You are on page 1of 2

BAB I PENDAHULUAN Jantung dan ginjal merupakan organ vital yang fungsinya tidak dapat tergantikan selain otak,

dan paru-paru. Kegagalan fungsi kedua organ tersebut bisa mengakibatkan kekacauansistem metabolik tubuh. Gagal jantung adalah sindroma klinis (sekumpulan tanda dan gejala), ditandai oleh sesak nafas dan fatik (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal. Sedangkan Penyakit ginjal kronik (PGK) yang merupakan sindroma klinis karena penurunan fungsi ginjal secara menetap akibat kerusakan nefron. Proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam ini, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. PGK merupakan public health issue disebabkan insidensinya yang terus meningkat dan intervensinya yang membutuhkan biaya besar. Meskipun metode diagnosis dan penatalaksanaan penyakit ginjal kronik telah berkembang, diagnosis yang terlambat sehingga menyebabkan kerusakan yang permanen tetap saja terjadi. Angka kejadian CHF semakin meningkat dari tahun ke tahun tercatat 1,5 % sampai 2% orang dewasa di Amerika Serikat menderita CHF dan 700.000 diantaranya harus dirawat di rumah sakit per tahun. faktor resiko terjadinya gagal jantung yang paling sering adalah usia lanjut, 75% pasien yang dirawat dengan CHF berusia antara 65-75 tahun. terdaoat 2 juta kunjungan pasien rawat jalan pertahun yang menderita CHF, biaya yang dikeluarkan diperkirakan 10 miliar dollar per tahun. faktor resiko terpenting untuk CHF adalah penyaikt arteri koroner dengan penyakit jantung iskemik. hipertensi adalah faktor resiko terpenting kedua untuk CHF. Faktor resiko lain terdiri dari kardiomiopati, aritmia, gagal ginjal dan penyakit katup jantung.

Dengan data perkembangan seperti ini, penyakit jantung kongestif akan menyebabkan permasalahan yang signifikan bagi masyarakat global dan bukan tidak mungkin dalam kurun beberapa tahun ke depan angka statistic ini akan bergerak naik jika para praktisi medis khususnya tidak segera memperhatikan faktor resiko utama yang menjadi awal mula penyakit ini. dengan demikian perlu adanya penanganan dari segala aspek baik secara biomedik maupun biopsikososial. dan untuk itu kasus ini diangkat sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sebagai praktisi medis agar dapat mengenal penyakit ini lebih rinci sebelum benar-benar mengaplikasikan pengobatan yang rasional. Di Amerika Serikat, data tahun 1995-1999 menyatakan insidens penyakit ginjal kronik diperkirakan 100 kasus perjuta penduduk pertahun, dan angka ini meningkat sekitar 8% setiap tahunnya. Di Malaysia, dengan populasi 18 juta, diperkirakan terdapat 1800 kasus baru gagal ginjal pertahunnya. Di negara-negara berkembang lainnya, insiden ini diperkirakan sekitar 40-60 kasus perjuta penduduk per tahun (Suwitra, 2006). Berdasarkan data tahun 2004 dari US Renal Data System, jumlah pasien PGK yang mendapat pengobatan pada tahun 2002 sekitar 431284. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan 4,6% dibanding pada tahun 2001. Tingginya prevalensi gagal ginjal dan gagal jantung inilah yang menjadi dasar dibuatnya laporan kasus pasien yang memiliki kedua penyakit ini. Kasus gagal jantung dan gagal ginjal yang tgerjadi bersamaan pada satu pasien diharapkan bisa meningkatkan keterampilan tenaga medis untuk melakukan diagnosis dan prinsip penatalaksanaan kasus ini.