Вы находитесь на странице: 1из 7

Apa saja tugas teller BANK

Written By Admin 2012/08/16 | Kamis, Agustus 16, 2012


Teller adalah petugas bank yang menangani penerimaan maupun pembayaran transaksi uang tunai maupun non tunai yang dilakukan oleh nasabah. Sebelum memproses seorang teller harus melakukan verivikasi untuk memastikan kelengkapan, keabsahan dan ketepatan atas Cek atau Bilyet Giro ( BG ). Teller mempunyai tangggung jawab yang besar atas uang tunai dan transaksi yang ia proses. Selain itu, Teller juga bertanggung jawab atas pengamanan peralatan-peralatan kerja di posisi counternya masing-masing. Dalam menunjang pekerjaannya, teller harus memiliki peralatan peralatan kerja, diantaranya adalah : 1.Komputer . 2.Money detector, alat deteksi ultra violet, dan kaca pembesar untuk melakukkan validasi atas keaslian mata uang. 3.Kotak uang (tellers box) yang hanya dapat dibuka dengan menggunakan kunci pengaman yang setiap saat selalu berada dalam penguasaan teller yang bersangkutan. 4.Mesin penghitung uang untuk menghitung lembar uang kertas atau logam. 5.Mesin hitung yang dilengkapi kertas bukti (tell-strook). Macam-macam transaksi yang dapat dilakaukan oleh teller, yaitu: 1.Penerimaan dan pembayaran uang tunai untuk dan dari rekening nasabah. 2.Setoran kliring, inkaso, pemindahbukuan dan Penerimaaan permohonan kiriman uang. 3.Penjualan dan pembelian valuta asing. Seorang teller harus dapat menghitung uang dengan cepat. Karena itu dalam menghitung biasanya mereka menggunakan minimal dua jari. Mereka pun harus bersikap ramah, selalu tersenyum dan bersifat informatif kepada nasabah. source: http://portofoliolilis86-liez.blogspot.com/2010/01/teller.html

URAIAN KERJA TELLER BANK BCA

Written By Admin 2012/07/23 | Senin, Juli 23, 2012


TELLER BANK BCA Bank BCA (Bank Central Asia) adalah salah satu bank yang mempunyai produktivitas yang sangat baik. Banyaknya persaingan dalam dunia perbankan menyebabkan perusahaan perbankan harus memutar kreatifitas mereka agar mampu bersaing dengan perbankan lainnya.

Bank BCA adalah bank yang memiliki pengrekrutan karyawan yang memiliki nilai sangat baik, terutama dibagian perkantoran maupun pemasaran. Apakah kalian tahu Pengertian Teller itu apa? mungkin dari 60% dari 100% orang sudah mengetahui tentang pengertian tersebut. Baik sekarang saya akan jelaskan pengertian teller yang saya uraikan dari sumber buku perbankan dari DR. Malayu menjelaskan teller adalah Petugas yang dapat bekerja cepat, tepat, jujur, dan ramah serta mampu bekerja, sekalipun dibawah tekanan yang berat karena teller adalah garis depan bank yang sering dinilai sebagai standar profesional dan sikap teller mencerminkan bank tersebut. Uraian pekerjaan Teller Pada prinsipnya uraian pekerjaan semua jenis teller itu sama. Bedanya hanya terlentak pada besarnya wewenang yang dimilikinya. Uraian pekerjaan teller sebagai berikut: 1. Teller pada pagi hari menerima uang tunai dari kuasa kas setelah menandatangani tanda terimanya. 2. Teller harus menerima setoran tunai dan menandatangani setorannya. 3. Teller berhak membayar tunai, pencairan uang giral (cek, wesel L/C dan lain-lain) 4. Teller wajib menghitung, menyortir dan mengikat rapi semua saldo uang tunai setelah kas ditutup untuk umum. 5. Teller harus menyetorkan saldo uang tunai kepada kuasa kas, serekah menghitungnya dengan benar dan kuasa kas harus menandatangani tanda terimanya. 6. Teller bank berhak meminta peralatan yang diperlukan demi kelancaran tugas dan kuasa tugasnya. 7. Teller harus melaksanakan semua tugas dan mempertanggungjawabkan kepada kuasa kas. 8. Teller dengan persetujuan kuasa kas atau pimpinan bank melaksanakan penyetoran dan penarikan uang tunai dari dan kepada bank indonesia. 9. Teller harus menerima setoran dari dan atau pembayaran kepada nasabah bank. 10. Teller harus mengelola, mengadministrasi, mempertanggungjawabkan dan menjaga semua uang tunai yang ada dalam kekuasaannya dengan baik. Itu sedikit urain mengenai tugas teller bank BCA.

Pengertian Bank

Written By Admin 2011/03/23 | Rabu, Maret 23, 2011 Pengertian Bank


Bank dimaksudkan adalah badan usaha yang memiliki fungsi dan wewenang untuk menghimpun dana masyarakat umum dan untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana. Berikut jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi atau pengertian masingmasing bank. Jenis-Jenis Bank : 1. Bank Sentral Bank sentral dimaksudkan memiliki tugas untuk mengatur; peredaran uang, pengerahan danadana, perbankan, perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan atau penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia. 2. Bank Umum Bank umum merupakan lembaga keuangan yang menawarkan berbagai layanan produk & jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing atau valas, jasa giro, menjual jasa asuransi, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya. 3. Bank Perkreditan Rakyat / BPR Bank perkreditan rakyat dimaksudkan adalah bank memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kredit pinjaman dengan jumlahnya yang terbatas, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, menerima simpanan masyarakat umum, penempatan dana dalam sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat atau surat berharga, tabungan, dan lain-lain.

APA

YANG

DIMAKSUD

DENGAN

TABUNGAN?

Tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki. Tabungan yang dimiliki oleh bank-bank dewasa kini berbeda dengan Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) beberapa tahun yang lampau. Produk Tabungan yang sekarang dijual oleh bank-bank memiliki suku bunga yang relatif cukup tinggi sebagai cerminan dari adanya persaingan ketat dalam mengumpulkan dana masyarakat.

Tabungan merupakan hutang bank kepada masyarakat, dalam hal ini pemilik tabungan dan dikelompokkan kedalam hutang jangka pendek dalam neraca. Tidak adanya batasan jangka waktu tabungan dan penarikan yang dapat dilakukan sewaktu-waktu menyebabkan tabungan harus digolongkan ke dalam hutang jangka pendek.

Setiap bank memiliki jenis Tabungan yang berbeda -beda. Perhitungan suku bunga, pemberian hadiah, tata cara penyetoran dan penarikannya juga berbeda bagi setiap bank. Produk Tabungan ini dapat dijadikan alat promosi bagi yang menawarkannya. Promosi dapat disalurkan dalam bentuk suku bunga, hadiah yang menarik, kemudahan fasilitas dan lain sebagainya. BELAJAR AKUNTANSI PERBANKAN Akuntansi perbankan itu tidak jauh berbeda dengan akuntansi secara umum. Hanya saja dalam akuntansi perbankan itu lebih spesifik ketimbang akuntansi secara umum. Apa saja yang anda perlu pelajari di akuntansi perbankan itu adalah

akuntansi kliring akuntansi sumber dana akuntansi penanaman dana bank akuntansi jasa bank akuntansi komitmen dan kontinjensi akuntansi pendapatan dan biaya

Sedangkan dalam proses akuntansi bank itu sama dengan proses akuntansi secara umum, seperti:

jurnal umum buku besar neraca saldo penyesuaian laba-rugi neraca laporan perubahan posisi keuangan penutupan buku.

Semua penjelasan diatas hanya saya rangkum, mengenai tentang mempelajari akuntansi perbankan dan prosesnya akan saya update secepatnya.. terima kasih... BELAJAR AKUNTANSI PERBANKAN

Akuntansi perbankan itu tidak jauh berbeda dengan akuntansi secara umum. Hanya saja dalam akuntansi perbankan itu lebih spesifik ketimbang akuntansi secara umum. Apa saja yang anda perlu pelajari di akuntansi perbankan itu adalah

akuntansi kliring akuntansi sumber dana akuntansi penanaman dana bank akuntansi jasa bank akuntansi komitmen dan kontinjensi akuntansi pendapatan dan biaya

Sedangkan dalam proses akuntansi bank itu sama dengan proses akuntansi secara umum, seperti:

jurnal umum buku besar neraca saldo penyesuaian laba-rugi neraca laporan perubahan posisi keuangan penutupan buku.

Semua penjelasan diatas hanya saya rangkum, mengenai tentang mempelajari akuntansi perbankan dan prosesnya akan saya update secepatnya.. terima kasih...

Pembukaan dan Penyetoran

Written By Admin 2011/03/28 | Senin, Maret 28, 2011


PEMBUKAAN DAN PENYETORAN BANK Pembukaan rekening tabungan lazimnya jauh lebih sederhana dari proses pembukaan rekening giro. Nasabah hanya diminta untuk mengisi formulir pembukaan tabungan yang memuat data pribadi calon nasabah, kemudian nasabah diberikan sebuah passbook, untuk mencatat segala transaksi yang menyangkut rekeningnya. Lazimnya penyetoran pertama dilakukan cabang dimana si nasabah membuka rekening. Sebagai contoh :

Pada tanggal 04 Agustus 1992, Tn. E hendak membuka tabungan di Bank Omega - Jakarta. Setoran pertamanya sebesar Rp. 1.500.000;- tunai. Bunga ditetapkan secara floating yang mana disesuaikan pada suku bunga yang berlaku dan dihitung atas dasar lamanya tabungan mengendap. Pada waktu penyetoran pertama suku bunga sebesar 20 % setahun. Atas dasar suku bunga ini akan diperhitungkan bunga tabungan untuk Tn. E, hingga suku bunga Bank Omega berubah. Pada saat penyetoran tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagi berikut : D : Kas ... Rp. 1.500.000

K : tabungan - Rekening Tn. E Rp. 1.500.000 Apabila pada tanggal 20 Agustus 1992, Tn. E kembali menyetor dengan menyerahkan selembar cek Rp. 4.600.000 dari Tn. F, nasabah Bank Omega Jakarta, untuk keuntungan rekening tabungannya. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer masuk dari seorang rekannya di Surabaya melalui bank Omega - Surabaya sebesar Rp. 7.230.000;- untuk keuntungan rekening tabungannya. Oleh Bank Omega - Jakarta akan dicatat sebagai berikut : D D K : Giro - Rekening Tn. F Rp. : RAK Cabang Surabaya. Rp. 4.600.000 7.230.000

: Tabungan - Rekening Tn. E. Rp. 11.830.000

Penyetoran antar Cabang Seorang nasabah dapat saja melakukan penyetoran untuk keuntungan rekeningnya di cabang lain. Dalam transaksi seperti ini, akan tercipta adanya hubungan antar cabang antara cabang penerima setoran dan cabang penerbit rekening tabungan. Untuk transaksi antar cabang ini, issue yang timbul adalah masalah keamanan transaksi yang erat kaitannya dengan sistem proses pembukuan atau akuntansi pada bank yang bersangkutan. Bagi bank yang pengoperasiannya dilakukan dengan media komputer dan dapat berhubungan langsung antara cabang on-line processing), issue keamanan transaksi tidak begitu besar dibanding dengan bank yang pengoperasiannya secara masih manual atau belum beroperasi secara on-line. Bank memproses transaksi secara on-line dengan cabang-cabang lainnya, akan tercipta hubungan antara kantor yang diproses dengan sebuah komputer pusat (host komputer). Hubungan ini nantinya akan terlihat dalam neraca harian setiap cabang. Pemberian kode transaksi seperti ini akan dilakukan dengan komputer dan penomorannya harus unik. Bank memproses transaksi secara off-line dengan cabang-cabang lainnya, perlu menciptakan sistem pengkodean transaksi. Karena transaksi penyetoran antar cabang tidak dapat langsung mengkredit rekening nasabah tabungan di cabang penerbit, bank harus menciptakan sistem

internal control yang unik dan efektif. Lazimnya, internal control tersebut dengan cara langsung mencetak transaksi penyetoran dengan penomoran kode khusus pada passbook nasabah. Atas dasar kode transaksi ini akan diuji kebenarannya oleh cabang lain dimana si nasabah hendak melakukan transaksi lainnya, khususnya penarikan. Dengan demikian, apabila ada transaksi penyetoran dan penarikan antar cabang yang dilakukan dengan hari yang sama, maka alat kontrol yang dijadikan dasar pengesahan adalah pencatatan data transaksi dalam passbook. Proses transaksi hubungan antar cabang secara on-line dapat dilukiskan sebagai berikut :

Sebagai contoh, apabila Tn. E, melakukan penyetoran tunai tanggal 24 Agustus pada Bank Omega cabang Surabaya sebesar Rp. 1.000.000; - oleh Bank Omega cabang Jakarta, selaku cabang penerbit, akan dibukukan sebagai berikut : D : Rekening Antar Kantor -Cabang SurabayaRp. 1.000.000

K : Tabungan - Rekening Tn. E. Rp. 1.000.000 Sumber : pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../93005-4-651793309310.doc