You are on page 1of 18

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENERAPAN METODE POLIMERISASI HIBRIDA MONOMER ANILIN DENGAN DOPING NIKEL OKSIDA (NiO) UNTUK PENINGKAT KONDUKTIVITASNYA

Bidang Kegiatan: PKM-GT

Diusulkan Oleh: WINDY YUNITASARI 307322410900/ 2007 ARDHI KUSUMA 209513419981/ 2009 FINDRA SISWANTI D. 107821403463/ 2007

UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG 2010

1.

2. 3.

HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM- GT Judul kegiatan : PENERAPAN METODE POLIMERISASI HIBRIDA MONOMER ANILIN DENGAN DOPING NIKEL OKSIDA (NiO) UNTUK PENINGKAT KONDUKTIVITASNYA Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI ( ) PKM-GT Ketua Pelaksana Kegiatan : a. Nama lengkap : Windy Yunitasari b. NIM : 307322410900 c. Jurusan : Fisika d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Negeri Malang e. Alamat Rumah dan telp : Ds.TamanHarjo RT/RW 09/06, Singosari, Malang/+6285753336640 f. Alamat email : Windz_89@yahoo.com Anggota Pelaksana Kegiatan Dosen Pendamping a. Nama lengkap dan gelar b. NIP c. Alamat rumah dan telp : : : : : 2 orang Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si 198208182005011002 Koloram 603 RT 23 RW 6 Kotaanyar Probolinggo/ 0341-572936/08563555378 Malang, 22 Maret 2010

4. 5.

Menyetujui : Ketua Jurusan

Ketua Pelaksana

(Dr. Arif Hidayat, M.Si) NIP. 19660822 199003 1 003 Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan

(Windy Yunitasari) NIM. 307 322 410 900 Dosen Pendamping

(Drs. Kadim Masjkur, M.Pd) NIP. 19541216 198102 1 001

(Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si) NIP. 198208182005011002

ii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang berjudul PENGARUH DOPING SERBUK NIKEL (Ni) PADA SINTESIS MONOMER ANILIN MENJADI POLYANILIN TERHADAP KONDUKTIVITASNYA dengan baik tanpa suatu halangan yang berarti. Tulisan ini disusun sebagai usulam PKM-GT tahun 2010. Tidak lupa pula sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT hingga akhir zaman. Selesainya penulisan PKM-GT ini adalah berkat dukungan dari semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada: 1. Bapak Dr. Markus Diantoro, M.Si selaku dosen pembimbing yang membimbing dan memberikan arahan kepada penulis. 2. Orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan dan doanya. 3. Segenap pihak yang telah ikut andil dalam proses penyelesaian penelitian ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Dengan sepenuh hati penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak memiliki kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat dan sumbangan ilmiah yang sebesar-besarnya bagi penulis dan pembaca.

Malang, 22 Maret 2010

Penulis

iii

DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii KATA PENGANTAR .................................................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................... vi PENDAHULUAN Ringkasan ............................................................................................. 1 Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 Tujuan dan Manfaat ............................................................................. 2 Tujuan ...................................................................................... 2 Manfaat .................................................................................... 3 GAGASAN Telaah Pustaka...................................................................................... 3 Solusi Yang Sudah Pernah Dilakukan ................................................. 4 Kehandalan Gagasan ............................................................................ 5 Pihak- Pihak yang Terkait .................................................................... 5 Strategi Penerapan ............................................................................... 5 Peralatan dan Bahan ................................................................. 5 Prosedur Penelitian ................................................................... 6 Pencampuran Bahan ................................................................. 7 Metode Analisis Data ........................................................................... 7 Pengukuran Konduktivitas Bahan ........................................... 7 KESIMPULAN............................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 8 LAMPIRAN Daftar Riwayat Hidup Ketua.. .. 10 Daftar Riwayat Hidup Anggota 1. ........................................................ 11 Daftar Riwayat Hidup Anggota 2. ........................................................ 12

iv

PENERAPAN METODE POLIMERISASI HIBRIDA MONOMER ANILIN DENGAN DOPING NIKEL OKSIDA (NiO) UNTUK PENINGKAT KONDUKTIVITASNYA Windy Yunitasari, Ardhi Kusuma, Findra Siswanti Dwi Puspitasari. Program Studi Fisika Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5 Malang

RINGKASAN

Telah disintesis 1,82 ml monomer anilin (20 mmol) dengan asam klorida (HCl) sebagai oksidan atau inisiator polimerisasi, HCl sebagai doping sumber proton (H+),dan (NH)4S 2O 8 sebagai fasa organic dan aquades sebagai fasa air. 95% hasil sintesis anilin dan 5% Ni dalam bentuk serbuk yang diekstrak dari ammonium peroxydisulphide (NH)4S 2O 8 dan HCl dengan cara polimerisasi, pencucian dan pengeringan. Proses pencampuran dan polimerisasi dilakukan dengan bahan larutan HCl 50 ml yang ditambahkan 1,82 ml monomer aniline 0,02 M sebagai fasa organic dan larutan HCl 1M sebanyak 50 ml yang ditambahkan 5,71 gram oksidan (NH)4S 2O 8 0,025 M sebagai fasa air. Kedua larutan dicampurkan ke dalam satu wadah kimia tanpa diaduk, kedua larutan terpisah karena berbeda fasa, larutan HCl-anilin berada di atas, larutan (NH)4S 2O 8 berada disebelah bawah. Sesaat setelah pencampuran, dengan cepat polimerisasi mulai berlangsung pada batas (interface) fasa organic dan fasa air. Proses ini dibiarkan sepanjang malam untuk memberikan waktu terjadi polimerisasi lengkap. Produk berupa endapan polianilin dikumpulkan dan dimurnikan melalui filtrasi, kemudian dibilas dengan larutan HCl dan aseton sebanyak tiga kali. Hasilnyadikeringkan didalam oven dengan suhu 600 C sampai mengering dan berbentuk serbuk yang kemudian akan didoping dengan serbuk nikel oksida (NiO). Setelah itu dikompaksi sampai berbentuk pelet untuk mengetahui seberapa bsar konduktivitasnya.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Konduktivitas merupakan sifat listrik yang diperlukan dalam berbagai pemakaian sebagai penghantar tenaga listrik. Sebagaimana diketahui konduktivitas listrik mempunyai rentang harga sangat luas. Logam atau material yang merupakan penghantar listrik yang baik memiliki konduktivitas listrik yang baik dengan orde 107 ( ohm.meter )-1. Sebaliknya material isolator memiliki konduktivitas yang sangat rendah, yaitu antara 10-10 -10-20 ( ohm.meter )-1. Diantara kedua sifat ekstrim tersebut, ada material semi konduktor yang konduktivitasnya berkisar antara 10-5 sampai dengan 10-6 ( ohm.m )-1. Konduktivitas listrik merupakan sifat penting suatu bahan sehubungan dengan medan magnet luar. Ketika suatu medan listrik diberikan pada sebuah dielektrik, akan terjadi polarisasi terhadap dielektrik tersebut. Tetapi jika medan tersebut diberikan ke daerah yang memiliki muatan bebas tersebut akan bergerak dan timbul arus listrik sebagai ganti polarisasi medium tersebut.(Van Vlak, 2004). Perkembnagan teknologi sekarang semakin pesat tak terkecuali di bidang material teknik. Pada bidang industry sekarang ini banyak produk yang dihasilkan melalui material yang berbahan dasar serbuk logam. Misalkan serbuk besi, serbuk alumunium, serbuk nikel, serbuk timah, dan sebgainya. Serbuk logam dipergunakan untuk bahan yang tidak dapat atau sukar diproses dengan jalan memancarkan dan untuk bahan yang memerlukan pemrosesan yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik. Polimer ( poly = banyak, meros = bagian ) adalah molekul raksasa yang biasanya memilii bobot molekul tinggi, dibangun dari pengulangan unit- unit. Molekul sederhana yang membentuk unit- unit ulangan ini dinamakan monomer. Sedangkan reaksi pembentukan polimer dikenal dengan istilah polimerisasi. Polimer digolongkan menjadi dua macam, yaitu polimer alam (seperti pati, selulosa, dan sutra) dan polimer sintetik (seperti polimer vinil). Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer. Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, namun pada molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadangkadang dua) atom lain. Elektron yang tersisa membentuk ikatan , elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul. Suatu zat dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal (polyethylen), sedangkan polimer konduktif antara lain : polyacetilen, polpyrol, polytiopen, polyaniline dan lain lain. Akhir-akhir ini pengembanagan bahan polimer konduktif monostruktur (nanoparticle, nanowire, nanotube, nanofiber) sangat intensif dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerjanya dalam berbagai aplikasi.Dalam penelitian ini monomer anilin disintesis dengan metode polimerisasi interfasial karena mudah dilakukan dan relative murah. Sedangkan untuk serbuk nikel (Ni) sebagai

vi

pencampur uji konduktivitas bahannya bersifat semikonduktor dan bahan tersebut relative mudah didapat.

TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan

Adapun tujuan gagasan pennelitian ini adalah untuk mensintesis material ammonium peroxydisulphide (NH)4S2O8 sebagai oksidan atau inisiator polimerisasi, oleh HCl sebagai doping sumber proton (H+), dan monomer anilin sebagai fasa organic dan aquades sebagai fasa air. Dari hasil sintesis ini dimungkinkan bahan dapat mencapai ukuran nano, akan tetapi dalam percobaan ini hasil dari sintesis bahan tersebut tidak sampai diudah seluruhnya dalam bentuk nano material. Bahan dengan ukuran butir semakin kecil diharapkan akan dapat semakin keras dan memiliki porositas yang tinggi sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan utama konduktor semi plastik. Keberhasilan dalam penelitian ini dimungkinkan dapat membuka peluang bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut sebagai langkah aplikasi.

Manfaat

Secara garis besar, manfaat yang ingin dicapai dari gagasan penelitian ini adalah untuk menghasilkan informasi fundamental guna menjelaskan kaitan antara metode sintesis nanomaterial, perubahan struktur kristal dan kaitannya dengan perubahan struktur bahan dan sifat fisika. Secara terperinci manfaat dan hasil yang ingin dicapai dari gagasan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Mengetahui pengaruh pencampuran serbuk NiO (Nikel Oksida) pada monomer anilin yang disintesis terhadap konduktivitasnya. 2. Mengetahui variasi komposisi pencampuran serbuk NiO (Nikel Oksida) pada serbuk hasil sintesis monomer anilin terhadap konduktivitas campuran tersebut. 3. Mengetahui perbedaan konduktivitas NiO (Nikel Oksida) sebagai bahan semikonduktor sebelum dan sesudah mengalami pencampuran dengan hasil sintesis monomer anilin.

vii

GAGASAN Telaah Pustaka

Polianilin (PANi) merupakan salah satu jenis bahan polimer konduktif yang banyak dikaji pada lebih dari dua dekade terakhir karena sifat fisika dan kimianya yang khas sehingga memiliki potensi aplikasi yang luas. Bahan konduktif ini sangat unik yaitu dapat mengalami perubahan sifat listrik dan optik yang dapat dibalik (reversible) melalui reaksi redoks dan doping-dedoping atau prononisasi-deprotonisasi sehingga sangat potensial dimanfaatkan pada berbagai aplikasi. Polianilin mempunyai ikatan alternasi ikatan rangkap tunggal (terkonjugasi). Adanya ikatan tersebut memungkinkan terjadinya aliran electron dalam rantai polimer sehingga polianilin menjadi konduktif, mempunyai stabilitas cukup tinggi terhadap ganggguan udara luar dan mempunyai potensi aplikasi yang sangat luas seperti sensor, baterai sekunder, LED, FET serta devais elektronik. Selain itu polianilin memiliki sifat elektromik, yaitu dapat berubah warna apabila diberi medan listrik, tetapi sifat ini hanya dominan pada daerah tegangan positif. Polianilin memiliki struktur elektronik yang berbeda, variasi struktur elekronik ini akan berkaitan dengan elektrokromisitas bahan tersebut. Perubahan struktur elektronik yang terjadi akibat perubahan kadar dopan yang besar kecilnya ditentukan oleh nilai arus sintesis. Berdasarkan tingkat oksidasinya polianilin dapat disintesis dalam beberapa bentuk isolatifnya yaitu leucomeraldine base (LB) yang trinduksi penuh, emeraldine base (EB) yang teroksidasi setengah dan pernigraniline base (PB) yang teroksidasi penuh. Dari ketiga bentuk ini EB yang palins stabil dan juga paling luas diteliti karena konduktivitasnya dapat diatur dari 10-10 S/cm hingga 100 S/cm melalui doping, sedangkan bentuk LB dan PB tidak dapat dibuat konduktif. Bentuk EB dapat dibuat konduktif dengan doping asam protonik seperti HCl, dimana proton-proton ditambah ke situs situs N=, sementara jumlah elektron pada rantai tetap. Bentuk konduktif dari EB disebut emeraldine salt (ES). Sedangkan nikel oksida sebagai bahan pendoping, dapat dijelaskan bahwa Nikel dalam deret kimia merupakan logam transisi yang mempunyai lambang Ni dan bernomor atom 28. Nikel terletak pada golongan 10, periode 4 dan terdapat pada blok d. Ciri fisik logam ini biasanya berwarna metalik dan berkilau dan berfase padat. Massa atom nikel adalah 58.6934(2) g/mol, dan memiliki konfigurasi elektron [Ar] 3d8 4s2 sedangkan jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 16, 2. Massa jenis pada suhu kamar dapat mencapai 8,908 g/cm3, sedang massa jenis cairnya adalah 7,81 g/cm3. Nikel memiliki titik lebur sebesar 1728 K

viii

dan titik didih sebesar 3186 K. Kapasitas total nikel pada suhu 25 C adalah 26,07 J/(molK) dengan kalor penguapan sebesar 377,5 kJ/mol dan kalor peleburan sebesar 17,48 kJ/mol. Atom nikel merupakan face cubic centered (FCC) dengan bilangan oksidasi antara 2 sampai 3. Nikel memiliki daya keelektronegativan sebesar 1.91 (skala Pauling) dengan energi ionisasi(detil) ke-1: 737.1 kJ/mol ke-2: 1753.0 kJ/mol ke-3: 3395 kJ/mol. Jari- jari atomnya 135 pm, jari-jari atom (terhitung) 149 pm sedang jari-jari kovalennya 121 pm dan jari-jari Van der Waals 163 pm. Nikel merupakan jenis logam transisi yang bersifat ferromagnetic. Konuktivitas termalnya dapat mencapai 90.9 W/(mK) pada suhu 300 K. Ekspansi termal pada suhu 25 C adalah 13.4 m/(mK). Modulus Young nikel mencapai 200 GPa sedang modulus gesernya sebesar 76 GPa dan skala kekerasan Mohs mencapai 4 (kekerasan Vickers 638 MPa kekerasan Brinell 700 MPa). Konduktivitas listrik adalah ukuran dari suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. Jika suatu beda potensial listrik ditempatkan pada ujung-ujung sebuah konduktor, muatan-muatn bergeraknya akan berpindah, menghasilkan arus listrik. Konduktivitas listrik merupakan sifat penting suatu bahan sehubungan dengan medan magnet luar. Ketika suatu medan listrik diberikan pada sebuah dielektrik, akan terjadi polarisasi terhadap dielektrik tersebut. Tetapi jika medan tersebut diberikan ke daerah yang memiliki muatan bebas tersebut akan bergerak dan timbul arus listrik sebagai ganti polarisasi medium tersebut. Tidak seluruhnya zat merupakan konduktor listrik dan diantaranya zat-zat yang menghantarkan listrik tidak semua mengikuti hokum Ohm. Masih banyak campuran antara logam yang menunjukkan perilaku superkonduktor. Sifat bahan sangat bergantung dari struktur kristal dan komposisi kimiawinya. Struktur kristal berkaitan erat dengan sifat fisis bahan yaitu sifat kemagnetan, kelistrikan, panas, optik dan superkonduktivitas, selain itu perbedaan komposisi pada paduan merupakan salah satu indikator yang membawa pengaruh cukup besar terhadap sifat fisis bahan maupun kualitas bahan. Hubungan yang konduktivitas dengan komposisi bahan ini telah menjadi fokus utama dalam kajian fisika material. Kajian dan penelitian tentang struktur dan konduktivitasnya penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kristalinitas, fase kristal, kisi-kisi kristal, posisi atom, jarak atom terdekat, sudut antar atom serta fraksinya pada proses polimerisasi. Pemaduan logam akan memperbaiki sifat polimer sesuai dengan yang kita inginkan. Logam paduan membeku pada rentang suhu yang besarnya bergantung pada komposisi logam pemadunya. Sedangkan pemaduan logam sendiri tujuanya adalah memperbaiki sifat-sifat logam baik sifat fisis dan sifat mekanik supaya lebih baik dan sesuai dengan maksud dan tujuan kita memadukan logam tersebut.

ix

Pemaduan terhadap dua senyawa untuk mendapatkan sifat-sifat seperti meningkatkan kekuatan, kekerasan, daya tahan terhadap kejutan, meningkatkan kekuatan terhadap beban yang berubah-ubah, menurunkan titik leleh, meningkatkan pengaruh terhadap bahan kimia. Untuk sistem komponen tunggal, semua fase mempunyai komposisi yang sama pada suatu kesetimbangan dengan variable temperatur dan tekanan. Jika unsur murni ditambah unsur logam lain (pemadu) sehingga terbentuk paduan, maka banyak unsur pemadu menjadi variable yang harus diperhitungkan. Disamping kedua variable tersebut, perubahan struktur mikro paduan pada keadaan padat dapat mempengaruhi sifat-sifat paduan. Oleh karena itu struktur mikro dari fase paduan dalam kondisi setimbang pada komposisi dan temperature tertentu perlu diketahui. Diagram fase dapat digunakan untuk menggambarkan strutur paduan yang terdapat dalam suatu kesetimbangan.

Solusi yang Sudah Pernah Dilakukan

Dalam pembuatan PKM yang berjudul Penerapan Metode Polimerisasi Hibrida Monomer Anilin Dengan Doping Nikel Oksida (NiO) Untuk Peningkat Konduktivitasnya kami memanfaatkan buku Fisika Material dan beberapa jurnal sebagai dasar dari salah satu sumber. Dalam beberapa jurnal telah didapati banyak cara untuk mensintesis anilin menjadi polianilin, akan tetapi dalam karya tulis ini kami menggunakan salah satu cara menyintesis yang paling sederhana dan tidak mengeluarkan banyak biaya.

Kehandalan Gagasan

Tema yang kami angkat dalam karya tulis ini berdasarkan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, yaitu menyintesis monomer anilin menjadi polianiilin. Alasan kami mendoping NiO ini adalah untuk meningkatkan kadar Nikel yang terdapat di dalam polianilin itu sendiri. Selain itu Nikel dapat berfungsi sebagai bahan magnetik, karena Nikel merupakan logam yang ferromagnetik.

Pihak-Pihak yang Terkait

Pihak yang terkait dalam penelitian ini adalah Laboratorium Material Jurusan Fisika FMIPA UM yang memberikan tempat penelitian, dan kami akan mengembangkan penelitian ini ke BADAN ATOM NASIONAL (BATAN) untuk proyek Skripsi.

Metode Penelitian Peralatan dan Bahan

Peralatan yang digunakan dalam sintesis bahan anili melalui metode polimerisasi serbuk ini antara lain: a) Neraca b) Cawan kaca c) Monomer aniline 1,82 ml 0,02 M d) Larutan HCl 500 ml 1 M e) (NH)4S 2O 8 5,71 gram f) Aquades 100 ml g) Gelas kimia h) Pipet i) Penyaring j) Oven (suhu 600 C) k) Kompaksi 700 kg/ cm2

Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini, monomer aniline disintesis dengan metode polimerisasi interfasial system dua fasa larutan organic atau air (aqueous) dengan mengadopsi metode yang telah dikembangkan oleh beberapa kelompok peneliti. Lankah langkah yang dilakukan dijelaskan sebagai berikut. Pertama, dibuat dua larutan secara terpisah, yaitu larutan asam klorida 50 ml yang ditambahkan 1 ml monomer aniline 0,02 M sebagai fasa organic dan aquades sebanyak 50 ml yang ditambahkan 5,71 gram oksidan (NH)4S 2O 8 sebagai fasa air. Kedua larutan dicampurkan ke dalam satu wadah kimia tanpa diaduk, kedua larutan terpisah karena berbeda fasa, larutan HCl-anilin berada di atas larutan (NH)4S 2O 8 berada disebelah bawah. Sesaat setelah pencampuran, dengan cepat polimerisasi mulai berlangsung pada batas (interface) fasa organic dan fasa air. Proses ini dibiarkan sepanjang malam untuk memberikan waktu terjadi polimerisasi lengkap. Produk berupa endapan polianilin dikumpulkan dan

xi

dimurnikan melalui filtrasi, kemudian dibilas dengan HCl dan aseton beberapa kali.

Pencampuran dengan serbuk nikel

Selanjutnya setelah proses polimerisasi telah selesai, hasil dari proses polimerisasi tersebut di beri campuran serbuk nikel oksida (NiO) dengan variasi komposisi missal 1:1 (5 gram serbuk nikel oksida dan 5 gram polianilin),atau 1:2, dan 2:1 dan lain sebagainya.

Metode Analisis Bahan Pengukuran konduktivitas bahan

Langkah-langkah pengukuran konduktivitas listrik akan lebih tepat dengan menggunakan metode 4-titik probe karena metode ini bebas dari gangguan arus atau tegangan dari alat ukur yang bersangkutan. Selanjutnya akan ditentukan konduktivitas listrik dengan persamaan. Pengukuran konduktivas bahan dengan menggunakan metode empat titik probe.

d I V = 2d V/I =1/ = konduktivitas listrik (ohm-1. m-1) = Resistivitas (ohm. m) d = jarak antara I dan V (m) V= beda potensial listrik (Volt) I= arus (Ampere) I

KESIMPULAN

xii

1. Polianilin adalah suatu polimer yang konduktif. Untuk meningkatkan konduktivitas polianilin, polianilin tersebut harus ditambahkan suatu bahan yang bersifat konduktif. 2. Nikel oksida merupakan salah satu logam golongan transisi yang mempunyai konduktivitas tinggi. 3. Berdasarkan informasi dan analisis dari berbagai sumber pustaka, terutama dari jurnal penelitian internasional, sintesis monomer aniline yang menghasilkan polyanilin dapat disimpulkan bahwa semakin lama pengendapan dan semakin banyak filtrasi yang dilakukan akan diperoleh polyanilin yang sempurna sehingga apabila dicampurkan dengan logam yang bersifat konduktif akan meningkatkan konduktivitasnya. 4. Komposisi pencampuran antara kedua bahan diatas mempengaruhi tingkat konduktivitas bahan. Semakin banyak komposisi nikel oksida yang dicampurkan dalam larutan polianilin, maka akan semakin kuat tingkat konduktivitas bahan yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA

B.J Beumer. 1985. Ilmu Bahan Logam jilid I. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Fessenden dan Fessenden, (1991) Kimia Organik, Erlangga, Jakarta. Firdiyono, F.2003. Karakterisasi Produk Samping Hasil Pengolahan Bijih Timah Bangka. Tangerang. Pusat Penelitian Metalurgi LIPI. Ichwan, Fais.1999. Studi Pendahuluan sintesa paduan intermetalik Ti-Al-Fe dengan metoda pelelehan tungku busur tunggal. Bandung: Institut Teknologi Bandung. J. Serb. Chem. Soc. The properties of high-energy milled pre-alloyed copper powders containing 1 wt.% Al .72 (1) 4553 (2007). K.K chatterjee,2007.uses of metals.new delhi. New age international Syarif, Dani Gustaman, D.S, Guntur, Yamin, M. 2005.pembuatan keramik termistor ntc berbahan dasar mineral yarosit dan evaluasi karakteristiknya. Bandung. BATAN. Shirakawa. H, (2001), Nobel Lecture: The discovery of polyacetylene filmthe dawning of an era of conducting polymers, University of Tsukuba, Japan. Van Vlack, Lawrence. 1986. Ilmu dan teknologi bahan Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga Van Vlack, H. Lawrence.2004. Elemen-elemen ilmu dan rekayasa material edisi keenam. Jakarta: Erlangga. Y. Chen , J.S. Williams, B. Ninham. Physicochernical and Engineering Aspects 129-130 61-66(1997)

xiii

LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. KETUA PELAKSANA Nama TTL Jenis kelamin Alamat asal Agama : Windy yunitasari : Ngawi, 5 Juni 1989 : Perempuan : RT/RW09/06 Ds.Taman Harjo, Singosari, Malang : Islam

xiv

Status

: Mahasiswa

Riwayat Pendidikan No Pendidikan Tempat Dari 1. 2. 3 4. SD SMP SMA SDN Taman Harjo I SLTP Negeri 1 Singosari SMA Negeri 1 Lawang 1994 1995 2001 2007

Tahun Sampai 1995 2001 2004 sekarang

Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang

Malang, 25 Februari 2010 Ketua pelaksana,

Windy Yunitasari NIM. 307322410900

2.

ANGGOTA PELAKSANA 1 Nama TTL Jenis kelamin : Ardhi Kusuma : Kediri, 25 Pebruari 1989 : Laki- laki

xv

Alamat asal Agama Status

: RT/RW07/05 Ds.Banjar Arum, Singosari, Malang : Islam : Mahasiswa

Riwayat Pendidikan No Pendidikan

Tempat Dari

Tahun Sampai 1995 2001 2004 sekarang

1. 2. 3 4.

SD SMP SMA Perguruan Tinggi

SDN Banjararum 03 SLTP Negeri 1 Singosari SMK 1 Singosari Universitas Negeri Malang

1994 1995 2001 2009

Malang, 25 Februari 2010 Pelaksana,

Ardhi Kusuma NIM 209513419981

3.ANGGOTA PELAKSANA 2 Nama : Findra Siswanti D.P.

xvi

TTL Jenis kelamin Alamat asal Agama Status

: Malang, 21 September 1989 : Perempuan : Jalan Sawo 10, RT/RW Pendaringan,Kepanjen, Malang : Islam : Mahasiswa

11/2,

Kedung

Riwayat Pendidikan No Pendidikan

Tempat Dari

Tahun Sampai 1995 2001 2004 sekarang

1. 2. 3 4.

SD SMP SMA Perguruan Tinggi

SDN Kedung Pendaringan 2 SLTP Negeri 4 Kepanjen SMA Negeri 1 Kepanjen Universitas Negeri Malang

1994 1995 2001 2007

Malang, 25 Februari 2010 Pelaksana,

Findra Siswanti D.P NIM 107821403463

xvii

xviii