You are on page 1of 2

ARTIKEL : KODIM 0802 PONOROGO SEMARAKAN MARKAS DAN PERUMAHAN DINAS DENGAN TANAM SAYUR MAYUR Pemanasan Global

(Global Warming) telah menyebabkan terganggunya produksi pangan dunia sehingga terjadi krisis pangan di hampir seluruh negara di dunia. Kendati Indonesia tidak terkena dampak langsung dari krisis pangan dunia, namun salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah RI untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan di Indonesia di masa mendatang adalah dengan meningkatkan ketahanan pangan dengan cara produksi pangan melalui ekstensifikasi, Intensifikasi dan diversifikasi pertanian. Cuaca yang tidak menentu di Kabupaten Ponorogo (curah hujan meningkat hampir sepanjang tahun) mengakibatkan rusaknya hasil pertanian khususnya sayur-mayur, harga di pasaran melambung tinggi, setelah mendapat petunjuk dari Pangdam V/Brawijaya, Dandim 0802 Ponorogo (Letnan Kolonel Inf Luthfie Beta) mengadakan rapat staf untuk menindak lanjuti petunjuk dan arahan Pangdam V/Brawijaya. Dari hasil rapat staf Dandim memerintahkan Pasiterdim 0802 (Kapten Inf Anton Harminto) untuk segera berkoordinasi dengan Dinas pertanian kab. Ponorogo dalam rangka memberikan penyuluhan pertanian berkaitan dengan rencana pembuatan Rumah Hijau (Greeen House) dilingkungan pangkalan, rumah dinas dan rumah pribadi. Direncanakan seluruh pangkalan baik Makodim 0802 maupun Koramil jajaran Kodim 0802 serta rumah dinas diwajibkan menanam tanaman sayur mayur dalam Polybag dengan jenis tanaman Cabe, Terong, Tomat, dan lain-lain. Sehingga pada tanggal 27 Januari 2011, sebagai tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilaksanakan Kepala Dinas pertanian Kab. Ponorogo (Ir. Harmanto, MMA) memberikan penyuluhan kepada seluruh anggota Kodim 0802 tentang budi daya tanaman pangan dengan media Polybag, saat ini tercatat Kodim 0802 beserta jajarannya telah menanam 5.915 tanaman terdiri dari Cabe : 2578 Polybag, Tomat : 1,259 Polybag, Terong 1.436 Polybag dan lain-lain 642 Polybag. Dalam kesempatan terpisah Dandim 0802 Ponorogo (Letnan Kolonel Inf Luthfie Beta) menyampaikan, tanaman ini sengaja dibuat dan ditanam untuk memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga prajurit, dengan demikian kebutuhan akan sayur mayur tetap terpenuhi dengan tidak terpengaruh oleh tingginya harga di pasaran, harapan saya kepada masyarakat, agar apa yang telah dilakukan oleh TNI ini ditiru oleh semua masyarakat Kabupaten Ponorogo, sehingga masyarakat tidak perlu resah dengan tingginya harga sayur mayur di pasar, selain itu budidaya tanaman pangan dalm polybag tidak memerlukan ruang atau tanah yang luas serta biaya yang begitu besar.