You are on page 1of 4

Home > Berita Dulu > Kenaikan Harga Kedelai Membawa Dampak Baik Bagi Para Petani

Kenaikan Harga Kedelai Membawa Dampak Baik Bagi Para Petani


Dapatkan cream anti jerawat hasil racikan dokter specialis kulit,aman&sangat ampuh!
www.creampemutih.net/cream-jerawat

Obati Jerawatmu Sekarang!

Kenaikan harga kedelai dalam negeri, diharapkan dapat membawa dampak baik bagi para petani. Sekalipun kenaikan itu malah merugikan produsen tahu tempe dan konsumen. Nah sebetulnya, dengan naiknya harga kedelai dalam negeri, sebenarnya ini peluang bagi petani justru petani memang mengharapkan ada kenaikan harga dari kedelai, Kata Menteri Pertanian Suswono saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa ( 24/7/2012 ). Sependapat dengan Suswono, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, kenaikan ini juga menjadi momentum bagi para petani untuk ikut menanam kedelai. Harga kedelai saat ini seharusnya memicu para petani untuk menanam kedelai karena harganya sedang bagus. Apalagi sekarang sedang dalam masa tenggang antara panen yang paling mungkin bisa dimanfaatkan, ujarnya. Untuk menghasilkan kedelai Rusman mengungkapkan , petani membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan dari mulai masa tanam hingga panen. Ada kemungkinan jika para petani mulai menanam dari sekarang, maka pada dua sampai tidak bulan kedepan harga kedelai masih cukup baik untuk para petani. Yang jelas para petani jangan sampai kehilangan momentum, ujarnya. Rusman juga menceritakan, empat tahun lalu ketika harga kedelai melonjak naik, para petani pun mulai beralih untuk menanam kedelai. Namun yang terjadi sekarang, para petani ini lebih memilih untuk menanam jagung daripada kedelai karena persoalan harga jual. Mungkin saat ini ketika kondisi harga kedelai yang bagus untuk para petani bisa membuat para petani menjadi lebih terdorong untuk menanam kedelai, ujarnya.

Rusman memperkirakan bahwa beberapa waktu kedepan harga kedelai tidak akan terus naik jika belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ia mengimbau para perajin tempe tahu untuk mencari alternatif sementara agar tetap meraih keuntungan di saat harga bahan baku naik. Jangan pakai main-main ancam lah, ungkapnya.

BACA JUGA:

18/01/2012 -- Harga Kedelai Menurun 30/09/2011 -- Harga Kedelai Berjangka Meningkat



Home > Berita Ekonomi > Harga Kedelai Berjangka Meningkat

Harga Kedelai Berjangka Meningkat


Kulit Muka Kusam atau Banyak Flek Hitam?

Atasi dengan Yashodara whitening cream,aman dan sangat ampuh! Terdaftar di BPOM.

www.creampemutih.net/yashodara

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Jumat (30/9/2011) melaporkan saat terjadi penutupan perdagangan di bursa CBOT (Chicago Board of Trade) harga kedelai berjangka mengalami peningkatan. Harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 6.4 poin dan ditutup pada posisi 1.230 dollar AS per bushel. Kenaikan harga kedelai dipengaruhi aksi spekulasi pelaku pasar mengenai laporan Departemen AS terkait pasokan kedelai yang akan dirilis. Pelaku pasar khawatir mengenai pasokan kedelai yang akan berkurang karena pengaruh cuaca. Di wilayah Jawa Tengah, harga kedelai kembali mengalami kenaikan. Harga kedelai berada pada level harga Rp 7.000 per kilogram atau menguat Rp 50 hingga Rp 100 per kilogram. Penyebab kenaikan harga kedelai karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena saat ini pasokan kedelai sebagian besar masih impor. Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kedelai nasional tahun 2010 sebanyak 908,11 ribu ton dan impor kedelai sepanjang tahun 2010 sebanyak 1,7 juta ton. Data dari Dewan Kedelai Nasional menyebutkan, kebutuhan konsumsi Kedelai dalam negeri tahun 2011 sebanyak 2,4 juta ton, sedangkan sasaran produksi Kedelai tahun 2011 hanya 1,44 juta ton. Masih terdapat kekurangan pasokan (defisit) sebanyak satu juta t

Harga Kedelai Berjangka Meningkat


Atasi dengan Yashodara whitening cream,aman dan sangat ampuh! Terdaftar di BPOM.
www.creampemutih.net/yashodara

Kulit Muka Kusam atau Banyak Flek Hitam?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Jumat (30/9/2011) melaporkan saat terjadi penutupan perdagangan di bursa CBOT (Chicago Board of Trade) harga kedelai berjangka mengalami peningkatan. Harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 6.4 poin dan ditutup pada posisi 1.230 dollar AS per bushel. Kenaikan harga kedelai dipengaruhi aksi spekulasi pelaku pasar mengenai laporan Departemen AS terkait pasokan kedelai yang akan dirilis. Pelaku pasar khawatir mengenai pasokan kedelai yang akan berkurang karena pengaruh cuaca. Di wilayah Jawa Tengah, harga kedelai kembali mengalami kenaikan. Harga kedelai berada pada level harga Rp 7.000 per kilogram atau menguat Rp 50 hingga Rp 100 per kilogram. Penyebab kenaikan harga kedelai karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena saat ini pasokan kedelai sebagian besar masih impor. Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kedelai nasional tahun 2010 sebanyak 908,11 ribu ton dan impor kedelai sepanjang tahun 2010 sebanyak 1,7 juta ton. Data dari Dewan Kedelai Nasional menyebutkan, kebutuhan konsumsi Kedelai dalam negeri tahun 2011 sebanyak 2,4 juta ton, sedangkan sasaran produksi Kedelai tahun 2011 hanya 1,44 juta ton. Masih terdapat kekurangan pasokan (defisit) sebanyak satu juta ton.

Sebarkan:

Facebook Twitter LinkedIn

Pinterest