Вы находитесь на странице: 1из 53

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

PENANGANAN GAWAT DARURAT PADA BALITA DAN PERAWATANNYA DI RUMAH Sebagian besar negara didunia mengalami epidemi trauma tetapi peningkatan jumlah yang tinggi terjadi di negara yang sedang berkembang. Penambahan jalan raya dan penggunaan kendaraan bermotor menyebabkan laju jumlah korban dan kematian korban trauma. Banyak fasilitas kesehatan di perifer tidak mampu menangani banyak korban sekaligus dari kecelakaan yang melibatkan bis

penumpang atau bencana lainnya. Luka bakar yang berat juga banyak dijumpai didaerah kota maupun diluarnya.1,2 Pentingnya Primary Trauma Care untuk dipahami oleh masyarakat awam di rumah karena: 1.Jauhnya jarak yang harus ditempuh korban untuk mencapai rumah sakit dengan fasilitasi medik yang memadai. 2.Lamanya waktu yang dibutuhkan korban untuk mencapai rumah sakit. 3. Tidak adanya peralatan canggih dan penyediaan obat-obat yang penting. 4.Tidak adanya tenaga kesehatan terdidik untuk menjalankan alat medik dan merawatnya. 1,2 Setiap anak yang sehat sekalipun dapat jatuh sakit maupun terluka. Pada beberapa keadaan, orang tua dapat langsung memutuskan untuk membawa, anak ke Instalasi Gawat Darurat atau klinik 24 jam pada Rumah Sakit terdekat. Sedangkan pada keadaan yang lain seperti yang disebutkan di atas, orang tua dapat dihadapkan pada kesulitan untuk mengetahui apakah kecelakaan atau penyakit yang dialami

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

membutuhkan perawatan oleh tenaga ahli, atau sebaliknya cukup dilakukan perawatan di rumah. 1,2 Setiap masalah tentunya memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Namun, ketika anak di hadapkan dengan masalah kesehatan, dibawah diberikan beberapa pilihan dalam penanganan kondisi kesehatan : 1.Penanganan di rumah (Home Care). Banyak kecelakaan kecil dan beberapa penyakit, misalnya tersayat pisau, lebam, batuk, demam, luka akibat garukan, dapat ditangani cukup dengan perawatan di rumah, dan jika diperlukan dapat ditambah dengan obat bebas (over-thecounter). 2.Hubungi dokter keluarga. Jika Anda tidak yakin dengan tindakan yang dibutuhkan oleh anak, dokter keluarga atau perawat yang bekerja pada pusat pelayanan kesehatan dapat membantu untuk memutuskan langkah apa yang harus ambil dan lakukan. 3.Kunjungi klinik 24 jam. Klinik 24 jam dapat menjadi pilihan pada kondisi akut, terutama pada malam hari maupun pada akhir pekan, ataupun keadaan ketika dokter praktik tidak berada di tempat. Pada negara berkembang, fasilitas seperti ini dilengkapi dengan alat pemeriksaan penunjang, seperti rontgen (XRays), dan penanganan untuk luka yang membutuhkan tindakan seperti jahit luka. 4.Kunjungi Instalasi Gawat Darurat RS terdekat. IGD, dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang bersifat serius, seperti perdarahan hebat, trauma kepala, kejang, radang pada selaput otak (Meningitis), sesak napas, dehidrasi, dan infeksi bakteri yang berat. 5.Hubungi ambulance. Beberapa keadaan membutuhkan penanganan tenaga kesehatan profesional dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Misalnya, jika anak mengalami kecelakaan lalu lintas, mengalami trauma atau masalah pada bagian leher atau kepala, membutuhkan penanganan yang serius dan hati-hati; dan jika mengalami perburukan, segera hubungi pelayanan ambulance terdekat. 1,2,3 Berikan penanganan situasi berbahaya kepada petugas gawat darurat yang telah mendapatkan pelatihan dan peralatan khusus untuk mengatasi situasi tersebut. Mengambil tindakan yang beresiko terhadap daerah berbahaya dapat menambah jumlah korban, sehingga menunggu petugas gawat darurat tiba adalah tindakan yang paling tepat. 1,3 Sebagai orang tua terkadang sulit untuk melakukan keputusan ini. Orang tua tidak mau terburu-buru ke IGD jika bukan suatu gawat darurat, namun juga tidak mau terlambat mendapat pertolongan medis jika anak membutuhkan tindakan segera. Dengan pertumbuhan anak dan kejadian (sakit) yang muncul orang tua akan belajar mempercayai penilaian anda mengenai gawat darurat.1 Terdapat cara lain untuk menghindari bahaya atau menghindari terjadinya korban jiwa dari daerah berbahaya. Sebagai contoh, dengan membersihkan pecahan kaca pada tempat kecelakaan kendaraan bermotor atau memutus aliran listrik pada panel listrik utama apabila terjadi kecelakaan listrik.1 Aturan umum yang berlaku adalah anda jangan memindahkan korban kecuali terdapat bahaya yang tidak dapat anda hindari di sekitarnya, contoh api atau asap

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

beracun. Menggerakkan korban, terutama korban yang tidak sadarkan diri sangat sulit dan sebaiknya diberikan ke petugas ambulance yang telah terlatih dan memiliki peralatan yang lengkap untuk membantu korban. Jika harus menggerakkan korban sebelum ambulance tiba, perlindungan khusus harus dilakukan dan perlakuan terlatih harus dilakukan. 1 Periksa respon yang diberikan oleh korban dengan menyentuh pundak korban dan bertanya dengan suara yang keras Apakah anda baik baik saja ?. Hal ini dikenal dengan metode Sentuh & Bicara. Anda tidak perlu menggoyangkan korban untuk mendapatkan respon, hanya dengan meletakkan tangan anda pada pundaknya dan berbicara dengan keras adalah cara yang paling efektif dan dapat membangunkan seseorang yang tertidur, atau memicu reaksi seseorang yang mabuk atau sakit. Korban yang tidak memberikan reaksi dapat disimpulkan tidak sadar.1

Ada tiga macam tingkat kesadaran; Sadar penuh korban mau mendengarkan, terjaga dan sadar akan waktu dan tempat dia berada. atau bingung. Setengah sadar korban mengantuk

Tidak sadar korban tidak memberikan respon.1

Jika korban merespon dengan menjawab pertanyaan dan kelihatan sadar, biarkan dia dalam posisi yang aman (tidak dalam posisi menambah cideranya). Periksa kondisi korban dan minta bantuan jika diperlukan. Kirim seseorang untuk meminta pertolongan. Jika sendiri, tinggalkan korban dan meminta pertolongan.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Periksa dan hitung tanda

tanda vital secara teratur, jika korban korban tidak

merespon. Berteriak meminta pertolongan Periksa aliran udara.1,2,3 Tubuh manusia dapat bertahan dalam beberapa minggu tanpa makanan dan beberapa hari tanpa air. Tapi tubuh kita tidak dapat bertahan jika tanpa Oksigen. Dalam penanganan gawat darurat, kecepatan dan kualitas pertolongan sangat di butuhkan untuk mencapai keberhasilan dan dalam penyelamatan. Untuk itu di dunia international sudah menetapkan rumusan dalam menangani Penderita Gawat Darurat, yaitu : ABCDE (Air Way, Breathing and Ventilation, Circulation, Disability, Exposure). Airway ditempatkan pada urutan pertama karena masalah airway akan mematikan paling cepat.3,4

A.

AIRWAY Gangguan airway dapat timbul secara total & mendadak tetapi sebaliknya bisa

secara bertahap dan pelan-pelan. Takhipnea merupakan tanda awal yang samar-samar akan adanya gangguan terhadap airway. Adanya ketakutan & gelisah merupakan tanda hipoksia oleh karena itu harus selalu secara berulang-ulang kita nilai airway ini terutama pada penderita yang tidak sadar. Penderita dengan gangguan kesadaran oleh karena cidera kepala obat-obatan atau alkohol, cedera toraks, aspirasi material muntah atau tersedak mungkin sekali terjadi gangguan airway. Disini diperlukan intubasi endotrakheal yang bertujuan :4

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

1. 2. 3. 4.

Membuka airway Memberikan tambahan oksigen Menunjang ventilasi Mencegah aspirasi

Penanganan sumbatan airway karena pangkal lidah pada penderita dengan kemungkinan patah tulang leher dapat dilakukan secara manual dengan tindakan chin lift dan jaw thrust. Tanda-tanda Obyektif Sumbata Airway 1. Look Terlihat pasien gelisah dan perubahan kesadaran. Ini merupakan gejala adanya hipoksia dan hipercarbia. Pasien terlihat cyanosis terutama pada kulit sekitar mulut, ujung jari kuku. Juga terlihat adanya kontraksi dari otot pernafasan tambahan.1,2,4 2. Listen Disini kita dengarkan apakah ada suara seperti orang ngorok, kumur-kumur, bersiul, yang mungkin berhubungan dengan adanya sumbatan partial pada farink/larink. 1,2,4 3. Feel

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Kita bisa rasakan bila ada sumbatan udara terutama pada saat ekspirasi bila kedudukan trackhea di linea media. 1,2,4

Gambar 1. Cara evaluasi obyektif sumbata airway

Pengenalan adanya gangguan jalan nafas & ventilasi harus bisa dilakukan secara cepat & tepat. Bila memang ada harus secepatnya gangguan jalan nafas dan ventilasi ini untuk segera diatasi. Hal penting ini untuk menjamin oksigenasi ke jaringan. Haruslah diingat setiap tindakan untuk menjamin airway yang baik harus selalu dengan penekanan untuk selalu menjaga cervical spine terutama pada penderita dengan trauma dan cedera di atas clavikula. Pada setiap penderita dengan gangguan saluran nafas, harus selalu secara cepat diketahui apakah ada benda asing, cairan isi lambung, darah di saluran nafas bagian atas. Kalau ada harus segera dicoba untuk dikeluarkan bisa dengan jari, suction. Suatu saat bila dilapangan ada penderita dengan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

sumbatan jalan nafas misal tersedak makanan abdominal trust akan sangat berguna.
1,2,4

Teknik-teknik Mempertahankan Airway : Pada penderita dengan kehilangan kesadaran mungkin sekali lidah akan jatuh ke belakang dan menutupi hipofarink dan menimbulkan sumbatan jalan nafas. Ini bisa ditolong dengan jalan :4,5,6 a. Chin lift Tindakan chin lift dilakukan dengan cara jari jemari salah satu tangan diletakan dibawah rahang, kemudian secara hati-hati diangkat keatas arah depan. Ibu jari tangan yang sama, dengan ringan menekan bibir bawah untuk membuka mulut. Ibu jari dapat juga diletakan dibelakang gigi seri bawah dan secara bersamaan mengangkat dagu dengan hati-hati. Manuver chin lift tidak boleh menyebabkan hiperekstensi leher, terutama pada penderita trauma dengan kemungkinan mengalami patah tulang leher yang ditandai dengan: 1. Adanya jejas atau perlukaan diatas klavikula. 2.Adanya trauma kepala disertai penurunan kesadaran. 3.Multiple trauma. 4.Biomekanik mendukung.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Gambar 2. Chin Lift pada bayi dan anak

b.

Jaw thrust Tindakan jaw thrust (mendorong rahang) dilakukan dengan cara memegang sudut rahang bawah (angulus mandibulae) dan mendorong rahang bawah kedepan. keuntungan melakukan tindakan ini adalah dapat sekaligus melakukan fiksasi kepala agar selalu pada posisi segaris (in line), selain itu bila cara ini dilakukan sambil baging atau memegang bag-valve dapat dicapai kerapatan yang baik dan ventilasi yang adekuat.6 Jika ada dugaan trauma leher dan tulang belakang stabilisasi leher dan gunakan Jaw thrust tanpa Head tilt. Letakkan jari ke 4 dan 5 di belakang angulus mandibula dan gerakkan ke atas sehingga rahang terangkat ke atas membentuk sudut 90o terhadap badan (lihat gambar di bawah). Lihat rongga mulut dan keluarkan benda asing bila ada dan bersihkan sekret dari rongga

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

mulut.

Evaluasi jalan napas dengan melihat pergerakan dinding dada,

dengarkan suara napas dan rasakan udara napas.

Gambar 3. Jaw Thrust

Airway Definitif Disini ada pipa dalam trakhea dengan balon yang dikembangkan, dimana pipa ini dihubungkan dengan alat bantu pernafasan yang diperkaya dengan oksigen. Cara : oratracheal, nasotracheal & surgical (krikotiroidotomi atau trakheotomi). Indikasi pemasangan airway definitif bila ditemukan adanya temuan klinis :4,5 a. Apnue b. Ketidakmampuan mempertahankan airway yang bebas dengan cara yang lain c. Untuk melindungi airway bagian bawah dari aspirasi darah atau muntahan d. Adanya ancaman segera sumbatan airway oleh karena cidera inhalasi patah tulang wajah hematoma retropharingeal. Cidera kepala tertutup yang memrlukan bantuan nafas (GCS 8). Dari ketiga cara ini yang terbanyak dipakai adalah endotrakheal (naso/orotrakheal). Pemilihan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

naso/orotrakheal intubation tergantung pengalaman dokter. Kedua teknik ini aman dan efektif bila dilakukan dengan tepat. Haruslah diingat pada pemasangan endotrakheal tube ini harus selalu dijaga aligment dari columna vertebralis dengan cervikal.4,5

Airway Definitif Surgical Ini dikerjakan bila ada kesukaran atau kegagalan didalam memasang endotrakheal intubasi. Pada keadaan yang membutuhkan kecepatan lebih dipilih krikotireodektomi dari pada tracheostomi.4,5 a. Needle cricothyroidoktomi Cara dengan menusukkan jarum lewat membran krikotiroid, ini hanya bisa memberikan oksigen dalam waktu yang pendek (30-45 menit). Disini dipakai jarum no 12-14 (anak 16-18 tahun) b. Surgical cricothyroidoktomi Penderita tidur posisi supinasi sesudah dilakukan anestesi lokal buat irisan kulit tranversal sampai membran cricothyroid lubang ini bisa dilebarkan dengan gagang pisau dengan cara memutar 90 derajad. Disini bisa dipakai tracheostomi tube atau endotracheal tube. Hati-hati dengan cartilago cricoid terutama pada anak-anak (teknik ini tidak dianjurkan pada anak dibawah 12 tahun), hal ini dikarenakan cartilago cricoid merupakan penyangga trachea bagian atas.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Ketidakmampuan untuk memberikan oksigenasi ke jaringan tubuh terutama ke otak dan organ vital yang lain merupakan pembunuh tercepat pada pasien. Oleh karena itu airway yang baik merupakan prioritas pertama pada setiap penderita gawat darurat. Kematian-kematian dini karena masalah airway : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kegagalan mengetahui adanya kebutuhan airway Ketidakmampuan untuk membuka airway Kegagalan mengetahui adanya airway yang dipasang secara keliru Perubahan letak airway yang sebelumnya telah dipasang Kegagalan mengetahui adanya kebutuhan ventilasi Aspirasi isi lambung, darah

B. BREATHING

Jenis-jenis suara nafas tambahan karena hambatan sebagian jalan nafas: a.Snoring: suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanya kebuntuan jalan napas bagian atas olehbenda padat, jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untukchin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban (eg: gigi palsu dll). Pindahkan benda tersebut. b. Gargling : suara seperti berkumur, kondisi ini

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan olehcairan (eg: darah), maka lakukanlah cross-finger(seperti di atas), lalu lakukanlah finger-sweep

(sesuainamanya, menggunakan 2 jari yang sudah dibalut dengan kain untuk menyapu rongga mulut dari cairan-cairan). c.Crowing : suara dengan nada tinggi, biasanya disebakan karena pembengkakan (edema) pada trakea,untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust saja.4,5 Pada anak-anak, masalah airway yang sering muncul adalah obstruksi yang diakibatkan oleh aspirasi benda asing yang di makan. Sekitar 70% kejadian aspirasi benda asing terjadi pada anak berumur kurang dari 3 tahun. Hal ini terjadi karena anak seumur itu sering tidak terawasi, lebih aktif, dan cenderung memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya.3,4,5

Aspirasi benda asing ke dalam saluran napas akan menimbulkan gejala sumbatan jalan napas. Gejala klinik yang timbul tergantung pada jenis benda asing, ukuran, sifat iritasinya terhadap mukosa, lokasi, lama benda asing di saluran napas, dan ada atau tidaknya komplikasi. Penderita umumnya datang ke rumah sakit pada fase asimptomatik. Pada fase ini keadaan umum penderita masih baik dan foto toraks belum memperlihatkan kelainan. Pada fase pulmonum, benda asing di bronkus utama atau cabang-cabangnya akan menimbulkan gejala batuk, sesak napas yang makin lama semakin bertambah berat, pada auskultasi terdengar ekspirasi memanjang dengan mengi, dan dapat disertai demam.3,4

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan terjadinya aspirasi benda asing adalah: usia yaitu pada anak-anak, dimana mereka sering memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut, gigi geligi yang belum lengkap dan refleks menelan yang belum sempurna. Kedua, jenis kelamin, lebih sering pada laki-laki. Ketiga, lingkungan dan kondisi sosial. Empat, kegagalan mekanisme proteksi, misalnya penurunan kesadaran, keadaan umum buruk, penyakit serebrovaskuler, dan kelainan neurologik. Kelima, faktor kecerobohan, misalnya kebiasaan menaruh benda di mulut, makan dan minum tergesa-gesa.4,5

Faktor fisiologik dan sosiologik lain yang juga merupakan faktor predisposisi antara lain: pertumbuhan gigi belum lengkap, belum terbentuk gigi molar, belum dapat menelan makanan padat secara baik, kemampuan anak membedakan makanan yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan belum sempurna. Benda tersangkut pada saat makan sambil tertawa, bicara menangis, dan berlari. Pada orang tua, terutama yang mempunyai gangguan neurologis dan berkurangnya refleks menelan dapat disebabkan oleh pengaruh alkohol, stroke, parkinson, trauma, dementia juga mempunyai risiko yang besar untuk terjadinya aspirasi.4,5

Pada anak adanya riwayat teraspirasi benda asing sangat membantu dalam menegakkan diagnosis pada banyak kasus. Kecurigaan adanya aspirasi benda asing muncul bila terdapat gejala batuk yang paroksisimal (paroxysmal coughing) yang timbul tiba-tiba, rasa tercekik (choking) pada waktu makan atau choking/coughing

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

yang timbul bila diketahui adanya objek yang kecil atau partikel makanan terutama kacang di dalam jangkauan si anak. Anak yang telah mendapat terapi sebagai asma, bronkitis atau pneumonia dan tidak respon dengan pengobatan medik yang sesuai atau adanya gangguan napas yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, kemungkinan akan adanya aspirasi benda asing musti dipertimbangkan terutama dengan mengi unilateral walaupun tidak ada riwayat aspirasi.4,5

Gejala awal aspirasi akut dapat ditandai dengan episode yang khas yaitu choking (rasa tercekik), gagging (tersumbat), sputtering (gagap), wheezing (napas berbunyi), paroxysmal coughing, serak, disfonia sampai afonia dan sesak napas tergantung dari derajat sumbatan. Choking atau coughing timbul pada hampir 95% anak dengan aspirasi benda asing dan 50% diantaranya mempunyai gejala stridor inspirasi atau wheezing ekspirasi, dengan pemanjangan ekspirasi dan ronki.4,5,6

Benda asing yang tersangkut di trakea akan menyebabkan stridor, dapat ditemukan dengan auskultasi (audible stridor) dan palpasi di daerah leher (palpatory thud). Jika benda asing menyumbat total trakea akan timbul sumbatan jalan napas akut yang memerlukan tindakan segera untuk membebaskan jalan napas. Gejala pada dewasa umumnya sama dengan gejala pada anak tetapi gejala paru termasuk edema paru banyak ditemukan.6

Bila anak batuk atau dengan wheezing yang dicurigai terjadi aspirasi benda asing di saluran napas tetapi dengan saluran napas yang masih bebas, jangan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

melakukan intervensi apapun, segera kirim ke rumah sakit terdekat yang diperkirakan mempunyai fasilitas yang cukup untuk melakukan tindakan ekstraksi benda asing. Bronkoskop kaku dengan kontrol pernapasan merupakan pilihan utama untuk kasus benda asing di traktus trakeobronkial. Kebanyakan pasien yang datang ke pelayanan tertier telah melewati fase darurat akut. Bila terdapat gangguan jalan napas berat atau adanya obstruksi total dan benda asing tidak tajam lakukanlah back blows, abdominal thrusts atau Heimlich. Metode ini tergantung umur penderita.6

Pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun: Letakkan bayi pada lengan atau paha dengan posisi kepala lebih rendah. Berikan 5 pukulan dengan mengunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang bayi (interskapula). Tindakan ini disebut Back blows. Bila obstruksi masih tetap, balikkan bayi menjadi terlentang dan berikan 5 pijatan dada dengan menggunakan 2 jari, satu jari di bawah garis yang menghubungkan kedua papila mamae (sama seperti melakukan pijat jantung).

Tindakan ini disebut Chest thrusts. Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut bayi apakah ada bahan obstruksi yang bisa dikeluarkan. Bila diperlukan, bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang bayi.6

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Gambar 4. Penanganan pada obstruksi benda padat pada bayi

Pada anak yang berumur lebih dari 1 tahun, maka penanganannya adalah: Letakkan anak dengan posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah. Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang anak

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

(interskapula) Bila obstruksi masih tetap, berbaliklah ke

belakang anak dan

lingkarkan kedua lengan mengelilingi badan anak. Pertemukan kedua tangan dengan salah satu mengepal dan letakkan pada perut bagian atas (di bawah sternum) anak, kemudian lakukan hentakan ke arah belakang atas (lihat gambar). Lakukan perasat Heimlich tersebut sebanyak 5 kali. Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut anak apakah ada bahan obstruksi yang bisa dikeluarkan. Bila diperlukan bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang anak.6

Gambar 5. Penanganan obstruksi benda padat pada anak

Persiapan ekstraksi benda asing harus dilakukan sebaik-baiknya dengan tenaga medis/operator, kesiapan alat yang lengkap. Besar dan bentuk benda asing

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

harus diketahui dan mengusahakan duplikat benda asing serta cunam yang sesuai benda asing yang akan dikeluarkan. Benda asing yang tajam harus dilindungi dengan memasukkan benda tersebut ke dalam lumen bronkoskop. Bila benda asing tidak dapat masuk ke lumen alat maka benda asing kita tarik secara bersamaan dengan bronkoskop.6

Di Instalasi Gawat Darurat, terapi suportif awal termasuk pemberian oksigen, monitor jantung dan pulse oxymetri dan pemasangan IV dapat dilakukan. Bronkoskopi merupakan terapi pilihan untuk kasus aspirasi. Pemberian steroid dan antibiotik preoperatif dapat mengurangi komplikasi seperti edema saluran napas dan infeksi. Metilprednisolon 2 mg/kg IV dan antibiotik spektrum luas yang cukup mencakup Streptokokus hemolitik dan Staphylococcus aureus dapat dipertimbangkan sebelum tindakan bronkoskopi. 6,7

Riwayat, pemeriksaan fisik dan radiologi sering menunjukkan dugaan benda asing saluran napas tanpa diagnosis pasti. Pada keadaan ini harus dibuktikan adanya benda asing secara endoskopi untuk menyingkirkan dari diagnosis diferensial. Keterlambatan mengeluarkan benda asing akan menambah tingkat kesulitan terutama pada anak, tetapi ahli endoskopi menyatakan walaupun bronkoskopi harus dilakukan pada waktu yang tepat dan cepat untuk mengurangi risiko komplikasi terapi tidak harus dilakukan terburu-buru tanpa persiapan yang baik dan hati-hati.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Penatalaksanaan dan teknik ekstraksi benda asing harus dinilai kasus per kasus sebelum tindakan ekstraksi.6,7

C.

Sirkulasi Penyebab terbesar pasien yang mengalami shook dan berakhir dengan

kematian adalah kehilangan darah dalam jumlah yang banyak. Oleh karenanya pasien dengan trauma dan hipotensi, harus segera ditangani sebagai pasien hipovolemi sampai bisa dibuktikan bahwa hipotensinya disebabkan oleh sebab yang lain. Seperti diketahui, volume darah manusia dewasa adalah 7% dari berat badan, anak 8-9% dari BB. Terapi resusitasi cairan yang agresif harus segera dimulai begitu ada tanda dan gejala klinis adanya kehilangan darah muncul. Sangatlah berbahaya bila menunggu sampai tekanan darah menurun.3,4,5

Periksa tanda kegawatdaruratan dalam 2 tahap:4 Tahap 1: Periksa jalan napas dan pernapasan, bila terdapat masalah, segera berikan tindakan untuk memperbaiki jalan napas dan berikan napas bantuan. Tahap 2: Segera tentukan apakah anak dalam keadaan syok, tidak sadar, kejang, atau diare dengan dehidrasi berat.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Bila didapatkan tanda kegawatdaruratan:4 Panggil tenaga kesehatan profesional terlatih bila memungkinkan, tetapi jangan menunda penanganan. Tetap tenang dan kerjakan dengan tenaga kesehatan lain yang mungkin diperlukan untuk membantu memberikan pertolongan, karena pada anak yang sakit berat seringkali memerlukan beberapa tindakan pada waktu yang bersamaan. Tenaga kesehatan profesional yang berpengalaman harus melanjutkan penilaian untuk menentukan masalah yang mendasarinya dan membuat rencana penatalaksanaannya. Lakukan pemeriksaan laboratorium kegawatdaruratan (darah lengkap, gula darah, malaria). Kirimkan sampel darah untuk pemeriksaan golongan darah dan cross-match bila anak mengalami syok, anemia berat, atau perdarahan yang cukup banyak. Setelah memberikan pertolongan kegawatdaruratan, lanjutkan segera dengan penilaian, diagnosis dan penatalaksanaan terhadap masalah yang mendasarinya.5 Anak dengan tanda prioritas harus didahulukan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dengan segera (tanpa menunggu giliran). Pindahkan anak ke depan antrean. Bila ada trauma atau masalah bedah yang lain, segera cari pertolongan bedah.5

D.

DISABILITY Evaluasi secara cepat dilakukan dan dikerjakan pada tahap akhir dan primary

survey dengan menilai kesadaran dan pupil penderita.4

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

A : Alert V : Respon to vokal stimulation P : respon only to painful stimulation U : Unresponsive Glasgow coma scale merupakan penilaian yang lebih rinci, bila ini tidak dikerjakan di primary survey bisa dikerjakan di secondary survey.

E.

EXPOSURE Disini semua pakaian pasien dibuka. Hal ini akan sangat membantu

pemeriksaan lebih lanjut. Harus diingat disini pasien dijaga agar tidak jatuh ke hipotermia dengan jalan diberikan selimut.5 F. SECONDARY SURVEY Dikerjakan bila primary survey dan resusitasi selesai dilakukan. Disini dilakukan evaluasi yang lebih teliti mulai dari kepala sampai ujung kaki penderita, juga GCS bisa dikerjakan lebih teliti bila pada primary survey belum sempat dikerjakan.5

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Penanganan kegawatdaruratan lain yang biasanya dilakukan di rumah lebih banyak berkaitan dengan penanganan penyakit. A. Cara Merawat Luka

1. Menggunakan perban sebelum dibalut Perban bisa digunakan sebagai penutup pelindung luka sebelum dibalut untuk mengendalikan, menyerap,

menghentikan pendarahan, mengurangi rasa perih, mencegah infeksi dan luka lebih lanjut. Usahakan untuk menggunakan perban yang steril dan tidak lengket. Jika tidak ada, gunakan kain yang menyerap, bersih dan tidak lengket, seperti kain katun (sarung, seprai dll) atau pembalut wanita. Jangan menggunakan kain yang terbuat dari serat langsung pada luka, sebab seratnya akan menempel.6 2. Mengisi bantalan. Bantalan bisa dibuat dari beberapa lapis kain atau perban; diletakkan diatas perban agar menekan, menambah daya serap cairan serta melindungi luka. Bantalan dapat mencegah pembalut menyentuh luka jika ada benda atau tulang retak yang menonjol diluka.6 3. Pembalut pembungkus luka Luka perlu dibalut untuk mengendalikan pendarahan. Mengencangkan perban dan bantalan, dapat mengurangi atau mencegah pembengkakan. Menyangga kaki atau sendi dapat meredakan nyeri dan mencegah pergeseran pada kaki atau sendi. Dalam keadaan darurat, bisa menggunakan kain, sarung bantal atau kain bersih untuk membalut. Jangan membalut terlalu ketat. Pembengkakan, pucat atau biru pada jari tangan dan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

kaki, juga rasa kaku, terjepit, nyeri dan nadi tidak lancar di bagian bawah perban menandakan bahwa pembalut harus dilonggarkan.6 4. Penggunaan belat atau bidai. Belat atau bidai digunakan untuk melindungi luka agar tidak bertambah parah. Belat atau bidai juga digunakan sebagai penopang atau pencegah bagian badan yang retak dari gerakan sembari menunggu bantuan medis datang.6 5. Cara membuat penyangga. Penyangga digunakan jika tempurung lutut, lengan atas, lengan bawah, pergelangan atau jari mengalami retak. Dalam keadaan darurat, Anda dapat menggunakan payung yang dilipat, koran yang digulung atau bahan seperti tongkat yang keras. Bahkan kaki yang tidak luka pun dapat digunakan sebagai penyangga .Ikat erat kaki yang terluka dengan kaki yang tidak luka. Usahakan bagian yang terluka tidak bergeser saat memasang penyangga. Penyangga harus cukup panjang sampai kedua ujungnya menjangkau bagian yang retak. Periksa pengikat penyangga setiap 15 menit untuk memastikan bahwa sirkulasi darah tidak terganggu.6

B.

Pendarahan Pendarahan berat maupun ringan jika tidak segera dirawat bisa berakibat fatal.

Bila pendarahan terjadi, penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Ada dua jenis pendarahan; pendarahan luar (pendarahan dari luka) dan pendarahan dalam (pendarahan di dalam tubuh). Pendarahan dalam lebih berbahaya

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

dan lebih sulit untuk diketahui daripada pendarahan luar. Oleh karena itu tanda-tanda berikut harus diperhatikan.6

Cara penanganan pendarahan dalam:6

1. Baringkan korban dengan nyaman dan longgarkan pakaiannya yang ketat. 2. Angkat dan tekuk kakinya, kecuali ada bagian yang retak. 3. Segera cari bantuan medis. 4. Jangan memberi makanan atau minuman. 5. Periksa korban setiap saat kalau dia mengalami syok (shock). Cara penanganan pendarahan luar (pendarahan dari luka):6

1. Baringkan korban dalam posisi pemulihan, kecuali bila ada luka di dada. 2. Periksa apakah luka berisi benda asing atau tulang yang menonjol. Jika ada, jangan sentuh luka; gunakanlah bantalan pengikat. Untuk keterangan lebih lanjut lihat bagian sebelumnya, Merawat luka. 3. Jika luka tidak disertai tulang yang menonjol, segera tekan bagian tubuh yang terluka. Jika tidak ada pembalut yang steril, gunakan gumpalan kain atau baju bersih atau tangan untuk mengontrol pendarahan sampai menemukan pembalut dan bantalan yang steril. Jika korban dapat menekan sendiri, suruh korban menekan lukanya, untuk mengurangi risiko infeksi silang. 4. Balut luka dengan erat.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

5. Angkat bagian tubuh yang terluka, lebih tinggi dari posisi jantung korban. 6. Jika darah membasahi pembalut, lepaskanpembalut dan gantilah bantalan. Walaupun pendarahan telah berhenti, jangan terburuburu melepaskan pembalut, bantalan atau perban untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga. 7. Jangan memberi makanan atau minuman kepada korban yang mengalami pendarahan. 8. Periksa korban setiap saat kalau-kalau dia mengalami syok (shock). 9. SEGERA cari bantuan medis.

Cara menghentikan pendarahan : 5,6

1. Angkat bagian tubuh yang terluka. 2. Tekan bagian yang terluka dengan kain bersih. Jika tidak ada, gunakan tangan Anda. 3. Tetap tekan bagian tubuh yang terluka sampai pendarahan terhenti. 4. Jika pendarahan tidak bisa diatasi dengan menekan bagian tubuh yang terluka, dan korban telah kehilangan banyak darah, maka dianjurkan untuk:

Tetap menekan dengan kuat bagian tubuh yang terluka Mengangkat bagian tubuh yang terluka setinggi-tingginya

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Mengikat bagian lengan atau kaki yang dekat dengan luka, sedekat-dekatnya .ikat di antara bagian yang terluka dengan badan korban. Kencangkan ikatan sampai pendarahan terhenti.

C.

Keracunan

Curigai keracunan pada anak sehat yang mendadak sakit dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Diagnosis didasarkan pada anamnesis dari anak atau pengasuh, pemeriksaan klinis dan hasil investigasi, kemudian disesuaikan. Carilah informasi tentang bahan penyebab keracunan, jumlah racun yang terpajan dan waktu pajanan ke dalam tubuh secara lengkap. Cobalah untuk mengenali bahan racun dengan melihat kemasannya. Pastikan juga tidak ada anak lain yang terpajan. Gejala dan tanda keracunan sangat bervariasi bergantung pada jenis racun, pajanan dan onset. Periksalah tanda terbakar di dalam atau sekitar mulut, atau apakah ada stridor (kerusakan laring) yang menunjukkan racun bersifat korosif. Rawat inap semua anak yang keracunan zat besi, pestisida, parasetamol atau aspirin, narkotik, obat anti depresan; anak yang tertelan bahan beracun secara sengaja dan anak yang mungkin diberi obat atau racun secara sengaja oleh anak lain atau orang dewasa. Anak yang kemasukan bahan korosif atau bahan hidrokarbon jangan dipulangkan sebelum observasi selama 6 jam. Bahan korosif dapat menyebabkan luka bakar pada esofagus yang mungkin tidak dapat segera terlihat dan bahan hidrokarbon jika terhirup dapat

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

menyebabkan edema paru yang mungkin membutuhkan waktu beberapa jam sebelum timbul gejala.7

Prinsip penatalaksanaan terhadap racun yang tertelan. Dekontaminasi lambung (menghilangkan racun dari lambung) efektif bila dilakukan sebelum masa pengosongan lambung terlewati (1-2 jam, termasuk penuh atau tidaknya lambung). Keputusan untuk melakukan tindakan ini harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian (risiko) yang mungkin terjadi akibat tindakan dekontaminasi dan jenis racun. Dekontaminasi lambung tidak menjamin semua bahan racun yang masuk bisa dikeluarkan, oleh karena itu tindakan dekontaminasi lambung tidak rutin dilakukan pada kasus keracunan. Kontra indikasi untuk dekontaminasi lambung adalah: 7 Keracunan bahan korosif atau senyawa hidrokarbon (minyak tanah, dll) karena mempunyai risiko terjadi gejala keracunan yang lebih serius. Penurunan kesadaran (bila jalan napas tidak terlindungi).Periksa anak apakah ada tanda kegawatan dan periksa gula darah (hipoglikemia). Identifikasi bahan racun dan keluarkan bahan tersebut sesegera mungkin. Ini akan sangat efektif jika dilakukan sesegera mungkin setelah terjadinya keracunan, idealnya dalam waktu 1 jam pertama pajanan. Jika anak tertelan minyak tanah, premium atau bahan lain yang mengandung premium/minyak tanah/solar (pestisida pertanian berbahan pelarut minyak tanah) atau jika mulut dan tenggorokan mengalami luka bakar (misalnya karena bahan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

pemutih, pembersih toilet atau asam kuat dari aki), jangan rangsang muntah tetapi beri minum air. Jangan gunakan garam sebagai emetik karena bisa berakibat fatal. 7

Jika anak tertelan racun lainnya berikan arang aktif (activated charcoal) jika tersedia, jangan rangsang muntah. Arang aktif diberikan peroral dengan atau tanpa pipa nasogastrik dengan dosis seperti pada Tabel 5. Jika menggunakan pipa nasogastrik, pastikan dengan seksama pipa nasogastrik berada di lambung. 7 Larutkan arang aktif dengan 8-10 kali air, misalnya 5 g ke dalam 40 ml air Jika mungkin, berikan sekaligus, jika sulit (anak tidak suka), dapat diberikan secara bertahap Efektifitas arang aktif bergantung pada isi lambung (lambung kosong lebih efektif). Jika arang aktif tidak tersedia, rangsang muntah (hanya pada anak sadar) yaitu dengan perangsang dinding belakang tenggorokan dengan menggunakan spatula atau gagang sendok.

D.

Prinsip Penatalaksanaan Keracunan Melalui Kontak Kulit Atau Mata 1. Kontaminasi kulit Lepaskan semua pakaian dan barang pribadi dan cuci menyeluruh

seluruh daerah yang terkontaminasi dengan air hangat yang banyak. Gunakan sabun dan air untuk bahan berminyak. Petugas kesehatan yang menolong harus melindungi dirinya terhadap kontaminasi sekunder dengan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

menggunakan sarung tangan dan celemek. Pakaian dan barang pribadi yang telah dilepas harus diamankan dalam kantung plastik transparan yang dapat disegel, untuk dibersihkan lebih lanjut atau dibuang. 7

2.

Kontaminasi mata Bilas mata selama 10-15 menit dengan air bersih yang mengalir atau

garam normal, jaga curahannya tidak masuk ke mata lainnya. Penggunaan obat tetes mata anestetik akan membantu irigasi mata. Balikkan kelopak mata dan pastikan semua permukaannya terbilas. Pada kasus asam atau alkali irigasi mata hingga pH mata kembali dan tetap normal (periksa kembali pH mata 15-20 menit setelah irigasi dihentikan). Jika memungkinkan, mata harus diperiksa secara seksama dengan pengecatan fluorescein untuk mencari tanda kerusakan kornea. Jika ada kerusakan konjungtiva atau kornea, anak harus diperiksa segera oleh dokter mata. 7 Prinsip penatalaksanaan terhadap racun yang terhirup: Keluarkan anak dari sumber pajanan Berikan oksigen, jika diperlukan

Terhirupnya gas iritan dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan napas bagian atas, bronkospasme dan delayed pneumonitis. Intubasi endotrakeal, bronkodilator dan bantuan ventilator mungkin diperlukan.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

3. a.

Racun khusus Senyawa Korosif

Contoh: sodium hydroxide (NaOH), potassium hydroxide (KOH), larutan asam (misalnya: pemutih, desinfektan). 7 Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif ketika zat korosif telah masuk dalam tubuh karena bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada mulut, kerongkongan, jalan napas, esofagus dan lambung. Berikan air atau susu sesegera mungkin untuk mengencerkan bahan korosif. Jika keracunan dengan gejala klinis berat, jangan berikan apapun melalui mulut dan siapkan evaluasi bedah untuk memeriksa kerusakan esofagus (ruptur). 7

b.

Senyawa Hidrokarbon.

Contoh: minyak tanah, terpentin, premium Jangan rangsang anak untuk muntah atau memberikan arang aktif. Tindakan perangsangan muntah dapat menyebabkan aspirasi pneumonia (edema paru dan pneumonia lipoid) yang dapat mengakibatkan sesak napas dan hipoksia. Gejala klinis lain adalah ensefalopati. 7

c.

Senyawa Organofosfat Dan Karbamat

Contoh: Organofosfat: malathion, parathion, TEPP, mevinphos (Phosdrin); Karbamat: metiokarbamat, karbaril.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Bahan tersebut diserap melalui kulit, tertelan atau terhirup. Anak mungkin akan mengalami muntah, diare, penglihatan kabur, atau lemah. Gejala yang timbul akibat dari aktivasi parasimpatik: hipersalivasi, berkeringat, lakrimasi, bradikardi, miosis, kejang, lemah otot, twitching, hingga paralisi dan

inkontinensia urin, edema paru, depresi napas. Pengobatannya meliputi: Singkirkan racun dengan irigasi mata atau mencuci kulit (jika ada pada mata atau kulit) Berikan arang aktif jika tertelan sebelum 1 jam. Jangan rangsang muntah karena kebanyakan pestisida bahan pelarutnya berasal dari hidrokarbon. 7 Pada keracunan berat yang arang aktif tidak dapat diberikan, pertimbangkan dengan seksama aspirasi lambung dengan menggunakan pipa nasogastrik (catatan: jalan napas anak harus dilindungi). Jika anak menunjukkan gejala hiperaktivasi parasimpatik (lihat atas), berikan atropin 1550 mikrogram/kg IM (i.e. 0.015 0.05mg/kgBB) atau melalui infus selama 15 menit. Tujuan pemberian atropin mengurangi sekresi bronkial dengan menghindari toksisitas atropin. Auskultasi dada untuk mendengarkan adanya tanda sekresi pada saluran napas dan pantau frekuensi napas, denyut jantung dan skala koma (jika diperlukan). Ulangi dosis atropin setiap 15 menit sampai tidak ada tanda sekresi pada saluran napas, denyut nadi dan frekuensi napas kembali normal Periksa hipoksemia dengan pulse oximetry (jika tersedia), karena pemberian atropin dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia ventrikular), pada anak dengan hipoksemia. Berikan oksigen jika saturasi oksigen kurang

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

dari

90%.

Jika otot melemah, berikan pralidoksim (cholinesterase

reactivator) 25 50 mg/kg dilarutkan dengan 15 ml air diberikan melalui infus selama lebih 30 menit, diulangi sekali atau dua kali, atau diikuti dengan infus 10 - 20 mg/kgBB/jam, sesuai kebutuhan. 7

d.

Parasetamol

Jika masih dalam waktu 1 jam setelah tertelan, berikan arang aktif (jika tersedia), atau rangsang muntah kecuali bila obat antidot oral

dibutuhkan. Tentukan kapan obat antidot diperlukan untuk mencegah kerusakan hati: yaitu jika tertelan parasetamol 150 mg/kgBB atau lebih. Antidot lebih sering dibutuhkan pada anak yang lebih besar yang dengan

sengaja menelan parasetamol, atau ketika orang tua berbuat kesalahan dengan memberikan dosis berlebih pada anak. 7 Pada 8 jam pertama setelah tertelan berikan metionin oral atau asetilsistein IV. Metionin dapat digunakan jika anak sadar dan tidak muntah (umur < 6 tahun: 1 g setiap 4 jam untuk 4 dosis; umur 6 tahun atau lebih: 2.5 g setiap 4 jam untuk 4 dosis) Bila lebih dari 8 jam setelah tertelan atau tidak dapat diberikan pengobatan oral, maka berikan asetilsistein IV. Perhatikan bahwa volume cairan yang digunakan dalam rejimen standar terlalu banyak untuk anak kecil. Untuk anak dengan berat badan < 20 kg berikan dosis awal sebanyak 150 mg/kgBB dalam 3 ml/kg glukosa 5% selama 15 menit, dilanjutkan dengan 50 mg/kgBB dalam 7 ml/kgBB glukosa 5% selama 4 jam, kemudian 100

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

mg/kgBB IV dalam 14 ml/kgBB glukosa 5% selama 16 jam. Volume glukosa dapat ditambah pada anak yang lebih dewasa. 7

e.

Aspirin dan salisilat lainnya

Keracunan aspirin dan salisilat sangat berat bila terjadi pada anak kecil, karena akan mengalami asidosis dengan cepat dan mengakibatkan gejala toksisitas berat pada SSP, sehingga tatalaksana menjadi lebih rumit. Hal-hal tersebut menyebabkan pernapasan Kussmaul, muntah dan tinitus. Berikan arang aktif (jika tersedia). Tablet salisilat cenderung membentuk gumpalan di dalam lambung yang dapat menyebabkan penundaan penyerapan, oleh karena itu arang aktif lebih bermanfaat bila diberikan beberapa kali (dosis). Jika arang aktif tidak tersedia dan anak telah tertelan dengan dosis besar (dosis toksik berat) maka lakukan bilas lambung atau rangsang muntah. 7 Berikan natrium bikarbonat 1 mmol/kgBB IV selama 4 jam untuk mengatasi asidosis dan meningkatkan pH urin di atas 7.5 untuk mempercepat ekskresi salisilat. Berikan tambahan kalium. Pantau pH urin tiap jam. Berikan cairan infus sesuai kebutuhan rumatan kecuali bila anak menunjukkan gejala dehidrasi sehingga perlu diberi cairan rehidrasi yang sesuai. Pantau kadar gula darah setiap 6 jam dan dan koreksi sesuai keperluan. Berikan vitamin K 10 mg IM. 7

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

f.

zat besi

Periksa tanda klinis keracunan zat besi: mual, muntah, nyeri perut dan diare. Muntahan dan feses berwarna abu-abu atau hitam. Pada keracunan berat bisa terjadi perdarahan saluran pencernaan, hipotensi, mengantuk, kejang dan asidosis metabolik. Tanda klinis gangguan saluran pencernaan biasanya timbul dalam 6 jam pertama dan bila anak tidak menunjukkan tanda klinis keracunan sampai 6 jam, biasanya tidak memerlukan antidot. Arang aktif tidak dapat mengikat besi, oleh karena itu pertimbangkan untuk melakukan bilas lambung jika jumlah yang tertelan potensial menimbulkan toksisitas. Tentukan apakah perlu memberi antidot, karena hal ini bisa menimbulkan efek samping. Sebaiknya antidot hanya digunakan bila terdapat bukti klinis terjadinya keracunan. 7 Jika memutuskan untuk memberi antidot, berikan deferoksamin (50 mg/kgBB hingga maksimum 1 g) dengan suntikan IM dalam dan diulang setiap 12 jam; jika sakitnya berat, berikan infus 15 mg/kgBB/jam hingga maksimum 80 mg/kgBB dalam 24 jam. 7

g.

keracunan karbon Monoksida

Berikan oksigen 100% sampa tanda hipoksia hilang. Pantau saturasi oksigen dengan pulse oximeter (kaliberasi alat untuk ketepatan penilaian). Jika ragu, lihat apakah ada tanda klinis hipoksia.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

4.

Pencegahan

Ajarkan kepada orang tua untuk menyimpan obat-obatan dan bahan beracun pada tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak. Nasihati orang tua untuk memberikan pertolongan pertama jika hal ini terjadi lagi di kemudian hari: 7 Jangan merangsang muntah jika yang terminum adalah senyawa hidrokarbon, atau jika mulut dan tenggorokan anak mengalami luka bakar; begitu juga jika anak mengalami penurunan kesadaran. Rangsang muntah jika yang terminum adalah obat/bahan selain tersebut di atas dengan merangsang dinding belakang tenggorokan. Bawa anak ke fasilitas kesehatan sesegera mungkin, sertakan informasi tentang bahan beracun yang telah diminum/ditelan; misalnya: kemasan, label, contoh tablet, buah/biji, dsb.

E.

Keracunan Makanan Kejadian keracunan makanan, biasanya disebabkan karena mengkonsumsi

makanan & minuman yang telah terkontaminasi dengan bakteri, parasit atau virus. Bahan kimia berbahaya juga dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan jika mereka mengkontaminasi makanan baik saat panen ataupun proses lainnya.7

Meskipun kebanyakan kasus keracunan makanan tidak terdiagnosa & dilaporkan, tetapi menurut CDC, di Amerika diperkirakan terdapat 76 juta orang yang mengalami kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 5000

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

orang meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia, meskipun tidak terdapat data yang pasti, bisa jadi angka tersebut lebih besar lagi. Hal ini karena masih rendahnya pengetahuan sebagian besar masyarakat mengenai kebersihan makanan.

Berbagai makanan yang sudah kedaluwarsa masih saja dijual bebas di toko-toko dan swalayan, belum lagi makanan-makanan yang dicampur dengan berbagai zat kimia yang berbahaya. Terkadang saya tak habis pikir ketika suatu kali saya disajikan jus mangga yang rasanya begitu aneh, setelah saya lihat langsung ke dapur warung barulah saya tahu mangganya sudah busuk. Tanpa rasa bersalah mereka menyajikan makanan yang tidak sehat untuk pelanggannya.7

Sebenarnya hal yang lebih penting untuk menghindari makanan yang tidak sehat juga berasal dari diri kita sendiri. Saya pribadi terkadang menyepelekan masalah ini dengan memakan makanan sembarangan tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa ataupun kondisi makanan.7

Penanganan utama untuk kejadian keracunan makanan adalah dengan cara mengganti cairan tubuh yang keluar (karena muntah atau diare) baik dengan minuman ataupun cairan infus. Bila perlu, penderita dapat dirawat di rumah sakit. Hal ini tergantung dari beratnya dehidrasi yang dialami, respon terhadap terapi & kemampuan untuk meminum cairan tanpa muntah.7

Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah. Agar perut terbebas dari

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya. Air santan kental dan air kelapa hijau yang di campur 1 sendok makan garam dapat menjadi alternatif jika norit tidak tersedia. Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. Lakukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi. Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.7

Bila kasus keracunan masih belum lama terjadi alias makanan masih di dalam saluran cerna, maka cara terbaik dan termudah menolong orang yang keracunan makanan adalah dengan memberikan arang aktif atau karbon aktif, yang kalau di apotik sering di sebut norit. Jumlah tablet norit yang diberikan tergantung seberapa parahnya keracunan yang diderita. Semakin banyak tablet norit yang diberikan maka akan semakin cepat dan semakin banyak pula racun yang dapat terserap. Sekalipun demikian maksimum pemberian tablet norit 20 tablet sekaligus. Tapi ingat, efektifitas norit ini tidak hanya mengikat racun yang ada di saluran cerna, tapi juga gizi makanan yang ada akan dinetralisir. Jadi saat norit diberikan, berikan pula air putih untuk menggantikan zat yang terserap norit. 7

Orang yang keracunan memiliki gejala diantaranya muntah-muntah dan diare. Dengan memuntahkan makanan, maka racun yang ada dalam makanan bisa ikut keluar. Walaupun demikian, kondisi penderita keracunan harus dipantau jangan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

sampai kekurangan cairan atau dehidrasi. Salah satu cara untuk mengatasi dehidrasi tersebut bisa melalui pemberian air kelapa muda.7

Untuk merangsang muntah, penderita keracunan dapat diberikan susu. Tetapi sebaiknya jangan memberikan susu pada penderita keracunan anak-anak, sebab bisa menimbulkan masalah baru dengan tersedaknya sang anak saat muntah.7

F.

Diare

Diare pada anak dapat menyebabkan gizi kurang dan kematian. Kematian dapat dicegah dengan mencegah dan mengatasi dehidrasi dengan pemberian oralit. Gizi kurang dapat dicegah dengan pemberian makanan yang memadai selama berlangsungnya diare. Peran obat-obatan tidak begitu penting dalam penanganan diare pada anak. Pecegahan dan pengobatan diare harus dimulai di rumah.7

Diare dapat disebabkan oleh berbagai macam agen infeksi termasuk bakteri, parasit, dan virus. Dari semua agen penyebab diare, virus (terutama Rotavirus) merupakan penyebab diare terbanyak pada anak di bawah usia 5 tahun. Virus (Rotavirus) menyebabkan kerusakan pada sel epitel usus yang pada fase awal dapat meningkatkan sekresi (pengeluaran) air dan elektrolit, kemudian fase lanjut dapat merusak enterosit atau sel usus.7

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia dan menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

tertinggi pada anak. Aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah penanganan diare pada anak dengan mencegah terjadinya dehidrasi dan menjamin asupan nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan.7

Salah satu komplikasi tersering diare pada anak adalah dehidrasi yang merupakan penyebab utama kematian. Bila terjadi dehidrasi, anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. Terdapat lima prinsip penanganan diare, yaitu: rehidrasi, dukungan nutrisi, suplementasi zinc, antibiotik selektif, serta edukasi orang tua di rumah. Orang tua sebaiknya mengetahui tata cara penanganan diare pada anak di rumah untuk pencegahan dehidrasi.7

Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya. Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti oralit, makanan yang cair dan atau air matang. Jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan belum makan makanan padat lebih baik diberikan oralit dan air matang daripada makanan cair. Berikan larutan ini sebanyak anak mau dan teruskan hingga diare berhenti.7

Diare umumnya ditularkan melaui 4F, yaitu Food, Feces, Fly dan Finger. Oleh karena itu upaya pencegahan diare yang praktis adalah dengan memutus rantai penularan tersebut. Beberapa upaya yang mudah diterapkan adalah penyiapan makanan yang higienis, penyediaan air minum yang bersih, kebersihan perorangan, cuci tangan sebelum makan, pemberian ASI eksklusif, buang air besar pada

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

tempatnya (WC, toilet), tempat buang sampah yang memadai, berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan, lingkungan hidup yang sehat. Semoga dengan upaya tersebut kita dapat menjauhkan anak dari diare.7

Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi. 7

Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan. 7

Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter. 7

Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare. 7

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Penggolongan Obat Diare

Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon. 8

1. Racecordil

Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.

2. Loperamide

Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

3. Nifuroxazide

Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus,

Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.

Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.8

4. Dioctahedral smectite

Dioctahedral

smectite

(DS),

suatu

aluminosilikat

nonsistemik

berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.

Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara: 8

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan belladonna). 2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium. 3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garamgaram bismuth serta alumunium. loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak

Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium.8

G.

Kejang Sebelum kejang biasanya anak akan menderita demam yang tinggi sekitar 38 -

40 derajat Celcius. Pada saat demam ini, kekejangan yang terjadi, tergantung kekuatan tubuh si anak. Banyak anak demam tinggi dan kejang setelah melakukan

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

imunisasi. Biasanya setelah imunisasi, dokter memberi resep obat penurun panas untuk segera diminumkan ke si kecil.9 Faktor resiko pertama yang penting pada kejang demam adalah demam. Selain itu juga terdapat faktor riwayat kejang demam pada orang tua atau saudara kandung, perkembangan terlambat, problem pada masa neonatus, anak dalam pengawasan khusus, dan kadar natrium rendah. Setelah kejang demam pertama, kirakira 33% anak akan mengalami satu kali rekurensi atau lebih, dan kira-kira 9% anak mengalami 3 kali rekurensi atau lebih. Resiko rekurensi meningkat pada usia dini, cepatnya anak mendapat kejang setelah demam timbul, temperature yang sangat rendah saat kejang, riwayat keluarga kejang demam, dan riwayat keluarga epilepsi.9 Dua puluh sampai 25% penderita kejang demam mempunyai keluarga dekat (orang-tua dan saudara kandung) yang juga pernah menderita kejang demam. Tsuboi mendapatkan bahwa insiden kejang demam pada orang tua penderita kejang demam ialah 17% dan pada saudara kandungnya 22%. Delapan-puluh persen dari kembar monosigot dengan kejang demam adalah konkordans untuk kejang demam. Kebanyakan peneliti mendapat kesan bahwa kejang demam diturunkan secara dominan dengan penetrasi yang mengurang dan ekspresi yang bervariasi, atau melalui modus poligenik. 9 Pada penderita kejang demam risiko saudara kandung berikutnya untuk mendapat kejang demam ialah 10%. Namun bila satu dari orang-tuanya dan satu saudara pernah pula mengalami KD, kemungkinan ini meningkat menjadi 50%.

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Kejang yang sering terjadi pada anak adalah kejang kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang semacam itu terjadi saat suhu tubuh meningkat. Kejang ini disebut kejang demam atau mengejangnya otot-otot pangkal tenggorok sebagai akibat menyempitnya jalan napas yang disebut kejang laring. Penyakit yang di manifestasikan kejang yaitu penyakit kejang demam, epilepsi atau tuberkolusis intrakranial atau orang awam menyebutnya TBC otak.9 Kejang demam dapat berjalan singkat dan tidak berbahaya. Tapi bila kejang mencapai 15 menit dapat membahayakan si kecil, karena bisa menyebabkan kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan bahkan bisa menyebabkan retardasi atau keterbelakangan mental. Kejang demam dialami 2-3 persen anak-anak.9 Kejang demam terbagi dua, yaitu kejang demam yang sederhana dan kejang demam yang akibat penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang sederhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampai 4 tahun, kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit, kejang timbul dalam 16 jam demam pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun.10 Kejang dapat timbul pula ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kejang bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi. Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan, berlangsung lebih dari 15 menit.10

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Penanganan kejang demam yang bisa dilakukan di rumah yaitu menangani demam sebelum anak menjadi kejang. Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C. Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan bangkitan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi. Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya. Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.9,10

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.9,10

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan. Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan. 9,10

Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak. Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan. 9,10

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar. Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini dikenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerakgerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor. 9,10

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Saat menolong anak yang mengalami kejang jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jika saat sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang bisa menyebabkan kematian. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang. 9,10

Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam. Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal. 9,10

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh ( suhu rectal diatas 38C ) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak-anak, terutama pada golongan umur 3 bulan sampai 5 tahun. Menurut Consensus statement on febrile seizures (1980), kejang demam adalah kejadian pada bayi atau anak yang berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu. Anak yang pernah kejang tanpa demam dan bayi berumur kurang dari 4 minggu tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang demam harus dibedakan dengan epilepsi,yaitu yang ditandai denagn kejang berulang tanpa demam. 9,10 Definisi ini menyingkirkan kejang yang disebabkan penyakit saraf seperti meningitis, ensefatitis atau ensefalopati. Kejang pada keadaan ini mempunyai prognosis berbeda dengan kejang demam karena keadaan yang mendasarinya mengenai sistem susunan saraf pusat. Dahulu Livingston membagi kejang demam menjadi 2 golongan, yaitu kejang demam sederhana (simple febrile convulsion) dan epilepsi yang diprovokasi oleh demam (epilepsi triggered of by fever). 9,10 Hampir 3% daripada anak yang berumur di bawah 5 tahun pernah menderitanya (Millichap, 1968). Wegman (1939) dan Millichap (1959) dari percobaan binatang berkesimpulan bahwa suhu yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya bangkitan kejang. 9,10

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

Terjadinya bangkitan kejang demam bergantung kepada umur, tinggi serta cepatnya suhu meningkat (Wegman, 1939; Prichard dan McGreal, 1958). Faktor hereditas juga mempunyai peranan. Lennox-Buchthal (1971) berpendapat bahwa kepekaan terhadap bangkitan kejang demam diturunkan oleh sebuah gen dominan dengan penetrasi yang tidak sempurna. Lennox (1949) berpendapat bahwa 41,2% anggota keluarga penderita mempunyai riwayat kejang sedangkan pada anak normal hanya 3%.9,10

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

DAFTAR PUSTAKA

1.

Saanin, Syaiful.Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu.BSB Dinkes Propinsi Sumbar.2006;26-35

2.

AZIS, AMINUDIN dan SEPTI ARUM KUSUMANINGTYAS. KONSEP DASAR PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT. 2012. Diakses pada 3 Juli 2012 dari URL:

http://mydocumentku.blogspot.com/2012/03/konsep-dasar-penangananpasien-gawat.html. 3. Kate M. Cronan, M. Apakah Anak Anda Sedang Berada Dalam Keadaan Gawat Darurat?.2009. diakses pada 3 Juli 2012. Dari URL:

http://keluargasehat.wordpress.com/2010/02/25/apakah-anak-anda-sedangberada-dalam-keadaan-gawat-darurat. 4. Nurya, Kadek. Prinsip Umum Penanganan Gawat Darurat. 2012. Diakses pada 3 Juli 2012 dari URL: http://nurse-

carewithlove.blogspot.com/2011/08/prinsip-umum-penanganan-gawatdarurat.html 5. Davidson, Sue. And Smith, Tony. Dokter di Rumah Anda. DianRakyat. Jakarta:2006. 6. Almazini, Prima. Penatalaksanaan Benda Asing di Saluran Napas. 2010. Diakses pada 3 juli 2012. Dari URL:

Nama: Fathulrachman NIM: C11107056

http://myhealing.wordpress.com/2010/02/02/penanganan-benda-asing-disaluran-napas/ 7. Departemen Kesehatan RI. Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit. departemen kesehatan RI; Jakarta: 2008 8. Dokter sehat. Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita. Diakses pada 3 Jui 2012 dari URL: http://doktersehat.com/mengatasi-stepstuip-kejang-demam-pada-bayi-dan-balita/#ixzz20KrSALVv. 9. Pengobatan Diare yang Tepat. 2010. Diakses pada 3 Juli 2012 dari URL: http://medicastore.com/diare/pengobatan_diare.htm 10. Bayuningsih, Ratih. Penanganan Kejang pada anak. 2012. Diakses pada 3 Juli 2012 dari URL:

http://www.stikes.banisaleh.ac.id/baru/index.php?option=com_content&view =article&id=109:penanganan-kejang-pada-anak&catid=1:latest-news