparan jangkar atau biasa disebut juga dengan kumparan stator dan kumparan rotor bersama-sama dengan kutub magnet yang di dapat supply sumber DC (exiter) yang berada terpisah dengan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit medan magnet dilalui arus DC maka aan muncul kutub magnet utara dan selatan. Bagian-bagian dari generator antara lain : 1) Casing adalah bagian dari generator yang terbuat dari baja ringan yang didesain untuk memikul inti stator dan kumparan-kumparan bagian dalam dan sebagai penyangga perapat dan bantalan poros rotor di plat-plat ujung, generator didinginkan dengan hydrogen (H2) bertekanan, maka casing harus didesain untuk dapat menahan tekanan dan ledakan H2 yang mungkin terjadi. 2) Stator, pada bagian dalam rumah generator ditempatkan inti stator yang sibuat alur-alur dalam arah aksial dan pada alur-alur tersebut ditempatkan kumparan stator. 3) Rotor, rotor generator dikopel dengan poros turbin yang berputar ditengah inti stator. Kumparan rotor diletakkan dalam alur rotor secara aksial dan dialiri arus searah sebagai penguat medan, rotor ini dibuat dari bahan baja alloy pejal dan tidak berlapis-lapis. 4) Bearing (bantalan), bantalan journal yang terbuat dari baja putih dtempatkan pada ujung-ujung rotor sebagai penunjang agar rotor dapat berputar dengan lancar ditengah stator. 2.6.3.4 Laboratorium dan Kimia Bidang kimia merupakan suatu hal yang vital di suatu level jabatan Unit Pembangkit Termal, karena beberapa proses kimia dan fisika mempengaruhi
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

18

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

keandalan, keamanan dan umur unit, antara lain adalah kualitas air gas, uap, bahan bakar serta limbah yang kecepatan prosesnya dipengaruhi oleh tekanan, temperatur, aliran dan material peralatan. Proses kimia pada air umpan yaitu pada proses Eksternal treatment dan internal treatment. 2.6.3.4.1 Eksternal Treatment Merupakan proses pengolahan air sebelum masuk ke boiler sebagai air baku. Sarana eksternal yang terkait didalamnya adalah : Desalination Plant, Raw Water Tank. Water Treatment Plant, Make Up Water tank. 1) Desalination Plant Adalah plant yang digunakan untuk mengolah air laut menjadi air tawar atau air bahan baku produksi dengan sistem penguapan. Di dalam unit Pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) peran ini sangat diperlukan sekali untuk menyediakan kebutuhan air yang dipergunakan untuk keperluan diantaranya : 1. Boiler 2. Pendingin mesin 3. Pemadam kebakaran 4. Servis/ utilitas sehari-hari 2) Raw Water Tank (RWT) Merupakan tempat penampungan air tawar dari hasil desalinasi sebelum masuk ke proses water treatment. 3) Water treatment plant (WTP) Merupakan proses pembuatan air bebas mineral dengan menggunakan resin. Air hasil akhir dari Desalination Plant kemurniannya belum 100% murni karena masih mengandung unsur-unsur garam (NaCl) yang terbawa uap air dalam proses distilasi dan masih terbawa garam akibat carry over.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

19

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Pada air distillate harus dilakukan treatment lagi dengan harapan gas-gas yang terbawa air distilate dapat menguap dengan cara memasukkan bahan baku kedalam RWT hingga temperatur mendekati antara <40C. karena itu, RWT tidak langsung dipakai, tapi didiamkan dulu sesuai dengan temperatur yang diijinkan dan harus disendirikan tangkinya. 4) Make Up Water Tank Merupakan unit yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hasil water treatment sebelum masuk ke kondensor sebagai air umpan di boiler. 2.6.3.4.2 Internal Treatment Internal treatment merupakan proses pengolahan lebih lanjut dari hasil Eksternal treatment yaitui air baku umpan boiler. Pengolahan Air Umpan Boiler Ketika make up water masuk ke dalam boiler (feed water), otomatis ikut masuk pula gas oksigen, karena make up water masih mengandung oksigen terlarut. Seharusnya kandungan oksigen pada air yang masuk ke boiler harus dihilangkan sehinggga sekecil mungkin, mulai dari outlet condensate pump hingga seterusnya. Kandungan oksigen yang masih diijinkan dalam feed water adalah dibawah 20 ppb. Pada feed water atau boiler, sejak dari condenser air dipompa ke deaerator, untuk membuang oksigen terlarut secara mekanis (secara fisika) dengan menggunakan steam. Namun demikian masih ada sejumlah kecil oksigen terlarut yang masih tersisa. Karena itu perlu dilakukan injeksi hydrazine pada condenser outlet. Fungsi dari hydrazine adalah untuk mengikat oksigen terlarut yang masih terkandung dalam feed water. Pada waktu yang bersamaan hydrazine akan mengintrol pH feed water dengan reaksi sebagai berikut : N2H4 + O2 3N2H4 2H2O + N2 .................................................. (1) 4NH3 + N2 .................................................. (2)

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

20

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Atau 2N2H4 2NH3 + N2 + H2 ......................................... (3)

Tidak seluruh hydrazine akan bereaksi dengan oksigen. Hydrazyne yang tidak bereaksi dengan oksigen akan menjadi residual hydrazine, sehinggga residual hydrazine pada feed water harus dibatasi antara 10-100 ppb untuk tube condenser yang terbuat dari bahan alumunium brush (campuran tembaga). Karena apabila kandungan hydrazine lebih dari 100 ppb, dapat mengakibatkan tingginya kandungan amonia (NH3). Kandungan amonia yang diijinkan pada condenser maksimal 500 ppb. Sebab amonia dapat menyebabkan terjadinya korosi pada pipa-pipa condenser yang terbuat dari campuran tembaga tersebut. Reaksinya adalah sebagai berikut : CuO + 4NH4OH Tube Condenser Cu(NH3)4(OH)2 + 3H2O Product Corrosion (4)

Sedangkan untuk tube condenser yang bahannya non tembaga, seperti titanium, kandungan residual hydrazine boleh lebih dari 100 ppb. Karena titanium termasuk golongan logam mulia yang tahan terhadap korosi, sehingga pada PT PJB Unit Pembangkitan Gresik Unit 3, menggunakan bahan titanium pada tube condenser-nya. 2.6.3.5 Chlorination Plant Merupakan suatu peralatan yang memproduksi hypochlorite, yang digunakan untuk mencegah pengotoran dan penyumbatan tube dalam kondenser yang disebabkan oleh biota laut didalam sirkuit pendingin air laut yaitu sistem sirkuit sirkulasi san air pendingin bantu. Sodium Hypochlorite dihasilkan dari elektrolisa air laut dan diinjeksikan pada pintu pemasukan air laut menuju Circulasi Water Pump (CWP). Sistem ini dirancang untuk melayani : Injeksi secara terus menerus (kontinyu) Injeksi secara kejut (shock dosing)

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

21

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Chlorination Plant terdiri dari tiga (3) Unit Train Pembangkit Hypochlorite, yaitu A (2CL26EA), B (2CL26EB) dan C (1CL26EA). Ketiga train mengisikan kedua tangki penampungan yang dihubungkan satu sama lain yang juga berfungsi untuk pembuangan gas H2, yang timbul akibat reaksi elektrolisa di dalam generator modul sel. 2.6.3.6 Hydrogen Plant Hydrogen plant merupakan unit penghasil gas H2, berfungsi untuk pendingin konduktor aktif (rotor) bagian dalam dibuat berongga sehingga gas H2 dapat disirkulasikan sepanjang konduktor sambil mengambil panas yang dibangkitan generator (rotor) selama generator dibebani. Pemanfaatan dari gas H2 adalah sebagai berikut : Sebagai pendingin generator (proses heat transfer temperatur secara cepat). Membuat komponen menjadi lebih bersih karena memanfaatkan sistem close loop (life time). Tidak menyababkan korosi pada peralatan Mengurangi lossses ventilasi dan tahanan angin Daya hantar panas dan koefisien perpindahan panas lebih baik dibandingkan udara. Keuntungan mengunakan pendingin gas H2 Berat jenis H2 lebih ringan dari udara, sehingga tahan angin serta losses ventilasi dapat dikurangi atau diperkecil. Gas H2 mempunyai daya hantar panas dan koefisien perpindahan kalor lebih baik dari udara, sehingga memungkinkan dibuat generator yang memiliki ranting lebih besar dibanding pendingin udara. Bebas debu, kotoran dan kelembapan, sehingga biaya pemeliharaan lebih murah, karena timbulnya kotoran dapat dicegah.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

22

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Bebas O2 dan moisture, sehingga isolasi dapat berumur lebih panjang. Suara bising karena tiupan angin dapat dikurangi.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

23

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Air Air merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar,yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik(Irlano,2010). Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia(Ima.F,2012).

3.2 Klasifikasi Air Air di bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu (Anonim,2012): 1. Air Tanah Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis. a. Air Tanah Preatis Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable. b. Air Tanah Artesis Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

24

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

2. Air Permukaan Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : a. Perairan Darat Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya. b. Perairan Laut Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.

3.3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkanenergi panas dari steam untuk memutar turbin sehingga dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik melalui generator. Steam yang dibangkitkan ini berasal dari perubahan fase air yang berada pada boiler akibat mendapatkan energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Secara garis besar sistem pembangkit listrik tenaga uap menggunakan beberapa peralatan utama diantaranya dalam proses operasinya yakni : boiler, turbin, generator, dan kondensor (Indriani,2012). Bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi listrik pada pembangkit listrik tenaga uap yakni air, dimana air ini akan diolah dan ditreatment sehingga menghasilkan uap yang nantinya uap panas ini akan digunakan untuk menggerakkan turbin dan mengubahnya menjadi energi mekanik sehingga dapat menghasilkan listrik pada generator. Bahan baku air yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga uap ini tidak sembarang air, jadi sebelum air masuk melalui mesin-mesin pembangkit air sudah di-treatment terlebih dahulu dan diuji dilaboraturium kandungannya sehingga ketika air tersebut masuk kedalam mesin treatment tidak membawa zat kimia yang dapat merusak mesin pembangkit (Indriani,2012).

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

25

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

3.4 Analisis yang Dilakukan Di Laboraturium Adapun beberapa analisis yang rutin dilakukan dalam laboraturium PLTU untuk memelihara inventaris mesin perusahaan yakni : 3.4.1 Uji pH Derajat keasaman atau pH adalah suatu besaran yang menunjukkan kadar sifat asam atau basa dari suatu larutan. Derajat keasaman mempengaruhi suasana air dan kehidupan alami didalamnya, misalnya kehidupan biologi dan mikrobiologi. pH dari air penting ditetapkan, karena air yang mempunyai pH rendah (asam) dan pH tinggi (basa) tidak dikehendaki, karena dalam penggunaannya secara teknis akan menyebabkan kerusakan pada peralatan. Misalnya pada pipa dan peralatan lainnya (Wildan,2012). pH adalah indikasi untuk jumlah ion hidrogen di air yang terdiri dari ion hidrogen (H+) dan ion hidroksida (OH-). pH tidak memiliki unit, namun hanya dinyatakan sebagai sebuah nomor. Ketika sebuah larutan yang netral, jumlah ion hidrogen sama dengan jumlah ion hidroksida. Ketika jumlah ion hidrogen yang lebih tinggi maka disebut asam. Ketika jumlah ion hidroksida lebih tinggi, maka disebut basa (Wildan,2012). Harga pH pada air umpan boiler dan air pendingin penting untuk diperhatikan untuk mencegah terjadinya korosi. Terdapat hubungan antara pH dan laju terjadinya korosi. Pada bahan konstruksi yang digunakan industri baik itu yang digunakan dalam boiler, drum, pipa-pipa aliran, dan lain sebagainya memiliki komposisi logam yang berbeda-beda. Komposisi ini dapat

mempengaruhi korosifitas dalam penggunaan, baik apapun itu. Untuk bahan konstruksi yang terbuat dari logamild steel ketika bahan yang ada didalamnya memiliki pH yang tinggi maka cenderung korosinya menurun. Hal ini berbeda dengan bahan konstruksi yang terbuat dari logam Cu terjadi sebaliknya, yaitu kecenderungan mengalami korosi ketika bahan didalamnya memiliki pH di atas pH 9. Oleh sebab itu untuk pemilihan bahan konstruksi harus diperhatikan (Wildan,2012).

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

26

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

3.4.2 Daya Hantar Listrik (Konduktivitas) Daya hantar listrik (DHL) merupakan kemampuan suatu cairan untuk menghantarkan arus listrik disebut juga konduktivitas. DHL pada air merupakan ekspresi numerik yang menunjukkan kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan arus listrik. Oleh karena itu, semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi, semakin tinggi pula nilai DHL. Besarnya nilai DHL bergantung kepada kehadiran ion-ion anorganik, valensi, suhu, serta konsentrasi total maupun relatifnya(Juju,2012). Daya hantar listrik didefinisikan sebagai kemampuan dari air untuk menghantarkan arus listrik. Kemampuan ini tergantung pada konsentrasi zat yang terionisasi dalam air. Jenis ion, valensi dan konsentrasi relatif, suhu mempengaruhi besarnya daya hantar listrik (DHL). Absorbsi CO2 dari udara oleh air dapat menyebabkan DHL bertambah/naik. Kation yang diperhitungkan dalam proses pengawasan ini adalah kalsium (Ca2+ ), magnesium (Mg2+ ), natrium (Na+ ), dan kalium (K+). Anionnya adalah bikarbonat (HCO3-), sulfat (SO42- ), klorida (Cl-), dan nitrat (NO3-)(Wildan,2012).

3.4.3 Uji Kadar Clorida (Cl-) Sekitar 3/4 dari klorin (Cl2) yang terdapat di bumi berada dalam bentuk larutan. Unsur klor dalam air terdapat dalam bentuk ion klorida (Cl-). Ion klorida adalah salah satu anion anorganik utama yang ditemukan pada perairan alami dalam jumlah yang lebih banyak daripada anion halogen lainnya. Klorida biasanya terdapat dalam bentuk senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kalsium klorida (CaCl2). Selain dalam bentuk larutan, klorida dalam bentuk padatan ditemukan pada batuan mineral sodalit [Na8(AlSiO4)6]. Pelapukan batuan dan tanah melepaskan klorida ke perairan. Sebagian besar klorida bersifat mudah larut. Klorida terdapat di alam dengan konsentrasi yang beragam (Sawyer dan McCarty, 1978). Kadar klorida umumnya meningkat seiring dengan meningkatnya kadar mineral. Kadar klorida yang tinggi, yang diikuti oleh kadar kalsium dan magnesium yang juga tinggi, dapat meningkatkan sifat korosivitas air. Hal ini

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

27

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

mengakibatkan terjadinya perkaratan peralatan logam. Kadar klorida > 250 mg/l dapat memberikan rasa asin pada air karena nilai tersebut merupakan batas klorida untuk suplai air, yaitu sebesar 250 mg/l (Effendi, 2003). Perairan yang diperuntukkan bagi keperulan domestik, termasuk air minum, pertanian, dan industri, sebaiknya memiliki kadar klorida lebih kecil dari 100 mg/liter (Sawyer dan McCarty, 1978). Proses penambahan klor dikenal dengan klorinasi. Klorin yang digunakan sebagai desinfektan adalah gas klor yang berupa molekul klor (Cl2) atau kalsium hipoklorit [Ca(OCl)2]. Penambahan klor secara kurang tepat akan menimbulkan bau dan rasa pada air. Pada kadar klor kurang dari 1.000 mg/liter, semua klor berada dalam bentuk ion klorida (Cl-) dan hipoklorit (HOCl), atau terdisosiasi menjadi H+ dan OCl-. Selain bereaksi dengan air, klorin juga bereaksi dengan senyawa nitrogen membentuk mono-amines, di-amines, tri-amines, Nkloramines, N-kloramides, dan senyawa nitrogen berklor lainnya.

Monokloramines (NH2Cl) adalah bentuk senyawa klor dan nitrogen yang utama di perairan. Senyawa ini bersifat stabil dan biasanya ditemukan beberapa hari setelah penambahan klorin. Klor yang berikatan dengan senyawa kimia lain dikenal sebagai klorin terikat, sedangkan klorin bebas adalah ion klorida dan ion hipoklorit yang tidak berikatan dengan senyawa lainnya. Klor dapat mengoksidasi ion-ion logam seperti Fe2+ , Mn2+ , dan memecah molekul organis seperti warna. Selama proses tersebut, klor sendiri direduksi sampai menjadi klorida (Cl-) yang tidak mempunyai daya desinfeksi. Di samping ini klor juga bereaksi dengan amoniak. Klor berasal dari gas klor(Cl2), NaOCl, Ca(OCl)2, atau larutan HOCl (asam hipoklorit). Breakpoint chlorination (klorinasi titik retak) adalah jumlah klor yang dibutuhkan, sehingga (effendi,2003): Semua zat yang dapat dioksidasi teroksidasi Amoniak hilang sebagai gas N2 Masih ada residu klor aktif terlarut yang konsentrasinya dianggap perlu untuk pembasmi kuman-kuman. Klorida sering terdapat dalam air dalam bentuk terikat maupun bebas. Kandungan klorida dalam tiap air alam selalu berbeda. Penentuan klorida

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

28

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

sangant penting sebagai awal dari penentuan kadar zat organik. Selain itu juga kadar klorida yang terlalu tinggi akan mengganggu indra rasa karena menyebabkan rasa asin dan juga dapat menyebabkan endapan dalam alat masak / ketel uap di industry (effendi,2003). 3.4.4 Uji Kesadahan (Hardness) Kesadahan (hardness) disebabkan adanya kandungan ion-ion logam bervalensi banyak (terutama ion-ion bervalensi dua, seperti Ca, Mg, Fe, Mn, Sr). Kationkation logam ini dapat bereaksi dengan sabun membentuk endapan maupun dengan anion-anion yang terdapat di dalam air membentuk endapan/karat pada peralatan logam. Kation-kation utama penyebab kesadahan di dalam air antara lain Ca2+ , Mg2+ , Sr2+ , Fe2+ , dan Mn2+ . Anion-anion utama penyebab kesadahan di dalam air antara lain HCO3 - , SO42- , Cl-, NO3-, dan SiO32- . Air sadah merupakan air yang dibutuhkan oleh sabun untuk membusakan dalam jumlah tertentu dan juga dapat menimbulkan kerak pada pipa air panas, pemanas, ketel uap, dan alat-alat lain yang menyebabkan temperatur air naik (Effendi,2003). Kesadahan air berkaitan erat dengan kemampuan air membentuk busa. Semakin besar kesadahan air, semakin sulit bagi sabun untuk membentuk busa karena terjadi presipitasi. Busa tidak akan terbentuk sebelum semua kation pembentuk kesadahan mengendap. Pada kondisi ini, air mengalami pelunakan atau penurunan kesadahan yang disebabkan oleh sabun. Pada perairan sadah (hard), kandungan kalsium, magnesium, karbonat, dan sulfat biasanya tinggi (Brown, 1987 dalam Effendi, 2003). Jika dipanaskan, perairan sadah akan membentuk deposit (kerak). Pada Tabel 3.1 diperlihatkan klasifikasi perairan berdasarkan nilai kesadahan (Effendi, 2003):

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

29

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Tabel 3.1 Klasifikasi Perairan Berdasarkan Nilai Kesadahan Kesadahan (mg/l CaCO3) < 50 50 150 150 300 > 300 Klasifikasi Perairan Lunak (soft) Menengah (moderately hard) Sadah (hard) Sangat sadah (very hard)

Air yang sadah jika digunakan memerlukan lebih banyak sabun agar tetap berbusa. Kation-kation penyebab kesadahan bereaksi dengan anion sabun membentuk garam yang terendapkan menurut reaksi (Viona,2012) : Me2+ + 2RCOO- Me(RCOO)2...........(5) Reaksi ini akan mengurangi kemampun sabun sebagai zat aktif permukaan (surface active agent/surfaktan). Harga kesadahan total pada air umpan boiler penting untuk diperhatikan dengan tujuan untuk mencegah menurunnya efisiensi panas yang disebabkan terbentuknya Lumpur atau kerak dalam boiler. Kesadahan total merupakan jumlah kesadahan yang disebabkan oleh kation Ca2+ dan Mg2+. Untuk boiler dengan kondisi tekanan >20 kgf/cm2 sebaiknya digunakan air umpan boiler dengan kesadahan total = 0 mg/liter, sebab kondisi tekanan tinggi ini sangat besar pengaruh kesadahan terhadap terbentuknya kerak. Sedang untuk boiler dengan kondisi tekanan < 20 kgf/cm2 sebaiknya digunakan air umpan boiler dengan kesadahan total < 1 mg/liter (Viona,2012). Dampak dari air sadah sebagai berikut (Wildan,2011): Sabun sulit berbusa Sabun terbuat dari garam natrium dan potasium dari asam lemah. Jika terdapat ion kalsium dan magnesium, akan terbentuk Ca palmitat atau Mg palmitat dalam bentuk endapan sehingga sabun tidak berbusa. Pembentukan kerak pada boiler Dalam air terdapat bikarbonat (HCO3-). Dalam temperatur normal bentuk tersebut stabil, namun dalam temperatur tinggi akan menghasilkan kerak.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

30

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Apabila terdapat Mg2+, maka CO2 akan terlepas dan pH air akan naik. Kerak yang timbul dapat mempersempit volume boiler dan meningkatkan tekanan pada boiler sehingga memungkinkan boiler meledak. Kerak pada pipa penyaluran air Pada pipa distribusi air, kerak dapat mengakibatkan pemampatan dan mempengaruhi aliran air karena kerak yang muncul akan menaikkan faktor kekasaran (c) dan mengakibatkan debit turun. Kesadahan pada awalnya ditentukan dengan titrasi menggunakan sabun standar yang dapat bereaksi dengan ion penyusun kesadahan. Dalam perkembangannya, kesadahan ditentukan dengan titrasi menggunakan EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetic Acid) atau senyawa lain yang dapat bereaksi dengan kalsium dan magnesium. Kation-kation yang biasa mengakibatkan kesadahan pada air diperlihatkan pada Tabel 3.2 berikut (Sawyer dan McCarty, 1978). Tabel 3.2 Kation-kation Penyusun Kesadahan dan Anion-anion Pasangan/Asosiasinya Kation Ca2+ Mg2+ Sr2+ Fe3+ Mn2+ Anion HCO3SO42ClNO3SiO32-

3.4.5 Uji Kadar Fosfat Fosfat adalah senyawa fosfor yang anionnya mempunyai atom fosfor yang dilengkapi oleh empat atom oksigen yang terletak pada sudut tetrahedral. Fosfat total dapat diukur langsung dengan cara kolorimeter atau melalui proses digestasi lebih dahulu sebelum pengukuran sampel (Effendi,2003). Ada 3 macam jenis fosfat, yakni : asam orto fosfat (H3PO4), Asam piro fosfat(H4P2O7) dan asam metafosfat (HPO3). Orto fosfat merupakan senyawa

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

31

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

paling stabil (zat ini sering disebut dengan fosfat saja), Larutan piro fosfat dan metafosfat berubah menjadi orto fosfat perlahan-lahan pada suhu biasa, dan lebih cepat terbentuk jika dibantu dengan pendidihan (Effendi,2003). Fungsi utama dari fosfat dalam aplikasi tekanan tinggi adalah memberikam suatu pertahanan alkalinitas pada air boiler. Adanya kation hidrogen dalam senyawa fosfat akan mempengaruhi sejumlah alkalinitas air boiler dan erat kaitannya dengan pH air boiler. Selama tekanan boiler meningkat, alkalinitas dalam air boiler sangat diupayakan seminimal mungkin hal ini dilakukan untuk mencegah korosi pada boiler (Effendi,2003).

3.4.6 Uji Kadar Silika Silikon Dioksida(SiO2) atau silika merupakan senyawa yang paling umum. Silika murni dialam yang paling gampang ditemukan yakni pasir kuarsa. Kadar silika dalam bidang perairan tidaklah suatu masalah yang penting bagi makhluk hidup namun dalam dunia industri adanya silika dapat menyebabkan masalah pada ketel uap (boiler) karena dapat menimbulkan deposit silika seperti kerak dan sludge atau lumpur sehingga menyebabkan gangguan pada perputaran turbin yang dapat mengurangi efisiensi energi yang dihasilkan dan kerusakan pada alat. Didalam ketel silika tidak ditemukan dalam keadaan bebas melainkan berikatan dengan oksigen menjadi SiO2 atau dengan elemen lain (Effendi,2003). Adanya silika dalam ketel dalam jumlah yang banyak dan pada kondisi ketel tersebut dalam tekanan tinggi dapat menyebabkan boiler tersebut hancur pada saat boiler membentuk uap dan memadat pada tabung pemanas dan ujung turbin. Kelebihan silika yang seperti itulah yang susah untuk dihilangkan karena silika tersebut melekat pada dinding boiler (Achmad,2004).

3.4.7 Uji Kadar Besi (Fe) Secara umum Fe (II) terdapat dalam air tanah berkisar antara 1,0 10,0 mg/L, namun demikian tingkat kandungan besi sampai sebesar 50 mg/L dapat juga ditemukan dalam air tanah di tempat-tempat tertentu. Air tanah yang mengandung Fe(II) mempunyai sifat unik. Dalam kondisi tidak ada oksigen air

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

32

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

tanah yang mengandung Fe(II) jernih, begitu mengalami oksidasi oleh oksigen yang berasal dari atmosfer, ion ferro akan berubah menjadi ion ferri sehingga air menjadi keruh, dengan reaksi sebagai berikut (Viona,2012) : 4 Fe2+ + O2 + 10 H2O 4 Fe(OH)3 + 8 H+........................(9) Pada pembentukan besi (III) oksidasi terhidrat yang tidak larut menyebabkan air berubah menjadi abu-abu. Besi (II) dapat terjadi sebagai jenis stabil yang larut dalam dasar danau dan sumber air yang kekurangan oksigen. Ion Fe(OH)+ dapat terjadi dalam perairan yang bersifat basa, tetapi bisa ada CO2 maka terbentuk FeCO3 yang tidak larut. Dalam air dengan pH sangat rendah, kedua bentuk ion ferro dan ferri dapat ditemukan (Viona,2012). Kandungan besi dalam air umpan boiler perlu diperhatikan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya korosi sekunder dalm boiler yang disebabkan oleh fouling dan pengerakan pada bagian permukaan perpindahan panas. Untuk boiler dengan kondisi tekanan medium, kondisi tekanan tinggi, atau bahkan kondisi tekanan > 30 kgf/cm2 maka Fe2O3 merupakan produk korosi yang akan menghambat perpindahan panas pada permukaan logam. Pembatasan kandungan Fe dalam air umpan boiler akan semakin ketat pada kondisi tekanan yang semakin tinggi. Sebagai contoh untuk jenis boiler silinder maka kandungan Fe dibatasi pada 0,3 mg/liter, untuk boiler dengan kondisi tekanan 10 kgf/cm2, dan kandungan Fe dibatasi pada 0,2 mg/liter untuk kondisi tekanan antara 10-20 kgf/cm2, selanjutnya Fe dibatasi pada 0,1 mg/liter untuk boiler dengan kondisi tekanan antara 20-30 kgf/cm2 (Viona,2012).

3.4.8 Uji Kadar Hydrazin Hidrazin (H2H4) merupakan senyawa yang paling banyak digunakan, yang reaksinya dengan oksigen adalah (Ridwan, 2011): N2H4 + O2(g) N2(g) + 2 H2O....................(10) Sebagai akibatnya, praktik pengoperasian yang baik pada boiler memerlukan penghilangan oksigen yang sangat sedikit dengan bahan kimia pereaksi oksigen seperti sodium sulfit atau hidrazin. Sodium sulfit akan bereaksi

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

33

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

dengan oksigen membentuk sodium sulfat yang akan meningkatkan TDS dalam air boiler dan meningkatkan blowdown dan kualitas air make-up. Hydrasin bereaksi dengan oksigen membentuk nitrogen dan air. Senyawa tersebut selalu digunakan dalam boiler tekanan tinggi bila diperlukan air boiler dengan padatan yang rendah, karena senyawa tersebut tidak meningkatkan TDS air boiler (Ayu,2011).

3.5 Spektrofotometer UV-Vis Spektrometri adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya berdasarkan cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi tersebut. Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara cahaya dan materi. Spektroskopi UV-VIS berkaitan dengan proses berenergi tinggi yakni transisi elektron dalam molekul, informasi yang didapat cenderung untuk molekul keseluruhan bukan bagianbagian molekulnya. Dengan mengukur transmitans larutan sampel, dimungkinkan untuk menentukan konsentrasinya dengan menggunakan hukum Lambert-Beer (Awaludin,2011). Metode polikromatis spektrofotometri dari sumber didasarkan menjadi pada cahaya pengubahan cahaya oleh

cahaya

monokromatis

monokromator, kemudian diteruskan melalui filter dan akan melewati sampel dimana sebagian cahaya akan diserap dan sebagian lagi akan ditransmisikan oleh sampel, cahaya ini dideteksi oleh detector dan diperkuat oleh adanya amplifier dan hasilnya akan dicatat oleh recorder. Prinsip kerja spektrofotometer UV-Vis dapat dilihat pada gambar 3.1 (Saragih,2009):

Gambar 3.1 prinsip kerja spektrofotometer UV-Vis Keterangan : 1 = Sumber Radiasi 2 = Monokromator

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

34

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

3 = Sample dalam kuvet 4 = Detector 5 = Amplifier dan Recorder

Spektrofotometri Sinar Tampak (UV-Vis) adalah pengukuran energi cahaya oleh suatu sistem kimia pada panjang gelombang tertentu. Sinar ultraviolet (UV) mempunyai panjang gelombang antara 200-400 nm, dan sinar tampak (visible) mempunyai panjang gelombang 400-750 nm. Pengukuran

spektrofotometri menggunakan alat spektrofotometer yang melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang dianalisis, sehingga spektrofotometer UV-Vis lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif dibandingkan kualitatif. Spektrum UV-Vis sangat berguna untuk pengukuran secara kuantitatif. Konsentrasi dari analit di dalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur absorban pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan hukum Lambert-Beer (Elisabeth, 2012). Hukum yang menyatakan hubungan antara absorbansi radiasi dengan teba media penyerap, pertama kali ditemukan oleh Lambert-Beer yang dituliskan sebagai berikut (Sastrohamidjojo, 1990) : A = . b. c Dimana : A= absorbansi = ekstingsi molar b = tebal medium c = konsentrasi

3.4.1 Analisa Silika dengan Metode Spektrofotometri Silika merupakan bahan kimia yang terkandung didalam mineral alam seperti air dan bebatuan. Didalam air terutama air laut silika mempunyai sifat kimia yang khas sehingga ia mampu membantu proses tumbuh kembang dari organisme laut (Jorgensen, 1953). Didalam air silika dijumpai ada dua macam bentuk yakni silika aktif dan silika nonaktif. Ketika didalam sampel air terdapat silika, senyawa tersebut akan membentuk kompleks dengan ammonium molibdat sehingga akan terbentuk asam alfa siliko molibdat ketika berada pada pH 3,8-4,8 yang berwarna biru. Asam

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

35

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

siliko molibdat terbentuk dari penggabungan antara asam silikat dengan ammonium molibdat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut (Jorgensen, 1953) : (SiO4)-4 + HMo2O6+ SiO4- Mo2O6-4 + HMo2O6+ SiO4- (Mo2O6)2-4 + HMo2O6+ Keterangan : (SiO4)-4 HMo2O6+
-4

SiO4Mo2O6-4 + H+............................. (4) SiO4 (Mo2O6)2-4 + H+ ...................... (5) (SiMo12O40)-4 + H+ ........................... (6)

adalah anion asam silikat adalah dimer molibdat

SiO4 Mo2O6 adalah hasil antara (SiMo12O40)-4 adalah anion asam siliko molibdat.

3.4.2 Analisa Fosfat dengan Metode Spektrofotometri Fosfat merupakan senyawa fosfor yang anionnya memiliki empat atom oksigen yang terikat pada sudut tetrahedral. Fosfat bereaksi dengan ammonium molibdat membentuk kompleks berwarna biru yang mengabsorpsi maksimum cahaya pada panjang gelombang 690 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Reaksi fosfat dengan molibdat ditunjukkan pada gambar 3.2 (Rumondang,2009).

Gambar 3.2 reaksi asam fosfat dengan molibdat

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

36

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANG Praktik kerja lapang ini dilaksanakan di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik yang beralamatkan di Jalan Harun Tohir no. 1 Gresik pada tanggal 10 Juli sampai dengan 10 Agustus 2012. Adapun pelaksanaan praktik kerja lapang ini sepenuhnya di Laboratorium PLTU PT PJB Unit Pembangkitan Gresik.

4.2 METODE DAN CARA KERJA 4.2.1. Analisa Fosfat 4.2.1.1 Pembuatan Reagen Ammonium Hepta Molibdat 1,5% Padatan ammonium hepta molibdat (NH4MO7O24.4H2O) ditimbang sebanyak 7,5 g, kemudian dilarutkan terlebih dahulu dengan akuades 100mL dan ditambahkan 91mL asam sulfat pekat (H2SO4) yang sudah larut dalam akuades terlebih dahulu, kemudian campuran dimasukkan ke dalam labu ukur 500mL dan ditambah akuades hingga tanda batas.

4.2.1.2 Pembuatan Reagen ANSA (Ammonium Naphtol Sulphonic Acid) Padatan ANSA (H2NC10H5(OH)SO3H) diambil sebanyak 2,5 g, dan natrium sulfit anhidrat (Na2SO3) sebanyak 5g, kemudian dilarutkan dalam 300mL akuades. Natrium piro sulfit (Na2O5S2) diambil sebanyak 100g dan dilarutkan dalam 500mL akuades. Kemudian dicampurkan dengan larutan awal didalam labu ukur 1000mL, dan ditambah akuades hingga tanda batas.

4.2.1.3 Kalibrasi dan Pembuatan Larutan Standart 4.2.1.3.1 Pembuatan Larutan Standart Fosfat 4 ppm Larutan standart fosfat 100 ppm diambil sebanyak 10mL kemudian dimasukkan dalam labu ukur 250mL dan diencerkan dengan akuades hingga tanda batas sehinggga diperoleh larutan standart fosfat 4 ppm.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

37

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

4.2.1.3.2 Pembuatan Larutan Standart Fosfat 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 ppm Larutan standart fosfat 4 ppm diambil masing-masing sebanyak 5, 10, 15, 20, dan 25 mL kemudian dimasukkan kedalam tabung Nessler dan ditambahkan akuades hingga volume tepat pada 40mL. Sehingga dihasilkan larutan standart fosfat dengan konsentrasi 0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 ppm.

3.2.1.4 Prosedur Analisa Fosfat Sampel air dipipet sebanyak 40mL, kemudian ditambah 5mL ammonium molibdat, 2mL reagen ANSA. Selanjutnya diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 725 m.

3.3.2 Analisa Silika 3.3.2.1 Pembuatan Larutan HCl 1:1 Larutan HCl 1:1 dibuat dengan cara mengambil HCl 36% sebanyak 250mL kemudian ditambahkan dengan 250mL akuades, kemudian diaduk dan didinginkan sehingga diperoleh larutan HCl 1:1.

3.3.2.2 Pembuatan Larutan Ammonium Molibdat 10% Larutan ammonium molibdat 10% dibuat dengan cara menimbang ammonium molibdat sebanyak 100g kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 1000mL dan ditambah akuades hingga tanda batas. Untuk mempermudah kelarutan dapat dilakukan pemanasan pada suhu 60C.

3.3.2.3 Pembuatan Larutan Asam Tartarat 20% Larutan asam tartarat 20% dibuat dengan cara menimbang asam tartarat sebanyak 200g kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 1000mL dan ditambahkan akuades hingga tanda batas.

3.2.2.4 Pembuatan Reagen ANSA (Ammonium Naphtol Sulphonic Acid) Padatan ANSA (H2NC10H5(OH)SO3H) diambil sebanyak 2,5 g, dan natrium sulfit anhidrat (Na2SO3) sebanyak 5g, kemudian dilarutkan dalam 300mL akuades. Natrium piro sulfit (Na2O5S2) diambil sebanyak 100g dan dilarutkan dalam 500mL akuades. Kemudian dicampurkan dengan larutan awal didalam labu ukur 1000mL, dan ditambah akuades hingga tanda batas.
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

38

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

3.2.2.5 Kalibrasi dan Pembuatan Larutan Standart 3.2.2.5.1 Pembuatan Larutan Standart Silika 4 ppm Larutan standart silika 100 ppm diambil sebanyak 10mL kemudian dimasukkan dalam labu ukur 250mL dan diencerkan dengan akuades hingga tanda batas sehinggga diperoleh larutan standart silika 4 ppm.

3.2.2.5.2 Pembuatan Larutan Standart Fosfat 0,02; 0,04; 0,06; 0,08; 0,1 ppm Larutan standart silika 4 ppm diambil masing-masing sebanyak 5, 10, 15, 20, dan 25 mL, kemudian dimasukkan kedalam beaker teflon dan ditambahkan akuades hingga volume total 100mL. Sehingga dihasilkan larutan standart silika dengan konsentrasi 00,2; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,1 ppm.

3.2.2.6 Prosedur Analisa Silika Analisa silika pada air dilakukan dengan cara mengambil sampel air sebanyak 50mL, kemudian ditambah 1mL larutan HCl 1:1, ditambah 2mL amonium molibdat, ditambah 5mL asam tartarat kemudian diaduk dan didiamkan selama 2 menit dan ditambah 2mL reagen ANSA kemudian diaduk dan didiamkan 10 menit selanjutnya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

39

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB V HASIL KEGIATAN 5.1 Analisa Kandungan Silika Analisa kandungan silika pada sampel air yang digunakan sebagai bahan baku listrik di PT PJB unit pembangkitan Gresik adalah dengan menggunakan metode spektrofotometer. Dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dapat diketahui absorbansi dari masing-masing sampel tersebut, sehingga dapat diketahui konsentrasinya. Metode spektrofotometer berprinsip pada Hukum Lambert Beer.

Didalam analisis kandungan silika, standart kualitas air dibagi menjadi 2 tempat yaitu unit 1 dan unit 2 dengan standart silika kurang dari 2 ppm pada boiler water (drum) dan kurang dari 0,02 ppm pada saturated steam (SS). Sedangkan pada unit 3 dan unit 4 standart silika yang diperbolehkan pada boiler dan saturated steam sama yaitu kurang dari 0,3 ppm. Akan tetapi pada analisis yang kami lakukan unit 4 belum beroperasi sehingga hanya unit 1, 2, dan 3 yang dianalisis. Tabel 5.1 Hasil Analisa Silika Tempat pengambilan sampel Drum 1 Drum 2 Drum 3 SS 1 SS 2 SS 3 1 (ppm) 0,1186 0,1410 0,0200 0,0024 0,0013 0,0020 2 (ppm) 0,2540 0,1200 0,0400 0,0010 0,0010 0,0014 3(ppm) 0,1120 0,0540 0,0308 0,0003 0,0030 0,0037 4 (ppm) 0,3020 2,00 0,1150 0,0580 0,0100 0,02 0,0030 0,0135 0,03 0,03 Pengamatan hari keStandart maksimal silika yang diperbolehkan (ppm)

Dari hasil analisis yang kami lakukan kadar silika yang ada pada air yang digunakan sebagai bahan baku listrik tidak menunjukkan hasil yang melebihi
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

40

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

standart yang ditentukan sehingga air tersebut layak untuk digunakan sebagai bahan baku listrik. Kelebihan jumlah kadar silika akan dapat menyebabkan adanya kerak di dalam turbin. Kadar silika harus tetap dijaga supaya silika tidak mengendap didalam turbin. Pada tabel 5.1 dituliskan standart silika yang diperbolehkan, hal ini dapat diketahui kadar silika yang ada pada drum dan SS tidak boleh melebihi standart tersebut. Adanya silika yang terbawa larut dalam uap dan terbawa masuk kedalam pipa-pipa uap bersama-sama dengan zat padat lainnya akan menyebabkan silika tersebut mengedap dan menepel pada sudut dan rotor turbin sehingga mesin akan mengalami carry over mekanis. Oleh karena itu silika yang berada didalam uap ketel konsentrasinya harus benar-benara dijaga. Silika dapat ditimbulkan karena terbawa air bersama-sama dengan pasir dan debu. Untuk membersihkan silika yang telah mengendap dapat dilakukan dengan cara pembersihan kimia, yaitu dengan cara pembersihan silika dalam periode start-up dan pengurasan silika selama ketel beroperasi atau biasanya disebut dengan istilah boiler blow-down. Blowdown bertujuan untuk mengurangi pembentukan kerak (scale) yang terjadi didalam boiler. Pengujian kadar silika dilakukan di drum dan SS. Jika kadar silika dalam air tersebut tinggi, maka akan menghasilkan kerak disudut-sudut turbin dan akan menurunkan kinerja turbin serta akan menimbulkan vibrasi pada turbin yang akhirnya merusak turbin karena perputarannya terganggu. Pada analisis yang kami lakukan kadar silika tidak mencapai batas maksimum, akan tetapi masih dibawah standart. Kadar silika yang masih berada dibawah standart yang ditetapkan tidak akan mempengaruhi terhadap turbin. Namun, jika kadar silika tinggi dapat menyebabkan kerak silika yang keras pada pipa-pipa drum atau boiler. Kerak yang ada pada boiler dan SS terbentuk akibat adanya kotoran-kotoran yang terbawa oleh air ketika dipanaskan maka mineral yang terlarut akan mengendap, endapan inilah yang dinamakan dengan kerak. Kerak tersebut dapat berupa kalsium atau magnesium yang berasal dari proses demineralisasi yang tidak sempurna, sehingga pertukaran anion juga berjalan tidak berjalan dengan sempurna karena resin pada tabung sudah jenuh.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

41

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

5.2 Analisa Kandungan Fosfat Analisa kandungan fosfat pada sampel air yang digunakan sebagai bahan baku listrik di PT PJB unit pembangkitan Gresik adalah dengan menggunakan metode spektrofotometer. Dimana larutan diukur sesuai dengan panjang gelombang maksimumnya, sehingga dapat diketahui nilai absorbansi dari sampel terdebut dan diketahui konsentrasi larutan tersebut. Seperti halnya pada analisa silika, standart kualitas air pada analisa kandungan fosfat dibagi enjadi 2 yaitu pada unit 1 dan unit 2 dengan standart fosfat antara 2-10 ppm, sedangkan untuk unit 3 dan unit 4 kurang dari 3 ppm. Analisa fosfat hanya dilakukan pada boiler water (drum) saja. Tabel 5.2 Hasil Analisa Fosfat Tempat pengambilan sampel Drum 1 Drum 2 Drum 3 1 (ppm) 1,2 1,7 1,1 2 (ppm) 2,63 2,25 0,989 3(ppm) 1,84 2,00 10,00 1,51 1,4 3,00 Pengamatan ke-

Standart fosfat yang diperbolehkan (ppm)

Pada analisa fosfat yang kami lakukan, hasil kadar fosfat tidak melebihi jumlah standart yang ditentukan. Akan tetapi sebagian dari yang kita analisis kadar fosfat berada dibawah standart rata-rata sehingga perlu diinjeksikan fosfat. Injeksi fosfat bertujuan untuk menaikkan harga pH dan juga untuk mencegah terjadinya kerak. Analisis fosfat sangat penting untuk dilaksanakan karena kadar fosfat dalam drum harus dipantau setiap saat untuk mencegah terjadinya korosi pada boiler (drum). Saat pH dari sampel air kurang dari 7 maka akan dilakukan injeksi fosfat sehingga pH dari sampel air meningkat mendekati 7 atau 7. Fosfat tersebut diinjeksikan selain untuk menaikkan pH juga berfungsi sebagai menghilangkan kerak pada boiler dimana kerak itu kebanyakan penyusunnya adalah Ca2+ dan Mg2+ sehingga terjadi reaksi: 3Ca2+ + 2PO43 Ca3(PO4)2.................(11)

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

42

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

3Mg2+

2PO43-

Mg3(PO4)2................(12)

Jika kadar fosfat pada drum melebihi standart yang ditentukan maka akan terjadi korosi akibat dari basa yang berlebih pada drum serta kelebihan kadar fosfat dapat mengakibatkan perputaran dari turbin tidak seimbang yang nantinya akan mempengaruhi pada listrik yang dihasilkan.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

43

Laporan Praktik Kerja Lapang PT. PJB. UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

BAB VI PENUTUP

5.1 KESIMPULAN Dari hasil pengujian dapat disimpulkan kadar fosfat dan silika pada sampel air yang digunakan sebagai bahan baku listrik kadarnya tidak melebihi batas yang ditentukan, sehingga air tersebut layak digunakan sebagai bahan baku listrik.

5.2 SARAN 5.2.1 Saran untuk Mahasiswa Sebaiknya bagi mahasiswa diharapkan lebih berhati - hati pada saat bekerja di laboratorium dan melengkapi diri dengan menggunakan sepatu tertutup, jas lab, masker, sarung tangan, dan alat pelindung lainnya, bahkan berhati - hati dalam penggunaan alat. 5.2.2 Saran untuk Lembaga Sebaiknya dalam setiap tahapan pengolahan air dilakukan suatu pengawasan yang lebih efisien agar air yang digunakan sebagai bahan dasar listrik mempunyai kualitas yang tinggi. Selain itu, perlu dilakukan lagi pelaksanaan regenerasi untuk mencegah tingginya kadar silika dan fosfat.

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya

44