You are on page 1of 2

Si Emas

Pernahkah anda membayangkan diri anda menjadi emas di antara butiran pasir hitam? Sepertinya akan sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, menjadi sorotan karena ciri-ciri yangdianggaplebih menonjol dari anggota komunitas yang lain mesti akan memberikan kepuasan tersendiri bagi seseorang. Tapi, mungkin sebagian dari kita yang setuju dengan pernyataan sebelumnya sudah luput untuk mengingat sesuatu: tak selamanya menjadi sorotan akan mengundang decak kagum dan simpati orang-orang di sekeliling anda. Terlepas dari betapa gemilangnya kemampuan seseorang, adab perilaku nyatanya tetap menjadi hal yang paling berpengaruh dalam relasi antarmanusia. Banyak dari kita yang lupa bahwa terkadang menjadi menonjol adalah hal yang tak hanya memiliki dampak baik, tapi juga dampak buruk. Dampak buruk tersebut di antaranya adalah rasa risih dari orang-orang di sekitar anda. Rasa risih tersebut biasanya disebabkan oleh kealpaan anda memperhatikan tatakrama berbicara dalam sebuah forum. Contoh sederhana yang bisa kita temui di lingkungan sekolah sehari-hari adalah saat suatu kelas mengadakan forum yang mengharuskan beberapa dari anggota kelas berdiri di depan untuk memaparkan sesuatu. Berdasarkan pengamatan acak yang penulis lakukan, si emas di tiap kelas ini memiliki tendensi hanya akan mengambil alih dua peran, yaitu pemapar yang luar biasa, atau penyimak yang kemudian akan bertransformasi menjadi pendebat saat sesi tanya-jawab. Hal semacam itu mesti lumrah terjadi di lingkungan sekitar anda. Berapa banyak dari anda yang merasa bosan dengan perilaku monoton si emas? Atau mungkin anda adalah si emas itu sendiri? Sebetulnya tak ada yang salah dengan apa yang dilakukan si emas. Setiap orang yang berkemampuan membutuhkan ajang untuk membuktikan kehebatannya bukan? Barangkali contoh di atas dapat menggambarkan bagaimana pola pikir para si emas di lingkungan anda. Rasa risih anda terhadap cara mereka menunjukkan kemampuan dapat disebabkan dua hal, pertama, iritasi karena merasa si emas menggunakan cara yang kurang bijak dalam menunjukkan kemampuannya, atau, karena anda iri. Hati-hati jika anda termasuk golongan yang kedua. Bisa jadi andalah justru yang kurang bijak dalam memberi penilaian. Bagi anda yang ingin menunjukkan kelebihan anda, berhati-hatilah dalam memilih cara menunjukannya. Tak semua orang setuju dan sepaham dengan anda. Berlakulah secara bersahaja, tanpa kecenderungan untuk merendahkan orang lain. Percayalah, jika anda mampu meraih hati orang lain, maka kehebatan anda akan menjadi sesuatu yang penuh berkah. Satu hal lain yang perlu anda ingat. Anda tak butuh terlihat outstanding untuk menjadi sosok yang dianggap outstanding oleh orang lain.

Tak lupa bagi anda yang merasa terintimidasi, berusahalah untuk menerima keragaman karakter orang dalam komunitas anda. Jadikanlah perilaku si emas tersebut sebagai pacuan bagi anda untuk menjadi sosok yang lebih baik, bukan sebagai bahan celaan. Jika anda merasa si emas sudah terlalu meresahkan, anda memiliki hak asasi penuh untuk memberinya kritik. Namun ingatlah bahwa penyampaian kritik pun butuh etika dan tujuan penyampaian kritik adalah untuk membangun seseorang menjadi lebih baik, bukan untuk menelanjangi kesalahannya di hadapan umum.