You are on page 1of 4

Sekapur Sirih tentang STL (Studio to Transmitter Link) Asuhan Ki UW BleNgeR Jakarta

Hubungan pemancar studio (atau STL) berfungsi mengirim informasi siaran radio 's atau televisi berupa audio dan video dari studio siaran ke pemancar di lokasi lain. Hal ini diperlukan karena lokasi terbaik untuk antena pemancar berada di atas gunung atau ketinggian tertentu sehingg penggunaan menara yang jauh lebih pendek diperlukan, atau di mana letak studio betul-betul tidak praktis keberadaannya bila selalu berada colocation dengan stasiun pemancar BC. Di daerah datar pun, pusat bidang liputan stasiun yang boleh mungkin tidak dekat lokasi studio atau dalam bidang yang didiami di mana pemancar akan tidak disetujui oleh himpunan/masyarakat atau peraturan Pemda, oleh sebab itu antena harus ditempatkan beberapa mil atau beberapa kilometer jauhnya dari studio. Biasanya STL diletakkan secara tetap/fixed sesuai dengan perizinannya, bilamana diperlukan untuk kegiatan semi tetap (mobile) harus terlebih dahulu melalui Technical Analisis untuk menghindari saling mengganggu terutama dengan jaringan STL tetap (Point to point). Teknologi STL yang berkembang saat ini begitu pesat, secara pointer dapat diketahui, antara lain : - Band Frekuensi : 140 160 MHz, 200 240 MHz, 300 330 MHz, 400 470 MHz bahkan hingga mencapai 2 GHz. - Occupied Band Width : 200 350 KHz - Power output : berkisar 0 30 watt - Respon frekuensi : dari 0.5 dB s/d 2 dB, ini setara dengan band width yang dikirimkan sinyal composite dari output modulasi ke stereo generator kemudian ke Pemancar BC, adapun band width yg diperlukan berkisar 50 s/d 190 KHz. Biasanya sinyal composite itu sudah ditentukan BW transmisinya, misalnya untuk Mono : 39, 67, 92, dstnya s/d 185 KHz, sedangkan composite berkisar 53, 92, 110, dstnya s/d 200 KHz dan Audio Band Width dapat menyesuaikan pada saluran tersebut, misalnya composite menggunakan BW 53 KHz. - Alur konfigurasinya sbb: Mod/data Processor (analog/digital) Encoder STL Transmitter TX BC Stereo generator Decoder ----- STL Receiver

Kesimpulan sementara yang didapat adalah, bahwa keperluan BW (necessary BW) untuk STL antara 50 s/d 200 KHz, dengan kelas emisi F3E, Power output tidak melebihi 25 Watt dan dipergunakan hanya 1 kanal hantaran saja, untuk hantaran s/d 4 kanal informasi melalui STL akan disampaikan kemudian. Kebijakan yang perlu diambil paling tidak adalah (untuk BCFM): Moda Transmisi STL adalah 150 KF3EJN power output 25 watt Hal ini mengingat keterbatasan kavling yang kita miliki, yaitu 5 MHz (penetapan semula hanya 2 MHZ untuk BW 25 KHz), untuk moda transmisi tsb kanal yang didapat sebanyak 43 kanal dialokasikan untuk jaringan point to point dan dapat digunakan secara Re-Use dalam satu kota yang sama. Catatan: kavling yang tersedia sementara ini pada pita 324 330 MHz dan 340 350 MHz Pengkanalannya akan disampaikan pada episode selanjutnya Sementara itu dulu info dari Ki UWe Blenger, saya akan kembali bertapa mencari wangsit

UWe.Create/2008

Contoh perangkat STL merk RVR :

Fungsi Front Panel Receiver STL

UWe.Create/2008

Fungsi Pront Panel Transmitter STL

UWe.Create/2008

Masih banyak lagi merk dan type perangkat STL, yang satu ini (RVR) sedikit lebih sederhana dan baynak yang mempergunakannya di Indonesia untuk hubungan antara studio dan pemancar BCFM untuk keperluan mentransfer data informasi siarannya.

UWe.Create/2008