You are on page 1of 24

8/19/2013 1

Radio Frequency
Subsystem
Oleh:
Budi Prasetya, ST., MT.
Laboratoria Sistem Komunikasi
Institut Teknologi Telkom
Antena
Sebuah antena adalah konduktor yang
membawa arus RF
Daya RF menyebabkan aliran arus
Arus mengalir meradiasikan medan
elektromagnetik
Medan elektromagnetik menyebabkan
arus di antena penerima
Kuat sinyal yang diterima oleh
penerima sangat bergantung pada
Tx
Rx
Page - 2
Spesifikasi Antena
Page - 3
(a) Lobe-lobe radiasi antena (pola pancar 3D)
(b) Plot linear pola daya radiasi
Sumber : Balanis, A Constantin, Antenna Theory, Analysis and
Design, Harper & Row Publisher, 1982 (halaman 21)
Pola Radiasi Antena
8/19/2013 4
Pola Radiasi Antena
Pola Radiasi
Pola bidang horisontal
Pola bidang vertikal
Page - 5
Pola Radiasi Antena
Pola bidang vertikal
E-plane (bidang elevasi)
Gain = 10 dBd
Skala dalam dBd


8/19/2013 6
Karakteristik Antena
Karakteristik Antena
Polarisasi
Orientasi antena
Gain
Antena adalah divais pasif
(tidak menghasilkan daya
atau penguatan)
Gain yang dimaksud adalah
bila dibandingkan antena
lain
Satuannya adalah dBd/dBi

Page - 7
Karakteristik Antena
Antena referensi
Antena Isotropis, 0 dBi
Antena Dipole, 2.15 dBi
Gain dg referensi
isotropis
dBi
Gain dg referensi dipole dBd
EIRP dBm atau Watt
ERP dBm atau Watt
Page - 8
Dipole
Ideal radiating dot source
(lossless radiator)
0dBd = 2.15 dBi
Satuan: dBd and dBi
2.15dBi
I lustrasi Gain Antena (Pemancar/Penerima)
8/19/2013 9
Karakteristik Antena
Effective Radiated Power
Sama dengan daya output
HPA dikalikan dengan Gain
antena
Page - 10
Jenis Antena :
Antena yang digunakan di Stasiun
Bumi antena Parabola
Fungsi Antena :
Arah transmit berrfungsi untuk mengarahkan dan mengirimkan
energi gelombang elektromagnnetik yang bermodulasi RF ke
penerima frekuensi tertentu (misal 4,5 GHz).
Arah terima berfungsi mengkoleksi dan menerima energi
gelombang elektromagnnetik yang bermodulasi RF dari
pemancar frekuensi tertentu (misal 4,5 GHz).
8/19/2013 11
High Power Amplifier mempunyai fungsi menguatkan
sinyal RF yang akan dipancarkan melalui antena.

Output daya HPA harus cukup untuk mengirimkan
sinyal Carrier RF untuk mengantisipasi redaman
propagasi yang cukup besar.

Untuk meningkatkan availabilitas sistem, biasanya
disediakan satu HPA cadangan.
8/19/2013 12
Parameter-parameter yang
digunakan pada HPA adalah :
Penguatan/Gain Amplifier
Ouput Daya
Bandwidth
VSWR
Desain HPA ini biasanya terdiri dari dua tingkat amplifier, yaitu Driver
Amplifier dan Final Amplifier.
Driver
Amplifier
Final
Amplifier
Attenuator
8/19/2013 13
Besaran Noise Figure ini akan ditransformasi ke dalam besaran Noise
Temperatur sehingga parameter LNA sering dinyatakan dalam besaran
Noise Temperatur (derajat Kelvin).
LNA adalah sebuah penguat sinyal RF yang
memiliki kontribusi noise equipment (N eqp)
yang kecil .
Noise equipment adalah noise ditimbulkan
oleh komponen-komponen elektronik LNA.
Besaran noise equipment ini dinyatakan
dengan Noise Figure.
8/19/2013 14
Desain LNA
Untuk mendapatkan nilai total noise figure
LNA yang kecil, maka Pre-Amp harus
mempunyai noise figure yang kecil,
sedangkan nilai noise figure Final-Amp bisa
lebih besar.
Untuk mendapatkan Pre-Amp yang memiliki Noise Figure yang kecil maka
amplifier ini menggunakan amplifier Parametrik atau Field Effect Transistor
(FET).
Sehingga LNA yang digunakan di stasiun Bumi ada dua jenis , yaitu :
1. LNA Parametric Amplifier
2. LNA GaAsFET
Pre Amp Final-Amp
RF RF
8/19/2013 15
Parametric amplifier ( paramp ) adalah suatu amplifier yang
menggunakan :
Parametrik amplifier (paramp) untuk penguat
tingkat pertama dengan penguatan sekitar 15
- 20 dB.
Penguat tingkat kedua menggunakan
transistor amplifier dengan penguatan sekitar
35 - 40 dB.
Ada dua jenis parameteric LNA yaitu Cooled
parameteric amplifier dan Uncooled
parameteric amplifier.
Parametric Amplifier
.
8/19/2013 16
Contoh Data Teknik :
a. LNA AIL 4060D (Uncooled Paramp)
1. Frekuensi kerja
2. Bandwidth
3. Gain
4. Noise Temperatur
5. Suhu Kerja
: 3,7 - 4,2 GHz
: 500 MHz
: 55 dB
: 80
o
K
: 0
o
- 50
o
C
b. LNA LNR NC4-80 (cooled Paramp)
1. Frekuensi kerja
2. Bandwidth
3. Gain
4. Noise Temperatur
5. Suhu Kerja
: 3,7 - 4,2 GHz
: 500 MHz
: 55 dB
: 80
o
K
: 0
o
- 40
o
C
8/19/2013 17
Parameter LNA
1. Noise Temperature
Uncooled Paramp = 50 - 60 K
Cooled Paramp = 20 - 30 K
Uncooled GaAsFET = 80 - 300 K
Cooled GaAsFET = 55 - 60 K
2. Bandwidth
BW = 500 MHz
3. Penguatan Daya (Gain)
Gain = 45 - 55 dB
4. Noise Figure = 0,5 - 1 dB
8/19/2013 18
Penguat frekuensi tinggi SATU TAHAP dapat dimodelkan sebagai berikut :

Komponen Aktif
Eg
Zg
IMC
in
IMC
out
Transistor
ZL
Sumber sinyal/
tahap sebelumnya
beban/tahap
berikutnya
Impedance Matching
Circuit input/output
Tampak bahwa sistem dapat dipandang sebagai hubungan kaskade dari
kutub-4, sehingga pada umumnya metoda analisis yang dapat digunakan
untuk mempelajari perilaku suatu penguat adalah dengan menggunakan
parameter satu kutub empat.

V2
V1 Kutub 4
I1 I2
Parameter Kutub 4 :
1. Parameter Z, Y, H, ABCD (frekuensi
rendah)
2. Parameter S (frekuensi rendah
sampai tinggi)

8/19/2013 19
(

=
(

2
1
22 21
12 11
2
1
V
.
h h
h h

V i
i
Parameter H
Parameter ABCD
(

=
(

2
2
1
1
i -
V
.
D C
B A

i
V
Parameter-parameter tersebut diatas mudah diukur pada frekuensi
rendah, karena pengukurannya membutuhkan BEBAN HUBUNG SINGKAT
dan/atau BEBAN TERBUKA, yang mudah diperoleh pada frekuensi
RENDAH.
Pada frekuensi tinggi, parameter Z(impedansi), H(hybrid), Y(admitansi) atau
ABCD sangat sulit (tidak mungkin) DIUKUR, karena :
1. Penggunaan beban terbuka/tertutup (hubung singkat) dapat
menyebabkan komponen aktif yang digunakan tidak stabil (OSILASI)
2. Pada frekuensi tinggi sulit memperoleh beban TERBUKA/TERTUTUP
dengan range bidang frekuensi yang lebar (wilayah operasi frekuensi yang
lebar)
Parameter Z
(

=
(

2
1
22 21
12 11
2
1
i
i
.
Z Z
Z Z

V
V
Parameter Y
(

=
(

2
1
22 21
12 11
2
1
V
V
.
Y Y
Y Y

i
i
8/19/2013 20
Maka digunakan Parameter S (Scattering Parameter):
datang gelombang
Zoi
Vi
i a = =
+
pantul gelombang
Zoi
-
Vi
i b = =
Gambar a
i
dan b
i
Signal flow graph

Dimana: i = 1(port 1) atau 2 (port 2)

21
(

=
(

2
1
22 21
12 11
2
1
a
a
.
S S
S S

b
b

a
b
0 a
1
1
2
i 11
S S
=
= =
koefisien refleksi masukan dengan keluaran K-4
ditutup beban sesuai (match)

a
b
0 a
1
2
2
f 21
S S
=
= = koefisien transmisi maju dengan keluaran K-4
ditutup beban sesuai

a
b
0 a
2
2
1
o 22
S S
=
= =
koefisien refleksi keluaran dengan masukan K-4
ditutup beban sesuai

a
b
0 a
2
1
1
r 12
S S
=
= =
koefisien transmisi balik dengan masukan K-4
ditutup beban sesuai
Zo2 Zo1
b1
"Parameter S"
a1 a2
b2
V2 V1
8/19/2013 22
Alat Ukur Parameter s Kutub 4
Network Analizer
8/19/2013 23
Semoga Bermanfaat
8/19/2013 24