You are on page 1of 4

Menurut Notonegoro (dalam Kaelan, 2004:89) nilai pendidikan dalam karya sastra dibedakan atas empat macam yaitu:

nilai moral, nilai kebenaran, nilai keindahan, dan nilai religius. 1. Nilai moral Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima mengenai perbuatan, sikap, berkewajiban dan sebagainya. Moral dapat pula disebut dengan akhlak budi pekerti dan susila (KBBI Online). Menurut Schiller dan Tamera (2002:1) mengatakan bahwa untuk mencapai keutamaan seorang anak harus memiliki sikap sebagai berikut: a. Suka menolong Suka menolong adalah kebiasaan menolong dan membantu orang lain (Schiller dan Tamera, 2002:52). Kebiasaan menolong ini juga merupakan suatu perilaku yang dapat ditanamkan dengan selalu siap mengulurkan tangan dan dengan cara aktif mencari kesempatan untuk menyumbang.

b. Keteguhan hati dan Komitmen Keteguhan hati dan komitmen adalah pendidikan moral yang baik untuk membentuk mental yang positif. Komitmen membuat seseorang bertahan dalam mencapai cita-cita, pekerjaan seseorang dan orang lain. Komitmen merupakan janji yang dipegang teguh terhadap keyakinan dan memberi dukungan serta setia kepada keluarga dan teman. Keteguhan hati dapat membuat seseorang menncapai citacitanya (Shiller dan Tamera, 2002:30).

c.

Kerjasama Menurut Schiller dan Tamera (2002:10) kerjasama adalah menggabungkan tenaga seseorang dengan tenaga orang lain untuk bekerja demi mencapai tujuan umum. Melalui kerjasama kita dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan lebih mudah dari pada dikerjakan sendiri, ditambah pula dengan kegembiraan setiap orang karena bisa berbagi pekerjaan.

d. Kepedulian dan empati

Kepedulian dan empati didasarkan pada pemahaman perasaan diri sendiri dan memahami orang lain. Menurut Schiller dan Tamera (2002:2) kepedulian dan empati adalah cara kita menanggapi perasaan, pikiran, dan pengalaman orang lain karena kita secara alami merasakan kepedulian terahadap sesama agar berupaya mengenali pribadi orang lain dan keinginan membantu orang lain yang sedang dalam keadaan susah. Melalui empati, seseorang mengenali rasa kemanusiaan terhadap diri sendiri ataupun orang lain.

e.

Humor Menurut Schiller dan Tamera (2002:68) humor adalah kemampuan untuk merasakan dan menanggapi komedi dalam dunia seseorang dan dalam din kita sendiri. Dengan humor dapat membuat cerah, senang dalam kehidupan sehari-hari dalam situasi yang menggelikan.

f.

Tanggung jawab Tanggung jawab adalah perilaku yang menentukan seseorang bereaksi terhadap situasi setiap hari yang memerlukan beberapa keputusan (Shiller dan Tamera, 2002:131).

2. Nilai keindahan Nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada rasa manusia (perasaan, estetis) (Kaelan, 2004:89). Pendidikan keindahan bertujuan agar semua anak mempunyai rasa keharuan terhadap keindahan, mempunyai selera terhadap keindahan, dan selanjutnya dapat menikmati keindahan (Ahmadi, 2001 : 21).

3. Nilai religius Nilai religius merupakan nilai ke-Tuhanan, kerohanian yang tinggi dan mutlak bersumber dan keyakinan dan kepercayaan manusia terhadap Tuhannya. Sikap religius ini mencakup segala pengertian yang bersifat adikodrati (Damono, 1984:93). Nilai religius ini merupakan nilainilai pusat yang terdapat di masyarakat.

4. Nilai Kebenaran Nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada arah yang baik,benar. Pendidikan kebenaran selalu mempunyai rasa pembelaan trrhadap arah yang benar. (Ahmadi, 2001: 23).

Cerpen menurut Marahimin (1999: 112) adalah cerita rekaan pendek, karena pendeknya biasanya tidak terdapat perkembangan dalam cerita itu, peristiwa singkat saja. Kepribadian tokoh atau tokoh-tokoh pun tidak berkembang dan tidak menyaksikan perubahan nasib tokoh-. tokoh ini ketika cerita ini berakhir. Dan ketika konflik yang hanya satu itu terselesaikan, maka kelanjutan kehidupan tokoh-tokoh dalam cerita itu diketahui
Marahimin, Ismail. 2001. Menulis Secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya.

Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan dan sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya : etika dan berhubungan erat (KBBI,2003:78). Alwi, Hasan,dkk. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: balai Pustaka. Burhan Nurgiyantoro. 2002. Teori Pengkajian Fiksi. ... Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cerpen adalah cerita pendek yang ceritanya habis dibaca dalam sekali duduk. Berbagai nilai yang ada dalam sebuah cerita/ cerpen adalah nilai moral, religi, budaya, sosial, dll. Nilai dalam sebuah cerpen disajikan aleh penulis dalam 2 bentuk, yaitu: 1. Langsung Pengarang secara eksplisit atau langsung / nyata memberikan nasehat / amanat dalam cerita tersebut. 2. Tak langsung Pengarang menyajikan secara implisit yaitu bisa melalui konflik, watak tokoh, alur, dsb. Jadi, penulis tidak secara langsung member / menuliskan amanat pada cerpen tersebut. Pada pertemuan yang lalu anda telah membahas unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerpen. Salah satu unsur intrinsik tersebut adalah nilai-nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan pengarang pada pembaca. Nilai-nilai sebuah cerpen merupakan realisasi dari fungsi cerpen sebagai media pendidikan bagi pembaca. Jadi, selain untuk menghibur, cerpen juga berfungsi untuk mengajari pembaca akan nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai kehidupan dalam sebuah cerpen terkadang tidak disampaikan secara langsung oleh pengarang. Oleh sebab itu, untuk memahaminya seorang pembaca harus mengetahui dan memahami cerita dalam karya sastra tersebut secara keseluruhan. Nilai-nilai moral menurut Nurgiyantoro (2002: 320) merupakan bagian dari tema. Dengan kata lain, nilai-nilai moral dapat dikatakan sebagai salah satu tema dari sebuah cerpen. Nilai-nilai moral merupakan bagian dari isi dan berkaitan dengan hal di dalam karya tersebut sehingga diketegirikan dalam unsur intrinsic sebuah karya sastra. Nilai-nilai moral umumnya mencerminkan pendangan hidup pengarang.

Pandangan yang dimaksud adalah pandangannya mengenai niali-nilai kebenaran yang ingin disampaikan kepada para pembaca atau penikmat karya sastra tersebut. Menurut Kenny melalui Nurgiyantoro (2002: 321), moral dalam cerita dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat priktis, yang dapat diambil lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. Nilai-nilai dalam sebuah cerpen mengandung pelajaran yang berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para pembaca atau penikmat sastra. Agar fungsi karya sastra sebagai penghibur dan media pendidikan dapat tercapai, anda harus menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah karya sastra.