You are on page 1of 4

Salam Super!!!

Saya bangga menjadi bagian dari sejarah ketika eIndonesia berhasil menghalau 3 air strike berturut-turut dari Arab Saudi (ya memang ini terlalu kecil buat kita), Iran, dan Inggris. Belum ditambah lagi dengan serangan dari selatan Indonesia yang memanfaatkan momentum 3 AS dengan argumen pembebasan. Paling tidak ini bukti bahwa walaupun kita belum berekonsiliasi, tapi tidak ada kata tidak untuk bersama-sama membela ibu pertiwi. Maafkan saya pula karena kekurangan tidur dan menurunnya konsentrasi membuat menulis menjadi pekerjaan yang sangat menyiksa dan melelahkan. Kemenangan atas Iran merupakan titik balik bukan saja buat eIndonesia tapi seluruh aliansi kita. Kita sekarang memiliki momentum. Saya mungkin hanya bertugas sampai satu minggu ke depan san saya akan menjaga momentum itu paling tidak sampai penyerahan pemerintahan ke CP berikutnya. D sisa waktu pemerintahan ini saya akan mengembalikan Indonesia Selatan ke pangkuan ibu pertiwi. Tindakan ini bukanlah tindakan arogansi. Beberapa alasan untuk melakukannya adalah pertama, Indonesia selatan dengan sengaja melakukan provokasi terhadap kita dengan mendeklarasikan NE tanpa adanya usaha diplomasi untuk memerdekakan dirinya, saya hormati usaha kemerdekaan tersebut hanya cara yang dipilih ozi membuat saya sulit untuk percaya dengan mereka yang memuja otot dibandingkan dengan intelektualitas sebagai manusia. Kedua, meratakan ozi menjadi pilihan karena sumberdaya alam dan bonus untuk memulihkan kondisi ekonomi kita dari perang kemarin. Ketiga, dengan adanya turnamen MU saya pikir menjadi tepat untuk menyediakan lahan perang bagi rakyat Indonesia yang turgabung dalam MU. Untuk masalah Luar Negeri, posisi Indonesia di mata aliansi semakin di perhitungkan dan menaikkan bargaining position kita yang selama ini jatuh karena damage kita relatif kecil, gov yang tidak terlalu aktif di aliansi, serta sikap egois dengan tidak ambil pusing dengan masalah nagara-negara aliansi telah diperbaiki tidak hanya karena keberhasilan kita membalik tren kemenangan perang TWO-COT di war of NT, tapi juga kita berkontribusi aktif dalam menyusun strategi, koordinasi, dan diplomasi di aliansi. Jika ada yang bertanya tentang mengapa Indonesia menjadi target AS dari TWO, jawabannya adalah, isu memerdekakan ozi, liburan menjelang lebaran dan saat puasa, dan aliansi lawan melihat

satu-satunya negara anggota COT yang masih utuh adalah Indonesia, siapapun pasti akan melihat Indonesia sebagai target utama demi menghancurkan aliansi kita. Salut untuk tim MoFA dan FissionMailed yang telah bekerja keras sampai Indonesia mendapatkan MPP dari negara-negara penting. Memang ada hambatan dan kesalahpahaman dalam proses MPP terutama dengan Kroasia, namun hasilnya kita berhasil mendapatkan mpp tersebut bahkan sebagai bentuk permintaan maaf, Presiden Croatia sendiri yang mengajukannya. Kembali ke masalah Rekonsiliasi, memang benar program periode ini adalah membawa rekonsiliasi sehingga komunitas eI menjadi komunitas yang satu. Beberapa penajjagan dan sekali saja inisiasi telah dilakukan. Saya memohon maaf karena kondisi darurat perang dan prioritas gov untuk mengusir AS membuat agenda utama kita terbengkalai. Alasannya sederhana, buat apa rekonsiliasi kalau nyatanya kita rata, yang ada malah saling menyalahkan dan saling tunjuk hidung seperi sinetron-sinetron yang seudah biasa anda tonton. Oleh karena itu saya akan membeberkan beberapa hal yang terkait dengan rekonsiliasi dan alasan mengapa hal ini akan tidak mungkin diselesaikan dalam satu minggu sisa waktu pemerintahan ini. Kami di Gov telah berusaha dengan melakukan pendekatan personal maupun institusional. Hasil penggalian informasi yang bisa kami kumpulkan adalah sebagai berikur: 1. Tidak ada kemungkinan untuk penyatuan MU sebagai simbol persatuan dan kekuatan militer di Indonesia. Aberi dengan jelas menolak kemungkinan tersebut dengan tambahan bahwa gov tidak boleh mencolek-colek Aberi sebagai MU swasta yang telah mandiri. Beberapa MU lainnya juga menyatakan keenggananya untuk dilebur dalam satu MU karena alasan struktur dan mekanisme yang telah dibangun. Untuk ini saya akan menghormati keputusan semua MU untuk tetap berdiri sendiri. Untuk MU turnamen gov tidak akan colak-colek MU manapun danhimbauan sifatnya tidak mengikat telah diterbitkan di artikel DEPHAN 2. Rekonsiliasi berujung pada tuntutan permintaan maaf yang sifatnya personal, Sebagai contoh, bujel, strangers, rifqi the great, dan demon war diminta meminta maaf secara terbuka kepada Aberi untuk artikel dan komentar yang dianggap telah menyudutkan Aberi, tanpa permintaan maaf tersebut pintu rekonsiliasi akan tertutup dengan sendirinya. Saya sebagai CP telah menghubungi pihak2 terkait dan sebatas menginformasikan tuntutan tersebut. Gov tidak akan mampu untuk mefasilitasi bahkan menyelesaikan konflik yang sifatnya personal. Rekonsiliasi menjadi semakin berat ketika disandera oleh konflik dan

kepentingan personal. Di lain sisi, PKeI juga mengajukan syarat pengembalian room IRC dan partai yanng di TO dan pertanggungjawaban dari mereka/dia yang telah melakukan TO. Selain itu PKeI menuntut agar Aberi meepaskan atribut kenegaraannya (nama eRepublik Indonesia) untuk menjadi MU swasta. Tuntutan dari Frontal adalah menghentikan semua sebutan frontol dan frontod kepada Frontal sebagai institusi partai politik. Ini hanya beberapa contoh tuntutan yang berhasil kami tampung dan menyelesaikannya tidak akan mudah karena posisinya sudah saling mengunci tanpa ada yang bisa dikendurkan atau dibuka. 3. Kondisi di atas membuat rekonsiliasi menjadi tersandera, membebaskannya tidak semudah memberikan tebusan dan semua menjadi senang. Sampai saat ini saya velum punya cara yang efektif dan memiliki efek yang seminimal mungkin. Usulan untuk dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) tentang akar masalah dan persepsi masing-masing pihak terbentur pada personalia yang mesti disepakati dan dianggap netral. Untuk itu kami meminta usulan dari semua pihak demi terbentuknya TPF. TPF nantinya akan menerbitkan hasil temuannya dan tidak untuk mengubah apa yang sudah terjadi namun membuat pemain baru di eIndonesia memahami duduk permasalahan dan tidak lekas terpancing pada konflik yang semakin ruwet bak benang kusut. Beberapa fakta di atas merupakan bentuk akuntabilitas yang telah dituntut oleh beberapa shout dan artikel tentang kinerja pemerintah. Saya tidak memiliki pretensi untuk menyudutkan ataupun membuat konflik lebih terbuka dan rekonsiliasi menjadi terbajak oleh beragam kepentingan. Mungkin benar kata Bolodewo, the game is over, tapi saya harus bilang but the community stays forever. Saya mungkin naif untuk percaya bahwa komunitas ini akan lebih sehat, tapi saya yakin banyak orang naif selain saya yang mau dan mampu membuktikan bahwa ini bisa terjadi. Selanjutnya saya meminta kepada bapak Gubernur NBeI agar segera menerbitkan laporan keuangannya dengan transparan dan akuntabel. Kerja kami memang belum selesai, dengan waktu yang semakin menghimpit kami berharap peran serta aktif seluruh warga untuk memberikan konteribusi nyata, baik kritik, ide, usulan konkret, sumbangan idr, wep dan ff nya di medan perang. Tulisan ini bukanlah LPJ, namun hanya sekilas apa yang telah kami kerjakan sebagai pelayan anda semua. Keep woles don't sweat small thing

Salam Super, mas marco kartodikrom