You are on page 1of 5

Sadarkah Kita dengan Perkataan Kita Dio Pratama H.P. Universitas Negeri Malang Sej_dio@yahoo.

com

ABSTRAK :
Kekerasan merupakan suatu tindakan yang dapat terjadi tanpa disadari oleh sang pelaku atau bahkan disadari tapi hal itu dibiarkan saja. Kekerasan tersebut dapat berupa kekerasan fisik maupun kekerasan non fisik atau verbal. Kekerasan itu terkadang tanpa disadari dapat menyakiti atau menyinggung orang lain, terlebih lagi kekerasan verbal. Kita jarang menyadari bahwa kita telah melakukan kekerasan melalui perkataan kita. Hal ini juga dikarenakan oleh berbagai faktor, selain itu kita juga sangat sulit untuk menyadari bahwa kita telah melakukan kekerasan verbal.

Key Words : verbal, abuse Kekerasan merupakan suatu tindakan yang identik dengan suatu kegiatan negatif yang dapat menyakiti, melukai, atau bahkan menyinggung orang lain. Kekerasan tersebut cenderung dianggap bahwa hal tersebut sengaja dilakukan oleh seseorang yang telah melakukan kekerasan demi kepentingannya. Padahal tidak semua tindak kekerasan itu disengaja atau disadari oleh sang pelaku kekerasan. Terlebih lagi kekerasan melalui verbal kita. Banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa kita telah menyakiti atau menyinggung orang lain dengan perkataan-perkataan yang telah kita ucapkan. Sadarkah kita dengan hal tersebut? Kita cenderung tidak memperhatikan apakah perkataan-perkataan yang telah kita ucapkan tersebut memang pantas dan layak diucapkan terhadap orang lain. Banyak orang lain yang tersinggung dengan apa yang kita katakan terhadap mereka. Kita terlalu sering tidak mengindahkan bagaimana perasaan orang lain yang kita ajak berbicara atau yang kita bicarakan. Kita seakan tidak peduli bahwa kita telah menyakiti perasaan orang lain. Apabila hal tersebut sering kita lakukan,

apakah anda yakin jika hidup anda dapat berjalan dengan tenang tanpa memiliki seorangpun musuh. Kita sering bersenda gurau dengan orang lain, tapi apakah kita sadar apabila kita telah menyakiti lawan bicara kita atau juga menyakiti orang yng kita bicarakan. Padahal itu hanya merupakan gurauan, akan tetapi hal tersebut dapt menjadi berbahaya jika kita tidak memikirkan terlebih dahulu kata-kata apa yang pantas untuk kita keluarkan dari mulut kita.

Faktor Penyebab Terjadinya Kekerasan Verbal Penyebab terjadinya kekerasan verbal ini pada dasarnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Amarah Marah merupakan emosi yang memiliki ciri-ciri aktifitas sistem saraf parasimpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat yang biasanya disebabkan adanya kesalahan, yang mungkin nyatanyata salah atau mungkin juga tidak (Davidoff, Psikologi suatu pengantar 1991). Ejekan, hinaan dan ancaman merupakan pancinganuntuk melakukan kekerasan secara verbal. Sebagai contoh, anak-anak seringkali saling mengejek pada saat bermain, begitu juga dengan remaja biasanya mereka mulai saling mengejek dengan ringan sebagai bahan tertawaan, kemudian yang diejek ikut membalas ejekan tersebut, lama kelamaan ejekan yang dilakukan semakin panjang dan terus-menerus dengan intensitas ketegangan yang semakin tinggi bahkan seringkali disertai katakata kotor dan cabul. 2. Kesenjangan Generasi Adanya perbedaan atau jurang pemisah antara generasi anak dengan orang tuanya dapat terlihat dalam bentuk hubungan komunikasi

yang semakin minimal dan seringkali tidak nyambung. Kegagalan komunikasi orang tua dan anak diyakini sebagai salah satu penyebab timbulnya perilaku kekerasan verbal pada anak. 3. Lingkungan Kekerasan verbal ini dapat terjadi juga dikarenakan oleh faktor lingkungan. Apabila seseorang yang terbiasa tinggal di daerah-daerah keras, maka ia akan terbiasa dengan yang namanya kekerasan verbal. Kekerasan itu akan ia bawa kemanapun ia pergi, sehingga ia tidak menyadari ia telah melakukan kekerasan verbal terhadap orang lain. 4. Frustrasi Frustrasi terjadi bila seseorang terhalang oleh sesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara berespon terhadap frustrasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresi. (http://www.e-psikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=380) 5. Pendidikan yang salah oleh orang tua Orang tua yang sudah biasa mendidik anaknya dengan berteriakteriak atau dengan membentak-bentak, berpengaruh terhadap perkembangan anaknya. Anak akan terbiasa dengan hal tersebut dan dia juga akan melakukannya terhadap orang lain, hal itu juga merupakan suatu tindak kekerasan verbal. 6. Gurauan Bergurau itu memang menyenangkan dan dapat menjadi hiburan tersendiri bagi seseorang. Akan tetapi, di dalam gurauan yang diucapkan sering sekali seseorang tidak menyadari bahwa ia telah melakukan tindaktindak pelecehan terhadap orang lain sehingga orang lain dapat menjadi tersinggung dengan gurauan tersebut. Ia menganggap gurauannya tersebut

merupakan hal-hal yang biasa saja, akan tetapi orang lain dapat tersinggung jika mendengarnya.

Kekerasan Verbal yang Muncul Melalui Gurauan Setiap orang pasti senang dengan yang namanya bergurau. Tapi banyak yang tidak menyadari apakah gurauannya tersebut menyakiti atau menyinggung orang lain atau tidak. Kekerasan verbal berbalut humor ini kental sekali dengan komentar-komentar yang disampaikan dengan sangat cantik. Tetapi pada intinya komentar-komentar itu ditujukan untuk menyerang dan menjatuhkan pertahanan seseorang. (http://tissasasnida.net/kekerasan-verbal-berbalut-humor) Gurauan tersebut memang merupakan hal yang menyenangkan, akan tetepi perlu kita sadari dan perlu kita perhatikan apa yang kita katakan itu sudah baik atau tidak. Kita juga harus memperhatikan perasaan orang lain ketika kita bersenda gurau dengan orang lain, terlebih lagi gurauan kita menyangkut orang tersebut.

Sulitnya Mengenali dan Menyadari Kekerasan Verbal Kekerasan verbal lebih sulit dikenali antara lain karena beberapa hal berikut : Tidak meninggalkan bukti fisik. Biasanya hanya terjadi dalam lingkup privat ataupun teman-teman dekat. Pada saat dalam lingkup publik pelaku menunjukkan perilaku yang baik, sopan dan wajar sehingga orang tidak menyangka ada kecenderungan melakukan kekerasan verbal. Persepsi yang salah akibat kurang informasi yang menganggap bahwa perilaku Pelaku merupakan watak bawaan dan seharusnya dimengerti / diterima apa adanya.

Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai verbal abuse sehingga dianggap permasalahan biasa / sepele dalam hubungan. (http://tissasasnida.net/kekerasan-verbal-berbalut-humor/)

Kesimpulan Kekerasan verbal merupakan suatu tindakan yang memang perlu kita perhatikan lebih lanjut. Kesadaran kita terhadap kekerasan ini sangat diperlukan agar kehidupan kita dapat menjadi lebih tenang. Selain itu, dengan menyadari kekerasan verbal, kita akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan juga kita akan mendapatkan hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati dalam berbicara dan juga kita harus memperhatikan nilai-nilai dan norma yang ada, sehingga kata-kata yang kita ucapkan tidak akan menyinggung atau menyakiti orang lain.

Daftar Rujukan

e-psikologi. 2012. Individual, (Online), (http://www.epsikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=380), diakses tanggal 29 April 2012 pukul 15.07 tissasasnida. 2012. Kekerasan Verbal Berbalut Humor, (Online), (http://tissasasnida.net/kekerasan-verbal-berbalut-humor/), diakses tanggal 30 April 2012 pukul 18.46