You are on page 1of 4

Kabel Jaringan

1.Kabel Jaringan dan Pengertiannya Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel yang menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain. Namun bukan berarti jaringan mi berupa kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator di ujungnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulal dan teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser yang menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Setiap jenis kabel mempunyal kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. OIeh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga : jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu: Kabel coaxial Serat optik Twisted pair (UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair)) 1.1 Kabel coaxial Ada dua jenis kabel coaxial yang dikenal yaitu thick coaxial cable (mempunyal diameter cukup besar) dan thin coaxial cable (mempunyal diameter Iebih keci I). a. Thick coaxial cable (Kabel coaxial gemuk)

Kabel coaxial mi berdiameter 12 mm dan menggunakan selubung berwarna kuning. Kabel mi memiliki spesifikasi menurut IEEE 802.3 1OBASE5. Ada banyak nama untuk kabel mi, seperti standard ethernet, thick ethernet atau disingkat thicknet, dan disebut juga yellow cable.

b. Thin coaxial cable (Kabel coaxial kurus)

Kabel coaxial ni berdiameter 5 mm dan berwarna hitam atau warna gelap Iainnya dan digunakan pada transceiver yang menggunakan output daya kecil. Kabel mi dispesifikasi

menurut IEEE 802.3 1OBASE2. Kabel jenis mi juga dikenal sebagai thin ethernet atau thinnet, bersifat Iebih fleksibel dan Iebih ringan dibanding thick ethernet. Secara umum kabel coaxial memiliki ciri-ciri sebagal berikut. * Banyak digunakan untuk LAN. * Mampu menyediakan kecepatan transfer data sebesar 10 Mbps. * Digunakan untuk kabel RV, ethernet, ARCnet. * Kabel thick coaxial (1 OBASE5) digunakan sebagai backbone jaringan dengan rentang jarak 500 m lebih. * Jaringan antar workstation menggunakan thin coaxial (1 OBASE2).

1.2 Serat optic Jaringan yang menggunakan serat optik biasanya terdapat pada perusahaan besar. Hal mi disebabkan oleh proses pemasangan jaringan yang Iebih sulit dan biaya investasi yang Iebih besar. Namun demikian, jaringan yang menggunakan serat optik memiliki kecepatan pengiriman data yang lebih tinggi dan tingkat kehandalan yang terjamin. Kecepatan pengiriman data dengan media serat optik iebih dan 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

1.3 Twisted pair ethernet Kabel twisted pair mi terbagi menjadi dua jenis yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiiiki selubung pembungkus, sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Koneksi kabel jenis mi menggunakan konektor Rj-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun mem1bentuk suatu pola Star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada hub. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coaxial, karena hub mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat mi ada beberapa grade atau kategori dan kabel twisted pair pemberian kategori 1 sampai 6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masingmasing kategori merupakan sen revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas belitan (twist) setiap pasang kabel. Selain itu, pengelompokkan kabel juga berfungsi untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa melewati kabel tersebut, serta menunjukkan kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT 5 dan CAT 5 enchanced (CAT 5e) mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT 5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau interferensi elektromagnet. Kabel CAT 5e bisa digunakan untuk menghubungkan network dengan kecepatan transfer hingga 1 Gbps. a. Kabel UTP (khususnya CAT 5/CAT 5e) Kategori 5 atau 5e adalah tipe kabel yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi. Kabel mi disarankan untuk digunakan pada kecepatan transfer 10 Mbps dan fast ethernet (100 Mbps). Konektor yang bisa digunakan untuk kabel UTP CAT 5 adalah RJ-45.

Untuk koneksi komputer, dikenal dua tipe penyambungan kabel UTP mi yaitu straight cable dan crossover cable dengan fungsi berbeda untuk setiap jenisnya. Straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub. a.1 Kabel Straight Metode pengkabelan ml digunakan untuk menghubungkan ujung satu dan ujung bin dengan satu warna. Sebenarnya urutan warna dan masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standar internasional yang digunakan untuk straight cable mi seperti yang ditunjukan pada gambar berikut : a.2 Kabel Crossover Kabel jenis mi biasa digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan hierarki setingkat, misalnya koneksi antara PC ke PC, atau router ke router. Berikut konfigurasi pengkabelan/pemasangan konektor RJ-45. 1.4 Fiber optic Kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang dapat mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, kabel ini lebih mahal. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer, tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel lainnya. Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili bit tersebut diubah ke bentuk cahaya. Kabel fiber optic terdiri dari dua jenis, yang dikenal sebagai single mode dan multi mode. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dann hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Kabel multimode mengirim sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada susut refraksi yang berbeda. Kabel single mode dapat menjangkau ratusan kilometer sedangkan kabel multimode biasanya hanya mencapai 550 meter atau kurang.
http://obedjokam87.blogspot.com/2011/08/kabel-jaringan.html

Coaxial cable merupakan sebuah Media transmisi, merupakan media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), sehubungan dengan jaraknya yang jauh. Coaxial cable ini berfungsi untuk menghubungkan transmitter dengan antenna. Dengan kabel koaksial ini data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.

Istilah coaxial cable lebih banyak dikenal karena mudah menggarapnya dan terdapat banyak sekali di pasaran. Suatu parameter penting dari suatu kabel koaksial adalah impedansinya yang dinyatakan dalam satuan ohm. Dalam kabel koaksial terdapat dua konduktor, satu berada ditengah yang disebut inner dan yang satunya lagi menyelubungi konduktor yang di tengah tadi yang disebut outer. Outer ini nantinya akan terhubung ke ground pada saat digunakan. Coaxial cable yang banyak terdapat dipasaran dikenal dengan nomor seri RG8/U dengan diameter luar 10,3mm dan nomor seri RG58A/U dengan diameter luar 5mm. Masing-masing mempunyai impedansi 50 ohm. Kabel koaksial ini juga merupakan suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan Kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu Kabel koaksial tebal (mempunyai diameter besar) dan Kabel koaksial tipis (mempunyai diameter lebih kecil). Penggunaan Kabel koaksial ini ada keunggulan tetapi ada juga kelemahannya, yaitu : Keunggulan Kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan Kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.