Вы находитесь на странице: 1из 12

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN FISIOTERAPI Jl. RS.

S.Fatmawati Pondok Labu Jakarta Selatan 12450 Telp.(021) 7656 971 Ext. 178, Fax.(021) 7656 904 up. Sek. Akfis LAPORAN STATUS KLINIK NAMA MAHASISWA NIM/NRP TEMPAT PRAKTEK PEMBIMBING : Novia Diba Nurhayati : 1010702030 : RS. Marinir Cilandak : Bp. Ansori dan Ibu Hermina

_________________________________________________________________________________ Tempat Pembuatan Laporan : Poli Fisioterapi RS. Marinir Cilandak Tanggal Pembuatan laporan : 4 Januari 2013 Kondisi Kasus 1. Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Agama : Ny. S : 56 tahun : Perempuan : Islam : FT C

Pekerjaan Alamat Hobi Diagnosa medis

: ibu rumah tangga : Cilandak Timur : Memasak : Ischialgia Sinestra

2. Riwayat Penyakit ( Autoanamnesa, 4 Januari 2013) a. Keluhan utama Sakit saat berjalan, Nyeri pada pinggang dan menjalar hingga tungkai tangan b. Riwayat penyakit sekarang 1 bulan yang lalu pasien terasa sakit saat berjalan, nyeri pada pinggul hingga tungkai kiri. Nyeri bertambah hebat saat jongkok dan berjalan lama dan nyeri berkurang saat tidur. pasien hanya memakai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri. Tanggal 2 januari 2012 berobat ke Rs Marinir Cilandak lalu pasien diperiksa oleh dokter saraf dan pasien dirujuk ke Fisioterapi pada tanggal 4 januari 2012. c. Riwayat penyakit terdahulu Pasien tidak memiliki riwayat penyakit terdahulu Hipertensi DM Kolesterol (-) (-) (-)

d. Riwayat penyakit keluarga Pasien tidak memiliki riwayat penyakit keluarga 3. Pemeriksaan Umum a. Keadaan umum 1) Tekanan darah 2) Tingkat kesadaran 3) Denyut nadi 4) Frekuensi pernapasan 5) Suhu tubuh 6) Berat badan 7) Tinggi badan : 130/110 mmHg : Composmentis : 72x / menit : 21 x/menit : 36,5 0 C : 65 kg : 150 cm

4. Pemeriksaan Khusus a. Inspeksi 1) Statik Kondisi umum baik (wajah tidak pucat) Tidak nampak adanya deformitas pada sendi hip Tidak nampak oedem

2) Dinamik b. Pasien nampak kesakitan ketika dilakukan gerakan pada pinggangnya Pada saat berjalan pasien lebih menumpu ke kaki yang sehat/ pincang.

Palpasi b. Perkusi Tidak dilakukan c. Auskultasi Tidak dilakukan d. Quick test Aktifitas jongkok berdiri (squad and bounching) menimbulkan nyeri pada knee. e. Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar 1) Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar Aktif Suhu general normal Adanya nyeri tekan pada regio lumbal

GERAKAN SENDI Kanan Hip fleksi Hip ekstensi Hip Adduksi Hip Abduksi

MAMPU Kiri mampu mampu mampu mampu Kanan Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri

NYERI Kiri Nyeri Nyeri Nyeri Nyeri Kanan

ROM

KOORDINASI Kiri Baik Baik Baik Baik

mampu mampu mampu mampu

Full ROM Full ROM Full ROM Full ROM

Kiri Kanan Tidak Full Baik ROM Tidak Full Baik ROM Tidak Full Baik ROM Tidak Full Baik ROM

2) Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar Pasif

GERAKAN SENDI Hip Fleksi Hip Ekstensi Hip Abduksi Hip Adduksi Hip Endorotasi Kanan Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri Tidak nyeri

NYERI Kiri Nyeri Nyeri Nyeri Nyeri Nyeri Kanan

ROM Kiri Tidak Full Full ROM ROM Tidak Full Full ROM ROM Tidak Full Full ROM ROM Tidak Full Full ROM ROM Tidak Full Full ROM ROM Tidak Full Full ROM ROM Kanan Elastis Elastis Elastis Elastis Elastis

End fell Kiri Elastis Elastis Elastis Elastis Elastis

Hip Eksorotasi

Nyeri

Elastis

Elastis

f. Tes Daya Tahan Isometrik Saat dilakukan gerakan isometric melawan tahanan pada gerakan hip, knee, dan ankle dengan posisi tidur terlentang pasien mampumelawan tahan dengan tahanan minimal.

g. Pemeriksaan Antropometri Kanan 41 35 76 Kiri 41 35 76

Tungkai atas Tungkai bawah Panjang tungkai

h. Pemeriksaan Kekuatan Otot Pemeriksaan kekuatan otot dengan menggunakan MMT (Manual Muscle Testing). Group Otot Flexor hip Ekstensor hip Abd hip Add hip Ekstral Rotasi Intral Rotasi Dextra 5 5 5 5 5 5 Sinistra 3 3 3 4 4 4

i. Pemeriksaan Lingkup Gerak Sendi Pemeriksaan dengan metode ISOM KANAN AKTIF PASIF o o o S: 100 0 20 S: 110o 0o 30o o o o F: 40 0 25 F:45o 0o 30o H: 45o 0o 45o H: 45o 0o 45o j. Pemeriksaan Nyeri Pemeriksaan dengan menggunakan VAS (Visual Analog Scale). Nyeri gerak : 8 ______________________________________._______________ tidak ada nyeri Nyeri tekan : 2 _____________________________________________________ tidak ada nyeri 2 nyeri sekali 8 nyeri sekali SENDI Hip AKTIF o S: 80 0o 20 o F: 35o 0o 25o H: 40o 0o 30o KIRI PASIF S: 90 0o 20o F: 40o 0o 25o H: 45o 0o 40o
o

Nyeri diam: 1 _____________________________________________________ 5

tidak ada nyeri 1 keterangan : Nilai 0 : Tidak ada nyeri

nyeri sekali

Nilai 1 3 : Nyeri ringan Nilai 4 5 : Nyeri sedang Nilai 6 7 : Nyeri cukup berat Nilai 8 9 : Nyeri berat Nilai 10 : Nyeri berat sekali

k. Pemeriksaan Sensibilitas 5. Pemeriksaan Khusus Tes SLR + Bragard Hasilnya Interpretasi Tes Patrick Hasilnya Interpretasi : tidak ada nyeri : tidak ada gangguan pada lig. sacroilliaca anterior : nyeri : ada gangguan pada tendon aschilles dan tibialis anterior peroneus Halus kasar : normal Tajam tumpul Panas dingin : normal : normal

longus dan penyempitan n. Ischiadicus.

6. Pemeriksaan Penunjang 7. Pemeriksaan Fungsional a. Fungsional dasar Imobilisasi : dari jongkok ke berdiri- dari berdiri ke jongkok b. Fungsional aktifitas 1. Feeding 2. Toileting 3. Hygiene : mandiri : mandiri : mandiri 6

4.Ambulation : mandiri 5. Dressing : mandiri 6. Lokomation : mandiri

c. Lingkungan aktifitas 1) Lingkungan aktifitas fisik Keadaan disekitar rumah pasien kurang mendukung, karena pada saat memasak pasien harus jongkok krn posisi kompor yg ada di bawah, sehingga menyulitkan pasien. 2) Lingkungan social Keluarga pasien mendukung kesembuhan pasien 8. Pemeriksaan Psikososial Kognitif : Os dapat mengingat dan mampu menceritakanawal sakitnya dan

mampu mengikuti instruksi yang disampaikan oleh Fisioterapis Intrapersonal : Semangat Os ada untuk kesembuhan. c. Interpersonal : Hubungan os dengan fisioterapis baik dan kooperatif. 9. Daftar Masalah Fisioterapi a. Adanya nyeri b. Adanya keterbatasan ROM c. Adanya kelemahan otot 10. Diagnosa Fisioterapi Adanya gangguan gerak dan fungsi karena adanya nyeri, keterbatasan ROM dan kelemahan otot akibat ischialgia. 11 Program Fisioterapi a. Tujuan Fisioterapi 1) Tujuan jangka pendek a. b. c. Mengurangi nyeri Meningkatkan ROM Meningkatkan kekuatan otot

2) Tujuan jangka panjang Meningkatkan aktivitas fungsional tanpa adanya keluhan 7

b. Modalitas Fisioterapi 1) Modalitas alternative SWD MWD US TENS EXERCISE 2) Modalitas terpilih TENS US EXERCISE c. Rencana Evaluasi 1) Objek yang akan dievaluasi a. b. c. Nyeri ROM Kekuatan otot

2) Periodisasi evaluasi 6x terapi 3) Kriteria keberhasilan a. b. c. Mengurangi nyeri Meningkatkan ROM Meningkatkan kekuatan otot

12. Pelaksanaan Fisioterapi Tanggal: 4, 5, 7, 9,10, Januari 2013 a. US Tujuan: Untuk mengurangi nyeri, untuk merusak jaringan lama menjadi jaringan baru Persiapan pasien (1) Panggil pasien dengan ramah dan sopan ke ruangan fisioterapi (2) Lakukan pemeriksaan ulang untuk memeriksa keluhan pasien (3) Sebelum pemberian terapi pasien terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai cara kerja alat, indikasi dan kontra indikasi (4) Bersihkan dan bebaskan daerah yang akan diterapi dari logam dan pakaian (5) Posisikan pasien dalam keadaan tidur terlentang serileks mungkin

Persiapan alat (1) Rapikan alat sebelum dan sesudah digunakan (2) Sebelum digunakan mesin lakukan pemanasan selama 10 menit (3) Pastikan kabel terhubumg dengan arus listrik Pelaksanaan pengobatan Dengan dosis : F : 3 x seminggu I : 1 mHz T : 7 menit T : continuos b. TENS Tujuan: Untuk menstimulasi jaringan saraf dan kontraksi otot

Persiapan pasien (1) Panggil pasien dengan ramah dan sopan ke ruangan fisioterapi (2) Lakukan pemeriksaan ulang untuk memeriksa keluhan pasien (3) Sebelum pemberian terapi pasien terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai cara kerja alat, indikasi dan kontra indikasi (4) Bebaskan daerah yang akan diterapi dari logam dan pakaian (5) Posisikan pasien dalam keadaan duduk Persiapan alat (1) Bersihkan dan rapikan alat sebelum dan sesudah digunakan (2) Sebelum digunakan mesin lakukan pemanasan selama 10 menit Pelaksanaan pengobatan Pasang electrode pada region deltoidea dengan dosis F : 3x seminggu I : 150 hz T : 12 menit T : TENS c. Exercise 9

William Flexion Exercise Posisi awal : terlentang, kedua lutut menekuk dan kedua kaki rata pada permukaan matras. Gerakan : pasian diminta meratakan pinggang dengan menekan pinggang ke bawah melawan matras dengan mengkontraksikan otot perut dan otot pantat., tetapi kedua lutut dalam posisi menekuk, dinaikkan ke atas dan ditarik dengan kedua tangan kearah dada, naikkan kepala dan bahu dari matras, ulangi 10 kali. Pada waktu menaikkan kedua tungkai ke atas sejauh mungkin ia rapat, baru ditarik dengan kedua tangan mendekati dada. Tujuan : merapatkan lengkungan pada lumbal, peunguluran otot-otot ekstensor trunk, sendi panggul, sendi sakroiliaka, dan otot otot hamstring. Dosis F I T T R 1 x /hari Sesuaikan dengan kemampuan pasien William Flexion 5 menit 3X pengulangan

13. Pelaksanaan Evaluasi No 1 Objek evaluasi Skala nyeri dengan VAS Nyeri tekan Nyeri gerak Nyeri Diam 2 LGS Hip 2 8 1 S: 90o 0o 20o F: 40o 0o 25o H: 40o 0o 30o 3 Kekutan Otot Flexor hip Ekstensor 5 5 1 4 1 110 - 0 - 25 45 - 0 - 30 40- 0 - 40 Sebelum Terapi (4 Januari 2012) Setelah terapi (10 januari 2012)

10

hip Abd hip Add hip EkstralRotasi Intral Rotasi 4 4 4 4

14. Home Program Hindari aktivitas yang menggunakan kerja pinggang seperti mengangkat barang yang terlalu berat. Lakukan latihan William secara teratur dan benar sesuai dengan yang diajarkan di Rs.Marinir Cilandak. Apabila mau ganti posisi dari tidur ke berdiri sebaiknya posisi miring dengan tubuh yang sehat dibagian bawah. lebih dulu

Pembimbing

( )

11

12