You are on page 1of 2

KRITERIA PELANGGARAN ETIKA MEDIS Pelanggaran Etika Medis dibagai menjadi : A. Pelanggaran etika profesi B.

Pelanggaran disiplin profesi A. Perilaku dibawah ini digolongkan pada pelanggaran etika profesi dokter 1. Melakukan tindakan asusila terhadap pasien atau perawat saat menjalankan kegiatan profesi . 2. Menjual contoh obat/alat kesehatan yang didapat secara cuma-cuma dari perusahaan farmasi. 3. Menjuruskan pasien untuk membeli obat/alat kesehatan tertentu atau ke apotik tertentu, karena dokter yang bersangkutan telah/akan menerima komisi dari perusahaan farmasi/apotik tertentu. 4. Melakukan tindakan kedokteran yang tidak perlu atau berlebihan tanpa indikasi jelas , karena ingin mendapat bayaran yang lebih banyak. 5. Melakukan usaha untuk menarik perhatian umum dengan maksud praktek jadi lebih dikenal sehingga pasien jadi lebih banyak. 6. Mengomentari negatif pengobatan sejawat lain dengan maksud agar pasien pindah berobat kepadanya. 7. Meminta lebih dulu sebagian atau seluruh imbalan jasa ebelum perawatan/tindakan dilakukan pada pasien. 8. Meminta tambahan honorarium selain dari yang ditetapkan dan ditulis dalam kwitansi rumah sakit. 9. Mengeksploitasi teman sejawat dokter lain dengan membagi imbalan jasa secara tidak adil/tidak proporsional. 10. Merujuk pasien untuk pemeriksaan penunjang tertentu ke fasilitas yang memberikan fee, walaupun didekat tempat prakteknya ada fasilitas untuk itu.

B. Perilaku yang digolongkan pelanggaran disiplin profesi 1. Bekerja tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Medis (SPM) yang berlaku di RS 2. Melakukan tindakan medis diluar kewenangan profesi (kewenangan klinis yang ditetapkan direktur).

3. Melakukan tindakan medis tanpa melakukan Informed consent. 4. Melakukan asuhan medis pasien tanpa membuat rekam medis sesuai ketentuan. 5. Melakukan asuhan medis pasien dengan mengabaikan batas kewenangan profesi. 6. Tidak jujur dalam menentukan jasa medis 7. Menerima imbalan dari merujuk pasien 8. Melakukan pelecehan seksual thd pasien di tempat praktek 9. Membuat surat keterangan medis tanpa memeriksa pasien 10. Menolak melakukan pertolongan darurat pada pasien