You are on page 1of 14

terapi anak hiperaktif - adhd Pertanyaan pertama yang ingin saya ajukan: apakah benar anak Anda hiperaktif?

Apakah memang anak Anda hiperaktif atau sekedar "diberi label" saja oleh sebagian orang? Lalu Anda percaya begitu saja? Ini sengaja saya tanyakan kepada Anda, karena dahulu saya pun mengalaminya! Bapak dan ibu yang budiman, hendaklah kita ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan anak hiperaktif. Secara umum, anak hiperaktif (ADHD - attention deficit and hyperativity disorder) adalah pola perilaku anak yang tidak mau diam, tidak terkendali, tidak menaruh perhatian, impulsif/ bergerak sekehendak hatinya. Dia selalu bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan yang disukai oleh anak-anak sebaya. Hal ini disebabkan perhatiannya selalu beralih dengan sangat cepat dari satu fokus ke lainnya. Nah, kalau boleh saya share / berbagi pengalaman sedikit, bahwa anak saya di awalawal usia 3 tahunan adalah sangat aktif. Namun masih belum masuk ke dalam pengertian yang disebut di atas. Saat anak sakit pun, aktivitasnya masih relatif lebih aktif sehingga kadang-kadang tidak diketahui apakah dia sedang sakit ataupun tidak. Pernah dalam beberapa kesempatan, seorang dokter spesialis anak, melihat kelakuan anak kami yang saat diperiksa aktif mencoba stetoskop, peralatan dokter, memainkan cap dokter, mengecap bahwa anak saya hiperaktif dan menyarankan untuk diterapi. Hmm... untung saya tidak percaya kepadanya (padahal dokter spesialis anak senior lho...) Nah, tentu saja mungkin ada di antara anak-anak kita memiliki sifat seperti yang disebutkan di atas. Namun jangan khawatir. Percayalah bahwa setiap penyakit ada obatnya. Setiap kondisi ada penyebabnya. Setiap akibat ada gejalanya. Dengan metode hipnoterapi dan metoda lainnya yang saya terapkan di klinik saya, insya Allah anak hiperaktif dapat diterapi dengan baik dengan hasil yang baik pula. Pertama-tama kita harus mengetahui apa permasalahan yang sebenarnya, serta mengetahui apa yang diharapkan orang tua dari anaknya. Dengan demikian akan diketahui dasar permasalahannya (jadi, tidak main terapi aja ya...) Selanjutnya saat memberikan terapi kepada sang anak, pun dikondisikan tidak seperti terapi. Melainkan kita mesti mengikuti apa yang menjadi keinginan si anak. Selanjutnya, barulah masuk ke dalam proses pemberian sugesti kepada anak. Hal ini sangat tergantung kepada kondisi sang anak serta bagaimana perlakuan orang tua terhadap sang anak selama ini (apakah diperlakukan dengan kekerasan, kelembutan, atau dibiarkan tidak terurus sama sekali). Oya, untuk lebih detail tentang hipnoterapi, silakan baca artikel Hipnoterapi Sangat Bermanfaat: Benarkah? Saya berikan informasi sedikit bahwa hipnoterapi adalah metoda pemberian sugesti

kepada seseorang melalui alam bawah sadarnya. Seperti yang diketahui bersama bahwa alam bawah sadar seseorang adalah letak "sebenarnya" program dari seseorang. Dengan mengubah program ini, maka pola pikir akan diubah menjadi lebih baik. Jadi dengan hipnoterapi terhadap anak, metoda pemecahan masalah yang diberikan akan diupayakan sesederhana mungkin dengan bahasa anak, serta dengan mengikuti kemauan anak. Jadi sikap kita terhadap mereka tidaklah akan otoriter, melainkan lembut dengan penuh kasih sayang. Pengalaman saya dengan klien anak-anak (maksud saya, yang saya terapi masih anakanak ya...), karena mereka lebih mudah menerima sugesti, maka akan lebih mudah memberikan pengarahan kepada mereka. Metoda hipnoterapi anak ini terbukti cepat, ampuh, aman, dan memberikan hasil yang lebih permanen. Tentu saja selain memberikan sugesti kepada sang anak, kebanyakan yang harus diubah pola pikir, sikap dan perkataan -- terus terang -- adalah sang orang tuanya. Dalam kebanyakan kasus, kondisi permasalahan anak banyak disebabkan oleh orang tua yang terlalu keras, terlalu sering membentak, memaki-maki, menggertak sang anak. Sudah diketahui siapa yang akan menjadi korban. Bila Anda / keluarga Anda masih tetap memiliki permasalahan berat badan Anda, dibutuhkan sebuah terapi. Hipnoterapi adalah salah satu metode jitu yang sudah terbukti untuk mengatasi dan menghilangkannya. Alhamdulillah, berkat bantuan Yang Mahakuasa, telah banyak klien saya yang telah berhasil mengatasi anak hiperaktif / ADHD secara permanen lewat bantuan hipnoterapi.

Cara Penanganan Anak Hiperaktif, Kisah Gorbachev


Bagaimana cara menangani anak hiperaktif ? . Sebelumnya perlu kita pahami adalah penyebab hiperaktifitas pada anak. Penyebab hiperaktifitas pada anak adalah gangguan hormonal, gangguan keseimbangan kimiawi dalam susunan saraf pusat atau syaraf otak bahkan kelainan struktur anatomi otak dan perkembangan otak yang tidak normal. Berbagai faktor gangguang tersebut mengakibatkan otak terganggu fungsinya. Efek gangguan ini adalah berlebihnya gerakan pada anak atau hiperkinetik. Selain faktor diatas, ternyata faktor penyebab hiperaktifitas juga berasal dari keturunan atau hereditair, faktor lingkungan, kesalahan pola asuh dan faktor emosional. Berbagai Tipe Anak Hiperaktif 1. Tipe hiperaktif-impulsif Ciri-ciri anak dengan tipe hiperaktif-impulsif adalah terlalu energik, lari ke sana kemari, melompat seenaknya, memanjat-manjat, banyak bicara, berisik. Ia juga impulsif: melakukan sesuatu secara tak terkendali, begitu saja bertindak tanpa pertimbangan, tak bisa menunda respons, tidak sabaran. Tetapi yang mengherankan, sering pada saat belajar, ia menampakkan tidak perhatian, tetapi ternyata ia bisa mengikuti pelajaran. 2. Tipe Hiperaktif in-atensi Anak dengan tipe in-atensi memiliki ciri : tidak mampu memusatkan perhatian secara utuh, tidak mampu mempertahankan konsentrasi, mudah beralih perhatian dari satu hal ke lain hal, sering melamun, tidak bisa diajak berbicara atau menerima instruksi karena perhatiannya terus berpindah-pindah, pelupa dan kacau. 3. Tipe Hiperaktif Kombinasi Anak dalam tipe kombinasi memiliki ciri yaitu kurang mampu memperhatikan aktivitas dan mengikuti permainan atau menjalankan tugas, perhatiannya mudah terpecah, mudah berubah pendirian, selalu aktif secara berlebihan dan impulsif. Kisah Sembuh Dari Hiperaktifitas Berikut adalah kisah Gorbachev, seorang anak yang Teratasi masalah autis dan hiperaktifitasnya. GORBACHEV atau sering dipanggil Gorby, mengidap autis. Putra Oemy Lestari itu hiperaktif dan sulit berkonsentrasi, mudah marah serta sulit tidur. Beruntung Oemy diperkenalkan Jus Tahitian Noni oleh seorang rekannya. Baru mengonsumsi botol pertama, intensitas hiperaktif Gorby berkurang. Beranjak ke botol kedua, konsentrasi Gorby muali terasah. Pada dasarnya Gorby adalah anak yang cerdas. Di sekolah dia selalu mengerti penjelasan guru, tapi sejauh hal itu disampaikan secara lisan. Sayangnya bila ujian

tertulis Gorby akan menjadi peserta yang tidak pernah mengerjakan sampai tuntas karena konsentrasinya masih belum fokus benar. Sejak mengonsumsi Jus Tahitian Noni, kemajuan perilaku Gorby semakin hari semakin membaik. Gorby yang sulit tidur, bahkan biasanya jarang tidur siang, kini mulai teratur tidurnya. Atas kemajuan itu Oemy sangat bersyukur.

10 .cara mengatasi anak hiperaktif


10 tips mengatasi anak hiperaktif Menjadi orangtua yang memiliki anak hiperaktif pasti merupakan salah satu tugas yang sangat sulit. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam usaha menghadapi anak hiperaktif. 1. Ajarkan disiplin pada anak hiperaktif, agar ia dapat mengatur dirinya dengan baik. 2. Jangan menghukumnya karena perilaku hiperaktif bukanlah kesalahan anak Anda. 3. Jangan sekali-kali melabel anak hiperaktif sebagai anak nakal, malas atau bodoh, karena akhirnya ia akan bersikap seperti yang dilabelkan padanya. 4. Keefektifan terapi berbeda-beda bagi tiap anak. Orangtua harus menentukan terapi yang terbaik bagi anak. 5. Yang terpenting berikan kasih sayang (bukan memanjakan) pada anak hiperaktif melebihi saudara lainnya. Alasannya, seberapa banyak kasih sayang yang ditumpahkan pada anak hiperaktif, tidak akan pernah bisa penuh. 6. Dalam mengajari anak Anda yang hiperaktif, jangan bosan untuk terus menerus mengulang hal-hal yang dengan cepat dapat dipelajari dan diingat oleh anak normal. 7. Di depan anak Anda tersebut, katakanlah pada orang lain kalau dia adalah anak yang baik, dan jangan mengomentari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukannya. 8. Secara konstan/terus menerus waspadalah terhadap segala tindakannya yang mungkin dapat membahayakan dirinya atau orang lain. 9. Perbanyak komunikasi dengan anak Anda. Jika pada anak normal kita cenderung berkomunikasi pada saat-saat tertentu, pada anak hiperaktif kita harus berkomunikasi "setiap satu menit sekali". 10. Salah satu hal tersulit dalam mengatasi anak hiperaktif adalah ketika sedang berada di meja makan dan kita meminta dia makan sendiri. Mungkin dia malah akan memainkan makanannya atau berlari- lari mengelilingi meja makan. Jangan marahi dia! Yang harus Anda lakukan adalah Anda harus menyuapi mereka dengan sabar.

Terapi Untuk Anak ADHD / Hiperaktif


Nama Produk CD :

ADHD Therapy

Keterangan : Terapi untuk yang mengalami gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). ADHD juga dikenal sebagai gangguan konsentrasi dan hiperaktif. CD Terapi Musik ini membantu menghilangkan symptom ADHD, membuat anak lebih tenang, meningkatkan konsentrasi dan menormalkan perilaku anak. Cara Penggunaan : Diputar saat anak tidur dan bangun atau berkativitas dengan volume yang cukup didengar oleh semua orang disekitar. Ketika memutar CD ini anak tidak harus konsentrasi atau sengaja mendengarkan. Mereka bisa tidur atau bermain sesuka hati mereka. Lama terapi ketika tidur 30 menit dan bangun 30 menit, rutin setiap hari. Harga : Rp. 120.000,-

Fakta menarik dalam teknologi gelombang otak adalah bahwa anak atau orang dewasa yang menderita ADHD, Autisme atau Epilepsy, otaknya tidak memproduksi gelombang SMR (Sensory Motor Rhythm), yaitu gelombang otak dengan frekuensi antara 12 hz-16 hz. Dengan kata lain, apabila hasil pengukuran gelombang otak seseorang tidak memunculkan sedikitpun gelombang jenis SMR, maka kita tahu bahwa orang tersebut sedang mengalami ADHD, Autisme atau Epilepsy. Sedangkan pada manusia normal, kekurangan gelombang SMR dapat menyebabkan kesulitan fokus, sulit konsentrasi dan rasa malas untuk melakukan pekerjaan (kurang motivasi). Stimulasi gelombang otak dengan frekuensi SMR yang dipadu dengan terapi musik terbukti banyak membantu penderita ADHD, Autisme dan Epilepsy. Tanda Anak Menderita ADHD Jika anak Anda mengalami salah satu dari tiga hal berikut, kemungkinan ia menderita ADHD. Untuk tahu lebih jelas tentu saja harus dilakukan pemeriksaan oleh seorang ahli.

1. Tidak Perhatian. Ketidak mampuan memusatkan perhatian pada beberapa hal


seperti membaca, menyimak pelajaran, mengerjakan tugas, atau melakukan permainan. Anak yang menderita ADHD akan mudah sekali teralih perhatiannya karena bunyi bunyian, gerakan, bau bauan, orang lain atau pikiran yang melintas.

2. Hiperaktif. Berbicara terus menerus, tidak bisa duduk diam, selalu bergerak,
berlarian, melompat-lompat dan sulit tidur.

3. Impulsif. Bertindak tanpa dipikir, misalnya mengejar bola yang lari ke jalan raya,
menabrak pot bunga pada waktu berlari di ruangan, tidak sabar menunggu giliran, gelisah, menangis keras untuk mendapatkan sesuatu, suka memotong pembicaraan orang lain, atau berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu akibatnya. Gejala-gejala ini biasanya muncul sebelum si anak berusia enam tahun dan bisa menetap sampai dewasa apabila tidak dilakukan perawatan khusus. Setiap anak yang seringkali bertindak seperti gejala diatas selama lebih dari enam bulan berturut-turut, kemungkinan besar menderita ADHD. Untuk memastikannya, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak, psikolog atau neurotherapist yang kompeten. Menurut beberapa penelitian, penyebab anak hiperaktif antara lain: 1. Adanya disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh dopamin sebagai neurotransmitter pencetus gerakan dan sebagai kontrol aktivitas diri. Akibatnya menyebabkan terjadinya hambatan pada sistem kontrol perilaku. Anak menjadi hiiperaktif salah satunya karena produksi hormon adrenalin tidak terkontrol. Hormon adrenalin merangsang untuk melakukan suatu kegiatan. Produksi hormon adrenalin yang berlebihan mengakibatkan anak melakukan kegiatan di luar kontrol diri. Kondisi ini mengakibatkan anak sulit untuk berkonsentrasi pada sesuatu yang dilakukan. Terapi yang dilakukan difokuskan sebagai latihan kontrol hormon adrenalin, meningkatkan gelombang beta dan mengurangi gelombang theta. (Psychiatric Association Press (1994). 2. Anak hiperaktif menghasilkan gelombang theta berlebihan. Tetapi tidak cukup menghasilkan gelombang beta. Gelombang theta merupakan gelombang otak pada kisaran frekwensi 4-8 Hz. Yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind). Gelombang theta muncul saat manusia bermimpi dan saat terjadi REM (rapit eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang dan merupakan gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar menyimpan materi yang berasal dari kreativitas yang tertekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psilologis yang di tekan. Semua materi yang berhubungan dengan emosi, baik emosi positif maupun negatif tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosemosi yang negatif yang tidak teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang. Gelombang beta adalah gelombang otak yang frekwensinya paling tinggi. Yaitu berkisar antara 12 sampai 40 Hz. Gelombang beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Kita menggunakan gelombang beta untuk berpikir, berinteraksi, berkonsentrasi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun beta sering menghilang saat manusia menfokuskan pikiran, gelombang beta sangat dibutuhkan agar manusia dapat menyadari sesuatu diluar diri. Bersamaan dengan gelombang otak lainnya gelombang beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa gelombang beta semua kreatifitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci dibawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran. Walaupun gelombang beta

merupakan komponen penting dalam kesadaran diri manusia, namun gelombang beta tidak dapat beroperasi tanpa didukung oleh gelombang otak yang lain. Apabila hal ini terjadi maka seseorang akan dipenuhi rasa kekhawatiran, ketegangan dan proses berpikir yang tidak fokus. Gelombang alfa adalah gelombang otak yang frekwensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta. Yaitu 8-12 Hz (hertz). Gelombang alfa berhubungan dengan kondisi yang rilek dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indera apa yang terjadi dalam pikiran. Gelombang alfa adalah pintu gerbang bawah sadar. Manfaat gelombang alfa adalah sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Untuk meningkatkan konsentrasi anak hiperaktif diperlukan latihan untuk mengurangi gelombang theta dan banyak menghasilkan gelombang beta. ( Steven W. Lee yang dikutip oleh Feni Olivia (2007). 3. Anak hiperaktif memiliki masalah dalam pendengaran. Bisa mendengar tetapi kesulitan mengerti apa yang didengarnya. Karena telinga dan otak tidak bekerja efesien dalam memproses suara. Ada yang kesulitan memilih suara dari banyak sumber suara yang berbeda. Ada yang kesulitan memusatkan pendengaran pada suara tertentu. Misalnya, seharusnya anak mendengar suara guru, tetapi ia malah tertarik pada bunyi es krim di luar ruangan. Akibatnya anak menjadi terganggu oleh suatu hal beberapa saat. Anak menjadi terganggu oleh suara disekitarnya. Memperbaiki jalur pendengaran dengan terapi suara akan memulihkan kapasitas pendengaran (penerimaan suara) sehingga anak akan dapat belajar terfokus dan menangkap suara yang diinginkan langsung ke pusat bahasa di otak. (Wilens TE dalam Widodo (2004). CD ADHD Therapy ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah ADHD pada anak. Jika Anda mencari CD Terapi Musik untuk remaja dan orang dewasa, silakan klik disini.

Alhamdulillah sekarang anak saya lebih fokus sama apa yang dia kerjakan. Dia dulu bandel banget kalau diajak ngomong pasti tidak diperhatikan. Paling mau menang sendiri kalau nggak dituruti langsung teriak-teriak. Tapi sejak saya konsultasi ke psikolog anak dan memakai terapi musik semuanya jadi berubah. Sekarang anak saya lebih nurut dibanding dulu dan lebih menghargai orang lain yang sedang ngomong sama dia. Nayla Shofa, Palangkaraya Kalimantan Tengah. Sekarang anak saya sudah tidak demikian hiperaktif seperti dulu. Ini semua berkat CD Terapi Musik dari www.terapimusik.com. Bagi anda yang sedang memiliki masalah seperti masalah yang saya alami dulu, mungkin ada baiknya mencoba CD Terapi Musik yang merupakan terapi murah dan aman ini. Lia Novita, Surakarta Jawa Tengah.

Kiat Mudah Hadapi Anak ADHD


Go4HealthyLife.com, Jakarta - Attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan hiperaktif dan kurangnya daya konsentrasi biasanya tak hanya berdampak pada anak, tetapi juga terhadap orangtua. Bagaimana tidak, para orangtua yang memiliki anak yang mengalami ADHD pasti dibikin pusing tujuh keliling oleh tingkah laku dan kebiasaan si anak. Tapi sebagai orangtua, hendaknya bersikap hati-hati dan taktis dalam menghadapi anak yang mengalami ADHD. Namun, sebelum mengambil sikap, orangtua juga harus memperhatikan gejala-gejala ADHD pada anak, seperti sulit untuk berkonsentrasi dan memperhatikan, sulit untuk duduk manis atau bermain dengan tenang, dan memiliki sikap yang impulsif. The Nemours Foundation mengatakan bahwa meski belum ada obat untuk mengatasi ADHD, tapi gangguan ini dapat diatasi dengan baik. Berikut beberapa saran untuk menghadapi anak ADHD: Buat jadwal harian di rumah, sehingga anak mudah mengingat dan mengikutinya. Tempelkan jadwal di tempat yang mudah dilihat anak. Tata dan siapkan segala keperluan anak, seperti perlengkapan sekolah, pakaian dan mainan, sehingga si anak mudah menemukannya. Minimalkan distraksi seperti televisi, musik dan komputer ketika anak mencoba menyelesaikan tugasnya. Jangan biarkan anak memiliki terlalu banyak pilihan ketika ia akan memilih makanan, pakaian atau mainan. Berilah instruksi kepada anak dengan singkat, langsung dan jelas. Tetapkan tujuan kepada anak, dan tawarkan hadiah jika anak mampu mencapai tujuan itu. Ambil keistimewaan atau berhenti sejenak jika anak mulai menunjukkan sikap tak pantas. Jangan biasakan menerapkan disiplin dengan cara berteriak atau secara fisik. Bangun kepercayaan diri anak dengan mendorong dan menyokong kemampuan anak yang menjadi keunggulannya.

Masa Depan Anak Hiperaktif Cenderung Lebih Sukses


SEBAGIAN orang menganggap hiperaktivitas atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sebagai tanda-tanda anak nakal. Mereka lalu berpikir ADHD sebagai penyakit. Ada baiknya Anda membuang jauh-jauh pikiran itu. ADHD bukanlah penyakit, tapi sebuah potensi terpendam yang harus diarahkan dengan baik. Hampir semua orang pasti mengenal ilmuwan Albert Einstein. Tapi apakah Anda tahu bahwa ia juga mengalami ADHD? Bahkan ADHD juga dialami Presiden AS John F Kennedy, ilmuwan Thomas Edison, aktor Sylvester Stallone, pebasket Michael Jordan, dan pebisnis Bill Gates. Tapi kasus itu terjadi saat mereka masih kanak-kanak. Thomas Edison misalnya. Ia dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh. Tapi siapa yang menyangka ia kemudian tumbuh menjadi seorang ilmuwan besar di kemudian hari. Bahkan Bill Gates menjadi bos perusahaan teknologi Microsoft. Ia menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan harta mencapai Rp610 triliun. Semasa kecil, mereka bukanlah seorang anak yang bisa diam. Mereka kerap dicap nakal atau bodoh. Padahal mereka memiliki bakat yang sangat luar biasa. Peneliti dari Dublin, Profesor Michael Fitzgerald, mengatakan anak ADHD yang diarahkan dengan baik akan menjadi orang sukses kelak. Omongannya itu bukan omong kosong. Tapi banyak bukti yang membenarkan pernyataan tersebut. Gejala anak hiperaktif biasanya sulit menerima sebuah perintah, sukar memusatkan perhatian, mudah kehilangan barang, dan banyak bicara. Penyebab gejala itu masih diperdebatkan. Sebagian peneliti mengatakan pemicu ADHD akibat makanan. Tapi ada pula peneliti yang mengatakan ADHD terjadi akibat faktor genetis atau keturunan. Apapun pemicunya, Fitzgerald mengatakan ADHD terjadi akibat kondisi otak yang tak dapat memproduksi senyawa kimia untuk mengorganisasikan pikiran. Tak heran bila anak-anak yang terlalu aktif terkesan tak terencana. Mendidik anak dengan gejala itu memang tak mudah. Pendidikannya perlu diserta dengan kesabaran ketika melihat anak yang nyaris tak bisa diam. Ada dua cara mengatasi anak hiperaktif, yaitu medis dan non medis. Penanganan dengan medis biasanya menggunakan obat-obatan yang sesuai hasil diagnosa dokter maupun psikolog. Sedangkan penanganan secara non medis menggunakan cara alternatif tanpa obat. Biasanya anak hiperaktif menjalani pendidikan khusus, terapi perilaku, dan psikoterapi yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Tapi keluarga harus berhati-hari mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus itu. Suasana belajar dan lingkungan sekolah harus membuatnya nyaman. Keluarga juga dapat mengikutkan kegiatan positif untuk meningkatkan kedisiplinan anak, seperti bela diri, balet, berenang, atau bermain bola basket. Kegiatan seperti itulah yang membuat Michael Jordan dan perenang dunia Michael Phelps meraih prestasi gemilang.(RRN)

Terapi penanganan anak ADHD


1. Terapi Farmakologi Rencana pengobatan harus dibuat secara individual, tergantung gejala dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi lain memberi hasil paling baik. Pengobatan diberikan bila gejala impulsivitas, agresivitas, dan hiperaktivitas cukup berat sehingga menyebabkan gangguan di sekolah, di rumah, atau hubungan dengan teman. Pengobatan bertujuan menghilangkan gejala dan sangat memudahkan terapi psikologis. Lamanya pengobatan tergantung ada atau tidaknya gejala yang ingin dihilangkan. 2. Terapi Perilaku Terapi psikososial/perilaku, seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosis ADHD belum pasti, atau keluarga memilih terapi ini. Namun, untuk jangka panjangnya, terapi perilaku saja tidak cukup dalam menangani ADHD 3. Terapi Kombinasi Inilah terapi yang diyakini terbaik karena dibarengi dengan makan obat, sedangkan terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak. Cara terbaik adalah bekerja sama dengan seorang terapis berpengalaman dalam masalah perilaku, lalu rajin berkonsultasi dengan dokter yang fokus menangani anak ADHD untuk memonitor perkembangan anak. Terapi perilaku bermanfaat membentuk self control pada anak sehingga bila sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi. Rencana pengobatan harus dibuat secara individual, tergantung gejala dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi lain memberi hasil paling baik. Pengobatan diberikan bila gejala impulsivitas, agresivitas, dan hiperaktivitas cukup berat sehingga menyebabkan gangguan di sekolah, di rumah, atau hubungan dengan teman. Pengobatan bertujuan menghilangkan gejala dan sangat memudahkan terapi psikologis. Lamanya pengobatan tergantung ada atau tidaknya gejala yang ingin dihilangkan. 2. Terapi Perilaku Terapi psikososial/perilaku, seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosis ADHD belum pasti,

atau keluarga memilih terapi ini. Namun, untuk jangka panjangnya, terapi perilaku saja tidak cukup dalam menangani ADHD 3. Terapi Kombinasi Inilah terapi yang diyakini terbaik karena dibarengi dengan makan obat, sedangkan terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak. Cara terbaik adalah bekerja sama dengan seorang terapis berpengalaman dalam masalah perilaku, lalu rajin berkonsultasi dengan dokter yang fokus menangani anak ADHD untuk memonitor perkembangan anak. Terapi perilaku bermanfaat membentuk self control pada anak sehingga bila sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi.

Nutrisi Untuk Anak Hiperaktif


ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) merupakan gangguan pada perkembangan anak berupa kurangnya konsentrasi dan ditandai oleh perilaku yang agresif dan tidak bisa diam. Penderita ADHD biasanya didiagnosa pada waktu sebelum masuk sekolah atau pada awal masuk sekolah. Dewasa ini, anak ADHD semakin banyak. Sekarang prevalensi anak ADHD di Indonesia meningkat menjadi sekitar 5% yang berarti 1 dari 20 anak menderita ADHD. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik ataupun pengaruh lingkungan yang lain, seperti pengaruh alkohol pada kehamilan, kekurangan omega 3, alergi terhadap suatu makanan, dll. Pada anak ADHD terjadi gangguan yang mempengaruhi beberapa bagian dari otak, yaitu:

Lobus Frontal Bagian lobus frontal membantu kita untuk memfokuskan konsentrasi, membuat keputusan yang baik, mempersiapkan rencana, belajar dan mengingat apa yang telah dipelajari, dan menyesuaikan diri dengan situasi. Mekanisme inhibitor dari cortex Mekanisme ini berfungsi untuk mencegah kita berperilaku hiperaktif dan bertindak semaunya serta mengendalikan emosi. Sistem limbik Merupakan dasar dari emosi. Sistem limbik yang normal akan menghasilkan emosi yang normal, tingkat energi yang normal, waktu tidur yang normal dan kemampuan untuk mengatasi stress yang normal. Gangguan pada sistem limbik akan berpengaruh terhadap keadaan-keadaan tersebut. Sistem aktivasi retikular Sistem ini berfungsi untuk menerima dan menyaring data yang masuk dari semua pancaindera dan bagian otak lainnya. Gangguan yang ada pada bagian-bagian otak tersebut akhirnya turut mengganggu fungsi, kualitas, dan kemampuan bagian otak itu sendiri.

Permasalahan yang ada sekarang adalah bagaimana menangani anak ADHD ini? Walaupun sekarang telah terdapat obat yang digunakan dalam terapi anak ADHD untuk menangani gejala-gejala dalam gangguan ini, namun penggunaan untuk jangka panjang masih belum diketahui kerugian maupun efektivitasnya. Sekarang nutrisi bagi anak ADHD juga turut diperhatikan sebagai salah satu bentuk terapi yang digunakan untuk menangani kondisi anak dengan ADHD. Bagaimana nutrisi yang dianggap tepat untuk anak ADHD?

Rendah karbohidrat dan tinggi protein Untuk makan pagi 6o% 70% protein dan 30% 40% karbohidrat, makan siang dan makan malam 50% protein dan 50% karbohidrat. Karbohidrat yang

dikonsumsi juga yang merupakan karbohidrat kompleks sehingga tidak mudah diubah menjadi gula, seperti whole wheat, kacang-kacangan, dll. Menghindari bahan-bahan yang membuat alergi pada anak ADHD karena anak ADHD sangat sensitif sehingga mudah terjadi alergi yang bermanifestasi dalam bentuk batuk, influenza karena alergi, dll. Bahan-bahan yang harus dihindari seperti MSG, pewarna, pengawet, juga susu, tepung, kedelai, jagung, telur, kacang, dll. Rendah gula Hindari makanan-makanan yang banyak mengandung gula seperti donat, permen, soft drinks, es krim, dan cokelat. Setiap sendok gula yang berkurang sangat berguna. Gula menyebabkan usus halus menjadi permeabel terhadap alergen. Tingginya kadar gula dalam tubuh juga akan mengakibatkan kadar insulin tinggi. Kadar insulin yang tinggi akan mengakibatkan emosi yang labil sehingga dapat memperparah keadaan anak ADHD. Makan banyak sayuran dan buah Minum banyak air 80% otak terdiri dari air sehingga dengan meningkatkan konsumsi air menjadi 7-8 gelas perhari akan baik untuk otak. Teh, susu, juice tidak termasuk air, jadi hanya air yang dianggap air. Menghindari makanan yang mengandung salisilat seperti : kacang almond, plum, prune, apel dan cuka apel, raspberrie, apricot, anggur dan cuka dari anggur, strawberry, blackberry, teh, ceri, nectarine, tomat, jeruk, timun dan acar, peach, wine dan cuka dari wine. Salisilat dapat menghambat kerja enzim dalam otak yang berfungsi untuk mengurangi kesensitifan otak terhadap reaksi alergi. Mengkonsumsi suplemen seperti vitamin B, zinc, chromium, tembaga, besi, magnesium, kalsium, amino acid chelates dan flavenoids. Pada anak ADHD sering terdapat defisiensi zat-zat tersebut karena pengeluaran zat tersebut dari urine secara berlebihan. Menghindari paparan logam berat seperti tambalan gigi dari amalgam, kawat gigi dari nikel, dll. Kafein dapat digunakan sebagai stimulant susunan saraf pusat yang mempunyai efek vasodilator yang dibutuhkan oleh otak karena pada anak ADHD terjadi kekurangan aliran darah ke bagian-bagian otak.

Pengaturan nutrisi ini bermanfaat sebagai salah satu cara yang digunakan untuk mengendalikan gejala-gejala pada anak ADHD. Selain tidak berbahaya, pengaturan nutrisi ini aman digunakan dalam jangka panjang. Sumber: www.depkes.go.id/index.php www.findarticles.com/p/articles www.newideas.net/adhd/adhd-diet