Вы находитесь на странице: 1из 31

Gigih Adhi Kuncoro, A.

Md

1. Identifikasi Kepala Silinder Dan Ruang Bakar Kepala silinder adalah salah satu komponen utama mesin yang berfungsi sebagai : a) Penutup blok silinder b) Penempatan kelengkapan motor, antara lain : Katup Busi Poros Nok ( Over Head Camshaft ) Ruang Bakar Saluran Masuk dan Saluran Buang Saluran Pelumasan dan Saluran Pendinginan Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Kepala Silinder harus mampu tahan terhadap tekanan dan temperatur tinggi pada saat mesin beroperasi. Macam-macam bahan kepala silinder Besi tuang Mempunyai kekuatan tekan tinggi Keras Dapat meredam getaran dan suara Pemuaian kecil Campuran aluminium Dapat memindahkan panas dengan baik Maka : Kecenderungan knocking berkurang Perbandingan komponen dapat ditinggikan Daya motor bisa lebih besar. Pemuaian besar Masalah : kerapatan paking kepala silinder berkurang Dudukan dan penghantar katup harus dibuat dari logam yang keras, untuk mengatasi keausan. Ringan

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Macam-macam pendingin kepala silinder Kepala silinder harus didinginkan, karena kepala silinder bersinggungan dengan pembakaran motor. Berikut ini adalah macam macam pendingin pada kepala silinder :

langsung

1. Pendinginan Udara Ciri ciri : Sirip-sirip pendingin akan , memperluas bidang permukaan Suara keras akibat getaran sirip Biasanya terdapat pada sepeda motor, ada juga pada mobil (VW)

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

2.

Pendinginan Cairan Ciri ciri : Melalui saluran-saluran, air dapat bersikulasi dari blok silinder motor ke saluran pendingin pada kepala silinder, kemudian ke radiator. Dapat meredam suara motor Pendinginan merata.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Ruang bakar yang terdapat pada kepala silinder berfungsi sebagai tempat pembakaran campuran bensin dan udara yang telah dimampatkan ( dikompresikan ) oleh torak di dalam silinder. Perencanaan ruang bakar mempengaruhi: Perbandingan kompresi Efesiensi motor Kecenderungan knocking Daya motor Ruang bakar berhubungan langsung dengan Katup Masuk, Katup Buang dan pemasangan Busi. Oleh karena itu, bentuk ruang bakar sangat dipengaruhi oleh komponen tersebut dan umumnya bentuk bentuk ruang bakar pada motor bensin adalah sebagai berikut : A. Ruang Bakar Model Setengah Bulat ( Hemispherical Type Combustion Chamber) Ruang bakar model ini mempunyai permukaan yang lebih kecil dibandingkan dengan moel lain. Hal ini menguntungkan karena panas yang hilang sedikit atau dengan kata lain efisiensi panas yang dihasilkan akan lebih tinggi. Pada ruang bakar model ini efisiensi pemasukan dan efisiensi pembuangan juga lebih tinggi. Dari segi konstruksi ruang bakar setengah bulat lebih sempurna hanya saja penempatan mekanisme katupnya menjadi lebih rumit

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

B. Ruang Bakar Model Baji / Pasak ( Wedge Type Combustion Chamber)


Ruang bakar model baji adalah salah satu tipe ruang bakar yang cukup populer karena kehilangan panasnya juga kecil. Mekanisme katup yang akan ditempatkan pada ruang bakar ini dapat dibuat dalam konstruksi yang lebih sederhana dibandingkan dengan ruang bakar setengah bulat.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

C. Ruang Bakar Model Bak Mandi ( Bathtub Type Combustion Chamber)


Ruang bakar model Bak Mandi didesain konstruksinya lebih sederhana sehingga biaya produksinya juga akan lebih rendah dan diameter katup yang digunakan pada ruang bakar model bak mandi akan lebih kecil. Akan tetapi proses pemasukan (intake) dan pembuangan (exhaust) pada ruang bakar model bak mandi kurang sempurna bila dibandingkan dengan ruang bakar setengah bulat.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

D. Ruang Bakar Model Atap ( Pent-roof Type Combustion Chamber)


Ruang bakar model ini umumnya digunakan pada mesin yang jumlah katup masuk dan buang lebih dari dua buah untuk setiap silinder. Model ini akan memberi efek semburan yang lebih baik sehingga proses pembakaran akan lebih cepat dan penempatan busi dibuat di tengah tengah ruang bakar. Apabila dilihat model pent-roof akan membentuk segi empat secara horizontal maupun vertikal dan apabila dihubungkan ke titik pusat akan terlihat seperti membentuk atap suatu bangunan.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Bagian-bagian Mekanisme Katup Standar


Kegunaan mekanisme katup : Mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder Mengatur pembuangan gas bekas ke saluran buang

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Macam - macam Mekanisme Katup


A.

Mekanisme Katup dengan Poros Nok di bawah


1.Katup di samping ( Side Valve ) Ciri ciri : Katup berdiri Poros kam terletak di bawah Katup di samping blok motor Keuntungan : Tidak berisik Konstruksi sederhana Tinggi motor menjadi pendek Kerugian : Bentuk ruang bakar kurang mengun- tungkan Penyetelan celah katup sulit

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

2.Katup di kepala silinder ( Over Head Valve ) Ciri ciri : Katupnya menggantung Poros kam terletak di bawah Katupnya di kepala silinder Keuntungan : Bentuk ruang bakar baik Kerugian : Banyak bagian-bagian yang bergerak Kelembaman massa besar Tidak ideal untuk putaran tinggi

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

B.

Mekanisme Katup dengan Poros Nok di atas


1.Satu Poros Nok di Kepala Silinder ( SingleOverHead Camshaft ) Ciri ciri :
Poros kam langsung menggerakkan tuas katup ( Gb A ) atau tuas ayun katup ( Gb B )

Keuntungan :

Sedikit bagian-bagian yang bergerak Kelembaman massa kecil Baik untuk putaran tinggi Konstruksi motor menjadi tinggi (ada mekanisme tuas ayun)

Kerugian :

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

2. Dua Poros Nok di kepala ( Double Over Head Camshaft )


Ciri ciri :
Nok langsung menggerakkan mangkok penumbuk

Keuntungan :

Bentuk ruang bakar baik Susunan katup-katup menguntungkan ( bentuk V ) Kelembaman massa paling kecil Baik untuk putaran tinggi Konsrtuksi mahal, lebih berat Penyetelan celah katup lebih sulit

Kerugian :

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

2. Melepas dan Memasang Kepala Silinder Kepala Silinder adalah salah satu komponen utama mesin yang berfungsi sebagai penutup silinder yang dipasang/diikat dengan baut pada blok mesin. Oleh karena itu, untuk melepas maupun memasang kembali harus mengikuti prosedur agar kepala silinder terhindar dari kerusakan ( Permukaan Melengkung ) a) Melepas Kepala Silinder Lepas terminal negatif baterai. Buang air pendingin dari radiator dan blok motor. Lepas selang radiator bagian atas, kabel busi dan kabel pengukur temperatur. Lepas tutup kepala silinder. Lepas unit tuas penekan katup sesuai urutan pada gambar di samping.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Lepas batang batang penekan dan susun berurutan. Lepas saluran masuk dan buang. Ada 2 cara melepas saluran masuk dan buang : Lepas saluran masuk dan buang, Sewaktu kepala silinder masih terpasang di blok silinder.. Jika baut baut saluran masuk dan buang sulit dilepas pada kepala silinder yang masih terpasang, lepas pipa knalpot pada saluran buang. silinder akan Kemudian kepala bersama dikeluarkan

saluran masuk dan buang. Untuk ini kabel dan selang pada karburator dilepas dulu..

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Lepas baut baut kepala silinder sesuai urutan pada gambar disamping Pembersihan : Bersihkan permukaan berpaking dengan skrap atau sikat baja. Perhatikan lubang lubang ulir baut kepala silinder pada blok silinder. Lubang lubang tersebut harus bersih. Tiup dengan udara bertekanan. Cuci kepala silinder dengan solar atau bensin.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

b) Memasang Kepala Silinder Rakit katup bagian pada unit porosnya penekan sesuai

urutan semula

Pasang paking dan kepala silinder. Perhatikan urutan pemasangan baut bautnya Momen pengerasan baut : 54 66 kg-cm.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Pasang unit penekan katup pada silinder. Perhatikan urutan pemasangan baut bautnya Momen pengerasan baut : 18 24 kg-cm. Pasang saluran masuk dan buang. Momen pengerasan baut : 20 30 kg-cm. Pasang selang radiator bagian atas, kabel busi dan kabel pengukur temperatur. Isi air pendingin pada radiator dan lakukan pembuangan udara pada sistem pendingin. Pasang terminal negatif baterai. Lakukan penyetelan celah katup. Pasang tutup kepala silinder

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

2)Memeriksa Kepala Silinder Sesuai dengan fungsi Kepala Silinder, maka gangguan yang sering terjadi adalah : a)Kelengkungan/Kerataan b)Keretakan Sebelum melakukan pemerikasaan terlebih dahulu katup yang terdapat pada kepala silinder harus dilepas kemudian kepala silinder harus bersih agar dapat dilakukan pemeriksaan yang hasilnya akurat.
Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

a) Kelengkungan/Kerataan Akibat dari pengoperasian mesin yang sudah lama dan terjadi kelebihan panas (overheating) atau pengencangan maupun melepaskan baut kepala silinder yang tidak mengikuti prosedur, kemungkinan terjadi ketidakrataan permukaan kepala silinder . Toleransi yang diperbolehkan secara umum adalah 0,15 mm, namun untuk lebih tepat sebaiknya melihat pada buku manual pabrik.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Pemeriksaan Kerataan Permukaan Kepala Silinder a) Tempatkan kepala silinder pada stand khusus diatas meja kerja. b) Ambil dan tempatkan plat lurus/mistar baja Pada batas tertentu sesuai diatas permukaan dengan anjuran pabrik, kepala silinder dan kelengkungan permukaan ukurlah dengan kepala silinder dapat menggunakan bilah diratakan dengan mesin ukur / Fuller Gauge. gerinda atau mesin milling Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Pemeriksaan Keretakan Kepala Silinder Keretakan pada kepala silinder dapat dikelompokkan menjadi : 1) Keretakan yang dapat terlihat oleh mata 2) Keretakan yang tidak terlihat oleh mata dan hanya akan terlihat jelas bila menggunakan peralatan 3) Keretakan yang terjadi di bagian dalam komponen Ada beberapa cara untuk memeriksa atau mengetahui terjadinya keretakan, yaitu dengan : a) Magnetic Field with Iron Powder b) Fluorscent Penetrant c) Dye Penetrant d) Sinar X (X Ray) Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

a) Magnetic Field with Iron Powder Cara ini mengunakan magnet yang cukup kuat dan dapat merupakan magnet permanent ataupun elektromagnet. Bahan lain yang diperlukan adalah serbuk besi khusus (iron Powder). Cara pemerikasaannya adalah sebagai berikut : Kepala silinder harus dalam keadaan bersih dan kering. Tempatkan magnet pada daerah yang dianggap ada kecenderungan terjadi keretakan dan akan diperiksa. Taburilah permukaan tersebut dengan serbuk besi khusus
Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Proses Pendeteksian Keretakan Metal di sekitar magnet ditempatkan akan juga menjadi magnet. Seandainya di permukaan tersebut terdapat keretakan, maka keretakan ini akan menghalangi/ menyetop proses pemagnetan yang mengakibatkan serbuk serbuk besi yang tertabur di sekitarnya akan tertarik dan mengumpul di sepanjang keretakan tersebut. Untuk lebih mendapatkan pemeriksaan yang akurat pada saat pemeriksaan, magnet digeser-geserkan karena keretakan akan lebih jelas apabila posisi keretakan tersebut berposisi tegak lurus (900) terhadap magnet. Pemeriksaan keretakan dengan magnet hanya bisa digunakan pada kepala silinder yang bahannya dapat menjadi magnet, misalnya besi tuang (Cast Iron). Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

b) Pemeriksaan dengan Fluorscent Penetrant Pemeriksaan dengan cara ini menggunakan Flourscent Penetrant yaitu berupa cairan yang masuk ke dalam keretakan yang paling halus sekali. Cara pemeriksaannya adalah sebagai berikut : Komponen yang akan diperiksa harus dalam kondisi bersih. Bersihkan permukaan yang akan diperiksa dengan cairan pembersih (patented cleaner) Selanjutnya semprotkan Fluorscent Penetrant pada area yang akan diperiksa tersebut. Setelah itu semprotkan kembali sedikit cairan pembersih (patented cleaner) dan lap dengan majun yang bersih. Akhirnya setelah dilap semprotlah dengan developing solution. Developer ini akan memperjelas penetrant yang terdapat pada permukaan yang retak Keretakan yang terjadi akan menjadi lebih jelas terlihat dengan menggunakan cahaya ultra violet black light.

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Paking Kepala Silinder Fungsi umum paking (gasket) adalah sebagai perapat pada lebih dari satu komponen. Paking kepala silinder berfungsi sabagai perapat antara permukaan kepala silinder dengan permukaan blok silinder. Konstruksi paking kepala silinder sangat rumit karena harus mampu terhadap tekanan, panas akibat pembakaran, dan juga harus mencegah kebocoran oli dan air pendingin. Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Secara umum ada beberapa jenis dasar pembuatan paking kepala silinder sesuai pada tipe mesin yang akan menggunakan, dan bahan dasarnya yaitu : Asbes (asbestos) Baja (steel) Tembaga (copper) Karet (rubber)

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md

Gigih Adhi Kuncoro, A.Md