You are on page 1of 1

Dalam Agama Islam telah diketahui bahwa terdapat banyak kandungan hikmah dalam syariat-syariat Ialam.

Syariat merupakan hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Oleh karena itu dengan adanya syariat agama islam ini, maka kita sebagai umat islam dapat memperoleh hikmah yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan di dunia. Salah satu dari syariat Islam adalah puasa . Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dengan penuh tanggung jawab. Dimana dibalik puasa tersebut kita sebagai umat muslim akan mendapatkan hikmahnya. Rosululloh bersabda:

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka. (HR. Ahmad dan Baihaqi) Hikmah puasa ini terangkum dalam firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Menurut Al-Ghazali yang menguraikan hikmah puasa ini dalam kitab monumentalnya, Ihya 'Ulum Ad-Din. Ia berkata: Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang memiliki kedudukan (derajat) di atas binatang karena dengan cahaya akal pikirannya ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, dan di bawah derajat malaikat karena manusia diliputi hawa nafsu. Manusia diuji dengan melakukan mujahadah terhadap hawa nafsunya. Jika ia terbuai oleh hawa nafsunya, ia jatuh ke dalam derajat yang paling rendah, masuk dalam perilaku binatang. Dan Jika ia dapat menundukkan (mengekang) hawa nafsunya, ia naik ke derajat yang paling tinggi dan masuk dalam tingkatan malaikat. Berdasarkan teori diatas, makalah ini akan membahas hikmah puasa yang merupakan syariat dari Agama Islam. Serta mengetahui manfaat yang terkandung di dalamnya.