Вы находитесь на странице: 1из 14

Tes Satu Sampel Kolmogorov Smirnov

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Fungsi
Tes ini menetapkan apakah skor-skor dalam sampel (observasi) dapat secara masuk akal dianggap berasal dari suatu populasi dengan distribusi teoretis tertentu. Tes ini mencakup penghitungan distribusi frekuensi kumulatif yang akan terjadi di bawah distribusi teoretisnya, serta membandingkan distribusi frekuensi itu dengan distribusi frekuensi kumulatif hasil observasi. Distribusi teoretis diharapkan di bawah H0.

Prosedur
1. Tetapkan fungsi kumulatif teoretisnya, yakni distribusi kumulatif yang diharapkan di bawah H0. 2. Aturlah skor-skor yang diobservasi dalam suatu distribusi kumulatif dengan memasangkan setiap interval SN(X) dengan interval F0(X) yang sebanding. F0(X) = suatu fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang sepenuhnya ditentukan, yakni distribusi kumulatif teoretis di bawah H0. SN(X) = distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi dari suatu sampel random dengan N observasi.

Prosedur
3. Untuk tiap-tiap jenjang pada distribusi kumulatif, kurangilah F0(X) dengan SN(X). 4. Tentukan D = maksimum | F0(X) SN(X) | 5. Lihatlah tabel E untuk menentukan kemungkinan (dua sisi) yang dikaitkan dengan munculnya harga-harga sebesar harga D observasi di bawah H0. Jika p , H0 ditolak.

Contoh
Seorang peneliti ingin menguatkan pendapat bahwa orangorang Negro Amerika memiliki kecenderungan menyukai warna kulit menurut gelap terangnya. Untuk menguji seberapa sistematisnya kecenderungan kesukaan tingkat2 warna kulit itu, peneliti melakukan pemotretan satu per satu atas 10 orang negro. Fotografer memrosesnya sedemikian rupa sehingga dari setiap subyek yang sama didapatkan 5 cetakan yang satu dengan yang lain sedikit berbeda dalam hal gelap terangnya. Kelima lembar foto dengan subyek yang sama itu diurutkan dari yang paling gelap (tingkat 1) hingga paling terang (tingkat 5).

Contoh Lanjutan
Selanjutnya setiap subyek diminta memilih di antara kelima foto wajahnya sendiri itu. Jika gelap terangnya warna wajah mereka tidak penting, maka kelima lembar foto itu akan dipilih sama seringnya, dengan perbedaanperbedaan random saja. Jika gelap terangnya kulit memang penting bagi mereka, maka orang-orang itu secara konsisten akan lebih menyukai salah satu dari tingkat-tingkat yang ekstrim.

Solusi
Hipotesis: H0 : tidak terdapat banyak perbedaan pilihan yang diharapkan untuk masing-masing dari kelima tingkatan, dan setiap perbedaan yang terobservasi hanyalah variasi yang kebetulan semata-mata yang dapat diharapkan terjadi dalam suatu sampel random dari populasi di mana f1=f2==f5 H1 : Frekuensi tidak semuanya sama Statistik uji: Tes satu sampel kolmogorov smirnov karena ingin membandingkan distribusi skor yang diobservasi dengan satu distibusi teoretis

Solusi
Tingkat signifikansi: digunakan taraf signifikansi = 0,01.Banyaknya orang negro yang berindeks sebagai subyek penelitian, N=10. Tabel E D = maks | F0(X) SN(X) | untuk = 0,01 dan N=10 adalah 0,490 Daerah penolakan: H0 ditolak apabila D-hitung > 0,490 H0 gagal ditolak apabila D-hitung 0,490

Solusi
Nilai D-hitung
Tingkatan gelap terang 1 2 1 2/5 1/10 3/10 3 0 3/5 1/10 5/10 4 5 4/5 6/10 2/10
Nilai D maksimum

5 4 5/5 10/10 0

f F0(X) S10(X) F0(X) - S10(X)


Keputusan:

0 1/5 0/10 2/10

Oleh karena D-hitung lebih besar dari D-tabel (0,5>0,490), maka H0 ditolak, dan disimpulkan bahwa subyek-subyek penelitian menunjukkan preferensi yang nyata dalam hal gelap terangnya warna kulit.

Latihan 1
Data mengenai durasi pemogokan sejak 1965 di UK dikumpulkan, dianalisis, dan prediksi dibuat dengan menggunakan suatu model matematika. Tabel berikut adalah distribusi frekuensi kumulatif dari N=840 durasi pemogokan. Apakah distribusi durasi pemogokan mengikuti prediksi dari model matematika. Gunakan taraf signifikansi 5%.

Latihan 2
Data berikut menunjukkan jumlah pemakaian jasa telepon di kantor pusat telepon suatu kota. Pengamatan dilakukan sebanyak 3754 waktu yang berbeda. Dengan tes kolmogorov smirnov, ujilah hipotesis bahwa data tersebut tersusun dari random sampel yang berasal dari suatu populasi Poisson dengan mean sama dengan 10,5. Gunakan taraf signifikansi 0,01.

Latihan 2
Jumlah pemakaian jasa telepon 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Frekuensi pengamatan 0 5 14 24 57 111 197 278 378 418 461 433 Jumlah pemakaian jasa telepon 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Frekuensi pengamatan 413 358 219 145 109 57 43 16 7 8 3

Uji Liliefors
Uji Liliefors tidak jauh berbeda dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Bila pada uji KolmogorovSmirnov, nilai SN(X) berdasarkan pada observasi data asli yang disesuaikan namun pada uji liliefors nilai SN(X) diperoleh dari sampel yang dinormalkan.

Latihan
2 digit terakhir no telp diambil secara acak dari buku telepon sebanyak 50 angka. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut 23 23 24 27 29 31 32 33 33 35 36 37 40 42 43 43 44 45 48 48 54 54 56 57 57 58 58 58 58 59 61 61 62 63 64 65 66 68 68 70 73 73 74 75 77 81 87 89 93 97

Dengan = 0,05, dapatkah kita mengatakan bahwa data di atas berdistribusi normal?