You are on page 1of 2

secara umum Alloy 400 unggul di kekuatan -http://blog-indonesia.com/blog-archive10100-53.

html

Aloi (bahasa Inggris: alloy) atau lakur adalah kombinasi, dalam larutan atau senyawa, dua atau lebih elemen, dan paling tidak salah satunya adalah logam, dan hasilnya memiliki properti metalik. Aloi dengan dua komponen disebut aloi binari; 3 komponen disebut aloi ternari; 4 komponen disebut aloi quaternari. Hasilnya adalah zat metalik dengan sifat berbeda dari komponennya. Aloi biasanya didesain untuk memiliki sifat yang lebih menguntungkan dibanding dengan komponennya. Misalnya, baja lebih kuat dari besi, salah satu elemen utamanya, dan kuningan lebih tahan lama dari tembaga, tapi lebih menarik dari seng. Aloi termasuk:

amalgam kuningan perunggu duralumin electrum intermetallics Mu-metal pewter solder spiegeleisen stainless steel steel

-http://id.wikipedia.org/wiki/Alloy

URAIAN Alloy 400 Chemical Composition %


C
Max 0.15 28.0-34.0

Cu

Mn
Max 1.25

Ni
Min 63.0

S
Max 0.02

Si
Max 0.50

Paduan 400 digunakan untuk kombinasi yang sangat baik korosi, kekuatan daktilitas resistensi, dan mampu las The ketahanan korosi dalam air laut sangat baik dalam kondisi kecepatan tinggi. Paduan 400 juga umumnya tidak rentan terhadap stress corrosion cracking.http://www.rjsales.com/techdata/alloys/a400.html

Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik. Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha usaha manusia untuk memperbaiki sifat sifat dari logam tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya. Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan, keuletan, kelelahan dan lain lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain lain. Karena banyaknya permintaan yang bermacam macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah kekerasan dari bahan tersebut. Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat sifat tertentu dari logam. Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya.