You are on page 1of 15

MAKROMOLEKUL adalah molekul raksasa (giant) dimana paling sedikit seribu atom terikat bersama oleh ikatan kovalen. Makromolekul ini mungkin rantai linear, bercabang, atau jaringan tiga dimensi.

MAKROMOLEKUL adalah molekul raksasa (giant) dimana paling sedikit seribu atom terikat bersama oleh ikatan kovalen. Makromolekul

Makromolekul dibagi atas dua material yaitu

1. Material biologis (makromolekul alam) Contoh : karet alam, wool, selulosa, sutera dan asbes

2. Material non biologis (makromolekul sintetik) Contoh : plastik, serat sintetik, elastomer sintetik

Material biologis dapat menunjang tersediaanya pangan dan dibahas dalam biokimia sedang material non biologis mencakup bahan sintetik. Banyak makromolekul sintetik memiliki struktur yang relatif sederhana, karena mereka terdiri dari unit ulangan yang identik (unit struktural). Inilah sebabnya mereka disebut polimer.

Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini polimer telah berkembang pesat. Berdasarkan kegunaannya polimer digolongkan atas :

Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini
Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini
Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini

a. Polimer komersial (commodity polymers) Polimer ini dihasilkan di negara berkembang, harganya murah dan banyak dipakai dalam kehidupan sehari hari. Kegunaan sehari-hari dari polimer ini ditunjukkan dalam tabel 1.1

Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini
Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini

Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinilklorida (PVC), melamin formaldehid

Polimer sangat penting karena dapat menunjang tersedianya pangan, sandang, transportasi dan komunikasi (serat optik). Saat ini

Tabel 1.1 Contoh dan kegunaan polimer komersial

Polimer komersial

Kegunaan atau manfaat

Polietilena massa jenis rendah(LDPE) Polietilena massa jenis rendah(HDPE) Polipropilena (PP)

Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol yang lentur, bahan pelapis. Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat dan kabel. Tali, anyaman, karpet, film .

Poli(vinil klorida) (PVC)

Bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui, isolasi

Polistirena (PS)

kawat dan kabel. Bahan pengemas (busa), perabotan rumah, barang mainan.

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

b.Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di negara

maju. Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat mekanik yang unggul dan daya

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

tahan yang lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang transportasi (mobil, truk, kapal udara), bahan bangunan (pipa ledeng), barang-barang listrik dan elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan barang-barang konsumsi

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di
b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

c.Polimer fungsional (functional polymers) Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk tujuan khusus dengan produksinya dalam skala kecil

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

Contoh : kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus dan foton, polimer peka cahaya, membran, biopolimer

b. Polimer teknik (engineering polymers) Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di

1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. Unit ulangan ini biasanya setara atau hampir setara dengan monomer yaitu bahan awal dari polimer.

1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan
1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan
1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan

2. Monomer Sebarang zat yang dapat dikonversi menjadi suatu polimer. Untuk contoh, etilena adalah monomer yang dapat dipolimerisasi menjadi polietilena (lihat reaksi berikut). Asam amino termasuk monomer juga, yang dapat dipolimerisasi menjadi polipeptida dengan pelepasan air

1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan
Reaksi : polimerisasi Monomer polimer
Reaksi :
polimerisasi
Monomer
polimer
1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan

monomer

n H 2 C CH 2 etilena R O n H 2 N C C H
n
H 2 C
CH 2
etilena
R
O
n H 2 N
C
C
H
CH 2 CH 2 n Polimer polietilena
CH 2
CH 2
n
Polimer polietilena

O H

  • - H 2 O

1. Polimer Molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan

a s a m a m in o

Unit Ulangan terikat secara

kovaken dengan unit ulangan lainnya

R H O N C C H p o lip e p tid a
R
H
O
N
C
C
H
p o lip e p tid a

n

KARBOHIDRAT Merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi 1.Ditinjau dari gugus
KARBOHIDRAT
Merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi
1.Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat:
a. Aldosa: karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Contoh: glukosa, galaktosa, ribosa
b. Ketosa: karbohdrat yang mengikat gugus keton. Contoh: fruktosa
2.Ditinjau dari hasil hidrolisisnya:
-Monosakarida: karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul
karbohidrat
yang lebih sederhana lagi. Misalnya: glukosa, fruktosa, ribosa, galaktosa
-Disakarida: karbohidrat yang terbentuk dari kondensasi 2 molekul monosakarida.
Misalnya:
sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula pati)
-Oligosakarida: karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menghasilkan 3 – 10
monosakarida,
misalnya dekstrin dan maltopentosa
-Polisakarida: karbohirdat yang terbentuk dari banyak molekul monosakarida. Misalnya
pati
(amilum), selulosa, dan glikogen.

Beberapa monosakarida penting sebagai berikut:

1.Glukosa

Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat:

-Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52.7 0 ) dan dapat mengalami mutarotasi -Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah bata. -Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol) dengan reaksi sebagai berikut:

C 6 H 12 O 6 → 2C 2 H 5 OH + 2CO 2

2.Fruktosa
2.Fruktosa

Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida. Disebut

2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut
2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut

juga sebagai gula buah, dperoleh dari hdrolisis sukrosa; dan mempunyai sifat:

2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut

-Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri (-92.4 0 C). -Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk endapan merah bata. -Dapat difermentasi.

2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut
2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut
3.Galaktosa
3.Galaktosa

Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan dengan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa. Dapat diperoleh dari hidrolisis gula susu (laktosa), dan mempunyai sifat:

2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut

-Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan merah bata. -Tidak dapat difermentasi.

2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut
2.Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut
Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.

Beberapa disakarida penting sebagai berikut:

1.Laktosa
1.Laktosa

Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa. Laktosa adalah disakarida pereduksi. Selama proses pencernaan, laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik oleh laktase dari sel-sel mukosa usus. Beberapa sifat lakotsa:

Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.
Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.

-Hanya terdapat pada binatang mamalia dan manusia.

-Dapat dperoleh dari hasil samping pembuatan keju. -Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.

Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.

-Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan galaktosa.

2.Maltosa
2.Maltosa

Beberapa sifat maltosa:

Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.
Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.

-Hidrolisis maltosa menghasilkan 2 molekul glukosa. -Digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi (malted milk). -Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.

Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.
3.Sukrosa
3.Sukrosa

Sukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular. Sukrosa bereaks negatif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.

Beberapa disakarida penting sebagai berikut: 1.Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.

Beberapa polisakarida penting

1.Selulosa
1.Selulosa
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.

-Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa. -Hirolisis lengkap dengan katalis asam dan enzim akan menghasilkan glukosa.

Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
2.Pati atau amilum
2.Pati atau amilum

-Polimer dari glukosa. -Apabila dilarutkan dalam air panas, pati dapat dipisahkan menjadi amilosa dan amilopektin. -Amilopektin merupakan polimer yang lebih besar dari amilosa. -Hirdolisis parsial akan menghasilkan amilosa.

Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.

-Hidrolisis lengkap akan menghasilkan glukosa.

3.Glikogen
3.Glikogen
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.

-Hidrolisis glikogen akan menghasilkan glukosa. -Dalam sistem hewan, glikogen digunakan sebagai cadangan makanan (glukosa).

Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
4.Kitin
4.Kitin

-Bangungan utama dari hewan beraki banyak seperti kepiting. -Merupakan polimer dari glukosamina. -Hidrolisis akan menghasilkan 2-amino-2-deoksi-glukosa.

Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
Beberapa polisakarida penting 1.Selulosa -Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan . -Polimer dari glukosa.
Uji Molisch -Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan

Uji Molisch

-Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. -Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan -naftol dalam pereaksi molish.

Uji Molisch -Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan
Uji Molisch -Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan

Uji Seliwanoff

-Merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa -Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna

Uji Molisch -Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan

merah pada larutannya.

Uji Molisch -Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. -Dehidrasi heksosa menghasilkan

Uji Benedict -Merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas -Uji benedict berdasarkan reduksi Cu 2+ menjadi Cu + oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis

-Biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO 3 -uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan.

Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

Uji Barfoed

Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

-Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel

-Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange

Uji Iodin
Uji Iodin
Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

-Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida -Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru -Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu -sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat

Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah
Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah
Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah
Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

Uji Fehling

-Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa,

Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

maltosa, dll)

Uji Barfoed -Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel -Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah

-Uji positif ditandai dengan warna merah bata

ASAM AMINO

Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

juga poliamida

Asam-asam amino bergabung dengan berbagai cara membentuk hemoglobin, hormon,

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

enzim, otot, rambut, kuku, dan kulit.

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

Asam Amino merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus karboksil ( - COOH) dan gugus amina ( - NH 3 ).

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

Sifat asam amino:

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

-Berwujud padat pada suhu kamar. Titik leleh di atas 200 O C -Asam amino larut dalam air dan pelarut organik. -Bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam dan basa), karena mengandung gugus

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

karboksil yang bersifat asam dan gugus amina yang bersifat basa dalam jumlah yang

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

sama . -Asam amino dapat bergabung dengan asam amino lain membentuk suatu polimer yang disebut peptida.

ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida
ASAM AMINO Adalah suatu polimer yang tersusun oleh beberapa asam amino. Polimer ini disebut juga poliamida

Dua kelompok asam amino, yaitu:

-Asam amino esensial, tidak dapat disintesis dalam tubuh manusia. Terdiri dari: valin, leusin, isoleusin, treonin, lisin, metionin, fenilalanin, triptofan, histidin, dan arginin.

-Asam amino non esensial, dapat disintesis oleh tubuh manusia. Terdiri dari: glisin, alanin, serin, asam glutamat, tirosin, sistein, dan prolin.

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari

polimerisasi asam amino-asam amino.

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur
Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur

-Struktur sekunder; merupakan struktur protein yang menata kerangkanya.

-Struktur tersier; struktur penyempurna protein yang menyelimuti kerangka sehingga memberikan bentuk yang karakteristik. -Struktur kuartener; struktur yang melibatkan beberapa peptida sehingga terbentuk protein.

Struktur protein ada 4:

-Struktur primer; merupakan ikatan-ikatan peptida dari asam amino-asam amino pembentuk protein tersebut.

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur

Sifat-sifat protein:

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur

-Sukar larut dalam air karena molekulnya yang besar. -Dapat mengalami koagulasi oleh pemanasan, penambahan asam atau basa. -Bersifat amfoter karena membentuk zwitter ion. -Dapat mengalami kerusakan (terdenaturasi) oleh pemanasan.

Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur
Terbentuk dari polimerisasi peptida-peptida, sedangkan peptida dibentuk dari polimerisasi asam amino-asam amino. -Struktur sekunder; merupakan struktur
Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari:

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

-Nukleoprotein: protein terikat pada asam nukleat. Terdapat pada inti sel dan kecambah biji-bijian. -Glikoprotein: protein terikat pada karbohidrat. Terdapat pada musin kelenjar ludah, hati, dan tendon.

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

-Fosfoprotein: protein terikat pada lipida. Terdapat pada serum darah, kuning telur, susu.

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

-Kromoprotein: protein mengikat pigmen atau ion logam. Misalnya hemoglobin.

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

Uji protein:

-Uji biuret: uji positif terhadap sampel protein yang mengandung ikatan peptida. Ditandai

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

dengan warna ungu atau merah muda.

-Uji timbal (II) asetat: uji positif terhadap sampel protein yang mengandung belerang.

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein

Ditandai dengan warna hitam . -Uji Xantoproteat: uji positif terhadap sampel protein yang mengandung cincin benzena. Ditandai dengan warna kuning atau jika ditambahkan NaOH akan berubah warna menjadi jingga.

Protein konjugasi adalah senyawa protein yang terikat dengan molekul lain selain protein. Terdiri dari: -Nukleoprotein: protein
LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu

LIPID

LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu
Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu hidrokarbon
Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar
seperti suatu hidrokarbon atau dietil eter.
LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu

Lipid dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:

-Lipid sederhana: senyawa ester yang diperoleh dari gabungan asam lemak dan gliserol. Contoh minyak, lemak dan lilin -Lipid gabungan: lipid sederhana yang mempunyai gugus tambahan seperti P dan N. Contoh: Fosfolipid, fosfomyelin.

LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu

Berdasarkan sifat kimianya:

LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu

-Lipid yang dapat disabunkan, seperti lemak dan minyak -Lipid yang tidak dapat disabunkan, seperti steroid.

LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu
LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu

Lemak dan minyak adalah trigliserida atau triasilgliserol. Keduanya memiliki struktur yang sama.

LIPID Senyawa organik yang tak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar seperti suatu
Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya.

-Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair. Titik leleh minyak dipengaruhi oleh:

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.
Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.
Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

nikel

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

-Struktur; semakin panjang rantai karbon, semakin tinggi titik leleh -Jumlah ikatan rangkap asam lemak penyusun -Lemak dapat diubah menjadi minyak dengan cara hidrogenasi menggunakan katalis

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.
Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Hidrolisis lemak dan minyak akan menghasilkan gliserol dan asam karboksilat.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Ketengikan (rancidity) disebabkan oleh dua faktor:

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Reaksi oksidasi terhadap lemak atau minyak. Hal ini disebabkan karena putusnya ikatan rangkap dalam komponen asam lemak tak jenuh membentuk aldehid dengan BM rendah.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.
Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Reaksi hidrolisis terhadap lemak atau minyak menyebabkan lepasnya asam-asam lemak yang mudah menguap. Bau tengik salah satu efek dari reaksi hidrolisis ini.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh titik lelehnya. -Pada suhu kamar lemak berbentuk padat, minyak berbentuk cair.

Reaksi penyabunan atau saponifikasi adalah reaksi antara lemak atau minyak dengan suatu basa mebentuk garam yang biasa dikenal dengan sabun.