Вы находитесь на странице: 1из 4

PENGARUH DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PENDERITA OBESITAS DI KELURAHAN OLO NANGGALO PADANG UTARA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Obesitas timbul sebagai akibat masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Bila energi dalam jumlah besar (dalam bentuk makanan) yang masuk ke dalam tubuh melebihi jumlah yang dikeluarkan, berat badan akan bertambah dan sebagian besar kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak (Guyton, 2007). Obesitas ini bukan penyakit yang patut disepelekan. Dari satu penyakit ini, dapat menimbulkan penyakit penyakit kritis, yaitu Diabetes Melitus, Hipertensi dan Jantung. (Fariz, 2009).

Resiko terjadinya gangguan kesehatan semakin

meningkat bila obesitas

terkonsentrasi diseputar perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral. Perut buncit atau obesitas sentral merupakan pertanda adanya bahaya yang mengancam kesehatan kita. Meskipun tidak ada keluhan, dalam tubuh orang yang berperut buncit sudah terjadi gangguan metabolisme yaitu sindrom metabolik yang meningkatkan resiko Diabetes Melitus serta penyakit jantung dan pebuluh darah (Aris, 2009).

Saat ini kecenderungan untuk menjadi gemuk atau menderita kelebihan berat badan sudah dimulai dari sejak anak anak. Memasuki pubertas atau mulai usia 10 tahun ke atas,anak anak zaman sekarang cendrung mengalami kenaikan berat badan tidak terkendali.Angka ini terus bertahan hingga ia memasuki usia paruh baya atau sekitar usia 50 tahun. (herdin,2007).

Obesitas berada di peringkat ke 2 sebagai penyebab kematian yang seharusnya dapat dicegah di dunia. Berbagai penelitian menunjukan,obesitas menghabiskan biaya lebih dari 100 miliar dollar amerika tiap tahunnya.Obesitas tidak hanya mempengaruhi penampilan luar seseorang, tapi juga secara fisiologis dan psikologis. Obesitas diakibatkan oleh beberapa faktor : genetik, metabolisme, kebiasaan (makanan yang dikonsumsi dan gaya hidup), lingkungan, dan kebudayaan (Ayuthinee, 2009).

Saat ini 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih( overweight) dan sekurang kurangnya 400 juta diantaranya mengalami obesitas.Pada tahun 2015, diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta diantaranya obesitas. Di Indonesia menurut data riset kesehatan dasar (RisKesDas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum untuk penduduk usia lebih dari 15 tahun adalah 10,3%, anak sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10 % pada anak usia 5 17 tahun (Siti, 2009)

Di provinsi sumatra barat banyak di temukan penduduk yang menderita obesitas,hal ini disebabkan oleh budaya makan masyarakat yang banyak mengkonsumsi makanan berlemak yang berasal dari santan kelapa,jeroan.Selain itu Kelurahan Olo Nanggalo yang terletak di bagian Padang Utara Sumatra Barat, rata rata penduduknya berada pada golongan ekonomi menengah ke atas, sehingga tidak jarang di temui penduduk yang menderita obesitas, baik dari anak anak hingga lanjut usia.

Obesitas merupakan suatu perwujudan dari gaya hidup yang tidak sehat atau unhealthy life style. Keadaan bertimbunnya sel lemak tersebut salah satunya berperan memicu terjadinya hambatan terhadap fungsi atau kerja insulin, sehingga metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh mengalami gangguan. Akibatnya kadar glukosa dalam tubuh tersebut meningkat dan menyebabkan kejadian sakit yang disebut Diabetes Melitus tipe 2 beserta komplikasinya pada mata, ginjal, jaringan saraf dan sebagainya.(Budi,2008).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Diabetes Melitus tipe 2 pada penderita Obesitas di Kelurahan Olo Nanggalo Padang Utara.

1,2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas, dapat di rumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimanakah gambaran pengaruh Diabetes melitus tipe 2 pada penderita Obesitas ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3.1 TUJUAN UMUM Untuk mengetahui pengaruh Diabetes Melitus Tipe 2 pada penderita obesitas di Kelurahan Olo Nanggalo,Padang Utara.

1.3.2 TUJUAN KHUSUS

1.3.2.1 Untuk mengetahui distribusi frekwensi penderita obesitas berdasarkan umur. 1.3.2.2 Untuk mengetahui distribusi frekwensi penderita obesitas berdasarkan jenis kelamin. 1.3.2.3 Untuk mengetahui klasifikasi obesitas. 1.3.2.4 Untuk mengetahui distribusi frekwensi penderita obesitas yang diabetes melitus tipe 2 berdasarkan umur. 1.3.2.5 Untuk mengetahui distribusi frekwensi penderita obesitas yang diabetes melitus tipe 2 berdasarkan jenis kelamin.

1.4. MANFAAT PENELITIAN 1.4.1 Bagi penulis, dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga serta menambah wawasan ilmiah mengenai obesitas. 1.4.2 Menjadi dasar guna melakukan tindakan pencegahan dini dan penanganan obesitas yang lebih baik dalam rangka mengurangi morbiditas dan mortalitas. 1.4.3 Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian berikutnya terutama yang berhubungan dengan obesitas.