You are on page 1of 35

KONFLIK SOSIAL

APASIH KONFLIK ITU?


Kata konflik berasal dari bahasa Latin, yaitu configere yang artinya saling memukul. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik adalah proses sosial antara dua orang atau lebih (atau kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

APASIH KONFLIK ITU?

Sarlito W. Sarwono, 1999 Konflik adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih, yang dapat terjadi antarindividu, antarkelompok kecil, bahkan antarbangsa dan negara. Charles Darwin: melakukan kajian pada suatu spesies untuk tetap bertahan hidup (survival of the fittest). Konflik tidak selalu merusak, tetapi juga hal yang produktif. Hasil produktif untuk dari perjuangan untuk mempertahankan hidup adalah kemunculan suatu mutan/spesies yang mengalami anomali berupa penyimpangan secara genetis; spesies yang mampu bertahan hidup secara menyeluruh melalui berbagai penyesuaian genetis untuk tetap bertahan hidup.

Sigmud Freud: mengkaji tentang perang antar berbagai kekuatan psikodinamika untuk mengontrol Ego yang terjadi pada diri seseorang. Freud juga meneliti tentang perkembangan hidup individu dan buah pikir (insight) yang timbul sebagai hasil perjuangan untuk memahami dan menghadapi konflik di dalam diri.
Karl Marx: mengembangkan analisis politis dan ekonomis berdasarkan asumsi bahwa konflik adalah bagian tak terelakkan dalam sebuah masyarakat yang mencerminkan filosofi dialektis. Marx mengatakan konflik mendorong timbulnya konflik lebihmengarah pada peningkatan mutu kondisi masyarakat.

Lewis A. Coser, konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan. Soerjano Soekanto Suatu proses sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan

Dahrendorf : Sumber struktural yakni hubungan kekuasaan yang berlaku dalam struktur organisasi sosial

KONFLIK
KONFLIK merupakan percampuran antara unsur : OBJEKTIF

ketidaksesuaian / ketidakcocokan tindakan, tujuan berkaitan dengan sumber-sumber yang terbatas seperti uang, air, dan sebagainya; universal atau spesifik.

SUBJEKTIF

lebih merujuk pada proses-proses psikologi sosial seperti persepsi, komunikasi, atribusi konflik subjektif terjadi terutama karena faktor minds (persepsi dan kognisi) konflik dpt terjadi walaupun tidak ada ketidaksesuaian yang sifatnya substantif/ mendasar
KAITAN UNSUR OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF DARI KONFLIK

Pada umumnya konflik memang dipicu oleh persoalan objektif, namun intensitas ataupun keseriusan sebuah konflik tergantung pada bagaimana individu atau kelompok mempersepsi dan menginterpretasikan situasi (unsur subjektif)

TAHAP-TAHAP KONFLIK
konflik

ESKALASI KONFLIK

Konfrontasi

akibat

Pasca konflik Pra konflik

Periode waktu

Perbedaan Konflik dengan Kekerasan


Konflik adalah suatu proses interaksi sosial ketika dua atau lebih individu atau kelompok secara sadar saling menghalangi satu sama lain dalam mencapai tujuannya. Adapun kekerasan adalah suatu penggunaan kekuatan fisik terhadap orang lain yang merupakan puncak dari situasi konflik.

Konflik berbeda dengan kekerasan, terutama hal ini dapat dilihat pada salah satu bentuk konflik, yaitu persaingan. Dalam kekerasan, pencapaian tujuan itu sendiri sering merupakan hal yang sekunder (tidak utama) karena yang primer (utama) adalah bagaimana mengalahkan lawannya.
Adapun dalam persaingan, biasanya tidak menggunakan kekerasan.

Sebab-Sebab Terjadinya Konflik


Terjadinya konflik antara lain disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
1.

2.

3.

4.

Perbedaan antara orang-perorangan. Misalnya, perbedaan dalam hal pendirian dan perasaan. Perbedaan kebudayaan. Kepribadian seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakatnya sehingga mempengaruhi pola pikir dan pola pendiriannya yang selanjutnya dapat menyebabkan pertentangan dengan individu lainnya. Bentrokan kepentingan, baik kepentingan antara orangperorangan maupun antara orang dengan kelompok atau antar kelompok. Misalnya, perbedaan kepentingan buruh dengan majikan dapat menimbulkan konflik di antara mereka. Perubahan sosial yang cepat. Misalnya, perubahan yang cepat tentang nilai-nilai dalam masyarakat, menimbulkan konflik antara golongan-golongan yang berbeda pendapat mengenai pembentukan kembali sistem nilai yang akan dipakai selanjutnya.

Perbedaan Antarindividu
Sebagai contoh kasus, ambillah contoh kasus di samping. Gambar yang satu merupakan keadaan kelas yang tidak teratur, sedangkan yang lain adalah gambaran keadaan kelas yang tenang. Perbedaan ini terjadi karena perbedaan prinsip antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Perbedaan Kebudayaan

Bandingkan antara gambar 1 dan 2! Kedua gambar tersebut menunjukan cara berjabat tangan. Namun, cara yang dilakukan berbeda. Hal ini terjadi karena kebiasaan di lingkungan yang satu, berbeda dengan lingkungan yang lain. Jika dilihat sekilas, hal ini merupakan hal yang sepele. Namun, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya konflik karena perbedaan pendapat yang dianut oleh kedua belah pihak.

Perubahan Sosial
Gambar-gambar di samping ini merupakan contoh kasus perubahan sosial yang terjadi antara generasi sekarang ini dengan generasi 10-20 tahun yang lalu. Perubahan-perubahan yang terjadi akan sangat mempengaruhi cara pandang sebagian anggota masyarakat terhadap nilai, norma, dan perilaku masyarakat. Apalagi bila perubahan tersebut terjadi secara meluas dan cepat. Sebagian orang akan menganggap hal-hal tersebut berlawanan, aneh, atau bertentangan. Pemikiran seperti inilah yang dapat memicu terjadinya konflik.

FUNGSIONALISME STRUKTURAL DAN KONFLIK

BENTUK UMUM KONFLIK SOSIAL


1. Konflik intrapersonal, yaitu konflik yang terjadi dalam diri seseorang. 2. Konflik antarpersonal, yaitu konflik yang terjadi antara satu individu dan individu lainnya. 3. Konflik kelompok, yaitu konflik yang terjadi antara individu dan kelompok maupun antar-kelompok.

BENTUK KHUSUS KONFLIK SOSIAL


1. Konflik pribadi (individual). Konflik ini terjadi antara pribadi satu dan pribadi yang lain. Hal ini disebabkan oleh benturan kepentingan. 2. Konflik antarkelas sosial. Konflik ini terjadi antara kelas sosial yang satu dan kelas sosial lainnya. Misalnya, konflik antara pengusaha dan buruh, atau majikan dengan pembantu. 3. Konflik rasial. Konflik ini terjadi antara ras yang satu dan ras lainnya. Hal ini juga disebabkan karena benturan kepentingan dan perasaan paling unggul.

MACAM-MACAM KONFLIK SOSIAL YANG SERING DIJUMPAI DALAM SISTEM SOSIAL


1. Konflik antar kelas sosial (social class conflict) sebagaimana terjadi antara kelas buruh melawan kelas majikan dalam konflik hubungan-industrial 2. Modes of production conflict (konflik moda produksi dalam perekonomian) yang berlangsung antara kelompok pelaku ekonomi bermodakan (cara-produksi) ekonomi peasantry-tradisionalisme (pertanian skala kecil subsisten-sederhana) melawan para pelaku ekonomi bersendikan moral-ekonomi akumulasi profit dan eksploitatif.

3.

4.

5.

6.

Konflik sumberdaya alam dan lingkungan (natural resources conflict) adalah konflik sosial yang berpusat pada isyu claim dan reclaiming penguasaan sumberdaya alam (tanah atau air) sebagai pokok sengketa terpenting, ex. Konflik agraria Konflik ras (ethnics and racial conflict) yang mengusung perbedaan warna kulit dan atribut sub-kultural yang melekat pada warna kulit pihak-pihak yang berselisih Konflik antar-pemeluk agama (religious conflict) yang berlangsung karena masing-masing pihak mempertajam perbedaan prinsip yang melekat pada ajaran masing masing agama yang dipeluk mereka Konflik sektarian (sectarian conflict), adalah konflik yang dipicu oleh perbedaan pandangan atau ideologi yang dianut antar pihak

Konflik politik (political conflict) yang berlangsung dalam dinamika olahkekuasaan (power exercise). Gender conflict adalah konflik yang berlangsung antara dua penganut pandangan berbeda dengan basis perbedaan adalah jenis-kelamin Para pihak mengusung kepentingan-kepentingan (politik, kekuasaan, ekonomi, peran sosial) yang berbeda dan saling berbenturan antara dua kelompok penyokong yang saling berseberangan Konflik-konflik antar komunitas (communal conflicts), yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: eksistensi identitas budaya komunitas dan faktor sumberdaya kehidupan (sources of sustenance).

Konflik teritorial (territorial conflict) adalah konflik sosial yang dilancarkan oleh komunitas atau masyarakat lokal untuk mempertahankan kawasan tempat mereka membina kehidupan selama ini. Inter-state conflict adalah konflik yang berlangsung antara dua negara dengan kepentingan, ideologi dan sistem ekonomi yang berbeda dan berbenturan kepentingan dengan pihak lain negara Dalam kecenderungan global, inter-state conflict bisa berkembang menjadi regional conflict sebagaimana terjadi pada era perang dingin (Blok Uni Soviet vs Blok USA), atau peperangan di Balkan pada akhir dekade 1990an, dimana USA dan NATO menghabisi Serbia

MACAM MACAM KONFLIK

KONFLIK ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT

KONFLIK ANTAR INDIVIDU

KONFLIK INTERNASIONAL

KONFLIK PERANAN

atau

KONFLIK STATUS SOSIAL / ANTAR KELAS SOSIAL

TIGA JENIS PIHAK DALAM SEBUAH MEDAN KONFLIK


Primary party adalah pihak yang memiliki tujuan jelas dari konflik tersebut. Kelompok ini tampak secara terangterangan melakukan aksi untuk menarik kepentingan dari pihak lawan Secondary party adalah pihak yang tidak terlibat langsung, namun jelas memiliki kepentingan yang juga tidak sedikit dalam sebuah konflik Interested third party adalah pihak yang memiliki kepentingan terhadap hasil akhir dari konflik: apakah perdamaian atau perluasan konflik

STRATEGI MENGHADAPI KONFLIK


Menurut Pruit dan Robin (2004), strategi menghadapi konflik adalah sebagai berikut :

Contending : cara ini adalah cara pemecahan masalah secara win-lose solution, yaitu dengan menyelesaikan masalah tanpa memperdulikan kepentingan pihak lain. Problem Solving : yaitu menyelesaikan masalah dengan memperdulikan kepentingannya sendiri dan pihak lain. Individu akan berinisiatif melakukan pemecahan masalah dengan negosiasi untuk mengatasi konflik. Solusi diarahkan pada agar kedua pihak dapat sepenuhnya mencapai tujuan dan mengatasi ketegangan dan perasaan negatif antara kedua pihak. Motivasi yang berkembang adalah untuk berkolaborasi.

Yielding: yaitu dengan mengalah, menurunkan aspirasinya sendiri dan bersedia menerima kurang dari yang sebenarnya diinginkan. Motivasi yang berkembang adalah keinginan untuk menyerah. Inaction : yaitu dengan diam, tidak melakukan apapun. Masing-masing pihak saling menunggu tindakan pihak lain. Withdrawing: yaitu dengan menarik diri, memilih meninggalkan situasi konflik, baik secara fisik maupun psikologis.

POSITIF DAN NEGATIF KONFLIK

INTEGRASI SOSIAL
Integrasi Sosial terjadi akibat adanya konflik sosial

Integrasi berasal dari bahasa Latin, yaitu integralis yang artinya keseluruhan atau integer yang artinya tidak tersentuh, tidak terjamah, dan masih utuh. Secara umum integrasi diartikan sebagai penyatuan secara terencana dari bagianbagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi atau satuan pada tingkatan yang lebih tinggi. Secara sosiologis, integrasi adalah proses penyatuan atau penyesuaian berbagai satuan sosial.

BENTUK INTEGRASI

1.

2.

Integrasi kultural, yaitu pertumbuhan bersama dari berbagai nilai dan norma yang menjadi suatu pola homogen. Misalnya, peleburan ideologi dan elektisme agama (pengambilan yang baik dari semua sistem). Integrasi fungsional, yaitu penyatuan berbagai fungsi suatu organ penentu kebijaksanaan. Misalnya, penggabungan perusahaan atau partai.

FAKTOR INTEGRASI SOSIAL

Homogenitas Kelompok Integrasi merupakan hasil dan minat kepentingan bersama. Semakin kecil tingkat kemajemukan masyarakat, semakin mudah tercapainya integrasi. Perpindahan Fisik Perpindahan fisik (migrasi) adalah adanya perpindahan secara fisik, baik seseorang maupun banyak orang dari suatu kelompok ke lokasi lain sehingga melemahkan integrasi. Efisiensi dan Efektivitas Komunikasi Efektivitas dan efisiensi komunikasi adalah adanya pengertian bersama yang merupakan dasar terbentuknya integrasi. Apabila faktor-faktor tersebut dapat terpelihara dengan baik, integrasi akan semakin kokoh dan tangguh. Namun, apabila semakin melemah, terjadilah disintegrasi sosial dan muncul ketidak-teraturan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat.

THANK YOU
DISUSUN OLEH