You are on page 1of 13

LAPORAN PELAKSANAAN OPTIMALISASI PENEGAKAN KODE ETIK DAN PENGAWASAN INTERNAL PEMASYARAKATAN TAHUN 2012

MOTTO WAS INTERN DITJENPAS: Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam Bertugas

SUB DIREKTORAT KODE ETIK DAN PROFESI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012
1 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

BAB I. Pendahuluan;

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Dan dalam kerangka untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin tersebut perlu adanya sebuah aturan yang jelas yang mengatur teknis pelaksanaan P4GN, dengan tetap menghormati tugas dan kewenangan masing-masing institusi. Keamanan dan Ketertiban pada Unit Pelaksana

Teknis Pemasyarakatan merupakan syarat utama mendukung terwujudnya pembinaan Narapidana/Anak Didik Pemasyarakatan, Perawatan Tahanan, Pengelolaan Benda Sitaan dan Rampasan Negara, Pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Pemeliharaan keamanan dan ketertiban pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan melalui penyelenggaraan fungsi Kesatuan Pengamanan yang meliputi penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban Warga Binaan Pemasyarakatan, Penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Petugas Pemasyarakatan sebagai ujung tombak pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan harus memiliki performance, kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dengan Ucapan Bismillahirrohmanirrahim, Panduan Kinerja Sub Direktorat Kode Etik Profesi tahun 2013 sebagai pedoman Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2013 oleh Sub Direktorat Kode Etik Profesi Dit. Bina Kamtib. Ditjenpas disusun dengan Semangat Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam Bertugas, Semoga Allah SWT memberikan Kesehatan, Kekuatan, Bimbingan dan Perlindungan dan Ridho-Nya, amin. A. Dasar Pemikiran;

Dasar Pemikiran Laporan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2012 adalah sebagai berikut:

1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian;

2 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

2.

Undang-Undang Pemasyarakatan;

Republik

Indonesia

Nomor

12

Tahun

1995

tentang

3.

Peraturan Pemerintah Nomor: 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS);

4.

Permen Hukum dan HAM RI Nomor: MHH-OT.02.02 Tahun 2009 Tentang Cetak Biru Pembaharuan Pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan;

5.

Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor M.01.PR.07.03 tahun 1985, tentang Organisasi dan Tata kerja Lembaga Pemasyarakatan;

6.

Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor M.04.PR.07.03 tahun 1985, tentang Organisasi dan Tata kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Benda Sitaan dan Rampasan Negara;

7.

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor M.09-PR.07.10 Tahun 2007 tanggal 20 April 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI;

8.

Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.01.PL.01.01 Tahun 2003 Tentang Pola Bangunan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan;

9.

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH.16.KP.05.02 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Pegawai Pemasyarakatan;

10.

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH-01.PW.01.01 Tahun 2011 Tentang PengawasanIntern Pemasyarakatan;

B.

Maksud dan Tujuan;

Maksud dan Tujuan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2012 adalah Berkurangnya Pelanggaran/Penyimpangan Perilaku Aparat Pemasyarakatan, dengan target sebagai berikut:

1.

Tersedianya Pengawasan

mekanisme Internal di

(Standart lingkungan

Operating

Prosedurs/SOP) termasuk

Pemasyarakatan

pelaksanaan evaluasi perilaku dan kinerja serta penyimpangan oknum petugas Lapas/Rutan; 2. Terlaksananya monitoring dan evaluasi mekanisme pengawasan internal melalui website Direktorat Jenderal Pemasyarakatan;

3 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

3.

Terpublikasinya hasil pengawasan internal di website Direktorat Jenderal Pemasyarakatan;

4 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

BAB II. Data Lapangan

A.

Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal pada tanggal 11 s.d. 13 Januari 2012 adalah sebagai berikut:
1.

Berdasarkan Surat Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.1.KP.04,01-22 tanggal 10 Januari 2012, untuk melaksanakan program kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan

Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan melakukan operasi berupa Tes Urine kepada Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau;
2.

Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Batam, jumlah penghuni per 11 Januari 2012 sebanyak 859 orang, dilakukan tes urine secar acak kepada 10 orang pegawai, semuanya dinyatakan negative mengkonsumsi narkoba dan dari 23 orang narapidana terdapat 5 orang yang positif menggunakan Narkoba;

3.

Hasil operasi tes urine di Rumah Tahanan Negara Klas I Batam, jumlah penghuni per 11 Januari 2012 sebanyak 344 orang, dilakukan tes urine secar acak kepada 10 orang pegawai, semuanya dinyatakan negative mengkonsumsi narkoba dan dari 8 orang tahanan terdapat 2 orang yang positif menggunakan Narkoba;

4.

Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Pinang, jumlah penghuni per 12 Januari 2012 sebanyak 327 orang, dilakukan tes urine secar acak kepada 8 orang pegawai, terdapat 2 orang yang positif mengkonsumsi narkoba dan dari 14 orang narapidana terdapat 9 orang yang positif menggunakan Narkoba

5.

Hasil operasi tes urine di Rumah Tahanan Negara Klas I Tanjung Pinang, jumlah penghuni per 12 Januari 2012 sebanyak 189 orang, dilakukan tes urine secar acak kepada 12 orang pegawai, terdapat 1 orang yang positif mengkonsumsi narkoba dan dari 16 orang tahanan semuanya negatif menggunakan Narkoba;

6.

Dari hasil tes urine tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Kepala Rumah Tahanan Negara dengan melakukan

5 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

pemanggilan dan dilakukan pembinaan kepada Pegawai yang positif mengonsumsi Narkoba, setelah menandatangani surat pernyataan apabila tetap mengkonsumsi Narkoba akan diambil tindakan dua opsi yaitu: sanksi administrasi sesuai PP No.53 tahun 2010 atau sanksi pidana, sedangkan bagi warga binaan pemasyarakatan yang positif

mengkonsumsi narkoba dimasukkan kedalam register F dan dilakukan pencabutan beberapa hak-haknya, selanjunya dilakukan pembinaan lebih intensif oleh petugas; B. Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal pada tanggal 15 s.d. 16 Mei 2012 adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan Surat Perintah Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS6.KP.04,04-131 tanggal 14 Mei 2012, untuk melaksanakan program kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Direktorat

Jenderal Pemasyarakatan dengan melakukan operasi berupa Tes Urine kepada Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Lampung; 2. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Lampung jumlah penghuni per 15 Mei 2012 sebanyak 111 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 8 orang narapidana terdapat 5 orang yang positif menggunakan Narkoba; 3. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika Lampung, jumlah penghuni per 16 Mei 2012 sebanyak 570 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 5 orang narapidana terdapat 1 orang yang positif menggunakan Narkoba 4. Dari hasil tes urine tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil lampung dan kepada Kepala Lembaga

Pemasyarakatan Wanita Lampung dan Lapas Narkotika Lampung dengan catatan bagi warga binaan pemasyarakatan yang positif mengkonsumsi narkoba dimasukkan kedalam register F dan dilakukan pencabutan beberapa hak-haknya, selanjunya dilakukan pembinaan lebih intensif oleh petugas;

6 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

C.

Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal pada tanggal 26 September 2012 s.d. 13 Oktober 2012 adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan Surat Perintah Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.2.KP.04,01-262 tanggal 21 September 2012, untuk melaksanakan penyusunan kanjian

pengawasan internal pemasyarakatan dan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden No.17 tahun 2012 dilakukan penelitian ke 3 wilayah yaitu : Bali, Sumatera Utara, Kalimantan timur, kepada kantor Wilayah, lapas, Rutan, bapas dan Rupbasan; 2. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan wawancara kepada

respondance pejabat structural di kantor Wilayah, lapas, Rutan, bapas dan Rupbasan; 3. Substansi dari kegiatan penelitian meliputi: tujuan pengawasan, ruang lingkup pengawasan, instrument pengawasan, metode pengawasan, wewenang pengawasan, pola koordinasi dan tindak lanjut pengawasan; 4. Terkait dengan mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Jenderal meliputi keuangan, administrasi dan

penyimpangan/pelanggaran yang dilakukan oleh petugas. Pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah lebih bersifat teknis meliputi pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi di UPT Pemasyarakatan, terkait instrument pengawasan belum ada aturan yang bbaku mengenai mekanisme pengawasan terhadap pegawai yang melanggar; 5. Berdasarkan hasil analisa dapat ditarik Kesimpulan bahwa: a).Terkait dengan substansi pengawasan internal yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah terdapat kesamaan obyek dan substansi pengawasan; b).Terjadi dilematis ditingkat UPT Pas yang diawasi mengingat pengawasan yang dilakukan Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah sehingga terkesan terjadi duplikasi masalah; c).Adanya ketidak sesuaian dalam hal rekomendaasi oleh Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, padahal obyek yang diawasi dan periksa adalah sama; d).Tidak adanya perwakilan

7 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

Inspektorat berkoordinasi; 6. Berdasarkan koordinasi

Jenderal

di

wilayah

sehingga

menyulitkan

dalam

kesimpulan diantara

diatas,

kami

menyarankan: Direktorat

a).Perlunya Jenderal

Inspektorat

Jenderal,

Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah dalam melakukan pengawasan; b).Adanya pedoman baku terkait mekanisme serta substansi pengawasan terhadap obyek yang diawasi.

D.

Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal pada tanggal 15 Oktober 2012 adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan Surat Perintah Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.2.KP.04,01-265 tanggal 15 Oktober 2012, untuk melaksanakan program kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan melakukan operasi berupa Tes Urine kepada Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Tangerang; 2. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Tangerang jumlah penghuni per 15 Oktober 2012 sebanyak 320 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 42 orang tahanan dan 7 orang narapidana terdapat 14 orang yang positif menggunakan Narkoba; 3. Hasil operasi penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Tangerang, dengan barang bukti: 9 buah HP, 18 baterai HP, 8 cahrger HP, 6 lem aibon, 24 gunting, uang dimasukkan ke register D; 4. Dari hasil tes urine tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang dengan catatan bagi warga binaan pemasyarakatan yang positif mengkonsumsi narkoba dimasukkan

kedalam register F dan dilakukan pencabutan beberapa hak-haknya, selanjunya dilakukan pembinaan lebih intensif oleh petugas. E. Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal pada tanggal 1 November 2012 adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan Surat Perintah Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.2.KP.04,01-690 tanggal 1 November 2012, untuk melaksanakan program kegiatan Pencegahan
8 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

dan Penanggulangan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan melakukan operasi berupa Tes Urine kepada Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur; 2. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pamekasan jumlah penghuni per 1 November 2012 sebanyak 792 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 11 orang narapidana terdapat 5 orang yang positif menggunakan Narkoba, selain itu dilakukan pengeledahan dan ditemukan beberapa barang terlarang yang disita dan dimusnahkan; 3. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lumajang, jumlah penghuni per 1 November 2012 sebanyak 295 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 39 orang narapidana terdapat 6 orang yang positif menggunakan Narkoba, pada saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang terlarang; 4. Hasil operasi tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Pasuruan, jumlah penghuni per 1 November 2012 sebanyak 256 orang, dilakukan tes urine secara acak kepada 10 orang narapidana dengan hasil semuanya negative dalam menggunakan Narkoba, pada saat dilakukan

penggeledahan tidak ditemukan barang terlarang; 5. Dari hasil tes urine tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jawa Timur dan kepada Kepala Lapas

Pamekasan dan Kepala Lapas Lumajang serta Kepala lapas Pasuruan dengan catatan bagi warga binaan pemasyarakatan yang positif mengkonsumsi narkoba dimasukkan kedalam register F dan dilakukan pencabutan beberapa hak-haknya, selanjunya dilakukan pembinaan lebih intensif oleh petugas.

F.

Masalah dan Alternatif Pemecahannya; Masalah pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan

Pengawasan Internal Tahun 2012 adalah sebagai berikut: 1. Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM petugas Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan;

9 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

2.

Kurangnya sosialisasi pelaksanaan Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan;

3.

Kurangnya dukungan dari semua pihak tentang pelaksanaan Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan; Alternatif Pemecahan dari masalah dari pelaksanaan Optimalisasi

Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2012 adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM petugas Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan; 2. Peningkatan sosialisasi pelaksanaan Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan; 3. Peningkatan dukungan dari semua pihak tentang pelaksanaan

Pengawasan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan; G. Tindak Lanjut (Follow Up); Tindak Lanjut (Follow Up) dari Laporan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2012 adalah sebagai berikut:
1.

Perencanaan pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2013 oleh Seksi Pengawasan Internal Sub Direktorat Kode Etik Profesi Direktorat Bina Keamanan dan ketertiban Direktorat jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI;

2.

Koordinasi dan konsolidasi dengan semua pihak terkait (seksi, bidang, sub direktorat, direktorat) pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2013 pada Seksi Pengawasan Internal Sub Direktorat Kode Etik Profesi Direktorat Bina Keamanan dan ketertiban Direktorat jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI;

3.

Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2013 pada Seksi Pengawasan Internal Sub Direktorat Kode Etik Profesi Direktorat Bina Keamanan dan ketertiban Direktorat jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI dengan baik yang dikontrol dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap

pelaksanaannya;
4.

Melakukan inovasi dan kreatifitas dalam melaksanakan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2013 pada Seksi Pengawasan Internal Sub Direktorat Kode Etik Profesi Direktorat Bina

10 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

Keamanan

dan

ketertiban

Direktorat

jenderal

Pemasyarakatan

Kementerian Hukum dan HAM RI dalam upaya tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi.

11 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

BAB III. Rekomendasi Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Pemasyarakatan Tahun 2013

1.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengawasan Internal Bagi Petugas Keamanan (yang disingkat: Bimtek Was. Intern. Th. 2013) yang dilengkapi dengan sosialisasi tentang Pelaksanaan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Pemasyarakatan dengan menggunakan dana DIPA pada tahun 2013 yang tersedia;

2.

Pelaksanaan Tes Narkoba ke Petugas Pemasyarakatan bekerja sama dengan Direktorat Advokasi Badan Narkotika Nasional RI dengan melakukan langkah Preemtif, Preventif dan Represif P4GN terhadap jajaran Petugas

Pemasyarakatan, dengan menggunakan dana DIPA pada tahun 2013 yang tersedia; 3. Pelaksanaan Optimalisasi Pengawasan Internal dan Kode Etik Petugas Pemasyarakatan, dengan menggunakan dana DIPA pada tahun 2013 yang tersedia; 4. Pelaksanaan Penyusunan Modul Peningkatan Kapasitas Petugas Bidang Keamanan dan Ketertiban dengan menggunakan dana DIPA pada tahun 2013 yang tersedia,

12 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.

BAB IV. Penutup

Dengan Ucapan Alhamdulillahirrobilalamin, Laporan Optimalisasi Penegakan Kode Etik dan Pengawasan Internal Tahun 2012 telah tersusun dan dibuat dengan baik, semoga Allah SWT meridhoinya, amin.

Mengetahui A.n. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban

ttd

H Wibowo Joko Harjono, Bc.IP. SH. MM. NIP. 19541230 197912 1 001

13 |Harmoni dalam Gerak dan Langkah serta Tanggap, Tanggon dan Trengginas dalam bertugas.