You are on page 1of 43

LIPID, LIPOPROTEIN

& PROTEIN
Tissa Octavira Permatasari
Fakultas Kedokteran Unswagati
Cirebon

Learning Objectives


Menjelaskan prinsip pemeriksaan lipid (kolesterol dan
trigliserid) dan lipoprotein (HDL dan LDL), persiapan sampling
penderita, dan penanganan sampel
Menjelaskan parameter laboratorium untuk penegakan diagnosis
hiperlipoproteinemia
Menginterpretasi dan menganalisis hasil pemeriksaan
laboratorium hiperlipoproteinemia.
Menjelaskan hubungan parameter protein plasma dengan
metabolisme

Definisi
Lipid adalah senyawa yang menghasilkan asam
lemak melalui hidrolisis atau kompleks alkohol
yang dapat bergabung dengan asam lemak untuk
membentuk ester
Fungsi
- sintesis hormon/prekursor hormon
- Membantu pencernaan
- Simpanan energi
- Komponen fungsional & struktur membran
Sifat
Tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik
KOLESTEROL
Dijumpai di seluruh sel & cairan tubuh
Fungsi :
- metabolisme vit D
- Sintesis hormon steroid
- Metabolisme asam empedu
Sintesis
hati & usus >>>, sel organ
Kolesterol (dari asupan makanan)

Kolesterol kolesterol ester
Bebas >>> kolesterol
esterase
Usus soluble :
kolesterol ester
asam lemak
monogliserida
fosfolipid
as. empedu conjugated
Absorbsi

30% kolesterol diabsorbsi di ileum + TG, fosfolipid,
lipoprotein kilomikron pemb limfe vena
Esterifikasi
Di plasma
LCAT
kolesterol asam lemak
Di sel
ACAT
kolesterol asam lemak

Cara pemeriksaan

- Disarankan puasa 10-14 jam (boleh tdk puasa)
- Jenis sampel : serum atau plasma EDTA
serum = 1,03 x plasma EDTA
- Prinsip pem : enzimatik
- Cara pem : - metoda direk
- metoda indirek
- Sampel = lipemik, ikterik, hemolisis
- Nilai rujukan : 140-199 mg/dl (3,635,15 mmol/L)
ASAM LEMAK
Td : asam lemak jenuh (saturated)
asam lemak tak jenuh (unsaturated)
Manusia dapat mensintesis keduanya, kecuali
asam linoleat & asam linolenik
Katabolisme
Dalam mitokondria
oksidasi
As lemak energi

Pembentukan keton

Kelaparan
Gangguan metab KH
oksidase
Asam lemak asetyl coenzim A
(di hati)

as aseto asetat
keton bodies hidroksi butirat
aseton
ketosis
GLISERIDA/GLISEROL ESTER
Terdiri dr 3 molekul karbon yg berikatan dgn
alkohol
Terbagi atas :
1. Monogliserida : as lemak terikat pd C1
@ C2
2. Digliserida : as lemak terikat pd C1,2 @
C1,3
3. Trigliserida : as lemak terikat pd C1,2 & 3
paling banyak (95%)
Metabolisme
lipase
TG gliserol + asam lemak
Dicerna di duoenum & ileum proksimal
Setelah diabsorbsi resintesa di epitel TG
+ kolesterol + apolipoprotein kilomikron
pemb limfe duktus thorasikus vena
jugularis

Gambaran plasma kadar TG

200 mg/dl normal jernih
> 300 mg/dl keruh
> 600 mg seperti susu
Cara pemeriksaan
- Puasa 10 - 14 jam
- Prinsip pem :enzimatik (lipase)
- Sampel : serum @ plasma EDTA
- Faktor pengganggu : detergent, gliserol, serum
lipemik
Jk serum lipemik hangatkan 37C
- Nilai rujukan : < 150 mg/dl ( < 1,70 mmol/L)
- Jk kadar > 700 mg/dl encerkan dg NaCl @
plasma EDTA didiamkan 16 18 jam , 4C

APOLIPOPROTEIN & LIPOPROTEIN
Lipid sulit ditransportasikan krn sifatnya
hidrofobik, shg perlu zat hidrofilik yg
disebut lipoprotein
Alipopoprotein adl protein yang menyusun
lipoprotein, td : apoliporotein A, B, C, D
dan E





Lipoprotein Elektroforesis
Kilomikron Asal band/origin
HDL o
VLDL Pre |
IDL Broad |(antara |
dan pre |)
LDL |
Lipoprotein
HDL (High Density Lipoprotein)

Komposisi :
Lipid : TG 3-6%
Phospholipid 20-30%
Cholest 3-5%
Cholesteryl ester 14-18%
Protein 45-50% (Apo A I, A II, C, E)
Metabolisme belum jelas dr VLDL ? atau
kilomikron ?
Berperan pd eflux kolesterol dari jar perifer ,
dibawa ke hepar sbg asam empedu
Terdiri dr :
- HDL 1 paling kecil molekulnya
- HDL 2 & 3
Pemisahan dgn cara : density gradient
centrifugation, ion exchange
chromatography, ultrasentrifugasi
Cara pemeriksaan
- Prinsip : mengendapkan VLDL & LDL dgn
metoda presipitasi HDL yg ada di
supernatan dihitung kadarnya
- Sampel lipemik ultrasentrifugasi dulu
- Nilai rujukan :
35-65 mg/dl ( 0,91-1,68 mmol/L)
35-80 mg/dl (0,91-2,07 mmol/L)
LDL (Low Density Lipoprotein)

Katabolisme di hati & jar perifer
Penting utk sistesis hormon
Komposisi :
Lipid : TG 8-12%
Phospholipid 20-25%
Cholest 5-10%
Cholesteryl ester 35-40%
Protein 20-24% (Apo B)
Cara pemeriksaan

Formula Friedewald pem tdk langsung
- diukur kolest, TG, HDL asumsi bahwa
VLDL = 1/5 TG & kadar TG max 400
mg/dl
- Rumus : LDL = kolest ( HDL + TG/5 )
Direk diperiksa langsung
Nilai rujukan : < 130 mg/dl (<3,4 mmol/L)
Pemeriksaan Apolipoprotein
Metoda imunokimia :
ELISA, RIA, FIA, elektroimunoassay
lebih baik
Metoda non imunologis :
molecular sieve chromatography, iso
electric focusing, elektroforesis,
poliacrylamide

Pemeriksaan Lipoprotein
Cara :
ultrasentrifugasi, elektroforesis, gelombang
filtrasi, membran filtrasi, antibodi
Elektroforesis lipoprotein :
HDL menempati tempat 1 globulin
VLDL menempati tempat 2 globulin
LDL menempati tempat globulin
Kilomikron menempati tempat origin (asal)
Faktor yang berpengaruh dalam
pemeriksaan lipid dan lipoprotein
Puasa 10 14 jam (kecuali kolesterol),
puasa 12-24 jam utk TG & lipiprotein
Diet & aktivitas spt biasa
Tidak sakit (akut, cedera, operasi)
Tidak menggunakan obat yg mempengaruhi
lipid
Tidak tjd penurunan berat badan drastis dlm
4 mg terakhir (BB stabil dlm 2 mg terakhir)
Lipid & lipopretein diperiksa pd seseorang
dlm keadaan stabil
Istirahat 5 menit sebelum diambil darahnya
Bendungan torniquet jangan terlalu lama
Kolest & TG :
plasma EDTA x 1,03 = serum
Pem fraksi lipoprotein mengunakan
plasma EDTA
DISLIPOPROTEINEMIA
Hiperlipoprotein
kriteria Fredricson :
1. Tipe I kilomikron & TG | |
2. Tipe II :
- homozigot kolesterol > 600 mg
heterozigot kolesterol > 300 mg
- IIa VLDL & TG normal
IIb VLDL & TG |
3. Tipe III kolesterol & TG | |
4. Tipe IV TG & VLDL | |
5. Tipe V TG, VLDL, kilomikron |
Tipe Lipo | Chol TG Plasma Tegak
I
kilomikron N
| |
Cairan jernih dg lapisan
krim tebal di atasnya
IIa
LDL
| |
N Cairan jernih warna kuning
tua
IIb
LDL &
VLDL
| | |
Cairan sedikit keruh
III
IDL
| |
Cairan keruh dg lapisan
krim tipis di atasnya
IV
VLDL
N- || |
Cairan keruh
V
Kilomikron
& VLDL
N- | |
Cairan keruh dg lapisan
krim tebal di atasnya
Hipolipoprotein
- LDL + hipo lipoproteinemia
hipo lipoproteinemia
- HDL tdk ada abetalipoproteinemia
- LDL tdk ada an alfa lipoproteinemia



PROTEIN

POLIPEPTIDA TERSUSUN DARI ASAM
ASAM AMINO YANG BERGANDENGAN
DENGAN HUBUNGAN PEPTIDA
ZAT PADAT TUBUH ADALAH PROTEIN.
GOL BESAR PROTEIN : JARINGAN,
KONTRAKTIL, NUKLEOPROTEIN
PROTEIN JARINGAN : PROTEIN PLASMA =
33 : 1
PEMBAHASAN PROTEIN PLASMA.

PROTEIN SERUM / PLASMA

ALBUMIN (60%)
GLOBULIN : o1,o2,|1,(|2), (40%)
FIBRINOGEN.
BEDA SERUM DARI PLASMA, PLASMA
MENGANDUNG FIBRINOGEN & FAKTOR
KOAGULASI, KADAR LEBIH TINGGI 3-5%
PROTEIN SERUM DIBENTUK TERBESAR DI HATI
FUNGSI PROTEIN SERUM

KESEIMBANGAN OSMOTIK (TERUTAMA
ALBUMIN)
PEMBENTUKAN DAN NUTRISI JARINGAN :
ENZIM, HORMON, PEMBEKUAN DARAH,
JARINGAN TUBUH.
TRANSPORTASI (TERUTAMA ALBUMIN)
KHUSUS : HORMON PREALBUMIN
VITAMIN PREALBUMIN
LEMAK LIPOPROTEIN
4. DAYA TAHAN TUBUH: Ig, CRP, COMPLEMEN
PEMERIKSAAN PROTEIN
SERUM:
1. PROTEIN TOTAL.
2. ANALISIS ALBUMIN / GLOBULIN
NILAI RUJUKAN :
PROTEIN TOTAL = 6,6 8,7 g / dl
ALBUMIN = 3,8 5,1 g / dl
GLOBULIN = 1,3 2,7 g / dl



3. SERUM PROTEIN ELEKTROFORESIS
NILAI RUJUKAN ELEKTROFORESIS
FRAKSI % DARI PROTEIN TOTAL

ALBUMIN 52 68.
ALFA 1 GLOBULIN 2,4 5,3.
ALFA 2 GLOBULIN 6,6 13,5.
BETA GLOBULIN 8,5 14,1.
GAMMA GLOBULIN 10,7 21.

PROTEIN TOTAL
KONSENTRASI PROTEIN TOTAL DIPENGARUHI:
1. PERUBAHAN KESEIMBANGAN CAIRAN
2. PERUBAHAN SINTESIS & KATABOLISME
3. KEHILANGAN PROTEIN

SAMPEL SERUM LEBIH DISUKAI SEBAB :
1. LEBIH COCOK UTK ALAT OTOMATIS
2. SAMPEL PLASMA KADAR PROTEIN TOTAL
3-5% LEBIH TINGGI OLEH KARENA FIBRONOGEN

PRINSIP PEMERIKSAAN PROTEIN
TOTAL
Persiapan :
- Hindari zat yg mempengaruhi meningkatkan /
menurunkan kadar
- Hindari hemolisis dan pemakai tornoquet lama
Prinsip Pemeriksaan : biuret
- Dlm lart alkali, ikatan peptida protein akan
bereaksi dgn ion Cu membentuk kompleks protein
biuret berwarna ungu baca dgn fotometer
- Intensitas warna ~ kadar protein
Interpretasi
Meningkat pada :
- Inflamasi kronik
- Dehidrasi
- DM asidosis
- Makroglobulinemia
- Leukemia monositik
- Multipel mieloma
- sarkoidosis
Menurun pada :
-Gangguan hati
-Malabsorbsi
-Malnutrisi
-Nefrosis
-Terbakar
-toksemia gravidarum
-Glomerulonefritis kronik
-shok berat
PRINSIP PEMERIKSAAN ALBUMIN
Persiapan :
- Hindari obat yg mempengaruhi meningkatkan /
menurunkan kadar
- Hindari hemolisis dan pemakai tornoquet lama
Prinsip Pemeriksaan : bromocresol green (BCG)
- Kemampuan albumin mengikat BCG pd pH 4,1
- Makin banyak ikatan ~ makin banyak kadar albumin

Interpretasi
Meningkat :
- Dehidrasi
- Multiple mieloma
Menurun :
-Penyakit hati
-Penyakit ginjal
-Penyakit darah
-Keganasan
-Malnutrisi
-AIDS
-Penyakit kolagen
-Inflamasi GI
-Hipertiroid
-Diare kronik
KESALAHAN PRE ANALITIK :

1. TORNIQUET LAMA SEBABKAN
PENINGGIAN PROTEIN TOTAL
2. PASIEN BERBARING LEBIH RENDAH
10% drpd PASIEN DUDUK
3. VARIASI DIURNAL, FLUKTUASI MUSIM
4. LATIHAN MENINGKATKAN 10%
5. HEMOLISIS MENINGKATKAN PROTEIN
TOTAL

TABEL KONDISI YANG MENYEBABKAN
HIPOALBUMINEMIA
Kondisi Frekuensi Relatif Mekanisme
Sintesis berkurang
Malnutrisi sering intake asam
amino kurang.
Sindrom malabsorpsi sering idem.
Penyakit radang agak sering fungsi menahun
hepatoselluler
tertekan.
Hepatitis akut sering idem.
(14 hari atau lebih )
Penyakit hati amat sering jumlah sel hati
menahun tidak memadai.
Sintesis berkurang
Kelainan genetik jarang sintesis molekul
albumin salah.
Kehilangan meningkat *
Sindrom nefrotik sering Albumin berat.
Luka bakar idem Dinding pembuluh
yang luas ditembus.
Enteropatia tidak sering selaput lendir usus
protein - losing ditembus.
Katabolisme meningkat
Luka bakar sering destruksi protein
yang luas jaringan.
Keganasan yang sering Pemakaian energi
meluas & turnover protein
meningkat, intake
berkurang.


Faktor berganda
Sirosis sangat sering Jumlah sel hati tak
memadai; pelepasan
kedalam cairan asitesis;
malabsorbsi karena
hipertensi portal kehilangan
protein karena perdarahan
gastroantestinal.
Gagal jantung idem Volume plasma bertambah
kongestif Fungsi hati tertekan.
Kehamilan komplikasi jarang Volume plasma bertambah.
Turnover metabolik
meningkat.
Fungsi hepatoseluler
tertekan.
* Nilai dalam serum turun jika fungsi hati tertekan dan atau banyaknya asam amino
tidak cukup untuk mengimbangi kehilangan