You are on page 1of 47

Manajemen Frekuensi Radio Maritim

Disampaikan pada acara Pelatihan Petugas Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Ditjen SDPPI di Cidokom, 26 Mei 2011

Mulyadi Direktorat Penataan Sumber Daya Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika

Agenda
Ketentuan RR mengenai Dinas Maritim Pengertian Dinas Maritim Jaringan Komunikasi Pelayaran Alokasi Frekuensi untuk Dinas Maritim GMDSS Stasiun Radio Pantai Publikasi ITU untuk Dinas Maritim Perizinan Frekuensi Dinas Maritim Perlindungan terhadap Frekuensi Dinas Maritim Sertifikat Operator Permasalahan dalam Penggunaan Frekuensi Maritim Agenda WRC-12 terkait Dinas Maritim

Ketentuan RR untuk Dinas Maritim


Article 5 : Frequency allocations Article 19 : Identification stations Article 20 : Service publications and online information systems Chapter VII Distress and Safety Communications Article 30 : General Provisions Article 31 : Frequencies for Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) Article 32 : Operational procedures for distress and safety communications in the global maritime distress and safety system (GMDSS) Article 33 : Operational procedures for urgency and safety communications in the global maritime distress and safety system (GMDSS) Article 34 : Alerting signals in the global maritime distress and safety system (GMDSS)

Ketentuan RR untuk Dinas Maritim


Chapter XI : Maritime Services Article 46 : Authority of the Master Article 47 : Operators Certificate Article 48 : Personnel Article 49 : Inspection of Station Article 50 : Working Hours of Station Article 51 : Conditions to be observed in the maritime services Article 52 : Special rules relating to the use of frequencies in maritime services Article 53 : Order of Priority Communications Article 54 : Selective Calling Article 55 : Morse Radiotelegraphy Article 56 : Narrow-band Direct Printing Telegraphy Article 57 : Radiotelephony Article 58 : Charging and Accounting for Maritime Radiocommunications Article 59 : Entry into force and provisional application of the Radio Regulation

Ketentuan RR untuk Dinas Maritim


Appendix 12 : Special Rules Applicable to Radiobeacons Appendix 15 : Frequencies for distress and safety communications for the GMDSS Appendix 17 : Frequencies and channel arrangement in the high frequency bands for maritime mobile services Appendix 18 : Table of transmitting frequencies in the VHF maritime mobile band Appendix 25 : Provisions and associated frequency allotment plan for cosast radiotelephone stations operating in the exclusive maritime mobile band between 4000 kHz and 27 500 kHz

Ketentuan RR untuk Dinas Maritim


Ketentuan Lain
Article 4 : Assignment and Use of Frequencies Article 15 : Interferences Article 19 : Identification of Stations Appendix 16 : Documents with which stations on board ships and aircraft shall be provided Appendix 42 : Table of allocation of international call sign series

Pengertian Dinas Maritim


Dinas Radio untuk Maritim dalam RR : Dinas bergerak maritim (mobile maritime service/ MMS):
Dinas operasi pelabuhan (port operation service) Dinas pergerakan kapal laut (ship movement service)

Dinas navigasi radio maritim (maritime radio navigation service) Dinas bergerak maritim satelit (maritime mobilesatellite service) Dinas navigasi radio maritim satelit (maritime radio navigation-satellite service

Pengertian Dinas Maritim


Dinas Bergerak Maritim (maritime mobile service):
Dinas bergerak antara
stasiun pantai dengan stasiun kapal, atau Stasiun Kapal dengan stasiun kapal lainnya, atau Stasiun on-board communication

Stasiun kapal darurat dan stasiun emergency positionindicating radiobeacon (EPIRB) termasuk dinas ini juga.

Dinas Bergerak maritim-satelit (maritime mobilesatellite service):


Dinas bergerak satelit yang stasiun buminya berada di atas kapal; Termasuk survival craft stations dan emergency position indicating radiobeacon stations

Dinas Maritim
port operations service:
Dinas bergerak maritim di atau dekat pelabuhan,
Antara stasiun pantai dan stasiun kapal,atau Antara stasiun kapal dengan stasiun kapal

Pesannya terbatas pada hal yang terkait dengan :


penanganan operasional Pergerakan kapal Keselamatan kapal Darurat Keselamatan manusia

Pesan yang bersifat public correspondence harus dikeluarkan dari servis ini.

Dinas Maritim
ship movement service:
Dinas keselamatan (safety service) dalam maritime mobile service selain daripada dinas operasi pelabuhan Antara:
Stasiun pantai dan stasiun kapal, atau Stasiun kapal dan stasiun kapal

Pesan yang disampaikan terbatas pada hal yang terkait dengan pergerakan kapal.

Pesan yang bersifat public correspondence harus dikeluarkan dari servis ini.

Dinas Maritim
maritime radionavigation service:
Dinas radionavigasi yang bertujuan untuk kemanfaatan dan keselamatan kapal.

maritime radionavigation-satellite service:


Dinas radionavigasi satelit yang stasiun buminya berada di atas kapal

Jaringan Komunikasi Pelayaran


Cospas-sarsat

CH. 16 / 14 / 12 CH. 16 / 11 MF, HF, VHF

TELP. TELP.

KKP
TELP.

*
TELP. TELP.

SROP

PORT STATION

PERSH. ASING / L.N.

PSTN

TELP.

AGEN / PERS. PELAYARAN

TELP.

ADPEL/SYAHB.

Alokasi Frekuensi untuk Dinas Maritim


MF Band (435 526.5 kHz)
Frekuensi Distress and Safety non-GMDSS : 500 kHz menggunakan komunikasi kode morse Frekuensi untuk GMDSS : 518 kHz untuk Narrow Band Direct Printing (NBDP) broadcast ke kapal laut (NAVTEX) Kanal frekuensi dialokasikan dengan bandwidth 3 kHz untuk operasi telepon radio (radio telephony) dan telex baik untuk mode simplex maupun duplex untuk jangkauan menengah melalui propagasi groundwave Frekuensi yang digunakan untuk GMDSS :
2174.5 kHz (narrow band direct printing/ NBDP), 2182 kHz (radio telephony), 2187.5 kHz (digital selective calling/ DSC)

MF Band (1606.5 kHz 3.8 MHz)

Alokasi Frekuensi untuk Dinas Maritim


HF Band
Digunakan untuk komunikasi telephone radio, telex, faksimili, dan data baik simplex maupun duplex untuk jarak jauh melalui propagasi skywave. Pengkanalan HF Maritim : Appendix 17 Allotment Plan untuk Stasiun Radio Pantai : Appendix 25 Range : 4 000 kHz 27 500 kHz Dialokasikan eksklusif untuk Maritime Mobile Service Frekuensi untuk GMDSS : Digital Selective Calling (DSC) : 4207.5 kHz, 6312 kHz, 8414.5 kHz, 12.577 kHz, 16804.4 kHz Narrow band Direct Printing (NBDP) : 4210 kHz, 6314 kHz, 8416.5 kHz, 12579 kHz, 16806.5 kHz, 19680.5 kHz, 22376 kHz dan 26100.5 kHz Komunikasi SAR antara maritim dan penerbangan : 3023 kHz, 4125 kHz, dan 5850 kHz

Alokasi Frekuensi untuk Maritim


VHFBand
Range : 156 174 MHz Spasi kanal : 12.5 kHz Pengaturan : Appendix 18 Penggunaan : intership, port operation, ship movement, public corresondence Kanal frekuensi dialokasikan dengan interval 12.5 kHz. Terdapat 88 kanal frekuensi Catatan :
Kanal 16 (156.8 MHz) digunakan untuk frekuensi marabahaya internasional non-GMDSS Kanal 6 (156.3 MHz) untuk komunikasi antara kapal laut dan pesawat terbang yang terlibat operasi SAR Kanal 16 (156.65 MHz) untuk komunikasi antar kapal laut yang terkait masalah keselamatan navigasi pelayaran Kanal 70 (156.525 Mhz) untuk panggilan marabahaya GMDSS menggunakan Digital Selective Calling (DSC). Kanal 76 (56.825 MHz) untuk NBDP

Channel

Pengkanalan VHF Maritim (Appendix 18)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Dari Stasiun Dari Stasiun Kapal [MHz] Pantai [MHz] 156,05 160,05 156,10 160,70 156,15 160,75 156,20 160,75 156,25 160,80 156,30 156,30 156,35 160,95 156,40 156,40 156,45 156,45 156,50 156,50 156,55 156,55 156,60 156,60 156,65 156,65 156,70 156,70 156,75 156,75 156,80 156,80 156,85 156,85 156,90 161,50 156,95 161,55 157,00 161,60 157,05 161,65 157,10 161,70 157,15 161,75 157,20 161,80 157,25 161,85 157,30 161,90 157,35 161,95 157,40 162,00

Channel 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88

Dari Stasiun Dari Stasiun Kapal [MHz] Pantai [MHz] 156,025 160,625 156,075 160,675 156,125 160,725 156,175 160,775 156,225 160,825 156,275 160,875 156,325 160,925 156,375 156,375 156,425 156,425 156,475 156,475 156,525 156,525 156,575 156,575 156,625 156,625 156,675 156,675 156,725 156,725 156,825 156,825 156,875 156,875 156,925 161,525 156,975 161,575 157,025 161,625 157,075 161,675 157,125 161,725 157,175 161,775 157,225 161,825 157,275 161,875 157,325 161,925 157,375 161,975 157,425 162,025

GMDSS
Sistem marabahaya sebelum GMDSS berdasarkan SOLAS (Safety of Life At Sea) Convention 1974. Sistem komunikasi marabahaya sebelum GMDSS digunakan:
Telegrafi kode morse pada 500 kHz (MF) Radio telephon pada frekuensi 2182 kHz (MF) atau Radio telephon pada frekuensi 156,8 MHz (ch.16 VHF) Penerimaan sinyal distress secara audio
Membutuhkan operator radio yang ahli dan menguasai morse. Terbatasnya jangkauan komunikasi MF atau VHF ke stasiun pantai (sekitar 200 nm) Kapal yang mengirimkan sinyal distress tidak mengetahui pesannya telah diterima oleh pihak lain atau tidak.

Kelemahan sistem non-GMDSS :


GMDSS
sistem komunikasi radio global untuk keselamatan pelayaran berbasis global menggunakan teknologi terbaru dari komunikasi terestrial dan satelit; GMDSS diperkenalkan oleh IMO tahun 1979 Mulai beroperasi Feb 1992 Menjadi mandatori Feb 1999

GMDSS

Setiap kapal penumpang atau kapal kargo di atas 300 grt yang melakukan pelayaran internasional wajib memiliki peralatan GMDSS sesuai dengan wilayah laut yang dilayari-nya. Ada 4 Area Laut untuk GMDSS: Sea Area 1 : 20 30 nm, peralatan VHF DSC Sea Area 2 : diluar Area 1 sd 100 nm, peralatan MF DSC Sea Area 3 : di luar Area 1 dan 2 dari Lintang 70N sd Lintang 70 S, peratalan telephone satellite (Inmarsat) Sea Area 4 : laut di wilayah kutub

GMDSS Sub-Systems
Digital Selective Calling (DSC) {MF,HF,VHF}. NAVTEX. MF/HF Radiotelephony (R/T). VHF Radiotelephony. HF Narrow Band Direct Printing(NBDP). INMARSAT. COSPAS-SARSAT. Search and Rescue Radar Transponder (SART). Enhanced Group Call (EGC).

GMDSS
Layanan DSC (digital selective calling):
MF HF VHF : 2187.5 (Area 2) : 4207.5, 6312, 8414.5, 12577, 16804.5 kHz : 156.525 MHz /ch.70 (Area 1)

Layanan NAVTEX :
coordinated by the International Maritime Organization (IMO) Frekuensi : 490 kHz (nasional NAVTEX), 518 kHz (internasional NAVTEX) and 4209.5 kHz,

Layanan Narrow-band Direct Printing


Mengirimkan informasi penting ke kapal yaitu : informasi keselamatan pelayaran (MSI), informasi peringatan navigasi (navigational warning ) dan peringatan meteorologi (meteorological warning) Frekuensi : 4210, 6314, 8416.5, 12579, 16806.5, 19680.5, 22376 and 26100.5 kHz

Cospas - SARSAT

Frekuensi GMDSS
Diatur dalam RR Appendix 15 Frekuensi GMDSS di atas 30 MHz
Frequency (MHz) *121.5 123.1 156.3 156.650 *161.975 *162.025 *406-406.1 *1 544-1 545 1 626.5-1 645.5 *1 645.5-1 646.5 9 200-9 500 Description of usage AERO-SAR AERO-SAR VHF-CH06 VHF-CH13 AIS-SART VHF CH AIS 1 AIS-SART VHF CH AIS 2 406-EPIRB D&S-OPS SAT-COM D&S-OPS SARTS

Frekuensi GMDSS : dibawah 30 MHz

Keterangan: AERO-SAR : These aeronautical carrier (reference) frequencies may be used for distress and safety purposes by mobile stations engaged in coordinated search and rescue operations. DSC : These frequencies are used exclusively for distress and safety calls using digital selective calling in accordance with No. 32.5 (see Nos. 33.8 and 33.32). (WRC-07) MSI : In the maritime mobile service, these frequencies are used exclusively for the transmission of maritime safety information (MSI) (including meteorological and navigational warnings and urgent information) by coast stations to ships, by means of narrow-band directprinting telegraphy. MSI-HF : In the maritime mobile service, these frequencies are used exclusively for the transmission of high seas MSI by coast stations to ships, by means of narrow-band directprinting telegraphy. NBDP-COM : These frequencies are used exclusively for distress and safety communications (traffic) using narrow-band direct-printing telegraphy. RTP-COM : These carrier frequencies are used for distress and safety communications (traffic) by radiotelephony. * Except as provided in these Regulations, any emission capable of causing harmful interference to distress, alarm, urgency or safety communications on the frequencies denoted by an asterisk (*) is prohibited. Any emission causing harmful interference to distress and safety communications on any of the discrete frequencies identified in this Appendix is prohibited. (WRC-07)

Legend: AERO-SAR These aeronautical carrier (reference) frequencies may be used for distress and safety purposes by mobile stations engaged in coordinated search and rescue operations. D&S-OPS The use of these bands is limited to distress and safety operations of satellite emergency positionindicating radio beacons (EPIRBs). SAT-COM These frequency bands are available for distress and safety purposes in the maritime mobile-satellite service (see Notes). VHF-CH# These VHF frequencies are used for distress and safety purposes. The channel number (CH#) refers to the VHF channel as listed in Appendix 18, which should also be consulted. AIS These frequencies are used by automatic identification systems (AIS), which should operate in accordance with the most recent version of Recommendation ITU-R M.1371. (WRC07) * Except as provided in these Regulations, any emission capable of causing harmful interference to distress, alarm, urgency or safety communications on the frequencies denoted by an asterisk (*) is prohibited. Any emission causing harmful interference to distress and safety communications on any of the discrete frequencies identified in this Appendix is prohibited. (WRC-07)

Keberhasilan pengiriman berita distress pada kondisi marabahaya adalah faktor utama dalam keselamatan pelayaran. Jaminan frekuensi marabahaya bebas dari interferensi merupakan hal yang mutlak

gmdss

Penyelamatan Kapal Achile Lauro (1994)

Stasiun Radio Pantai


Stations participating in the Distress (GMDSS)
Coast station in MF, HF, VHF watch-keeping using Digital Selective Calling (DSC) techniques Coast station in NAVTEX services Coast station transmitting navigational warning & maritime safety information (MSI) using Narrow-Band Direct-Printing (NBDP) techniques Coast earth stations SAR center

Stations providing a public correspondence service


Particular of coast stations providing a public correspondence service Notes concerning coast stations and or radio channel particular

STASIUN RADIO PANTAI


Stasiun radio pantai, stasiun bumi pantai, stasiun radio kapal dan stasiun bumi kapal melakukan tugas: 1. Jaga dengar marabahaya (Distress Alerting); 2. Komunikasi koordinasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue Coordinating Communication); 3. Penentuan lokasi musibah (Locating); 4. Penyebaran informasi keselamatan pelayaran (Promulgation at maritime safety information); 5. Komunikasi radio umum (general communication).

Stasiun Radio Pantai GMDSS Indonesia


Ada 32 Stasiun Radio Pantai Indonesia yang terdaftar dalam List IV ITU untuk layanan GMDSS :
Amboina Radio Balikpapan Radio Batu Ampar Radio Belawan Radio Benoa Radio Biak Radio Bitung Radio Cigading Radio Cilacap Radio Cirebon Radio Dumai Radio Fak-fak Radio Jakarta Radio Jayapura Radio Kendari Radio Kupang Radio Lembar Radio Makasar Radio Manokwari Radio Merauke Radio Panjang Radio Pantoloan Radio Pontianak Radio Sanana Radio Sei Kolak Kijang Radio Semarang Radio Sibolga Radio Sorong Radio Surabaya Radio Tahuna Radio Tarakan Radio Ternate Radio

Stasiun Radio Pantai GMDSS Indonesia


Stasiun radio pantai Indonesia yang memberikan layanan GMDSS dikelola oleh Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Layanan GMDSS stasiun radio pantai Indonesia : DSC : semua stasiun radio pantai Indonesia yang terdaftar di List IV ITU NAVTEX : Jakarta, Ambon, Makasar, Jayapura Frekuensi : 518 kHz NBDP : Jakarta Radio Frekuensi 8416.5 dan 16806.5 kHz

Stasiun Radio Pantai Ditjen Hubla

Jumlah stasiun radio pantai Ditjen Hubla : 222 KM Perhubungan 30/2006

Navigation Area
Indonesia berada di NavArea XI

Peralatan Radio Stasiun Pantai

Perangkat Radio Transmitter/Receiver :

VHF yang dilengkapi dengan DSC MF yang dilengkapi dengan DSC HF yang dilengkapi dengan DSC dan NBDP

yang dapat bekerja selama 24 jam terus menerus

Peralatan Radio di Stasiun Kapal

Peratalatan Radio di Kapal Laut : Perangkat Radio terrestrial VHF, MF/HF (dengan DSC dan NBDP) Telephone Satelit Inmarsat A/B/C. NAVTEX Receiver atau EGC Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) SART Transponder

Publikasi ITU terkait Maritime Service


List IV List of Coast Stations and Special Service Stations. (RR 20.7) List V List of Ship Stations and Maritime Mobile Service Identity Assignments. (RR 20.8) Online information : ITU MARS (Maritime mobile Access and Retrieval System). (RR 20.14A) Administrasi harus menginformasikan segera ke ITU perubahan data yang ada dalam List IV dan List V khususnya yang terkait dengan safety. (RR 20.16) List IV dan List V dipublikasikan setiap 2 tahun sekali. Edisi terbaru List IV tahun 2010 (22nd edition)

List IV

List V

Sertifikat Operator
Stasiun radiotelephone kapal, stasiun bumi kapal dan stasiun kapal yang digunakan untuk GMDSS harus dikontrol oleh operator yang memililki sertifikat dari administrasi telekomunikasi. (RR 47.1) Administrasi harus menjamin bahwa staf yang bertugas di stasiun pantai dan di stasiun bumi pantai memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengoperasikan stasiun secara efisien. (RR48.1) Sertifikat operator radio GMDSS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi : 1. Sertifikat radio elektronika kelas I (SRE I); 2. Sertifikat radio elektronika kelas II (SRE II); 3. Sertifikat operator umum (SOU); 4. Sertifikat operator terbatas (SOT).

Perizinan Dinas Maritim


Jenis Izin:

Izin stasiun radio Kapal (ship station license) Izin stasiun radio Pantai (Coast station license)
Surat permohonan Untuk kapal harus mencantumkan : nama kapal, callsign, pemilik kapal, alamat pemilik (bukan agen/ penyewa) Untuk stasiun pantai harus mencatumkan : nama stasiu, call sign, alamat lengkap lokasi stasiun Copy identitas pemohon : Surat izin Usaha perdagangan Isian form A Rekomendasi izin stasiun radio kapal/pantai dari Dirjen Hubla Fotocopy buku pemeriksaan peratalan radio kapal/ pantai Fotocopy surat ukur kapal/ PAS tahunan/ pendaftaran kapal/ gross akta Brosur (spesifikasi teknis) perangkat radio dan antena
Akte pendirian perusahaan untuk perusahaan atau KTP untuk perorangan

Persyaratan

Perlindungan terhadap Frekuensi Maritim


Telekomunikasi internasional harus memberikan prioritas mutlak (absolute priority) untuk semua komunikasi yang berkaitan dengan keselamatan hidup (safety of life) konstitusi ITU pasal 191 Gangguan yang membahayakan fungsi radionavigasi atau safety servis lain adalah Harmful Interference. (RR.1.169) Member States mengakui bahwa aspek keselamatan dari radionavigasi dan safety service yang lain memerlukan pengaturan khusus untuk menjamin service radio tersebut bebas dari harmful interference (RR.4.10)

Perlindungan terhadap Frekuensi Maritim


Dilarang melakukan pemancaran yang dapat menyebabkan harmful interfernce terhadap komunikasi marabahaya, peringatan, keselamatan pada frekuensi marabahaya dan darurat (distress and emergency) yang ditetapkan oleh RR ini. (RR.4.22) Pemancaran pada frekuensi marabahaya dan keselamatan (distress and safety) dan frekuensi yang digunakan untuk keselamatan dan pengaturan penerbangan (safety and regularity of flight) mendapat proteksi internasional. (RR 15.28) Administrasi telekomunikasi diwajibkan untuk segera mengambil tindakan untuk menghilangkan ganguan frekuensi (harmful interference) pada frekuensi marabahaya dan keselamatan. (RR 15.28)

Permasalahan
Gangguan terhadap frekuensi penerbangan sering berasal dari pengguna frekuensi di kapal laut. Peralatan yang digunakan di kapal tidak sesuai standard
Biaya radio kapal bisa sangat besar sehingga banyak menggunakan peralatan amatir

Kesadaran nelayan terhadap penggunaan radio masih rendah


Menggunakan frekuensi radio tidak mengikuti aturan

WRC-12
Agenda item 1.9 : revisi pengkanalan frekuensi dalam Appendix 17 RR untuk menerapkan teknologi digital MMS. Agenda 1.10 : frekuensi untuk operasional kapal, keamanan pelabuhan dan keselamatan pelayaran

Terimakasih atas Perhatiannya

4358.4; 4379.4; 4388.4; 4397.4; 4403.4; 4409.4; 4421.4; 4424.4; 6502.4; 6505.4; 6508.4; 6511.4; 6514.4; 8747.4; 8753.4; 8759.4; 8765.4;