Вы находитесь на странице: 1из 18

Jika kita katakan bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita

berdusta dan tidak melakukan kebenaran (1Yohanes 1:6) Shaloom... Kawan...Satu kebiasaan lama yang jelek yang di miliki beberapa adik rohani saya adalah menceritakan atau membicarakan kekurangan teman mereka sendiri atau orang lain ketika sedang berkumpul. Tapi untungnya sekarang tidak. Sehingga ada komitmen 3 menit saja diantara kami. Yaitu hanya bisa membicarakan seseorang yang tidak ada diantara kami dalam waktu maksimal 3 menit dan itu pun dengan tujuan untuk mencari tau persoalan yang ada sehingga si target yang dibicarakan bisa di ketahui, serta persoalannya dan si target bisa diajak untuk menyelesaikan masalah yang ada nantinya serta tidak ada motivasi menjatuhkan si target ketika membicarakannya tanpa seizinnya. hehehe Ternyata repot juga kalau mau jadi adik rohani saya... ^^ Kawan... Banyak diantara kita sering berkumpul bersama teman-teman di kantor, kampus, sekolah dan dimana pun itu, tanpa disadari kita sering kali membicarakan orang lain, melakukan cerita kebohongan kecil-kecilan, atau menceritakan diri kita yang didasari kesombongan diri kecil-kecilan pula. Tanpa kita sadari kita terbiasa terhadap perbuatan dosa kecil-kecilan. Atau membicarakan kejelekan orang lain yang tidak ada bersama-sama dengan kita. Paulus menegaskan pada jemaat di Efesus untuk bersikap ekstra hati-hati terhadap kebiasaan berbuat dosa. Percabulan, perzinahan, penipuan, dan keserakahan, misalnya, bukan hanya dilarang. Disebut saja jangan! Bahkan jika perlu, Paulus meminta mereka berhenti berkawan dengan orang yang suka hidup dalam kegelapan. Kawan...Mengapa begitu ekstrem? Karena dosa harus dihindari sejak dini. Jika ditolerir, lambat laun orang akan terbiasa berjalan dalam kegelapan. Dosa yang lama dibiarkan membuat pelakunya tak lagi merasa bersalah, malah menjadi betah. Umat menjadi lebih sensitif pada dosa ketimbang kepada Tuhan. Untuk itu, Paulus mengajak mereka hidup sebagai anak terang. Artinya, terus membuka hati dan mengarahkannya pada Tuhan, sehingga kegelapan sirna. Kawan...Orang sering berprinsip coba sedikit saja tidak mengapa. Ini tidak benar, karena kebiasaan berdosa selalu bermula dari yang sedikit. Lagi pula terang dan gelap tak dapat bercampur. Di mana terang hadir, kegelapan kabur. Jika benar kita anak-anak terang, jangan beri tempat sedikit pun pada kegelapan. with love, Dewa Klasik Alexander ( thanks banget buat adik2 gua yang setiap hari khamis small group di kos gua. " Koko

mengasihi kalian dan jangan lupa komitmen 3 menit saja, OK! ) ############### DOA SYAFAAT Mari kita berdoa untuk setiap pemimpin rohani, gembala, orang tua rohani, kakak rohani dan siapa pun itu yang memiliki andil dalam pertumbuhan rohani kita. ############### KATA BIJAK BEBERAPA BUTIR RAGI DOSA SUDAH CUKUP UNTUK MEMORAKPORANDAKAN KEDAMAIAN HIDUP ############### SENYUM SEJENAK :) GEREJA DAN JERAMI Pada suatu hari minggu, seorang petani sedang mengumpulkan jerami saat seorang pendeta datang berkunjung. Pendeta itu bertanya kepada petani tersebut apakah ia sudah ke gereja atau belum. "Jujur, aku akan lebih memilih duduk di atas tumpukan jerami dan memikirkan gereja daripada aku duduk di gereja namun pikiranku tertuju pada jerami." "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu." (Keluaran 20:8-10) Sumber: The Last of The Good Clean Joke Books

::: JUJUR ::: Renungan Harian ( Senin, 23 Februari 2009 ) To members of OFF ( On Fire Family ) - BENGKEL RENUNGAN ROHANI-

Dewa Klasik Alexander Add as Friend February 22 at 10:54pm Reply "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." Amsal 11:6 Kawan... Hari rabu kemaren saya dan di temanin beberapa adik rohani saya ke sebuah komunitas yang ada di apartemen TA. Selesai saya share tentang apa yang saya alami hasilnya luar biasa. Diluar pikiran saya, apa yang saya bagikan tentang hidup saya ternya sangat memberkati mereka yang hadir. Kalau saya tidak menjadi jujur dan berusaha mentup-nutupi maka mereka tidak banyak hal yang lebih banyak lagi. Kawan...Sepertinya sifat terbuka dan jujur sudah mulai memudar kepada Tuhan. Terhadap ortu saja, sulitnya luar biasa kita bersikap terbuka dan jujur. Kita selalu menyembunyikan sesuatu dari hadapan ortu. kalu di tanya alasannya kenapa, pasti jawabannya bermacam macam. Ada yang bilang kalo jujur malah di marahi orang tua, apa iya? Ada juga yang mengatakan belajar bersikap dewasa, mengatasi masalah sendiri, bener nieh ? Kawan...Mungkin kita akan berusaha membenarkan sendiri sikap kita. tapi sesungguhnya sikap kita itu salah. Terhadap ortu kita harus bersikap terbuka dan jujur, sebab kita masih berada pada otoritas ortu. Demikian juga kepada Tuhan.semestinya di hadapan-Nya, tidak boleh ada sesuatu yang kita sembunyikan dari-Nya. sebab Dia berhak atas hidup kita sepenuhnya dan tentunya otoritas ada pada Tuhan. Jadi, Kalo ada terjadi sesuatu pada diri kita, Tuhan berhak sepenuhnya untuk tau,termasuk masalah yang kita hadapi. Sayangnya, kita egois dan tertutup. Kita lebih suka menyelesaikan masalah kita dengan gaya dan cara kita sendiri. Kita tidak peduli apa itu di benarkan oleh Tuhan atau tidak, yang penting benar bagi diri kita sendiri. Mengembangkan sikap terbuka dan jujur itu penting. Sebab kalo kita tertutup terhadap diri sendiri dan orang lain terlebih lagi kepada Tuhan,berarti kita telah menutup jalan untuk kita masuk ke masa depan kita sendiri. sejarah telah buktikan, sifat tertutup justru membawa dampak mengerikan. Sebab itu berupayalah untuk hidup kudus dan jujur serta taat kepada-Nya sebagai ekspresi kejujuran kita. Kawan...Anak Tuhan harus jujur dan terbuka, terlebih kepadaTuhan. Karena keterbukaan menuntun kita pada kebenaran dan kebenaran akan membawa kita dekat kepada Tuhan. Sebab itu berusahalah untuk hidup jujur dan terbuka, terlebih kepada Tuhan, maka Dia akan memberi upah karena kita memuliakan ajaran Tuhan.

with love, Dewa Klasik Alexander ############### DOA SYAFAAT Mari kita berdoa untuk setiap orang percaya mau menjadi jujur terhadap Tuhan dan sesama. ############### KATA BIJAK Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi Tuhan memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum. ############### SENYUM SEJENAK :) MAIL CALL Seorang pria sedang memotong rumput di halaman depan rumahnya, ketika tetangganya, seorang wanita cantik berambut pirang keluar dari rumah dan langsung menuju ke kotak surat. Dia membuka kotak surat itu lalu membanting pintunya dan buruan masuk ke rumah. Beberapa saat kemudian, wanita itu keluar lagi dari rumahnya dan memeriksa kembali kotak suratnya. Pintu kotak surat dibanting lagi dan dengan marah dia masuk dalam rumah. Ketika pria tadi hampir menyelesaikan pekerjaannya untuk memotong rumput, wanita tadi muncul lagi dari dalam rumah. Langsung menuju ke kotak surat, membukanya dan segera membanting pintu kotak surat tersebut lebih keras daripada sebelumnya. Bingung dengan tindakan yang dilakukan wanita itu, pria tadi bertanya padanya, "Apakah ada masalah?" Wanita pirang itu menjawab, "Tentu saja ada! Komputerku yang bodoh itu terus-menerus mengatakan, "YOVE GOT MAIL." Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal. (Amsal 14:33)

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang.... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang . "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal . Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.. "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel.. "Aku sedih ," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu..

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat ," kata pohon apel. "Sekarang , aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu adalah orang tua kita . Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita. (kirimlah artikel ini ke 10 orang teman-teman anda. mudah-mudahan kita bisa meningkatkan rasa cinta kita kepada orang tua kita).

Fenomena khasiat air dukun cilik Ponari telah membius berjuta orang. Bahkan mereka rela ngantri berdesak-desakan, berhari-hari, dari daerah asal yg juauhhh disana, bahkan ada yang mati keinjak-injak segala... sampai akhirnya praktek dukun cilik Ponari harus dihentikan polisi.

Beberapa hari lalu, air cucuran hujan dari rumah ponari pun jadi rebutan. Kemudian, banyak para forumers yang ngusulkan supaya batunya ponari dicelupkan ke telaga atau laut, supaya bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Nah,.. kini harapan itu bukan cuma harapan lagi. Karena kini air berkhasiyat Ponari telah diproduksi masal, dan telah masuk ke rak-rak utama supermarket di seluruh pelosok tanah air,..

(Embedded image moved to file: pic18756.jpg)

(Embedded image moved to file: pic11840.jpg)

Ternyata, produk Ponari Sweat yang kita bicarakan telah berkembang dalam berbagai variasi produk,termasuk edisi Black: (Embedded image moved to file: pic04966.jpg)

Dan di Jepun sono, malah udah ada artis cantik yang mau jadi bintang iklannya :

(Embedded image moved to file: pic07376.jpg)

Dan kita patut berbangga (cape de...-red), meskipun banyak di antara kita yang nggak percaya klenik, tapi ternyata kita bisa paksa bule-bule buat mengikuti budaya kita itu. Termasuk air Ponari ini, mereka selalu nyembah dulu sebelum minum supaya tuahnya lebih Mangstafss katanya ..

(Embedded image moved to file: pic13931.jpg)

13 Rayuan Terbaru 2009 (Menjelang Valentine)

1. Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?' --- Hoek, hoek.. hoek! 2. Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih! --- Amiit2 dah....! 3. Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu. --- WAKS!itu seh, sudah gila, kale...!! 4. Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku... akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa. --- Hoeeek! wakaka.waka..kaka 5. Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal. --- Hahaha nice one! 6. Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu. --idih gepeng ntar! , gw sih kagak mau jg 7. Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu. --- jitak!pletak!! 8. Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya. --alamak..... matika joni!! 9. Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku. --- gyahahaha sakit perut..

10. Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan! --- getok pake kursi neh... 11. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum. --weeeekkzz 12. Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu --- maksut loh?! 13. Orang bilang bulan itu indah...tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik...tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik...karena ada kamu. --- lempar pake bedug mesjid!

Fireproof : Selamatkan Pernikahan Dari Api Perceraian

Di tempat kerja, di dalam bangunan yang terbakar, Capt. Caleb Holt (diperankan Kirk Cameron) oleh pepatah pemadam kebakaran : Jangan pernah tinggalkan rekan Anda di belakang. Di rumah, dalam pernikahan yang bagai bara api yang mendingin, ia hidup dengan peraturannya sendiri.

Setelah tujuh tahun pernikahan, Caleb dan Catherine Holt telah terpisah begitu jauh hingga Catherine berharap ia tidak pernah menikah. Di antara mereka tak terjadi saling pengertian - sebagai pemadam kebakaran dan sebagai direktur public relation sebuah rumah sakit. Argumentasi yang kerap terjadi seputar pekerjaan, keuangan, pekerjaan rumah tangga, dan hal - hal luar seakan mempersiapkan mereka untuk percikan yang lebih besar.

Selagi mereka mempersiapkan untuk memasuki proses perceraian, ayah Caleb menantang anaknya untuk berkomitmen mengikuti eksperimen 40 hari yang ia sebut "The Love Dare." Bertanya apakah ini membawa akan hasil yang tepat dengan usahanya, Caleb setuju, tetapi lebih untuk kepentingan ayahnya dibandingkan pernikahannya. Ketika semakin lama Caleb menemukan buku tantangan sehari - hari ayahnya ini lebih kepada keyakinan baru yang kedua orang tuanya temukan, minat awalnya yang hanya sedikit menjadi menipis.

Mencoba untuk bertahan dalam kesetiaan janjinya, Caleb menjadi frustasi kembali. Ia akhirnya bertanya kepada ayahnya, "Bagaimana aku bisa mencinta seseorang yang terus saja menolak aku ?" Ketika ayahnya menjelaskan bahwa ini adalah cinta yang Tuhan tunjukkan kepada kita, Caleb membuat komitmen perubahan yang mengubahkan hidupnya untuk mencintai Tuhan. Dan dengan pertolongan Tuhan, ia mulai mengerti apakah artinya untuk mencintai dengan sejati kepada istrinya. Tapi apakah sudah terlambat baginya untuk menyelamatkan pernikahannya ? Tugasnya adalah untuk menyelamatkan orang lain. Sekarang, Caleb Holt sudah siap untuk melakukan tugas terberat baginya... menyelamatkan hati istrinya.

Fireproof yang dibintangi Kirk Cameron, bintang seri teve Growing Pains yang booming di era 90'an, merupakan film produksi ketiga setelah Flywheel dan Facing The Giants dari sebuah gereja Baptist di Albany, Georgia US. Ya, Anda yang sudah menonton film Facing The Giants, tentu mengingat bagaimana film ini memiliki pesan yang begitu kuat tentang kasih Yesus tanpa memasukkan isi cerita yang kompromi dengan nilai - nilai dunia. Begitu pula film Fireproof yang mengangkat seputar cinta sejati antara Tuhan dan manusia serta dua manusia dalam pernikahan. Sangat menginspirasi bagi Anda untuk mengenal arti cinta sejati !

Fireproof yang dirilis pada 28 September 2008 baik di USA dan International, hanya saja belum ada kabar apakah film ini akan masuk ke Indonesia . Jika pun masuk, pastinya bukanlah untuk layar lebar tetapi film produksi berbentuk VCD atau DVD mengingat ini adalah film segmented tetapi juga relevan dengan sekuler. Itu pun baik adanya mengingat film ini akan menghibur dan menginspirasi penontonnya yang sesuai dengan pesan moral dalam Alkitab. Selamat mencari dan menonton !

The woman with half a body

The title may be a little melodramatic, Rose Siggins has a complete torso but she has no legs. This, however, makes her no less an extraordinary woman. She was born with deformed legs due to a genetic defect. Her legs were without any feeling or sensation and she had them amputated when was a young child. A very independent and determined lady, she refused to wear prosthetic limbs or use a wheelchair. She is quite mobile just by using her hands and arms. For Rose a skateboard is not for fun, it is a means of transport. Rosemarie Siggins from Pueblo , Colorado , is a car nut: she's been into cars, trucks and all things automotive since the age of three. She also has only half a body - but she doesn't let her disability stop her from rebuilding a 1968 Mustang which she plans to race. Born with a rare genetic condition that meant her legs were deformed and without sensation, Rose had her legs amputated as a young child. However, she is determined not to let this get in the way of living her life, even giving birth to a healthy son seven years ago. And when people ask her how she deals with her disability, she replies: "This is my reality. This is my normal." Rose is determined to live as a full and normal a life as possible. She uses her arms and hands to get around, travelling on a skateboard at times and driving a specially adapted car which she manoeuvres using hand controls. She is grateful to her parents for making the difficult decision to have her legs amputated, rather than putting her in a wheelchair. Rose also chose not to wear the prosthetic legs her school wanted her to use, a decision which was supported by her parents. Fiercely independent, she can't imagine life in a wheelchair, and enjoys the freedom of being able to get around by herself. "I can do everything everybody else can do," she says. "I just do it a little bit differently." Rose also explains how her parents avoided using words like disabled, handicapped and different to describe their daughter. "My definition of handicapped as I was growing up was someone who can't. I can." In 1999 Rose married Dave, who she had met two years earlier. When Rose learned that she was pregnant, she received little support from the medical community since nobody with her genetic condition had ever given birth before. Dr Wolfson was the only doctor not to recommend an abortion, but did warn Rose and Dave that her extraordinary and ground-breaking pregnancy was putting her life on the line. A caesarean was performed at the top of her uterus, a more dangerous method of delivery, and a healthy boy named Luke was born. Rose recalls looking at her baby's feet and thinking: "He's complete; he's fine." Dr Wolfson considers Rose's pregnancy a miracle - as does Luke's proud mother. The joy of Luke's birth was followed by tragedy when Rose's mother was diagnosed with terminal cancer. Rose's mother had held the family together, and Rose felt that her support system had disappeared. She and Dave moved back to the family home to take care of her father, who has Alzheimer's, the onset of dementia and schizophrenia; and her 29-year-old brother Jimmy, who has a mental age of eight and is prone to violent outbursts. "My mom didn't give up on me, and that's what she taught me," says Rose

firmly. "So I don't give up on them." Life at home is hard: Jimmy's outbursts have become more frequent as he struggles with his mother's death, and Dave is feeling the strain as his wife devotes her emotional energy to Luke and the family. Trouble at home isn't the end of Rose's worries: her own health is now a cause for concern. Thirty years of walking on her hands has impacted Rose's arms, shoulders and joints and she is facing up to the fact that she may have to give in and use a wheelchair. "Your arms were not meant to do this," she explains. "My arms are my life-source; I rely upon them. I love feeling around me." Rose has lived her whole life weathering the stares of strangers and tries to protect her son from the cruelty of children by talking to his friends about her disability. She's had to learn from a young age that not everybody is going to accept her as she is: "That's what I had to learn when I was very young: maybe I won't be accepted and be beautiful on the outside, but the one thing I can do is be beautiful on the inside. I'm a one of a kind, one in a million - and they won't forget me."

Kesaksian ______________________________________________________________________________________

Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya

Kisah nyata tentang kehidupan gadis kecil yang bernama Olivia _______________________________________________________________________ _
Pengantar Redaksi: Dalam terbitan Warta RC minggu lalu dimuat suatu ucapan belasungkawa atas berpulangnya Olivia Laurencia, 10 tahun, keponakan dari Jelly Lim, anggota Dewan Paroki Regina Caeli. Banyak Warga RC yang menyempatkan diri melayat di rumah duka ikut menitikkan air mata tapi sekaligus diteguhkan iman mereka mendengar kisah hidup Olivia yang berjuang melawan penyakitnya sejak usia satu setengah tahun. Berikut adalah kesaksian yang ditulis oleh salah seorang kerabatnya. Semoga kesaksian ini membawa kita pada permenungan yang mendalam tentang makna hidup kita masing-masing.

______________________________________________________________________________________

Tiga Juli 1999, tangis bayi memecah kesunyian. Sang bayi mungil lahir ke dunia membawa kebahagiaan bagi pasangan Jimmy dan Aiwan. Kulit putih kemerah-merahan, mata yang sungguh indah, bahkan ia memiliki bobot tubuh yang cukup besar dibandingkan ukuran normal bayi yang baru lahir. Semua orang yang melihat memuji sang bayi cantik yang kemudian diberi nama Olivia Laurencia dengan nama kecil Ping Ping ini. Yah, ini adalah mahakarya yang sungguh indah dari Tuhan bagi keluarga muda itu. Sang bayi mungil tumbuh cepat dan makin cantik dari waktu ke waktu. Babak baru kehidupannya dimulai ketika umur satu setengah tahun. Saat anggota keluarga yang lain melihat adanya kelainan penglihatan pada Oliv kecil, segera mereka memeriksakannya ke dokter. Bagaikan disambar petir mereka harus menerima kenyataan bahwa Olivia divonis menderita kanker mata, atau istilah kedokterannya penyakit Retina Blastoma. Biasanya untuk penyakit begini umurnya paling sekitar 2 tahun lagi, demikian kata sang dokter yang terus terngiang-ngiang di ingatan orangtuanya.

Bergelut dengan Pengobatan

Berbagai pengobatan mulai dijalani, bahkan pengobatan sampai ke luar negeri. Dokter menyarankan agar bola mata kiri yang terkena kanker segera diangkat. Namun sang papa bersikeras untuk tidak mengambil jalan itu. Dia seorang anak gadis, bagaimana dia menghadapi hidupnya kelak dengan mata palsunya. Jalan ini juga tidak bisa menjamin 100% sel kanker itu hilang begitu saja. Mata dia sungguh indah, semua orang juga mengakuinya, berontak sang papa. Akhirnya dipakailah cara kemotherapy untuk mematikan sel-sel kanker yang telah tumbuh itu. Saat sang putri kesayangan teriak menahan sakit yang dideritanya, sang papa tidak kuat menerima kenyataan itu bahkan ia membenturkan kepalanya sendiri ke dinding. Menurut pengakuannya meski sudah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus, Jimmy dan Aiwan belum menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya. Untuk pergi ke gereja pun kadang masih agak ogah-ogahan. Tepatnya hanya menjadi umat yang biasa-biasa saja. Dalam mimpinya suatu malam Jimmy didatangi oleh malaikat yang membawa sebuah maklumat berisi hanya satu kata BAPTIS. Setelah menceritakan kepada saudaranya, saudaranya itu memberikan masukan baptis berarti kamu mesti bertobat!. Sambil tetap menjalani pengobatan, kondisi Olivia mengantar papa dan mamanya lebih rajin dalam berdoa dan mengikuti persekutuan. Mereka lebih berpasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Mereka bertumbuh dalam iman di tengah penyakit yang diderita Olivia. Di sela-sela kesibukan mengurusi pengobatan Olivia, Allah mendatangkan penghibur di keluarga ini. Seorang anak pemberian Tuhan hadir di tengah mereka. Sang adik kecil itu kemudian diberi nama Yohanes Natanael. Setidaknya ini adalah suatu penghiburan di tengah kesedihan mereka. Olivia sempat menjalani dua kali kemotherapy yang membuat kondisi fisiknya drop. Saat ia drop dan trombosit dalam tubuhnya turun, sang papa dan pamannya dengan kondisi was-was musti siap mengantri sepanjang hari untuk mendapatkan bantuan darah di PMI. Demikian sepanjang hidupnya Olivia menjalani pengobatan. Biasanya setelah therapy ia mengalami kerontokan rambut hingga botak sama sekali. Dengan fisik yang demikian Olivia tidak pernah merasa rendah diri. Ia tetap menjadi anak yang periang. Bahkan di

sekolah ia termasuk salah satu murid yang memiliki prestasi yang cemerlang. Seluruh keluarga besar sangat menyayangi dan memberi perhatian penuh kepadanya. Saat ilmu kedokteran sudah angkat tangan dan hanya memberikan harapan kosong atas kesembuhannya, seluruh keluarga tidak berputus asa. Berbagai pengobatan alternatif dijalani. Pantangan-pantangan makanan selalu dituruti oleh gadis kecil ini. Obatobatan dari berbagai bentuk dan rasa yang sungguh merusak indra pengecapan juga dilahap dengan pasrah.

Membawa kepada Kristus

Dalam kondisi demikian, Oliv kecil sungguh bergantung pada Tuhan Yesus. Setiap pagi saat jam dinding baru menunjukkan pukul 04.00, bagai jam weker Olivia membangunkan orangtuanya untuk mengajak doa pagi. Ketika melihat papanya bersedih hati, Olivia selalu berujar Smile. Dengan polosnya Olivia berujar dan mengajarkan papanya Dalam masalah apa pun kita harus selalu smile. Imannya kepada Yesus itu membuat ia boleh dibilang tak pernah mengeluh soal penyakit yang dideritanya. Ia bahkan tak pernah menangis karena penyakit itu. Iman Olivia ini menghantarkan sang kakek, nenek, om, tante yang belum mengenal Kristus menjadi orang-orang percaya. Ketegaran Olivia membuat mereka semua merasakan bahwa Yesus sungguh ada bersama Olivia. Hal itu pula yang kemudian mendorong keluarga besarnya semakin berpasrah pada Yesus. Bahkan mereka kemudian terjun aktif dalam kegiatan rohani di lingkungannya. Sungguh inilah karya besar yang ditinggalkannya. Bulan-bulan terakhir menjelang ajalnya ia menunjukkan kasihnya yang luar biasa kepada keluarganya, terutama kepada adik kecilnya. Ia berujar kepada sang mama Kan Oliv mau jadi peri yang baik hati. Natal dan malam Tahun Baru 31 Desember 2008, meskipun menahan sakit kepala yang belakangan selalu menyerangnya, ia berusaha tetap ceria. Saat acara tukar kado bersama jemaat Gereja, ia juga masih selalu bercanda dengan semua orang. Beberapa hari kemudian, 4 Januari 2009, saat sakit kepala yang semakin parah dan disertai dengan muntah-muntah, keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Semakin lama kondisi fisiknya semakin parah. Tubuhnya bahkan sudah sulit untuk menerima asupan makanan. Hal yang ditakutkan pun terjadi. Hasil MRI menunjukkan sel kanker yang sudah membutakan mata kirinya telah menjalar sampai ke otak bahkan ke seluruh tubuhnya.

Terimakasih Tuhan Yesus Setiap hari ia hanya bisa terbaring lemas dan tertidur. Saat ia terbangun, kesakitan yang sungguh luar biasa dialaminya. Ia hanya bisa berteriak, Aduh sakit, sakit sekali Tuhan. Sang mama yang tidak kuat melihat penderitaan putrinya mengatakan, Kalau sakit sekali, menangis saja Oliv, tapi anak ini sungguh kuat. Dia tidak pernah mau menangisi kesakitannya. Orang tuanya kembali dikuatkan dan diajarkan untuk tetap tegar dalam segala masalah, walaupun itu tidak mengenakkan. Kesakitannya semakin memuncak, bahkan obat penahan sakit yang diberikan dokter sudah tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu. Dua malam menjelang ajalnya, Oliv yang bulan Juli mendatang genap berumur 10 tahun berdoa penuh iman. Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu, Oliv percaya Oliv sudah sembuh, Oliv sudah dipulihkan. Tidak ada satu penyakit apa pun di badan Oliv, dari ujung rambut sampai ujung kaki Oliv, karena sudah Engkau tebus di kayu salib. Tuhan berkati Oliv, Tuhan ampuni semua dosa Oliv, terima kasih Tuhan, Haleluya, Amin... Sebuah doa yang sungguh indah dan penuh makna. Doa seorang anak yang sungguh mencintai dan mengimani Yesus. Saat malam terakhir ia bahkan sempat meminta sang papa yang memang sangat dekat dengannya untuk memeluk, menurunkannya dari ranjang pasien dan memangkunya. Dia meminta kepada semua orang dan

keluarga yang mengunjunginya untuk senantiasa berdoa dan mendoakannya sepanjang malam itu. Detikdetik maut semakin mendekatinya. Dalam kesakitan yang sudah tidak tertahan, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya Sakit sekali ya Tuhan, Oliv sudah tidak tahan lagi kemudian kepalanya jatuh terkulai sambil berucap Trima kasih Tuhan Yesus . Kemudian ia sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya mulai kejang-kejang. Saat sang papa membisikkan ke telinganya Papa merelakan Oliv pergi, karena papa percaya di surga penuh damai sejahtera dari pada di dunia dengan menanggung penderitaan. Saat Oliv bertemu dengan Yesus dan Yesus ingin memegang tangan Oliv, segeralah sambut tangan-Nya. Selamat jalan Oliv kami semua merelakan Oliv. Dalam kondisi yang sudah koma Olivia meneteskan airmata. Sesaat setelah itu, bergantian istri pendeta memegang tangan Oliv sambil membisikkan di telinganya, Kalau Oliv sudah bertemu Tuhan Yesus, Oliv genggam kencang tangan tante yah.." Dalam keadaan koma itu ia benar2 menggenggam tangan itu dan tak lama kemudian Oliv kecil pun pergi untuk selamanya dengan perlahan, tenang dan damai. Dua belas Januari 2009, pukul 15.45.

Tugasnya sudah selesai

Kedua orang tuanya tentu sedih dengan kepergiannya. Tapi mereka mengimani bahwa Olivia sudah bahagia di surga selamanya. Mereka berusaha menahan tetesan airmata dan merelakan kepergiannya. Mereka berusaha meneladani apa yang selalu dikatakan Olivia selama hidupnya, bahwa Segala sesuatu ada waktunya; selalu tersenyumlah dalam segala hal; tetap kuat dan tegar dalam pergumulan; berserah dirilah kepada Tuhan Yesus, karena Dia akan memberikan jalan terbaik dan selalu mengasihi kita. Jasadnya sudah terbaring kaku, tapi ia terlihat seperti hanya tertidur. Semua pelayat yang melihat, memuji Olivia bagaikan peri kecil cantik yang tertidur pulas. Wajah dan kulitnya putih bersih. Bibir kecilnya menyunggingkan senyum kecil bahagia. Salah satu mata yang tadinya agak cekung karena sel kanker sudah menggerogoti dan membutakan mata kirinya bahkan terlihat normal kembali. Ia benar-benar seperti tertidur. Semua mengimani, saat ajal menjemputnya Tuhan terlebih dahulu memulihkan fisiknya. Keluarga besarnya juga mengimani bahwa Olivia adalah penolong yang diberikan Tuhan di tengah-tengah keluarga mereka. Melalui sakit yang dideritanya satu persatu anggota keluarga besarnya bertobat dan menerima Kristus. Tugas malaikat kecil ini sudah selesai, maka ia kembali dipanggil Bapa ke surga. Bahkan saat pemakamannya, di tengah-tengah cuaca yang sepanjang hari dipenuhi hujan deras, ketika kebaktian pamakaman dimulai, dan ketika sang pemimpin Ibadat menyerukan Semoga prosesi pemakaman ini diliputi dengan cuaca cerah Tuhan, walaupun kami tidak dapat melihat dengan mata kami tapi kami yakin Tuhan hadir di tempat ini, detik itu juga, gemuruh guntur berbunyi seakan langit menjawab. Dan hujan yang sepanjang hari menyelimuti bumi, seketika berhenti. Semua yang menghantar ke pemakaman ini dengan tertegun berujar dalam hati, Sungguh ia benar-benar dikasihi Tuhan. Segalanya berjalan lancar, kepergian sang malaikat kecil bahkan didoakan dan dihantar oleh beratusratus pelayat. Walaupun Olivia sudah tidak ada di dunia, tapi karyanya dalam dunia sungguh selalu akan dikenang. Karena bukan diukur dari berapa lama kita tinggal di dunia, tetapi seberapa berartinya hidup yang kita jalani. Selamat jalan Olivia, doa kami menyertaimu selalu. Dan kami percaya, engkau juga senantiasa mendoakan kami dari sana. (sanz)