Вы находитесь на странице: 1из 25

Bibir Anakku Tertusuk Tulang

Kelompok 3 Tutor: Drg. Bayu Indra Sukmana

Bibir Anakku Tertusuk Tulang


Seorang ibu datang ke puskesmas dengan membawa anaknya perempuan usia 5 tahun, dengan keluhan bibir atas bagian dalam tertusuk benda menyerupai tulang yang keluar dari gusi depan rahang atas dan timbul luka mirip sariawan berwarna putih-putih di daerah perbatasan gusi dan bibir. Anak merasa nyeri dan kesakitan ketika makan maupun minum. Dokter gigi menemukan gigi-gigi anterior atasnya radix dan elemen 51 akarnya tembus keluar sehingga menusuk mukosa bibir atas bagian dalam. Sampai saat ini pasien masih minum susu dari botol.

Problem Tree
Definisi

Ulkus Dekubitus

Etiologi
Manisfes tasi klinis Pathoge nesis

Preven tif Akibat

Perawa tan

Sasaran Belajar
1. Menjelaskan definisi ulkus dekubitus 2. Menjelaskan etiologi ulkus dekubitus 3. Menjelaskan pathogenesis ulkus dekubitus 4. Menjelaskan manisfestasi klinisi ulkus dekubitus 5. Menjelaskan akibat ulkus dekubitus 6. Menjelaskan preventif ulkus dekubitus 7. Menjelaskan perawatan ulkus dekubitus

Definisi
Ulcus decubitus merupakan kerusakan/ kematian jaringan di bawah kulit bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehinggamengakibatkan gangguan sirkulasi darah. (Apernito, 2000)

Definisi
Ulcus decubitus juga dikenal dengan nama ulcer traumatic yaitu suatu luka terbuka yang biasanya terjadi di mucosa rongga mulut akibat trauma atau tekanan berlebihan. (Anil Govindrao, 2005)

Diagnosa
(Anil Govindrao, 2005)

Penyebab dari ulcus decubitus/ ulcus traumatic dapat terlihat jelas dari pemeriksaan klinis dan juga anamnesa yaitu saat pasien ditanyakan tentang sejarah penyakit yang pernah diderita. Tetapi ulser biasanya lebih sulit untuk didiagnosis dari anmnesa karena pasien mungkin kurang menyadari terjadinya gejala serupa di masa lalu. untuk menegakkan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan klinis. Biopsi atau pemeriksaan swab juga sering dilakukan untuk menegakkan diagnosis

Etiologi
(Anil Govindrao, 2005)

Mechanical/ phisical Electrical current

thermal Others

(Iatrogenic)

Mechanical/ phisical

thermal

Makanan/ minuman panas

Merokok

Alat/ instrument yang panas

Phatogenesis
(Cawson, 2002)

Mukosa menjadi makula berwarna merah

Tengahnya menjadi jaringan nekrotik

Epitelnya hilng

Terjadi lekukan dangkal

Terbentuk ulcer yg ditutupi eksudat fibrin kekuningan

Gambaran Histopatologis
Ulkus terdiri dari jaringan granulasi yang berisi sel inflamasi seperti limfosit,histiosit, neutrofil dan sel plasma (Neville dkk., 2009)

Manifestasi Klinis
ulkus traumatik biasanya muncul sebagai ulserasi, tungga,l tidak jelas, menyakitkan, dengan permukaan halus dan eritematosa atau perbatasan keputihan. Ukuran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeters. ada hubungan erat antara ulkus dan penyebab iritasi.

ulkus mungkin bertahan untuk waktu yang lama, tetapi biasanya sembuh dalam waktu 710 hari setelah menghilangkan penyebab diagnosis didasarkan pada sejarah dan gambaran klinis.

Permukaannya terdiri dari eksudat keabuabuan. Terdiri dari jaringan nekrotik yang ketika kelupas akan terlihat jaringan mentah berwarna merah. Akan terasa nyeri di daerah lesi dan akan sangat membantu untuk mengidentifikasi penyebab. (Delong, leslie, 2008)

Gejala (symptom)
Panas/ nyeri di area ulcus Sulit makan dan minum (Delong, leslie, 2008)

Preventif
Memanipulasi Lingkungan dengan cara menghilangkan faktor penyebab Mencegah adanya area penekanan (Breman, Et al, 2009)

Penatalaksanaan
(Fied, A. Longman, 2003)

Perawatan
Terapi : - mengurangi tekanan lebih lanjut pada daerah ulkus dekubitus - mengangkat jaringan nekrotik pada ulkus supaya proses penyembuhan cepat (Dipiro, et al, 2005)

Akibat/dampak
Berkrusta dan terkadang berdarah Muncul perasaan tidak nyaman Jika ada perawatan gigi, tidak bisa dilanjutkan sampai ulkus sembuh (Delong, leslie, 2008)

Reference
Audrey, Breman et al. 2009. buku ajar praktik keperawatan edisi 5. EGC: Jakarta Apernito,dkk. 2000. rencana diagnosa dan dokumentasi keperawatan: Diakgonsa keperawatan dan masalah kolaboratif edisi.2. Jakarta: EGC. Cowson, RA, Ew, Doell. 2002. Essentials of oral pathlogy and oral medicine 7th ed. Churchill. Ivingstone: edenburg. Leslie Delong et al., 2008, General and Oral Pathology for the Dental Hygienist, Lippincot Williams & Wilkins, Philadelphia. p.296 Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.C., dan Posey, L.M. 2005. Pharmacotherapy: a pathophysiologic approach, 6th Ed., Appleton & Lange Stamford, 1951-1961, New York Fied, A, Longman, L. 2003. tyldesleys oral Medicine. Liverpool: oxford university press. Govindrau Ghom, Anil. 2005. text book of oral medicine. Jilendar: New Delhi. Pg: 337.