You are on page 1of 4

Artikel El-Nino dan La Nina

Ajeng Syafitri Wardani X-7

El Nino dan La Nina


El Nio dan La Nia (bahasa Spanyol; baca: dan ) adalah kondisi abnormal iklim di mana suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru lebih tinggi dari rata-rata normalnya. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menamakan arus laut hangat yang terkadang mengalir dari Utara ke Selatan antara pelabuhan Paita dan Pacasmayo di daerah Peru yang terjadi pada bulan Desember. Kejadian ini kemudian semakin sering muncul yaitu setiap tiga hingga tujuh tahun serta dapat mempengaruhi iklim dunia selama lebih dari satu tahun. Nama El Nio diambil dari bahasa Spanyol yang berarti anak laki-laki, merujuk pada bayi Yesus Kristus dan digunakan karena arus ini biasanya muncul selama musim Natal; sedangkan La Nia berarti gadis kecil. Karena fluktuasi dari tekanan udara dan pola angin di Selatan Pasifik yang menyertai El Nio, fenomena ini dikenal dengan nama El Nio Southern Oscillation (ENSO). El nino terjadi karena pemanasan di ekuator samudra pasifik dan pemanasan global juga menjadi salah satu unsurnya. Selain memberikan kerugian, el nino juga memberikan keuntungan pada Indonesia. Contohnya, ikan tuna di Pasifik bergerak ketimur. Namun, ikan yang berada di Samudera Hindia bergerak masuk ke selatan Indonesia. Hal itu karena perairan di timur samudera ini mendingin, sedangkan yang berada di barat Sumatera dan selatan Jawa menghangat. Hal ini membuat indonesia mendapat banyak ikan tuna. El Nino dan La Nina adalah merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca di sekitar laut Pasifik. El Nino merupakan salah satu bentuk penyimpangan iklim di Samudera Pasifik yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di daerah katulistiwa bagian tengah dan timur.

Sebagai indikator untuk memantau kejadian El Nino, biasanya digunakan data pengukuran suhu permukaan laut pada bujur 170BB - 120BB dan lintang 5LS - 5LU, dimana anomali positif mengindikasikan terjadinya El Nino. Dan fenomena La Nina ditandai dengan menurunnya suhu permukaan laut pada bujur 170BB - 120BB dan pada lintang 5LS - 5LU dimana anomali negatif, sehingga sering juga disebut sebagai fase dingin. Kedua fenomena di perairan pasifik ini memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia

Faktor Penyebab Anomali suhu yang mencolok di perairan samudera pasifik. Melemahnya angin passat (trade winds) di selatan pasifik yang menyebabkan pergerakan angin jauh dari normal. Kenaikan daya tampung lapisan atmosfer yang disebabkan oleh pemanasan dari perairan panas dibawahnya. Hal ini terjadi di perairan peru pada saat musim panas. Adanya perbedaan arus laut di perairan samudera pasifik. Pada bulan desember, posisi matahari berada di titik balik selatan bumi, sehingga daerang lintang selatan mengalami musim panas. Di Peru mengalami musim panas dan arus laut dingin Humboldt tergantikan oleh arus laut panas. Karena kuatnya penyinaran oleh sinar matahari perairan di pasifik tengah dan timur, menyebabakan meningkatnya suhu dan kelembapan udara pada atmosfer. Sehingga tekanan udara di pasifik tengah dan timur rendah, yang kemudian yang diikuti awan-awan konvektif (awan yang terbentuk oleh penyinaran matahari yang kuat). Sedangkan di bagian pasifik barat tekanan udaranya tinggi yaitu di Indonesia (yang pada dasarnya dipengaruhi oleh angin musoon, angin passat dan angin lokal. Akan tetapi pengaruh angin munsoon yang lebih kuat dari daratan Asia), menyebabkan sulit terbentuknya awan. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik barat bergerak ke pasifik tengah dan timur. Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas Indonesia bergeser ke pasifik tengah dan timur.

Keadaan Samudera Pasifik saat terjadi La Nina Sedangkan La Nina sebaliknya dari El Nino, terjadi saat permukaan laut di pasifik tengah dan timur suhunya lebih rendah dari biasanya pada waktu-waktu tertentu. Dan tekanan udara kawasan pasifik barat menurun yang memungkinkan terbentuknya awan. Sehingga tekanan udara di pasifik tengah dan timur tinggi, yang menghambat terbentuknya awan. Sedangkan di bagian pasifik barat tekanan udaranya rendah yaitu di Indonesia yang memudahkan terbentuknya awan cumulus nimbus, awan ini menimbulkan turun hujan lebat yang juga disertai petir. Karena sifat dari udara yang bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Menyebabkan udara dari pasifik tengah dan timur bergerak ke pasifik barat. Hal ini juga yang menyebabkan awan konvektif di atas pasifik tengah dan timur bergeser ke pasifik barat.

Perbezaan Antara La Nina Dan El Nino


El Nino dan La Nina berlaku disebabkan interaksi antara permukaan laut dan atmosfera di Pasifik Tropika. Perubahan di lautan memberi impak kepada atmosfera dan corak iklim seluruh dunia. Perubahan atmosfera ini seterusnya memberi impak kepada suhu dan arus lautan semula. Sistem ini berulang daripada keadaan suam (El Nino) kepada neutral (La Nina sejuk) dengan purata pusingan antara 3 hingga 4 tahun. Kedua-duanya adalah fasa ekstrem yang berlaku semula jadi dalam kitaran iklim yang dikenali sebagai El Nino atau Ayunan Selatan (ENSO). Kedua-dua terminologi merujuk kepada perubahan suhu permukaan laut pada skala besar di sekeliling kawasan tropika Pasifik Timur. Haba dan lembapan ini meliputi kawasan tropika ketika El Nino melanda tetapi ketika La Nina berlaku, tiupan angin lazim timuran menjadi bertambah kuat sehingga menyebabkan cold upwelling di kawasan perairan tropika dan Amerika Selatan meningkat. Pada ketika ini, suhu permukaan laut di kawasan tropika boleh menurun sehingga 7 darjah F di bawah normal.