You are on page 1of 2

ADIK MANISKU

Ku sentuh engkau dari mata dan angin Sampai tumbuh perih, berlayar di bawah matahari Mendayunglah kuat-kuat yang kuat-kuat Menerobos gersang surya jalan Apakah dengan gitar, Koran atau hanya dengan setetes keringat

Adik manisku Bertuturlah apa adanya Pada mereka yang melintasi baranya hari Penyimpan permata di balik saku Adakah mereka leleh beriba Melihat kedip duka di bola matamu

Esok entah di mana lagi engkau di depan mataku Pernah kita bertemu di kolong jembatan, di tepi pertigaan, Dan di gersangnya suasana jalanan Esok di mana lagi engkau???

Sesudah petang merambah, kemana lagi dirimu Ingin mempersunting mimpi Menghentak malam, Mencari ruang menyambung nafas esok hari

Adikku yang tumbuh di jalanan Jangan tunduk di depan badai Menyerah harusnya bukan jati dirimu Andai aku si pekehendak, maka Takakan beginilah engkau kelak.