You are on page 1of 28

PT.

Garuda Airlines, Tbk

diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Manajemen Strategi yang dibina oleh Ibu Dr. Nurhayati, MM

oleh :
1. 2. 3.

Ovilia Tri Nurleli Nuril Hafidzah Arleta Martantina

(100810201174) (110810201320) (110810201321)

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2013

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 1

PT. Garuda Airlines, Tbk


1. Sejarah PT. Garuda Airlines, Tbk

Nama Garuda diberikan oleh Presiden Soekarno di mana nama tersebut diambil dari sajak Belanda yang ditulis oleh penyair terkenal pada masa itu, Noto Soeroto; "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen", yang artinya, Saya Garuda, burung Vishnu yang melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda. Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda). Sebagai bentuk kepeduliannya akan keselamatan, Garuda Indonesia telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang keselamatan dan keamanan. Untuk meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia telah meluncurkan layanan baru yang disebut "Garuda Indonesia Experience". Layanan baru ini menawarkan konsep yang mencerminkan keramahan asli Indonesia dalam segala aspek. Untuk mendukung layanan ini, semua armada baru dilengkapi dengan interior paling mutakhir, yang dilengkapi LCD TV layar sentuh individual di seluruh kelas eksekutif dan ekonomi. Selain itu, penumpang juga dimanjakan dengan Audio and Video on Demand (AVOD), yaitu sistem hiburan yang menawarkan berbagai pilihan film atau lagu, sesuai pilihan masing-masing penumpang.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 2

Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh Garuda Indonesia sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai Four Star Airline dan sebagai The World's Most Best Improved Airline. Selanjutnya pada Juli 2012, Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai World's Best Regional Airline dan Maskapai Regional Terbaik di Dunia. Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation (CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai "Maskapai yang Paling Mengubah Haluan Tahun Ini", pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai The Best International Airline pada bulan Januari, Februari dan Juli 2012. Garuda Indonesia memang telah berhasil mengubah haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa-masa sulit, kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama Quantum Leap. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik. Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Secara ringkas sejarah PT. Garuda Airlines, Tbk dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tahun 1949

Keterangan Sebagai National Flag Carrier, selanjutnya oleh Soekarno diberi

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 3

1950 1956 1960-an 1961 1965

nama GARUDA INDONESIA AIRWAYS, harus selalu siap melaksanakan tugas-tugas kenegaraan. Adapun tugas kenegaraan pertama adalah membawa Soekarno dari Yogyakarta menuju Jakarta untuk dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun PT. GARUDA INDONESIA resmi menjadi Perusahaan Negara. Untuk pertama kalinya Garuda Indonesia melayani jamaah haji Indonesia ke tanah suci Mekkah di Saudi Arabia, dengan menggunakan armada Convair 340. Adalah masa dimana Garuda Indonesia tumbuh dengan pesat Armada Lockheed Electra didatangkan ke Bandara Kemayoran, Jakarta. Rute penerbangan oleh Garuda Indonesia ke negara-negara Eropa dimulai dengan Amsterdam sebagai tujuan akhirnya. Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan jet empat mesin, yaitu Douglas DC-8. Di samping itu, armada lain seperti DC-3/C-47 Dakota, Convair 340, Convair 440, Lockheed Electra, Convair 990A, Fokker F-27 and DC-8 juga melengkapi kekuatan maskapai Garuda Indonesia. Untuk pertama kalinya Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat berbadan lebar Douglas DC-10, yang terdaftar sebagai PK-GIA. Garuda Indonesia tidak lagi menggunakan pesawat turboprop engine Fokker F-27. Hal ini membuat Garuda Indonesia sebagai satusatunya maskapai yang hanya mengoperasikan pesawat jet, yaitu dengan armada DC-10, DC-9, DC-8 dan F-28. Armada PT. GARUDA INDONESIA dan kegiatan operasionalnya mengalami rasionalisasi dan restrukturisasi besarbesaran di dalam masa pertumbuhan karyawan penerbangan secara global yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Perkembangan armada yang terus melesat pada tahun 1980, membuat Garuda Indonesia mendatangkan pesawat berbadan lebar Boeing 747-200. Maskapai membeli pesawat berbadan lebar lainnya, yaitu Airbus A300B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit). Pesawat dengan kokpit yang berisi dua orang ini adalah ide dari Wiweko Soepono, mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia. Barisan armada Garuda Indonesia secara lengkap adalah Boeing 747200, DC-10, Airbus A300B4, DC-9 and F-28. Dengan 36 unit pesawat F-28, pada saat itu Garuda Indonesia adalah operator F-28 terbesar di dunia. Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan pesawat berbadan paling lebar pada era 90-an, yaitu Boeing 747-400. Sebagai tambahan, barisan armada Garuda Indonesia juga dilengkapi dengan Boeing 737 seri 300, 400 dan 500. Tim manajemen yang baru mulai membuat perencanaan bagi masa depan PT. GARUDA INDONESIA. Di bawah manajemen baru, PT. GARUDA INDONESIA melaksanakan evaluasi ulang dan

1966

1976 1977

tahun 80an

1982

1984

1994 2005

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 4

restrukturisasi perusahaan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional, membangun kembali kekuatan keuangan, menambah tingkat kesadaran para karyawan untuk menanggapi pelanggan, dan yang terpenting adalah memperbaharui dan membangkitkan semangat PT. GARUDA INDONESIA. Garuda Indonesia menambah armada berteknologi tinggi, dengan memperkenalkan Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 Next Generation. Kedua jenis pesawat ini dilengkapi dengan perangkat inflight entertainment, Audio and Video on Demand (AVOD), di setiap 2009 tempat duduknya. Perangkat ini memungkinkan penumpang untuk memilih sendiri berbagai macam hiburan seperti film, program televisi, video musik dan permainan. Sebagai tambahan, tenpat duduk kelas eksekutif Garuda Indonesia Airbus A330 juga dapat 2011 2012 sepenuhnya berbaring hingga 180 derajat (flat bed seat). Garuda Indonesia telah menjadi Perusahaan Publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Garuda Indonesia kembali menyambut armada baru Bombardier CRJ1000 NextGen.

2. Visi dan Misi PT. Garuda Airlines, Tbk

Visi Perusahaan : Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia. Misi Perusahaan : Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.
3. Analisis dan Diagnosis Lingkungan Eksternal PT. Garuda Airlines, Tbk

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 5

Lingkungan Makro : Lingkungan :

Pengalaman

PT.

GARUDA

INDONESIA

khususnya

sebagai

jasa

pengangkutan udara sudah tidak dapat diragukan lagi. Tidak hanya penerbangan domestik, perusahaan juga telah melayani penerbangan hingga Internasional. Pengalaman dan jam terbang yang tinggi ini merupakan kekuatan PT. GARUDA INDONESIA dalam persaingan dengan jasa penerbangan lainnya.

Pangsa

pasar

Garuda

Indonesia

di

pasar

Internasional

mencapai 23.2% kendati terjadinya krisis global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area Jepang-Korea-China, (Australia)
- Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah

Timur

Tengah

dan

South

West

Pacific

penyakit

dsb

yang

dapat

mengakibatkan

penurunan

permintaan.
- Perusahaan penerbangan mewakili negara dengan pelayanan yang berkualitas

tinggi dalam lingkungan ASEANdan memiliki tanggung jawab untuk mengharumkan nama negara khususnya di lingkungan ASEAN dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang dimiliki. Sehingga apabila kinerja perusahaan buruk maka akan menjatuhkan nama Indonesia di dunia pernerbangan Internasional. Teknologi :

Menggunakan pesawat yang terus-menerus diperbaharui sehingga membuat nyaman penumpang. Posisi PT. GARUDA INDONESIA dalam Pasar Internasional

Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di Indonesia.
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 6

Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing 747-400, 6 pesawat jenis Airbus 330-300, 5 pesawat jenis Airbus 330-200 dan 33 pesawat jenis B737 Classic (seri 300, 400, 500) dan 42 pesawat B737-800 NG;
- Untuk Pasar Internasional, PT. GARUDA INDONESIA sempat mengalami

penurunan pada tingkat penjualan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, sebut saja tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi selama tahun bersangkutan, dsb. Baik yang disebabkan oleh teknologi maupun human error.
- Kehandalan sistem IT sangat dibutuhkan khususnya disaat periode puncak.

Saat pemesanan meningkat drastis ataupun saat jadwal terbang tinggi sehingga dibutuhkan sistem yang cepat tanggap dan melakukannya tanpa ada kesalahan atau down secara tiba-tiba. Sosial Ekonomi :

Dapat membuka lapangan pekerjaan baru Mengurangi pengangguran Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang pesat. Karena pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010 mencapai 22,39% dibandingkan dengan pertumbuhan dunia yang hanya sebesar 8,20%.

Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik. Penjualan Saham PT. GARUDA INDONESIA ke publik (IPO / gopublic Approval) dapat meningkatkan modal dan mengurangi resiko usaha dengan menjual beberapa saham PT. GARUDA INDONESIA ke publik. Ini merupakan peluang besar bagi PT. GARUDA INDONESIA untuk lebih aman khususnya dalam bidang keuangan.

Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam jumlah kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 7

Pemerintah :

Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Airlines berasal dari Pertamina yang merupakan perusahaan monopoli sehingga harga avtur bergantung kepada Pertamina.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, bahan bakar pesawat bergantung kepada pemasok internasional seperti air BP dan Shell Malaysia Trading. Sehingga mengakibatkan perusahaan harus mampu bernegosiasi secara maksimal dengan pemasok untuk memperoleh harga terbaik dan kuantitas bahan bakar yang memadai. Lngkungan Mikro : SDM :

Manajemen bisnis dan operasional yang baik telah dimiliki PT. GARUDA dan terus menerus melakukan perkembangan terhadap manajemen dan operasional tersebut untuk terus mendapatkan serifikasi ISO (International Standard Operation) yang merupakan standar baku mutu Internasional.

Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya saing tinggi dan helpful serta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (eFficient & effective, Loyalty, customer centricitY, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia
- Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan

jumlah

cockpit

dan

cabin

crew

sehingga

menyebabkan

keterlambatan penerbangan.
- Indeks kepuasan karayawan akan pengguna sistem agak rendah. Karyawan

lebih terbiasa dengan tampilan yang mudah dimengerti. Indeks kepuasan karyawan akan insentif, cuti, dan hak-hak lainnya masih rendah. Pelayanan :

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 8

Kualitas pelayanan penerbangan yang tinggi membuat PT. GARUDA INDONESIA menjadi pioner di bidangnya. Dari keramahtamahan seluruh personil yang dimiliki sampai jaminan keselamatan yang aman. Khususnya untuk penerbangan domestik, PT. GARUDA INDONESIA merupakan jasa penerbangan dengan layanan yang terbaik.

Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda Indonesia Experience yang didasarkan pada 5 senses yaitu sight, sound, smell, taste, and touch, menyebabkan Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain.

Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan satu-satunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat; Pelanggan :

Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang menyebabkan Garuda Airlines mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain.

Adanya kesalahan atau kekurangan teknis sering menyebabkan pembatalan penerbangan sehingga berdampak pada kepercayaan dan loyalitas pelanggan Pesaing :

Saat ini kebutuhan bisnis pada kota-kota tertentu meningkat pesat. Hal ini menuntut adanya akses yang cepat dalam menuju kota tersebut. Dasar ini membuka peluang bagi PT. GARUDA INDONESIA untuk membuka jalur penerbangan baru pada pasar domestik yang berpotensial bisnis.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 9

Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan mewujudkan semakin terbukanya kesempatan untuk pengembangan jaringan penerbangan

internasional jarak jauh;

Pertumbuhan Unit Organisasi dan Anak Perusahaan Unit Organisasi yang di miliki PT. GARUDA INDONESIA atau SBU ( Strategic Business Unit) merupakan unit kerja di PT. GARUDA INDONESIA yang bernilai strategis yaitu: GSM (Garuda Sentra Medika), GITC (Garuda Indonesia Training Centre)

PT. GARUDA INDONESIA juga memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT. AWS (AeroWisata) usaha catering, hotel & pariwisata, PT. GMFAA (Garuda Maintenance Facility AeroAsia) usaha perawatan pesawat, dll.

Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010;

Pertumbuhan pesat pada setiap Unit Organisasi dan Anak Perusahaan yang berada dibawah nama PT. GARUDA INDONESIA merupakan peluang yang signifikan bagi PT. GARUDA INDONESIA itu sendiri.

Munculnya pesaing penerbangan sejenis dengan harga yang lebih murah, dan cara pemesanan yang lebih mudah. Hal tersebut menjadi aspek penting dalam persaingan. Hingga perusahaan perlu mempertimbangkan untuk tetap menjaga kualitas tetapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 10

Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain.

Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk mengimbangi penurunan penumpang internasional akibat adanya krisis global.

4. Analisis dan Diagnosis Lingkungan Internal PT. Garuda Airlines, Tbk

Aspek Pemasaran
1. Layanan, Garuda Indonesia Experience adalah konsep layanan baru yang

menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para penumpang. Mulai dari saat reservasi penerbangan hingga tiba di bandara tujuan, para penumpang akan dimanjakan oleh pelayanan yang tulus dan bersahabat yang menjadi ciri keramahtamahan Indonesia, diwakili oleh Salam Garuda Indonesia dari para awak kabin. Dengan pengenalan konsep Garuda Indonesia Experience, Garuda Indonesia menciptakan ciri khas yang membanggakan, sekaligus meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Konsep Garuda Indonesia Experience didasarkan pada 5 pancaindra atau 5 senses (sight, sound, scent, taste, dan touch) dan mencakup 24 customer touch points; mulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight dan post-journey. Di samping melibatkan panca indra, konsep Garuda Indonesia Experience juga harus memiliki nilai-nilai dasar sebagai berikut: tepat waktu dan aman (tentang produk), cepat dan tepat (tentang proses), bersih dan nyaman (tentang bangunan) serta andal, profesional, kompeten dan siap membantu (tentang staf). Konsep ini diterima dengan baik oleh pelanggan Garuda Indonesia.
2. Produk, produk yang ditawarkan oleh garuda tidak hanya penerbangan

full services dengan harga yang mahal, akan tetapi garuda juga melayani penerbangan untuk kelas traveler melalui anak usahanya yaitu citi link.
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 11

Melaui SBU GSM yang memiliki fungsi utama untuk memastikan setiap Cockpit Crew dan Cabin Crew (Air Crew) yang bertugas, berada dalam kondisi sehat sehingga keselamatan dalam penerbangan lebih terjamin. SBU Cargo melayani jasa transportasi udara, dengan menggunakan pesawat-pesawat yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. Bersama dengan mitra-mitra yakni para Agen dan GSSA, SBU Cargo mengirimkan barang untuk wilayah domestik dan internasional. Selain itu SBU Cargo juga memberikan pelayanan kepada pengirim baik perusahaan maupun individual melalui agen, GSSA atau penjualan langsung.
3. Segmentation, segmentasi Garuda menyasar pada kalangan high class

dengan layanan full services dan konsumen berbudget rendah melalui citi link. Garuda juga melayani konsumen domestic dan internasional.
4. Positioning, garuda memposisikan diri sebagai perusahaan penerbangan

full services no 1 di Indonesia dan terus mengembangkan usaha dengan membuat anak usaha penerbangan berbiaya terjangkau serta tetap mengutamakan keselamatan dan pelayanan bernama citi link untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbudget rendah.
5. Anak Perusahaan PT. Garuda Airlines, Tbk terdiri dari: a). PT

Aerowisata; bergerak di bidang jasa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat di bidang Usaha Pariwisata dan Jasa Pendukung Angkutan Udara, b). PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia, disingkat menjadi GMFAA); bergerak di bidang usaha perawatan pesawat terbang (Maintenance & Repair Organization/MRO), c). PT Abacus Distribution System Indonesia; bergerak di bidang usaha utama Global Distribuition System (GDS), d). PT Aero Systems Indonesia; bergerak di bidang penyediaan sistem teknologi informasi untuk airline, e). PT Citilink Indonesia; bergerak di bidang Angkutan Udara Niaga berjadwal yang berbiaya murah.
6. Rute,Garuda Indonesia melayani rute sebagai berikut :

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 12

Domestic : Ambon Jakarta, Ambon - Ujung Pandang, BalikpapanDenpasar, Balikpapan-Ujung Pandang, Balikpapan Yogyakarta, Banda Aceh Medan, Bandung Denpasar, Banjarmasin Jakarta, Batam Jakarta, Batam Medan, Batam Pekanbaru, Bengkulu Jakarta, Denpasar Balikpapan, Denpasar Bandung, Denpasar Kupang, Denpasar - Ujung Pandang, Gorontalo - Ujung Pandang, Jakarta Jambi, Jakarta Manado, Jakarta Solo, Jayapura Timika, Jayapura - Ujung Pandang, Kupang Denpasar, Lombok - Ujung Pandang, Manado Jakarta, Manado - Ujung Pandang, Medan - Banda Aceh, Medan Batam, Medan Padang, Medan Palembang, Medan Pekanbaru, Padang Medan, Padang Pekanbaru, Palembang Medan, Pangkalpinang Jakarta, Pekanbaru Batam, Pekanbaru Medan, Pekanbaru Padang, Solo Jakarta, Surabaya - Ujung Pandang, Timika Jayapura, Ujung Pandang Ambon, Ujung Pandang Balikpapan, Ujung Pandang Gorontalo, Ujung Pandang Lombok, Ujung Pandang Manado, Ujung Pandang Surabaya, Yogyakarta Balikpapan. Untuk rute Internasional Garuda melayani Rute : Jakarta Amsterdam, Jakarta Bangkok, Jakarta Hongkong, Jakarta - Kuala Lumpur, Jakarta Melbourne, Jakarta Perth, Jakarta Seoul, Jakarta Singapore, Jakarta Sydney, Jakarta Taipei, dan Jakarta Tokyo

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 13

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 14

Aspek MSDM
1. Struktur Organisasi

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 15

2. Pembagian Tugas dan Wewenang

Unsur unsur Organisasi Induk


a. Unsur Pelaksana: yaitu yang menjalankan kebijakan; dipimpin oleh Direktur dengan dibantu oleh Vice President (disingkat VP)

dan/atau Senior General Manager (disingkat Senior GM).


b. Unsur Pendukung: yaitu fungsi yang mempunyai peran mendukung Direktur Utama dan/atau direksi; dipimpin oleh VP. c. Strategic Business Unit (SBU): yaitu suatu unit usaha mandiri dalam Perusahaan yang berorientasi pada optimasi sumber daya yang

bertujuan memaksimalkan nilai Perusahaan dengan memberikan hasil produksi dan layanan jasa kepada pelanggan, baik di dalam maupun di luar korporasi; dipimpin oleh VP.
d. Anak perusahaan (subsidiaries), yaitu suatu badan hokum tersendiri yang dibentuk Perusahaan untuk mendukung kegiatan

Perusahaan Induk dan dikelola secara mandiri, namun masih dalam kontrol Perusahaan Induk.

3. Unsur Pelaksana

Unsur Pelaksana dalam Organisasi Induk PT. GARUDA INDONESIA (Persero), terdiri dari:
a. Commersial Services; bertanggung jawab terhadap pencapaian Sales & Revenue dan Service pre-in-post flight, melalui pengelolaan

network, marketing, revenue, service, service delivery dan cabin crew secara terintegrasi; dipimpin oleh Direktur Niaga.
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 16

b. Operation Services; bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasi penerbangan, melalui pengelolaan cockpit, ground

operations, flight dispatch, operation control dan dukungan operasional lainnya; dipimpin oleh Direktur Operasi.
c. Engineering & Maintenance Services; bertanggung jawab terhadap penjaminan keterdesiaan pesawat yang airworthy melalui

pengendalian dan pengelolaan kualitas perawatan pesawat; dipimpin oleh Direktur Teknik.
d. Corporate Strategy & Information Technology Services; bertanggung jawab terhadap perumusan strategi dan perencanaan jangka

panjang melalui pembentukan Strategy Management Office serta dukungan teknologi informasi yang handal; dipimpin oleh Direktur Strategi & Teknologi Informasi.
e. Financial Services & Group CFO; bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan Perusahaan melalui pengelolaan treasury,

financial analysis, coimptroller dan pengelolaan aset; dipimpin oleh Direktur Keuangan.
f.

Human Capital Management & Corporate Support Services ; bertanggung jawab terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusia, Pendidikan & Pelatihan serta Pengadaan; dipimpin oleh Direktur SDM dan Umum.

g. Area Management; merupakan pengelola pelaksanaan seluruh kebijakan dan bisnis Perusahaan di Branch Offices tempat dimana

Perusahaan melakukan bisnis, yang terdiri dari: Area Western Indonesia (WEI); Area Eastern Indonesia (EAI); Area Asia (ASA) & Middle East (MEA); Area Japan, Korea, China (JKC); Area South West Pacific (SWP). Area Mangement dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Board of Director (BoD), namun secara operasional dikelola oleh Direktur Niaga.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 17

4. Unsur Pendukung

Unsur Pendukung dalam Organisasi Induk PT. garuda Airlines, Tbk, yaitu:
a. Unit Corporate Quality, Safety & Aviation Security; berfungsi untuk mengelola Safety management system; bertanggung jawab

kepada Direktur Utama, namun secara operasional dikelola oleh Direktur Operasi.
b. Unit Internal Audit; berfungsi untuk memastikan efektivitas sistem audit internal Perusahaan; bertanggung jawab kepada Direktur

Utama, namun secara secara operasional dikelola oleh Direktur Keuangan.


c. Unit Corporate Secretary, berfungsi untuk melindungi Perusahaan dari aspek hukum melalui pemberian pendapat hukum,

Penyelesaian Permasalahan Hukum, Legalisasi Perjanjian; memastikan struktur dan mekanisme Good Corporate Governance (GCG) terimplementasi & selaras; memastikan penyelenggaraan administrasi Perusahaan sesuai hukum dan perundangan yang berlaku dan prinsip GCG, serta mendukung layanan umum; bertanggung jawab kepada Direksi namun secara operasional dikelola oleh Direktur SDM & Umum.
d. Unit Haji; berfungsi untuk mengelola penerbangan haji; bertanggung jawab kepada Direksi, namun secara opersaional dikelola oleh

Direktur Operasi.
e. Corporate Safety Committee; merupakan suatu forum rapat resmi Perusahaan yang melakukan pertemuan secara berkala untuk

membahas isu-isu yang terkait dengan flight safety/keselamatan penerbangan, aviation security/keamanan penerbangan, health/keselamatan, dan environment/lingkungan. Forum ini dipimpin oleh Predisent & CEO. Corporate Safety Committee bukan merupakan organisasi struktural.
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 18

f.

Unit CEO Office, bertindak sebagai fasilitator kegiatan Direksi melalui pengelolaan agenda dan jadwal rapat Direksi serta memonitor tindak lanjutnya dan usulan-usulan strategis GA Group; bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama.

g. Unit Enterprise Risk Management, bertindak sebagai pengelola Risiko Perusahaan melalui System Early Warning kepada unit-unit;

bertanggung jawab secara secara langsung kepada Direktur Utama, namun secara operasional dikelola oleh Direktur Teknik.
h. Unit Corporate Communication, bertindak secara pengelola komunikasi & informasi Perusahaan (eksternal & internal) secara

efektif, secara mengelola Corporate Social Responsibility (CSR) & Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama, namun secara operasional dikelola oleh Direktur SDM & Umum. Aspek Operasional
1. Sejarah Armada Pesawat Garuda Airlines

Berawal dari penerbangan perdana di tahun 1949, Garuda Indonesia, yang sebelumnya bernama Garuda Indonesian Airways, mulai mengembangkan armadanya. Garuda Indonesia pada saat itu mengoperasikan satu pesawat Douglas DC-3 Dakota dan PBY Catalina. Berikutnya, Garuda Indonesia mengoperasikan armada DH Heron and Convair 340. Pada tahun 1956, untuk pertama kalinya Garuda Indonesia melayani jamaah haji Indonesia ke tanah suci Mekkah di Saudi Arabia, dengan menggunakan armada Convair 340. Periode 1960-an adalah masa dimana Garuda Indonesia tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1961, armada Lockheed Electra didatangkan ke Bandara Kemayoran, Jakarta. Lima tahun kemudian, Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan jet empat mesin, yaitu
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 19

Douglas DC-8. Di samping itu, armada lain seperti DC-3/C-47 Dakota, Convair 340, Convair 440, Lockheed Electra, Convair 990A, Fokker F-27 and DC-8 juga melengkapi kekuatan maskapai Garuda Indonesia. Kemudian pada tahun 1976, untuk pertama kalinya Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat berbadan lebar Douglas DC-10, yang terdaftar sebagai PK-GIA. Satu tahun kemudian Garuda Indonesia tidak lagi menggunakan pesawat turboprop engine Fokker F-27. Hal ini membuat Garuda Indonesia sebagai satu-satunya maskapai yang hanya mengoperasikan pesawat jet, yaitu dengan armada DC-10, DC-9, DC-8 dan F-28. Perkembangan armada yang terus melesat pada tahun 1980, membuat Garuda Indonesia mendatangkan pesawat berbadan lebar Boeing 747-200. Dua tahun kemudian, maskapai membeli pesawat berbadan lebar lainnya, yaitu Airbus A300B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit). Pesawat dengan kokpit yang berisi dua orang ini adalah ide dari Wiweko Soepono, mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia. Pada tahun 1984, barisan armada Garuda Indonesia secara lengkap adalah Boeing 747-200, DC-10, Airbus A300B4, DC-9 and F-28. Dengan 36 unit pesawat F-28, pada saat itu Garuda Indonesia adalah operator F-28 terbesar di dunia. Pada tahun 1994, Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan pesawat berbadan paling lebar pada era 90-an, yaitu Boeing 747400. Sebagai tambahan, barisan armada Garuda Indonesia juga dilengkapi dengan Boeing 737 seri 300, 400 dan 500. Selanjutnya pada tahun 2009, Garuda Indonesia menambah armada berteknologi tinggi, dengan memperkenalkan Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 Next Generation. Kedua jenis pesawat ini dilengkapi dengan perangkat in-flight entertainment, Audio and Video on Demand (AVOD), di setiap tempat duduknya. Perangkat ini memungkinkan penumpang untuk memilih sendiri berbagai macam hiburan seperti film, program televisi, video musik dan permainan. Sebagai tambahan, tenpat duduk kelas eksekutif Garuda Indonesia Airbus A330 juga dapat sepenuhnya berbaring hingga 180 derajat (flat bed seat).
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 20

Kini pada tahun 2012, Garuda Indonesia kembali menyambut armada baru Bombardier CRJ1000 NextGen 200 5 46 14 26 5 1 9 3 0 6 3 0 3 0 58 200 6 38 12 19 5 2 9 3 0 6 2 0 2 0 49 200 7 38 12 19 5 2 9 3 0 6 1 0 1 0 48 200 8 43 15 19 5 4 9 3 0 6 3 0 2 1 55 200 9 54 11 19 5 19 13 3 4 6 3 0 2 1 70 201 0 67 7 13 5 42 14 3 5 6 8 0 4 4 89 2011 62 5 1 5 51 16 3 7 6 9 5 1 3 87

Narrow Body B737-300 B737-400 B737-500 737-800 NG Wide Body B747-400 A330-200 A330-300 Citilink A320-200 B737-300 B737-400 Total

2. Keamanan Penerbangan
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 21

Industri penerbangan di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Letak geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau menjadikan penerbangan sebagai moda transportasi yang cepat dan aman untuk menghubungkan antar pulau. Garuda Indonesia sebagai perintis penerbangan nasional serta pembawa bendera Indonesia, sudah tentu menjadi kebanggaan dan pilihan masyarakat sebagai pengguna jasa. Sebagai operator penerbangan yang memiliki sertifikat IOSA, Garuda Indonesia mengedepankan aspek service, safety dan security plus compliance. Hal ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan kepercayaan masyarakat agar memilih Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa penerbangan. Tidak ada kata kompromi dalam keamanan Aspek keamanan adalah salah satu elemen penting yang harus dijalankan secara konsisten dan komprehensif dalam industri penerbangan. Selain sebagai business balancing, keamanan juga menjadi jaminan bagi para pengguna jasa, pegawai, pemegang saham dan penyedia jasa eksternal untuk tetap menjadikan Garuda Indonesia sebagai mitra penyedia jasa penerbangan. Berdasarkan hal-hal tersebut, dalam menerapkan dan mempertahankan performa keamanan yang tinggi, manajemen Garuda Indonesia berkomitmen untuk: a) Membangun sistem keamanan yang mumpuni melalui pengembangan Manajemen Sistem Keamanan (Security Management System) dan Program Keamanan Penerbangan Garuda Indonesia secara berkesinambungan, b) Secara konsisten melakukan investasi berkelanjutan dalam hal pelatihan keamanan penerbangan termasuk investasi dalam hal sistem dan teknologi pendukung, c) Menerapkan quality assurance system dan kendali mutu secara konsisten dan pola penyampaian informasi keamanan tanpa hambatan ke seluruh unit dalam perusahaan,
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 22

d) Secara cepat merespon setiap situasi dan kondisi yang dinilai dapat membahayakan keselamatan dan keamanan seseorang dan/atau infrastruktur, e) Membangun sistem komunikasi yang efektif untuk memastikan kelancaran pertukaran informasi keamanan yang relevan, sehingga mampu menghubungkan seluruh unit dalam organisasi tanpa hambatan termasuk ke senior manajer, manajer operasional, karyawan di lini depan maupun pihak eksternal yang terikat kontrak mendukung operasional perusahaan, f) Membangun dan mengembangkan budaya keamanan secara konsisten. Sasaran Keselamatan Sasaran Keselamatan disusun bersama-sama dengan Kebijakan Keamanan Garuda Indonesia: a) Untuk mengidentifikasi dan meminimalisir kondisi-kondisi membahayakan. b) Melakukan analisa bahaya dan resiko untuk seluruh tujuan terhadap peralatan-peralatan yang baru diperoleh, fasilitas, operasional dan prosedur serta mengurangi resiko sampai batas yang dapat diterima. c) Memberikan pendidikan dan pelatihan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Keamanan (Safety Management System atau SMS) kepada seluruh personel. d) Memberikan lingkungan kerja yang aman dan sehat kepada seluruh personel. e) Meminimalisasi kecelakaan/kejadian yang disebabkan oleh faktor-faktor organisasi. f) Untuk mencegah kerugian dan cedera pada properti dan manusia yang disebabkan oleh operasional perusahaan.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 23

g) Meningkatkan keefektivitasan sistem manajemen keamanan melalui audit keamanan yang dilakukan secara teratur di mana dilakukan pengkajian ulang seluruh aspek SMS untuk terus membuat kemajuan di seluruh tingkat keamanan. h) Untuk terus melakukan monitor dan evaluasi mengenai tingkat keamanan secara teratur. i) Untuk memastikan kepatuhan terhadap DGCA (CASR 121) Indonesia, Peraturan Internasional (ICAO) dan standar industri praktik terbaik internasional (IATA). Aspek Keuangan Data Keuangan Terlampir Berdasarkan data keuangan yang ada dalam lampiran, perusahaan Garuda termasuk perusahaan yang dapat beradaptasi dengan perubahan. Meskipun jumlah pendapatan usahanya sempat mengalami penurunan pada tahun 2009. Akan tetapi pada dua tahun berikutnya jumlah pendapatan usaha perusahaan mengalami peningkatan. Pada tanggal 11 Februari 2001 Garuda mencatatkan perusahaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penjualan Saham PT. GARUDA INDONESIA ke publik (IPO / gopublic Approval) dapat meningkatkan modal dan mengurangi resiko usaha dengan menjual beberapa saham PT. GARUDA INDONESIA ke publik. Ini merupakan peluang besar bagi PT. GARUDA INDONESIA untuk lebih aman khususnya dalam bidang keuangan. Sebanyak 69,14 % saham garuda masih dikuasai oleh pemerintah. Hal ini berdampak positif karena dalam perusahaan go public keputusan ataupun kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan harus disetujui oleh pemegang saham mayoritas. Dengan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas, pemerintah masih dapat mengendalikan atau mempunyai posisi tawar yang kuat dalam perusahaan.
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 24

Pada awal IPO saham Garuda terjual pada harga Rp 700 rupiah per lembarnya, akan tetapi harga saham Garuda terus mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan ketidakpercayaan investor terhadap manjemen Garuda. Dengan menjadi perusahaan terbuka, Garuda berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan kinerjanya secara transparan kepada public. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara bertahap karena diawasi oleh public.

5. Strategi PT. Garuda Airlines, Tbk

Strategi Corporate Level Berbicara mengenai di dalam bisnis apa perusahaan akan berpartisipasi dan pembagian sumber daya ke masing-masing bisnis unit. Berdasarkan corporate level strateginya, maka Garuda Indonesia diklasifikasikan ke dalam perusahaan related diversified firm yaitu perusahaan yang beroperasi di bidang industri yang mirip dan mereka berhubungan satu sama lain melalui operating synergies. Operating synergies ini dapat berupa : kemampuan untuk membagi sumber daya

kemampuan untuk membagi core competency (sesuatu yang membuat suatu perusahaan sukses dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi customer).
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 25

Bussiness Unit Level Fokus dari strategi yang diterapkan pada level bisnis unit ini adalah bagaimana menciptakan dan menjaga keunggulan kompetitif di setiap industri yang dimasukinya. Ciri bisnis unit adalah dapat mengambil keputusan dan memiliki strateginya sendiri-sendiri tapi tujuan utamanya tetap sama dengan perusahaan induknya. Usaha utama Garuda adalah jasa penerbangan, dan business unitnya pun sejalan dengan kegiatan utama perusahaan. Jadi bisa dibilang Garuda menggunakan pola Aviation Business Model untuk mengembangkan usahanya. Berikut ini adalah Bussiness Unit Level Strategy yang diterapkan oleh BU maupun anak perusahaan Garuda. Sebagai bagian dari proses penterjemahan Strategi Perusahaan dari bentuk intangible assets menjadi tangible assets serta untuk menguraikan hubungan sebab akibat antara sasaran strategik, maka dikembangkan Strategy Map yang terbagi atas perspektif Learning & Growth, Process, Customer serta Financial.

Implementasi dari strategi tersebut adalah sebagai berikut :


a. Melakukan penambahan armada pesawat, rute penerbangan dan bergabungnya Garuda ke dalam SkyTeam Global Airline Alliance

agar tidak kalah bersaing dengan maskapai lain.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 26

b. Dalam kondisi persaingan yang ketat, Garuda meluncurkan program layanan bernama Garuda Frequent Flyer (GFF). GFF tersebut

merupakan program yang diadakan Garuda bagi penumpang setia Garuda dengan cara memberikan benefit sebagai imbalan atas pengumpulan jarak yang telah ditempuh dengan Garuda baik ke rute domestik maupun ke rute internasional.
c. Garuda Indonesia secara khusus memberikan potongan harga sebesar 10% bagi penumpang yang membeli tiket pulang pergi

(return ticket) dari sebelumnya hanya sebesar 5%. Garuda Indonesia juga memberikan harga khusus berupa potongan sebesar 25%. bagi anak anak (umur 2 12 tahun), penyandang cacat dan atau veteran, serta orang lanjut usia (60 tahun ke atas) untuk sub kelas C, Y, M dan L.
d. Walau dengan tiket yang mahal, Garuda memberikan full service airlines yang mengutamakan keramahan seluruh karyawan dan

awak kabin Garuda dalam melayani penumpangnya. Sehingga Garuda memiliki pangsa pasarnya tersendiri.
e. Dari sisi pemasok, dalam memenuhi bahan bakar pesawat, Garuda telah melakukan upaya dengan melakukan negosiasi dengan

Pertamina. Negosiasi tersebut bertujuan agar memperoleh bahan baku yang memadai dalam melakukan kegiatan operasionalnya dan untuk mendapatkan harga yang terbaik. Dari perjanjian itu pula, Garuda mendapatkan pengadaan 70% bahan bakar dibandingkan maskapai penerbangan yang lain. Dengan adanya perjanjian tersebut maka Garuda mendapatkan persediaan bahan baku yang didahulukan dibandingkan maskapai penerbangan yang lainnya.
f.

Untuk mengurangi ancaman dari maskapai-maskapai penerbangan yang berbiaya rendah, maka Garuda membuat unit bisnis strategi yaitu Citilink. Citilink merupakan layanan yang disediakan Garuda untuk menangkap segmen budget traveler di pasar domestik.

6. Rekomendasi Perusahaan
Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 27

Strategi yang diterapkan perusahaan sudah baik, apalagi dengan melakukan IPO sehingga dapat mengurangi risiko keuangan yang mungkin ada di perusahaan. Strategi lainnya juga sangat membantu perusahaan untuk mendapat kepercayaan dan loyalitas dari konsumen yang tentu saja akan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan.

Tugas Manajemen Strategi/PT. Garuda Airlines, Tbk./Kelompok I /MGT BPage 28