You are on page 1of 1

Ketika Sahabat Berkhianat Aku tak percaya siapa pun lagi.

Sahabat yang dulu kupercaya ternyata bisa berkhia nat juga. Jangan pernah percaya pada siapa pun kecuali dirimu sendiri. Sahabat seberapa pun baiknya, ternyata masih bisa berkhianat. Dua kalimat di atas mewakili isi hati sebagian dari kamu yang merasa pernah dikh ianati oleh sahabat. Seseorang yang seharusnya menjadi tumpuan rasa suka dan duk a, tempat berbagai rasa, canda dan tawa, serta bisa dipercaya ternyata menjadi s osok sebaliknya. Ia bukan lagi tempat yang aman untuk berkeluh kesah. Ia tidak l agi setia dan penuh pengertian seperti dulu. Ia berubah menjadi seseorang yang s eolah-olah tidak kita kenal. Banyak banget contoh yang bisa diambil tentang berkhianatnya seseorang yang semu la kita anggap sahabat. Mungkin saja ia yang dulu kita percaya sebagai tempat cu rhat ternyata sekarang menghindar. Bukan itu saja, rahasia hidup kita ia obral k esana-kemari. Duh malu tentu rasa hati ini. Bisa jadi, kebaikan seseorang yang kita sangka sahabat ternyata hanya bila ada m aunya. Ia baik ketika mau mencontek ulangan karena semalam nggak belajar. Ia ram ah karena ternyata naksir kakak cowok kamu. Ia rajin menyapa karena mau hutang u ang jajanmu. Dan bila tujuannya sudah tercapai, maka ia akan pergi tanpa permisi . Gondok banget gak sih punya sahabat model begini? Jangan sedih. Bila kebetulan kamu ketemu dengan tipe orang kayak begini, dia mem ang tak pantas disebut sebagai sahabat. Biarlah dia pergi bila memang dianggapny a kamu sudah tak memberi keuntungan apa pun baginya. Sakit hati memang ada. Tapi tak perlu dipelihara terlalu lama. Sayangi hati dan perasaanmu sendiri. Rugi ba nget bila waktu dihabiskan hanya untuk merasa jengkel karena merasa dikhianati s eseorang yang sudah terlanjur dianggap sebagai sahabat. Jangan patah arang. Jangan pula menganggap semua orang seperti itu. Selalu ada s isi baik di balik terjadinya peristiwa yang tidak mengenakkan hati. Ketika satu sahabat mengkhianatimu, yakinlah akan hadir banyak sahabat lain yang akan setia dan baik padamu. Yang penting kamu harus memperbaiki kualitas diri dulu agar pri badi-pribadi yang datang padamu juga merupakan pribadi yang berkualitas juga. Bu kankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa agama/kualitas seseorang itu mengiku ti siapa yang menjadi temannya. Ketika satu sahabat mengkhianatimu, yakinlah akan hadir banyak sahabat lain y ang akan setia dan baik padamu. Yang penting kamu harus memperbaiki kualitas dir i.. Seiring dengan semakin berkualitasnya diri kamu, maka sahabat yang akan datang k elak juga tak jauh dari kualitas yang kamu sandang. Begitu sebaliknya. Maka keti ka pengalaman masa lalu memberi kamu pelajaran tentang sakitnya dikhianati oleh sahabat, maka introspeksi saja bahwa mungkin itu adalah teguran ketika kamu belu m bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Jadi jangan berkecil hati. Tet ap optimis bahwa hidupmu akan lebih ceria dab berwarna dengan dikelilingi oleh s ahabat-sahabat yang baik. Insya Allah ^_^[riafariana/voa-islam.com]