You are on page 1of 28

PENANGGULANGAN KEGAWAT DARURATAN DIBIDANG KEDOKTERAN GIGI

Shaukat Oesmani Hasbi,drg.Sp.BM


Bagian Ilmu Bedah Mulut Fakultas Kedokteran Gigi USU Medan 004

* ALLERGI * PERDARAHAN * FRAKTUR


Allergi : Suatu reaksi hypersensitifitas karena adanya reaksi antara antigen dan antibodi, reaksi dapat berkembang menjadi suatu kegawatan berupa syok, gagal nafas, henti jantung dan kematian
Syok anafilaktik : Disharmoni antara blood volume dgn vascular bed Diakhiri dgn hipoksia serebri dan hipoksia jaringan

Faktor Penyebab : - Bahan makanan - Lingkungan - Obat-obatan - Reaksi antigen antibodi merupakan reaksi imunitas - Setiap antigen yg masuk dikenali oleh antibodi (sensitisasi) apabila tdk menimbulkan kelainan disebut terjadi reaksi imunitas bila terjadi kelainan disebut terjadi reaksi hipersensitifitas

Sistem Imunitas

Spesifik
- Hormonal Sel B

Non Spesifik

- Seluler Sel T

Fisik : - Sel. Lendir - Silia - Batuk dan bersin

Biokimia : Seluler : - As. Lam- - Fagosit bung - Lizozim - Laktoferin - As. Nauraminat

Hormonal : Komplemen interferon C. reaktif protein

ANTIBODI
Imunoglubulin merupakan protein plasma yg berasal dari proliferasi sel akibat adanya rangsangan antigen
Ig.G Ig.M Ig.A Ig.D Ig.E : : : : : 75% dari semua Ig Meningkat apa bila ada infeksi Meningkat dlm cairan G.I.T, T.Res, T.U. Asi Fungsi ? Meningkat bila terjadi reaksi alergi

REAKSI ALERGI Type I : Reaksi cepat, Ig.E meningkat Cth : Asma, rinitis, dermatitis, urtikaria Type II : Reaksi sitotoksik Ig.G & M meningkat Cth : Destruksi erit karena transfusi Type III : Reaksi komplek imun, terjadi karena penimbunan komplek antigen antibodi dlm jaringan & pembuluh darah Cth : Arthritis rheumatoid Type IV : Tidsk melibatkan Ig. TTP Sel T Cth : Dermatitis kontak, reaksi tuberkulin

Antigen

B
T

Y
Ig.E Mastel & Basofil (Sensitisasi)

Degranulisasi Zat Mediator Keluar

Zat Mediator : - Histamin - Bradikinin - Serotonin - SRS.A


Menyebabkan : - Permeabiliten P. DRH - Broncho spasmus (open jaringan) - Gangguan peristaltik - Apnoe - Hyper ventilasi

Gejala-Gejalan : 1. Prodormal : Gelisah, lemah, gatal hidung dan palatum 2. Kardiovaskuler : Takikardi, palpitasi, dada sesak 3. Pulmoner : Rinitis, bersin, apnoe hyper ventilasi 4. G.I.T : Nause, muntah, mulas Sp diare 5. Kulit : Gatal, urtikaria, angioderma

Pencegahan : 1. Informasi dan persetujuan anamnese dan inform concern 2. Indikasi, pemberian obat 3. Riwayat alergi 4. Obat alternatif 5. Skin Test 6. Cara pemberian obat 7. Keadaan obat 8. Rujukan 9. Observasi 30 menit 10. Pemberian bertahap

PENATALAKSANAAN Tergantung beratnya, kalau hanya syok ringan 1. Posisi 2. Ventilasi 3. Obat-obatan Injeksi adrenalin 0,25 CC 1 : 1000 SC atau I.M boleh diulang setiap 15 menit, anti histamin, kortikosteroid 4. Observasi Bila berat resusitasi : A, B, C, D, E, F, G, H, I, J - Air way - Caugh - Breathing - Hypotermi - Cardiovascular (circulasi) - ICCU - Drug - EKG - Defibrilasi

PERDARAHAN
BB 60% Cairan 40% Otot, Tulang dll

40% I.C.F

20% E.C.F

15% Inter S.F

5% Intra Vascular (Plasma)

Darah TTD : - Cell

TTD :

Fungsi :

: - Eryt - Leuk - Trombo - Fluid (Plasma) 90% Air - Protein : A/B, Glob - Mineral-mineral - Organik : As. Amino Cholesterol Lemak Glukosa Enzym Hormon Respirasi - Regulator body term Nutrisi - Water balance Exresi - Regulator body actifi Protection

Penyakit Perdarahan : 1. Gangguan vaskuler - Congenital : Mis. - Herediter Haemorhage - Tele angiectasi - Acquired : Purpura simplex scurvy 2. Gangguan faktor pembekuan - Cong * Def. FCT I : Afibrinog - ACQ * Def. FCT V : Owner Dis * Def. I : Fibrinolysis * Def. V : Peny. Hepar 3. Gangguan Trombosit - Trombocitopenia - Trombocitopathia

III. Menurut Pembuluh Yang Terkena : 1. Arteri 2. Vena 3. Kapiler

IV. Menurut Lokasinya : 1. Eksterna 2. Interna

Mekanisme Pembekuan Darah


Phase I : Pembentukan trombosit Faktor-faktor : - ahg - X - ptc - Stuart Factor - pta - Trombosit : Pembentukan trombin dari prothrombin Faktor-faktor : - Ca++ - V - VII : Merupakan fibrinogen Fibrin oleh : Trombine

Phase II

Phase III

Faktor

: I, V, VIII, XI dan XII - Dibuat di hati - Di darah tdk aktif


: II, VII, IX X - Dibuat di hati dgn bantuan Vit. K - Dalam darah aktif : I, II, III dan VIII Setiap proses perdarahan habis dipakai - Tromboplastin Tdk ada - Trombin dlm darah - Fibrin yg beredar

Faktor

Faktor

I II III IV V VII VIII IX X XI

XIII

: Fibrinogen : Prothromine : Tissue Tromboplastin : Ca Ion : Pro Accelerin : Pro Convertion : AHG (Anti Haemopilia A) : PTC (X. Mast FCT / A Haem B) : Stuart Factor (Trombokinase) : PTA (A Haemopili B) XII Hageman Factor : Fibrin Stabilizing Factor

Fibrinogen Ion Ca Protrombin

Trombin

Fibrin Trombokinase (Dari Trombosit)

5 7 menit (Bleeding Time) Luka Platelet Platelet Kontraksi Adhesi Agregation Plug Vasa Vasculer Vasa Platelet (Oleh Trombosit)

Clotting Time Fibrin

Recanalisasi

PERAWATAN
I.

I. LOKAL II. SISTEMIK

LOKAL : 1. Tekanan 2. Biologis 3. Kauterisasi - Kemis - Elektris

- Pengikatan - Hemostat

II. SISTEMIK : 1. Haemostatikum 2. Kead. Umum

FRAKTUR TULANG RAHANG Defenisi : Terputusnya kontuinitas tulang etiologi - Trauma (Non Patologis) - Patologis : - Osteomyelitis - Osteoporisis

Tanda-tanda klinis : - Lacerasi - Maloklusi - Abnormal Mobility - Abnormal Palpasi

Edema Haematoma Malfungsi Sakit / nyeri Kelainan Neurologis

COMMUTIO C : TD : - Pingsan 10-15 menit - Nausea - Nadi < 60 menit - Temp. N - Respirasi Normal - Amnesia Ringan COMMUTIO C : TD : - Pingsan 1-2 hari - Nadi - Respirasi Ireguler COMPRESSIO CEREBRI : TD : - Pingsan 1-2 hari - Perdarahan - Temp. - Refelski Pupil - Pupil kiri & kanan tak sama besar - Tek. intra cranial - Nadi, resp & temp. tdk teratur

Ro Foto :
Oklusal Panoramex Schedel Lateral oblique MRI D3

Terlihat gambaran garis / daerah FX

Klasifikasi :
Single FX : Garis FX 1 tempat Multiple FX : Garis FX lebih dari tempat Siple FX : FX sederhana / retak Compound FX : FX yg memutuskan jar. tulang (Komplit FX) Communited FX : FX yg berkeping-keping Complicated FX : TX disertai komplikasi organ lain, mis. otak, paru dll Impacted FX : Sebagian FX fragmen masuk ke tulang lain Depressed FX : FX fragmen menusuk organ lain Open FX Closed FX

PERAWATAN : - Emergensi - Defenitif * Emergensi : - Kontrol perdarahan - Jaga. sal nafas - Tangulangi sakit - Jaga FX fragmen
* Defenitif : Tujuan : Mengembalikan : - Anatomis - Fungsional - Estetis Prinsip : - Reduksi / reposisi - Fiksasi - Immobilisasi

Reduksi / Reposisi 1. Tertutup bisa dgn lokal anestesi 2. Terbuka harus dgn anestesi umum Fiksasi Ekstra oral : Chin cap Head gear Elastis verband Dll Intra osseus wiring Intra osseus plating

Intra oral

Immobilisasi :

- Direct dental mis. Intra & inter dental wiring - Indirect dental mis. Arch bar & splinting