Вы находитесь на странице: 1из 1

LATAR BELAKANG Hypericum perforatum L.

merupakan bagian dari family Clusiaceae yang memiliki efek terapi pada luka bakar, memar, pembengkakan, kecemasan, depresi ringan sampai sedang, antidepresan, antiviral, penyembuhan luka, analgesik, hepatoprotektif, antioksidan dan aktivitas antimikroba. Hyperforin diyakini menjadi unsur utama yang bertanggung jawab untuk antidepresan, meskipun pada respon dosis yang berbeda terdapat hubungan bahwa unsur yang lain juga terlibat. Naphthodianthrones, terutama senyawa hypericin, terbukti memiliki efek antivirus yang kuat. Selain itu terdapat juga Flavonoid yang memiliki sifat antioksidan. Reactive Oxygen Species (ROS) telah terlibat dalam patogenesis banyak penyakit, termasuk kanker, mutagenesis, Alzheimer, AIDS, dan lain-lain. Banyak antioksidan sintetik yang kini sedang digunakan, namun terdapat bukti yang berkembang bahwa antioksidan alami potensi toksisitasnya lebih rendah. Ekstrak H. perforatum telah terbukti menghambat peroksidasi lipid in vivo. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa fraksi H. Perforatum, yang diperoleh dengan ekstraksi cairan dengan pelarut dari polaritas yang berbeda, memiliki aktivitas yang berbeda (mulai dari inhibitor untuk stimulasi), dan cara ini menunjukkan adanya senyawa yang bertanggung jawab untuk aktivitas farmakologi. Dalam jurnal ini delapan fraksi H. Perforatum dikembangkan secara eksternal dengan metode fraksinasi yang dirancang untuk memisahkan konstituen utama tanaman yang diperiksa. Komposisi kimia dari semua ekstrak telah dianalisis dengan cairan kromatografi resolusi cepat, dibandingkan dengan suatu cairan kromatografi klasik kinerja tinggi yang digunakan sebelumnya. Aktivitas antioksidan telah diperiksa dengan pengambilan DPPH radikal, NO radikal, superoksida anion radikal, uji FRAP, dan peroksidasi lipid menggunakan minyak biji rami sebagai substrat. Bila memungkinkan, sintetik antioksidan BHT (3,5-di-tert-butyl-4-hydroxytoluene) dan BHA (2-tert-butyl-4-hidroksianisol) digunakan sebagai standar. Upaya yang dilakukan untuk mengkorelasikan komposisi kimia dari ekstrak dengan aktivitas antioksidan dan menentukan kelompok biomolekul mana yang paling ampuh.