You are on page 1of 4

BAB X

EVALUASI PROYEK

Dalam penawaran untuk industri harus diperhatikan Interest Rate = Rate of Interest atau Rate of Return, yaitu rasio hasil yang diterima dan jumlah dana yang diinvestasikan. Analisis Investasi Proyek Industri Pilihan Tunggal 1. Proyek Industri Pilihan Tunggal, investor hanya ingin membangun satu jenis industri. 2. Apakah industri yang direncanakan perlu dibangun atau tidak? 3. Ada beberapa analisis, diantaranya: 1) Net Persen Value = NPV (nilai bersih sekarang) Formula yang digunakan untuk analisis: NVP(i) = {

A. EVALUASI PROYEK INDUSTRI 1. Dasar memperoleh tingkat keuntungan ekonomis (profitbalitas) 2. Persyaratan: = TR TC > 0 : keuntungan ekonomis TR : total revenue (penerimaan total) TC : total cost (biaya total), merupakan penjumlahan seluruh biaya TR = Bi : penerimaan tahunan yang merupakan manfaat ekonomi dari proyek t : waktu 1,2,3,n (tahun) TC : Co + Ci Co : ongkos investasi awal pembangunan Ci : biaya tahunan yang dikeluarkan untuk melakukan aktivitas industri = TR - TC > 0 = Bi - (Co = Yo = 1) > 0 atau:

( (1 + i) ) [C + ( (1 + i) )]}
t o t

Bt

Ct

Dimana: NPV(i) : nilai bersih sekarang pada tingkat i per tahun Bt : penerimaan total (manfaat) proyek industri waktu t C0 : biaya investasi awal proyek industri : biaya total yang dikeluarkan proyek industri waktu t Ct (1+ i)t : faktor nilai sekarang atau faktor diskon Formula di atas dapat diubah: NPV(i) = PFt (Bt) JPFt (Ct) t = 0,1,2,3,n (tahun) Nilai faktor sekarang (PFt0) PFt0 =

TR = Bi /(Co Ci ) > 1 TC

Suatu industri mempunyai keuntungan ekonomis apabila:

1 (1 + i ) t

= TR
3. TC lebih besar dari nol

= (1 + i )-t Proyek Industri layak dilaksanakan bila NPV(i) > 0

B. KASUS BCR(i) = Bt (1+ i )t - { Co + Ct /(1+ i )t } Sebuah proyek akan membeli sebuah mesin baru seharga Rp 50.000.000,- dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Perkiraan penerimaan total dan biaya total selama 5 tahun adalah sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Biaya Total Ct (juta) 50 15 20 10 10 5 Penerimaan TT Bt (juta) 0 25 30 65 75 50 Dimana: Bt : penerimaan total periode waktu ke-t Co : biaya investasi awal proyek Ct : biaya total yang dikeluarkan pada periode 1 tahun (1+ i)-t : faktor nilai sekarang atau faktor diskon Formula tersebut dapat diubah menjadi: BCR(i) = { PFt (Bt) } - { PFt (Ct) } PFt = ( 1 + i )t t = 0,1,2,3,... n Apabila: BCR(i) > 1 proyek layak dilaksanakan BCR(i) < 1 proyek tidak layak dilaksanakan Dari data kasus, dapat dihitung BCR(0,18) sebagai berikut: PFt (Bt) = 21,19 + 21,55 + 39,56 + 38,69 + 21,86 = 142,85 PFt (Ct) = 50,00 + 12,71 + 14,36 + 6,09 + 5,16 + 2,19 = 90,51 BCR(i) = PFt(Bt) - {PFt(C)} = 142,85 / 90,51 = 1,58 Artinya setiap rupiah yang diinvestasikan akan menghasilkan Rp 1,58. Secara ekonomis, investasi tersebut layak. 3. Analisis Internal Rate of Return = IRR o o o 2) Analisis Rasio, Benefit Cost Ratio = BCR (Manfaat Biaya) Rate of Return Sebagai suatu Interest Rate (i) yang yang membentuk nilai sekarang dari aliran kas proyek industri menuju nol Merupakan suatu interest yang membuat nilai NPV sama dengan nol

Jika pembelian mesin tersebut dengan pinjam uang di bank dengan bunga 18 %, apakah investasi tersebut layak? Jawab: { [bt /(1- 0,18)t] Co } + { [Ct /(1 - 0,18)t ] } Hasilnya sebagai berikut:
Tahun (1) 0 1 2 3 4 5 PFt (2) 1,000 0,8475 0,7182 0,6086 0,5158 0,4371 Ct (3) 50 15 20 10 10 5 Bt (4) 0 25 30 65 75 50 PFt(Ct) PFt(Bt) (5)=(2)x(3) (6)=(2)x(4) 50,00 0,00 12,71 21,19 14,36 21,55 6,09 39,56 5,16 38,69 2,19 21,86 NPV(i=0,18) = NPVt = NPVt (7)=(6)-(5) -50,00 8,48 7,19 33,47 33,3 14,67 52,34

Kesimpulan: Karena NPV > 0 (Rp 52.340.000,-), maka diputuskan untuk membeli mesin baru walaupun dana dipinjam dari bank.

Perhitungan nilai IRR suatu proyek industri dilakukan dengan cara coba-coba melalui proses bertahap. 1. Pada kasus, dengan nilai i = 18 %, nilai NPV = 52,34 juta 2. Dicoba menghitung: NPV(i=0,24) NPV(i=0,36) NPV(i=0,45) NPV(i=0,50) Perhitungan NPV = 24 %
Tahun (1) PFt (2) Ct (3) Bt (4) PFt(Ct) (5)=(2)x(3) PFt(Bt) (6)=(2)x(4) NPVt (7)=(6)-(5)

Perhitungan NPV = 45 %
Tahun (1) PFt (2) Ct (3) Bt (4) PFt(Ct) (5)=(2)x(3) PFt(Bt) (6)=(2)x(4) NPVt (7)=(6)-(5)

0 1 2 3 4 5

1,0000 0,6897 0,4756 0,3280 0,2262 0,1563

50 15 20 10 10 5

0 25 30 65 75 50

50,00 0,00 10,35 17,24 9,51 14,27 3,28 21,32 2,26 16,97 0,78 7,80 NPV(i=0,45) = NPVt =

-50,00 6,89 4,76 18,04 14,71 7,02 1,42

PFt = ( 1+ i )-t = (1 + 0,45)-t t = 0,1,2,3,4,5 Oleh karena NPV(i=0,45) = 1,42 masih jauh dari 0 (nol), maka dicoba dengan i = 50 %. Perhitungan NPV = 50 %
Tahun (1) PFt (2) Ct (3) Bt (4) PFt(Ct) (5)=(2)x(3) PFt(Bt) (6)=(2)x(4) NPVt (7)=(6)-(5)

0 1 2 3 4 5

1,0000 0,8065 0,6504 0,5245 0,4230 0,3411

50 15 20 10 10 5

0 25 30 65 75 50

50,00 0,00 12,10 20,16 13,01 19,51 5,25 34,09 4,23 31,73 1,71 17,06 NPV(i=0,24 )= NPVt =

-50,00 8,06 6,50 28,84 27,50 15,32 36,22

PFt = ( 1+ i )-t = (1 + 0,24)-t t = 0,1,2,3,4,5 Oleh karena NPV(i=0,24) = 36,22 masih jauh dari 0 (nol), maka dicoba dengan i = 36 %. Perhitungan NPV = 36 %
Tahun (1) PFt (2) Ct (3) Bt (4) PFt(Ct) (5)=(2)x(3) PFt(Bt) (6)=(2)x(4) NPVt (7)=(6)-(5)

0 1 2 3 4 5

1,0000 0,6667 0,4444 0,2963 0,1975 0,1317

50 15 20 10 10 5

0 25 30 65 75 50

50,00 0,00 10,01 16,67 8,89 13,33 2,96 19,26 1,98 14,81 0,66 6,59 NPV(i=0,45) = NPVt =

-50,00 6,66 4,44 16,30 12,83 5,93 -3,84

Karena NPV(i=0,50) = -3,84 atau lebih kecil dari 0, maka IRR dapat dicari dengan cara menggunakan interpelasi berdasarkan rumus berikut:

0 1 2 3 4 5

1,0000 0,3753 0,5407 0,3975 0,2423 0,2149

50 15 20 10 10 5

0 25 30 65 75 50

50,00 0,00 11,03 18,38 10,81 16,22 3,98 25,84 2,92 21,92 1,07 10,75 NPV(i=0,36) = NPVt =

-50,00 7,35 5,41 21,86 19,00 9,68 13,30

IRR = i`+{
Dimana: I' i'' NPV' NPV''

NPV ` (i``i`)} NPV ` NPV ``

PFt = ( 1+ i )-t = (1 + 0,24)-t t = 0,1,2,3,4,5 Oleh karena NPV(i=0,36) = 13,30 masih jauh dari 0 (nol), maka dicoba dengan i = 45 %.

: tingkat bunga pada kondisi NPV positif yang terdekat dengan NPV negatif (dalam hal ini 0,45) : tingkat bunga pada kondisi NPV negatif (dalam hal ini adalah 0,50 atau 50 %) : NPV positif terdekat dengan NPV negatif (dalam hal ini adalah PV dengan tingkat bunga i sebesar 0,45 yaitu sebesar 1,42) : NPV negatif (sebesar -3,84)

Sehingga didapatkan IRR sebagai berikut: IRR = 0,45 + [{1,42 (0,50 0,45)} / (1,42 + 3,84)] = 0,45 + 0,26996 (0,05) = 0,4635 = 46,35 % C. LATIHAN SOAL Sebuah proyek akan membeli sebuah mesin baru seharga Rp 150.000.000,dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Perkiraan penerimaan total dan biaya total selama 5 tahun adalah sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Biaya Total Ct (juta) 35 20 15 13 10 5 Penerimaan TT Bt (juta) 0 30 35 50 65 70

Jika pembelian mesin tersebut dengan pinjam uang di bank dengan bunga 18 %, apakah investasi tersebut layak?